Views
3 months ago

14

RABU 14

RABU 14 Februari 2018 GANGGU ESTETIKA & PICU KEMACETAN PK5 di Belakang Kantor Pengadilan Ditertibkan Syamsul Bahri Batubara Kembali Jabat Ketua DPC KSPSI KISARAN-M24 Konferensi Cabang (Konfercab) VIII Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) cabang Kab Asahan mensetujui H Syamsul Bahri Batubara kembali menjabat sebagai Ketua DPC KSPSI. "Peluang kepada seluruh pengurus federasi untuk mengajukan sebagai calon ketua sudah diberikan waktu yang cukup, namun hanya satu calon kandidat yang maju dan disetujui oleh peserta Konfercab yakni H Syamsul Bahri Batubara," kata Ketua KSPTI Asahan, Sueb, kemarin (13/2). Diharapkannya, dengan suksesnya pelaksanaan acar tanpa ada kericuhan. Ketua SPSI terpilih bisa melindungi pekerja dan bersama-sama memajukan SPSI diseluruh wilayah Kab Asahan. Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Asahan, H Surya BSc secara resmi membuka Konfercab VIII KSPSI cabang Asahan di Gedung SPSI. Dia berpesan agar seluruh anggota SPSI Asahan menyiapkan diri dengan cara meningkatkan kwalitas SDM, melalui peningkatan IPTEK serta keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, untuk berperan serta dalam rangka memberi dukungan kepada Pemkab Asahan. "Dengan begitu, pembangunan yang dilaksankan dapat ditingkatkan sejalan dengan visi pemerintah demi terwujudnya Asahan religius, sehat, cerdas dan mandiri,” kata Surya dalam sambutannya. Sedangkan Ketua KSPSI cabang Kabupaten Asahan, H Syamsul Batubara terpilih meminta kepada seluruh pengurus dan anggota bersatu padu membawa nama SPSI sebagai organisasi pekerja, yang dapat melindungi dan meningkatkan kesejahteraan anggota di Asahan. (deddy) MEDAN-M24 Jajaran Kec Medan Petisah menertibkan puluhan pedagang kaki lima (PK5) di Jln Candi Prambanan, Kel Petisah Tengah, Kec Medan Petisah, tepatnya dibelakang kantor Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (13/2). Selain mengganggu estetika, keberadaanya mengganggu kelancaran arus lalu-lintas. M enurut Camat Medan Petisah, Parlindungan Nasution menyatakan, sebelum ditertibkan pihaknya sudah memberi surat peringatan ke pedagang. Isinya untuk segera membongkar sendiri lapaknya, sebab kawasan itu tidak diperbolehkan berjualan. Nyatanya, tidak ditanggapi sehingga dilakukan penertiban. “Kita pun telah berulangkali melakukan sosialisasi, agar para pedagang tidak berjualan dan segera membongkar sendiri lapaknya masing-masing. Namun tidak diindahkan, dan tetap saja berjualan," jelasnya. Dengan mengerahkan sebanyak 160 personil terdiri dari unsur kepling, lurah se-Kec Medan Petisah dibantu petugas Satpol PP Kota Medan melakukan penertiban. Kehadiran tim gabungan, sontak mengejutkan para pedagang. Pedagang panik dan tergopoh-gopoh, mengemasi peralatan berjualan maupun dagangannya. Setelah itu barulah tim membongkar lapak maupun warung yang sudah kosong tersebut. Tanpa kesulitan tim membongkar seluruh lapak maupun warung milik pedagang, yang berdiri di atas permukaan parit maupun pinggir jalan. Seluruh material hasil bongkaran selanjutnya diangkut menggunakan truk menuju kantor Satpol PP Medan. Usai penertiban, Parlindungan mengingatkan pedagang agar tidak berjualan kembali di kawasan tersebut. Mencegah pedagang berjualan kembali, pihaknya akan menurunkan personil melakukan pengawasan. “Di samping mengganggu estetika dan menyebabkan terjadinya kemacetan arus lalu lintas, peraturan pun melarang para pedagang berjualan di atas fasilitas umum,” jelasnya. (adlan) Aksi Demo Nelayan di Kantor Bupati Nyaris Ricuh DELISERDANG-M24 Ratusan nelayan yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Nelayan Deliserdang (Aman Dendang) yang menggelar aksi demo di Kantor Bupati Deliserdang, Selasa (13/2), nyaris ricuh dengan petugas Satpol PP Kab Deliserdang. Massa menuntut agar Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) No.71/2016 tentang jalur tangkap dan pemakaian alat tangkap dikaji ulang. Menurut mereka sangat merugikan nelayan yang menggunakan pukat trawl dan catrol. Aksi sempat memanas dan nyaris ricuh, ketika petugas Sat Pol PP menutup pagar Kantor Bupati Deliserdang."Pak Sat Pol PP kami minta tolong, kami bukan perampok dan bukan penjahat," teriak nelayan. Aksi dorong pagar pun sempat terjadi lantaran tak kunjung dibuka. Sebagai bentuk protes, mereka gelar aksi tidur di jalan dan menghadang kendaraan yang melintas di Jln Lintas Sumatera (Jalinsum) Lubuk Pakam-Tanjung Morawa hingga mengakibatkan kemacetan. Mereka mengancam jika Bupati Deliserdang tak menemui nelayan, akan memilih kotak kosong atau golput saat Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Deliserdang Tahun 2018. "Jika pak Bupati tidak menemui kami dan berpihak dengan nelayan, maka kami akan memilih kotak kosong atau golput. Kami hanya ingin aman saat melaut," pinta nelayan. Menanggapi tuntutan nelayan, Kadiskanla Deliserdang T M Zaki Aufa menyatakan, pihaknya memahami maksud kedatangannya, namun soal Permen KP No.71/2016 berlaku secara nasional. "Kita bekerja mengikuti peraturan, dan tidak bisa mengambil keputusan disini. Berikan kami waktu untuk mengkaji dan belajar, agar bisa memberikan masukan ke pemerintah pusat untuk mengkaji ulang peraturan menteri tersebut," ujarnya. (yan febri) SEBAGAI HOME BASE PSMS MEDAN Walikota Optimis Stadion Teladan Lolos Verifikasi MEDAN-M24 Walikota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi optimis Stadion Teladan dapat dipergunakan sebagai home base PSMS Medan, untuk menggelar setiap petandingan kandang di Liga Indonsia (LI) 2018. Pasalnya, seluruh catatan yang diberikan Tim Verifikasi dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) telah dipenuhi. Hal itu diungkapkan Walikota saat meninjau kembali Stadion Teladan, Senin (12/2) petang. Ini merupkan yang ketiga kalinya dilakukan Eldin, pasca kedatangan tim verifikasi beberapa waktu lalu. “Insya Allah, Sadion Teladan lolos verifikasi. sehingg dapat digunakan sebagai home base PSMS Medan di LI 2018. Alhamdulillah, berkat kerja keras dan kerjasama yang kita lakukan, satu persatu dari sejumlah catatan yang diberikan Tim Verifikasi telah kita penuhi. Sedangkan catatan lainnya akan kita tuntaskan sebelum Tim Verifikasi datang kembali sekitar dua pekan lagi,” kata Eldin. Dari hasil peninjauan, kondisi lapangan sudah jauh membaik. Kondisi tanah sudah rata dan rumput pun tampak menghijau. Pekerja terus memangkas rumput agar tumbuhnya rata kembali. “Saya rasa sebelum pergelar LI 2018 dimulai awal Maret, rumput lapangan sudah baik sesuai standar yang ditetapkan,” ungkapnya. Tingkatkan Pembangunan Sarana & Prasarana Syahrial: Upaya Mempercepat Peningkatan Perekonomian Warga TANJUNGBALAI-M24 Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungbalai terus berupaya menjamin pemerataan dan memperhatikan tingkat kebutuhan masyarakat, walau masih banyak ditemukan dari berbagai sektor yang belum sepenuhnya terwujud. "Namun seluruh OPD bekerjasama dengan legislatif, tetap berupaya agar kebutuhan pembangunan di seluruh kecamatan Kota Tanjungbalai, dapat terlaksana dengan baik," kata Walikota Tanjungbalai, H M Syahrial pada serah terima kegiatan pembangunan TA 2017 di dua kecamatan, Selasa (13/2). Pelaksanaan kegiatan yang terwujud melalui Program Kegiatan oleh DinasPerumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Dinas PUPR dan Dinas Pendidikan Kota Tanjungbalai itu digelar di dua lokasi. Untuk Kec Sei Tualang Raso, Teluk Nibung, Tanjunugbalai Utara dan Datuk Bandar dipusatkan di Gedung Bersejarah. Sedangkan untuk Kec Datuk Bandar Timur dan Tanjungbalai Selatan di pusatkan di Gedung Olah Raga Tanjungbalai. Menurut Syahrial, sebagai upaya dalam mencapai peningkatan pembangunan sarana dan prasarana meliputi kegiatan bedah rumah, pembangunan sarana pendidikan, rumah ibadah serta pembangunan dan rehabilitasi gedung kantor. Dananya bersumber dari APBD dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2017. "Ini salah satu cara mendukung dan mempercepat upaya peningkatan perekonomian warga, mendorong terwujudnya sistem pendidikan berstandar Selain Lapangan, renovasi Stadion Teladan pun terus dipercepat. Sejumlah seng di tribun tertutup yang bersebelahan dengan nasional serta untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya lagi. Dijelaskannya, untuk jumlah kegiatan bedah rumah diperuntukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan memiliki rumah tempat tinggal yang tidak layak huni sebanyak 535 unit. Sedangkan perbaikan rumah ibadah baik itu Musalah, Masjid dan Gereja sebanyak 39 unit. "Sebagai peningkatan kualitas pendidikan dilakukan rehabilitasi gedung sekolah dan penambahan ruang gelas guru, begitujuga dengan pembangunan insfratruktur jalan dan jembatan dalam mendukung dan meningkatkan perekonomian masyarakat," jelasnya. Pada kesempatan itu, Walikota juga menandatangani prasasti pembangunan jembatan Hj Syafiah yang menghubungkan Kel Beting Kuala Kapias dan Sei Raja, serta penyerahan bantuan program pengembangan perumahan. Adapun rinciannya untuk Kec Sei Tualang Raso 134 orang, Kec Teluk Bitung 76 orang, Kec Tanjungbalai Utara 45 orang, Kec Datuk Bandar Timur 150 orang, Kec Datuk Bandar 119 orang, Kec Tanjungbalai Selatan 8 orang serta Dinas Pendidikan 5 unit. (ambon) vip, selalu menimbulkan suara berisik ditiup angin kencang sudah diperbaiki. Begitu juga dengan lampu stadion, telah diganti dan Bupati Lantik Direktur Baru PDAM Tirta Nciho SIDIKALANG-M24 Bupati Dairi, KRA Johnny Sitohang Adinegoro, S.sos melantik dan mengambil sumpah, Wahlin Munte sebagai Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Nciho menggantikan, Rafael Ginting. Pelantikan yang dilaksanakan di Balai Budaya Jln SM Raja, Kec Sidikalang, Senin (12/2), turut dihadiri Wakil Bupati Dairi, Sekda, Ketua PKK, SKPD, Dandim 0206/ Dairi, perwakilan Polres, Kejari dan seluruh Pegawai dan para staf PDAM. Dalam sambutannya, Johnny mengatakan, ada dua fungsi yang harus diterapkan dalam bekerja yakni fungsi sosial dalam pencitraan dan pelayanan kepada masyarakat. Kemudian fungsi bisnis, akan terang benderang pada malam hari. Untuk lampu sorot yang berjumlah 160 bola lampu, untuk menerangi lapangan terus dilakukan perbaikan. “Sebelum tim verifikasi datang kembali, seluru lampu akan menyala kembali. Dengan demikian penerangan lapangan sesuai persyaratan yang telah ditetapkan,” ungkapnya. Seperti biasa, dalam peninjauan itu Eldin turut didampingi Kadis Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan HM Husni, Kadis Pekerjaan Umum Khairul Syahnan, Kadis Perumahan, Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang Syampurno Pohan dan Camat Medan Kota Edi Mulia Matondang. Selain itu, ruang ganti pemain dan tempat wasit juga telah dengan meningkatkan kinerja dan menertibkan administrasi di PDAM agar pendapatan