Views
3 months ago

RADAR BEKASI EDISI 7 APRIL 2018

12 sabtu, 7 april

12 sabtu, 7 april 2018 gawai XL Gandeng Evercoss Rilis Ponsel Kamera Ganda Murah XL Axiata berkolaborasi dengan Evercoss untuk menghadirkan gawai (smartphone) baru, yaitu Xtream 1 dan 1 PLUS. Ponsel ini punya berbagai keunggulan. Seperti kamera ganda dan dual 4G on bersamaan. Ponsel dengan harga di bawah Rp1 juta ini pun sudah mulai mengadopsi berbagai teknologi canggih. Gawai ini sejatinya diciptakan untuk mengakomodir kebutuhan pengguna XL menikmati layanan video streaming. Diakui XL, minat masyarakat Indonesia dalam menikmati video streaming semakin meningkat. “Konten video tak lagi dianggap sebagai sarana hiburan semata namun juga sebagai sarana dan konten edukasi. Untuk itu, XL berkomitmen untuk dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat Indonesia untuk dapat lebih banyak mengakses layanan video streaming dengan menyediakan perangkat smartphone 4G yang berkualitas dengan harga terjangkau,” kata Chief Marketing Officer XL Axiata, David Arcelus Ose, di Mal Kota Kasablanka, Jumat (6/4). Ada dua varian Xtream 1 yang diluncurkan, yakni Xtream 1 dan Xtream 1 Plus. Kedua ponsel ini sama-sama mengusung prosesor Sreadtrum quad core 1,3 GHz, RAM 1 GB, dan memori internal 8 GB. “Yang membedakan di antara keduanya adalah ukuran layar. Xtream 1 punya layar 4,5 inch dan Xtream 1 Plus punya layar 5,5 inch dengan rasio 18:9. Kapasitas baterainya juga berbeda, kalau Xtream 1 itu 1.700 mAh, Xtream 1 Plus itu 2.650 mAh,” ujar Head Marcomm Evercoss, Suryadi Willim. Selain itu, perbedaan juga terletak pada fitur kameranya. Untuk varian Xtream 1 Plus Evercoss menyematkan dual camera di bagian belakang dengan konfigurasi 8 MP + 2 MP dan LED flash. Sementara kamera depannya 8 MP. Sedangkan yang versi standar hanya dibekali satu kamera di bagian belakang 8 MP dan kamera depan 5 MP. Varian ini tidak memiliki sensor sidik jari seperti Xtream 1 Plus. Kedua ponsel ini dibanderol dengan harga murah. Untuk Xtream 1 dibanderol Rp649.000, sementara Xtream 1 Plus dihargai Rp939.000. (bis) larangan Pemerintah Imbau Pedagang Tak Jual Produk Sarden BEKASI SELATAN – Pemerintah Kota dan Kabupaten Bekasi mengimbau kepada seluruh pedagang ritel modern maupun pedagang di pasar tradisional untuk tidak lagi menjual 27 merek produk ikan dalam kaleng (sarden,red) yang mengandung parasit cacing. Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi, Abdur Rofiq menegaskan, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran himbauan kepada pedagang pasar tradisional maupun ritel modern untuk tidak menjual 27 merek produk ikan dalam kaleng tersebut. Surat tersebut sudah dikeluarkan pada 2 April 2018 lalu. Dalam surat itu disebutkan, sehubungan dengan pemberitaan yang beredar di beberapa media terkait ditemukannya cacing pada produk sarden serta hasil pengujian yang dikeluarkan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) terhadap sampling dan pengujian produk ikan dalam kaleng pada 28 Maret lalu, bahwa dari 66 merek yang dilakukan pengujian, terdapat 27 merek positif mengandung parasit cacing. Rinciannya, 16 produk merek impor, dan 11 produk merek dalam negeri. Merek sarden yang dimaksud, diantaranya ABC, ABT, Ayam Brand, Botan, CIP, Dongwon, DR Fish, Farmerjack, Fiesta Seafood, Gaga, Hoki, Hosen, IO, King’s Fisher, Jojo, LSC, Maya, Nago, Nagos, Naraya, Pesca, Poh Sung, Pronas, Ranesa, S & W, Sempio, TLC dan TSC. “Menindaklanjuti hal diatas, kami meminta kepada seluruh pedagang, pengusaha ritel mo dern, supermarket, hypermarket, dan mi ni market, untuk tidak memperjualbelikan dan me ngedarkan produk-produk tersebut kepada masyarakat, sampai dengan adanya pemberitahuan selanjutnya dari BPOM,” kata Rofiq. Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bekasi, Abdillah, juga mengaku telah mengeluarkan surat edaran himbauan serupa. Bahkan, pihaknya bersama dinas terkait telah mengecek ke sejumlah pedagang maupun ritel modern untuk memastikan produk tersebut tidak lagi beredar di pasaran. “Dua hari lalu, kami sudah mengecek produk sarden yang dilarang beredar itu ke sejumlah pedagang tradisional dan ritel modern bersama dengan BPOM dan Satpol PP,” terang Abdillah. Hasilnya, kata dia, pihaknya menemukan beberapa produk yang dilarang tersebut dari sejumlah ritel modern. Namun, karena bersifat himbauan maka pihaknya tidak melakukan penindakan tegas. “Ritel modern yang kami temukan masih menjual produk ikan kaleng itu, dan kami minta untuk menyimpannya ke dalam gudang. Karena ini sifatnya masih himbauan,” pungkasnya. (oke) probisnis IST/RADAR BEKASI FOTO BERSAMA: Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, (dua dari kiri) foto bersama dengan jajaran manajemen Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) diacara Industri Summit 4.0 di Jakarta, Jumat (6/4). CCAI Dukung Kembangkan Program Digitalisasi JAKARTA - Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) turut ser ta dalam Industri Summit 4.0 yang dihelat Kementerian Perindustrian (Kemenperin) di Jakarta, Jumat (6/4). Industri 4.0 merupakan fase dalam perkembangan dunia industri. Industri 1.0 ditandai dengan ditemukannya mesin uap. Industri 2.0 dimulai dengan adanya rantai produksi dan produksi massal. Dengan adanya komputer dan otomatisasi, membuat dunia masuk era industri 3.0. Sedangkan era industri 4.0 d itandai dengan pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence), internet of things, big data, hingga robot. Regional Corporate Affairs Manager Public Affairs & Commu nications (PAC) CCAI, Nurlida Fatmikasari mengungkapkan, beroperasi di Indonesia sejak 1992, inovasi teknologi merupakan salah satu kunci strategi CCAI untuk tetap Goldmart Perkenalkan Perhiasan Ekslusif BEKASI SELATAN – PT Gold Martindo menghelat roadshow peluncuran tiga koleksi perhiasan ekslusif terbaru dari seri Vennus Co llection di showroom Goldmart Metropolitan Mal Bekasi. Roadshow yang berlangsung mulai 6 sampai 8 April 2018 ini, ditawarkan diskon hingga 50 persen untuk pembelian koleksi perhiasan tersebut. Asisten Sales Manager PT Gold Martindo, Nara Susilawati mengatakan, Venus Collection terinspirasi oleh Dewi Romawi, yang dikenal sebagai simbol cinta, keindahan dan kemakmuran. Koleksi perhiasan ini merupakan analogi dan perpaduan sang dewi yang seringkali digambarkan mengenakan karangan bunga Myrtle. “Dewi Venus dengan pesona dan keanggunannya sering kali diasosiasikan dengan cinta dan kebadian, merupakan inspirasi utama dari koleksi yang kami tampilkan sebagai interpretasi modern sang dewi. Ini sesuai dengan moto kami, yakni Share Love and Joy Trough Jewelery untuk pelanggan setia,” ujar Nara, Jumat (6/4). Nara menjelaskan, Venus Collection terdiri dari tiga koleksi perhiasan ekslusif yakni Venus Amour, Venus Felix, dan Venus Libertina. Setiap koleksi perhiasan emas 18 karat dengan kadar 75 persen tersebut diban derol mulai harga Rp8 juta sampai Rp100 jutaan. Ia menjelaskan, Venus Amour merupakan koleksi perhiasan ekslusif Goldmart yang melambangkan Sang Dewi Cinta yang senantiasa menjadi inspirasi ribuan kisah cinta sejak dulu hingga menjadi simbol modern kekuatan dan kemurnian cinta. “Koleksi yang terdiri dari cincin, collier dan anting dengan taburan berlian yang menghiasi desainnya