Views
9 months ago

15 Februari 2018

2 KAMIS,

2 KAMIS, 15 FEBRUARI 2018 SAMBUNGAN .............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................. Habis Bercinta, Mahasiswi Cantik Dibunuh RANTAUPRAPAT - M24 Masih ingat peristiwa mahasiswi Universitas Islam Labuhanbatu (Unisla), Sisa Lestari (19) yang ditemukan tewas dengan kondisi memprihatinkan di areal kebun sawit Afdeli VI, Desa Londut, Kec Kualuh Hulu, Kab Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara (Sumut), 8 Februari 2018? Ternyata korban dibunuh oleh kekasihnya, Hariawan alias Wawan (24), warga Desa Londut, Kec Kualuh Hulu, Kab Labura. “Tersangka menyerahkan diri ke Polres Tapanuli Selatan (Tapsel), Selasa (13/2) pagi dan tiba di Polres Labuhanbatu, tadi malam (13/2),” kata Kapolres Labuhanbatu, AKBP Frido Situmorang didamping Kasat Reskrim, AKP Teuku Fathir dan Kapolsek Kualuh Hulu, AKP Romson Sihombing dalam konfrensi pers yang digelar, Rabu (14/2). Seperti penuturan tersangka, sejak dua bulan lalu, ia dan Sisa telah menjalin hubungan asmara. Tak hanya itu, keduanya bahkan sudah dua kali melakukan hubungan suami istri di areal kebun sawit Afdeling VI, Desa Londut tersebut. Pertama sekali dilakukan sebulan lalu dan yang kedua di hari pembunuhan itu. Sebelum pembunuhan itu, Wawan kembali mengajak Sisa bertemu di lokasi. Usai kuliah, selepas maghrib, keduanya pun bertemu. “Setelah ketemu, kami ngobrol di bawah pohon sawit," tutur tersangka. Setelah itu, keduanya pun kembali bercinta (berhubungan badan). Puas menyalurkan hasrat masing-masing, mereka kembali berbincang. Ketika itu korban belum mengenakan celananya. Kemudian Wawan meminjam uang sebanyak Rp700 ribu kepada mahasiswa Unisla tersebut. Namun permintaannya tak bisa dipenuhi. Pasalnya Sisa yang juga guru honor di SD Negeri 118253 Kuala Hulu tersebut tak memiliki uang sebanyak itu. Tak putus asa, Wawan membujuk Sisa untuk menggadaikan kretanya. Karena alat transportasi untuk kuliah dan mengajar, Sisa pun tegas menolak. “Dia (korban) bilang, kalau kretanya digadaikan, saya kuliah naik apa?” kenang tersangka. Sisa pun bertanya kepada Wawan mengenai keinginan meminjam uang sebanyak itu. Lama terdiam, Wawan pun mengaku jika uang tersebut untuk dikirimkan kepada anak KAPOLRES ASAHAN AMAN DUGAAN '86' TAK DITEMUKAN MEDAN-M24 Setelah dilakukan gelar perkara terkait dugaan tangkap lepas yang dilakukan Kapolres Asahan, Kobul Syahrin Ritonga dan jajaran. Poldasu mengaku tidak ada menemukan unsur penyalah gunaan wewenang seperti yang dituduhkan. Hal itu disampaikan Kasubbid Penmas Poldasu, AKBP MP Nainggolan di Polda Sumut, Rabu (14/ 2). "Sudah kita lakukan gelar perkara, Jumat (9/ 2). Hasilnya tidak ada penyimpangan," ucap Nainggolan. Ia menyampaikan dalam gelar perkara itu, tim melaksanakan delapan gelar yang diprasangkakan dugaan tangkap lepas. "Ada delapan semuanya yang digelar, hasilnya tidak ditemukan ada dugaan tangkap lepas seperti yang tuntutan para pendemo kemarin," kata dia. Nainggolan menyebutkan, delapan perkara yang digelar itu bukan hanya kasus narkoba melainkan ada tindak pidana umum. Setelah aksi demo masyarakat, Poldasu langsung bergerak cepat untuk menindaklanjuti. Kapolres Asahan AKBP Kobul Syahrin Ritonga dipanggil untuk melakukan gelar perkara terkait demo tersebut. (ahmad) Core Drill Korslet BINJAI-M24 Dani (32), pekerja bangunan PT Serdang Jaya Perdana, di Pasar VI, Desa Tandam Hulu II, Kec Hamparan Perak, Kab DeliSerdang tewas setelah tersengat listrik. Informasi yang diperoleh, Rabu (14/2), peristiwa ini berawal saat korban mendatangi Sutrisno (58), tukang bangunan yang tinggal di Pasar II Titi Papan, Desa Tandam Hulu II, Kec Hamparan Perak, Kab. DeliSerdang, Selasa (13/2). Tujuannya meminta pekerjaan di pembuatan lobang pondasi. Sutrisno pun mengamini menerima korban untuk ikut bekerja. Setelah capek menjalankan Core Drill (pembuat lobang pondasi dengan aliran arus listrik), Sutrisno digantikan Kiki Subakti dan Kiki Afriansyah, selanjutnya digantikan korban. Naas, ketika korban menyalakan Core Drill, alat