Views
8 months ago

RADAR BEKASI EDISI 9 APRIL 2018

IKLAN BASKOM (BARIS &

IKLAN BASKOM (BARIS & KOLOM) PATRIOT UNTUK PEMASANGAN IKLAN HUBUNGI : 021 8886 3640 / 021 8896 6203 MEDIA PALING TEPAT UNTUK USAHA ANDA 14 SENIN, 9 APRIL 2018 BANK BRI Unit Bekasi Kota, alamat Jl. Ir. H. Juanda no 138, kotamadya Bekasi, tlp 021- 8800682 BRI Unit Kranji, alamat Jl. Pemuda No. 4 Kranji, Bekasi Barat, Kotamadya Bekasi, tlp 021-8851910 BRI Unit Pejuang, alamat Jl. Kaliabang Bungur No. 2 Kaliabang, Kotamadya Bekasi, tlp 021-88958679 BRI Unit Babelan Kota, alamat Jl. Raya Babelan, Kebalen, Babelan, Kabupaten Bekasi, tlp 021-89130573 BRI Unit Bantar Gebang, alamat Jl. Raya Narogong KM 7, Bantar Gebang, Kotamadya Bekasi, tlp 021-82419746 BRI Unit Jatiasih, alamat Jl. Raya Pasar Rebo No. 71 ,Jatiasih, Kotamadya Bekasi, tlp 021-8222325 BRI Unit Pulo Gebang, alamat Jl. Raya Pulo Gebang Gang Pos Rt5/4 No.43D, Pulo Gebang, tlp 021-48701467 BRI Unit Duren Jaya, alamat Jl. Nusantara Raya No.23 Perumnas III ,Aren Jaya, Bekasi Timur, Kotamadya Bekasi, tlp021-8811264 BRI Unit Pondok Ungu, alamat Ruko Taman Wisata Blok A 15 No 10-11 PUP, tlp 021- 88867088 BRI Unit Rawalumbu, alamat Jl. Pramuka Raya No 19, Rawalumbu, Bekasi, tlp 021- 82435508 BRI Unit Jatimulya, alamat Jl. Raya Pengasinan No. 19 Jatimulya, Bekasi, tlp 021-82433646 BRI Unit Limus, alamat Ruko Limus Pratama Blok A No 9 Limusnunggal, tlp 021-8236102 BRI Unit Perwira, alamat Ruko Panorama Bekasi No R2 Jl. Raya Kaliabang Perwira, tlp 021-88981759 BRI Unit Kayuringin, alamat Jl. Patuha Raya Blok 14 No 21 Rt 4/12 Kayuringin, tlp 021-88855907 BRI Unit Wisma Asri, alamat Jl. Raya Perjuangan Kav M 07 Teluk Pucung Bekasi, tlp 021-88856208 BRI Unit Narogong, alamat JL. Raya Narogong Km 11 , Bantargebang,Bekasi, tlp 021- 82618911 BRI Unit Harapan Indah, alamat Ruko Griya Harapan Permai AB 2 Harapan Indah, Bekasi, tlp 021-8888189 BRI Unit Tarumajaya, alamat Jl. Pasar tarumajaya Rt 02/02 Pantai Timur Tarumajaya, tlp 021-88991641 BRI Unit Bojong Kulur, alamat Jl. Ciangsana Raya Kelurahan Ciangsana Kecamatan Gunung Putri, tlp 021-84937961 BRI Unit Jakasetia, alamat Jl. Raya Pulo Ribung No. 1 C Rt 03/17 Jakasetia Bekasi Selatan, tlp 021-29487778 BRI Unit Karangsatria, alamat Ruko Mutiara Grande Villa mutiara gading 2, tlp 021- 88355207 BRI Unit Rawakalong, alamat JL. Karangsatria No 75-76 C Ruko Fortuna RT 06/05 Karang Satria, tlp 021-88397713 BRI Unit Margahayu, alamat JL. Ir. H. Juanda NO 110 M, RT 07/01 Kel.Duren Jaya, tlp 021-88397901 LOWONGAN Cari Koki pngalaman masakan Menu ayam Krispy, sambel level & seafood. Ditmptkan di Bekasi Hub tlp: 0812 9076 3538 07.04/09.04 PEMERINTAH KOTA BEKASI KECAMATAN PONDOKGEDE Jl. Jatiwaringin No.53, Jatiwaringin, Pondok Gede, Bekasi 17411 Telp. (021) 8497 1283 Camat Pondokgede Mardani TELAH HADIR DI CIKARANG BEKASI PENGOBATAN ALAT VITAL H. ROYANI & HJ. MAK IROT KHUSUS KEJANTANAN PRIA WANITA ALAMI TANPA EFEK SAMPING PRIA : WANITA : BESAR PANJANG KERAS PAYUDARA KEMBALI PERAWAN KUAT TAHAN LAMA IMPOTENSI LAMBAT BULAN BUKA AURA HASIL PERMANEN III ALAMI 100% SILAHKAN DATANG & BUKTIKAN ALAMAT : JL. KALI JERUK NO. C15 (DEPAN SDN KALI JAYA SAMPING TERMINAL CIKARANG) 0858 6316 9677 LEMAH SYAHWAT KURANG GAIRAH SIPHILIS PELARIS SUSUK, DLL Spesialis Terapi Kejantanan Pria. Melalui