Views
6 months ago

6 Maret 2018

2 SELASA, 6 MARET

2 SELASA, 6 MARET 2018 SAMBUNGAN .............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................. Rampok Berjaket Go-Jek Dipukuli Sampai Mati Mau Jadi TKI TANJUNGBALAI-M24 Karena sering ribut dengan suami membuat perempuan satu ini berniat menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Malaysia. Niat ini kian kuat karena sudah tak kuat mengurus anaknya RS 6 bulan. Untuk modal berangkat ke negeri jiran tersebut, ia menjual anaknya Rp2,8 juta. Kapolres Tanjungbalai AKBP Tri Setyadi Artono melalui Wakapolres Kompol Taryono Raharja didampingi Kasat Reskrim AKP Burju Martahan Habonaran Siahaan dan sejumlah pejabat Polres Tanjungbalai, Senin (5/3) menjelaskan kasus ini terungkap setelah adanya laporan dari Panggong Hasibuan (42) warga Jln Mahoni, Kel Sijambi, Kec Datuk Bandar. Laporan itu tertuang dalam nomor LP.62/III/2018/SU/RES TG.BALAI tanggal 3 Maret 2018. Dari laporan itulah, pihaknya mengamankan N (36) di rumahnya warga Jln Durian, Gg Tapsel, Kel Sirantau, Kec Datuk Bandar. N merupakan istri dari Panggong. "Pasutri itu cekcok. Lalu pada Februari, pelaku tega memberikan anaknya kepada orang lain tanpa sepengetahuan suaminya," beber Taryono. Kasus ini terungkap saat Panggong hendak melihat anaknya RS. Sampai di rumah N, ia tidak menemukan anak hasil perkawinan sirinya tersebut.Dari penyelidikan pihak Sat Reskrim, katanya, N awalnya minta tolong kepada temannya berinisial NH untuk mengasuh RS. Ia beralasan tidak sanggup membiayai anaknya dan akan merantau ke Malaysia. Atas suruhan N, tambahnya, NH menghubungi B yang sekarang masuk daftar pencarian orang (DPO) dan RWB. "Kemudian RWB menghubungi temannya dan membawa anak tersebut ke rumah DBB di Sei Kepayang," bebernya. Masih kata Taryono, karena tidak ada respon dari DBB, akhirnya RWB membawa RS ke kenalan lainnya berinisial LS. Lalu LS yang memiliki menantu belum dikaruniai momongan, mengambil RS dan memberikan uang sebesar Rp2,8 juta kepada RWB. Sejauh ini, pihaknya masih memeriksa NH, RWB, DBB dan LS. "Kita masih melakukan penyidikan yang intensif serta masih menahan satu orang tersangka yaitu N. Dia dikenakan Pasal 83 jo 76F dari UU No. 35/2014 tentang perubahan atas UU No. 23/2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara," jelasnya. (ambon) Lari ke Hutan SIDIMPUAN-M24 Sepak terjang pria diduga bandar narkoba akhirnya terhenti di tangan polisi. OD (45), warga Desa Salambue, Purbatua, Kec Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan, bahkan terpaksa ditembak karena melawan dan coba kabur saat akan ditangkap. Tim Satnarkoba Polres Padangsidimpuan meringkus dua dari tiga pria diduga gembong narkoba Kota Salak. Selain menembak seorang tersangka karena melawan, polisi juga meringkus rekan tersangka berinisial EP (38), juga warga Desa Salambue, Purbatua. Sementara satu tersangka lagi yakni AG, berhasil lolos dan melarikan diri ke hutan. Informasi dihimpun M24, aksi penenangkapan bermula saat sejumlah petugas Satnarkoba Padangsidimpuan sedang melakukan undercover buy (menyaru sebagai pembeli) narkoba jenis sabu-sabu dengan para tersangka. Usai transaksi, petugas pun membuka penyamaran dan. "Barang bukti sudah di tangan, anggota kemudian menangkap para tersangka," kata Kasat Narkoba Polresta Padangsidimpuan, CJ Panjaitan ketika dihubungi M24, Senin sore. Saat penangkapan berlangsung, OD langsung lari mengarah ke hutan. Namun ia keburu terkepung oleh sejumlah polisi. Begtiupun OD masih juga nekat melakukan perlawanan. "Terpaksa dilakukan tindakan terukur, karena dia mencoba lari dan melawan petugas yang menangkapnya," terang Panjaiatan. "Saat ini untuk barang bukti masih kami kumpulkan, karena diduga ada yang dibuang tersangka pada saat akan ditangkap," tambahnya. OD disebut baru selesai menjalani hukuman dengan kasus yang sama. "Kurang lebih baru 4 bulan dia bebas dari lembaga pemasyarakatan," ungkapnya. (sabar) MENGECAT GARIS WAK Lokot lagi tinggi dan malam itu ia masuk ke sebuah lapo tuak serta memesan minuman. Dia meminum tuaknya itu dan mengintip ke dalam saku kemejanya. Selang beberapa menit kemudian ia memesan tuak lagi, meneguknya dan mengintip ke dalam sakunya. Dia memesan yang ketiga kalinya dan melakukan hal yang sama. Setelah minum tiga teko, ia meminta tagihan kepada pelayan, membayar dan mulai berjalan keluar. Dengan agak penasaran, pelayan lapo tuak itu bertanya kepadanya, "Maaf bang, tadi saya melihat bahwa setiap kali Anda minum, Anda terus mengintip ke dalam saku Anda. Saya bertanya-tanya apa yang ada di saku Anda….?" tanya Mak Bedah. Orang itu berkata dengan lesu, "Yahh…., aku punya foto istri ku di saku ini. Saya terus minum sampai dia mulai terlihat cantik.." “Lalu….!?” Tanya Mak Bedah penasaran. “Ketika dia sudah mulai terlihat cantik. Aku sudahi minum dan segera pulang dan akan bercinta dengannya…!”jawab Wak Lokot menerangkan. “Sampai sebegitunya…!?” tanya Mak Bedah lagi. “Yaaa…. Tanya nanti sama suami kamu setelah kalian menikah 10 tahun…!?” kata Wak Lokot lagi. Malamnya setelah lapo tuak tutup Mak Bedah bertanya pada suaminya… “Bang