tersebut ternyata korslet. Korban pun berteriak dan terjatuh. Melihat itu, Kiki langcung menyabut stop kontak Core Drill dan membawa korban ke ruangan untuk istirahat. Kemudian Sutrisno membuat susu dingin dan diberikan kepada korban. Setelah meminum susu tersebut, korban langsung batuk. Sutrisno lalu membawa korban ke Klinik Asia Medika. Di situ, korban ditangani dr. Ahok. Namun beberapa menit kemudian, korban dinyatakan meninggal dunia. Oleh keluarga, jenazah korban dibawa ke rumah orangtuanya di Dusun VI Gg Jibur, Desa Sudomulio, Kec Binjai, Kab. Langkat dan langsung dikebumikan. Atas peristiwa itu, PT Serdang Jaya Perdana bertanggungjawab dan berjanji memberikan bantuan kepada keluarga korban. "Ya, sudah dikuburkan dan pihak perusahaan bertanggungjawab," ucap Kabag Humas Polres Binjai, AKP L Tarigan kepad M24. (sopian) Korban Restoran YUANITA Christiani ternyata pernah jadi korban kelalaian pihak restoran. Tak tanggung, ia melihat langsung tikus saat makan di restoran favoritnya. Pengalaman menjijikkan itu dibagikan Yuanita lewat Instagram Story. Ia mengaku mual seketika saat melihat penampakan binatang pengerat itu. "Lagi lunch di tempat favorit, tau2 keluar tikus dari kitchennya Mendadak mual," tulis Yuanita dengan menambahkan emotikon mewek. "Gw pernah makan mie ayam bakso di daerah gw. Tiba tiba tikus besar keluar tanpa malu malu. Kayak udah biasa aja gitu. Langsung sesak jantung mau nangis," komentar akun @liliy_noris92. "Ditempat mie ayam favorit sering banget ada tikus malah mondar mandir,tapi karena mie ayamnya super duper enak jdi yah anggap aja tuyul lewat," timpal akun @fitri_nyunyu. (net) BUKA- BUKAAN SAAT baru MENIKAH dan setelah usai pesta setelah tamu pulang, kedua pengantin Mak Bedah dan Wak Lokot langsung masuk kamar, Berdua mulai buka-bukaan… Mak Bedah : “Bang…, punyanya gede apa kecil …?” Wak Lokot : “Kecil de… Kalau kamu …!?” Mak Bedah : “Gede dong bang.” Wak Lokot : “Mana coba liat… Wow gede banget..!?” Mak Bedah: “Jadi malu…” Wak Lokot : “Wah parah de…” Mak Bedah : “Kenapa bang..! ?” Wak Lokot : “Masa amplop isinya amplop juga, parah nih orang…!” istrinya di Padangsidimpuan. Mendengar itu sontak Sisa emosi. Bagaimana tidak, ternyata selama ini Wawan mengaku lajang. Bahkan dirinya telah menyerahkan kesuciannya. Keduanya pun terlibat pertengkaran. Lalu, dari kejauhan terdengar suara kreta yang akan melintas. “Dia (korban) mengancam akan menjerit sehingga warga mengira saya baru memperkosanya. Apalagi dia belum pakai celana. Panik, lehernya saya cekik,” aku tersangka. Hasil penyelidikan polisi, yayasan itu tak ditemukan akte pendiriannya. Sedangkan wilayah kerjanya dinyatakan fiktif. “Untuk yayasannya sendiri sampai saat ini belum bisa ditunjukan akte pendiriannya. Kita belum bisa memastikannya (ilegal) karena sedang proses mencari. Kalau wilayah kerjanya itu fiktif. Itu tergantung masing-masing kontrak itu bermacam daerah,” kata Dir Reskrimum Poldasu, Kombes Pol Andi Rian, Rabu (14/2). Modus dalam melancarkan aksinya, kata Andi, tersangka membuat kontrak perjanjian pinjam pakai dengan alasan mobil tersebut digunakan untuk proyek pembangunan Yayasan Sumatera Women Foundation yang bergerak dibidang sosial dan kemanusiaan. Setelah mobil ditangan, lalu dijual ke penadah. “Modus mengikat kontrak atas nama yayasan atau NGO atau LSM woman foundation. Ternyata mobil pidah tangan dengan cara jual beli. Modus penipuan ini, kata direktur, sudah berlangsung semenjak tahun 2016,” kata dia. Andi menjelaskan, saat mobil dijual, Nova yang mengaku sebagai Ketua DPW organisasi perempuan di Sumut itu memalsukan STNK mobil. “Kita masih lidik apakah ada keterlibatan oknum dalam kasus ini,” terangnya. Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menangkap empat tersangka dengan peran yang berbeda-beda. “Nova Zein otak pelakunya, Usman Gumanti war- Setelah kreta menjauh, pelaku melepas cekikan di leher korban. Mengira korban pingsan, pelaku pun beranjak pergi meninggalkan korban. Baru berjalan sejauh enam meter, korban ternyata tersadar dan kembali menjerit minta tolong. Tak ingin kejahatannya terbongkar, pelaku mengambil kayu yang ada di lokasi dan langsung dipukul ke bagian belakang kepala korban. Pukulan yang dilakukan sekuat tenaga itu membuat korban langsung terjatuh dan tak bergerak. Selanjutnya pelaku kabur menemui anak istrinya yang tinggal di Padang Matinggi, Kota Padangsidimpuan. Selama di kampung keluarga istrinya, pelaku dihantui perasaan bersalah. Akhirnya ia pun menyerahkan diri ke Polres Tapsel untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dari pemeriksaan, tersangka juga membawa kabur HP milik korban. Akibatnya ia dijerat Pasal 338, 284 sub Pasal 363. (habibi) Modusnya Yayasan Sosial Rupanya Untuk Gelapkan Mobil Bestam, Udo Tohar Divonis Mati PN MEDAN-M24 Ketua Majelis Hakim, Syafril Batubara menjatuhkan hukuman mati kepada Udo Tohar, terpidana seumur hidup penjara lantaran kembali terlibat peredaran narkoba. Dia yang kembali diadili karena mengendalikan sabu seberat 17 Kg dari dalam Lapas Klas IA Tanjung Gusta Medan. “Menghukum terdakwa Udo Tohar dengan hukuman mati,” ujar majelis hakim dalam sidang yang digelar di ruang Cakra VII, Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (14/2) sore. Majelis hakim menilai, perbuatan terdakwa terbukti melanggar Pasal 114 ayat 2 UU RI No 35 tentang narkotika. Adapun yang menjadi pertimbangan hakim menjatuhi hukuman tersebut, karena terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam hal pemberantasan narkotika. “Terdakwa tidak mengakui perbuatannya dan sudah menjadi terpidana seumur hidup. Selain itu tindakan terdakwa berpotensi merusak generasi bangsa,” pungkas majelis hakim. Menanggapi putusan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sindu Utomo yang sebelumnya menuntut terdakwa ga Jln Sunggal berperan sebagai mengantar mobil kepada Hotma Tua Pulungan dan Andika. Khairul Bariah alias Cece warga Jln Paya Bakung Perumahan Puri San Jadi Blok D No 1 Kel Serba Jadi, Kec Sunggal berperan sebagai mengambil uang dan Hotma Tua Pulungan warga Jln Selamat Ujung Medan Amplas berperan sebagai mengambil mobil dari Usman dan Cece,” kata dia. Andi mengaku, dalam perkara ini Dit Reskrimum Poldasu telah menerima 6 laporan polisi dengan jumlah 67 korban. Selain para pelaku, petugas juga menyita barang bukti empat mobil diantaranya satu unit mobil Alphard, Pajero Sport dan dua unit mobil inoova. (ahmad) dengan hukuman mati menyatakan terima. Sedangkan, terdakwa langsung menyatakan banding. Seperti yang diketahui, sesuai dengan dakwaannya jaksa menyebutkan, terdakwa merupakan bagian dari kasus pengiriman sabu seberat 17 Kg yang dilakukan Julianto napi di Lapas Klas IA Tanjunggusta Medan pada tahun 2016 lalu. Udo Tohar merupakan terpidana seumur hidup kasus narkoba seberat 6 Kg. Dia ditangkap oleh BNN pada 2015 silam bersama empat rekannya. (ansah) Warga Sei Limbat Tewas Tergantung di Kusen Dapur BINJAI-M24 Partono (45), warga Dusun III, Desa Sei Limbat, Kec Selesai, Kab Langkat ditemukan tewas tergantung di sebuah rumah di Link IV, Pasar I, Kel Pekan Selesai. Saat ditemukan, korban dalam kondisi leher terjerat tali yang tersangkut pada pintu dapur rumah. Kapolres Binjai, AKBP Donald P Simanjuntak melalui Kapolsek Selesai, AKP Zakaria Lubis, Rabu (14/2), menyatakan korban diperkirakan tewas dua jam sebelum jenazahnya ditemukan. Kematian korban diduga murni akibat bunuh diri. Dugaan itu diperkuat dengan tidak ditemukan tanda luka atau memar, baik yang disebabkan tikaman senjata tajam maupun pukulan dari benda tumpul. “Dari hasil visum luar terhadap jenazah korban, tim medis rumah sakit menyatakan bahwa korban meninggal dunia akibat bunuh diri dan bukan karena dibunuh,” seru mantan Kapolsek Binjai Barat tersebut. Jenazah korban sendiri, kata Zakaria, ditemukan pertama kali oleh keponakannya, Eka Indriani (18), tidak lain anak dari Maria (48), sang pemilik rumah. Saat itu, Eka Indriani sedang menuju dapur terkejut melihat tubuh pamannya sudah ter- BD Sabu Menjerit Pas Ditangkap Polisi PANTAI CERMIN-M24 Jual sabu, BM alias Amin (47) warga Dusun