Views
6 months ago

RADAR BEKASI EDISI 9 APRIL 2018

6 senin, 9

6 senin, 9 APRIL 2018 PENDIDIKAN Kirimkan artikel pendidikan Anda ke email: miftah.radar@gmail.com Guru dan Keteladanan Oleh: Masiah Marliana Guru SD Al Muslim Tambun, Anggota KGPBR Akhir-akhir ini banyak masalah mengenai siswa-siswi di sekolah. Mulai dari siswa-siswi SMA yang perilakunya seperti suami istri, sampai anak SMP yang berusia 14 tahun di probolinggo berani menantang duel gurunya di sekolah gara-gara sang guru memergoki murid tersebut membolos dengan dua temannya, al hasil pihak sekolah menyita motor yang dipakai murid tersebut membolos. Karna tidak terima dengan penyitaan motornya, siswa tersebut menantang gurunya untuk duel. Namun tantangan yang diajukan kepada sang guru tersebut tidak dilayani. Satu lagi yang membuat kita sangat miris berita tentang kematian seorang guru di SMAN 1 Torjun, Sampang Madura yang bernama Achmad Budi Cahyanto, tewas usai bertikai dengan muridnya sendiri. Entah apa penyebabnya, yang pasti ada faktor internal dan eksternal yang melatar belakanginya. Sehingga para siswa tersebut berani berbuat kasar dan tidak manusiawi kepada guru.. Mengapa siswa zama now yang katanya melek dengan teknologi kelihatannya tidak lagi mempunyai rasa hormat dan patuh kepada guru-guru mereka di sekolah? Berbeda dengan murid zaman old dimana siswa benar-benar hormat dan segan kepada guru mereka di sekolah. Jangankan mengajak duel atau pun memukul guru di sekolah, melihat mata guru saja tidak berani. Kalau sorang murid sudah begitu berani berbuat sekejam itu, sebenarnya siapa yang harus bertanggung jawab? Fenomena apakah ini? Entah itu dari teman sebaya yang ada di rumah ataupun di sekolah, ataupun dari teknologi dan informasi yang mereka akses, apalagi kalau kita lihat zaman now begitu mudahnya anak2 untuk mendapatkan informasi yang mungkin tidak layak dikonsumsi oleh usia mereka dari internet. Sebagaimana di sebutkan dalam Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendididkan Nasional pasal 3 Undang-Undang tersebut menjelaskan bahwa “ Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakep, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Muncul pertanyaan, mengapa sampai bisa anak didik disekolah seperti itu? Apakah ada yang salah dengan sistemnya atau bagaimana. Lepas dari perbedaan pandang mengenai penyebabnya, kita sebagai guru seharusnya tidak hanya mementingkan aspek-aspek intelektualitas semata. Tapi, terkadang kita sebagai guru melupakan aspek-aspek lain yang kadarnya sebanding dengan aspek intelegensi, yaitu akhlak dan keteladanan. Dikalangan pendididk sudah tidak asing lagi bahwa mendidik dan mengajar adalah tugas pokok dan tuntutan prpfesi yang disandangkan oleh seseorang yang dikenal dengan istilah guru. Siapa pun orangnya, ketika ia telah memilih sebagai seorang guru, konsekuensi logisnya ia telah siap bergelut dalam dunia mengajar dan mendidik. Banyak guru yang memaknai bahwa profesi guru hanya sebatas mengajarkan pengetahuan dan mentransfernya semata. Sedangkan, aspek – aspek lainnya kurang diperhatikan sebagai persoalan yang berarti , salah satunya dalam aspek akhlak dan keteladanan. Keteladanan merupakan aspek penting yang sering dilupakan seorang guru. Seorang murid terkadang meniru yang kita pakai dan kita ucapkan, bahkan apa yang kita lakukan. Hal ini pernah saya alami sendiri ketika memenggil teman guru dengan sebutan “ Bro “ didepan anak-anak, ternyata hanya beberapa waktu murid-murid saya sering menirukan ucapan saya tersebut. Sejak itulah saya berpikir, jika ucapan ringan seperti itu saja ditiru oleh murid-murid saya apa lagi dengan prilaku saya. Dalam menjalankan pekerjaannya, seorang guru membutuhkan kesabaran, ketulusan, dan dedikasi yang tinggi dalam membimbing para siswanya untuk menjadi manusia yang cerdas, berpengetahuan yang baik dan yang paling penting adalah yang berakhlak mulia. Bagi saya mengajar dan mendidik adalah panggilan yang istimewa. Bukan hanya sebagai kegiatan yang bersifat memberi dan menerima semata. Tapi, saya memaknai tiap ucapan maupun tindakan yang saya lakukan adalah bagian yang paling penting dari perjalanan panjang dalam membangun pendidikan yang berakhlak dan bermoral. Seorang guru harus mampu menjadi teladan bagi murid-muridnya. Minimal, apa yang kita ucapkan, yang kita pakai dan tindakan yang kita lakukan di hadapan mereka sesuai dengan kaidah. Guru dalam persepsi siswa tidak dipandang sebagai sosok yang harus diikuti atau dalam Al Qur`an surah Al-Ahzab ayat 21, uswatun hasanah (teladan yang baik) walaupun ayat tersebut ditunjukkan kepada diri Rasulullah Saw., namun keteladanan juga bisa tercermin dari sosok yang namanya guru. Dalam proses belajar mengajar, materi yang disampaikan akan lebih mengena dan diserap oleh murid secara efektif jika dibarengi