Metode Pijat Urut. Dibantu dengan Ramuan dan Doa. Menjadikan Vilitas Anda Perkasa. Alami Tanpa Efek Samping. Cukup 1x datang hasil permanen dan bergaransi. Pria : · Tambah ukuran · Kuat keras · Tahan lama · Impotensi Total Buka jam 00.09-21.00 Wanita : · Bisa Normal Kembali · Lemah syawat · Loyo ingin punya keturunan · Payudara · Pasang susuk · Pilwil dll mahar 200.000 Alamat : Jl. Kemakmuran RT 01/05 Kampung 200- Samping Rumah Makan Ponyo Bekasi Selatan. Hp : 081296720133 / Bp. Wijaya dari Banten Pagar gaib paku bumi paku alam TITISAN ILMU DARI LELUHUR Sudahkah rumah atau perusahaan anda di pasang pagar gaib...? Selama hidup anda cukup satu kali di pasang pagar gaib insa allah rumah tangga anda tentram dan aman. Jauh dari balahi & maling. Kalau kerja cepat naik pangkat, kalau usaha cepat kaya Hub kami di (08568861147) Bp Muslih Muhaimin : Praktek 1 : Gg. Masjid RT4/1 BT GEBANG-Kota Bekasi. Praktek 2 : JLN. Genter Bumi Sakawayana PELABUHAN RATU. Klinik Herbal & Terapi Mengatasi Berbagai Keluhan Medis, Kewanitaan & Kejantanan Berpengalaman Sejak Tahun 90an Medis: Jantung Stroke Liver Paru2 Asma Asam Urat Reumatik Gagal Ginjal Diabetes Dan Penyakit Kronis Lainnya Kewanitaan Gurah Vagina Merapatkan Vagina Keputihan,Kista,Miom Mengencangkan Payu Dara Perawatan Wajah Kesuburan Kandungan Dll Kejantanan Ejakulasi Dini Lemah Syahwat Sperma Encer Impoten Kurang Gairah Memaksimalkan Ukuran Mr.P Proses Terapi 1 Jam Anda Langsung Merasakan Hasilnya Alami Dan Permanent Tanpa Pantangan Efek Samping. Smua Keluhan Akan Diterapi Dengan Metode Unik Menggunakan Terapi Daun Pandan Serta Ramuan Herbal Yg Diracik Secara Khusus Dan Berkasiat Nyata Melalui Proses Tirakat Olah Batin. Datang Dan Buktikan Sekarang Juga...... Alamat Jl Raya Pengasinan No.33 Rt 3 /Rw 1 Kel.Pengasinan Rawa Lumbu Bekasi Timur Belakang Rs Mitra Keluarga Bksi Timur.. Tlp 0819 3289 4999

TERUSAN METROPOLIS SENIN, 9 APRIL 2018 15 Oknum RT Diduga Pungli Bantuan Rutilahu RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI PENYEMPITAN JALAN Sejumlah kendaraan melintas di samping pembangunan Tol Becakayu Jalan Kh Noer Ali, Bekasi Barat, Minggu (8/4). Proyek tersebut menyebabkan penyempitan jalan sehingga menggangu kelancaran lalu lintas di jam sibuk. BEKASI UTARA - Sejumlah warga yang memiliki rumah tidak layak huni (Rutilahu) dilingkungan RT 05 RW 02 Kelurahan Margamulya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, mengeluhkan adanya pungutan sejumlah uang oleh oknum RT setempat untuk memuluskan perbaikan rutilahu miliknya. Beberapa warga pemilik rutilahu dimintai uang sebesar Rp 500 ribu hingga Rp 2 Juta. Menurut penuturan pemilik rutilahu Manih (50) hal itu untuk memuluskan pengajuan perbaikan rumah mereka. “Iya bang saya dimintain uang sebesar Rp500 ribu sama RT. Tapi saya ga kasih, saya bilang ke RT uang dari mana saya,” kata Manih (50) kepada Radar Bekasi, Minggu (8/4) kemarin. Menurutnya, ada tetangganya sempat membayar Rp 2 juta dan sebulan langsung mendapat perbaikan. Lanjut Manih, ada juga yang sudah membayar Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta namun hingga saat ini belum menerima perbaikan. “Katanya sih bulan ini dan bulan kemarin akan turun dana rutilahu tetapi sampai saat ini belum juga ada kabar,” ujarnya. Padahal dari pantauan