IV, Desa Kotapari, Kec Pantai Cermin, Sergai ditangkap petugas Sat Narkoba Polres Sergai, Selasa (13/2) sekitar pukul 18.00 Wib. Lucunya, ketika hendak dibawa petugas, Amin berteriak-teriak minta tolong sama warga. Mendengar teriakan minta tolong warga lantas berhamburan keluar. Untungnya warga tau yang bersama Amin adalah petugas dari kepolisian. Ceritanya Amin ditangkap lantaran dilaporkan warga. Sama petugas, warga bilang kalau Amin bandar sabu. Info lalu diteruskan dengan membentuk tim. Amin dipancing petugas yang menyamar sebagai pembeli. Hasil kesepakatan, Amin setuju mengantarkan sabu di Jln HT Rizal Nurdin, Desa Cilawan, Pantai Cermin. Sialnya, saat sabu diserahkan, Amin langsung di garuk polisi. Dari Amin, polisi mengamankan 3 paket sabu, timbangan serta puluhan platik klip kosong. Amin mengaku sudah lima bulan menjual sabu, barang haram itu di per- Buah Mangga Antarkan Sam Ke Surga STABAT-M24 Samsuri alias Sam (41) mungkin sudah tenang di alamnya. Selasa (13/ 2) sekitar pukul 10.00 WIB, buah mangga yang ada di belakang rumah mengantarkannya ke surga. Cerita yang didapat, pria yang diduga keterbelakangan mental ini pagi itu sedang memanen buah mangga menggunakan galah (pengait) besi. Keasyikan memanen, warga Jln MT Hariono, Link 1, Kel Sidumulyo, Kec Stabat, Kab Langkat ini tak sadar kalau kabel bertegangan tinggi melintang di pohon mangga itu. “Dia sedang memanen mangga dengan sebuah batang besi, baru beberapa buah yang telah di jatuhkannya saat asik menjolok mangga ada kawat listrik yang telanjang. Galah yang dipegangnya tersangkut hingga mengakibatkan dia kesetrum,” terang salah seorang warga. Akibat sengatan listrik, tangan dan kaki korban hangus terbakar. Seketika itu juga Sam jatuh dan langsung tewas di TKP Warga yang mendengar suara ledakan berhamburan keluar rumah. “Keras kali suaranya dan beberapa warga berteriak minta tolong. Makan- Evaluasi Kebijakan Bawa HP ke Sekolah adalah pelajar sebuah SMAN di wilayah selatan Kabupaten Blitar. Kapolres Blitar, AKBP Slamet Waloya yang dikonfirmasi viralnya video ini di medsos membenarkan hal tersebut. "Benar, video itu dilakukan pelajar SMA di wilayah Kabupaten Blitar. Saat ini kami mengundang pihak sekolah, Dinas Pendidikan Blitar, perwakilan Dinas Pendidikan Jatim, Kemenag, MUI, FKUB, FKDM, NU, dan Muhamadiyah. Pertemuan ini membahas langkah-langkah tindak lanjut kasus video pelajar itu," terang Slamet di Polresta Blitar, Senin (12/2/2018). Hasil koordinasi penanganan kasus beredarnya video porno aksi pelajar SMA di Blitar diserahkan ke pihak sekolah. Ada beberapa pihak yang dilibatkan, diantaranya kepolisian, Kemenag dan MUI. Selain masalah sanksi, pertemuan ini juga merumuskan langkah-langkah lain yang perlu dilakukan untuk menyikapi masalah tersebut. "Ada dua kesimpulan dalam pertemuan tadi. Pertama, sanksi pada pelajar yang terlibat video itu diserahkan ke pihak sekolah sesuai dengan ketentuan yang berlaku di lingkungan dinas pendidikan. Kedua, pembinaan pada pelajar di sekolah tersebut akan melibatkan pihak kepolisian, kemenag, dan MUI," jelas Slamet. gantung kaku pada kusen. Dia pun melapor kepada ibu dan tetangga. Petugas yang tiba di lokasi langsung menurunkan jenazah dan dievakuasi ke RSU Delia, Selesai, guna dilakukan visum. Sebaliknya, barang bukti tali sepanjang empat meter yang sempat terikat pada leher korban, berikut pakaian korban dan sejumlah foto di lokasi kejadian, turut diamankan. “Karena ayah, ibu, dan istri korban menolak dilakukan proses otopsi, maka kita pun menyerahkan jenazah ke keluarganya untuk dimakamkan, dengan menyertakan surat pernyataan,” bebernya. (sopian) oleh dari rekannya juga warga Pantai Cermin, dalam sehari amin belanja tiga paket kecil lalu dijual dan dipakai sendiri. Bapak tiga anak ini mengaku mengkonsumsi sabu supaya badan terasa fit dan berstamina dan sabu tersebut sering dipakai di rumahnya. Kasat Narkoba Polres Sergai, AKP P Bangun mengatakan saat ini tersangka dan barang bukti masih dalam pemeriksaan dan pengembangan “ Sudah kita amankan dan masih dalam