dengan aspek keteladanan. Tidak hanya sebatas pada kata-kata dan ucapan saja, tapi langsung ketindakan nyata. Seorang guru juga dtuntut memiliki akhlak mulia. Tidak hanya baik dalam mengajar tapi juga baik dalam berakhlak terhadap sekitarnya. (*) TES FISIK: Siswa saat menjalani tes fisik di SMK BKM, kemarin. Sejumlah pendaftar terpaksa dipulangkan karena kedapatan memiliki tindik. Ketahuan Bertindik Langsung Dipulangkan Seleksi Siswa Baru di SMK BKM RAWALUMBU – Pemandangan berbeda terlihat diling- langsung dipulangkan oleh kasi, ada beberapa pendaftar kungan Sekolah Menengah panitia penerimaan siswa baru. Kejuruan Bina Karya Mandiri Padahal siswa tersebut belum (SMK BKM) kemarin. Meskipun mengikuti rangkaian tes. Ya, hari libur, namun sekolah yang siswa tersebut ternyata memiliki tindik ditelinganya. Selain berada di kecamatan Rawalumbu ini masih tetap terlihat di pulangkan, siswa tersebut ramai. Ya, sekolah tersebut sedang melaksanakan rangkaian “Ada 2 orang yang memiliki diyatakan tidak lulus seleksi. Penerimaan Peserta Didik Baru tindik di kuping dan hidungnya, (PPDB). Pantauan Radar Be- kita suruh pulang karena sudah Pastikan Kunci Jawaban Tidak Bocor BEKASI SELATAN – Sebanyak 13600 siswa dari 104 sekolah di Kota Bekasi, hari ini mengkuti Ujian Nasional berbasis Komputer (UNBK). Ujian yang dilaksanakan hingga hari kamis (12/4) mendatang, terdiri dari empat mata pelajaran, yakni bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan Satu mata pelajaran jurusan yang diujikan. Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan (KCD) Wilayah III Provinsi Jawa Barat Hery Pansila mengaku, pihaknya sudah melakukan persiapan dengan matang,”Semuanya sudah siap, tinggal pelaksanaannya saja hari ini,”katanya saat dihubungi Radar Bekasi, kemarin. Dia menjamin, pada pelaksanaan UNBK tahun ini tidak akan terjadi kebocoran soal. Pasalnya, soal UNBK disimpan d idalam server, dab bisa dibuka disaat pelaksanaan UNBK diulai. Yang terpenting, lanjut Hery semua server dimasingmasing sekolah yang akan menggelar UNBK sudah sinkron dengan server pusat. “Soal itu kan baru bisa dibuka di hari pelaksanaan sesuai mata pelajaran, jadi gak mungkin bisa dibuka hari ini. Kemungkinan bocor sangat kecil sekali. Untuk jaringan yang penting sinkron antara server yang ada disekolah dengan server pusat, jadi untuk jaringan insyaAllah sudah oke,“ ujarnya. Sementara itu, Kepala Seksi (KASI) Pengawasan KCD Wilayah III Provinsi Jawa Barat Mawar mengaku, sudah mengevaluasi kesiapan dari system maupun sumber daya manusia di masing-masing sekolah untuk melaksanakan UNBK serta berkoordinasi dengan instansi terkait. Mawar juga berkomitmen Kegiatan yang diikuti oleh 85 sekolah negeri dan swasta se-Kota Bekasi ini berlangsung dilingkungan sekolah SMPN 25 Kota Bekasi, sabtu (7/4) kemarin. Peserta terlihat unjuk keterampilannya di hadapan dewa juri. Jumlah peserta pekan keterampilan seni PAI tahun ini berhasil menarik minat sekolah untuk mengikuti berbagai kategori lomba. Hal tersebut terbukti dengan peningkatan peserta sampai dengan 72 % setelah ditahun sebelumnya hanya diikuti oleh 24 sekolah se-Kota Bekasi. Ketua MGMP PAI Kota Bekasi Mansyur saat ditemui oleh Radar Bekasi mengatakan, kegiatan yang mengangkat tema Kreatif, Inovatif, Sportif dan Islamy ini menjadi sarana untukmengembangkan bakat dan kreativitas siswa dalam bidang seni. Di amengaku, nantinya setelah kegiatan tingkat Kota ini selesai dilaksanakan, juara tingkat kota akan berlanjut menunjukkan kebolehannya untuk bertanding di tingkat provinsi. “ insyaAllah ada akan meningkat ke tingkat provinsi, kalau tahun lalu sampai tingkat nasional tapi tahun ini hanya sampai provinsi sekitar bulan agustus. untuk selalu berkoordinasi dan komunikasi serta siap tanggap dalam pelaksanaan UNBK sampai dengan selesai jika terdapat kendala. “Setiap satuan pendidikan su dah sudah semaksimal mungkin baik perangkat system dan SDM. Kami pun sudah mengevaluasi. Koordinasi de ngan instansi terkait seperti PLN, kepolisian dan pemerintah setempat. Dinas Pendidikan se lalu siap berkoordinasi dan komunikasi dan siap tanggap apabila ada kendala.