Views
10 months ago

13

2 SELASA,

2 SELASA, 13 FEBRUARI 2018 SAMBUNGAN .............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................. Gegara Tambul Dicomot, Ayah 3 Anak Tewas Dikeroyok BELAWAN-M24 Acara kumpul di warung tuak menjadi bencana bagi Frengki Manutur Sitohang (29). Ia dikeroyok sejumlah pria dimana salah satunya berinisial K. Awalnya, Frengki dan temannya menikmati minuman memabukkan khas Sumatera Utara, tuak di lapo (warung tuak) sekitaran Kelurahan Bagan Deli, Kec Medan Belawan, tak jauh dari rumahnya, Sabtu (10/2) malam. Di warung itu juga terlihat K bersama teman-temannya yang duduk di meja lain. Tak lama berselang, K mendatangi meja korban. Tanpa basa-basi mengambil makanan atau tambul (makanan pendamping minum, red) di atas meja Frengki. Hal itu membuat ayah tiga anak ini merasa terganggu. Apalagi ia dan K tidak kenal dekat. Frengki lalu menegur K yang merupakan warga setempat terkait tindakannya tersebut. Namun, bukannya mengamini, K justru tersinggung ditegur. Keduanya lantas terlibat cekcok mulut yang berlanjut dengan adu fisik. Teman-teman K yang melihat lantas bergabung untuk memukuli Frengki. Tak ingin mati konyol, korban melakukan perlawanan dengan melempar gelas ke arah K. Akibatnya, kepala K terluka. Tak pelak, K semakin emosi dan kembali terlibat baku hantam dengan korban. Keributan pun mereda setelah beberapa pengunjung dan pemilik warung melerai. Selanjutnya K dibawa teman-temannya ke klinik terdekat untuk mendapat perawatan terhadap luka di bagian kepalanya. Ternyata, peristiwa itu menyisakan dendam di hati K. Ia pun kembali mengajak teman-temannya untuk membalas kepada korban. Mereka bahkan membawa sejumlah benda keras dan menunggu korban di jalan pulang. Sementara itu, pascadipisah pemilik warung, korban menganggap permasalahannya dengan K selesai. Setelah puas minum tuak, Minggu (11/2) dinihari, ia pun pulang ke rumah. Di tengah jalan, ia langsung dihadang K dan teman-temannya. Tanpa basa-basi, korban dianiaya menggunakan kayu dan benda keras lainnya hingga terkapar. Melihat kondisi korban, para pelaku langsung melarikan diri. Warga yang mengetahui peristiwa itu langsung melarikan korban ke rumah sakit terdekat. Karena lukanya cukup parah, korban dirujuk di rumah sakit swasta di kawasan Tanjung Mulia, Kec Medan Deli. Naas, setelah menjalani perawatan, korban menghembuskan nafas terakhirnya, Senin (12/2) dinihari. Oleh keluarga, jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan. Pihak keluarga berharap, pihak Bobol Rumah Kosong tersangka bernama Muhamad Fahrozi (18), warga Perumahan Pantai Rambung, Bumi Serdang Damai, Patumbak. Kanit Reskrim Polsek Patumbak, Iptu Ainul Yaqin menuturkan, penangkapan tersangka berdasarkan laporan korbanya, Heriza Putra, Sabtu (2/12/2017) lalu. Dalam laporan nomor: LP/917/XII/2017/SU/ RESTABES/SEK PATUMBAK ini disebut, Kamis (30/12/ 2017) sekitar pukul 07:30 WIB, Heriza mengantar anaknya ke sekolah dengan kreta. Selanjutnya, Heriza kembali ke rumah pribadinya di Jln Topaz IV No.1, Dusun V, Desa Sigaragara, Kec Patumbak, Kab Deliserdang. Sesampai di rumah, Heriza terkejut melihat kondisi rumah sudah acak-acakan. Pintu belakang rumah juga terbuka lebar. Saat dicek, 1 unit TV Samsung 32 inch, 1 unit TV LG 22 inch, 1 unit Playstation (PS) 3 dan 1 unit tabung gas LPG ukuran 3 Kg lenyap digondol kawanan maling. Korban pun melaporkan peristiwa yang menimbulkan total kerugian mencapai Rp7 juta itu ke Polsek Patumbak. Hampir tiga bulan penyelidikan, petugas berhasil mengantongi identitas pelaku. Minggu (11/2), petugas juga mendapat informasi jika tersangka hendak menjual hasil curiannya kepada seorang penadah. Petugas langsung menuju lokasi dan meringkus pelaku. Turut diamankan barang bukti 1 unit PS 3, 1 unit TV Samsung 32 inch dan 1 unit TV LG 22 inch. (ahmad) Minta Transfer Uang 63 Jt METRO24 Dadang Purnama alias Daeng alias Dawer (24) ditangkap petugas kepolisian, Senin (12/2) dini hari. Pelaku mengancam pemilik Kelenteng Kwan Tee Koen, Nagasari, Karawang, Jawa Barat guna meminta uang alias kepeng hingga puluhan juta. Kapolres Karawang, AKBP Hendy F Kurniawan mengatakan, pelaku mendatangi Kelenteng Kwan Tee Koen pada Minggu (11/2) pagi. “Kemudian dia menyerahkan Alquran ke penjaga kelenteng untuk diserahkan ke ketua,” kata Hendy. Ternyata, di dalam Alquran itu ada secarik kertas putih. Kertas itu bertuliskan ancaman dan nomor rekening. “Rp. 63.000.000,- SEJARAH PEMBODOHAN UANG. Sudah terungkap sekarang mending loe TF: ke rek gua 1091620125 (BCA) atau GUA BOM ini tempat loe.” (net) Driver Ojol Cewek Ini Foto unggahan itu diberi caption, “Namanya mbak @ginapebriana_14 Masih aja sempet-sempetin waktu untuk selfie saat kena tilang. Luar Biasa...!” Memang luar biasa, sejatinya menyesal atau malu telah melanggar aturan lalu lintas, eh ini malah selfie. Netizen pun memuji aksi drver ojol ini: areax86: Patut dicontoh....susah-seneng....tetep senyum hendik_cleosa: Contoh yg bagus, salah mengakui salah. zazmocko: Bagus,, klo salah ya harus berani akui kesalahan,, g bentak2 polisi,, strong mbak’e dims_mas: Dari pada pura2 telp atau pura2 nge chat. (net) Ambil Jalur Hukum DENADA berang usai diusik oleh seorang netizen di Instagram. Kini sang penyanyi pun terlihat sudah meminta bantuan hukum. Di Instagram, Denada mengunjungi kantor pengacara Minola Sebayang. Ia benar-benar serius untuk mencari netizen yang telah berbicara kasar terhadapnya. "I WILL FIND YOU @leza_zulkifly . Tidur lo ga bakal nyenyak mulai malam ini," tulis Denada seperti dikutip detikHOT, Senin (12/ 2/2018). (dth) DEMO BURUH SUATU ketika Wak Lokot yang jadi presiden didatangiburuh yang demo besar-besaran ke istana negara, pokoknya sampai monas penuh buruh semua... demosudah mulai anarkis, ada pembakaran ban dan sepeda motor. Mereka berteriak membacakan tuntutan yang hanya 1: bertemu presiden dan minta penghapusan karyawan kontrak. Melihat situasi yang memanas Ka?polri sudah menyiagakan kendaraan lapis baja untuk mengamankan presiden. Tetapi presiden tetap kukuh untuk bertemu pendemo untuk berorasi. Setelah eyel-eyelan dengan paspampres dan kapolri, presiden diberikan waktu 5 menit untuk berorasi. Dan ini isi orasi nya:? “Rakyatku, saya paham betul kebutuhan anda kepastian pekerjaan. Saya juga ingin sekali sistem pekerja kontrak dihapuskan. Dan saat ini saya juga bingung mau mengangkat Kapolri baru atau menghapus KPK, tapi saya tidak bisa apa-apa juga karena saya sendiri juga dikontrak 5 tahunan. Dan kontrak saya juga akan habis 4 tahun lagi…Biar penggantiku aja nanti yang selesaikan nya ya…!” Setelah itu presiden langsung pergi dan pendemo pun bubar. kepolisian secepatnya mengungkap pembunuhan terhadap korban. "Kami berharap pihak kepolisian secepat mungkin menangkap para pelaku penganiayaan dan dihukum," harap anggota keluarga yang ditemui di rumah duka. Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Yemi Mandagi melalui Kasat Reskrim, AKP Yayang Rizki Pratama yang dikonfirmasi menyebut tengah menyelidiki kasus penganiayaan tersebut. Pihaknya pun telah mengantongi identitas pelaku. "Masih kita mintai keterangan PERCUT-M24 Keputusan Susilo untuk mengakhiri hidupnya diyakini karena tak dapat menanggung rasa bersalah. Penelusuran M24 di Jln Medan-Batang Kuis Gg Seri, Senin (12/2), Susilo atau biasa dipanggil Ilo cukup dikenal. Hanya saja, bukan untuk hal positif. Ayah empat anak itu diketahui suka menggunakan narkoba dan berjudi. Menurut Ida (31), karena kebiasaannya berjudi, Ilo diketahui terjerat hutang sebanyak Rp500 ribu. Sementara itu, sudah seminggu buruh cat bangunan itu tak dapat pekerjaan. Ditambah lagi, Lili, istrinya baru melahirkan anak keempat mereka. “Mungkin karena beban ekonomi itu ya sampai korban nekat,” tutur Ida. Hal senada disampaikan Tari (33), tetangga korban. Beban korban semakin bertambah setelah upaya meminjam uang kepada bibinya, Risma tak berhasil. Pasalnya, uang itu diduga untuk modal di tempat tinggalnya yang baru. Ya, korban pernah menyampaikan rencana untuk pindah ke rumah pihak istrinya di daerah Delitua, Deliserdang. “Setahu saya, pagi sebelum meninggal, korban itu mau mengangkat barang-barangnya untuk pindah ke keluarga istri. Katanya juga sempat saksi dan melakukan penyelidikan. Ada yang sudah kita ketahui identitasnya. Untuk jumlah pasti berapa orang yang melakukan penganiyaan nanti akan kita ketahui jika salah seorang pelaku dapat kita tangkap lebih awal," jelasnya. (sigit) Kalah Judi, Tak Dapat Pinjaman, Jadinya Takut Pulang Korban Kriminalisasi Hukum Yang Melawan Kenak Pelor putusan pra peradilan (prapid) yang dibacakan Hakim Tunggal Morgan Simanjuntak yang menolak permohonannya atas penetapan tersangka terkait dugaan pemalsuan surat dukungan lahan sengketa Masjid/Madrasah Arabia Islamiyah di kawasan Jln. Kuda, Kel. Pandau Hulu I, Kec Medan Kota. Rasa kecewa ini disampaikan Usman Ahmad Balatif melalui Tim kuasa hukum Lembaga Pemantau Kinerja Kepolisian RI (Police Watch), Abdul Salam Karim kepada wartawan, Senin (12/2) siang seusai sidang. Lebih lanjut pria yang akrab dipanggil Salum ini pun mengutarakan bahwa seharusnya hakim lebih memahami karena kasus ini adalah kasus perdata atas penjualan tanah wakaf yang diperuntukan untuk bangunan Masjid sekaligus Madrasah oleh pihak ahli waris Ali