Views
1 week ago

RADAR BEKASI EDISI 7 APRIL 2018

2 sabtu, 7 april

2 sabtu, 7 april 2018 ESAY Kesuksesan Murid Kebahagiaan Guru Oleh : Wahyudin, M.Pd.I (Anggota KGPBR) Saat saya mengikuti acara Reuni Akbar, yang digagas Ikatan Alumni Pendidikan Islam Nurul Huda Tegalgede Cikarang Selatan Bekasikab, terbersit dalam hati betapa indahnya menjadi guru. Mengapa? Karena banyak kenangan, baik suka maupun duka dirasakan saat mendidik. Dua puluh empat tahun sudah tidak bertemu dengan murid. Hari ini Sabtu 25 Maret 2018 pertemuan bernuansa silaturahmi akbar ditapaki. Dulu, sang murid sangat lugu dan polos. Saat ini, jauh berbeda menjadi sosok insan dewasa nan matang bahkan bisa jadi melebihi sang guru baik secara fisik maupun kompetensi sesuai dengan kapasitasnya. Itulah diantara indahnya menjadi guru. Suksesnya murid bahagianya guru. Ada yang uniks juga pernyataan murid, kok pak Wahyu tetap seperti dulu? Kalimat itulah sering dikatakan murid kepada gurunya, seakan menjadi guru itu “awet muda” atau mungkin “awe t tua” ya. Saya pun sama, saat bertemu dengan gu ru SD yang dulu mengajar seakan tidak ada pe rubahan secara jasmani. Guru SD pun tetap aw et muda. Itulah diantara hikmahnya menjadi gu ru. Sejuta kebahagiaan terus dirasakan guru, di samping berkesempatan _sharing_ ilmu kepada murid., juga memiliki momen memotivasi murid tak henti bahkan menginspirasi. Setiap guru mempunyai idealisme, berharap murid-muridnya lebih berkualitas dari pada gurunya. Baik kualitas iman, ilmu maupun amal. Dalam sambutan berdurasi lima belas menit saya berpesan, bahwa proses regenerasi terus berjalan. Dulu Anda sebagai murid, sekarang sudah menjadi sosok insan kompeten pada bidang yang digeluti. Bahkan banyak murid yang sekarang menjadi guru. Dulu menjadi murid, sekarang menjadi sahabat. Itulah dinamika kehidupan, berlangsung sesuai sunnatullah. Ada juga, murid yang menjadi ulama, ilmuan, dokter, wiraswastawan sukses, manajer, dosen, kepala sekolah, juru dakwah dan profesi lain yang mungkin tidak digeluti oleh guru. Substansi inilah diantara kebahagiaan sang gu ru. Di sisi lain saya berpesan, bahwa sekarang kita hidup di zaman _now_. Tentunya pola dan sistem kehidupan jauh berbeda. Dulu teknologi sangat sederhana, sekarang serba instan. Informasi ada dalam genggaman. Artinya kita semua harus siap menghadapi akselerasi zaman yang kian canggih ini, sehingga kita bisa berkompetisi secara sehat. Orang yang memiliki keahlian lah yang akan eksis hidup di zaman modern ini. Di samping memiliki khazanah keilmuan mumpuni, juga harus memiliki _link_ yang tak terbatas sehingga selalu _update_ dari masa ke masa. Juga, mampu berkomunikasi secara intens, se hingga problematika apa pun akan terbuka solusinya. Itulah bahagianya menjadi guru, berkesempatan menambah ilmu. Bahkan aliran ilmu yang diberikan kepada murid akan menjadi jariyah, insya Allah mengalir manfaatnya kendati sang guru telah tiada. Akhir dari sambutan, saya berpesan bahwa orang sukses selalu belajar tak henti. Membaca dan menulis menjadi budaya. Literasi menjadi sahabat kehidupan. Klimaksnya akan selalu berjuang demi kokohnya peradaban. Mengapa Allah SWT menurunkan ayat yang pertama itu berbunyi “iqro?”, ini satu isyarat dengan membaca lah menjadikan manusia mengenal Allah SWT dan juga mampu menangkap fenomena alam. Ingin menjadi sosok _ulul albab_? Semuanya dengan membaca dan membaca. Kemudian mengikat makna dengan menulis.(*) Selepas itu, Walter langsung mencari Mike dan Judy. Saat mereka bertiga bertemu, Wal ter langsung menceritakan ap a yabg tadi di sampaikan ol eh guru sejarah.”Aku punya re n cana gila yang ada di piki ran ku sekarang. Bagaimana jika kita bertiga menangkap Frans si mantan guru itu?” kata Walter, dengan tegas tapi terasa santai pada raut wajah nya. Awalnya, mereka berdua me nolaknya dengan keras. Tapi, Walter mendesak mereka. Mau tidak mau, Mike dan Judy harus me ngikuti kata saha batnya itu.”Oke, kalau begitu bes ok kita langsung berangkat menuju ke kota Vinzium. Kalian harus membawa tu nggangan