Views
7 months ago

Sriwijaya Magazine April 2018

Majalah resmi maskapai Sriwijaya Air dan NAM Air

46 DISCOVER - HERITAGE

46 DISCOVER - HERITAGE Jambi Teks & Foto: LENNY LIM CANDI MUARO JAMBI ADALAH SALAH SATU IKON JAMBI YANG MEMILIKI 82 RERUNTUHAN (MENAPO) BANGUNAN KUNO DAN DITAMPUK SEBAGAI KOMPLEK TERBESAR DI ASIA TENGGARA. WARNA JINGGA CAMPURAN KEHITAMAN YANG TAMPAK DI SELURUH BANGUNAN CANDI MEMBUATNYA BERBEDA DARI UMUMNYA CANDI s DI PULAU JAWA YANG BERWARNA ABU KEHITAMAN. Dengan total luas sekitar 3.986 ha, diperkirakan situs purbakala ini memiliki ratusan candi yang saat ini kebanyakan masih terkubur dalam tanah. ITUS INI merupakan bukti peradaban yang dibangun pada masa Kerajaan Melayu Kuno sekitar abad ke-7 hingga ke-14 Masehi. Diperkirakan tempat ini merupakan tempat belajar agama Buddha bagi para penganutnya yang bahkan datang jauh-jauh dari Tiongkok. Sayangnya, hingga sekarang belum ada catatan atau peninggalan mengapa area ini lantas kemudian ditinggalkan begitu saja. Candi Muaro Jambi juga dijadikan lokasi perayaan waisak bagi umat Buddha di Jambi dan sekitarnya. Bahkan para Biksu dari Tiongkok kerap dating ke candi ini pada saat perayaan Waisak. Hal ini menjadi salah satu wisata religi sekaligus heritage yang kerap menjadi daya tarik setiap tahun. Melihat potensi budaya dan sejarah yang begitu luar biasa, situs ini pun diresmiskan menjadi kawasan wisata terpadu oleh mantan presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2011 dan sempat juga didaftarkan sebagai salah satu warisan dunia UNESCO pada tahun 2009. Namun, wisatawan masih bisa menjumpai tujuh candi yang telah dipugar, di antaranya adalah Candi Gumpung, Candi Tinggi I, Candi Tinggi II, Kembar Batu, Kedaton, Astano, Gedong I, dan Gedong II. Tidak hanya wisata candi saja, di kompleks candi terdapat museum yang menyimpan banyak peninggalan stupa serta artefak. Wisatawan dapat mempelajari sejarah dengan lebih mudah melalui koleksi stupa dan artefak tersebut. TRIP GUIDE Sriwijaya Air layani penerbangan dari/ke Jambi melalui Jakarta dan Batam. EDISI 86 | APRIL 2018 |

Sriwijaya Magazine Juli 2018
Sriwijaya Inflight Magazine Agustus 2018
Sriwijaya Magazine Mei 2018
Sriwijaya Maret 2018
Sriwijaya Magazine April 2017
Sriwijaya Magazine Februari 2018
Sriwijaya Magazine Maret 2017
E-Magazine|Free
Tourism Review - Edisi Januari
E-Magazine|Free