Umar. Sehingga Usman Ahmad Balatif bersama Mubarak dan ketiga orang lainnya sebagai perwakilan warga dengan membubuhkan dukungan penolakan penjualan mengajukan gugatan perdata dimenangkan oleh pihak pengadilan hingga sampai putusan PK. “Namun anehnya pihak kepolisian justru menetapkan Usman Ahmad Balatif menjadi tersangka karena pemalsuan dukungan tandatangan dengan alat bukti fotocopi yang dilaporkan Ali Umar,” bebernya. Polisi menangkap dua pelaku setelah membobol rumah di Jln Inpres Gg Sangkot Desa Tanjung Gusta, Kec Sunggal. Tak cuma pelaku, polisi juga menyeret penadahnya. Tersangka yang diamankan, Dharma Yusuf Tarigan (38), Nelson Effendy Siahaan (39) warga Jln Tani Asli dan Bambang Harianto (41) warga Jln Pancing yang bertindak sebagai penadah. Informasi yang dihimpun, kejadian tersebut berawal laporan Elida Mauliana (40) yang menyebut kalau rumahnya dibobol. Kapolsek Sunggal, Kompol Wira Prayatna ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan berdasarkan laporan korban petugas langsung melakukan penyelidikan dan berhasil meringkus tersangka. "Saat kita lakukan pengembangan tersangka berusaha melawan petugas sehingga kita berikan tindakan tegas berupa tembakan terukur tepat di kakinya," ungkapnya. Wira menjelaskan bahwa dari tan- Simatupang Meriang Dituntut 20 Tahun Penjara PANCURBATU M24 Robinson Simatupang (50) warga Jln kompleks Abdul Hamid Blok IX J 68 B Dusun VI Desa Lalang Kec Sunggal Kab Deliserdang meriang gitu mendengar tuntutan hakim selama 20 tahun kurungan penjara. Dia terpaksa menghabiskan masa tuanya dibalik jeruji besi lantaran menggauli anak tirinya sampai melahirkan. Oleh Majelis Hakim PN Lubukpakam yang bersidang di Pancurbatu, Senin (12/2) terungkap perbuatan bejat Robinson. Jika minta gituan sama anaknya, sebut saja Bunga, dia selalu mengancam tidak akan membiayai sekolah bunga. Bergulirnya kasus ini setelah korban merasa tidak tahan menjadi budak seks ayah tirinya dari mulai tahun 2015 lalu. Sangkin seringnya disetubuhi, korban akhirnya hamil dan melahirkan anak. Dengan memberanikan diri, korban membuat laporan ke Polsek Sunggal dan ayah durjana ini diringkus. Dalam laporannya yang dibacakan JPU, Eri Fandi Siregar SH, kasus pencabulan ini bermula saat korban baru pulang sekolah. Saat itu Robinson Simatupang berada di teras rumah. Karena agak terlambat pulang, korban dimarahi dan diancam tidak akan disekolahkan lagi. Karena takut tidak lagi sekolah korban meminta maaf kepada ayah tirinya tersebut. Di saat korban terpojok ayah durjana ini mengambil kesempatan dan mengatakan mau memaafkan korban asal mau disetubuhi. Mendengar permintaan ayah tirinya tersebut membuat korban bangkit dan JR Saragih: Mungkin KPU Khilaf MEDAN-M24 Hashtag (#) JR Saragih menjadi trending topik media sosial di Indonesia, menyusul keputusan rapat pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut, Senin (12/2), yang mencoret nama Bupati Simalungun itu dari kontestasi Pemilihan Gubernur Sumut (Pilgubsu) 2018. Terkait ini, Partai Demokrat pun menempuh jalur hukum. Penelusuran M24, sosok bernama lengkap Jopinus Ramli Saragih itu menyodok peringkat lima dari akumulasi pembahasan di Twitter, Instagram maupun media sosial (medsos) lainnya. Beragam spekulasi pun muncul di kalangan warganet. Secara umum menyimpulkan JR yang berpasangan dengan Ance Selian dan diusung koalisi Partai Demokrat, PKB dan PKPI ini telah menjadi korban intervensi kekuasaan. Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Demokrat, Rachlan Nashidik melontarkan pernyataan senada. Dia bahkan mencurigai KPU ikut terlibat dalam permainan kotor partai politik. “Bila benar yang dibuat sebagai alasan adalah legalisasi ijazah SMA, maka KPU harus dicurigai telah jadi kayu pemukul dari permainan kotor partai tertentu,” katanya kepada wartawan, Senin (12/2). Rachlan merujuk pada latar belakang rekannya yang pernah lulus seleksi Akademi Militer dan menjadi prajurit TNI hingga menjadi bupati. Menimpali ini, Sekretaris Departemen Dalam Negeri DPP Partai Demokrat, Ir. H. Abdullah Rasyid, ME.