kalian masing-masing,” kata Walter mene gas k an. Keesokan harinya, mereka sudah siap untuk berangkat. Walter mengecek barang-barang yang dibawa oleh Mereka bertiga. Sudah lengkap semua yang dibutuhkan. Walter langsung memberi aba-aba untuk berangkat. Tunggangan yang mereka naiki adalah burung unta raksasa. Jadi, mereka bertiga tidak akan cepat lelah jika menaiki tunggangan. Mereka bertiga su dah memasuki kawasan jalanan setapak di tengah hutan. Saat di tengah per jalanan, mereka bertemu dengan laki-laki berumur sekitar tiga puluh lama tahun ke atas. “Wahai anak muda, ingin pe rgi kemana kalian? Sampai me mbawa tunggangan seperti itu. nampaknya, ada keperluan pen ting.” Tanya laki-laki itu, laki-laki itu mempunyai jenggot yang panjangnya sekitar empat sentimeter. Dan wa jahnya tampak bersih. “Kami ingin pergi ke kota Vinzium. Untuk bertemu de ngan seseorang yang sangat penting.” Tukas Walter, dengan seri us ia berkata. Tak tahu kenapa Tibatiba Walter men jadi orang yang sangat serius dan tegas. Mungkin karena ia masih belum bisa menge ta hui asal usul keluarga nya. ”Jika boleh tahu, siapa sese oran g yang ingin kalian temui itu?” Tanya Laki-laki itu pena sa r a n. “Maaf, kamu tidak boleh tahu. Ini sangatlah rahasia.”Kata Walter, dengan sinis ia m e- ngatakan itu. “Oke, tidak masalah. Tapi anak muda seperti kalian tidak boleh berkeliaran di kota yang penuh dengan Penyihir-penyihir jahat. Mari aku antar.”Ajak laki-laki itu. Mereka ber t iga menuruti laki-laki itu. Be nar apa yang dikatakan laki-laki itu, jika tidak ada yang mengawal mereka menuju ko ta yang penuh dengan Penyihir-penyihir jahat, maka me reka bertiga akan menjadi mainan para penyihir jahat yang ada di kota Vinzium. Di perjalanan, mereka mulai istirahat di bebatuan yang ada di pojok hutan. Mereka mulai ber cakap-cakap di tengah kelelahan. Laki-laki itu bilang ke mereka bertiga bahwa ia pernah mengajar di suatu sekolah di kota Brucela. Saat mendengar apa yang di bilang oleh laki-laki itu. Walter mulai curiga. Apakah orang ini adalah Frans? Tidak mungkin, dia orang baik. Mereka melanj utkan perjalanan, burung unta raksasa bergerak dengan c epat. Mereka sudah melihat Ba yang-bayang kota Vinzium dari kejauhan. Mereka mulai be rgerak lagi. Sekarang, nampaknya burung unta sudah mulai kelelahan kembali. Kebetulan saja di de pan terdapat tempat berse jarah di tengah hutan. Jadi, me reka bisa istirahat kembali. Na ma bangunan itu adalah “Fat hers of Rock”. yang artinya ada lah Ayah-ayah batu. Karena tempat ini di penuhi bebatuan rata yang luasnya mencapai stadion lapangan sepak bola Sajak Pagi Karya: Lili Priyani Guru SMAN 2 Cikarang Utara, Kab. Bekasi budaya Terhenyak dari rajutan mimpi Yang saling melompat meloncat Ke sana ke sini Tak beralur namun beraneka tema Saling berkelabat, silih berganti Bila terlalu riang, sesungging senyum melekat dalam lelap Bila terlalu seram, ketakutan dan teriakan seakan tercekat di tenggorokan, tak bisa dimuntahkan Sesamar suara nan indah tertangkap Bangunkan raga, satukan jiwa Untuk menghadap dan berpinta pada Yang Maha Di atas tilam bersemuka pada-Nya Tumpahkan segala rasa Adukan segala lara Bermunajat panjang, berharap ridha Alunan bait-bait firman-Nya Menjadi penyejuk sukma Mengalir, menjalari, menembus batas angkasa Ketenangan tiada tara Raja siang malu-malu menampak Terbungkus sisa hujan semalam Masih tersisa dinginnya, meremangkan kuduk Geliat hidup mulai memancar Sesekali suara makhluk tersimak Kesibukan mulai terasa Dan sepagi ini Kulihat orang-orang di sepanjang jalan Menggerakkan tubuh ke kanan dan ke kiri, ke depan dan ke belakang Diiringi musik riang Seirama, sehitungan, segerakan Teriakan suka, celoteh gembira Penuh tawa sehatkan raga Dan di pagi ini Kunikmati hirupan herbal juga sepotong roti sumbu goreng Bercengkerama sesama handai Berbagi cerita Sungguh, pagi yang penuh warna Sajak Siang Karya: Lili Priyani Guru SMAN 2 Cikarang Utara, Kab. Bekasi Sapa hangat berbalur gelak tawa Renyah menghias seirama naiknya Sang Surya Bercengkerama bersama