yang mewah dan everlasting akan membuat penampilan semakin anggun bak Venus, sang Dewi Cinta,” terang Nara. Sementara, Venus Felix, lanjut Nara, koleksi ini melambangkan simbol harapan akan keberuntungan yang tak kunjung putus. Venus Felix, yang menjadi yang terdepan di pasar minuman dalam negeri. Untuk meningkatkan kinerja, pelayanan dan daya saing, sejak lima tahun lalu CCAI mem ulai proses otomatisasi dan digitali sasi. Sebagian besar sistem terse but dirancang dan dikembang kan oleh tim internal yang me rupakan putra putri Indonesia. “Sistem dirancang berbasis internet platform yang mudah dan dapat dioperasikan melalui perangkat komputer atau tablet maupun telepon genggam,” kata wanita yang akrab disapa Mieke ini. Lanjut Mieke, program digitalisasi ini berjalan di area Supply Chain dan pelayanan penjualan, dimulai sejak produk dikembangkan sampai berada di toko-toko yang menjual produk CCAI. “Hal ini bertujuan untuk men dapatkan informasi terakurat (real time) mengenai proses, out put, biaya, dan pela yanan yang berguna untuk mening katkan kinerja dan kualitas di seluruh operasional CCAI,” terangnya. Mike menambahkan, saat ini ada 10.000 karyawan CCAI un tuk melayani lebih dari 830.000 pelanggan di seluruh Indonesia, dengan meng operasikan delapan lini pro duksi preform di dua fasilitas Packaging Service Division (PSD), empat Mega Distri bution Centre, dan 38 lini produksi di delapan pabrik manufaktur kelas dunia. (oke) OKE/RADAR BEKASI TUNJUK PERHIASAN: Seorang model sedang menunjukkan koleksi perhiasan ekslusif dari seri Vennus Collection. berarti Lucky Venus merupakan bagian dari koleksi ekslusif venus dengan desain yang elegan dan menawan, ditonjolkan dengan taburan berlian yang mempercantik set perhiasan emas putih ini. Terakhir, Venus Libertina. Perhiasan ekslusif ini merupakan bagian dari koleksi Venus Ekslusif Goldmart yang terdiri dari bangle, necklace dan cincin yang bernuansa alam. Koleksi ini melambangkan sisi kebebasan Venus, sebagai Dewi yang mencintai dan dicintai oleh semesta. “Koleksi bernuansa bunga yang dipercantik dengan butian berlian ini melam bangkan Venus sebagai bunga yang tumbuh menghiasi dunia dengan keindahannya,” tandas Nara. (oke) Penjualan Laptop Meningkat Dua Kali Lipat OKE/RADAR BEKASI TOKO KOMPUTER: Pengunjung sedang melintasi di depan sejum lah toko komputer, di Bekasi Komputer Expo 2018. BEKASI SELATAN – Sejumlah pedagang perangkat elektronik laptop mengalami peningkatan penjualan selama pameran Bekasi Komputer Expo 2018, di Bekasi Cyber Park (BCP). Pegawai Toko Ultimace, Renaldi, mengaku dalam perhari rata-rata bisa menjual hampir 10 unit laptop selama pameran berlangsung. Di luar event terse but, biasanya hanya mampu men jual paling banyak lima unit. “Ada peningkatan penjualan dua kali lipat selama ajang Bekasi Komputer Expo 2018 ini,” ujarnya saat ditemui di lokasi. Menurutnya, penjualan laptop di dominasi oleh produk baru dari berbagai merek dengan harga dikisaran Rp4 juta sampai Rp6 juta. Namun yang paling dicari adalah laptop keluaran merek Asus, Acer, dan HP. Ia menyatakan, kebanyakan konsumennya membeli perangkat laptop saat momen hari libur, sepeti Sabtu atau Minggu. Meningkatnya penjualan laptop itu karena harga menarik yang ditawarkan selama pameran berlangsung. “Rata-rata harga laptop memang lebih rendah diban ding di luar event ini,” katanya. Hal senada dikatakan pemilik toko Klik Komputer, Fransiscus. Menurutnya, event Bekasi Komputer Expo cukup menarik minat masyarakat untuk mem beli laptop maupun menukar kan laptop lamanya ke yang baru. Dalam perhari selama pameran, pihaknya mampu menjual 20 unit laptop di dua toko yang dimiliknya. “Kenaikan penjualannya hampir sama, dua kali lipat,” katanya. Dia mengaku pihaknya sudah mengikuti ajang Bekasi Komputer Expo selama empat kali. “Ini kan event nya setiap enam bulan sekali, dan kami sudah ikut empat kali. Setiap event, penjualannya memang selalu bagus,” terangnya. Untuk diketahui, pameran Bekasi Komputer Expo 2018 dihelat sampai 8 April mendatang. (oke)