“ ujarnya. Ter pisah, posko pemantauan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) kembali menerima sejumlah pengaduan ter kait persiapan pelaksanaan UNBK SMA 2018 yang akan dimulai 9 April besok. Selain melaksanakan pemantauan UNBK SMK pada minggu lalu, FSGI dan jaringannya di seluruh daerah juga terus melakukan pantauan persiapan pelaksanan pelaksanaan UNBK SMA/MA yg akan belangsung pada 9 - 12 April 2018. “Kami prediksi UNBK SMA akan berpotensi mengalami kendala teknis, mengingat jumlah peserta dan sekolahnya le bih banyak dibandingkan SMK,” Ujar Heru Purnomo, Sekjen FSGI, Minggu (8/4). Dia menyebutkan, persiapan UNBK SMA baik di Jakarta, Jawa Tengah, Nusa Tengara Barat, dan Bengkulu secara umum sudah baik tapi masih diwarnai kesulitan sinkronisasi karena kesiapan teknisi yang kurang memadai khususnya di MA. Kekurangan jumlah komputer sehingga sekolah harus pinjam ke pihak-pihak lain. Selain itu biaya tambahan yang lebih besar dibandingkan jika UN berbasis kertas. Apalagi Tadi kita total sekitar 85 sekolah jadi sekitar 165 siswa negeri dan swasta. Pesan yang ingin kita sampaika pertama sportifitas itu kita junjung tinggi tidak boleh ada kecurangan kita terima kekalahan dengan lapang dada dan harus dari sekolah asalnya kelas 7 dan 8,”terangnya. Sederet pejabat hadir pada pembukaan kegiatan diantaranya Kepala Kkementrian Agama (Kemenag) Kota Bekasi, Pengawas KEMENAG serta perwakilan Dinas Pendidikan (Disdik) sebagian besar melakukan UNBK dalam 3 sesi walaupun ada yang 1 sesi seperti sekolah swasta di Jakarta. “Dari pantauan FSGI, kesiapan komputer sebagai sarana UNBK SMA 2018 di wilayah jaringannya dalam kondisi siap,” ucap Heru. Dia melanjutkan, dengan kesiapan sarana Computer Basic Test (CBT) dalam UN besar harapannya agar kendala teknis pada pelaksanaan UNBK SMK tidak terulang. Jika terulang kembali seperti listrik padam atau kendala lain sehingga pelaksanaannya menjadi mundur, akan berakibat lelahnya fisik dan psikologis siswa dalam menunggu. “Potensi ini bisa berulang, mengingat penyelenggara UN- BK SMA jumlahnya jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan UNBK SMK,” tandasnya. (cr38/jpnn) Mengintip Pekan Keterampilan Seni PAI Kota Bekasi Jumlah Peserta Meningkat, Sarana Menggali Bakat Siswa Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (MGMP PAI) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kota Bekasi helat Pekan Keterampilan Seni PAI tingkat kota Bekasi. Seperti apa? Laporan: Surya Bagus Bekasi Utara Siswa Harus Percaya Diri BEKASI SELATAN – Siswa SMA sederajat yang hari ini mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), diminta untuk tidak percaya dengan beredarnya kunci jawaban. Siswa diminta percaya dan yakin dengan kemampuan yang dimiliki. Ketua pengurus cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Adi Prastyo, menyayangkan adanya beredar kunci jawaban saat pelaksa naan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) atau UNBK ting kat SMK lalu. Kendati demikian, dia merasa optimis pe serta didik tidak mudah terpengaruh. Pria yang akrab Tyo meminta untuk penyelenggara dan penegak hukum harus menindak tegas oknum yang menyebar kunci jawaban tersebut. Karena, bisa membuat peserta UNBK menjadi terganggu kosentrasinya. Selain itu, menurutnya soal dank unci jawaban UNBK adalah dokumen negara yang tidak banyak diketahui oleh khalayak luas sebelum UNBK dilaksanakan. “Di jaman sekarang ini tentunya anak sekolah sudah cerdas dan lebih percaya diri untuk menempuh ujian nasional, jangan membuat mereka untuk tidak menjadi percaya diri dengan menjual soal-soal yang belum tentu benar. Pihak penyelenggara dan keamanan UN- BK maupun penegak hukum harus menindak tegas jika ditemukan oknum penjual jawaban UNBK, “ ujarnya Sementara itu ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bekasi Raya, Aiman Syarif mengakui, kodisi demikian memang selalu terjadi saat momentum pelaksanaan ujian nasional.Hal ini yang menurut Aiman yang membuat mental bangsa semakin terpuruk diusia yang sangat produktif. “Sebagai salah satu seorang pendidik, hal demikian jelas membuat para pendidik kecewa. Perlu adanya upaya prefentif dari pemerintah dibidang tidak memenuhi syarat penerimaan siswa baru di sekolah ini,” tegas salah satu panitia PPDB SMK Bina Karya Mandiri, Bimbing kepada Radar Bekasi. Sementara itu wakil kepala sekolah bidang kesiswaan SMK BKM Ismail mengatakan, siswa yang demikian bukan hanya dipulangkan namun juga dinyatakan tidak lulus tes.”Karena terbawa pergaulan yang kurang baik, akhirnya mereka menggunaka tindik. Kami tidak menerima siswa yang demikian,” tegasnya. Ada lima tahapan yang harus diikuti oleh siswa baru. Pos pertama berisi tes akademik, pos kedua berisi ts fisik ( tato, tindik, kebugaran, tinggi dan berat badan, pos ketiga tes verbal (buta warna, pendengaran, membaca Al-Qur’an), pos ke empat siswa melalui interview (profil sekolah dan jurusan yang dipilih), sedangkan pos terakhir siswa yang sudah lolos di pospos sebelumnya harus melengkapi kelengkapan administrasi (KTP kedua orang tua, KK, dan NISN). Sejak awal mendaftar, siswa sudah dikenalkan dengan metode ujian berbasis computer dimana pemandangan itu ditemukan ketika siswa melalui rangkaian tes di pos pertama. Hal tersebut berkenaan dengan metode ujian yang digunakan oleh SMK BKM, demikian diterangkan oleh wakil kepala sekolah bidang kesiswaan SMK BKM Ismail. pendidikan “ tegas pria yang juga mengajar di salah satu SMA di Kota Bekasi