Habiskan waktu keluarga Kala bayang sepanjang badan Mengikuti gerak langkah Mencari penawar bunyi yang keluar dari tengah raga Kiranya cacing-cacing sedang berpesta pora Menggerogoti sisa remah pagi Tibalah di bilik rasa Yang menggugah selera dengan beraneka sajian tersedia Meleleh air ludah, tak sabar ingin mencicipi semua Beberapa jenak memutar logika Menimbang piihan menu di meja Serasa ingin mencoba semua Setiap kita memutuskan pilihan Sesuai kadar kemampuan badan Agar tercukupi sesuai takaran Berharap bukan nafsu yang ditonjolkan Tak seberapa lama berselang Aneka sajian tertata di hadapan Cerpen Puisi Heart of The Witch (Habis) jika di jaman sekarang. Mereka memanggang kalkun yang tadi mereka tangkap. Langit sudah mulai berwarna biru tua, berarti menandakan ma lam akan tiba. Ayam Kalkun pun matang dengan sempurna. Mereka memakannya, nikmat sekali ayam Kalkun ini. Langit sudah gelap, mereka me mutuskan untuk tidur. Mereka sangat lelah sampai-sampai baru meletakan tubuhnya di alas, me reka langsung terlelap. Mereka pun tidur dengan pu las. Keesokan harinya, stamina mereka merasa pulih kembali. Rasa lelah sudah tidak ada pada tubuh mereka. Mereka masih bersiap untuk berangkat. ”Hey, setelah selama ini. Kami belum berkenalan dengan mu. Siapa nama mu?” Tanya Mike kepada laki-laki itu. “Nama ku adalah Fran s.”kata n y a, sambil memasukan Barang-barang ke dalam tas. Mereka tersentak kaget mende ngar apa yang dia bilang ba rusan. Apakah benar dia adalah mantan guru yang jahat itu ? judy langsung menyiapkan tongkat sihirnya tapi disembun yikan di balik punggungnya. Walter langsung bertindak. “Apakah kamu pernah mengajar di sekolah Heart of The Witch?” Tanya Walter. “Ya” hanya satu kata yang diu capkan oleh Frans. “Apakah kamu keturunan keluarga Claire?” “Ya tentu saja. Nama panjang ku adalah Anthony Frans Claire. Memangnya ada apa kalian me nanyakan hal yang tidak ada hubunganya dengan situasi sekarang. Bersiaplah! Seben tar lagi kita menuju ke kota Vinzium.” Kata Frans de ngan santai menggendong tas nya. Ia baru sadar mengapa anak anak ini mengintrogasinya seperti itu. Frans langsung menjatuhkan tasnya.”Rupanya ka lian dari sekolah itu ya. Aku Karya : Raffy Syah Rahman Sukhendro (Siswa SMPIT Thariq Bin Ziyad Boarding School Cikarang) tahu mengapa kalian ingin pergi ke kota Vin- zium. Karena tujuan kalian adalah aku. Aku seseorang yang kalian cari itu kan?!” kata Frans dengan nada tinggi. Frans langsung mengarahkan kedua tanganya ke arah mere ka bertiga. Bersiap untuk me nyerang, mereka bertiga la ngsung bersembunyi di belakang batu. WOOSH terdengar se rangan bola api yang di lontarkan oleh Frans.”Ayo ini ke sempatan kita!”kata Mike sam bil meloncat dari belakang ba tu. Mike mengarahkan tongkat sihirnya ke arah Frans. Mik e ingin menyerangnya de ngan serangan yang ia pakai sa at ujian. Tapi terlambat, Fr ans sudah melontarkan seranganya lebih dulu. Judy segera membalasnya. Tapi percuma saja, Frans mema kai tameng transparanya. Tu buh judy ditarik oleh Frans, ternyata Frans menggunakan mantra tidur untuk Judy. Judy pun tertidur dengan lelap di hadapan Walter. Walter ingin me nyerang Frans. Tapi, dia ha nya bisa serangan biasa. Itu tidak akan ada efeknya sa m a sekali untuk melumpuh kan. Walter berdiri di hadapan Frans, menga rah kan tongkat sihirnya ke arah Frans. Terlepas cahaya kecil dari ujung tongkat Walter. Percaya tidak percaya, sera nganya mengenai tubuh Fr a ns. Frans meringis kesakitan, tapi dia tertawa.”Serangan mu itu tidak mempan sama se kali olehku, Walter.” Kata Frans dengan senyuman badutnya. Walter mulai panik, am at sangat panik. Bagaimana ji k a ia dihabisi oleh Frans? Itu tidak boleh terjadi. Walter me nangis, dia tidak kuat melihat temanya tersakiti seperti itu. apalagi di depan m a tanya sendiri. Tiba-tiba, keluar aura cahaya dari tubuh Walter. Walter langsung mengarahkan ta nganya ke Frans. WOOSH ke luar bola api raksasa dari ta ngan Walter. Ke kuatan khusus dari keluarga Cl aire sudah ada pada diri W a- lter. Frans tersentak