sudah berapa lama kita menikah pernah nyimpan poto awak gak…?” tanya Mak Bedah. “Ada apa Bedah koq serius banget, kita sudah 3 tahun menikah dan poto kamu ada di dompetku, emang ada apa…!?” tanya suami Mak Bedah. PERCUT-M24 Amuk warga meledak di Jln H Muhammad Harun (Sudirman), Dusun 1, Desa Percut, Kec Percut Sei Tuan, Senin (5/3) pagi. Akibatnya, dua dari tiga perampok tewas di tempat dengan kondisi berlumuran darah. Informasi dihimpun dari lokasi, sekitar pukul 05:00 WIB, Dedi (31), warga sekitar tengah lari pagi (joging) di samping Kilang Padi Fajar Tani, tempatnya bekerja di bagian bongkar muat. Saat itu, ia melihat tiga laki-laki dengan mengendarai dua unit kreta (sepedamotor), nongkrong di depan salah satu warung sebelum kilang. Para pelaku lalu mengendarai kreta menuju Bagan Percut kemudian kembali hingga tiga kali sebelum singgah ke salah satu kios berjarak 100 meter dari kilang padi. "Akhirnya mereka berhenti di warung kopi sebelah Indomart. Semakin dekat lagi ke kilang," ucap Dedi kepada M24. Meski curiga, Dedi melanjutkan jogingnya. Tak lama, ia melihat pemilik kilang padi, Sugianto alias Akiaw (60), warga Perumahan Cemara tiba. Setelah turun dari mobil, ayah tiga anak itu masuk ke ruang kerjanya yang terletak di sudut kanan kilang. Ternyata, ketiga pria yang mencurigakan tadi memang menunggu kedatangan Akiaw. Pasalnya, mereka langsung mengikuti pria keturunan Tionghoa itu ke ruangan kerjanya. Dedi pun sempat melihat pelaku yang berbadan besar mendorong pintu. Dari kejauhan, ia juga melihat pelaku lainnya seperti menendang seseorang di dalam ruangan tersebut. Namun, satu pelaku lainnya tak diketahui keberadaannya. Penasaran, Dedi masuk ke dalam pagar menuju ruangan yang pintunya tertutup. Begitu mendekat, ia mendengar suara menjerit minta tolong. Kemudian pintu ruangan terbuka dan dua pelaku keluar membawa bungkusan plastik berisi uang menuju kreta Honda Vario warna hitam BK 4601 AHL di parkiran kilang. Yakin bosnya telah dirampok, Dedi langsung menangkap pelaku yang berbadan besar serta berkulit hitam. Saat itu, pelaku sempat mengancam dirinya. "Jangan ikut campur kau, biarkan aja si anj*** ini (korban)," kata Dedi menirukan ucapan pelaku. Tak peduli dengan ancaman yang dilontarkan, Dedi langsung memeluk pelaku yang hendak menaiki kreta. Melihat itu, pelaku lainnya sudah standby di atas kreta langsung tancap gas. Akibatnya, pelaku yang dipeluk oleh Dedi terjatuh. Begitu juga pelaku yang membawa kreta menghantam tembok. Meskipun mencoba kembali menaiki kreta, pelaku tetap terjatuh di depan kilang, tepatnya depan gerai Indomart. Mendengar adanya keributan, warga sekitar berdatangan ke lokasi kilang dan menghadang kedua pelaku. Terkepung warga, kedua pelaku melarikan diri ke dalam kilang. Akhirn- ya keduanya tertangkap dan menjadi bulan-bulanan warga. Tak tahan menerima tendangan dan pukulan bertubitubi dari warga, kedua pelaku lantas menghembuskan nafas terakhirnya. Sementara itu, sebagian warga memeriksa ke dalam ruangan dan menemukan korban terluka dianiaya kedua pelaku. Korban lalu dibawa ke Rumah Sakit Siloam, Kec Medan Baru untuk mendapat perawatan medis. Belakangan diketahui jika korban telah tiga kali menjadi korban perampokan. "Namun tidak saat di kilang padi ini. Dua sebelumnya saat korban menuju kilang. Bas mobilnya bocor setelah mengisi minyak di SPBU Seintin ini. Jadi, ini ketiga kalinya korban dirampok," tutur warga yang enggan menyebut namanya. Peristiwa itu pun menjadi perhatian pengendara yang melintas. Salah seorang pengendara ojol yang meminta namanya tak disebut membenarkan jika jaket yang dikenakan salah seorang pelaku, sebagai milik Go-Jek. Namun ia tak menjamin jika pelaku merupakan Wanita Paruh Baya Ditemukan Penuh Luka Terseret Arus Sungai Ancol TEBINGTINGGI-M24 Tim SAR dari Sat Sabhara Polres Tebingtinggi akhirnya menemukan Mhd Ikhsan Ramadan (15), warga Jln Meranti Gg Mangku, Link II, Kel Bagelen, Kec Padang Hilir, Kota Tebingtinggi dalam keadaan tak bernyawa, Senin (5/3). Kasat Sabhara Polres Tebingtinggi, AKP Adji Makno yang ditemui di tempat kejadian perkara (TKP) menuturkan, begitu mendapat informasi adanya abang beradik yang tenggelam, Minggu (4/3), pihaknya langsung menurunkan satu regu untuk pencarian ke Sungai Ancol di Desa Buluh Duri, Kec Sipispis, Kab Sergai. Sekitar pukul 17:02 WIB, tim berhasil menemukan sang abang, Mhd Asri Munawaroh tersangkut di bebatuan sungai dalam keadaaan sudah tidak SIANTAR-M24 Wanita paruh baya ditemukan dengan kondisi tubuh penuh luka, Senin (5/3). Pihak kepolisian masih mencari tahu identitas wanita yang mengenakan jilbab ini. Perempuan tersebut kini dirawat di RSUD Djasamen Saragih. Lokasi penemuan berada di tepi sungai jembatan Simalungun Kampung Lumban Binanga di Jln Parapat, Kel Marimbun, Kec Siantar Marimbun, Siantar. Temuan tersebut diketahui pertama kali oleh warga sekitar yang melintas di areal lokasi tersebut. Pada saat ditemukan wajah dan mata berdarahdarah. Ia mengenakan baju, jilbab warna hitam dan sarung berwarna biru. Warga menghubungi petugas kepolisian. Kapolsek Siantar Marihat AKP Rudi Lapian menjelaskan