“Ya kita gugat karena kita sudah pernah ke MA. Saya ke Bawaslu dulu, kan ada batas waktu 3 hari. Kami siapkan dulu gugatannya. Tentu terus terang PKB, Demokrat, PKPI, tidak mungkin tinggal diam,” ucap JR Saragih di pelataran Grand Mercure Hotel. Bupati Simalungun itu menjelaskan sudah pernah melegalisir ijazah SMAnya ke Dinas Pendidikan DKI Jakarta tahun 2015. Namun, sempat digugat oleh pihak lain hingga ke Mahkamah Agung (MA). “Putusan MA mengatakan ijazah itu sah. Tahun 2017 saya legalisir lagi, tanggal 19 Oktober 2017. Ini legalisirnya,” ujarnya, sambil menunjukkan berkas ijazah. JR Saragih menyebut, KPU sendiri mendapatkan konfirmasi mengenai ijazah dirinya melalui Sekretaris Dinas DKI Jakarta pada 22 Januari, yang menyatakan ijazah itu tidak pernah dilegalisir. Sembari terisak, politisi yang selalu tampil enerjik dan sporty ini mengaku masih yakin bisa maju dalam Pilgub Sumut lewat gugatannya di Bawaslu. “Masih ada di atas manusia, Tuhan,” ucap JR yang sempat terbata-bata saat bicara. Dari Hotel Grand Mercure, JR Saragih bergerak ke Kantor DPD Demokrat Sumut di Jalan Abdullah Lubis, Medan. Di tempat itu, dirinya langsung diserbu para pendukung, yang mendesak melakukan perlawanan. “Kita terus berjuang. Kita akan tempuh jalur hukum. Mungkin KPU Sumut khilaf. Untuk itu saya berharap dukungan saudarasaudaraku, seluruh masyarakat Sumut,” ujarnya kepada pendukung. Diketahui, sesuai Surat Keputusan KPU Sumut Nomor 07/PL.03.3-Kpt/12/ Prov/II/2018 tentang Penetapan Pasangan Calon Peserta Pilgub 2018, Potong Nadi Lalu Terjun Ke Sumur pasti nyemplung ke dalam air. Begitulah keterangan keluarga terkait tewasnya Bonar. Ceritanya, Minggu (11/2) sekitar pukul 23.30 WIB, dengan memakai kaos JR-Amran, Bonar pamit sama mamaknya (ibunya, red) bilang mau ke kamar mandi. Sang ibu, Denni boru Saragih (53) mengiyakan. Tak lama di kamar mandi, Boru Saragih mendengar ada suara gaduh seperti seng kejatuhan batu besar. Dia kaget lalu berlari ke kamar mandi mencari tau apa penyebab suara gaduh itu. Dari dapur hingga ke bibir sumur, Boru Saragih melihat banyak darah berceceran. sang ibu pun terperangah saat melihat Bonar sudah ngambang di dalam sumur. Dia lantas berteriak minta bantuan tetangga. Pagi itu, rumah Bonar yang berada di Jln Salaen Raya Tongah, Kel Pematang Raya, Kec Raya, Simalungun mendadak dipenuhi tetangga. "Aku tahunya dia di dalam sumur setelah memperhatikan mulai depan pintu dapur sampe mengarah ke sumur ada tetesan darah. Awalnya dia hanya permisi ke kamar mandi, tak tahunya sudah begini," ucap Denni sambil menitikkan air mata. Boru Saragih menduga, anaknya leb- minjam uang ke Risma, tapi gak dikasih,” ucapnya. Uang habis, korban pun diduga tak berani menemui istri dan keempat anaknya. Karena tak menemukan solusi, akhirnya korban memilih jalan pintas, gantung diri di dalam kamarnya, Minggu (11/2). Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Pardamean Hutahaean SIK menegaskan, pihaknya tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. “Keluarga telah membuat pernyataan agar korban tidak divisum. Maka tidak kita bawa ke rumah sakit,” jelasnya. (irwan) Atas penolakan ini, dirinya selaku tim penasehat hukum Usman Ahmad Balatif segera melaporkan Morgan Simanjuntak ke Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Agung (MA). “Yang kita soalkan masalah putusan yang menyebutkan bahwa penetapan tersangka bukan ranah praperadilan,” tukasnya. Dalam kasus ini, lanjut dia, lahan tersebut memang telah diwakaf dengan surat wasiat No 9 Tahun 1956, atas nama Umar Bahajar. Atas dasar itulah, Usman Ahmad Balatif bersama warga mengajukan gugatan perdata ke pengadilan dan dimenangkan hingga putusan MA maupun PK. (r/aruan) gan tersangka, petugas menyita barang bukti berupa 1 unit mesin genset merk Fumitsu 4.500 Watt, TV warna hitam merk Hitachi, Amplifire merk Teac dan 1 buah tikar. "Selain kedua tersangka, kita juga berhasil meringkus si penadahnya," jelasnya. Mantan Wakasat Narkoba Polresta Medan ini menambahkan jika tersangka dikenakan Pasal 363 ayat (2) KUHPidana dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. (tiopan) langsung nenolak. Karena menolak, Mawar langsung diancam tidak akan disekolahkan lagi dan disuruh pergi. Takut kalau tidak disekolahkan dan diusir dari rumah akhirnya Mawar mau melayani nafsu bejat ayah tirinya tersebut. Berhasil merenggut kesucian Mawar membuat Robinson ketagihan dan hampir setiap hari minta dilayani. Dalam nota tuntutannya Jaksa menjerat terdakwa dengan pasal 81 ayat 3 UU perlindungan anak. Selain menuntut 20 tahun penjara, terdakwa juga disuruh membayar denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan penjara. Usai mendengar tuntutan jaksa, hakim menunda sidang hingga minggu depan untuk mendengarkan pembelaan dari penasehat hukumnya. (ali) yang dibacakan dalam rapat pleno terbuka di Grand Mercure Hotel, Senin (12/2) sekira pukul 11.00 WIB, KPU Sumut menyatakan hanya ada dua pasangan yang ditetapkan sebagai kontestan di Pilgubsu 2018, yakni Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Ijeck) dan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus. Sebelumnya, pada detik-detik akhir pendaftaran di Kantor KPU Sumut, 10 Januari lalu, upaya untuk menggagalkan pasangan JR