Views
1 week ago

RADAR BEKASI EDISI 7 APRIL 2018

6 sabtu, 7

6 sabtu, 7 APRIL 2018 Mau Makan Makin Mudah POJOK Masyarakat Diminta Puasa Facebook JAKARTA - Pengguna media sosial di Indonesia, diminta untuk berpuasa sementara gunakan Facebook Hal ini ditegaskan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara. ”Kepada masyarakat, Menkominfo menyarankan untuk berpuasa dari media sosial,” Rudiantara. Rudiantara menekankan, khususnya pengguna Facebook untuk tidak mengikuti kuis-kuis atau aplikasi serupa untuk sementara waktu. Pasalnya, aplikasi kuis mengharuskan pengguna mengisi beberapa pertanyaan dan kemudian dipampang ke dinding utama. “Mereka juga meminta persetujuan akses akun Facebook pribadi, ketika akses diberikan dari sinilah data-data pengguna bisa diambil,” tegasnya. Menkominfo meminta Facebook untuk segera mematikan aplikasi-aplikasi sejenis tersebut yang dikerjasamakan Facebook dengan pihak ketiga. Terutama berkaitan dengan kuis-kuis model personality test dan analisis kebiasaan. ”Jangan dibolehkan dulu di Indonesia, matiin dulu,” katanya. Sebelumnya, Kemkominfo telah menyiapkan pelbagai macam sanksi untuk Facebook karena telah melakukan pelanggaran perlindungan data pribadi. Meliputi sanksi administrasi, sanksi hukuman badan maksimal 12 tahun dan/atau denda maksimal 12 miliar rupiah. Rudi meminta Facebook untuk sesegera mungkin mematikan (shut down) aplikasi-aplikasi yang dikerjasamakan Facebook dengan pihak ketiga. Utamanya yang berkaitan dengan kuis-kuis model personality test dan analisi kebiasaan seperti Cambridge Analytica. ”Jangan dibolehkan dulu di Indonesia, matiin dulu,” katanya. Rudi menegaskan bahwa semua platform media sosial wajib comply (patuh) terhadap aturan yang ada di indoensia. Dalam hal ini, Rudi menyebut Permenkominfo nomor 20 tahun 2016 tentang keamanan data pribadi yang merupakan turunan dari UU nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Bagaimana jika melanggar? “Ya ada sanksinya, ada sanksi administrasi, denda, maupun hukuman badan,” kata Rudi. Rudi menyebut, teguran lisan sudah beberapa kali dilayangkan ke Facebook beberapa hari lalu melalui Dirjen Aplikasi Informatika (Aptika). Ia sendiri mengaku beberapa kali menelpon Facebook. Sementara sanksi administrasi berupa surat teguran juga sudah dilayangkan. ”Untuk sanksi yang bersifat hukuman badan atau kriminal, saya sudah koordinasi dengan Kapolri, mereka akan siapkan prosesnya,” Jelas Rudy. Selain itu, Rudi juga mewajibkan Facebook untuk menyerahkan hasil audit internal yang dijanjikan CEO Facebook Mark Zuckeberg terhadap semua aplikasi di platform media sosial sejagat tersebut pada pemerintah indonesia. (jpnn) Assalamualaikum, selamat pagi sobat zetizen. Apa khabarnya, semoga kalian selalu dalam keadaan sehat. Bagi teman-teman yang sedang menghadapi Ujian Nasional berbasis Komputer (UNBK), semoga bisa mengerjakan soal dengan lancar..aminn.. Oya, gak lupa juga buat kalian yang duduk dibangku kuliah, sekarang udah memasuki Ujian tengah Semester (UTS). Semangat yah,.hehehe.. Oya, langsung aja ya. Kalian pernah gak ngalami ketika lapar dan ingin makanan tertentu tapi anda malas beranjak dari rumah.Atau sedang dalam perjalanan pulang kerumah tiba tiba lapar dan ga mau repot masak. Apa lagi yang nge kost,.hehe.. Kondisi seperti ini sepertinya bukan menjadi masalah saat ini. Pasalnya, saat ini banyak layanan jasa pengantar makanan dengan aplikasi sewa ojek online. Diantara kalian, pasti banyak yang memanfaatkan layanan ini. Ya, aman sekarang jika ingin makan sesuatu jauh lebih gampang, cukup order lewat aplikasi layanan pemesanan makanan.Jadi tidak perlu datang langsung untuk membeli makanan favorit kita, cukup dengan menggunakan aplikasi online, maka akan ada kurir khusus yang mengantarkan. Meski kebanyakan orang memesan makanan lewat aplikasi. Tetapi ada juga justru malas lho. Bahkan lebih suka datang langsung. Go-Food itu salah satu layanan yang ada di aplikasi Go-Jek yang membantu sobat zetizen untuk mendapatkan makanan yang kita inginkan, tanpa harus repot–repot datang ke tempatnya langsung pesan nanti makanan nya bakalan dianter