sampai saat ini kondisinya wanita tersebut masih belum sadarkan diri. Petugas kepolisian juga belum mendapatkan identitas wanita itu. bernyawa. Berhubungan kondisi cuaca, pencarian sempat dihentikan. Senin (5/3), pencarian dilanjutkan dengan menyusuri sungai berarus deras tersebut. Sekitar pukul 09:00 WIB, Mhd Ikhsan pun ditemukan sudah meninggal dunia. “Awalnya kedua korban dengan teman–temannya berenang di Sungai Taren, Desa Buluh Duri. Korban Mhd Asri Munawaroh menyeberangi sungai, tiba–tiba tenggelam. Korban Mhd Ikhsan Ramadan hendak menolong namun malah terbawa arus dan tenggelam. Temannya Azis Hidayat hendak menolong keduanya tapi tak sanggup. Kedua korban sudah tidak terlihat lagi,” beber Adji Makno terkait kronologi hanyutnya korban pada M24. Ternyata, sebelum ditemukan tewas, kedua korban yang merupakan ang- anggota Go-Jek. "Biasanya pengemudi gojek yang sudah berhenti dan dipecat menjual jaket dan helmnya kepada orang lain seharga Rp150 ribu. Karena helm dan jaket itu dicicil Rp5 ribu perhari selama 40 hari," ungkapnya. Tak lama, sejumlah personel dari Percut Sei Tuan tiba di lokasi. Setelah meminta keterangan sejumlah warga, petugas mengamankan kreta korban sebagai barang bukti ke markas komando (Mako). Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Hartono yang dikonfirmasi mengatakan sudah mendapat identitas kedua pelaku yang tewas. "Dari keterangan sejumlah warga, saat masih bernafas, pelaku yang berbadan besar dan berkulit gelap mengaku bernama Hendra, warga Jalan Menteng, Kecamatan Medan Denai. Pelaku lainnya berinisial RS, warga Tirtosari, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung. Tidak ada barang berharga korban yang hilang," tegas Hartono. (irwan) “Kita belum mendapatkan indentitas wanita tersebut, karena belum sadarkan diri,” terang Rudi Alpian. Menurut Rudi, saat hendak dievakuasi, tubuh wanita tersebut masih dalam kedaan bergerak. Diduga wanita tua itu terpeleset saat berada di pinggiran sungai. “Tapi kita tidak tau apa tujuan dia ke bawah jembatan sungai itu. Bagi masyarakat yang merasa ada kehilangan anggota keluarga segera datang ke Polsek Siantar Marihat,” tandas Rudi. (adi) gota Remaja Masjid Nurul Huda Jln Meranti, Kel Bagelen ini sempat singgah ke rumah temannya, Enda. Tujuannya meminjam uang Rp10 ribu untuk mengisi bahan bakar kreta. Bahkan Arsi yang duduk di Kelas XII SMKN 2 Kota Tebingtinggi itu memberikan HP kepada Enda. “Habis itu mau dikasihnya saya handphone, tapi saya tolak. Dia bilang ambil saja untukmu handpone ini, tapi saya tetap tak mau,” kenang Enda. Selanjutnya kedua korban dan empat temannya berlalu dengan mengendarai 3 kreta. Saat itu, korban Arsi melambaikan tangannya kepada Enda. “Tak seperti biasanya dia Om, kalau dia mau pergi dia dada..dada sama saya seperti tadi sore. Rupanya itu lambaian tangannya yang terakhir,” pungkasnya. (agus) Satu Pelaku Didor, Perampok Dibekuk Seusai Mesum SUNGGAL-M24 Untuk memuluskan aksi perampokan, Bambang Sewindu (35) mengumpankan kekasihnya Dian Wardani (21) untuk menjerat korban. Pasangan ini kemudian dibekuk di dalam hotel. Kapolsek Sunggal Kompol Wira Prayatna, Senin (5/3) siang menuturkan selain menciduk pasangan kekasih ini, pihaknya turut membekuk Jurman (37), rekan keduanya. Mereka diringkus terkait laporan Sheanvier (21) bernomor LP/328/K/III/2018/SPKT SEK SUNGGAL tanggal 24 Februari 2018. Sheanvier mengaku menjadi korban ketiganya dan kehilangan kreta Honda Supra X 125 BK 3595 ACT yang biasa digunakannya untuk menarik ojek. Pria yang tinggal di Dusun X Pasar Kecil, Desa Sei Semayang, didatangi Dian dan meminta diantarkan ke Jln Binjai KM 13,8 tepatnya Hotel Surya Indah (SI). Dalam perjalanan, tiba-tiba Dian meminta berputar arah ke Jln Sei Mencirim. Sheanvier menuruti permintaan Dian. Tepatnya di Jln Telaga Sari, Desa Telaga Sari, dua pria yang merupakan Bambang dan Jurman memanggil Dina. Sheanvier menuruti perintah Dina untuk berhenti dan menghampiri kedua pria tersebut. Bambang menuduh Sheanvier merupakan pacar Dina. Sheanvier menyangkal. Tapi jawaban itu membuat tangan Bambang melayang ke wajahnya. Selain itu, Bambang meminta kunci kretanya. Karena ketakutan, Sheanvier pasrah kereta kesayangannya dibawa kabur ketiga pelaku. Hasilnya, Sabtu (3/3) petugas mengamankan ketiganya dari tempat yang berbeda. “Tersangka Bambang ketika akan kita lakukan pengembangan tidak kooperatif. Akhirnya kita beri tindakan tegas terukur,” tegas mantan Kapolsek Delitua itu. Wira melanjutkan, Bambang dan Dina diamankan petugas di Hotel Milala. Keduanya baru usai bermesum. Duda dan janda ini tak berkutik atas kedatangan petugas. “Keduanya kita amankan di Hotel Milala saat baru selesai mesum,” jelas Wira. Dari hasil pengembangan, kata Wira, pihaknya membekuk Jurman di Jln Binjai KM 19, Kec Binjai Timur. Dari tangan ketiganya, petugas mengamankan barang bukti kreta korban, satu kunci leter T dan sebilah parang yang digunakan para pelaku setiap menjalankan aksinya. “Menurut pengakuan tersangka, mereka sudah dua kali melakukan aksi serupa dengan modus yang sama,” terang Wira. “Kita akan koordinasi dengan Polsek-Polsek