ini. Menurutnya, pendidikan karakter sangat dibutuhakn saat ini. Pendidikan karakter tersebut CR38/RADAR BEKASI FOTO BERSAMA: Sejumlah siswa foto bersama usai menerima penghargaan dalam kegiatan Pekan Keterampilan Seni PAI tingkat kota Bekasi, beluma ini. CR38/RADAR BEKASI “Sejak awal memang kita sudah kenalkan system berbasis komputerisasi, jadi mereka diberikan kode untuk mengakses soal pada tes akademik karena kita sudah tidak pakai ulangan berbasis paper. Untuk siswa yang niat untuk sekolah di BKM ya harus ikut semua rangkaian kita karena bagi kita kalau hanya murah semua bisa bayar tapi ikuti dulu rintangan dari kita, “ ujarnya. Tahun lanjut Ismail, SMK BKM menerima 1500 siswa yang akan disebar kedalam 30 kelas di tahun ajaran 2018/2019. Jumlah siswa yang mengikuti tes pada gelombang pertama kali ini sebanyak 650 orang dari berbagai sekolah di kota Bekasi maupun luar Kota Bekasi. (cr38) Jadwal UNBK SMA/MA No Hari & Tanggal Sesi Jam Mata Pelajaran 1 Senin, 9 April 2018 Sesi-1 Sesi-2 Sesi-3 07.30 - 09.30 10.30 - 12.30 14.00 - 16.00 Bahasa Indonesia 2 Selasa, 10 April 2018 Sesi-1 07.30 - 09.30 Sesi-2 Sesi-3 10.30 - 12.30 14.00 - 16.00 Matematika 3 Rabu, 11 April 2018 Sesi-1 07.30 - 09.30 Sesi-2 10.30 - 12.30 Sesi-3 14.00 - 16.00 Bahasa Inggris 4 Kamis, 12 April 2018 Sesi-1 07.30 - 09.30 Satu mata pelajaran Sesi-2 10.30 - 12.30 jurusan yang diujikan**) Sesi-3 14.00 - 16.00 Jadwal UNBK Susulan SMA/MA 1 Selasa, 17 April 2018 Sesi-1 07.30 - 09.30 Bahasa Indonesia Sesi-2 10.30 - 12.30 Matematika 2 Rabu, 18 April 2018 Sesi-1 07.30 - 09.30 Bahasa Inggris *)Sumber Kemendikbud Sesi-2 10.30 - 12.30 Satu mata pelajaran jurusan yang diujikan**) merupakan tugas bagi pendidik untuk menanamkan dan membentuk karakter dan membangun mental bangsa sehingga tidak akan terpengaruh dengan halhal buruk. (cr38) Kota Bekasi. Saat pembukaan, Kepala kemenag kota Bekasi Mujani, berharap kedepan kegiatan ini akan diakui oleh pemda kota Bekasi, karena akan disetarakan pentas PAI ini dengan O2SN atau event-event lainnya. Pekan keterampilan seni yang berlangsung sejak pagi hari ini, diikuti oleh 165 siswa sekolah negeri dan swasta di Kota Bekasi membuat SMPN Negeri 25 kota Bekasi mendadak dipenuhi siswa meskipun berlangsung pada hari sabtu. Bermacam-macam kategori yang dilombakan diantaranya MTQ putra dan putri, MHQ putra dan putri, Pidato Putra dan putri, Kaligrafi Putra dan putri, Cerdas Cermat dan Marawis. Suasana gembira dirasakan oleh siswasiswi SMP Martia Bhakti yang terpilih sebagai juara umum tahun 2018 ini. Kegiatan yang berlangsung cukup lama tersebut ditutup oleh tuan rumah yakni diwakilkan oleh Humas SMPN 25 Bekasi, Mahmudin. “ Atas nama kepala sekolah kami merasa bangga MGMP kita bisa mengadakan acara seperti ini, karena anak-anak kita sangat berpotensi, namun jika tidak ada tempat untuk menuangkan itu percuma “ teganya. (cr38)

Jokowi Minta Kritik Berdasar Data BOGOR-Presiden Joko Widodo mengeluarkan semua unek-uneknya saat menghadiri konvensi nasional relawan Galang Kemajuan (GK) di Puri Begawan, Bogor, Sabtu (7/4). Pada awal sambutan, Jokowi tampak kalem di hadapan relawan yang membantunya sejak 2012 itu. Bahkan, dia sempat berkelakar ihwal kejadian salah kostum yang dikenakannya. Jokowi yang mengenakan setelan jas biru merasa tidak cocok untuk acara relawan yang relatif santai. ‘’Sekali-sekali kan tampil ganteng ng gak papa. Ya kan?” ujarnya disambut gelak tawa hadirin. Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Innayatulah mengatakan, pihaknya menargetkan UNBK terlaksana di selu ruh SMP negeri. Untuk memenuhi kebutuhan komputer tersebut, pihaknya akan meminjam ke sekolah menengah atas (SMA) maupun sekolah menengah kejuruan (SMK) baik negeri maupun swasta, serta orang tua murid. Ia menjelaskan, Pemkot Bekasi telah menganggarkan dan Nur Supriyanto, hadir lebih dari 500 pemuda-pemudi Kota Bekasi. Mereka antusias dengan tema yang fokus tentang peluang kerja yang terbuka lebar. Nur Supriyanto mengatakan, dirinya ingin penganggguran di Kota Bekasi bisa dikurangi semaksimal mungkin dengan membuka peluang kerja sebanyak-banyaknya. Dan itu bisa dilakukan dengan mendaftar langsung ke sejumlah both perusahaan yang sudah menjalin kerja sama. “Setelah acara ini, adik-adik bisa men datangi booth-booth perusahaan yang membutuhkan pekerja di Kota Bekasi. Saya sudah melakukan kerja sama dengan 50 perusahaan yang “bicara” melalui sang perantara dulu. Namanya: Google Translate. Dituliskannya apa yang mau dia ucapkan di situ. Hasil terjemahan aplikasi itu yang lantas dibaca sang kekasih. Baru ngeh. “Enam bulan saya pakai Google Translate waktu pacaran,” kenang Filla dengan malu-malu. Maklum, pacarnya, Lyu Zhiqiang, yang berasal dari Tiongkok, tak menguasai bahasa Indonesia. Sedangkan Filla yang lahir dan besar di Morosi, Konawe, Sulawesi