Radar Bekasi, dari segi fisik bangunan, kondisi kediaman Manih layak untuk menerima perbaikan rutilahu yang dialokasikan pemerintah. Dirinya mengaku, sudah sempat menerima pendataan dari pihak kelurahan. Hanya saja sejauh ini baru sebatas tahapan tersebut, kabar kepastian perbaikan belum diterimanya. “Saya sudah ngasih syarat sperti KK, KTP, PBB, karena saya memang di data langsung oleh pihak kelurahan, bukan mengajukan. Makanya anak saya bilang kalau di mintain uang jangan di kasih,” ungkapnya. Sementara itu, Lurah Margamulya Yeyen Apriyanti mengatakan, pihaknya di dalam program rutilahu hanya memonitor dan program tersebut yang memegang kendali penuh adalah Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM). “Yang saya tau dana dan pencairan langsung masuk ke rekening kordinator BKM, jadi saya tidak tahu jumlah dana yang di dapat oleh warga,” jelasnya. Pihaknya mengaku akan mengkonfirmasi kepada BKM untuk memastikan laporan warga tersebut, dan oknum yang melakukan pungutan. (pay) Nasib Joaninha ”Digantung” BKN BEKASI SELATAN - Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi yang diberhentikan atas dugaan kewarganegaraan ganda, Joaninha De Jesus Carvalho, kini belum jelas statusnya. Kuasa Hukum Joaninha, Rury Arief Rianto, dari LBH Putih Indonesia menuturkan, berdasarkan Surat Putusan PTUN Bandung dengan Perkara No. 442/K/TUN/2017 itu, menyatakan bahwa permohonan Kasasi Kepala BKN tidak dapat diterima oleh MA. Oleh karena itu, atas putusan Mahkamah Agung (MA) tersebut, Badan Kepegawaian Negara (BKN) harus dapat mengembalikan hak-hak Joaninha yang sudah dua tahun tak didapatinya. “Itu artinya bu Ninha (Joaninha) telah memenangkan semua sidang, dan sudah seharusnya BKN mengembalikan semua hak Bu Ninha sebagai seorang PNS,” ucap Rury di kantornya, Sabtu (8/4). Semenjak diputuskannya kasasi pada bulan November 2017 lalu, kata Rury, pihak yang kalah diberikan waktu selama 90 hari. Bila tidak menerima keputusan itu PTUN Bandung berhak mengeksekusi. Lebih mirisnya lagi, selama dua tahun ini ia tidak menerima penghasilan lantaran diberhentikan BKN sebagai ASN di lingkup Pemkot Bekasi. Terlebih, dirinya hanya sebatang kara menjalani hidup di bumi patriot ini. Harusnya, kata Rury, BKN mematuhi putusan MA yang sudah dimenangkan Joaninha De Jesus Carvalho. Tidak etis rasanya ketika Pemerintah apalagi BKN tidak mengembalikan hak Joaninha. “Sebagai warga negara, kita RURY ARIEF RIANTO harus patuh dan taat pada hukum. Namun, di sini lembaga negara seperti BKN dinilai tidak patuh dan taat pada hukum. Bagaimana bisa ini menjadi contoh yang baik bagi masyarakatnya,” tegas Rury. (pay) AHMAD FAIRUDZ/RADAR BEKASI RUTILAHU: Seorang warga tengah berada dibawah rumah tidak layak huni (Rutilahu) miliknya di wilayah Kelurahan Margamulya. TERUSAN RADAR CIKARANG Genangan Air Perparah Kemacetan Sambungan dari Hal 9 ”Jadi masalah saluran air di wilayah tersebut harus cepat ditangani, karena jalan tersebut merupakan jalan alternatif, dan volume kendaraannya tinggi. Oleh sebab itu, kami harap para pengusaha, khususnya pengembang apartemen yang ada disekitar harus bertanggung jawab untuk memperbaiki saluran air,” imbuh Taih saat dihubungi Radar Bekasi, Minggu (8/4). Menurutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi melalui Dinas