kaget, apa ini benar terjadi? Frans tetap melakukan serangan ba lik. Bola api dilontarkan terus oleh Frans. Tapi sia-sia s aja usaha Frans, Walter me nghindar dan menangkis ser an gan Frans. Karena sudah tidak tahan la gi, Frans mengubah dimensi menjadi dimensi cermin. Penyihir dulu bilang kalau dimensi ini dimensi yang tidak terrbatas. Maksudnya, seseorang yang sudah menggu nakan sihir itu harus mempu nyai mantra kembali lagi atau membuat pengguna mantra itu tersakiti. ”Sebenarnya kau in gin apa, Frans? Ku dengar kau ingin merebut sekolah ku. Apa maksudmu?!” tanya Walter, sambil menggunakan mantra terbang. Dia pun terbang setinggi dua meter dari permuka an yang dia pijaki. “Kamu hanya anak kecil. Ka mu tidak tahu apa-apa mengenai aku. Dan itu bukan urusanmu untuk mengetahui itu SEMUA!” Jawab Frans dengan menegaskan kata semua. Frans sangat marah, dia memutuskan untuk menggunakan mantra bayangan. Sekarang dia menjadi banyak, se ki tar ada tujuh orang Frans ada di sana. Walter tidak takut aka n itu. Walter menggunakan mantra serangan paling mema tikan. Walter mengubah di rinya menjadi ular. Tanpa ba sa basi, Walter langsung me nerjang semua Frans. Walter berubah kembali menj adi wujudnya. Frans yang asli sudah kewalahan karena terus menerus diserang Walter. Walter merasa senang se karang, karena sudah men dapat kan apa yang ia inginkan. Ya itu kekuatan asli keluarga Air liurpun tertahan, ingin segera menghabiskan Suara sendok, garpu, dan kunyahan Silih berganti bersahutan Ditimpali kelakar dan canda ringan Hingga tuntas kandas hidangan Tampak rasa puas Senyum riang terhias Menyisakan kesan atas kebersamaan yang semoga tak kan pias Nama Karya : Iman Kurniawan,S.Pd Anggota Komunitas guru penulis Bekasi Raya Nama membuat orang rindu dan jatuh ahati Nama bisa membuat orang tidak bisa tidur bila disebut Nama Membuat kita menjadi berharga Nama Bisa membuat nekat menembus badai Hanya ingin bertemu Nama Membuat segalanya bisa menjadi indah dan bencana Nama Kelak di padang masyar sang Hakim memanggil Nama Hanya namaNya terindah mulut ini selalu menyebutNya Apalah artinya nama namun bila kita tak punya nama kita bak mayat yang berjalan Hargailah sebuah nama karena ibu dan ayah Hilang Karya : Nabila wantika maharani Siswa kelas X ips SMA Al Muslim Bila esok hari Mungkin sang penulis Telah hilang di telan bumi Jangan harap ada tangis Mungkin kalian bingung Atau pun bertumpuk tanya Penulis hanya ingin tenang Tanpa beban yang ada Pergi Tanpa Pamit Karya : Nabila wantika maharani Siswa kelas X ips SMA Al Muslim Jauh perjalanan Mencari sang pujaan Di mana tuan kini berada? Mengapa tuan pergi tanpa pamitan? Ratusan gurun telah ku temui Jutaan kilo telah ku jalani Namun apa kata gerangan Harapan kini jatuh tak berarti Hati kini kian gelisah Menunggu datang sang pujaan Akan kah tuan kembali membawa kasih Atau kah kembali membawa harapan Tapi yang ku tau pasti Waktu terus berganti Seiring harapan yang tak pasti Claire.”Menyerahlah, Frans. Kau sudah tidak bisa apa-apa lagi. Lagipula, tidak ada guna nya jika kau menyerangku la gi.”kata Walter dengan tegas k epada Frans. “Jaga bicaramu, Walter. Kamu tidak bisa mengendalikan kekuatan sihir mu dengan benar. K a rena kau masih pertama kali memakainya”kata Frans mengejek Walter dengan sa ntai. “Mari kita coba”Kata Walter mengangkatkan tangannya kearah Frans. Timbul bola api yang sangat besar dan percikan listrik yang ber ge muruh. Walter melepaskan man tranya, DUUAR! Terdengar suara ledakan dari mantra ter sebut. Walter terpental ke belakang dengan cepat karena mantranya sendiri. Saat me lihat ke depan, Walter tidak me lihat Frans sama sekali. Itu tidak masalah bagi Wal te r. Walter langsung mem bangunkan Judy dari mantra tidurnya. Begitu pun Mike ya ng sudah di sembuhkan ka rena tadi terkena serangan lis trik Frans. ”Dimana Frans? Apa kah dia sudah pergi?” Ta nya Mike dan Ju dy secara bersamaan. ”Ya begitulah. Mungkin dia pergi mening gal kan kita semua. Se lama-lamanya.” Kata Walter, dengan so m bong ia mengatakan itu. “Jangan bilang kau me nga lahkan Frans?” Tanya Judy pe nasaran. Walter hanya me nga ngguk. “Dan pasti kau sudah menguasai kemampuan khusus keluarga Claire. Betul bukan?”