Saragih-Ance Selian sudah muncul. Ketika itu, perwakilan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) muncul mengiringi pasangan calon Djarot Saiful Hidayat- Sihar Sitorus. Padahal, partai ini merupakan salah satu pengusung pasangan JR Saragih-Ance Selian yang sudah lebih dulu mendaftar. Jika PKPI benar mencabut dukungan, maka pasangan JR Saragih-Ance Selian tidak lagi memenuhi syarat minimum dukungan untuk pencalonannya, yakni 20 persen kepemilikan kursi partai politik atau koalisi partai politik di DPRD Sumut. Sebab, koalisi Partai Demokrat-PKB hanya memiliki total 17 kursi di DPRD Sumut. PKPI sendiri memiliki 3 kursi, yang bisa melengkapi persyaratan minimum bagi padangan JR Saragih-Ance Selian. Hanya, kala itu KPU Sumut tidak bersedia menyertakan PKPI sebagai salah satu partai pengusung Djarot- Sihar. Pasalnya, pasangan tersebut tidak menyerahkan formulir model B- 1 KWK, yang ditandatangani Ketua Umum dan Sekjen DPP PKPI sebagai legalitas dukungan partai kepada pasangan calon yang disyaratkan KPU. (donny/gunawan) ih dulu menyayat nadi tangan kirinya dengan pisau, lalu melompat ke dalam sumur. Korban baru berhasil dievakuasi , Senin (12/2) sekitar pukul 04.00 dinihari. Jasad korban kemudian dibawa ke RSU Rondahaim Pematang Raya Kab Simalungun untuk dilotopsi. Kapolsek Raya, AKP B Pakpahan mengatakan otopsi urung karena pihak keluarga menolak. Pasalnya, korban memang memilik riwayat penyakit sawan air dan korban juga sudah sering melukai tangannya. "Surat penyataan pihak keluarga tidak menuntut di belakang hari sudah dibuat. Hasil visum ditemukan luka Siswi Kelas III SMP Tewas PAKPAK BHARAT-M24 Soni Arapta Berutu (16) ditemukan tewas terjebak di tanggul Telaga Gotong Royong, Dusun II Pealagat, Desa Salak I, Kecamatan Salak, Kabupaten Pakpak Bharat. Informasi dihimpun, sebelum diketahui meninggal dunia, warga Desa Singgabur, Kec STTU Julu, Kab Pakpak Bharat terakhir terlihat mandi di telaga, Minggu (11/2) sore. Telaga terletak sekitar 30 meter dari belakang rumah namborunya (bibi, red), tempat korban ngekos. Hanya saja, di telaga itu siswa Kelas III SMP itu berenang hingga hampir ke bagian tengah. Diduga, korban kurang mahir berenang dan tenggelam. Peristiwa itu diketahui setelah Esta beru Berutu (30) menyuruh anaknya Inka beru Banurea (11) menjemput sabun mandi yang dibawa korban ke pemandian. Inka yang tiba di telaga tidak melihat korban. Namun, di tengah telaga, ia melihat tangan melambai minta tolong. Inka pun berteriak sehingga menarik perhatian warga sekitar. Begitu mendengar cerita Inka, warga langsung melakukan pencarian. Tampak Tim Tagana Pemkab Pakpak Bharat terjun ke TKP. Menjelang pukul 21:00 WIB, salah seorang warga bermarga Bancin berhasil menemukan jenazah korban. "Setelah korban ditemukan, kita berkoordinasi dengan pihak keluarga. Selanjutnya jenazah korban dibawa ke RSUD Salak menggunakan mobil Sabhara Polres Pakpak Bharat untuk memastikan bahwa tidak ada unsur kekerasa," jelas Kapolres Pakpak Bharat melalui Kasat Reserse, AKP Alexander Piliang kepada M24, Senin (12/2). (edy) Polisi Tangkap Lagi Tersangka identitas tersangka yang baru ditangkap, sebab, polisi masih mendalami keterangan tersangka untuk mengetahui perannya dalam sindikat penggelapan mobil mewah tersebut.Polisi juga masih memburu pelaku lainnya, termasuk penadahnya. “Belum bisa kita beberkan, karena masih dalam pengembangan. Masih ada pelaku lain yang sedang dikejar anggota di lapangan,” imbuh Nainggolan. Sebelumnya, Polda Sumut menangkap Nova Zein, warga Jln Eka Karya Wisata Gang Eka Handayani, Medan Johor atas laporan dugaan penggelapan belasan unit mobil mewah jenis Mitsubishi Pajero dan Toyota Fortuner, Kamis (8/2) malam. “Memang benar kita sudah menangkap pelaku penggelapan mobil (mewah, red) itu, tapi kasusnya masih dikembangkan,” ujar Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw menjawab wartawan, Jumat (9/2). (ahmad) Maling Naik Betor Sikat Ban DELITUA-M24 Maling yang menaiki becak bermotor (Betor) membobol bengkel Anizem milik Aldi (29) di Jln Besar Delitua, Desa Kedai Durian, Kec Delitua. Dari lokasi ini, pelaku menyikat puluhan ban kreta dan puluhan oli. Peristiwa itu diketahui, Senin (12/2) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Memang sebelum pencurian terjadi, Aldi curiga melihat keberadaan seorang pria di depan bengkel yang juga jadi tempat tinggalnya. Aldi yang semula mengintip dari celah pintu, mendatangi pria yang mondar mandir di depan bengkelnnya. Pemuda yang masih tinggal tak jauh dari bengkelnya itu pergi. Sejam menunggu di depan bengkelnya, lelaki tersebut tidak kelihatan lagi. Merasa sudah aman ia beranjak