Pekerjaan Umum CIKARANG PUSAT - Pengembangan Pantai Beting untuk menjadi salah satu objek wisata yang ada di Kabupaten Bekasi, masih terkendala dengan akses jalan. Pantai yang berada di Kecamatan Muara Gembong tersebut, sampai saat ini masih susah dijangkau dengan kendaraan. Pasalnya untuk sampai ke pantai pengunjung harus naik perahu. Jelas hal itu menjadi kendala untuk mengembangkan wisata tersebut agar banyak pengunjung yang tertarik dateng. ”Sampai sekarang untuk pengembangan objek wisata di Mua ra Gembong memang terkendala dengan akses jalan,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi, Sutiaresmuliawan, belum lama ini. Tambah Sutia, akses untuk sampai ke pantai Beting sudah dipersiapkan. Rencananya pengunjung akan naik perahu dari Kecamatan Cabang bungin sampai kelokasi, melalui aliran Sungai Citarum.”Jadi nanti pengunjung akan di siapkan tempat penitipan kendaraan di Cabang bungin. Ter masuk perahu akan disiapkan untuk membawa pengunjung sampai ke pantai Beting. Itu sudah kami rencanakan,” jelasnya. Sutia mengaku, rencana tersebut belum bisa dilaksankan tahun ini, karena untuk menjalani rencana tersebut membutuhkan persiapaan yang mateng. Termasuk menyiapkan anggaran.”Kami inginnya ada bantuan dari Corporate Social Respon sibility(CSR) untuk menjalankan rencana tersebut,” harapnya. Dirinya memastikan, objek wisata yang ada di Kabupaten dan Penataan Ruang (PUPR) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), harus bertanggung jawab dan melakukan peneguran kepada pengusaha untuk memperbaiki saluran air yang ada. ”Persmasalahan ini harus cepat diselesaikan, sebab jalan ini merupakan jalur utama. Dinas terkait juga harus turun serta memberikan surat peringatan, supaya pengusahanya cepat tanggap dan berperan dalam perbaikan infrastruktur yang ada di lingku ngannya, sehingga masyarakat tidak dirugikan dari adanya pertumbuhan investasi,” ucap Taih. Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bekasi, Jamaludin berjanji, pihaknya akan melakukan observasi untuk mengatasi masalah banjir yang ada di wilayah Kecamatan Cikarang Selatan tersebut. ”Ini memang jadi tanggung jawab kami sebagai dinas yang membidangi infrastruktur, teruma masalah fisik dan konstruksi. Dan dalam waktu dekat, kami akan meninjau ke lapangan untuk mengetahui penyebabnya, serta berkomunikasi de ngan para pihak pengembang,” terang Jamal. (and) Pantai Beting Butuh Akses Jalan Bekasi bisa berkembang 5 tahun kedepan, tahun ini baru persiapannya saja.”Kami harus menyiapkan semuanya, Misalnya dibuatkan penginapan di dekat pantai, dan mengembangkan objek lain yang ada di dekat pantai, seperti pemancingan dan yang lainnya,” tukasnya. “Jadi enggak tahu-tahu ngebangun mall di Gembong, siapa yang mau dateng, kita harus melihat dulu keadaan disana seperti apa, semua itu membutuhkan waktu cukup lama,” pungkasnya. (pra) DOK/RADAR BEKASI BERSELFIE: Seorang warga sedang berselfie di area wisata Pantai Beting, Muaragembong, Kabupaten Bekasi. Polemik Gedung 16 Lantai Sambungan dari Hal 9 mendengar anggota LSM tersebut mengatakan.”Bahwa demo yang dilakukan adalah setingan karena LSM itu sudah menerima Rupiah”. Tak terima sudah dituding bahwa demo yang dilakukan organisasinya adalah hanya untuk kepentingan. Tanpa pikir panjang, seorang anggota LSM itu, langsung