. Tanya Judy penasaran. Walter hanya mengangguk malas karena harus menjawab semua pertanyaan Judy. Judy langsung loncat kearah Walter, Judy memeluk Walter sampai jatuh. Mike seperti biasa meledek Judy ketika melakukan apapun jika topiknya itu adalah Walter. Judy memukul perut Mike dengan keras. Mike meringis kesakitan. “Aku baru pulih lima puluh empat detik yang lalu. Dan sekarang kau membuat ku sakit lagi? Dasar perempuan tidak tahu perasaan.”Kata Mike meringis kesakitan. “Sudah, tidak usah bertengkar. Walaupun kita sudah izin, pasti orang tua kita mencari kita saat ini. Mari kita pu lang.”kata Walter melerai mereka be r dua. Mike langsung menaiki burung unta raksasa. Se dangkan Judy tungganganya kabur entah kemana. “Tenang saja, Ju d y. Kau boleh menumpang de ngan ku kalau kamu ingin”kata Walter menatap Judy de ngan hangat. Judy mengangguk dengan senyum di wajahnya. Pipi Judy mulai berwarna merah merona. Ju dy tersipu malu dengan ajakan Walter. ”Oh iya, Judy. Jika kamu suka padaku itu tidak masalah. Karena manusia itu berhak untuk menyukai seseora ng yang dia sukai. Ap alagi mencintai.” Kata Walter dengan hangat. Dada Judy berdegup kencang. Bagaikan me sin piston yang sudah panas. ”Ayolah, kalian berdua. Jangan terus berduaan disana. Jika ingin, nanti saja. Ini bukan tempa tn ya. ”kata Mike, Mike sudah kesal menunggu lama. Judy mulai kesal lagi. Tapi karena di samping Walter, Kekesalan itu sudah tidak ada kembali. Walter dan Judy menaiki tunggangannya, mereka langsung bergegas pulang dari hutan kota Vinzium. Judy me me luk pinggang Walter, Walter ju ga merasa nya man dengan Judy. Burung unta raksasa melaju sangat cepat melintasi Hutan Kota Vinzium. Walter merasa lebih semangat lagi karena sudah menemukan jati diri seorang Claire. Tapi, itulah yang di ra sakan Walter. Dia terus bersabar mencapai kekuatan aslinya. Dan hasilnya, Walter men dapatkan apa yanmg dia inginkan.(*)

JURNALISME WARGA sabtu, 7 april 2018 3 ANDA MENULIS KAMI PUBLIKASIKAN Layangkan unek-unek dan keluhan Anda terkait berbagai persoalan, layanan publik, lingkungan, kinerja aparat baik pemerintahan maupun kepolisian, serta pelayanan umum lainnya. Kirim langsung ke : radar bekasi @radarbekasi | ariesant.radar@gmail.com radarbekasi@gmail.com bismanradarbekasi@gmail.com @gobekasi 085710036461 081319221797 MOBIL AMBULANS DAN MOBIL JENAZAH Hubungi RUMAH ZAKAT BEKASI (021) 88397001 | 0817 214843 | 0817 0998267 NOMOR TELEPON PENTING Polresta Bekasi dan Polsek jajaran Polresta Bekasi (021) 89113533 Polsek Tambun (021) 8802738/97660935 Polsek Cikarang Barat (021) 88323550 Polsek Cikarang (021) 89106141/8901217 Polsek Cikarang Timur 021 89141940 Polsek Kedung Waringin (021) 89140153/89142579 Polsek Pebayuran (021) 89150110 Polsek Cikarang Selatan (021) 89901756/89901544 Polsek Cikarang Pusat (021) 89970020 Polsek Serang Baru (021) 89952376 / 89954516 Polsek Cibarusah (021) 89952516 Polsek Setu (021) 8250532 Polsek Sukatani (021) 89160765 Polsek Tambelang (021) 89170755 / 89171110 Polsek Babelan (021) 8920012 Polsek Tarumajaya (021) 88990277 Polsek Cabang Bungin (021) 89180203 / 94600096 Polsek Muara Gembong (021) 89190074 LALIN SEMRAUT ARIESANT/RADAR BEKASI Sejumlah pengendara melintas di Jalan R.E Martadinata, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Manajemen lalu lintas di wilayah tersebut masih buruk dan semraut. Pancasila, Budaya Dan Agama INDONESIA adalah sebuah ne gara yang memiliki het ero genitas rumit. Dalam negara I n d­ one sia, kita menemukan be ragam su ku bangsa, agama da n keyaki n an yang harus di ke lola agar ti dak saling ber ten tangan. S ebab ketika nilai itu diperha d apkan akan menimbulkan ke gaduhan dan konflik sosial ya ng mampu berdampak bu ru k kepada integrasi na sio na l. Sebaliknya, jika mampu dis atukan dal am keharmonian, ke a nekara ga man dalam tubuh ba ngsa In do ne sia akan me nci