pengembangan” ucap Kasat. (darmawan) ya kami berhambur keluar dan korban sudah tergeletak tewas,” ungkap Pak Karli (54) dan Sukarman (60) saksi mata. Bersama warga lain dan pihak kepolisian, korban akhirnya dievakuasi dan disemayamkan ke rumah duka. Kasubag Humas Polres Langkat, AKP Arnold Hasibuan yang dikonfirmasi M24, Rabu (14/2) membenarkan kejadian itu. “Korban katanya selama ini ada cacat mental dan atas kejadian ini murni kecelakaan, kini korban sudah disemayamkan di rumah duka,” ujarnya. (rudi) Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN tempat pelajar itu bersekolah mengatakan bahwa sanksi akan menyesuaikan dengan tata tertib (tatib) di sekolah. "Tapi semua menyarankan sanksi nanti yang sifatnya mendidik, utamanya pada pendidikan karakternya. Realisasinya nanti seperti apa, mungkin seperti menghafalkan surat-surat pendek. Ada juga yang menyarankan dimasukkan pondok. Kami sesuaikan dengan tatib yang ada," jelas kepala sekolah. Dalam pertemuan ini, juga dibahas perlunya evaluasi kembali kebijakan sekolah yang memperkenankan siswanya membawa HP. "Saya baru pin- Diteriaki Begal Setahun Lebih Buron ditangkap petugas kepolisian. Setahun lebih pelaku pembacokan terhadap tetangganya, Ginjang Silitonga (49) ini kabur ke Toba Samosir (Tobasa). Kapolsek Purba, AKP R Turnip menuturkan, penangkapan berdasarkan laporan polisi nomor: LP/ 34/XII/2016/SU/Simal/Sek. Purba tanggal 13 Desember 2016. Disebut, pada 12 Desember 2016 sekitar pukul 20:00 WIB, korban dan anaknya, Hotdianson Sipayung membicarakan pekerjaan ladang mereka di warung kopi milik Mangatas Sipayung, tak jauh dari kediamannya di Nagori Huta Tinggir, Kec Purba, Kab Simalungun. Pada pukul 21:30 WIB, korban Digilas Truk, LABUHAN-M24 Di Jln Pematang Pasir Link 21 Kel Tanjung Mulia, Medan Deli, persisnya di depan sebuah rumah makan ayam penyet, Tarisa Kirana menghembuskan nafas terakhirnya. ABG 13 tahun itu tewas setelah dilindas truk BL 8663 NH yang dikemudikan Said Nasir (60). Kecelakaan itu terjadi, Selasa (13/2) kemarin. Informasi yang diterima, kecelakaan bermula saat kreta BK 4558 AHJ yang dikendarai Tarisa Kirana berboncengan dengan Dicky Setiawan (22) hendak mendahuli truk dari samping kiri. Beraksi Bagai Ninja Desa Sampali, Kec Percut Sei Tuan dan Miswandi (32), warga Sampali, Kec Percut Sei Tuan mendatangi Polsek Percut Sei Tuan, Rabu (14/2). Keduanya mengaku dianiaya. Peristiwa itu terjadi saat keduanya bertugas menjaga gudang ekspedisi di Jln Garuda No.25, Kel Kenangan Baru, Kel Percut Sei Tuan. Sekitar pukul 05:00 WIB, mereka melihat kelebatan bayangan memanjat tembok gudang sembari membawa parang, layaknya ninja. Seketika keduanya meneriaki pelaku. Bukannya ketakutan, para pelaku malah mendatangi dan menganiaya kedua korban. Yudi bahkan mengalami luka bacok di Warga Tembung Heboh Dirental Rp450 Ribu dah dari SMA lain. Kalau di sekolah saya yang dulu memang pelajar dilarang membawa HP. Nanti di SMA ini kami perlu evaluasi kembali, apakah memang perlu diubah kebijakannya," tandas kepala sekolah. Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim MEDAN AREA - M24 Amuk massa terjadi di Jln Amaliun, Kel Komat II, Kec Medan Area. Dua penagih utang (debt collector) babak belur setelah diteriaki begal. Peristiwa itu berawal saat Kiki Rifai Yoga (36) sedang melintas di Jln Amaliun dengan mengendarai Toyota Avanza warna putih B 2934 TRS, Selasa (13/2). Tiba-tiba warga Jln Area Selatan Gg Ganefo, Kec Medan Area ini dihadang dua debt collector. Keduanya adalah Lewindo Panjaitan (22), warga Jln Amplas Gg Rawa dan Toni Hutauruk (50), warga Jln Rupat Gg Buntu, Kec Medan Timur. Korban pun diminta turun dari mobil. Namun korban bertahan di atas mobilnya. Kedua pelaku lalu menarik kerah baju korban. Terancam, korban berteriak, “Tolong...tolong...ada begal”. Warga yang mendengar langsung mengepung dan memukuli kedua pelaku hingga babak belur. Beruntung petugas dari Polsek Medan Area melintas di lokasi dan mengamankan kedua pelaku ke komando. Kepada petugas, kedua pelaku menyebut korban sudah menunggak