daerah semakin meningkat. Selama ini, Jhony menilai, banyak keluhan dari masyarakat terhadap pelayanan PDAM yang kurang baik, baik itu dari segi kwalitas air tidak layak untuk dikonsumsi sebagai air minum. “Saya merasa PDAM selama ini, merupakan perusahaan daerah air mandi dan air cuci, bukan yang sebenarnya sebagai air minum,” ujarnya. Diharapkannya, Direktur PDAM Tirta Nciho yang baru dilantik dapat bekerja dan mengelolanya dengan baik, sehingga dapat memfungsikan PDAM yang sebenarnya sebagai perusahaan daerah air minum untuk kebutuhan masyarakat. (fajar) dipasang pendingin ruangan (ac). Toilet pun sudah bersih dan air mengalir dengan lancar, sedangkan tempat shalat di lantai dua selesai direnovasi. Pastinya penonton akan merasa nyaman, dan jumlah penonton akan menjadi ramai menyaksikan setiap laga kandang PSMS. Masyarakat maupun pendukung fanatic Ayam Kinantan juga sudah lama, tidak menyaksikan tim kesanyangannya berlaga di Stadion Teladan, setelah terlempar di Liga 2. Apalagi setelah Legimin Raharjo dkk lolos ke semifinal Piala Presiden 2018 . “Walaupun gagal melangkah ke final namun pejuangan yang telah ditorehkan para pemain PSMS sangat membanggakan,” paparnya. (adlan)

RABU 14 Februari 2018 AKIBAT 2 BULAN GAJI BELUM DIBAYAR Cicilan Rumah Sejumlah Guru Menunggak KARO-M24 Sejumlah guru SD Negeri di Karo, yang ada di pengungsian, sampai sekarang belum menerima gaji bulan Januari dan Februari 2018. H al itu diungkapkan S Ginting, salah seorang guru yang mengajar di SD Negeri salah satu sekolah di pengungsian, kepada M24, Selasa (13/2). "Tadi pagi saya disuruh bendahara dinas, untuk mengambil gaji saya bulan Januari dan Februari. Katanya, gaji kami sudah cair, jadi silahkan diambil melalui rekening bank," papar Ginting ketika dikonfirmasi M24, di salah satu bank BUMN, di Berastagi. Setelah dicek, kata Ginting, ternyata belum cair juga, seperti yang dikatakan bendahara dinas. Padahal, ujarnya, kalau sudah cair, gaji itu untuk membayar cicilan rumah. "Saya kan mengajar di SD Negeri, di bawah kaki Sinabung. Jadi karena erupsi Gunung Sinabung, kami mengajar di sekolah SD Negeri di Berastagi atau menumpang di sekolah lain. Jadi beberapa bulan lalu, saya bersama istri sudah membeli rumah di seputaran Berastagi. Gara-gara cicilan rumah tadi, maka saya cek gaji saya ke bank ini," ujar Ginting. Pantauan M24 di lapangan, memang sebagian guru SD di Karo, belum menerima gaji selama dua bulan. Sebab hal yang sama juga dikatakan guru SD di Kecamatan Barus Jahe. Dia katakan, kalau gaji bulan Januari dan Februari belum ada diterima atau belum masuk ke rekening. "Baru semalam ku cek pukul 14.30 WIB di BRI unit Kecamatan Barus Jahe, memang belum masuk," katanya. Salah seorang guru saat sedang mengajar di kelas (M24-Sekilap) Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Karo, Eddi Suryanta Surbakti, ketika dikonfirmasi M24 lewat wattsapnya mengatakan, sebetulnya dari semalam sudah cair. Mungkin yang belum cair, rekeningnya di unit. "Tetapi hari ini pasti sudah cair semua. Kalau belum, tanya aja langsung ke bank nya, kenapa belum. Karena semalam sudah saya tanya ke pimpinan cabangnya sudah beres. Atau bank penyalur gaji kita Bank Sumut. Jadi kalau rekening gurunya di BRI mungkin proses kliringnya butuh waktu," kata Eddi. (sekilap) Sosisalisasi Aplikasi SILAHAP Diskominfo Pakpak Bharat (M24-Edy Ilva S) Kominfo Pakpak Bharat Sosialisasi Aplikasi Silahap PAKPAK BHARAT-M24 Sistem Laporan Harian Pegawai (Silahap) merupakan salah satu aplikasi berbasis E- Kinerja, bagi tenaga kontrak (Non PNS) di