Views
6 months ago

14

2 RABU,

2 RABU, 14 FEBRUARI 2018 SAMBUNGAN .............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................. Depresi Putus Cinta, Penggal Kepala di rel KA MEDAN-M24 Ketenangan malam di sekitar jalur Kereta Api (KA) Jln Wahidin, Kel Pandau Hulu, Kec Medan Kota mendadak mencekam. Teriakan peringatan warga berganti menjadi jeritan ketakutan. Bagaimana tidak, sosok kepala terlihat menggelinding terpisah dari tubuhnya. Informasi dihimpun, Selasa (13/2), korban diketahui bernama Agung Rotama Sibarani (25). Seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Kota Medan yang tercatat sebagai warga Jln Kopi Raya V No.19 Perumnas Simalingkar, Kel Mangga, Kec Medan Tuntungan. Peristiwa itu sendiri terjadi, Senin (12/2) sekitar pukul 19:30 WIB. Menurut keterangan warga sekitar, awalnya korban terlihat berjalan menyusuri lintasan rel KA. Di lokasi, korban lantas merebahkan diri dengan posisi leher di atas rel. Sementara dari kejauhan terdengar KA datang dari arah Bandara Kualanamu menuju Kota Medan. Mengetahui itu, warga pun meneriaki korban agar bangkit. “Korban diam saja, kereta juga sudah membunyikan klakson berulang kali. Akhirnya korban terlindas kereta,” jelas Kapolsek Medan Kota, Kompol Martuasah Hermindo Tobing SIK pada M24. Saat itu juga, warga melihat kepala korban menggelinding meninggalkan tubuh yang masih tergeletak di atas rel. Sontak warga melaporkan peristiwa itu ke pihak kepolisian. Tak lama, petugas dari Polsek Medan Kota dan Unit Laka Lantas Polrestabes tiba di lokasi. Dibantu warga, petugas mengumpulkan bagian tubuh korban. Jenazah korban lalu dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara di Jln Wahid Hasyim, Medan untuk keperluan visum et repertum (VeR). Petugas juga menghubungi alamat yang terdapat di kantong korban. “Dari keterangan sejumlah saksi, korban diduga nekat melakukan aksi bunuh diri karena depresi. Kita akan melakukan penyelidikan mendalam. Sejauh ini, kita telah melakukan cek TKP dan mencatat saksi-saksi,” tandasnya. Untuk mencari penyebab pasti aksi nekat korban, M24 menuju kediaman korban. Hanya saja, tak ada orang yang ditemui di rumah Jln Kopi Raya V No.19 Perumnas Simalingkar, Kel Mangga, Kec Medan Tuntungan tersebut. Menurut Kepala Lingkungan (Kepling) VI, Saiful Ginting, malam itu juga, keluarga membawa jenazah korban ke kampung halaman di Kec Tigalingga, Kab Dairi. “Korban terdaftar sebagai warga kita. Ia (korban) tercatat di Kartu Keluarga (KK) marga Pasaribu, berpangkat RSUD Panyabungan MEDAN-M24 Peletakan batu pertama pembangunan RSUD Panyabungan berlangsung akhir pekan lalu, dihadiri oleh Gubsu H.T. Erry Nuradi. Informasi diperoleh, proses pembersihan dan pematangan lahannya sudah berlangsung sejak tahun 2017 lalu. Sama seperti saat pembangunan objek wisata Tapian Siri-Siri Syariah dan Raja Batu mula-mula dikebut, sumber M24 menyebut proses pembersihan dan pematangan lahan RSUD Panyabungan ini pun dikebut sebelum pos pembiayaannya tercantum di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Madina. "Kan gak mungkin pembersihan serta pematangan lahan itu tidak menggunakan biaya, meskipun lahannya milik Pemkab Madina," ujar sumber M24, sembari menjelaskan lahan tersebut masih satu hamparan dengan pertapakan Kompleks Perkantoran Pemkab Madina di kawasan Perbukitan Payaloting, Panyabungan. Dikonfirmasi via telepon, Minggu (11/2), Kabag Humas Pemkab Madina, Muktar Afandi Lubis menampik tudingan bahwa pengerjaan RSUD Panyabungan sama seperti Tapian Siri-Siri Syariah dan Taman Raja Batu. "Oh tidak. Ini sudah ada dananya, Rp25 miliar dari APBN. Ada juga dari APBD Madina. APBD 2018," jelasnya dari seberang telepon, dengan intonasi tinggi. Soal lahan pertapakan rumah sakit, menurut dia memang sudah matang. "Ini kan lahannya milik pemerintah sendiri, sudah 'matang'. Jadi tidak membutuhkan biaya. Ini tinggal dikerjakan saja," terang dia lagi. Dijelaskannya, proyek pembangunan RSUD Panyabungan dirancang bertahap (multi years), dengan pembiayaan yang berasal dari APBN dan APBD Madina. "Ini kan rumah sakit besar, terbesar di Sumatera Utara. Jadi, pengerjaannya bertahap beberapa tahun," pungkasnya. Informasi lain yang dihimpun M24, total pembiayaan rumah sakit tersebut mencapai Rp312 miliar. Sementara, lahan yang digunakan seluas 12 hektare. Pada seremoni peletakan batu pertama, Gubsu mengatakan pembangunan rumah sakit tersebut merupakan pertanda kemajuan di Madina. "Saya ucapkan selamat kepada Bupati dan Pemkab dengan