tidur. Baru merebahkan badan, korban mendengar suara pintu bengkel dibuka. Ia berusaha keluar kamar dengan cara mengendap. Begitu pintu kamar dibuka, pelaku melarikan diri bersama barang curianya. "Pelaku sempat aku lihat berlari ke arah betor yang sudah stand by. Dia kabur ke arah Medan," ungkap Aldi yang punya satu anak ini di Polsek Delitua. Sementara SS (41) rekan korban menuturkan, korban sempat minta tolong kepada warga agar mengejar pelaku, tetapi tidak ada satu yang berani. Karena ciri pelaku merupakan pemuda setempat yang sering membuat onar di daerah itu. "Korban baru 4 bulan buka bengkel di daerah itu. Korban rugi Rp4 juta. Dari ciri yang disebutkan korban, pelaku berinisial IJ," bebernya. Kapolsek Delitua Kompol Arifin Marpaung melalui Kanit Reskrim Iptu Prastyo Triwibowo mengaku sudah melakukan cek TKP dan menerima laporan korban. (mehuli) Rumah Purba Diseruduk Innova Ditolak Rujuk Kab Simalungun mendadak gempar. Pasalnya, Joni Hartono ditemukan tewas tergantung di pohon jengkol sebelah rumahnya. Info dihimpun di lokasi, Senin (12/2), peristiwa ini pertama sekali diketahui Joko Prayogi, warga yang sama. Ketika itu, Minggu (11/2) sekitar pukul 22:00 WIB, Joko mendatangi rumah korban. Ia ingin memastikan borongan angkot korban untuk besok harinya. Namun, Joko terkejut saat matanya melihat ke pohon jengkol di samping rumah korban. "Terkejut kali aku, Bang pas waktu melewati samping rumahnya. Kupikir goni yang tergantung di pohon jengkol, rupanya si Hartono," ucap Joko pada M24. Temuan itu langsung dilaporkan ke warga yang diteruskan ke Polsek Bangun. Dalam sekejap, warga pun memadati lokasi. Menurut Joni, sebelum ditemukan tewas, korban lebih banyak termenung dan berdiam diri. Diyakini hal itu terkait permasalahan korban dengan mantan istrinya, Sri Lestari (27). Setahun lalu, korban berpisah dengan wanita yang telah memberinya dua anak itu. Sejak itu, istrinya kembali ke rumah orangtuanya yang masih satu desa. Sementara kedua anaknya dirawat orangtua korban. "Memang setahun lebih dia jauh-jauhan dengan istrinya. Mungkin karena gaji sopir tidak cukup dan istrinya tidak sabar menerima gaji kecil. Seberapalah koyak pada urat nadi tangan kanan. Korban juga idap penyakit para pengemudi agar beristirahat jika sedang mengantuk sewaktu mengendarai kendaraan. Tapi kayaknya Wenpi Arnold Josephin Pardede (44) tidak menggubris peringatan tersebut. Karena membandel, Senin (12/2) Inova BK 1159 FM yang dikendarainya terjun bebas menghantam rumah Edianto Purba (28) warga Desa Parbuluan III, Kec Parbuluan, Dairi. Akibatnya, mobil yang dikendarai warga Jln Flamboyan Raya, Gang Makmur No.2, Kel Tanjung Sari, Kec Medan Selayan itu ringsek. Sementara rumah milik Purban hancur berantakan. Walau tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai jutaan rupiah. Informasi didapat, kecelakaan terjadi saat mobil Inova yang dikemudikan Wenpi yang meluncur dari arah Dolok Sanggul menuju Medan. Sesampainya di Desa Parbuluan III yang mana kondisi jalan agak menikung, diduga sang supir mengantuk dan kemudian hilang kendali hingga menabrak rumah milik Ediantoni yang berada di sebelah kiri jalan. Mendengar suara benturan keras, Edi dan warga sekitar terbangun berhamburan ke luar rumah. Kasat Lantas Polres Dairi, AKP M Hasan SH kepada wartawan membenarkan kejadian tersebut. Disebutkannya kalau kedua belah pihak sudah melakukan damai secara adat batak (Makkopol Tondi) yang berlaku di Desa Parbuluan III. “Pemilik mobil juga sudah mengganti kerugian akibat kerusakan yang ditimbulkan kepada pemilik rumah sebesar Rp500 ribu rupiah,” terang Hasan. (fajar) gaji angkot ini, Bang?" tutur Joko. Tetangga korban lainnya menambahkan, belakangan, korban mendengar mantan istrinya dekat dengan seorang pria. Korban yang masih cinta dengan istrinya cemburu dan mencoba mengajak rujuk. Hanya saja, sang istri menolak. Petugas yang tiba ke lokasi lalu meminta Bidan Desa, M Rina Purba (37) untuk melakukan visum terhadap jenazah korban. Hasilnya, ditemukan bekas ikatan tali pada bagian leher korban. Sedangkan mata tampak terbuka, bagian pupil mata tidak reflek, nadi tak lagi berdenyut dan tubuh sudah kaku. Kapolsek Bangun, AKP Putra Jani Purba SH yang dikonfirmasi menjelaskan, berdasarkan hasil visum tersebut, korban tewas murni karena bunuh diri. Sebelum mengakhiri hidupnya, korban sempat berkomunikasi dengan mantan istrinya melalui pesan singkat (SMS). "makasih ya buat tumpangannya jujur aku gini karna cemburu, kamu kan tau kalau aq sayang dan cinta kali samamu....- yang dah tak termaafkanmu nya aq tari...Oke liat aq besok jadi mayat dirumahmu.- tiga kali ini gak kau jawab kukaitkan tali ini keleherku aku udah diatas pohon jengkol. -selamat tinggal aja ya tari aku pergi tuk selamanya dari dunia ini" "Dari SMS itu, korban tampak kecewa karena harapannya untuk rujuk ditolak," ucap Putra Jani. (john) sawan air bawaan lahir," terang Pakpahan. (adi)