kredit mobil hingga lima bulan. Keduanya pun ditugaskan oleh perusahaan untuk menarik paksa mobil tersebut. “Dari debt collector itu kita sita barang bukti berupa mobil milik nasabah, kreta serta satu bilah besi pipa setengah meter yang digunakan pelaku. Kasus ini lagi dilidik dan kedua penagih utang sudah ditahan,” tutur Kanit Reskrim Polsek Medan Area, Iptu Rudi Silalahi SH pada M24, Rabu (14/2). (wandi) dan anaknya hendak pulang. Tibatiba Radame Simarmata datang sembari membawa sebilah parang. Tanpa basa-basi langsung membacok leher sebelah kiri korban sambil mengomel. Akibatnya leher korban luka robek. Korban pun menanyakan alasan pelaku, namun hendak kembali cibacok. Tak pelak korban melarikan diri ke rumahnya. Oleh istri, korban dilarikan ke Klinik Permata Saribudolok dan melaporkan peristiwa itu ke Polsek Purba. “Selama ini pelaku melarikan diri keluar kota, di Tobasa. Pelaku baru Seminggu pulang kampung karena mau menghadiri acara pesta keluarganya,” ucap R Turnip. (adi) Dari arah berlawanan datang kreta yang tidak diketahui platnya berusaha mengerem mendadak. Tarisa gugup, kretanya oleng lalu terjatuh ke sebelah kanan tepat di bawah kolong truck. “Korban mengalami luka-luka berat sempat dilarikan ke RS Mitra Medika, namun nyawanya tak tertolong hingga meninggal dunia. Sementara penumpangnya menjalani perawatan insentif,” kata Kanit Lantas Polsek Labuhan, AKP AW Nasution. Pihak Polsek juga sudah melakukan olah TKP untuk mengetahui kronologis kecelakaan tersebut. Termasuk mengamankan sopir truk. (faqih) bagian belakang kepala yang dilakukan oleh Nano. Mukanya pun lebam dihajar pelaku lainnya. “Tak hanya itu, HP dan dompet berisikan uang tunai Rp200 ribu juga diambil mereka,” katanya kepada petugas. Sedangkan korban Miswandi dipukul pelaku Boy dengan kayu hingga kaki kanan bengkak hingga ke atas lutut. Sementara ibu jari telunjuk tangan sebelah kiri bengkak. “Pelaku lainnya memukul dan mengambil dompet berisikan KTP dan STNK,” ungkapnya. Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Pardamean Hutahaean SIK membenarkan adanya laporan korban. “Saat ini kita sedang periksa para saksi,” ucapnya singkat. (irwan) PERCUT-M24 Warga Letda Sudjono Link VIII, Kel Bandar Selamat, Kec Medan Tembung, Rabu (14/2) sekira pukul 15.15 Wib mendadak heboh. Mereka berbondong-bondong turun ke jalan untuk melihat tumpukan ban bekas dari perusahaan ekspedisi pengangkutan yang terbakar. Noval, salah seorang pelajar yang kebetulan melintas mengatakan api dan gumpalan asap hitam tampak terlihat dari perusahan ekspedisi pengangkutan Lamno Jaya Jln Letda Sudjono. “Tebal kali asapnya, kebakaran juga buat macet jalan,” katanya. Pemadam yang turun sempat kesulitan menjinakkan api lantaran banyaknya bahan atau material yang mudah terbakar di dalam gudang tersebut. Satu jam lamanya, 12 unit Damkar berhasil menjinakkan api. “Dan saat kebakaran dalam keadaan tertutup karena libur dalam suasana imlek dan untuk saja segera pemadam datang, soalnya nyaris truk yang terpakir di dalam gudang tersebut kenak api,” kata salah seorang warga kepada M24. Informasi yang diterima, api berasal rembetan bakaran sampah. “Saat ini sedang kita selidiki penyebabnya dan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini,” kata Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Pardamean Hutahaean, SIK. (irwan) DELITUA-M24 Y Lubis (52) menjadi korban komplotan penggelapan mobil rental. Warga Jln Karya Kasih, Link VII, Kel Gedung Johor, Kec Medan Johor ini pun membuat laporan ke Polsek Delitua, Rabu (14/2). Ceritanya, 29 Januari 2017, korban didatangi Iwan (46), tetangganya untuk merental mobil Kijang Innova warna hitam BK 811 QS yang baru tiga bulan dikredit. Karena masih ada hubungan keluarga, korban pun mengizinkan mobilnya dirental. “Kami sepakat mobil saya dirental selama tiga hari sampai 1 Februari dengan sewa Rp450 ribu perhari,” ungkap korban kepada M24. Sejak mobil dibawa pelaku, korban terus mengontrol mobil melalui GPS. Hari kedua, mobil dan pelaku masih terlacak. Namun di hari ketiga, mobil tak