p takan persat uan nasional yang men dukung kesuk se san pem ba ng un an. Menghadapi heterogenitas dalam kehidupan sosial masya rakat Indonesia jelas kita mem butuhkan pemimpin berjiwa negarawan. Sosok pemimpin yang mau dan ma mpu melihat secara jeli, bag ai mana menyikapi agama, suku dan keyakinan yang ber be da ini. Kita perlu pemimpin yang mam pu meyakinkan rakyat, per bedaan bukan sarana agar kita terpecah, justru perbedaan me rupakan cara Tuhan Yang Ma ha Esa agar kita bersatu sehingga mampu menjadi bangsa yang kuat. Hal itu dapat dimulai dengan me nge sam pi n gkan egoisme kelo m pok , tidak merasa agama da n su kunya yang terhebat sehi ngga berhak meminggirkan aga ma atau suku lainnya. Untuk mendorong kepemimpi nan negarawan, kita dapat me mulainya dengan menjaga dan mengamalkan nilai dasar ba ngsa Indonesia yang mengacu kepada empat prinsip dasar kebangsaan. Dalam kese harian, setiap anak bangsa harus memahami dan menya dari bahwa Pancasila sebagai ideologi bangsa, Bhinneka Tunggal Ika sebagai ciri kh as yang mempersatukan keanekaragaman bangsa Indon esia, UUD 1945 sebagai pijakan hukum dan NKRI sebagai konsep final kehidupan ber bangsa dan bernegara. Keyakinan untuk menga malkan semua prinsip ini merupakan sebuah jalan men capai cita-cita luhur pendiri ba ngsa Indonesia agar tercipta masyarakat adil, makmur, hi dup penuh kedamaian dan se jahtera lahir maupun ba tin. Terganggungnya Integrasi Nasional Di tengah berbagai upaya bangsa Indonesia untuk menjaga empat prinsip dasar berne gara, belakangan ini justru kit a menemukan banyak tindakan kontraproduktif di lakukan pemimpin bangsa. Dengan dalih kepentingan politik, agama dan nilai ke ba ngsaan dihadapkan pada kondisi yang saling bert enta nga n. Padahal persoalan agama merupakan sisi sensitif yang cenderung mampu mem bangkitkan sisi emosionalitas para pe meluk agama tersebut. Ketika itu terjadi, potensi konflik terbuka lebar dan masyarakat terpolarisasi menjadi kubu yang saling berhadapan. Pada situasi jangka panjang, jika kita tidak mampu me nge lola dengan baik, ke har monian anak bangsa terganggu dan membuka pintu lahirnya per pe cahan di tubuh bangsa In donesia. Rasanya belum usai kita melihat bagaimana pemilihan ke pala daerah DKI Jakarta menyisakan luka. Kontestasi politik sudah selesai, tapi luka men da lam masih tersisa khusus nya dialami kelompok yang ka l ah. Aksi Walk Out Ananda Su karlan dalam sebuah acara yang me ngha dirkan Anies Baswedan se bagai Gubernur DKI Jakarta beberapa waktu la lu bisa men ja di pelajaran ba gaim ana konflik tidak se penuhnya Oleh: Inggar Saputra JATIDIRI selesai. Ada si kap ke n egarawan yang hi lang da lam kompetisi politik yang m e l ibatkan sisi kebe raga ma an ini. Sekarang ketika proses transisi masih berlangsung dan upa ya merajut hubungan yang le bih baik antara sisi ke bangsaan dan keagamaan terus diu payakan, kita kembali menemukan persoalan serupa. Ini setelah Sukmawati Soekar noputri membawakan puisi yang dianggap bernuansa SA RA dalam ajang 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di ajang Indonesia Fashion Week 20 18. Dalam kesempatan itu, Suk mawati membacakan puisi “Ibu Indonesia” yang menyinggung adzan dan cadar diperten tangkan dengan sari konde da n suara kkebudayaan asli ba n gsa Indonesia. Tentu saja kita menyayangkan terganggunya integrasi nasional bangsa Indonesia akibat pu isi yang mempertentangan agama dan kebudayaan asli ba ngsa Indonesia. Apalagi un taian kata itu meluncur dari putri sang proklamator Indonesia. Padahal kita me m­ aha mi sejak dulu adagam dan budaya Indonesia merupakan ke satuan yang utuh, bersifat saling mendukung dan menjadi inspirasi pendiri bangsa dalam melahirkan Pancasila. Meski diakui ada perdebatan panas dalam membentuk dasar negara, para negarawan In d onesia akhirnya menyepa kati Pancasila sebagai ikatan lahir-batin yang memper satukan keane ka ra ga man bangsa Indonesia termasuk di dalamnya men de kat kan hu bu ngan aga ma dan negara me lalui sila Ketu ha nan Yang Maha Esa. Rumusan