Tenggara, juga tak paham satu pun kata dalam bahasa ibu Lyu. Tapi, kesabaran dan perjuangan keduanya tak sia-sia. Pada 12 Desember 2016, mereka resmi menikah. Setahun berselang, lahirlah buah cinta mereka, M. Farzan Seif. Bersandingnya Filla dengan Lyu adalah salah satu efek berbondongbondongnya pekerja dari Tiongkok ke Morosi sejak 2015. Di kota kecamatan itu mereka bekerja di PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI). Dalam berbagai kapasitas. Sebagian dari mereka lajang, sebagian sudah berkeluarga. Tak satu pun yang datang ke pelosok Konawe, sekitar 40 menit dari Ibu Kota Kendari, itu sembari membawa pendamping. Entah istri atau pacar. Meski demikian, yang kemudian tertambat hatinya dengan warga lokal tak banyak. Dari 742 pekerja Tiongkok di sana, diketahui hanya enam yang menikah dengan perempuan setempat. Itu pun tak Namun, sosok Jokowi berubah sangat drastis saat menceritakan isu demi isu yang terus menyerangnya. Kata Jokowi, saat ini ada oknum yang ingin melemahkan posisi pemerintah di mata masyarakat. Caranya dengan mengem buskan isu yang terkesan menakut-nakuti bahwa Indonesia akan gagal. Padahal, banyak negara di dunia yang mengapresiasi kerja pemerintah. Kalau pun masih ada kekurangan, itu bagian dari proses. Sebab, membangun negara tidak bisa instan. Sejumlah keberhasilan pemerintah dikritik lawan politik. Misalnya program pembelian komputer. Anggarannya mencapai Rp34 miliar. Namun, belum terserap di bagian perlengkapan. “Terakhir ada masalah spesifikasi sehingga konsultasi dengan Kementerian,” katanya. Dari hasil pemetaan, lanjut Inay, baru ada sebanyak 15 SMP yang siap melaksanakan UNBK dengan tambahan komputer dari orang tua murid. Karena, kebutuhan komputer baru terpenuhi 13 persen dari minimum 120 unit. Selain itu, masih ada 28 ada di Kota Bekasi,” ujar Nur yang belum lama meluncurkan Kartu Bekasi Ma ju (KBM). Nur menambahkan, kegiatan peluncuran Kartu Pasti Kerja (KPK) ini bersamaan dengan hari ulang tahun dirinya yang ke-53. Tapi, dia mengatakan pemilihan launching KPK bersamaan dengan hari miladnya itu diusulkan oleh Wakil Ketua Umum Gerindra Sandiaga Uno. “Ini bukan saya yang me nentukan tapi Bang Sandi. Kebetulan tanggal ini bertepatan dengan ulang tahun saya,” ujar pria berkacamata ini. Ketua panitia Drajad Kardono mengungkapkan, peserta yang datang dalam acara ini melebihi target panitia. Acara dihelat di RM Margajaya, Bekasi Selatan. Drajad mengatakan, KPK sertifikat tanah yang dinilai pembohongan oleh salah seorang tokoh politik. Nada Jokowi semakin tinggi saat membeberkan fitnah yang menyerang pribadinya. Mulai isu antek asing hingga isu antek PKI yang terus datang bertubitubi. Ironisnya, itu dilakukan dengan memfitnah melalui foto-foto yang diedit. ‘’Saya lahir belum, sudah jejeran sama Aidit (tokoh PKI). Isu apa-apaan ini, nggak beradab seperti itu,’’ ujar Jokowi menunjukkan fotonya berdampingan dengan Aidit. Jokowi tampak jengkel. Suaranya meninggi. Menurut dia, kritik atas apa yang dikerjakan sekolah yang belum bisa mandiri. “Ada kesepakatan dengan komite, kami bertang gung jawab dengan komputer pinjaman,” kata dia. Terkait dengan teknis pelaksanaan, nantinya siswa yang meminjam yang akan melaksanakan ujian di sekolah (SMA/SMK) lain. “Komputer akan diseting sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya. Sementara, Sekretaris Komisi 4 DPRD Kota Bekasi, Daddy Kusradi mengatakan, pihaknya berencana mengundang dinas merupakan program andalan kedua yang diluncurkan paslon Nur-Firdaus. “Sebelumnya, kami launching KBM di Bantargebang beberapa waktu lalu,” imbuhnya. KBM bermanfaat untuk pelayanan kesehatan, pendidikan, dan sosial bagi warga tidak mampu. Kartu Pasti Kerja (KPK) ini, menurut Drajad, diluncurkan karena pihaknya sadar setiap tahun jumlah lulusan sekolah lebih besar dari jumlah kesempatan kerja. Hal itu diakui salah seorang peserta bernama Wisnu yang datang ke acara launching KPK, karena ingin tahu seperti apa program dari calon wali kota Bekasi nomor urut dua ini. “Saya belum kerja dan sekalian mencari informasi pekerjaan dan program dari Kartu TERUSAN SENIN, 9 APRIL 2018 7 Enam Bulan Berpacaran dengan Bantuan Google Translate semua mau terbuka bercerita. “Saya ketemu istri main-main (saat jalan-jalan, Red) ke pantai,” ungkap Lyu yang lahir dan besar di Provinsi Jilin, Tiongkok, kepada Jawa Pos yang menemuinya di rumah makan miliknya di Morosi Rabu lalu (4/4). Penguasaan bahasa Indonesia Lyu belakangan membaik. Banyak kosakata yang dia pahami maknanya. Namun, peng¬ucapannya masih berlepotan. Saat pertama menyapa Jawa Pos yang sudah menunggunya di rumah makan, misalnya, dia menawari, “Mau apa, makan?” Karena itulah, untuk mendapatkan cerita lengkap tentang pernikahannya dengan Filla, Lyu meminta Jawa Pos menemui sang istri dan keluarga