GELANGGANG 13 SABTU, 7 APRIL 2018 PRO LIGA Tugas Bank Sumsel dan Pertamina Paling Ringan SOLO - Persaingan antartim peserta Proliga 2018 untuk merebut tiket grand final bakal memuncak pada final four putaran kedua di GOR Sritex Arena, Solo, Jawa Tengah, 6-8 April. Saat ini, semua tim putra dan putri masih memiliki peluang lolos ke final Proliga 2018 di GOR Among Rogo, Jogjakarta, 15 April mendatang. Namun, dari semua tim itu, tim putra Palembang Bank Sumsel Babel dan tim putri Jakarta Pertamina Energi mempunyai peluang paling besar. Pasalnya, kedua tim tidak terkalahkan dalam tiga pertandingan final four putaran pertama di GOR Ken Arok, Malang, pekan lalu. Dengan demikian, mereka hanya membutuhkan satu kemenangan dari tiga laga di Solo untuk melaju ke grand final. “Tiga kemenangan pada putaran pertama membuat tugas kami menjadi ringan di putaran kedua,” kata pelatih Pertamina M Ansori dalam rilis resmi Proliga, Kamis (5/4). Meski begitu, dia tidak ingin hanya memetik satu kemenangan di Solo. Pelatih asal Jatim itu tetap membidik kemenangan dari semua laga untuk menjaga mental anak asuhnya menjelang grand final Proliga 2018. Sementara itu, pelatih Bank Sumsel Samsul Jais juga mengusung ambisi besar di Solo. Meski hanya membutuhkan satu kemenangan, Bank Sumsel bakal berusaha menyapu bersih semua laga pada final four putaran kedua ini. “Kami tetap ingin tampil sempurna dengan tiga kemenangan,” ujar Samsul. (jos/jpnn) DOK/RADAR BEKASI ILUSTRASI: Atlet FPTI Kabupaten Bekasi saat tampil di kejuaraan. Anggaran cabor dinilai dapat memengaruhi target dari segi persiapan. Realisasi Anggaran Tentukan Target Porda LIGA 1 ILUSTRASI PSMS Didenda Rp30 Juta MEDAN - Komdis PSSI harus menjatuhkan hukuman denda sebesar Rp30 juta dan teguran keras ke manajemen PSMS Medan lantaran lemparan botol ke bangku tim lawan. Ulah suporter tersebut terjadi saat Ayam Kinantan julukan PSMS Medan menjamu Bhayangkara FC di Stadion Teladan, Sabtu (31/3) lalu. Surat dari Komdis PSSI tersebut pun sudah diterima manajemen PSMS, Kamis (5/4) siang. “Iya sudah kami terima. Hukuman itu menurut laporan dan mereka melihat langsung dari televisi ada pelemparan botol ditujukan ke bangku pemain lawan.” “Dan, itu terekam televisi. Kami tidak bisa membantah. Karena jelas nampak, ya telak lah. Ibarat kalau orang bertinju, PSMS kena KO lah ini,” ujar Sekretaris Umum PSMS, Julius Raja kepada Pojoksatu, Jumat (6/4). Pun demikian, King-sapaan akrabnya, meski menerima pihaknya akan memberikan hak jawab ke Komdis PSSI. “Terutama soal pelemparan tersebut. Kalau dilihat kan posisinya dari tribun tertutup barat. Itu penonton kan? Bukan suporter. Kalau dari dari tribun terbuka Utara atau Selatan masih bisalah kita bilang suporter. Jadi ini bukan ulah suporter tapi oknum penonton,” ungkapnya. “Kita klarifikasi justru saat PSMS vs Bhayangkara itu suporter bagus dan mendukung . Jadi saat ini harus kita bedakan. Sebab, selama ini jika terjadi kerusuhan atau hal-hal negatif ditujukan selalu ke suporter. Padahal belum tentu,” timpalnya. Dia juga menjelaskan masih akan merapatkan ke barisan manajemen. “Kami akui insiden itu. Kami akan perbaiki ke depannya. Namun, dari jumlah Rp30 juta itu kami berharap minta kekurangan