internal Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pakpak Bharat. "Dan kini, itu telah diterapkan," ungkap Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pakpak Bharat, Aryanto Tinambunan, pada Rapat Sosialisasi Silahap, di Aula Diskominfo, Senin (12/2). Aplikasi ini, lanjut Aryanto, masih sederhana dan hampir mirip dengan E-Kinerja PNS. Hal itu diungkapkannya di hadapan Kasi Sarpras, Kasi Peliputan Pemberitaan dan Dokumentasi serta Kasubbag Umum dan Kepegawaian. Juga para pegawai kontrak yang bertugas di Diskominfo. "Dengan adanya aplikasi tersebut, maka pegawai kontrak yang bertugas di dinas dimaksud, dituntut untuk melaporkan kegiatan yang dilakukan setiap harinya. "Sehingga kinerjanya dapat dinilai, diukur dan dipertanggung jawabkan," pungkasnya. (edy) Kepala Desa Bintang Meriah: Masyarakat Tidak Lagi Jadi 2 Kubu Kepala desa saat bersama Gubsu HT Erry Nuradi (M24-Ali) Kepala Desa Terpilih se Deliserdang Dilantik PANCURBATU M24 Kepala desa terpilih se Kabupaten Deliserdang diambil sumpah janjinya, di Alun-alun Pemkab Deliserdang, Senin (13/2) pukul 15.00 WIB. Kegiatan tersebut sekaligus pelantikan kepala desa periode 2018-2024. Turut hadir dalam kesempatan itu, Gubernur Sumatera Utara, HT Erry Nuradi, Bupati Deliserdang H Azhari Tambunan, SKPD Kabupaten Deliserdang serta anggota DPRD Sumut dan DPRD Deliserdang. Oneng Sembiring, yang merupakan salah satu kepala desa terpilih, mengatakan, dirinya ikut dilantik sebagai Kepala Desa Bintang Meriah, Kecamatan Pancurbatu. "Aku dilantik dan diambil sumpah janji sebagai Kepala Desa Bintang Meriah. Dan aku mengucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat Desa Bintang Meriah, atas kepercayaan mereka unutuk memimpin desa tersebut hingga kedua kalinya," ujar Oneng. Dikatakannya lagi, ke depan dia berharap, agar masyarakat Desa Bintang Meriah melupakan acara Pilkades yang telah berlalu. "Saya berharap agar masyarakat tidak lagi menjadi dua kubu pasca Pilkades sebelumnya. Sebab kita tetap sama dan saling bahu membahu, membangun desa yang kita cintai ini," beber Oneng Sembiring. Oneng juga mengakui, jika dia tetap tidak membedakan masyarakat, walaupun saat Pilkades tidak menjadi pendukungnya. "Di mata saya, masyarakat itu tetap sama dan kita tidak ada membeda-bedakannya. Sebab saat pesta demokrasi itu bukan untuk memecah belah masyarakat. Namun untuk memilih pemimpin desa 6 tahun ke depan," tegas Oneng. Pantauan wartawan, Gubsu T Erry Nuradi, Bupati H Azhari Tambunan dan Wakil Bupati Zainuddin Mars mengucapkan selamat kepada para Kades terpilih. Begitu juga dengan anggota DPRD Sumut, Sahrial, tak ketinggalan mengucapkan selamat kepada kepala desa terpilih dangan rasa penuh keakraban. (ali) Wabub Sergai didampingi Kadis Kesehatan mencoba ambulan yang diserahkan (M24-Darmawan) Dinkes Sergai Salurkan 3 Unit Ambulan SEI RAMPAH-M24 Dinas Kesehatan menyerahkan 3 unit ambulan untuk peristiwa kecelakaan kepada Pustu Dolok Masihul, Tebing Syahbandar. Satu unit di antaranya stanby di Kantor Dinkes. Tiga unit ambulan itu, diserahkan langsung oleh Wabup Sergai, Darma Wijaya, Selasa (13/2), didampingi Kadis Kesehatan Dr Bulan dan Kadis PKA Gustian SE serta Kaban Inspektotar Ifdal, usai menggelar kegiatan pengelolaan keuangan Puskesmas se Sergai, di Aula Dinas Kesehatan Sergai. Kadis Kesehatan Sergai, Dr Bulan, mengatakan, 3 unit ambulan 119 ini untuk laka lantas. Bukan digunakan mengantarkan jenazah. Karena sudah ada aturannya. Disamping itu, untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, agar tetap merata. Perihal pengelolaan keuangan Puskesmas, Dr Bulan mengatakan, saat ini