lain dan Polrestabes Medan. Sebab modus seperti ini sudah banyak terjadi,” tuturnya. (tiopan) Pria Pengangguran Tewas Telentang di Rumah Kosong PANTAI LABU-M24 Hampir 10 tahun tak berpenghuni, rumah kosong di Dusun I, Desa Pematang Biara, mendadak bikin geger warga di sana, Senin (5/2). Sebab di rumah ini ditemukan jasad seorang pria dengan posisi telentang. Korban diketahui bernama Alfin Sahrin. Saat ditemukan posisinya telentang di lantai dekat dapur rumah tersebut. Informasi dihimpun, jasad korban pertama kali dilihat oleh Solihin (28), warga sekitar. Solihin ketika itu ikut membantu abangnya peletakan batu pertama pembangunan rumah yang bersebelahan dengan lokasi korban ditemukan. Solihin, ayah satu anak itu penasaran melihat rumah kosong yang hampir 10 tahun tak dihuni itu. Apalagi belakangan diketahui jika rumah kosong itu sering dimasuki orang tak dikenal. Solihin melihat lewat jendela kanan rumah itu. Ketika itu Solihin kaget melihat korban yang tak memakai baju tewas telentang. Temuan itu lantas diberitahukan Solihin kepada warga sekitar. Kebetulan warga tengah berkumpul di lokasi sekitar tanah yang akan dibangun rumah. Dalam hitungan detik warga sekitar sudah ramai di sekitar rumah kosong yang hanya berjarak satu rumah dari kantor desa. Tak berapa lama, petugas Polsek Beringin dan disusul tim identifikasi Polres Deliserdang tiba di lokasi. Dari penyelidikan itu ditemukan tali nilon warna biru yang sudah terputus. Sebagian masih terikat di kayu broti dekat atap rumah diamankan. Sedangkan korban yang diketahui masih lajang dan tidak memiliki pekerjaan serta merupakan warga sekitar lokasi, dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan. Dari olah tempat kejadian perkara, petugas juga menemukan bong dan sejumlah plastik klip transparan di kamar mandi, ruang tamu dan kamar di rumah kosong tersebut. Kasat Reskrim Polres Deliserdang AKP Ruzi Gunakan membenarkan kejadian itu. "Korban sudah diserahkan ke pihak keluarganya," bebernya. (yan febri) Buang Bungkusan Saat Ditangkap, Isinya 6 Paket Sabu TANJUNGBALAI-M24 Ahmad Safii alias Fii (31) tak berkutik saat ditangkap Satreskrim Polres Tanjungbalai, Minggu (4/3) sekitar pukul 21:00 WIB. Sebanyak 1,14 gram narkotika jenis sabu diamankan sebagai barang bukti dari warga Jln Sei Kapias, Link V, Kel Muara Sentosa, Kec Teluk Nibung ini. Kapolres Tanjungbalai, AKBP Tri Setyadi Artono SH SIK MH melalui Kapolsek TBS, AKP Rudy Chandra SH mengatakan, penangkapan tersangka berawal informasi masyarakat yang menyebut seorang pria membawa sabu di Gg Sohor, Kel Beting Kuala Kapias, Kec Teluk Nibung. Kanit Reskrim Polsek TBS, AKP Suharmono SH pun membawa sejumlah personel melakukan penyelidikan ke alamat dimaksud. Di situ, petugas melihat tersangka Fii duduk di teras rumah warga dengan gelagat mencurigakan. "Kemudian petugas mendatangi tersangka. Saat itu tampak tersangka membuang bungkusan warna hijau ke tanah. Begitu tertangkap, tersangka kita suruh mengambil bungkusan yang dibuang," bebernya, Senin (5/3). Setelah dibuka, lanjut Rudy, dalam bungkusan kertas timah rokok warna biru terdapat enam bungkus plastik klip kecil transparan berisi sabu seberat 1,14 gram dan 1 kertas tisu. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, tersangka dan barang bukti digiring ke Mako. Kepada petugas, tersangka mengaku mendapat barang haram itu dari teman yang alamatnya tak diketahui. Tersangka yang dijebloskan ke tahanan diancam UU RI nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (ambon) Kisruh Harta Warisan, Liber Dikampak Lae Kandung SIMALUNGUN-M24 Liber Jonson Tamba (47), warga Huta Lusung Toba I Nagojor, Nagori Jawa Maraja, Kec Jawa Maraja Bah Jambi, Kab Simalungun harus dilarikan ke rumah sakit. Ia menjadi korban penikaman yang dilakukan Junus Sianturi (48). Informasi dihimpun dari lokasi, penikaman itu terkait pembagian harta warisan orangtua korban. Mendengar itu, sepulang dari warung tuak, pelaku datang ke rumah korban, Sabtu (3/3). Meminta bagian istrinya yang merupakan adik perempuan korban. “Masih keluarga mereka itu, Bang. Kalau bahasa Bataknya mar Lae-lah. Sudah lama mereka berselisih paham karena tanah warisan. Pelaku meminta bagian istrinya. Karena korban tidak mau menyerahkan tanah tersebut mereka sering bertengkar,” ungkap SMRG kepada M24 (45). Saat itu, korban menegur pelaku karena mempertanyakan yang bukan haknya. Karena itu, pelaku disebut menjadi dendam. Puncaknya, Senin (5/ 3) sekitar pukul 16:30 WIB. Ketika itu korban tengah memberi makan ternak ayamnya di rumah. Pelaku datang sem- Disewa Keluarga Seharga Rp120 Juta Dengan alasan pemanasan mesin dan cek radio, helikopter tipe NBO-105 dengan nomor registrasi P-1107 itu diterbangkan oleh pilot Iptu Tbersama kopilot Iptu WB serta dua kru mekanik. Namun tanpa seizin Kepala Biro Operasional (Karo Ops) Polda Sumut, Kombes Imam. “Pada 25 Februari itu, Karo Ops sudah menelpon pilot menanyakan, heli mau dibawa kemana. (Tapi) tidak dijawab. Ditelepon tidak diangkat. Jadi ini kesalahan pribadi pilot dan kopilot serta kru. Mereka juga sudah mengakui,” timpalnya. Kasus itu sendiri telah dilimpahkan