123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 “ Ayo download di Google Play dan miliki aplikasi ‘Polisi Kita’ di HP Androidmu. Bantu polisi melaporkan tindak kejahatan di sekitar kita maupun di jalanan demi keamanan Kota Medan tercinta ” KAPOLRESTABES MEDAN WAKA POLRESTABES MEDAN NO.KONTAK SATGAS ANTI BEGAL POLRESTABES MEDAN AIPTU PONGKI (081370630708), BRIPKA JEFRI HUTABARAT (085297101996), BRIPKA JENLI DAMANIK (08126418179), BRIPKA HARRY TEGUH (085262781545), BRIPKA EBEN EZER (081360885925), BRIPKA ALI HENDRA (085297025258), BRIGADIR M FAHRI (08126472829), BRIGADIR MH BAKTI (081396464646), BRIGADIR SADAT ROMULO (081360835406), BRIGADIR FRANSEDA (082274036717), BRIGADIR FREDI (081362722986) BRIPTU ADE PUTRA (081360909148). SILAHKAN DIHUBUNGI JIKA TERJADI AKSI KEJAHATAN SEPERTI BEGAL DAN PERAMPOKAN MEDAN-M24 Sebanyak 1.167 personel dari Poldasu dan Polrestabes dikerahkan untuk mengamankan rapat pleno penetapan pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut, Senin (12/2). R APAT pleno digelar di Hotel Grand Mercure. Pantauan di lokasi, personel yang bertugas menjaga ketat mengamankan jalannya acara. Semua pengunjung yang akan masuk ke hotel, tampak dilakukan pemeriksaan oleh petugas kepolisian dengan menggunakan metal detector. Selain itu, peserta yang akan mengikuti rapat wajib memakai bet (alat pengenal) yang telah disediakan oleh KPU Sumut. Selain bersiaga di hotel, petugas kepolisian berpakaian lengkap dan berpakaian preman juga stand by di kantor KPU Sumut dan Taman Budaya, Jln Printis Kemerdekaan. Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto mengatakan, pengerahan 1.167 personel mengamankan rapat pleno untuk mengantisipasi adanya keributan. Saat disinggung mengenai pengamanan massa pasca keputusan KPU Sumut menggugurkan bakal calon JR Saragih-Ance Selian, Dadang menyebut akan melakukan tiga langkah yakni preemtif, preventif dan patroli akan dilakukan guna mengantisipasi massa JR-Ance pasca keputusan KPU Sumut. Langkah preemtif, lanjutnya, yaiut pihak Polrestabes akan melakukan pendekatan kepada tokoh masyarakat, pasangan calon, kantong-kantong massa dan menganjurkan agar tidak Kapolrestabes Beri Bantuan ke Anak-Anak Roswita Lase MEDAN-M24 Tiga orang anak Roswita Lase (28), diberi bantuan oleh Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto, Senin (12/2) di RS Bhayangkara, Jln Wahid Hasyim, Medan. Roswita merupakan ibu yang tega membuang anak ketiganya di Sungai Deli. Bantuan Kapolrestabes Medan dan Kapolsek Medan Kota Kompol Martuasah Hermindo Tobing diserahkan oleh Kanit Reskrim Polsek Medan Kota Iptu Suhardiman. Bantuan berupa susu bayi, popok bayi, roti dan seluruh kebutuhan bagi ketiga anak Roswita Lase. Bantuan diterima langsung oleh Roswita. Road to Polsek Kapolda Sumut terlihat memantau pengamanan Hotel Grand Mercure melakukan upaya yang bersifat anarkis. Dadang juga menegaskan, akan melakukan pengamanan ke Bawaslu terutama ke KPU Sumut, termasuk yang melekat kepada komisioner. Selain itu juga, sambungnya, akan melakukan pengamanan di Hotel Mercure sebagai lokasi penyelenggaraan tahap pencabutan nomor. "Kita juga akan patroli-patroli di setiap wilayah yang dianggap rawan," ungkapnya. Dadang juga mengapresiasi langkah JR Saragih yang akan Personel TNI, Polri dan masyarakat selepas sholat bersama. Siswa Diberi Pemahaman Bahaya Pornografi dan Perbuatan Cabul SUNGGGAL-M24 Para siswa di Sekolah Prestasi Utama di Desa Sei Semayang, Sunggal, Deliserdang, diberi pemahaman tentang bahaya pornografi dan perbuatan cabul, Senin (12/2). Sosialisasi ini bagian dari kegiatan police go to school yang diadakan oleh Polsek Sunggal. Program tersebut dihadiri oleh WakaPolsek Sunggal AKP Artha Sebayang, yang bertindak sebagai inspektur upacara yang diikuti oleh 300 orang siswa dan para guru. Kapolsek Sunggal Kompol Wira Prayatna mengatakan program tersebut guna menjalin komunikasi dengan pihak sekolah dalam memberikan pemahaman hukum kepada pelajar, sehingga tidak menjadi korban atau pelaku kejahatan. Wira menuturkan, pihaknya memberikan pemahaman tentang UU No. 35/2014 Selain itu, Roswita Lase turut diberikan bimbingan oleh pihak Dinas Sosial Kota Medan. Selesai memberikan bantuan, Iptu Suhardiman yang didampingi penyidik Polsek Medan Kota, langsung meninggalkan rumah sakit. Terkait bantuan ini, Roswita Lase sangat berterima kasih kepada