semua Kepala Pustu hadir melakukan kegiatan pengelolaan keuangan Puskesmas. Agar lebih baik dan transparan bersama Inspektorat dan Dinas PKA. Sementara, Darma Wijaya mengatakan, perlu tenaga akutansi untuk mengelola keuangan dengan baik. "Maunya sebelum masuh akhir tahun sudah selesai. Sehingga pekerjaan itu lebih baik. Dan OPD dalam mengelola menagemen semakin efektif. "Laporan keuangan pun selalu tepat pada waktunya," kata Darma. Darma juga mengimbau kepada Kepala Puskesmas, agar dapat bekerja dengan baik dan bertanggungjawab. "Jika bekerja dengan baik, pasti terus didukung. Namun jika tidak bisa bekerja lebih baik, mundur sebelum dimundurkan," ucapnya. (darmawan) TINJAU BENDUNGAN PDAM TIRTASARI DI MARCAPADA Walikota Binjai Targetkan Pembangunan Bronjong 4 Hari Rampung BINJAI-M24 Walikota Binjai, HM Idaham, didampingi Direktur PD Air Minum Tirtasari, Muhammad Idham, tinjau bendungan Instalasi Pengolahan Air Bersih, Jln Gunung Sinabung, Kelurahan Marcapada, Binjai Selatan, kemarin. Pascasepekan air tidak mengalir ke pelanggan PDAM Tirtasari, Selasa (6/2) lalu, orang nomor satu di Pemko Binjai itu, memohon maaf atas hal tersebut. Idaham menyatakan, pihaknya sudah melakukan upaya pengerjaan pembangunan bendungan sementara, berupa bronjong. "Saya mohon maaf kepada masyarakat, karena ketergangguan ini. Kita sedang melakukan upaya sementara, membuat bendungan sementara," kata Idaham usai meninjau pengerjaan bendungan sementara. Menurutnya, pembangunan bendungan sementara yang dikerjakan Pemko Binjai mendapat hibah kawat dari Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS). "Kita menggunakan dana tak terduga membuat bendungan ini," jelas Idaham. Dia menargetkan, pembangunan bronjong tersebut dapat rampung dalam 4 hari ke depan. Dengan catatan, cuaca harus bagus. "Jikalau memang ada banjir, mungkin 8 hari ke depan baru selesai," ungkapnya. Idaham berharap, pembangunan bronjong dengan tinggi 3 meter, Walikota Binjai saat meninjau kondisi bendungan di Kelurahan Marcapada (M24-Lihin) dapat membantu pasokan air masuk ke saluran penghisapan. Menurut dia, saat ini PDAM Tirtasari hanya mampu mengaliri air ke 50 persen pelanggan saja. "Belum mampu untuk semuanya," katanya. Jika pembangunan bendungan sementara rampung, maka dapat mengaliri air hingga 80 persen pelanggan. "Kita juga mencoba ke pemerintah atasan untuk masalah ini supaya bisa pasokan air kembali ke masyarakat," jelasnya. Perihal penyebab bendungan yang dibangun BWSS itu jebol, kata Idaham, karena arus sungai yang kencang sehingga menimbulkan banjir. Alhasil, bendungan tersebut tak mampu membendung arus sungai, maka terjadi erosi. "Karena kuatnya arus waktu itu, menyebabkan banjir dan tingginya sedimentasi. Sehingga daya dukung bendungan itu tidak mampu," jelasnya. Pembangunan bronjong yang jebol nanti dapat dibentuk dengan bagus. Sehingga mampu menguras debit air ketika meninggi. "Ya nanti untuk sementara dengan bronjong, supaya air masuk ke intake dan pipa hisap. Kalau tidak ada bendungan, debit air turun seperti sekarang jadi air tidak bisa ditarik. Saat ini 2 pompa yang beroperasi. Semoga bisa cepat (rampung) bendungan sementara kita," tandas Idaham. Muhammad Idham menyatakan, pelanggan mereka sebanyak 12.200, dilayani 7 unit mesin pompa. "Hari Selasa pukul 23.15 WIB kejadiannya. Kami langsung koordinasi dengan Pak Wali dan Dinas PU dan Balai Wilayah Sungai Sumatera," ujarnya. Material kawat yang dihibahkan BWSS tiba di IPAB Marcapada pada Kamis (8/2). "2,5 meter tinggi air, jadi berdampak. Kendalanya jadi sumbat karena naik pasir itu," jelasnya. (lihin)