jadi Rp10 juta. Memang sulit, kalau selama ini malah enggak ada istilah banding. Tapi ya mana tahu bisa, namanya usaha,” ungkapnya. King menjelaskan insiden botol ini memang tak lepas dari kurang pengawasan pihaknya, namun dia memastikan sejatinya Panpel sudah berusaha. Misalnya dengan mencek keberadaan botol mineral yang dibawa penonton atau suporter. “Makanya botol mineral kami ganti dengan plastik. Waktu penonton masuk kami siapkan plastik putih. Dan di dalam enggak kami kasih jualan lagi. Ya namanya masuk ramai-ramai, ada juga yang lolos. Entah diselipkan dimana kita enggak tahu. Begitu kesal di dalam dilampiaskan dengan melempar botol,” bebernya. Untuk itu, dia mengimbau penonton atau suporter yang hari ini menyaksikan pertandingan langsung lawan Persija Jakarta ke Stadion Teladan untuk sama-sama saling menjaga. “Karena kalau dihukum yang rugi kan PSMS juga dan tim. Seandianya nanti terjadi lagi dan kita dihukum lebih berat, bertanding tanpa penonton atau diusir tak boleh main di kandang, kan lebih berbahaya lagi,” pungkasnya. (nin) BEKASI SELATAN - Ketua Gerakan Pemuda Peduli Olahraga Nasional (GP PON), Andre Jati, angkat bicara soal lambannya pencairan anggaran Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII 2018. Menurutnya, keterlambatan tersebut akan berdampak pada perolehan medali di olaharaga multi event empat tahunan di Kabupaten Bogor nanti. Anggaran Langsung Dikelola Cabor? BEKASI SELATAN - Kebijakan Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Bekasi, untuk anggaran rutin langsung dikelola cabang olahraga (Cabor) di tahun 2019 jadi perbincangan. Pro kontra, mewarnai kebijakan tersebut. Kelebihan dan kekurangan jika wacana tersebut terealisasi mulai menjadi pembahasan. Pasalnya untuk pengelolaan anggaran langsung, diperlukan manajemen keuangan yang baik. Sekretaris Umum, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Komarudin, menyatakan, kebijakan tersebut sudah disampaikan langsung pada tiap cabor dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bekasi, di beberapa pertemuan yang sudah dilakukan. “Kabid (Kepala Bidang) Disbudpora, Nani Suwarni, sempat menegaskan soal anggaran kedepannya dikelola langsung oleh cabor, dan bukan lewat “Sampai sekarang anggaran KONI belum cair. Ya, pastinya sangat berpengaruh besar pada target juara umum, kabupaten bekasi,” ujarnya pada Radar Bekasi, Jumat (6/4). Bisa jadi, kata dia, lambannya pencairan anggaran sudah merubah hasil perolehan medali emas, dari target yang su dah ditentukan oleh pihak KONI Kabupaten Bekasi. Ka rena, dari segi persiapan Kabu paten Bekasi jauh tertinggal dari Kota Bandung dan Kabu paten Bogor. “Kenapa bandung dan bogor, karena dua wilayah tersebut merapakan rival kita di porda. Persiapan mereka sudah jauh dari kita,” jelasnya. Menyiasati hal ini, Sayogyanya pihak KONI Kabupaten Bekasi mendesak pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Bekasi, agar anggaran bisa segera diserap oleh tiap cabor, khususnya yang mengedepankan atlet binaan untuk bertanding nanti. “Bagusnya pihak KONI menanyakan kepada dinas terkait dan Bupati perihal keter lambatan anggaran,” bebernya. Andre juga mengapresiasi cabor yang sudah menjalani pemusatan latihan cabang (Pelatcab) meski tanpa anggaran dari KONI. “Saya kira, cabor sudah maksimal. Terutama yang sudah menjalankan pelatcab. Saya lihat juga hampir mayoritas atlet yang akan turun di porda adalah binaan. Benerbener perlu kerja keras,” tandasnya. (dan) DANI/RADAR BEKASI RAPAT: Disbudpora, KONI dan Cabor saat melaksanakan rapat Porda, di salah satu ruangan, Stadion Wibawamukti, Kecamata Cikarang Timur. KONI