kemajuan di Madina saat ini," kata Erry. Sementara itu Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution mengucapkan rasa syukur kepada pemerintah pusat dan provinsi yang telah memberikan perhatian terhadap Madina. "Saya mengharapkan doa kita semua agar pembanguan RSUD Panyabungan ini cepat selesai, sehingga warga kita mendapat pelayananan kesehatan dengan baik," ujarnya. Sekadar mengingatkan, proyek pembangunan Tapian Siri-Siri dan Taman Raja Batu kini memasuki ranah hukum. (fadly/gunawan) Gegara Tulang Ikan NADIA Mulya mendapat hal yang tak mengenakkan usai memakan ikan. Tulangnya masih tersangkut di tenggorokannya. Sang presenter itu pun sampai harus ke dokter untuk mendapatkan perawatan. Bagian tenggorokannya pun terluka akibat tulang ikan. "Gara gara makan ikan, tulang nyangkut. But luckily the bone is gone! Cuman bekas luka yg keburu infeksi," tulis Nadia Mulya di Instagram seperti dilansir detikHOT, Selasa (13/2/2018). Tak lama setelah itu, Nadia ternyata memposting lagi terkait ikan. Seakan tak trauma dengan tulang yang menyangkut, ia pun tetap berani makan ikan lagi. "Aduh gimana nih baru sembuh tapi ada ini. Makan lagi nggak ya? Makan yes, makan," ujar Nadia Mulya dalam video singkat di media sosialnya. "Si ikan hadir lagi di meja makan! Haduh, gak bisa nolak. Gapapa ya, kali ini lebih hati-hati makannya," tulisnya lagi dalam caption rekaman tersebut. (dth) PENJAGA KUBURAN WAK Lokot ada seorang anak muda sangat malas, selama ini tiada suatu pekerjaan yang cocok dengan dirinya untuk mencari nafkah bagi dirinya, pada suatu hari, ia pergi ke rumah Mak Bedah tetangganya untuk minta bantuan. Mak Bedah mengusulkan ia bekerja sebagai penjaga kuburan. Ini adalah pekerjaan yang paling mudah yang pernah tetangganya lihat. Wak Lokot sang pemuda yang sangat malas ini girangnya bukan main. Tak lama kemudian, ia benar-benar telah menjadi seorang penjaga tanah kuburan. Yang membuat orang merasa aneh ialah, 3 hari kemudian, ia tiba-tiba berhenti dari pekerjaannya. "Ini sungguh tak adil…!" katanya dengan marah kepada tetangganya. "Di tanah kuburan, orang lain pada enakenakan berbaring, sedangkan diriku harus berdiri di situ seorang diri.!" AKP dan bertugas di Polrestabes Medan. Tapi korban ini jarang ke rumah itu,” ucap Saiful Ginting. Sebelum mengakhiri wawancara, Saiful mengaku mendapat informasi dari keluarga, jika korban depresi karena putus cinta. “Kabarnya begitu. Hanya saja, keluarga tidak tahu siapa pacar korban,” pungkas Saiful. Titik terang motif kematian korban terungkap setelah M24 membuka profil facebook bernama Agun Ritama Sibarani. Postingan terakhir memuat keinginan korban untuk mati. “Siapa MEDAN-M24 Sebagai orangtua, seyogianya memberi tauladan bagi anak muda. Namun tidak dengan Tambunan, warga Mapelindo Gg Seri Bulan No.15A, Kec Medan Perjuangan. Ia menganiaya Rita (36) karena tak mau mengganti remot TV-nya yang rusak. Seperti dituturkan Rita kepada penyidik, penganiayaan itu terjadi, Kamis (11/1). Sekitar pukul 10:00 WIB, Tambunan datang ke toko elektronik di Jln Rakyat No.103-C, Kel Sidorame Timur, Kec Medan Perjuangan. Kepada penjaga toko, Sri Purnama Sari (20), Tambunan mengatakan jika remot TV pengganti yang dibelinya rusak dan minta diganti. Karena terkait penggantian barang, Sri mengarahkan Tambunan kepada bosnya, Rita yang tengah aja, tolong bunuh kalian dulu aku…!!!” status terakhir yang diposting, 9 Februari 2018 pukul 09:40 WIB. Demikian status pada 13 November 2017. “Bunuh Kalian Dulu Aku!” celoteh korban di wall facebooknya itu. Indikasi kematian korban terkait kisah cinta yang putus di tengah jalan terlihat dalam postingan pada 8 November 2017. “Kenapa aku gak Blokir akun mantan? Biar dia tau, betapa bahagianya aku tanpa dia, karna bikin mantan menyesal adalah prioritas Utama…!!” Uppercut Ibu 3 Anak, Tambunan Dipolisikan bermain dengan hewan piaraan di depan toko sekaligus tempat tinggal itu. “Baru tiga hari yang lalu aku beli ini (remot) dari ibumu,” ucap Tambunan seperti ditiru Rita kepada penyidik Polrestabes Medan, Bripka Hari Wibowo, Selasa (13/2) pukul 10:00 WIB. Rita pun menolak permintaan tersebut. Pasalnya, saat itu, ibunya sudah satu minggu lebih berada di Palembang. Yang berarti remot TV sudah seminggu lebih di tangan Tambunan. Tak cuma menggertak, Tambunan langsung membanting remot TV ke lantai hingga hancur berkeping-keping. Rita yang terkejut sontak berdiri. Belum sempat menjawab, Rita sudah menjadi sasaran uppercut (pukulan pendek dalam