besarnya yang tinggal di Desa Bumi Indah, Lalonggasumeeto, Konawe. Sekitar satu jam perjalanan darat dari Morosi. Kasim, ayah Filla, mengenang, Lyu mulai mendekati anak gadisnya setelah Ramadan 2016. Kala itu anak ketiganya tersebut baru saja pulang setelah menginap di rumah ibu kan dungnya di Desa/Kecamatan Motui, Konawe Utara. “Selesai puasa itu, dia sering berkunjung ke rumah. Kadang satu minggu itu tiga kali,” ingatnya. Lama-kelamaan, Lyu akhirnya menyampaikan keinginannya meminang Filla yang kala itu baru saja lulus SMK. “Dia sampaikan secara jantan, saya mau menikah dengan anaknya bapak,” ucap Kasim menirukan pinangan Lyu saat itu. Banyak faktor yang harus dipertimbangkan yang membuat Kasim memilih tak menggubris lamaran Lyu itu. Tapi, Lyu ternyata tak menyerah. Tiga bulan lamanya pria asal Negeri Panda tersebut terus melakukan pendekatan. Termasuk menyatakan kesiapannya menjadi mualaf. “Saya pikir berkali-kali. Okelah, barangkali ini skenario Allah bahwa saya punya anak akan kawin dengan orang Tiongkok,” ujar Kasim. Lyu pun menikahi Filla secara Islam. Mengganti namanya menjadi M. Allif yang merupakan kebalikan nama sang istri. Allif memberikan uang Rp30 juta kepada keluarga Kasim untuk tambahan biaya pesta perkawinan tersebut. “Ternyata itu masih ada sisa biaya, sekitar Rp5 juta. Nah, ambil saya bilang (ke Allif),” kata Kasim. Pernikahan Filla dengan Allif sempat dipertanyakan warga dan otoritas keamanan setempat. Mereka menyoroti legalitas pernikahan beda kewarganegaraan tersebut. “Saya beri pemahaman bahwa saya tidak tinggal diam. Saya sudah tanyakan ke kantor imigrasi dan mereka bilang tidak dilarang,” ungkap Kasim. Di mata keluarga sang istri, Allif dikenal sebagai sosok pekerja keras dan dermawan. Juga mudah bersosialisasi dan selalu bersikap sopan ketika bertemu dengan warga setempat. Bukan hanya itu, Allif juga terbuka tentang latar belakang keluarga besarnya di Tiongkok. Meskipun belum pernah berkunjung ke Konawe, keluarga Allif terbukti cukup menaruh perhatian. Bahkan, beberapa waktu pemerintah sangat wajar, bahkan sangat dibutuhkan. Namun, dia meminta agar kritik yang dilontarkan dibangun atas data yang benar. Bukan asal bicara. Karena itu, Jokowi meminta relawan mulai terjun memberikan pendidikan politik ke masyarakat bawah. Dengan begitu, publik tidak terhasut oleh kampanye hitam yang bermuatan hoax dan fitnah. Relawan diminta bekerja dengan militansi tinggi. ‘’Saya mengajak semuanya, marilah sekali lagi kita keluarkan yang namanya tenaga dalam itu, sehingga militansi itu muncul kembali,’’ terangnya. (far/c17/oki) UNBK SMP Pinjam Komputer SMK pendidikan dan bagian perlengkapan sekretariat daerah terkait belum terealisasinya peng adaan komputer untuk UNBK. Ia mengatakan, pihaknya tidak mempersoalkan perihal rencana meminjam komputer ke SMA/ SMK Negeri maupun swasta. Karena, Kota Bekasi harus melaksanakan UNBK. Tapi, itu merupakan solusi terakhir. “Pengadaan komputer agar peserta tidak tercecer, bisa melaksanakan di sekolah sendiri,” ujarnya.(neo) Nur-Firdaus Luncurkan Kartu Pasti Kerja Pasti Kerja ini,” ujarnya. Di tempat yang sama, hadir calon gubernur Jawa Barat Ahmad Syaikhu. Cagub nomor urut tiga ini juga memberi motivasi kepada peserta Ngobrol Asyik. Ahmad Syaikhu men dukung program yang dilun curkan Nur Supriyanto-Adhy Firdaus yang ingin mengurangi angka pengangguran di bekasi. “Ini bagus programnya, harus didukung. Sejalan dengan program saya juga KPK (Kartu Prioritas Kerja). Di luar ini saya akan launching Asyik Preneur. Untuk terus mening katkan jumlah enterpreneur muda di Jawa Barat,” ujarnya. Khusus mengenai pekerjaan, Ahmad Syaikhu menggarisbawahi bahwa jika ada kreativitas, pekerjaan akan selalu ada. (pay) Luhut: Bukan Merendahkan Tenaga Lokal JAKARTA-Presiden Joko Widodo telah meneken Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pe nggunaan Tenaga Kerja Asing. Hadirnya beleid tersebut diharapkan bisa mendukung perekonomian nasional dan perluasan kesempatan kerja melalui investasi. Terbitnya Perpers itu dinilai dapat mempermudah masuknya tenaga kerja asing ke Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan menuturkan dalam hal ini investor memang kesulitan dalam mencari tenaga kerja lokal. “Memang tenaga kerja lokal itu kita susah. Pendidikan vokasional kita memang kurang, politeknik juga kurang,” kata Luhut dalam acara Rakornas PDI Perjuangan, di Jakarta, Minggu (8/4). kakak ipar tersangka, Rahman menceritakan, kejadian ber mula saat dia berada di dalam rumah. Rumah dia dengan Djohar satu pagar. Bersebela han. Hanya terbatas tembok. Ia mendengar teriakan minta tolong dari rumah mertua. Mendengar suara tersebut, ia langsung berlari mendatanginya. “Begitu lihat, si ade (Dede) sedang bekap bapak. Sedangkan bapak udah berlumuran darah semua,” katanya, Sabtu (7/4). Spontan, dia langsung menendang tangan adik iparnya Razia Cipkon, Pemuda-ABG Diciduk amankan termasuk kendaraannya,” katanya di lokasi operasi. Anak di bawah umur yang terjaring diserahkan ke Reskrim Polres Metro Bekasi Kota untuk selanjutnya dihubungi ke orang tuanya masingmasing. “Dan ke SPK (Sentra Pelaya nan Kepolisian) untuk diberikan pembinaan termasuk pangarahan,” tambahnya. Ia menambahkan, operasi itu dilaksanakan menindaklanjuti peredaran minuman lalu, ibu Allif mengirim pakaianpakaian bayi untuk Farzan. “Saya bingung tiba-tiba datang pakaian anak kecil dari Tiongkok. Luar biasa,” ungkap Kasim. Berbeda dengan keluarga Kasim, keluarga Yati saat ini harap-harap cemas dengan nasib anak perempuannya, Jumiatun. Sebab, seorang warga Tiongkok yang dikenal dengan nama Li memboyong perempuan 30 tahun itu ke Tiongkok tahun lalu. “Sempat menetap tiga bulan setelah menikah, setelah itu ke Tiongkok,” ungkap Juminah, adik Jumiatun. Parahnya lagi, pihak keluarga yang tinggal di Desa Purui, Morosi, tersebut sama sekali tidak tahu latar belakang Li di Tiongkok. Setahu mereka, Li awalnya merupakan tukang las di PT VDNI Morosi. Karena kerap bertemu dengan Jumiatun, Li pun kepincut dan menawarkan pinangan ke pihak orang tua Jumiatun. “Waktu itu saya pasrahkan ke Pak Nurdin (warga setempat, Red). Yang penting anakku diurus,” ujar Yati, ibunda Jumiatun. Tahun lalu Jumiatun juga bekerja di PT VDNI sebagai juru masak. Namun, pekerjaan itu tidak lama dia tekuni. Jumiatun lantas berjualan sayur dan bekerja serabutan di sekitar smelter PT VDNI. Yang agak menghibur Yati, sesekali dirinya masih bisa berkomunikasi via aplikasi WeChat dengan Jumiatun dan keluarga Li di Tiongkok. Itu pun ketika Yati memiliki pulsa untuk membayar paket data internet. Luhut mengatakan investor kerap mengeluh jika menggunakan tenaga kerja lokal, maka proyek tidak dapat selesai tepat waktu. Hal itu akan menyebabkan kerugian sehingga investasi enggan masuk ke daerah. “Kalau dia tidak tepat waktu selesai dia rugi,” ungkapnya. Selanjutnya, Luhut menuturkan, itu merupakan fakta yang ada dimana tenaga kerja lokal memang belum mumpuni dalam menggarap proyekproyek investasi. “Ada yang bilang wah menko maritim merendahkan tenaga kerja lokal atau orang Indonesia. Bukan merendahkan, tapi faktanya begitu,” ujarnya. Adanya beleid yang mengatur tentang kemudahan masuknya TKA ini bukan bermaksud untuk meragukan kemampuan Pensiunan Polri Disekap Anak Sendiri yang sedang membekap Djohar. Seketika, Dede pun diam tidak melawan. Rahman memperkirakan, tersangka berbuat demikian karena tidak diberi uang. “Sempat dikasih, tapi kurang kali ya. Saya belum sempet ngomong sama bapak,” ucapnya. Selain itu, kata dia, adiknya memiliki riwayat sakit jiwa. Sempat dirawat di RSJ Bandung selama delapan bulan. Sudah tiga bulan ke belakang ia tidak minum obat penenang karena merasa sudah sembuh. “Kalau mukul baru-baru ini setelah enggak minum obat,” ujarnya. Kapolres Metro Bekasi keras oplosan yang beberapa waktu lalu telah merenggut nyawa sejumlah pemuda di wilayah Kota Bekasi. Dirinya berharap supaya dengan dilaksankannya Operasi Cipkon maka dapat menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat. Berdasarkan pantauan, be lasan pemuda itu sempat men coba melarikan diri menggu nakan sepeda motor saat hendak diamankan, namun berhasil dihentikan. Sepeda motor mereka juga diamankan. Polisi juga sempat berhenti “Sering video call setiap ada pulsa,” kata Yati lirih. Menurut Yati, saat ini Jumiatun sudah memiliki anak hasil pernikahan tersebut. “Katanya menunggu anaknya usia tiga tahun baru pulang ke sini (Konawe),’’ katanya. Tidak Lantas Mudah Jadi WNI Secara aturan, memang tak ada yang dilanggar dalam pernikahan antara pekerja asal Tiongkok dan warga lokal di Konawe. Namun, tidak lantas si warga asing jadi mudah mendapat status warga negara Indonesia (WNI). Kabag Umum dan Humas Ditjen Imigrasi Agung Sampurno menuturkan, syarat untuk menjadi WNI bagi WNA tergolong berat dan berlapis-lapis sebagaimana diatur dalam UU Kewarganegaraan. “Keputusan pemberian kewarganegaraan itu memang di Kemenkum HAM, tapi harus ada clearing dari BIN (Badan Intelijen Negara), melibatkan kepolisian dan Kementerian Luar Negeri. Bukan peristiwa biasa, ini peristiwa rumit,” ujar Agung kepada Jawa Pos, Sabtu (7/4). Bahkan, pernikahan juga tidak berdampak pada lamanya izin tinggal untuk WNA tersebut. Mereka tetap harus mengurus izin sebagaimana WNA biasa yang tidak menikah dengan warga Indonesia. Misalnya mengurus visa tinggal atau izin ker¬ja bila WNA tersebut merupakan pekerja asing. Sesuai aturan, salah satu syarat WNA menjadi WNI adalah dapat berbahasa Indonesia serta mengakui tenaga kerja lokal, tetapi memberikan pola. Dalam hal ini, investor asing dibolehkan untuk menggunakan TKA dalam waktu