Pancasila sebagaimana diketahui mengandung nilai intrinsik dan instrumental. Nilai instrinsik Pancasila merupakan perpaduan ni lai asli milik bangsa Indonesia da n kebudayaan luar bangsa In donesia, yang diserap ketika In doensia memasuki masa se jarah, imperialis dan hasil pemikiran para pemikir bangsa. Nilai instrumental Pancasila mengandung imperative, bahwa dalam mencapai citacita negara maka harus menye suaikan dengan lima sila yang ada. Kedua pemahaman nilai ini mengakui bangsa Indonesia akan menjadi besar dan kuat jika bersandarkan kepada nilai ke tuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial sebagai satu kesatuan. Pancasila juga mencerminkan nilai realitas (hadir dalam kehidupan nyata bangsa Indonesia dalam keseha riannya) dan idealitas (sila Pancasila adalah nilai yang diinginkan untuk dicapai). Berpijak kepada hal tersebut, maka segala kegaduhan deng an mempertentangkan aja ran agama dengan negara mau pun kebudayaan asli bang sa Indonesia jelas meno dai cita-cita luhur pendiri bangsa. Agama dan kebudayaan lahir se bagai pembentuk moralitas sehingga mendukung tercipta nya kehidupan masyarakat yang lebih baik. Inilah mengapa segala upaya memper ten tangkan keduanya bertentangan de ngan Pancasila khususnya sila pertama dan ketiga. Agama dan kebudayaan asli bangsa Indonesia sudah bersifat integral, cita-cita dan tujuan na sional membutuhkan duku ngan keduanya.- Dalam puisi Ibu Indonesia, Sukmawati menyinggung sari konde, suara kidung ibu Indo nesia, cadar dan adzan di mana semua itu berkaitan de ngan nilai budaya dan agama. Dalam pembelajaran ke budayaan, kita mengenal istilah akulturasi yang dimaknai proses bercampurnya dua atau lebih kebudayaan karena percampuran bangsa-bangsa dan saling mempengaruhi. Hal ini menjadi dasar, bahwa ke budayaan Indonesia banyak dipengaruhi agama khususnya Isl am sehingga melahirkan ke satuan Islam Indonesia. Belakangan ini memang akhirnya Sukmawati menyampai kan permohonan maaf atas pu isi yang dinilai memojokkan ag ama ini. Sebagai bangsa yang pemaaf, tentu alangkah bijaknya kita menerima per mintaan maaf seseorang yang sudah bersedia mengakui kesa la hannya. Tapi satu yang perlu diperhatikan agar kita mem biasakan diri untuk menjaga kata-kata dan tindakan ya ng berpotensi menimbulkan ketersinggungan pihak lain. Apa lagi persoalan yang bersing gungan dengan agama sangat sensitif bagi ke ber langsu ngan hidup bangsa dan negara ini di masa men da ta n g. Bagaimanapun kita harus me nyadari agar Indonesia me njadi bangsa besar dan ku at, kita harus menyudahi pertentangan agama, negara dan budaya asli bangsa Indo nesia. Pancasila sudah men jadi kesepakatan final ya ng menyatukan ketiga hal ter sebut dan tugas kita sekarang mengamalkannya de ngan membiasakan tidak be r kata dan bertindak yang kon traproduktif terhadap nilai luhur dalam Pancasila. (*) Pengajar Pancasila Universitas Mercubuana dan Universitas Jakarta Memohon Demi Melindungi Hak Konsumen PADA hari Selasa 23 Maret 2018 terberitakan bahwa secara mengejutkan Majelis Ke hor matan Etik Kedokteran (M K EK) Pengurus Besar Ikatan Dok ter Indonesia (IDI) resmi mem berhentikan sementara May jen dr. Terawan Agus P ut ranto . Dalam surat yang di rilis IDI, dr. Terawan dianggap telah melakukan pe lang garan berat. Oleh sebab itu, IDI mencabut izin praktiknya sel ama satu tahun, terhitung mulai 26 Februari 2018 hingga 25 Februari 2019. OLEH: JAYA SUPRANA PRIHATIN Sebagai rakyat jelata yang sama sekali bukan dokter, se benarnya masalah pe mberhe n tian sementara dr. Terawan Agus Putranto oleh MKEK P B IDI berada di luar jangkauan we wenang dan kompetensi saya. Namun sebagai seorang pasien yang telah memperoleh perawatan kesehatan dr. Tera wan secara sangat memuaskan, masalah pem berhen tian beliau serta merta mem prihatinkan sanubari saya. Pada kenyataan, di sampi ng saya masih ada ribuan pa sien yang telah memperoleh pe ra watan kesehatan dr. Terawan namun masih ada lagi ri buan calon pasien yang sedang gelisah akibat tidak sabar antri untuk memperoleh