tinju) pelaku. Melihat itu, Sri memanggil suami korban dan Unang (45), pekerja bengkel di belakang toko. Lengkap Sudah! Betor Mogok, Dituduh Maling SIMALUNGUN-M24 Naibaho (28) babak belur dipermak warga. Pasalnya, warga Rambung Merah, Kec Siantar, Kab Simalungun ini dituduh mencuri di rumah pedagang sayur. Informasi dihimpun M24 di lokasi, peristiwa itu berawal saat Naibaho terlihat melintas mengendarai becak motor (betor) di Jln Asahan KM.8, Nagori Dolok Hataran, Kec Siantar, Sabtu (10/2) sekitar pukul 12:30 WIB. Tiba-tiba, terdengar teriakan 'maling' dari rumah pedagang sayur kangkung di Pasar Dwikora, yang juga bermarga Naibaho. Sejumlah warga yang duduk-duduk di warung pun mendatangi arah teriakan. Dari korban diketahui jika pelaku pencurian berjumlah tiga orang. Warga yang melakukan pencarian lantas melihat Naibaho. Mereka langsung mendatangi dan menginterogasi. Namun ia menolak dituduh sebagai pelaku pencurian. Mendengar itu, para tetangga korban emosi dan menghadiahi pelaku dengan bogem mentah. Selanjutnya pelaku diarak ke kantor polisi dengan tuduhan melakukan pencurian di rumah korban. "Sudah di Polsek orangnya. Katanya pihak keluarganya mau berdamai. Cobalah ke Polsek, aku lagi di luar ini," ucap Suhardi, Pangulu Dolok Hataran yang dihubungi M24, Selasa (13/2). Disambangi di Polsek Bangun, pelaku keukuh membantah tuduhan tersebut. Menurutnya, malam itu ia baru Sopir Angkot Adu Pukul, Istrinya Saling Jambak DELITUA-M24 Meski sesama sopir angkot Rahayu 104 dan satu kampung, Desno Kaban alias Pak Jesika (30) dan DM (25) menyimpan dendam yang berujung penganiayaan. Mirisnya, kedua istri warga Jln Nilam Raya Perumnas Simalingkar, Kel Mangga, Kec Medan Tuntungan ini juga saling jambak. Ceritanya, Senin (12/2) kemarin, saat menuju pangkalan di Simalingkar, Pak Jes yang ditemani istrinya sudah kejar-kejaran dengan DM yang juga ditemani istrinya. "Mulai dari Medan, pelaku (DM) memaki-maki dan menggeber-geber angkotnya. Pas mau masuk ke Simalingkar, pelaku mau memukul suamiku. Tapi gak diladeni," ucap S boru Bancin (33) yang ditemui M24 saat membuat laporan di Polsek Delitua, Selasa (13/2) sekitar pukul 13:00 WIB. Akhirnya, Pak Jesika pun tiba lebih dulu di terminal yang ada di Perumnas Simalingkar. Karena masih mau mencari sewa, Pak Jesika pun kembali memutar angkotnya ke arah Medan. Melihat itu, DM ikut memutar angkot dan langsung mengejar. Kemudian memalangkan angkotnya di tengah jalan. Selanjutnya DM turun dan mendatangi tetangganya itu. "Tanpa tanya langsung memukul suami saya. Tidak sampai di situ, pelaku juga menarik suami keluar dari angkot dan kembali memukul dan dipijak-pijak. Sampai berdarah mulutnya. Badannya juga lebam-lebab," ungkap ibu satu anak ini sambil menangis. Ketika itu, Boru Bancin berusaha melerai. Tiba-tiba, istri pelaku turun dari angkotnya dan menarik rambut 6 Lembu Curian Diamankan Dari Penadah tersangka pencuri dan penadah hewan ternak hasil curian, secara terpisah di dua lokasi berbeda, Jumat (9/2) pekan lalu. Tersangka pencuri hewan ternak yakni Mim (25) warga Kampung Aman Desa Pancowarno, Kec Salapian, Kab Langkat. Dia ditangkap petugas dari kediamannya. Sedangkan Kli (50) penadahnya, penduduk Karang Rejo Perkebunan Turangin, Kec Salapian, Kab Langkat, juga diamankan dari rumahnya. Kemudian tersangka DB (40) warga Pekan Tanjung Langkat Kecamatan Salapian Kabupaten Langkat, yang merupakan pelaku utamanya masih dalam pengejaran pihak kepolisian atau dalam status DPO. Mim mencuri lembu milik Seifran Yuda (71) di Dusun V Panduman Desa Parangguam, Kec Salapian, Kab Langkat, Minggu (4/2) sekira pukul 08.00 WIB. Petugas juga mengamankan barang bukti sebanyak enam ekor lembu jantan. Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP M Firdaus didampingi Kanit Pidum Sat Dipukul Buyung Berlan, Damanik Ngadu Polisi MEDAN-M24 Atas pengaduan dari Wahyu Damanik, akhirnya M Safii Nasution alias Buyung Berlan (66) warga Jln Ismaliyah No62 Kel Kota Matsum I, Kec Medan Area ditangkap Sat Reskrim Unit Jahtanras Polrestabes Medan, Senin (12/2). Buyung ditangkap ketika sedang berada di dalam rumahnya. Tertangkapnya pun atas laporan warga yang melihatnya ketika berada di rumah. Saat ini, Buyung sedang diperiksa secara maraton di Sat Reskrim Polrestabes Medan. Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto, melalui Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu, ketika dikonfirmasi wartawan, belum mengetahui penangkapan tersebut. "Saya belum tahu penangkapan terhadap tersangka Buyung Berlan, nanti saya cek ya bang," jawab Putu singkat. Atas penangkapan itu, Wahyu Damanik mengucapkan terimakasih kepada Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Wanita Berhijab Bantu Bersihkan Gereja Salam Jogja ISTIMEWA Sebuah foto yang menunjukkan seorang perempuan berhijab sedang menyapu lantai gereja menjadi perbincangan hangat di media sosial. Lantai gereja yang disapu wanita tersebut adalah Gereja Santa Lidwina, Sleman yang diserang oleh Suliono, kemarin. Salah satunya foto yang diunggah di akun Instagram infocegatan_jogja. Di dalam keterangannya, akun tersebut menulis, "Seorang ibu2 yang JR-Ance Masih Berpeluang MEDAN-M24 Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut mengatakan nasib pasangan JR Saragih-Ance tergantung hasil gugatan yang mereka layangkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) atau Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). "Putusan Bawaslu itu final dan mengikat. Kita sifatnya hanyalah menunggu. Kalaupun memang Bawaslu atau PTUN pada akhirnya memutuskan JR Saragih tidak ada masalah, kita oke-oke saja dan akan kita masukkan kembali menjadi paslon (pasangan calon)," ujar Komisioner KPU Sumut, Iskandar Zulkarnain di membersihkan sisa puing2 akibat peristiwa penyerangan Di Gereja Lidwina Bedog Jambon Trihanggo Gamping Sleman Yogyakarta..tak ad perbedaan tak ad yang harus diributkan ...adem ayem kita hidup bersaudara NKRI jiwa raga kami Source : Cholis Penyelaras text by : tim @jogja_ig #infocegatanjogja #jogjaig Foto ini diposting, Senin (12/2/2018), dan sudah mendapat respon lebih dari 20.860 netizen. Hampir semua komentar menyam- Kantor KPU Sumut, Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan, Selasa (13/2). Ditambahkan Iskandar, kalau memang benar JR Saragih-Ance menggugat putusan KPU ke Bawaslu, biasanya antara KPU Sumut dan pihak JR Saragih akan dimediasi dan dikonfrontir. Selanjutnya Bawaslu akan memeriksa atau meneliti berkas yang dianggap menjadi penyebab tidak lolosnya paslon tersebut. Dalam waktu sangat terbatas, Bawaslu Sumut --yang notabene merupakan Mahkamah Konstitusinya Pemilu-- akan memberi surat keputusan kepada KPU Sumut. Pascakematian korban, ucapan cukacinta pun mengalir dari temantemannya. “Semoga agung rotama sibarani di terima di sisi Tuhan, di lapangkan jalannya,” sebut akun @Rekha Liza Simanjuntak. “Aihhhh.. Selama ini kau nasehati aku baik baik kuliah mu nak..biar jadi kau nanti siapa tau ada proyek mu bisa kita kerja sama kau bilang. Uffffffffffffff semoga kau bahagia gung,” tulis akun @Wanli Youstra Coz. (ahmad/mehuli) Bukannya minta maaf, pelaku bahkan kembali hendak memukul korban. Aksinya batal setelah diperingatkan Unang (45). “Kau pukullah, kulaporkan kau,” ucap Unang. Pelaku pun meninggalkan toko mengendarai Yamaha Mio BK 3988 ACW. Akibat pukulan itu, korban mengalami lebam di bagian rahang kanan. Tak terima, korban melaporkan penganiayaan itu ke SPKT Polrestabes Medan dengan nomor: STPL/061/I/ 2018/SPKT Restabes Medan. Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yuda yang dikonfirmasi mengatakan, kasus tersebut dalam tahap penyelidikan. “Akan kita tindak lanjuti laporan itu. Korban juga telah dilakukan pemeriksaan dan selanjutnya akan kita lakukan penyelidikan,” tandasnya. (ardi) pulang dari Perdagangan mengendarai betor miliknya. "Tiba-tiba becakku mati. Entah siapa yang mulai mengatakan maling, massa pun berkumpul dan memukul aku, Bang sampai berdarah-darah. Sedih kali kurasa Bang, padahal dia satu marga samaku. Mana mungkin aku mencuri di rumahnya," ucap pelaku sembari menangis. Terpisah, Kapolsek Bangun, AKP PJ Purba yang dikonfirmasi melalui Kanit Reskrim, Ipda Gultom membenarkan telah mengamankan pria yang dicurigai hendak melakukan pencurian. "Benar, laporannya sudah saya terima dan masih kita amankan. Hasil pemeriksaan awal, pemuda tersebut belum sempat melakukan pencurian," jelas Gultom. (john) Boru Bancin. Melihat itu, Ersada S (44) dan sopir angkot lainnya datang melerai. Tak terima, korban bersama istrinya melaporkan penganiayaan itu ke Mapolsek Delitua. "Udah dia yang salah, malah dia pula yang pukul suamiku. Istrinya kok ikut menyerang aku, menjabak rambutku. Sebenarnya kami satu kampung Bang. Memang pelaku itu ada sombong-sombongnya," tambah istri korban. Kapolsek Delitua, Kompol Arifin Marpaung melalui Kanit Reskrim, Iptu Prastyo Triwibowo yang dikonfirmasi telah menindaklanjuti laporan korban. "Kita sudah mengantarkan korban ke rumah sakit untuk divisum. Selesai