yang ditentukan. Tetapi selanjutnya, harus tetap menggunakan tenaga kerja lokal. “Kemarin malam investor yang mau investasi di Morowali Utara sebesar enam miliar dolar datang ke rumah saya. Saya bilang ke mereka, kamu dari sekarang harus mendidik orang lokal untuk menjadi pegawai, mendidik manusianya,” jelas Luhut. “Maka itu saya kasih pola oke boleh tiga sampai empat tahun dia pakai orang asing tapi setelah tiga hingga empat tahun, mereka harus pakai tenaga kerja lokal. Itu fungsinya, kita cari solusi. Bukan fight the problem,” tukasnya. (uji/JPC) Kota Kombes Indarto mengatakan, pihaknya mengamankan barang bukti berupa sebilah kayu balok, bantal dan kasur. Korban di larikan ke rumah sakit dan pelaku dibawa ke kantor polisi. “Ini motif sedang kita gali, tapi tadi sekilas kita interogasi dia marah kepada bapaknya karena hal-hal tertentu,” katanya. Terkait dengan riwayat penyakit yang dimiliki Dede, akan ditindak pihaknya. “Nanti kita akan periksakan ke dokter jiwa termasuk medical recordnya sambil kita dalami keterangan para saksi,” tandasnya.(neo) di beberapa lokasi sejumlah pemuda berkumpul dan melakukan pemeriksaan untuk memastikan tidak ada aktivitas minum-minuman keras. Diketahui, sejumlah pemuda di Bekasi Selatan dan Pondokgede, Kota Bekasi tewas diduga akibat mengkonsumsi minuman keras oplosan jenis ginseng. Pabrik miras oplosan sudah digerebek. Peracik dan pedagang sudah diamankan. Semen tara, pemilik pabrik masih dalam pengejaran pihak kepolisian (neo) dasar negara Pancasila dan UUD 1945. Selain itu, WNA minimal sudah tinggal 5 tahun berturut-turut di Indonesia atau paling singkat 10 tahun tidak berturut-turut. “Karena ketika menikah, tidak berarti izin tinggalnya menjadi suami istri jadi orang Indonesia. Pernikahan hal tersendiri, imigrasi hal tersendiri,” jelas dia. Bahkan, selama ini jarang orang yang ingin berpindah kewarganegaraan men jadi WNI setelah menikah. Sebab, orang tersebut juga memper timbangkan jaminan sosial dan ekonomi yang telah didapatkan di negara asalnya. “Seperti orang Amerika Serikat atau Australia itu punya jaminan sosial dari negaranya. Rugi, anaknya juga nanti tidak mendapatkan hak jaminan sosial dari negara bapaknya,” imbuh dia. Di samping itu, pelepasan kewarganegaraan di negara asal juga tidak mudah. Sebab, yang bersangkutan harus menda¬patkan persetujuan dari negara asal dan negara tujuan. Dalam kasus Australia dan Indonesia, misalnya, dua hal tersebut tidak ketemu. Di Australia, orang yang ingin menjadi WNI harus telah diakui secara resmi terlebih dahulu oleh pemerintah Indonesia. Tapi, bagi Indonesia, itu tidak mungkin. Sebab, berarti ada dwi kewarganegaraan. “Bagi Australia, kalau belum mendapatkan Indonesia-nya, sementara Australia sudah dilepas, dia akan stateless. State¬less itu termasuk haram hukumnya bagi Australia,” tambah dia. (tyo/ce1/JPC) General Manager/Penanggung Jawab: Andi Ahmadi. Pemimpin Redaksi: Zaenal Aripin. Redaktur Pelaksana: Bisman Pasaribu. Korlip: Irwan. Redaktur: Miftakhudin. . Sekretaris Redaksi: Dinar Maharani. Staf Redaksi: Andi Mardani, Antonio J. S. Bano, Eko Iskandar, Syahrul Ramadhan, Ahmad Pairudz, Dani Ibrahim, Karsim Putra Pratama. Komisaris: Hazairin Sitepu. Direktur: Hetty, Faturohman S Kanday. Ombudsman JPG: M.Choirul Shodiq, Rohman Budijanto. Fotografer: Arisanto, Raiza Septianto. Pracetak: Yudhi Handoko, Mahmud Amsori, Bambang Joko Prakoso, Tio Ardiansyah, M. Indra Negara. Desain Iklan: Denis Arfian. Editor: Muhammad Qithfi Rul Aziz. Teknologi Informasi: Beni Irawan, Alvin. Pemasaran/Sirkulasi: Asep Rachmat (Koordinator), Eti Cahyanih. Manager Iklan: Hafidz. Iklan: Flora Pangestika. Manager Keuangan: Imam Hidayat. Keuangan: Rizky Marcella, Niki Ayu Minofi, Linda Rose Iskandar. Alamat Redaksi dan Tata Usaha: Perkantoran Suncity Square, Jl M Hasibuan Blok A40-41, Bekasi. Telp. Redaksi: 021-88863639. Telp Iklan: 021-88863640 (FO & PEMASARAN): 021-88966203. Telp. Keuangan: 021-88863641, Faks: 021-88863641, 021-88863639. Telp: 021-88966203, 88863641. Bank: Bank CIMB Niaga Bekasi. No.Rek: 925-01- 00699-00-0 a.n PT BEKASI EKSPRES MEDIA. Diterbitkan oleh: PT Bekasi Ekspres Media. Percetakan: PT Bogor Media Grafika Jalan Siliwangi Kav 1 No 34 Komplek Puslitbang Intel Desa Ciujung, Kabupaten Bogor, Sentul Bogor. No.Telp: (0251) 8655 365. (isi diluar tanggung jawab percetakan). Warna FC : Rp. 50.000,- Halaman 1 FC : Rp. 65.000,- Advertorial FC : Rp. 30.000,- Hitam Putih BW : Rp. 35.000,- Halaman 1 BW : Rp. 50.000,- Advetorial BW : Rp. 20.000,- Pengumunan BW : Rp. 30.000,- Iklan Baris : Rp. 15.000,- Wartawan Radar Bekasi selalu dibekali identitas dan tidak menerima uang atau barang berharga lainnya dari narasumber.

Sriwijaya Magazine April 2017
Destinasi Indonesia Edisi 12
TravelXpose.com - Edisi Maret 2017
Sriwijaya Magazine Juli 2018