jasa perawatan kesehatan dr. Terawan. Maka pada ha kikatnya keputusan MKEK PB IDI un tuk memberhentikan pelay a nan kesehatan dr. Terawan Agus Putranto sangat rawan ber dampak negatif terhadap ke sehatan batin mau pun raga pa ra pasien yang sangat mendam bakan perawatan ke seha tan oleh kepala RSPAD Ga tot Subroto tersebut. KONSUMERISME Di Indonesia istilah konsumerisme kerap kali keliru di gunakan dalam arti perilaku konsumtif berlebihan. Sebenarnya makna kon sumerisme yang benar adalah melindu ngi hak konsumen secara adil dan beradab. Satu di antara hak konsumen adalah hak me milih produk yang dik onsu m. Akibat pem ber hen tian pra ktek profesi dr. Terawan maka nasib ribuan pasien menjadi terlantar. Berdasar mazhab kon sumerisme dalam makna yang benar , pada hakikatnya pem berhen tian secara sepihak di luar persetujuan konsumen merup akan suatu bentuk pe langga ran hak konsumen memilih ja sa pelayanan kesehatan yang mereka inginkan. MOHON Sebagai upaya konsumerisme da lam makna yang benar yaitu m e lindungi hak konsumen, maka atas nama sesama pasien mau pun sesama warga yang sedang antri untuk mem peroleh perawatan kesehatan dr. Terawan, dengan penuh ke ren dahan hati saya me mberanikan diri untuk memohon kepada Yang Terhormat Majelis Kehormatan Etik Ke dokteran Pengurus Besar Ikatan Dok ter Indonesia berkenan se gera mengijinkan dr. Terawa n Agus Putranto untuk kem bali praktek seperti se diakala demi mem per sem bahkan karsa dan karya pe ra wa tan kesehatan kepada se sama rakyat Indonesia yang sangat membutuhkannya. (*) Sentra Komunikasi (Senkom) Tol Cikampek 822-6666 Senkom Tol Dalam Kota 801-1735 Senkom Tol Janger 919-9999 Senkom Tol Jagorawi 917-7777 Senkom Tol TB Simatupang 920-1111 Senkom Tol Cipularang (022) 2021-666 Senkom Tol Wiyoto Wiyono 651-8350 Tol Palimanan-Kanci 0231-484268 Tol Purwakarta - Bandung (022) 2021666, (022) 91196666 Tol Semarang 024-7607777 Tol Surabaya-Gempol 031-5624444 PJR Tol Cikampek 849-71122 PJR Tol Janger 591-3648 PJR Tol Jagorawi I 877-93621 Derek 884 -1110 PEMADAM KEBAKARAN 113 Sudin Kota Bekasi 889-57805 Sudin Kabupaten Bekasi 883-36732 TERMINAL BIS Kampung Rambutan (Dalam Kota) 840-0062 Kampung Rambutan (Antar Kota) 840-0063 Pulogadung (Dalam Kota) 489-7748 Pulogadung (Antar Kota) 488-3742 Kalideres 544-5348 Lebakbulus 750-9773 Rawamangun 489-7455 Cibinong 879-00894 Tangerang-Cikokol 557-61265 Bekasi 884-1901 STASIUN KERETA API Gambir 386-2361 Jatinegara 819-2318 Pasar Senen 421-0164 Tanahabang 384-0048 Jakarta Kota 692-8515 Manggarai 829-2458 Tanjungpriok 439-31978 RUMAH SAKIT RS JATIMULYA (Bekasi Timur): Jl. Jatimulya Raya no.14 Bekasi, Telp (021) 82435001 RS Karya Medika 1 : Jl. Raya Imam Bonjol No. 9B, Cikarang Barat, Telp. (021) 8903003, (021) 8900190, (021) 890019 RS Karya Medika II: Jl. Hasanudin No.63, Tambun, Telp (021) 88361980- (021) 88327514- (021) 70207483 RS Jati Rahayu : Jl. Hankam Pondokgede, Telp. (021) 8462566 RS Permata Bekasi : Jl. Legenda Raya No. 9, Telp. (021) 8254748 RS Mekarsari : Jl. Mekar Sari No. 1, Telp. (021) 8801891 RS Amanda I: Jl. Raya Serang No.83, Cikarang Selatan, Telp (021) 8971643 RS Amanda II: Jl Raya Industri No.36, Cikarang Utara, Telp (021) 8900277 RS Ananda : Jl. Sultan Agung No.173, Medansatria, Bekasi Barat, Telp (021) 8854338 RS Annisa: Jl Cikarang Baru No.31, Cikarang Utara, Telp (021) 8904165 RS Bhakti Husada: Jl RE Martadinata Cikarang, Telp (021) 8900531 RS Bhakti Kartini: Jl RA Kartini, No. 11, Margahayu, Tep (021) 8801954 RS Budi Lestari: Jl Raya Kalimalang Depan Perum II, Telp (021) 8842336 RS Graha Juanda : Jl. Ir H Juanda No. 326, Bekasi Timur, Telp (021) 8811832 , (021) 88346880 RS Hermina Bekasi: Jl. Kemakmuran No.39, Margajaya Bekasi, Telp (021) 8842121

Sriwijaya Magazine April 2018
Edisi Maret - April Tahun 2009 per HAL - Elsam
Destinasi Indonesia Edisi 12
Sriwijaya Magazine April 2017
Tourism Review - Edisi Januari
News Letter Edisi 49 - PT. Isuzu Astra Motor Indonesia
Kembara PLUS online edisi April 2014
eBuletin NRE @ Edisi Mac - April 2011