memeriksa saksi, pelaku langsung kita tindak karena banyak warga yang tidak senang," tegasnya. (mehuli) Reskrim Polres Langkat, Iptu Zul Iskandar Ginting, ketika ditemui wartawan, Selasa (13/2) membenarkan penangkapan tersebut. Dijelaskannya, sebelumnya petugas Sat Reskrim Polres Langkat yang dipimpin Kanit Pidum Iptu Zul Iskandar Ginting bersama dengan anggotanya melakukan penangkapan terhadap tersangka Mim sebagai pencurinya. Kemudian dilakukan pengembangan hingga mengungkap semua yang terlibat. (rudi) Dadang Hartanto dan Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu, beserta anggota. Dia berharap kepada aparat penegak hukum untuk memproses dan menghukum tersangka seberat-beratnya sesuai dengan hukum yang berlaku. Seperti diberitakan sebelumnya, pelaku penganiayaan bersama yang dilakukan Buyung Berlan masih berkeliaran dan belum ditangkap. Padahal korban Wahyu Damanik telah membuat laporan di Polrestabes Medan. (ardi) paikan rasa kagumnya pada sosok perempuan di foto tersebut. Salah satunya dari akun agustina.dkm, "Terimakasih buk, Gusti paring berkah kagem panjenengan." Akun lainnya, kvn_blow menulis, "Jogja tetap damai." "Wah ini yg hrs ditiru sama saudara kita disluruh indonesia, toleransi," tulis akun sidhiqleonanda. Saat ditanya wartawan, perempuan tersebut tak berbicara banyak. Dia hanya mengaku tinggal dekat dengan Gereja itu. Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Partai PKPI Sumut, Juliski Simorangkir MM, menegaskan kalau pihaknya akan tetap berada di barisan tim JR Saragih-Ance dalam proses gugatan sengketa Pilkada Sumut 2018 ini. Pengamat Politik Universitas Medan Area, Drs H Irwan Nasution MPd MAP berpendapat senada. "Hak JR untuk mencalonkan sebagai gubsu harus diterima KPU Sumut. Ini jika JR bisa membuktikan bahwa tidak ada masalah pada legalisir ijazah yang mengganjalnya lolos sebagai peserta Pilkada 2018," katanya. (donny) Polres Belum Tetapkan Tersangka BELAWAN-M24 Polres Pelabuhan Belawan belum menetapkan tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Frengki Manutur Sitohang, warga Bagan Deli, Kec Medan Belawan. “Sampai hari ini terus melakukan langkah-langkah investigasi penyelidikan dan penyidikan. Mencari para pelakunya,” kata Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Yayang Rizky Pratama kepada M24 via WhatsApp, Selasa (13/1). Sementara ini, pihaknya sudah mengumpulkan keterangan lima saksi. Sementara sejumlah petugas di jajaran Polres Pelabuhan Belawan sedang memburu para pelaku. Diberitakan sebelumnya, Frengki Manutur Sitohang menghembuskan nafas terakhir, Senin dinihari (12/2). (sigit) Sakit Perut, Warga Tapsel Tewas Pulang Cek Darah SUNGGAL-M24 Warga di Jln Setia Ujung Gg Petani, Desa Mulyorejo, Kec Sunggal, Kab Deliserdang gempar dengan tewasnya seorang pria di salah satu rumah kontrakan, Selasa (13/2). Korban diketahui bernama Surya Handoko (44), warga Desa Batu Horpak, Kec Tano Tombangan, Kab Tapanuli Selatan (Tapsel). Peristiwa itu pertama sekali diketahui Hendri (25), warga Jln Binjai, Pasar VII, Kota Binjai yang hendak menjemput korban. “Kami satu kerjaan sebagai tukang las. Dia juga minta dijemput,” ucap Hendri yang ditemui M24 di lokasi kejadian. Namun, berkali-kali mengetok pintu, Hendri tak kunjung mendengar sambutan dari dalam. Setelah coba masuk ke dalam rumah, ia justru melihat korban sudah terbujur kaku dengan posisi telungkup. Tampak juga obat batuk, Paramex, Flutamol, Antasida, lotion antinyamuk dan nasi goreng sisa makan korban. Sontak Hendri berlari ke luar dan memberitahu pemilik rumah, Swarningsih (49) yang meneruskan ke Polsek Sunggal. Dari keterangan Swarningsih, korban datang ke rumah itu, Sabtu (10/2). Rumah itu dikontrak oleh teman korban, Alfa (25) yang sedang pulang kampung. “Alfa pesan untuk sementara korban tinggal di rumah itu, karena Alfa mau kerja ke luar kota. Katanya korban ada sakit perut sejak kerja di Aceh,” bebernya. Tak lama, petugas dari Polsek Sunggal serta Tim Inavis Polrestabes Medan tiba dan melakukan olah TKP. Selanjutnya jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk diotopsi. (tiopan) dua penjambret sepulang dari cek darah. Pejambret berhasil membawa dompet berisi surat hasil cek darah dan uang Rp115 ribu. Kepada M24, warga Jln Rakutta Sembiring, Lorong Dua Puluh Kel Nagapitu, Kec Siantar Martoba, Kota Siantar ini mengatakan aksi penjambretan itu terjadi ketika mereka hendak pulang ke rumah. “ Yang mau pulangnya kami tadi dari Cokro, kami sama mamak naik sepeda motor