lagi terdeteksi GPS. HP Iwan yang dihubungi pun tak aktif lagi. “Berbagai usaha telah dilakukan namun tetap juga tidak ada hasilnya. Istri pelaku juga tidak tau dimana keberadaan suaminya,” tambah korban. Hingga 13 hari ditunggu, pelaku tidak kunjung datang. Akhirnya korban melaporkan peristiwa itu ke polisi. Akibat peristiwa itu, korban mengalami kerugian sebesar Rp320 juta. Kapolsek Delitua, Kompol Arifin Marpaung yang dikonfirmasi melalui Kanit Reskrim, Iptu Parstyo Triwibowo mengaku sudah menerima laporan korban. “Benar, korban sudah membuat laporan dan kita sudah cek TKP,” ucap Parstyo. (mehuli) Wilayah Kab Kota Blitar, Suhartono menyatakan, kebijakan penggunaan HP akam dikaji kembali. "Kami perlu kaji kembali larangan penggunaan HP di SMA. Karena beberapa mata pelajaran masih membutuhkan HP sebagai sarana penunjang," pungkasnya. (net)

12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 “ Ayo download di Google Play dan miliki aplikasi ‘Polisi Kita’ di HP Androidmu. Bantu polisi melaporkan tindak kejahatan di sekitar kita maupun di jalanan demi keamanan Kota Medan tercinta ” KAPOLRESTABES MEDAN WAKA POLRESTABES MEDAN NO.KONTAK SATGAS ANTI BEGAL POLRESTABES MEDAN AIPTU PONGKI (081370630708), BRIPKA JEFRI HUTABARAT (085297101996), BRIPKA JENLI DAMANIK (08126418179), BRIPKA HARRY TEGUH (085262781545), BRIPKA EBEN EZER (081360885925), BRIPKA ALI HENDRA (085297025258), BRIGADIR M FAHRI (08126472829), BRIGADIR MH BAKTI (081396464646), BRIGADIR SADAT ROMULO (081360835406), BRIGADIR FRANSEDA (082274036717), BRIGADIR FREDI (081362722986) BRIPTU ADE PUTRA (081360909148). SILAHKAN DIHUBUNGI JIKA TERJADI AKSI KEJAHATAN SEPERTI BEGAL DAN PERAMPOKAN iklan MEDAN-M24 Apel kesiapan pengamanan Pilgub Sumut dan Pilkada Bupati Deliserdang digelar di Lapangan Benteng Medan, Rabu (14/2). Pelaksanaan apel ini dipimpin oleh Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto. “ Apel kesiapan ini merupakan rangkaian kegiatan Operasi Mantap Praja Deli, khusus pengamanan Pilgub Sumut dan Pilkada Bupati Deliberdang. Setiap tahapan Pilkada, kita kawal dan amankan, agar situasi kondusif di kota Medan dan sekitarnya tetap terjaga," ujar Dadang. Ia menegaskan, Polrestabes Medan akan bersinergi dengan TNI, Pemko Medan dan KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN DAIRI PENGUMUMAN Nomor : 238/PL.03.3-Pu/1211/KPU-Kab/II/2018 Partai Pengusul: 1.Partai Golongan Karya : 11 Kursi 2.Partai Amanat Nasional : 4 Kursi Jumlah Kursi : 15 (lima belas) Kursi Partai Pengusul: Jumlah Kursi : 19 (Sembilan Belas) Kursi Demikian diumumkan untuk diketahui. Pemkab Deliserdang serta instansi terkait, untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat mensukseskan pelaksanaan Pilkada serentak 2018. Hadir dalam kesempatan itu Walikota Medan Dzulmi Eldin, Dandim 0201/BS Kol Inf Bambang Herqutanto, Bupati Deliserdang Azhari Tambunan, tokoh masyarakat dan para Kapolsek sejajaran Polrestabes Medan. Peserta apel terdiri dari TNI, Polri, Sat Pol PP, Dishub, Damkar dan Dinas Kesehatan. (ardi) Dikeluarkan di : Sidikalang Pada Tanggal : 13 Februari 2018 KETUA KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN DAIRI H. SUDIARMAN MANIK Kapolrestabes Medan saat memeriksa barisan. DILAPOR LEWAT APLIKASI POLISI KITA 2 Tukang Parkir Maksa Minta Duit MEDAN AREA-M24 Dilapor lewat aplikasi Polisi Kita, dua tukang parkir ini kemudian diringkus oleh personel Polsek Medan Area. Dalam laporan tersebut, keduanya disebut sering memaksa minta uang masyarakat. Kanit Reskrim Polsek Medan Area Iptu Rudianto Silalahi mengatakan, kedua pemuda yang diamankan, Rabu (14/2) itu adalah Romi (34) warga Perumnas Mandala dan Irfan Lendi (31) warga Jln Menteng Raya. Mereka terjaring operasi premanisme di Jln Sutrisno dan Jln Menteng Raya. “Mereka ini dilaporkan warga melalui aplikasi polisi Road to Polsek MEDAN-M24 Menjelang perayaan Imlek, enam vihara di seputaran Medan jadi atensi. Vihara-vihara ini nantinya akan mendapat pengawalan ketat dari petugas Polrestabes Medan. MENJELANG PERAYAAN IMLEK # CARA MENDOWNLOAD