menghubungi si ‘pengirim pesan singkat’. Dan langsung mengklarifikasi bahwa pihaknya melakukan aksi demo secara tulus untuk menyuarakan kepentingan masyarakat. Perputaran Rupiah Perputaran rupiah, disini saya langsung berpikiran kenapa pembangunan 16 lantai itu dibatalkan apakah karena ada komitmen orang-orang yang berkepentingan tidak terakomodir atau seperti apa. Tentunya harus diselidiki dan diamati. Keesokan harinya, telepon genggam saya berdering dari nomor yang tidak dikenal. Ternyata penelepon tersebut berasal dari pemenang dari proses lelang yang dilaksana melalui Unit Lelang Pengadaan (ULP). Dan akhirnya kita bikin kesepakatan bertemu demi informasi yang ingin diperoleh untuk kepentingan publik. Dimana perwakilan dari perusahaan yang bergerak dibidang kontruksi ini, mengatakan karena ada pembatalan sepihak. Perusahaan tersebut bakal melakukan penggugatan kepada Pemkab Bekasi. Dan pihak tersebut juga dengan lantangnya yang menurutnya, berdasarkan bukti serta percakapan melalui pesan singkat. Bahwa Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada kegiatan 16 lantai telah menerima uang Rp3 miliar oleh salah satu peserta lelang yang kalah. Meskipun hanya bukti percakapan yang sekilas ditunjukkan kepada saya, dan saya minta untuk dipublikasikan. Namun pihak tersebut tidak memberikannya, tapi saya pun tidak memaksa karena itu hak narasumber. Jadi pada intinya, pihak pemenang lelang ini kecewa sebab sudah mengikuti proses lelang secara standar operasinal prosedur (SOP). Tiba-tiba ketika ingin meminta surat pelaksanaan ternyata kegiatannya dibatalkan. Dan yang menariknya lagi, pihak pemenang lelang ini juga menyebutkan bahwa Ketua Kelompok Kerja (Pokja) II ULP. Telah diintimidasi oleh orang tak dikenal, serta Ketua pokja II ini juga diimingi-imingi uang sebesar Rp500juta untuk memenangkan salah satu peserta. Supaya keluar jadi pemenang dalam pelaksanaan pembangunan gedung Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi 16 lantai. Berdasarkan informasi, penulis mencoba mencari informasi kepada PPK kegiatan tersebut. Terkenal dikalangan kuli tinta, seorang PPK yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Bangunan Negara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Ia langsung menepis adanya tudingan tersebut. Dengan obrolan santai yang ditemani dengan es jeruk dan gado-gado. Radar Bekasi berbincang santai dengan PPK, ia pun mengatakan, bahwa dirinya juga telah dimintai keterangan pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi.”Saya juga tidak tahu dari mana itu sumber informasi bahwa saya menerima uang Rp3 miliar. Dan saya juga siap diduduk barengkan dengan orang yang menyebar fitnah, serta pemberinya untuk mengungkap kebenaran dan keabsahan info yang bergulir,”ujar PPK saat bincang santai dengan Radar Bekasi. PPK pun menjelaskan, pihaknya melakukan pembatalan ini bukanlah untuk mencari keuntungan ataupun kepentingan segelintir orang. Melainkan karena ada aturan yang belum ditempuh. Begitu juga ULP, pihaknya dalam menjalankan proses tanpa ada intimidasi. Karena bekerja melakukan proses pelelangan sesuai dengan sistem yang ada. Sehingga pihaknya tidak bisa melakukan permainan. Karena Ketua Pokja II ULP Yayan saat Radar Bekasi sambangi ke ruang kerjanya yang berada di lantai III Gedung