lagi. Teknisnya seperti apa, jelas saya tidak setuju. Karena persoalan anggaran perlu jeli dan tidak banyak yang mampu mengelola” ujar Komarudin pada Radar Bekasi, belum lama ini. Bagaimanapun, kata dia, pengelolaan anggaran tetap di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bekasi, sebagai induk olahraga Helat Muskot IPSI “Tandingan” BEKASI SELATAN - Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Bekasi dengan 24 perguruan silat yang menjadi anggota IPSI Kota Bekasi bakal menghelat Musyawarah Kota (muskot) pemilihan Ketua Umum IPSI di Islamic Center pada Sabtu (7/4) hari ini. Agenda tersebut sekaligus menjawab keberadaan caretaker Pengrov IPSI yang menghelat Muskot di Aula Kecamatan Mustikajaya (31/3) lalu. ”Muskot ini diadakan karena menilai caretaker yang dibentuk IPSI Jabar seharusnya hanya mengantarkan pelaksanaan muskot, bukan menyelenggarakan seperti yang sudah dilaksanakan di Mustikajaya,”terang Wakil Ketua Panitia Muskot IPSI, Reuni Catur, Jum’at (6/4) kemarin. Selain itu, kata dia, caretaker tidak dikenal dalam AD/ART IPSI. Lebih jauh, terang catur, jika pun ada caretaker yang ditunjuk oleh pengprov IPSI, mereka dinilai terburu-buru, mengingat Ketua IPSI Kota Bekasi, Rahmadsyah masih menjadi ketua hingga 8 April 2018. ”Artinya keberadaan caretaker sarat kepentingan karena melampaui kewenangannya menyelenggarakan muskot di mana semestinya hanya mengantarkan,”paparnya. Dengan begitu, lanjut Catur, penyelenggaraan muskot yang dilaksanakan caretaker di Mustikajaya belum alam ini dinilai tidak sah karena peserta muskot masih ada yang tidak terdaftar sebagai anggota IPSI alias peserta siluman. Sementara 24 perguruan silat yang terdaftar pada IPSI Kota Bekasi tidak diundang dalam muskot tersebut. Sehingga muskot tersebut dianggap cacat hukum karena melanggar AD/ART terkait kepesertaan seperti tertuang pada Bab VII tentang peserta dan tata laksana musyawarah IP- SI. yang menaungi semua cabang olahraga. “Cabor belum tentu mampu. KONI, dengan sistem yang ada, tentu sudah bagus ketimbang harus dikelola oleh cabor,” tuturnya. Sementara, sejumlah cabor, justru mendukung dengan program Disbudpora tersebut. Karena, dengan dikelola cabor, akan mudah bagi pengurus cabang olahraga untuk mengeluarkan anggaran sesuai dengan keperluan atlet dan cabor. Sekretaris Umum Persatuan Angkat Besi, Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia (PAB- BSI) Kabupaten Bekasi, Junaedi, mengakui kebijakan yang disampaikan oleh Kabid Disbudpora sudah sesuai. Kata dia, beberapa daerah seperti Jakarta sudah menerapkan sistem tersebut. “Ini sudah sangat mempermudah cabor kedepannya. Saya sangat setuju,” katanya. Menurutnya kemudahan dirasakan cabor jika anggaran langsung diberikan. “Bila benar, tentu ada mekanisme juga kan. Kita bisa membentuk terlebih dahulu, agar penggunaan anggaran sesuai dengan ketentuan aturan di Kabupaten Bekasi,” tandasnya. (dan) IST/RADAR BEKASI JELANG MUSKOT: Ketua IPSI Kota Bekasi, Rahmadsyah (kedua kiri) Wakil Ketua Panpel Muskot IPSI, Reuni Catur (tengah) saat memberikan keterangan kepada awak media. ”Melihat kondisi di atas, maka IPSI Kota Bekasi, sesuai AD/ ART, tetap akan menyelenggarakan muskot demi menyelamatkan organisasi, ”pungkasnya. (one)

Sriwijaya Magazine April 2018
Edisi Maret - April Tahun 2009 per HAL - Elsam
Sriwijaya Magazine Mei 2018
eBuletin NRE @ Edisi Mac - April 2011
Edisi 220 • 13 Februari 2011 - Mirror UNPAD
Destinasi Indonesia Edisi 12
Swara Bina Kota - Edisi 05/2008 - Pemerintah Kota Bandung
majalah-mdp-edisi-II
Sriwijaya Magazine April 2017
Sriwijaya Magazine Februari 2018
Kembara PLUS online edisi April 2014