Kapolrastabes Medan dan Kapolsek Medan Kota. "Terima kasih banyak saya ucapkan pada Bapak Kapolrestabes Medan dan Bapak Kapolsek Medan Kota," cetus Roswita. Hadir dalam acara pemberian bantuan tersebut Dinas Sosial yang diwakili oleh Deli Marpaung, Rusnawati Nainggolan, Maspon W. Simanjorang, pihak panti asuhan Satu Kasih Yayasan Satu Hati yang diwakili Afriana D. Sirait dan Indra Nainggolan. (ardi) tentang perlindungan anak. "Kita memberikan pemahaman tenatang bahaya pornografi dan perbuatan pencabulan dapat dihukum sesuai dengan peraturan yang mengaturnya," jelasnya. Tak cuma ittu, ia menambahkan kalau para siswa juga diingatkan mengenai peredaran narkoba yang melibatkan pelajar menjadi kurir narkoba. "Kita imbau para siswa untuk tidak terlibat menjadi kurir maupun pemakai narkotika," ucap Wira. Selain itu, tambahnya, para siswa POLICE GO TO SCHOOL Penyerahan bantuan Kapolrestabes Medan Wakapolsek Sunggal saat menjadi inspektur upacara juga diberi pemahaman tentang kebangsaan dan kebinekaan. "Kita juga memberikan pemahaman agar melakukan upaya hukum atas putusan yang telah ditetapkan KPU. Untuk itu, Dadang menambahkan, akan melakukan pemantauan di wilayah-wilayah yang dianggap rawan termasuk lalu lintas. (ardi) para siswa tidak terpengaruh dengan isu SARA dan penyebar kebencian," tandas Wira. (tiopan) # CARA MENDOWNLOAD APLIKASI POLISI KITA 1. Pilih 'Playstore' 2. Ketik 'Polda Sumut' 3. Pilih ' Polisi Kita Sumatera Utara' 4. Pilih 'Pasang' 5. Pilih 'Terima' 6. Proses Instalasi 7. Setelah Instalasi Selesai Pilih 'Buka' # CARA MENJALANKAN APLIKASI POLISI KITA 1. Pilih 'Daftar Akun' 2. Isi Semua Kolom Untuk Melengkapi Data Diri 3. Ketik Username & Password : (Sesuai yg Dibuat) Lalu Pilih 'Masuk' #FITUR : * Berita dan Agenda : Kegiatan Polda Sumut dan Polres Jajaran * Pengaduan : Laporan Pengaduan Masyarakat Terkait Gangguan Kamtibmas Untuk Ditindaklanjuti Polisi, Tokoh Masyarakat, “ Kita akan mengambil tiga langkah yakni preemtif, preventif dan patroli akan dilakukan guna mengantisipasi massa pasca keputusan KPU Sumut. Kita juga akan patroli-patroli di setiap wilayah yang dianggap rawan. ” Pemprov,DPRD,Damkar, BNPT yg Dilengkapi Fitur Pendukung Foto Atau Video. * Informasi : Himbauan Polda Sumut Terkait Pesan-pesan Kamtibmas * Saber Pungli : Pengaduan Terkait Laporan Saber Pungli * Call Center : Masyarakat Dapat Menghubungi Langsung Polres Yang Dituju Sesuai Pilihan Nomor Telepon. * City Guide : Mapping Dan Informasi Lokasi Kantor Kepolisian Terdekat Serta Fasilitas Umum Seperti Rumah Sakit, SPBU, Tempat Wisata, Dll) # RESPON CEPAT Tombol Fitur Penyampai Informasi Yang Butuh Penanganan Secara Cepat Atas Tindak Kriminalitas Jalanan Seperti, Begal,Curas,Perampokan, Pencurian, Penculikan, Pemerkosaan, Penganiayaan, Pembunuhan, Pengrusakan, Perampasan dan Laka Lantas. KAPOLRESTABES MEDAN KOMBES POL DADANG HARTANTO Tekan Angka Kejahatan, Polsek Sunggal Gelar Razia SUNGGAL-M24 Dalam rangka mencegah aksi kejahatan jalanan dan peredaran narkotika, jajaran Polsek Sunggal menggelar razia, Sabtu (10/2) malam. Kegiatan ini juga bertujuan menciptakan suasana kondusif, terlebih lagi memasuki tahapan Pilkada. Kapolsek Sunggal Kompol Wira Prayatna mengatakan, razia diikuti 20 persone dengan dipimpin Ipda Nelson Limbong dan Ipda Oloan Lubis bersama Unit Lantas, Sabhara, Reskrim, Intelkam dan piket Provost. Menggunakan 3 mobil patroli, personel menyusuri sepanjang Jln TB Simatupang, Jln Gagak Hitam, Jln Ringroad dan Jln Ngumban Surbakti. Kemudian melaksanakan razia di Jln Ringroad tepat di depan SPBU Kel Tanjung Sari, Kec Medan Selayang. Dari kegiatan ini, petugas mengamanakan 6 kreta tanpa dokumen dan 1 tilang STNK. Kendaraan-kendaraan tersebut diamankan ke Mapolsek Sunggal. Lepas itu, patroli kembali dilaksanakan di Jln Gatot Subroto, Jln Medan-Binjai, Jln TB Simatupang seputaran Terminal Pinang Baris, Jln Gatot Subroto simpang Jln Ringroad (Manhattan Mall), komplek pertokoan di Jln Gatot Subroto dan sejumlah bank maupun ATM. Kemudian di seputaran Komplek Tomang Elok, Jln Gatot Subroto, Jln dr Mansyur, Konsul Turki, Jln Ringroad menyambangi posko Jln Setia Budi dan Komplek Tasbi, serta Universitas Quality di Jln Ngumban Surbakti. "Kegiatan ini diharapkan para bandit tidak ada yang melakukan kejahatan di wilkum Sunggal. Apalagi saat ini masih dalam tahapan Pilkada, situasi Kamtibmas yang kondusif harus selalu terjaga," ucap Wira. Wira menjelaskan, Polsek Sunggal saat ini sudah membentuk Timsus Anti Bandit. Ia juga berharap agar masyarakat di setiap lingkungan aktif dalam wujudkan Kamtibmas yang kondusif. Salah satunya degan cara mengaktifkan Siskamling. (tiopan)