ke Kepala Badan Pertahanan Keamanan (Baharkam) Mabes Polri. Polda Sumut juga menyampaikan laporan ke Kabid Propam Polda Sumut, Kombes Syamsudin Lubis ditembuskan ke Kepala Korps Polisi Air serta Direktur Polisi Udara Mabes Polri. “Pilot itu kan modelnya BKO (bantuan kendali operasional). Kami sudah bari membawa kampak panjang yang langsung dihantam ke bagian tulang rusuk korban. Melihat korban terkapar, pelaku langsung melarikan diri. Melihat itu, korban dilarikan ke Rumah Sakit Balimbingan milik PTPN IV Tanah Jawa. Karena kondisi luka yang parah, korban dirujuk ke ICU RS Vita Insani, Pematangsiantar. “Benar telah terjadi peristiwa penganiayaan itu. Saat ini, personel Polsek Tanah Jawa tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku,” jelas Kapolsekta Tanah Jawa, Kompol M Silaen saat dikonfirmasi M24. (john) minta gantinya. Kami juga ubah SOP (standar operasional prosedur) pemakaian helikopter. Kunci tidak lagi dipegang pilot, tapi Karo Ops,” beber Agus. Di samping itu, Agus juga memerintahkan Kombes Syamsudin untuk mengusut undangan dari penganten yang menyatut nama Kapolda Sumut, Irjen Paulus Waterpauw dan seluruh pejabat utama serta pejabat teras Direktorat Kepolisian. (ahmad) Warga di sekitar TKP . 3 Rumah Bekas Asrama Akbid HELVETIA-M24 Tiga rumah permanen bekas asrama putri di Jln Gaperta, Medan Helvetia dilahap api, Senin (5/ 3) sekitar pukul 07.45 WIB. Kerugian ditaksir mencapai Rp200 juta. Tidak ada korban jiwa akibat kebakaran ini. Kebakaran terjadi di belas Asrama Akbid Yayasan Ar-Rahman. Informasi diperoleh, kobaran api pertama kali diketahui oleh Kepala Laboratorium Otomotif SMK Yayasan Ar Rahman Aidil (36) warga Jln Marelan, Labuhan Deli. Melihat itu, Aidil menghubungi Kepala SMA Yayasan Ar-Rahman Martias (52). Kebakaran ini diteruskan ke pemadam kebakaran dan Polsek Sunggal. Sedikitnya 3 unit mobil pemadam tiba di lokasi dan berupaya memadamkan api. Setengah jam kemudian petugas berhasil menjinakkan api. Kapolsek Helvetia Kompol Trila Murni ketika dikonfirmasi menjelaskan sumber api masih penyelidikan. (tiopan) 2 Siswa SMP Tewas di Sungai TKP: Pasar MMTC 2 Warga Pancurbatu MEDAN-M24 Dua warga Kec Pancurbatu ini diringkus petugas kepolisian. Keduanya ditangkap karena berupaya membeli kreta mempergunakan uang palsu (Upal). Kedua pengedar upal ini adalah Ismail Tarigan alias Mail (21) warga Dusun II, Desa Tanjung Anom, Kec Pancurbatu dan Jimadi alias Bebe (39) warga Dusun III, Desa Tanjung Anom, Kec Pancurbatu. Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira menjelaskan keduanya ditangkap, Kamis (1/3) malam sekira pukul 19.30 WIB di Glugur Rimbun, Kab Deliserdang dan di Dusun V, Desa Tanjung Anom, Kec Pancurbatu. Penangkapan dilakukan lantaran hendak melakukan transaksi jual beli kreta mempergunakan upal. “Keduanya ditangkap oleh Unit MEDAN-M24 Hanyut di aliran sungai Tanjung Anom, dua siswa SMP ditemukan tak bernyawa, Senin (5/3). Kuat dugaan kedua korban hanyut lantaran tak bisa berenang. Informasi diperoleh, kedua korban bernama Leman dan Dimas warga Balai Desa, Tanjung Anom. Keduanya mandi-mandi bersama teman-temannya, Sabtu (4/3) siang lalu. “Dari siang hanyutnya, tapi kawan-kawannya nggak berani bilang sama warga. Sore baru dikasih tau anak-anak itu,” ucap warga sekitar lokasi. Mendapat informasi itu, warga langsung turun ke sungai dan melakukan pencarian. Beberapa jam mengarungi sungai, warga menemukan Dimas dengan kondisi tewas. “Semalam sore Dimas udah dapat,” sebut warga itu lagi. Warga terus mencari keberadaan Leman. Pencarian itu membuahkan hasil, Senin (5/3) sekira pukul 09.30 WIB. Leman akhirnya ditemukan, tetapi dalam kondisi tak bernyawa. “Dari semalam, baru ini dapat mayatnya,” tambah pria yang tak mau menyebutkan namanya itu. Usai mengevakuasi jenazah Leman ke tepi sungai, warga memboyongnya menggunakan mobil. Terpisah, Kapolsek Sunggal, Kompol Wira Prayatna ketika dikonfirmasi telah menerima informasi tersebut. “Itu wilayah Pancur. Tapi anggota kita juga ikut membantu pencarian tadi malam,” jawabnya. (tiopan) PERCUT-M24 Meski sudah mengunci stang, Arnisa boru Pandiangan (42) tetap kehilangan kreta Suzuki Satria FU BK 5459 AFB miliknya. Warga Simpang Kuala, Padangbulan ini pun membuat laporan ke Polsek Percut Sei Tuan, Senin (5/3). Dituturkan kepada M24, peristiwa itu saat Arnisa hendak berjualan di Pasar MMTC Jln Pancing, Minggu (4/3) dinihari. Ia lalu memarkirkan kreta di parkiran yang ada dengan membayar Rp2 ribu kepada juru parkir (jukir). Setelah menerima tiket, ia pun menuju lapaknya berjualan sejak dua tahun belakangan. Sekitar pukul 05:30 WIB, Arnisa selesai berdagang dan hendak pulang. Namun sesampai di parkiran, Anisa terkejut. Kreta yang diparkirkan dengan kondisi stang terkunci, cakram digembok dan dirantai sudah hilang. Ia lalu melapor ke bagian keamanan Pasar MMTC dan diteruskan ke Polsek Percut Sei Tuan. “Padahal kereta saya tiga kali saya buat pengamannya. Tapi bisa hilang juga, dan baru hari ini (5/3) saya dan pihak keamanan MMTC baru bisa melapor,” katanya. Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Hartono yang dikonfirmasi M24 mengaku belum menerima laporan korban. “Mungkin masih di SPKT, nanti saya cek,” ucap Hartono. (irwan) Ranmor. Anggota mendengar adanya informasi dari masyarakat transaksi penjualan kreta menggunakan uang palsu,” sebutnya. Petugas yang sudah mengantongi ciri-ciri tersangka menelusuri info tersebut. Ismail Tarigan alias Mail diringkus. Saat digeledah ditemukan 22 lembar upal. Mail mengaku upal didapat dari Jumadi alias Bebe. Pengembangan dilakukan Bebe diringkus di Dusun V, Desa Tanjung Anom, saat berada di sebuah warung kopi. Petugas menyita upal sebanyak 29 lembar pecahan Rp100 ribu. Dari keduanya, ia menambahkan, polisi menyita upal sebanyak 51 lembar. “Keduanya dijerat pasal 26 ayat (2) Yo Pasal 36 ayat (2) UU RI No.07 Tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara,” pungkasnya. (ardi) Selamatkan 3 Anak Hanyut NAMORAMBE-M24 I Putu Agus Pratama (25) menghembuskan nafas terakhirnya di RS Sembiring Jln Besar Delitua, Kel Delitua Timur, Kec Delitua, Kab Deliserdang. Warga Jln Pendidikan, Kel Indra Kasih, Kec Medan Tembung ini sebelumnya tenggelam di Sungai Deli. Ceritanya, Minggu (4/3) sore, I Putu Agus Pratama bersama lima temannya mandi-mandi ke Sungai Deli yang berada di Desa Cinta Rakyat, Kec Namorambe. Tak lama, ia melihat tiga orang anak hanyut. I Putu yang bekerja di peternakan ayam itu pun berusaha menolong. Naas, begitu ketiga anak yang hanya berhasil diselamatkan, diduga korban kehabisan tenaga dan hanyut. Melihat itu, teman korban berteriak minta tolong. “Mendengar teman korban berteriak minta tolong, kami lari ke sungai. Selesai kawan korban bercerita, kami langsung menyelam Hanya 5 Bulan dan mendapatkan korban dalam keadaan susah bernafas. Puluhan warga membopongnya ke luar sungai dan langsung dilarikan ke rumah sakit,” ujar Ius S (37) dan J Sembiring (45) yang ditemui M24, Senin (5/3). Menurut H Ginting (42), saat dibawa ke RS Sembiring, nyawa korban masih ada. Namun, setiba di rumah sakit, korban tidak tertolong. Menurut dokter, paru-paru korban sudah banyak air. “Selesai dari rumah sakit tadi pagi jenazah korban dibawa ke Tembung dan nanti sore akan dibawa ke Lampung. Karena keluarga korban berada di Lampung,” beber teman korban. Kapolsek Namorambe, AKP Zainuddin Lubis yang dikonfirmasi melalui Kanit Reskrim, Iptu W Tarigan telah menangani kasus tersebut. “Begitu mendapat informasi kita langsung turun ke TKP. Bersama warga kita memboyong korban ke rumah sakit untuk divisum,” ucap W Tarigan. (mehuli) HERFIZA Novianti bercerita mengenai awal kenal sampai menikah dengan aktor Ricky Harun di Instagram. Di situ, ia mengaku cuma butuh waktu lima bulan untuk akhirnya mau menjadi istri Ricky. "Dari kenal sampai menikah hanya 5 bulan. Gak ada istilah 'tembak-tembakan'. Gak ada katakata, 'will you marry me-will you marry me-an'," tulis Herfiza di media sosialnya yang dilansir detikHOT, Senin (5/3/2018). Ibu satu anak itu juga menuliskan alasan mau menikah dengan cepat dengan bintang film 'Kawin Kontrak' tersebut. Saat itu, katanya, Ricky Harun mengucapkan kata-kata yang membuatnya luluh. "Ketika dia bilang, 'Mungkin untuk sekarang aku bukan orang yang paling baik buat kamu, tapi aku pengen jadi orang yang lebih baik. Bantu aku untuk jadi orang yang lebih baik ya'. Insya Allah kita sama-sama belajar dan terus saling mengingatkan ya, sayang.. #moyapoya," kata Herfiza lagi. Netizen pun banyak yang terhanyut dengan postingan Herfiza terkait Ricky Harun. Mereka berharap rumah tangga Herfiza dan Ricky bisa langgeng terus. (dth)

“ Ayo download di Google Play dan miliki aplikasi ‘Polisi Kita’ di HP Androidmu. Bantu polisi melaporkan tindak kejahatan di sekitar kita maupun di jalanan demi keamanan Kota Medan tercinta ” KAPOLRESTABES MEDAN WAKA POLRESTABES MEDAN NO.KONTAK SATGAS ANTI BEGAL POLRESTABES MEDAN AIPTU PONGKI (081370630708), BRIPKA JEFRI HUTABARAT (085297101996), BRIPKA JENLI DAMANIK (08126418179), BRIPKA HARRY TEGUH (085262781545), BRIPKA EBEN EZER (081360885925), BRIPKA ALI HENDRA (085297025258), BRIGADIR M FAHRI (08126472829), BRIGADIR MH BAKTI (081396464646), BRIGADIR SADAT ROMULO (081360835406), BRIGADIR FRANSEDA (082274036717), BRIGADIR FREDI (081362722986) BRIPTU ADE PUTRA (081360909148). SILAHKAN DIHUBUNGI JIKA TERJADI AKSI KEJAHATAN SEPERTI BEGAL DAN PERAMPOKAN BELAWAN-M24 Guna meningkatkan sinergitas antara Polri dan TNI AL, Komandan Lantamal I Laksamana Pertama TNI Ali Triswanto SE, MSi menerima kunjungan Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Paulus Waterpauw di mako Lantamal I Belawan, Senin (5/3). P APOLDA Sumut didampingi Kapolresta Pelabuhan Belawan AKBP Yemmi Mandagi, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Gintin dan para PJU Polda Sumut disambut langsung Danlantamal I, Laksma TNI Ali Triswanto, SE, M.Si, Asrena Danlantamal I, Letkol Laut (P) Muhammad Iwan Kusumah,SE, Asops Danlantamal I, Letkol Laut (P) Taman Sembiring, Aspres Danlantamal I, Letkol Laut (P) Dores Afrianto Ardi, SE, serta Aslog Danlantamal I, Kolone Laut (P) Dedy Pradoni, SE. Dalam kunjungannya, Kapolda Sumut menyampaikan kedatangannya bertujuan memupuk sinergitas antara