Honda Blade. Sampek di Jln Cokro Simpang Jln Tanah Jawa depan Apollo dijambret kami,” ujar korban. Keduanya terjatuh, S br Tambunan mengalami luka gugus bahu. Sementara Br Sianipar mengalami luka di sekitar wajah dan juga lutut. “Naik sepeda motor macam supra pelaku itu, tapi kap-kapnya sudah dilepas,” terangnya. Pasca menjadi korban penjambretan, kedua korban tidak langsung membuat laporan ke pihak kepolisian. (adi) Abang Adik Join Jual Sabu Desa Sampali, Kec Percut Sei Tuan dan JN (45), warga Jln Pasar III, Lorong Saudara, Kel Mabar Hilir II, Kec Medan Deli. Tapi sayang, belum lama ngedar, keduanya ketangkap petugas Satres Narkoba Polrestabes Medan. “Ketika kita geledah masingmasing rumah tersangka AL dan JN ditemukan barang bukti 2 plastik klip berisi 0,46 gram dan 0,02 gram sabu, uang tunai Rp1,5 juta dan 1 bungkus rokok serta 2 handphone,” tutur Kasat Reserse Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Raphael Priambodo didampingi Wakasat, Kompol Daniel Marunduri dalam keterangan persnya, Senin (12/2). Raphael menambahkan, dari keterangan tersangka AL bahwa barang bukti sabu itu diperolehnya dari residivis Doddy Sukma (36), warga Jln Jemadi Lorong Famili, Kel Pulo Brayan Darat II, Kec Medan Timur. “Kita bergerak cepat dan mengamankan residivis Doddy Sukmana. Doddy Sukmana kita ketahui pernah terlibat kasus narkoba yang dihukum 1 tahun 6 bulan di Rutan Klas IA Tanjung Gusta Medan,” tutup Raphael. (ardi) Beat Br Siagian Di Sorong Maling DELITUA-M24 Honda Beat warna pink BK 5576 AHD yang diparkirkan di depan Taman Kanak-Kanak (TK) di Jln Besar Delitua Pamah Kel Delitua Induk, Kec Delitua hilang. Sepeda motor kepunyaan Safijah Siagian (26), warga Dusun II Perumahan Cendana Desa Jaba, Kec Namo Rambe, hilang, Selasa (13/2) sekira pukul 8.30 Wib ketika dia sedang membayar uang SPP anaknya. Di Mapolsek Delitua, korban bercerita kalau pagi itu dia hendak mengantar anaknya sekolah. Korban memarkirkan sepeda motornya sambil menggiring anaknya ke dalam sekolah. Setelah membayar SPP, korban pun kembali keluar menuju tempat sepeda motornya. Dia kaget sebab sepeda motornya sudah tidak ada di tempat. “Padahal saya di dalam sekolah paling lama 20 menit begitu keluar sepeda motor saya sudah di sorong maling. Padahal sepeda motor itu dalam keadaan stang terkunci,” ungkap ibu 2 anak ini sambil meneteskan air mata. Kapolsek Delitua, Kompol Arifin Marpaung melalui Kanit Reskrim, Iptu Parstyo Triwibowo mengatakan pihaknya sudah menerima laporan korban dan sudah melakukan cek TKP. (mehuli) BB 180 Perkara Dimusnahkan TANJUNGBALAI - M24 Sabu dan ganja dominasi barang bukti yang dimusnahkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tanjungbalai, Selasa (13/2) pukul 09.00 Wib di halaman Kejari. Di hadapan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pelajar, dimusnahkan 495,15 gram sabu, 11 perkara ganja dengan total 913 gram, 4 perkara pil ekstasi dengan barang bukti yang dimusnahkan 100 gram, 2 perkara happy five (H5) dengan total 0,50 gram, HP sebanyak 75 unit dan 11 perkara. " Kita lakukan pemusnahan dari 180 perkara yang terdiri 143 perkara. Ada perkara Ohrada dan Kamnegtibum dari tindak pidana umum dengan barang bukti Sajam dan lainnya," terang Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tanjungbalai, Zullikar Tanjung SH MH didampingi Kasi Pidum, S Josep Rumahorbo SH saat melakukan pemusnahan. Dikatakannya, pemusnahan yang dilaukan di hadapan para pelajar bertujuan agar generasi muda tidak terjebak dalam bahaya penggunaan penyalahgunaan Narkotika. "Slogan yang kita adalah jangan coba-coba," imbuhnya. Zullikar mengaku, pemusnahan barang bukti yang dilakukan dari mulai bulan Agustus 2017 sampai bulan Januari 2018 dengan total keseluruhan sebanyak 180 perkara dan telah berkekuatan hukum tetap. (ambon) Tak Paham Jalan di Medan MEDAN AREA - M24 Izinnya sakit sama bos tempatnya bekerja. Tapi lepas dari tempat kerja, Jum'at (9/2) Solinawat tak kunjung tiba di rumah bibinya. Keterangan dari bibinya, Nia Zalukhu, sudah lima hari cewek cantik asal Nias itu tak pulang-pulang ke rumah. Si bibi meyakini Solinawati hilang. Hingga kini, keluarga tengah berusaha mencari keberadaan Solinawati. Kata si bibi dari hasil penerawangan cenayang (orang pintar-red), cewek 18 tahun itu diyakini masih hidup dan kondisinya sehat dan baik-baik saja. Kasus hilangnya Solinawati sudah dilaporkan ke Mapolsek Medan Area. "Keponakanku itu hilang, Jumat (9/2). Sebelum hilang, pagi sekitar pukul 06.00 WIB, aku