APLIKASI POLISI KITA 1. Pilih 'Playstore' 2. Ketik 'Polda Sumut' 3. Pilih ' Polisi Kita Sumatera Utara' 4. Pilih 'Pasang' 5. Pilih 'Terima' 6. Proses Instalasi 7. Setelah Instalasi Selesai Pilih 'Buka' # CARA MENJALANKAN APLIKASI POLISI KITA 1. Pilih 'Daftar Akun' 2. Isi Semua Kolom Untuk Melengkapi Data Diri 3. Ketik Username & Password : (Sesuai yg Dibuat) Lalu Pilih 'Masuk' #FITUR : * Berita dan Agenda : Kegiatan Polda Sumut dan Polres Jajaran * Pengaduan : Laporan Pengaduan Masyarakat Terkait Gangguan Kamtibmas Untuk Ditindaklanjuti Polisi, Tokoh Masyarakat, Pemprov,DPRD,Damkar, BNPT yg Dilengkapi Fitur Pendukung Foto Atau Video. * Informasi : Himbauan Polda Sumut Terkait Pesan-pesan Kamtibmas * Saber Pungli : Pengaduan Terkait Laporan Saber Pungli * Call Center : Masyarakat Dapat Menghubungi Langsung Polres Yang Dituju Sesuai Pilihan Nomor Telepon. * City Guide : Mapping Dan Informasi Lokasi Kantor Kepolisian Terdekat Serta Fasilitas Umum Seperti Rumah Sakit, SPBU, Tempat Wisata, Dll) # RESPON CEPAT Tombol Fitur Penyampai Informasi Yang Butuh Penanganan Secara Cepat Atas Tindak Kriminalitas Jalanan Seperti, Begal,Curas,Perampokan, Pencurian, Penculikan, Pemerkosaan, Penganiayaan, Pembunuhan, Pengrusakan, Perampasan dan Laka Lantas. KAPOLRESTABES MEDAN KOMBES POL DADANG HARTANTO “” Apel kesiapan ini merupakan rangkaian kegiatan Operasi Mantap Praja Deli, khusus pengamanan Pilgub Sumut dan Pilkada Bupati Deliberdang. Setiap tahapan Pilkada, kita kawal dan amankan, agar situasi kondusif di kota Medan dan sekitarnya tetap terjaga. Jadi Atensi, 6 Vihara di Medan Bakal Dapat Pengawalan Ketat Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto mengatakan keenam vihara itu adalah Vihara Gunung Timur Jln Hang Tuah, Vihara Borobudur Jln Imam Bonjol, Vihara Maitreya Komplek Cemara Asri Jln Cemara, Vihara Setia Budi Jln Irian Barat, Vihara Maitrei Jln Gandi dan Vihara Setia Budi Jln Irian. "Contohnya di Vihara Borobudur kita akan turunkan 2 pleton," ujar Dadang, Rabu (14/2) sore. Disebutkan Dadang lagi, pihaknya juga sudah mempersiapkan pendeteksian kerawanan. Di antaranya kemacetan, kekerasan bahkan Kedua pemuda yang diamankan kita, karena minta uang parkir secara paksa. Maka petugas terjun ke TKP, mengamankan dan menyita uang Rp18 ribu dari keduanya,” sebutnya. Menurut Rudianto, razia dilakukan berdasarkan surat perintah Kapolrestabes Medan No: Sprint/208/II/ 2016 tertanggal 10 Pebruari mungkin tindakan kejahatan lain dan tentunya sudah diantisipasi. "Personel yang dilibatkan sebanyak 417 kekuatan. Vihara yang ada di Medan sekitar 150-an. Di tanggal 15 nanti, mereka yang merayakan sudah ada kegiatan. Lalu di tanggal 16 mereka merayakan di rumah masingmasing," ungkap Dadang. Saat disinggung soal pungutan liar, Dadang mengatakan pihaknya sudah meminimalisasi dan mencegah hal-hal tersebut. Pemko juga digandeng soal pungutan liar, begitu juga dengan ancaman. "Jika terjadi, tentu segera kita 2016 dan surat perintah Kapolsek Medan Area No: Sprint/952/XII/2016 tertanggal 1 Desember 2016. “Kedua pemuda ini masih menjalani pemeriksaan. Mereka kita data dan dibina. Pihak keluarganya dipanggil untuk membuat surat pernyataan di atas materai Kapolrestabes Medan agar mereka tidak mengulangi perbuatannya,” bilang Rudianto. Setelah membuat surat pernyataan, kedua dipulangkan. Namun, kata Rudianto, jika mereka mengulangi perbuatannya, pihak kepolisian akan memenjarakan mereka. “Meski begitu, Ops Premanisme dilakukan secara rutinitas. Personil yang melaksanakan kegiatan ini dipimpin Iptu K Butar-Butar, Ipda Resfindra, Aiptu DH Sianipar dan Brigadir GH Panggabean,” beber Rudianto. Sementara rute patroli, sebut Rudianto, dilakukan di kawasan Jln Asia, Jln Sutrisno, Jln AR Hakim, Jln Wahidin, Jln Denai, Jln Menteng VII, Jln Thamrin dan Jln HM Joni. (wandi) proses pidananya. Aplikasi Polisi Kita mungkin bisa digunakan jika pungutan liar dan ancaman terjadi. Sterilisasi di viharaviahara tentu kita lakukan. Kita doakan perayaan Imlek nanti aman, lancar dan terkendali," tutup Dadang. (ardi)