TNI AL dan Polri dalam menjaga kedaulatan NKRI. “Tujuan kita kemari merupakan salah satu bentuk upaya memupuk Sinergitas MEDAN-M24 Berkas tersangka penipuan dan penggelapan Mujianto mengambang di Polda Sumut. Diketahui, belum ada pelimpahan berkas ke Kejati Sumut karena sebelumnya berkas dikembalikan dan dinyatakan masih P-19 (belum lengkap). Ketika dikonfirmasi M24, Direktur Kriminal Umum (Dir Rerskrimum) Polda Sumut Kombes Pol Andi Rian belum dapat memberikan keterangan terkait hal tersebut. Bahkan, saat disinggung prihal kedekatan Mujianto dengan Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus antara TNI Angkatan Laut khususnya Lantamal I bersama Kepolisian Sumatera Utara dalam menjaga kedaulatan NKRI dengan bersama-sama bergandengan tangan untuk menumpas kejahatan yang terjadi di laut khususnya perairan Selat Malakan,” ujar Paulus. Selain itu, sambung Paulus, pertemuan silahturrahmi ini merupakan bentuk koordinasi, dikarenakan perairan merupakan salah satu wilayah yang cukup tinggi tingkat kejahatan seperti, penyelundupan narkoba, human trafficking, illegal fishing dan juga people smuggling. “Selain membahas terkait penangkapan bahan tekstil ilegal, kita juga membahas masalah perbedaan peraturan pelarangan beberapa jenis alat tangkap ikan di beberapa daerah. Termasuk kasus bajing loncat dan premanisme yang marak di Belawan,” terangnya. GAWAT ! TEBINGTINGGI RAWAN MALING Paulus menyebut, dalam beberapa kasus penyelundupan barang ilegal ke Indonesia, biasanya terdapat titipan berupa narkoba untuk masuk juga ke Indonesia yang kemudian ditampung oleh kapal kecil milik oknum pengedar. “Perlu secara bersama untuk meningkatkan kewaspadaan dan sinergitas dalam memberantas peredaran narkoba khususnya di wilayah perairan Belawan. Untuk itu, mari sama-sama Polri lewat Ditpolair dan TNI AL lebih memaksimalkan penjagaan di wilayah perairan,” imbuhnya. Paulus menambahkan, perlu diadakan pertemuan dengan pemerintah dalam rangka koordinasi penggunaan peraturan alat tangkap ikan nelayan, guna mengantisipasi konflik antar nelayan dan masyarakat pesisir Belawan. “Mengenai laporan adanya bajing loncat dan kegiatan premanisme yang marak di Belawan, agar kepolisian bekerja sama dengan TNI AL menggiatkan pengamanan keluar masuknya kendaraan pengangkut barang. Tidak hanya itu, kita bersama TNI AL juga akan berjaga di wilayah-wilayah yang dianggap rawan,” pungkasnya. Usai berkunjung ke Lantamal I Belawan, Kapolda Sumut beserta rombongan melakukan peninjauan ke lokasi tanah sengketa antar PT. STCC dan PT. MJB di Jln Pelabuhan Belawan. (sigit) Lempengen Tugu Adipura Kota Tebingtinggi Raib TEBINGTINGGI - M24 Kota Tebingtinggi dinilai rawan maling. Bayangkan, lempengan tembaga dan pagar besi di tugu Adipura simpang Beo Jln Kol Yosu Sudarso - Jln Prof HM Yamin raib digondol maling, Senin (5/3). Informasi diperoleh M24, hilangnya lempengan piala Adipura diketahui oleh Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Kebersihan (Perkimsih) Ir Mia Harahap. Mengetahui itu, Mia memerintahkan salah satu PNS Perkimsih Syaiful Khairi (42) melaporkan atas kehilangan lempengan tembaga itu ke kantor Polisi. Kadis Perkimsih Waterpauw, Andi Rian hanya mengatakan dirinya tengah berada di Jakarta. "Saya lagi rakor di Jakarta, nanti kembali baru saya cek ya," jawabnya singkat via aplikasi WhatsApp. Terpisah, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Sumanggar Siagian mengaku, belum ada pelimpahan berkas Mujianto lagi setelah dikembalikan. "Belum ada diserahkan lagi, kemarin itu kita kembalikan karena belum lengkap," bilangnya. membenarkan hilangnya lempengan tersebut. Menurutnya, lempengan pada tugu piala Adipura tidak termasuk asset Pemko Tebing Tinggi dibawah Dinas Perkimsih. “Sampai saat ini dilakukan pemberkasan asset terkait dengan lempengan pada tugu piala Adipura, ternyata tidak ada di Dinas Perkimsih. Jadi kemungkinan besar asset tersebut berada di Dinas Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpaw beserta romobongan saat berkunjung ke Lantamal I Belawan Pascaberkas Dikembalikan Kejatisu, Kasus Mujianto Ngambang Ditanya mengenai apa kekurangan dari berkas tersangka Mujianto Sumanggar menyebut, hanya masalah formil dan materil. "Kekurangannya itu secara formil dan materil, makanya kita kembalikan. Itu terlalu teknis, jadi tidak bisa diberitahukan. Nanti kalau sudah diserahkan lagi berkasnya, saya kabari," pungkasnya. Sebelumnya, Direktur Pusat Study Hukum dan Pembaharuan Peradilan (PusHpa) Sumut, Muslim Muis mendesak agar Kapolda Lingkungan Hidup, namun sabar lah dulu, sebab hal ini telah kita laporkan ke pihak kepolisian,” jelas Mia. Senada dikatakan Khairi, dirinya mengetahui hilangnya lempengan tembaga murni pada tugu piala Adipura setelah diberitahukan oleh Kadis Perkimsih. “Awalnya saya dihubungi Kadis melalui selluler, mengatakan kalau lempengan tembaga tugu piala adipura hilang, dan menyarankan segera buat laporkan ke pihak berwajib,” jelasnya. Mengenai kerugian yang Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw dicopot dari jabatannya terkait kedekatannya dengan seorang tersangka (Mujianto). Bahkan dia meminta agar Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) atau lembaga keuangan lainnya mengaudit aliran dana atau rekening milik Kapoldasu atau pejabat Poldasu lainnya. Diberitakan sebelumnya, Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw terlihat akrab dengan tersangka kasus penipuan dan penggelapan, Mujianto saat menghadiri dialami pihak Pemko Tebing Tinggi terkait hilangnya lempengan tembaga pada tugu piala Adipura, ditaksir mencapai besaran Rp 20 juta berikut dengan pagar patung Beo, namun nilai kerugian yang sebenarnya belum diketahui. “Hal ini acara penyerahan kunci rumah dinas yang telah direnovasi oleh Yayasan Budha Tzu Chi pasca terjadinya kebakaran, Rabu (28/2) pagi lalu, pukul 09.00 wib di Asrama Brimob Polda Sumut. Dalam kasus yang menjerat Mujianto itu, penyidik Subdit II/Harda-Bangtah Direktorat (Dit) Reskrimum Polda Sumut hingga saat ini masih berupaya melengkapi berkas perkaranya sejak berkas kasus tersebut dikembalikan jaksa pada 1 Februari 2018 lalu, karena dianggap belum lengkap (P- 19). (ahmad) disebabkan lempengan tersebut tidak terdapat pada asset Dinas Perkimsih,” jelas Khairi. Kapolsek Rambutan AKP Leo Sembiring membenarkan hilangnya lempengan piala Adipura tersebut. “Hingga saat ini anggota masih lakukan penyelidikan terkait dengan hilangnya lempengen pada tugu piala Adipura dan pagar besi patung burung Beo,” ujar Leo. (agus). # CARA MENDOWNLOAD APLIKASI POLISI KITA 1. Pilih 'Playstore' 2. Ketik 'Polda Sumut' 3. Pilih ' Polisi Kita Sumatera Utara' 4. Pilih 'Pasang' 5. Pilih 'Terima' 6. Proses Instalasi 7. Setelah Instalasi Selesai Pilih 'Buka' # CARA MENJALANKAN APLIKASI POLISI KITA 1. Pilih 'Daftar Akun' 2. Isi Semua Kolom Untuk Melengkapi Data Diri 3. Ketik Username & Password : (Sesuai yg Dibuat) Lalu Pilih 'Masuk' #FITUR : * Berita dan Agenda : Kegiatan Polda Sumut dan Polres Jajaran * Pengaduan : Laporan Pengaduan Masyarakat Terkait Gangguan Kamtibmas Untuk Ditindaklanjuti Polisi, Tokoh Masyarakat, “ Perlu secara bersama untuk meningkatkan kewaspadaan dan sinergitas dalam memberantas peredaran narkoba khususnya di wilayah perairan Belawan. Untuk itu, mari sama-sama Polri lewat Ditpolair dan TNI AL lebih memaksimalkan penjagaan di wilayah perairan" KAPOLDA SUMUT IRJEN POL PAULUS WATERPAUW TANJUNGBALAI-M24 Puluhan massa mengatasnamakan Komunitas Parlemen Jalanan (Kopaja) melakukan unjukrasa di depan Halaman Mapolres Tanjung Balai. Tuntutannya, masssa meminta Walikota mencopot jabatan Kadis Pora Tanjung Balai, Senin (5/3). Dalam orasinya, massa menilai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Tanjung Balai tidak mampu bekerja dengan baik dalam kepemimpinannya di sekretariat Dispora Tanjung Balai. “Kita meminta kepada Walikota H.Syahrial.SH.MH segera mencopot Kepala Dinas (Kadis) Pemuda dan Olah Raga Tanjungbalai inisial Siman karena dinilai tidak mampu bekerja dengan baik,’ ujar kordinator aksi Rudy Bakti. Selain itu, Kadispora dianggap tidak mampu dalam mengemban jabatan sebagai Kadispora dan diduga telah memalsukan dokumen negara dalam Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) selaku pengguna Pemprov,DPRD,Damkar, BNPT yg Dilengkapi Fitur Pendukung Foto Atau Video. * Informasi : Himbauan Polda Sumut Terkait Pesan-pesan Kamtibmas * Saber Pungli : Pengaduan Terkait Laporan Saber Pungli * Call Center : Masyarakat Dapat Menghubungi Langsung Polres Yang Dituju Sesuai Pilihan Nomor Telepon. * City Guide : Mapping Dan Informasi Lokasi Kantor Kepolisian Terdekat Serta Fasilitas Umum Seperti Rumah Sakit, SPBU, Tempat Wisata, Dll) # RESPON CEPAT Tombol Fitur Penyampai Informasi Yang Butuh Penanganan Secara Cepat Atas Tindak Kriminalitas Jalanan Seperti, Begal,Curas,Perampokan, Pencurian, Penculikan, Pemerkosaan, Penganiayaan, Pembunuhan, Pengrusakan, Perampasan dan Laka Lantas. DIDUGA PALSUKAN DOKUMEN KOPAJA MINTA KADISPORA TJ.BALAI DICOPOT anggaran negara Tahun Anggaran 2016 disaat menjabat sebagai Pejabat Pelaksana Tekhnis Kegiatan (PPTK) di dinas Pemuda Olah Raga dan Budaya,Pariwisata yang menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 256.698.400 sesuai dengan hasil audit BPKP Sumatra Utara nomor : 68.C/LHP/ XVIII.MDN/08/2017. Massa juga mendesak, Tipikor Polres Tanjung Balai untuk menindaklanjuti kasus korupsi yang marak di Tanjungbalai terutamanya di dinas Pemuda dan Olah Raga Kota Tanjungbalai yang telah dilaporkan KOPAJA beberapa bulan lalu. “Harapan masyarakat Tanjungbalai jangan sampai tindak pidana korupsi tumbuh subur di lingkungan Pemko Tanjungbalai, sikat habis pelaku pelaku tindak pidana korupsi,” pungkasnya. Usai menyampaikan aspirasinya, massa membubarkan diri secara tertib dan aman dengan dikawal petugas Polres Tanjung Balai. (surya/ambon)

1 Maret 2018
9 Maret 2018
5 Maret 2018
8 Maret 2018
6-Maret-2017
23 Februari 2018
9-maret-2017
30-maret-2017
9juli
1-Maret-2017
21-maret-2017
5-april-2017
22-maret-2017
20-Maret-2017
11-maret-2017
17-Maret-2017
3mei
3-Maret-2017
23-maret-3017
5-Maret-2017
10-maret-2017
23
6
18-Maret-2017
27-maret-2017
27 Februari 2018
4-maret-2017
7-maret-2017
2juni
26-maret-2017