mengantarkannya ke tempat kerjanya di Jln Asia. Setelah itu dia tidak pulang-pulang," terang Nia (25), Selasa (13/2). Bos Rumah Makan Lotus, tempat Solinawatii bekerja, mengaku, pagi itu sekitar pukul 09.00 WIB, Solinawati pamit pulang ke rumah, dengan alasan sakit. Namun wanita ini tidak diketahui pergi dengan siapa. "Menurut orang pintar, Solinawati pergi tidak jauh-jauh dan dia masih berada di Medan. Kami disuruh mencarinya di daerah Perumnas Mandala dan sekitarnya, namun tidak ketemu," pungkas Nia. Nia menyebutkan Solinawati waktu pergi memakai baju kaos putih dan di lengan baju ada kombinasi bola-bola, serta pakai celana jeans warna biru dongker. Nia berharap bagi siapa saja yang menemukan ponakannya itu agar menghubunginya ke nomor 081370775491 atau bisa diantarkan langsung ke alamat rumahnya. (wandi)

123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 “ Ayo download di Google Play dan miliki aplikasi ‘Polisi Kita’ di HP Androidmu. Bantu polisi melaporkan tindak kejahatan di sekitar kita maupun di jalanan demi keamanan Kota Medan tercinta ” KAPOLRESTABES MEDAN WAKA POLRESTABES MEDAN NO.KONTAK SATGAS ANTI BEGAL POLRESTABES MEDAN AIPTU PONGKI (081370630708), BRIPKA JEFRI HUTABARAT (085297101996), BRIPKA JENLI DAMANIK (08126418179), BRIPKA HARRY TEGUH (085262781545), BRIPKA EBEN EZER (081360885925), BRIPKA ALI HENDRA (085297025258), BRIGADIR M FAHRI (08126472829), BRIGADIR MH BAKTI (081396464646), BRIGADIR SADAT ROMULO (081360835406), BRIGADIR FRANSEDA (082274036717), BRIGADIR FREDI (081362722986) BRIPTU ADE PUTRA (081360909148). SILAHKAN DIHUBUNGI JIKA TERJADI AKSI KEJAHATAN SEPERTI BEGAL DAN PERAMPOKAN MEDAN-M24 Jajaran Polda Sumut meningkatkan antisipasi terhadap timbulnya konflik horizontal Pilkada gubernur/wakil gubernur Sumut 2018. Ini menyusul pasangan JR Saragih-Ance diputuskan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut tak bisa maju pada gelaran Pilkada. K APOLDA Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw melalui Kabid Humas Kombes Pol Rina Sari Ginting kepada wartawan, Selasa (13/ 2) mengatakan, personel Polda Sumut telah mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi di Pilgub Sumut dengan kegiatan yang tergabung dalam Operasi Mantap Praja Toba 2018. DITEMPATKAN DI DAERAH RAWAN "Antisipasi sudah dilakukan dengan melakukan kegiatan preemtif, prefentif dan penegakan hukum," ucap Rina. Sampai saat ini, lanjut Rina, situasi Kamtibmas masih cukup aman dan terkendali. Polda Sumut, kata dia, akan terus mengawal seluruh kegiatan tahapan Pilkada hingga selesai, agar tetap berjalan dengan aman dan damai. Sebelumnya, KPU Sumut menetapkan dua pasang Kapolda Sumut terlihat memantau pengamanan Hotel Grand Mercure calon Gubernur-Wakil Gubernur Pilgub Sumut 2018 yakni Edy Rahmayadi-Musa Rajeckshah dan Djarot-Sihar. Polsek Sunggal Terima Bantuan 3 Pos Berjalan SUNGGAL-M24 Tiga unit pos polisi berjalan diterima oleh Polsek Sunggal, Selasa (13/2). Di pos ini nanti ditempatkan di daerah rawan dan akan diisi dua personel. Tiga unit pos polisi berjalan tersebut sumbangan dari PT Multi Grafindo, PT Maju Jaya Pohon Pinang dan PT Caesar. Kapolsek Sunggal Kompol Wira Prayatna didampingi Ilham, Hendrik dan Arsyah perwakilan perusahaan penyumpang pos menuturkan, pos polisi berjalan tersebut akan ditempatkan Jln Setia Budi-Dr Mansyur, Jln Ringroad depan Ringroad Citi Walk dan Jln Sunggal depan vihara dalam rangka pengamanan Imlek. Tujuan pos polisi ini, sebut Wira, untuk mengantisipasi aksi kejahatan Road to Polsek jalanan berupa Curat, Curas dan Curanmor (3C).Selain itu juga untuk mengantisipasi kemacetan lalulintas di daerah rawan, sebagai pos pam di area klenteng dalam rangka hari Imlek dan mendukung pelaksanaan pengamanan kegiatan Pilgubsu dan pemilihan bupati Deliserdang tahun 2018. Mantan Wakasat Res Narkoba Polrestabes Medan ini mengharapkan dengan adanya pos tersebut dapat mengurangi tindak kejahatan di wilayah hukum Polsek Sunggal. Wira melanjutkan, pos berjalan ini juga bisa dijadikan masyarakat sebagai tempat saran curhat dan problem solving. "Bisa juga sebagai sarana berkumpul masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban bersama petugas," tandasnya. (tiopan) Pasangan JR Saragih-Ance Selian dinyatakan tak lolos pendaftaran. Pengumuman penetapan Cagub/Cawagub Personel TNI, Polri dan masyarakat selepas sholat bersama. Sumut 2018 digelar KPU di lantai Hotel Grand Mercure, Medan, Senin (12/2). (ahmad) Penertiban PKL Demi Ciptakan Kamseltibcarlantas MEDAN