Bupati Bekasi, Delta Mas. Tidak ada di kantor, terpaksa demi mendapatkan informasi yang berimbang dan jernih tanpa ada agenda setting. Penulis mendapatkan informasi dari Kepala Bagian ULP. Dirinya mengatakan kelembagaan pihaknya tidak pernah menerima uang dari pemborong manapun. Terkait proses lelang tetap dilanjutkan, Pokja mengacu pada peraturan yang ada meskipun sudah ada surat permintaan pemberhentian disaat proses lelang berlangsung. Dan disini meskipun ULP dituding telah menerima uang, lagi lagi yang disangkakan kembali menepis informasi yang beredar. Pastinya penggalan pembangunan 16 lantai ini, yang bakal menghabiskan APBD sebesar Rp200 miliar dalam dua kali pelaksanaan. Pasti banyak kepentingan tak terlebih para anggota DPRD. Sebab sangat menjadi pertanyaan, kenapa saat pembahasan pengesahan APBD tidak menjadi polemik. Tapi saat pembatalan banyak yang berkoar-koar, tentu itulah seorang politisi. Setiap permasalahan sangat mudah untuk dipolitisasi. Karena tanpa menghubungi anggota DPRD. Namun telepon genggam saya berdering dengan nama yang tak perlu disebutkan. Dimana ada salah satu anggota DPRD mengatakan kepada saya. Kembali permasalahannya pada ‘Peredaran Rupiah’, dimana anggota Dewan yang sudah beberapa kali periode menjadi wakil rakyat menuding ULP telah menerima uang. Kata anggota dewan tersebut, kenapa ULP itu sudah menerima surat pembatalan lelang dari Dinas PUPR masih melanjutkan proses lelang hingga keluar salah satu pemenang. Dirinya sangat meyakini bahwa ulp terutama Ketua Pokja II telah terima uang. Dari observasi kecil yang penulis lakukan melalui teknik wawancara dan pengamatan sebagai seorang jurnalis. Tentunya hal ini tidak boleh keluar dari subtansi sebuah organisasi birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam menjalankan tugas fungsinya. Dimana menurut Redfiled dalam buku komunikasi organisasi mengatakan, suatu organisasi formal berkaitan dengan fenomena disebut komunikasi jabatan. Dimana hubungan ini terbentuk karena jabatan jabatan memiliki tugas saling berketerkaitan. Dan disini bukanlah mengedepankan perorangan melainkan lebih pada kepentingan keorganisasian. Dan perlu diketahui, apakah dalam proses pelaksanaan kegiatan pembangunan 16 lantai ini telah terbangun saluran komunikasi yang baik antara intansi terkait (pemangku jabatan). Tentunya penulis tidak bisa memberikan jawaban melainkan bisa dicerna sendiri. Karena setiap kegiatan pasti ada masalah, namun apabila memang mereka yang menduduki jabatan ini berkomunikasi dengan baik dan sesuai dengan jabatan mereka. Sekalipun demikian, dalam praktiknya komunikasi jabatan ini membingungkan. Karena tidak semua jabatan dan interaksi secara seksama sesuai dengan diagram jabatan. Tentunya dalam masalah ini harus menjadi cambukan bagi para pemangku jabatan. Sebab yang namanya ego sektoral itu dilingkungan para pejabat sudah menjadi hal yang lumrah. Namun apabila semua bisa berfikir saat bekerja tidak mengedapankan ego jabatan melainkan kepentingan masyarakat, tentunya perencanaan dan penyerapan APBD akan berjalan dengan baik demi mensejahterakan rakyat.(*) Wartawan Radar Bekasi

Edisi Maret - April Tahun 2009 per HAL - Elsam
Sriwijaya Magazine April 2018
Sriwijaya Magazine April 2017
Sriwijaya Desember 2018
Sriwijaya Magazine Juli 2018