BARU-M24 Polsek Medan Baru ikut dalam penertiban pedagang kaki lima (PKL). Penertiban ini tak cuma upaya menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif, tetapi juga Kamseltibcarlantas. Penertiban ini digelar bersama Muspika Kecamatan Medan Baru, Senin (12/2). Kegiatan ini sebagai upaya mendukung program Pemko Medan tentang menciptakan keindahan/estetika tata kota. Juga sebagai realisasi karena sebelumnya dilaksanakan sosialisasi/penyuluhan kepada para pedagang agar tidak berjualan menggunakan badan jalan. Penertiban pedagang kaki lima yang dilaksanakan di tiga lokasi seperti di depan Citra Garden Jln Jamin Ginting Medan, Pajak USU Jln Jamin Ginting dan pedagang pulsa Jln Dr Mansur Medan di depan USU. Penertiban dipimpin DIGELAR DI TIGA WILAYAH Kanit Binmas Polsek Medan Baru Iptu Kasir Nasution. Hadir pada pelaksanaan penertiban itu Camat Medan Baru Ilyan Chandra, Sekcam Medan Baru M Tarigan, Panit I Binmas Ipda Ganefo Sembiring, Panit II Binmas Ipda Sariyono, Bhabinkamtibmas, para lurah Kecamatan Medan Baru, para Kepala Lingkungan Kecamatan Medan Baru, Satpol PP Kota Medan dan Dishub Kota Medan. Kapolsek Medan Baru Kompol Victor Ziliwu mengatakan penertiban pedagang kaki lima itu dilaksanakan atas timbulnya kemacetan lalu lintas. Karena para Polsek Sunggal terima Pos Polisi Petugas ketika melakukan penggusuran pedagang memakai badan jalan. "Kegiatan ini akan terus digalakkan bersama Muspika sehingga benar-benar tumbuh kesadaran bagi masyarakat," kata Victor Ziliwu. (tiopan) # CARA MENDOWNLOAD APLIKASI POLISI KITA 1. Pilih 'Playstore' 2. Ketik 'Polda Sumut' 3. Pilih ' Polisi Kita Sumatera Utara' 4. Pilih 'Pasang' 5. Pilih 'Terima' 6. Proses Instalasi 7. Setelah Instalasi Selesai Pilih 'Buka' # CARA MENJALANKAN APLIKASI POLISI KITA 1. Pilih 'Daftar Akun' 2. Isi Semua Kolom Untuk Melengkapi Data Diri 3. Ketik Username & Password : (Sesuai yg Dibuat) Lalu Pilih 'Masuk' #FITUR : * Berita dan Agenda : Kegiatan Polda Sumut dan Polres Jajaran * Pengaduan : Laporan Pengaduan Masyarakat Terkait Gangguan Kamtibmas Untuk Ditindaklanjuti Polisi, Tokoh Masyarakat, “ Rekan media adalah salah satu bagian dari mitra kepolisian dalam mewujudkan Pilkada yang aman, damai dan tanpa SARA di wilayah Sumut. Media dalam pemberitaan harus netral dan berimbang, serta memberikan informasi secara utuh yang mencerdaskan dan mengedukasi publik. ” Kedua tukang parkir yang diamankan Pemprov,DPRD,Damkar, BNPT yg Dilengkapi Fitur Pendukung Foto Atau Video. * Informasi : Himbauan Polda Sumut Terkait Pesan-pesan Kamtibmas * Saber Pungli : Pengaduan Terkait Laporan Saber Pungli * Call Center : Masyarakat Dapat Menghubungi Langsung Polres Yang Dituju Sesuai Pilihan Nomor Telepon. * City Guide : Mapping Dan Informasi Lokasi Kantor Kepolisian Terdekat Serta Fasilitas Umum Seperti Rumah Sakit, SPBU, Tempat Wisata, Dll) # RESPON CEPAT Tombol Fitur Penyampai Informasi Yang Butuh Penanganan Secara Cepat Atas Tindak Kriminalitas Jalanan Seperti, Begal,Curas,Perampokan, Pencurian, Penculikan, Pemerkosaan, Penganiayaan, Pembunuhan, Pengrusakan, Perampasan dan Laka Lantas. KAPOLDA SUMUT IRJEN POL PAULUS WATERPAUW Dua Tukang Parkir Terjaring Razia Polsek Medan Area MEDAN AREA-M24 Dua tukang parkir yang berada di Jln HM Joni dan Jln Menteng Raya, Medan Denai, terjaring razia personel Polsek Medan Area. Kedua pemuda yang diamankan, Senin (12/2) itu masing-masing Polin Hutagaol (54) warga Jln HM Joni. Ia diamankan tidak jauh dari rumahnya. Agus Siahaan (23) diamankan dari kediamannya di Jln Menteng Raya. "Mereka meminta uang parkir secara paksa. Polin dan Agus dilaporkan warga ke polisi. Dari mereka diamankan barang bukti berupa uang tunai Rp13 ribu," ujar Kanit Reskrim Polsek Medan Area Iptu Rudianto Silalahi, Selasa (13/2). Polin Hutagaol dan Agus Siahaan, menurut Rudi, didata dan dibina. Kemudian pihanya memanggil keluarganya untuk membuat surat pernyataan di atas materai. "Setelah dijamin oleh pihak keluarganya, Polin dan Agus dipulangkan ke rumahnya. Jika mereka mengulangi perbuatannya, polisi akan menangkap dan memenjarakan mereka berdasarkan laporan warga," bebernya. Operasi premanisne, kata Rudi, sesuai surat perintah Kapolrestabes Medan No: Sprint/208/II/2016 tanggal 10 Pebruari 2016 dan surat perintah Kapolsek Medan Area No: Sprint/952/XII/2016 tertanggal 1 Desember 2016. Sedangkan rute patroli, dilakukan di kawasan Jln Asia, Jln Sutrisno, Jln AR Hakim, Jln Wahidin, Jln Denai, Jln Menteng VII, Jln Thamrin dan Jln HM Joni. (wandi)