deh. Jadi buat kalian yang punya kegiatan padat atau sibuk jadi lebih mudah kan buat dapetin makanan yang kalian inginkan. Banyak keuntugan yang kita dapat dari pemesanan Go-Food ini loh, salah satunya tidak perlu repot lagi keluar rumah dengan berpanas-panas ria untuk membeli makanan yang kita inginkan. Yang pasti kita juga tidak perlu membuang waktu di perjalanan. Dengan begitu kita bisa mengerjakan kegiatan lain sambil menunggu makanan yang kita pesan datang. Jadi, semua bisa lebih praktis kan sobat zetizen. Oh iya, dengan kita memesan lewat layanan ini berarti kita juga berbagi rezeki pada orang lain dalam bentuk order kita loh. Meskipun banyak memberi kemudahan, namun ada juga lho sebat kita yang enggan menggunakan aplikasi ini. Remaja bernama Allysa ini mengaku lebih senang datang langsung ke tempat jual makanan ketimbang pesan melalui online. “Lebih suka datang langsung sih soalnya biasa sekalian nongkrong sama teman-teman dan dijamin lebih seru,” kata remaja berusia 18 tahun ini. Kalaupun harus pesan lewat gofood, di amengaku karena tempatnya yang sulit dijangkau. “Pesan lewat gofood kadang-kadang sih, kalau lagi mau makan sesuatu dan tempatnya jauh, yah terpaksa order via gofood tapi tidak bisa di pastikan sih seminggu berapa kali,” lanjutnya. Sobat sudah tau kan tentang apa saja manfaat dari Go-Food, oleh karenanya kita harus lebih pintar lagi ya dalam menggunakan suatu aplikasi, sehingga nantinya tidak menimbulkan kerugian untuk pihak lain. Jadilah pengguna aplikasi yang bijak dengan memberikan banyak keuntungan dan tidak merugikan orang lain. Sudah siap kan sobat zetien untuk jadi pengguna aplikasi yang bijak. (tim/Pena Muda) 1. Caviar Caviar merupakan aplikasi layanan delivery makanan dari Square. Bagi yang belum tahu, Square adalah perusahaan yang membuat pembaca kartu kredit pada smartphone. Caviar menawarkan sebagian besar fitur delivery makanan pada umumnya. Kamu dapat menemukan restoran di daerah kamu, memesan makanan, lalu mengirimkannya. Ada fitur tambahan tergantung pada kota tempat kamu berada. Untuk fitur atau daftar tempat lebih lengkapnya, kamu bisa mengeceknya di Play Store. 2. Doordash DoorDash adalah salah satu aplikasi delivery makanan yang terhitung cepat dan tanggap. Aplikasi ini mendukung lebih dari 300 kota besar di seluruh dunia. Namun kebanyakan memang beroperasi di daerah Amerika Serikat dan Kanada. Aplikasi ini juga telah bermitra dengan banyak restoran populer di seluruh dunia. Tak hanya kualitas makanan, kepuasan pelanggan dalam menerima pesanan mereka secara tepat waktu juga menjadi hal yang diperhatikan di Doordash. 3. Deliveroo Deliveroo merupakan salah satu aplikasi delivery makanan terbaik. Aplikasi ini mendukung berbagai negara terutama di kawasan Eropa seperti Inggris, Prancis, Jerman, Irlandia, dan beberapa negara lainnya. Rata-rata waktu pengiriman yang hanya 32 menit saja, membuat Deliveroo seringkali digunakan untuk memesan makanan. Selain itu, tampilan aplikasi ini juga terlihat cukup simpel dan atraktif sehingga memudahkan pengguna ketika ingin memesan makanan. 4. Eat24 Eat24 adalah salah satu aplikasi delivery makanan yang lebih populer dibanding yang lain. Eat24 menawarkan lebih dari 1.500 kota dan 30.000 Putty Annisa Kaharudin Lebih Praktis “Go-Food bukan sesuatu hal yang asing di telinga kita,terlebih untuk para generasi milenial zaman now yang ingin segala sesuatunya praktis. Adanya Go-Food tentunya sangat memudahkan kita banget terutama untuk aku yang anak kos-an dan tidak ada kendaraan. Dengan HP kita bisa pesan makanan yang kita mau. Sepraktis itu kita bisa mendapatkan makanan yang kita inginkan tanpa harus berpanas – panasan.” Viranni Ayu Lebih Hemat Waktu “Saya mendukung adanya Go-Food, selain sebagai lapangan kerja yang dibuat oleh anak bangsa, Go-Food juga bermanfaat buat orang yang gak punya waktu, dan gak ada kendaraan untuk beli makanan keluar, jadi lebih menghemat waktu juga. Walapun saya hanya sesekali memesan Go-Food tapi saya tetap suka dengan adanya layanan Go-Food.” Fitria Septiani Mau Makan Lebih Mudah “Saya pernah pesan Go-Food tapi pakai HP teman saya. Menurut saya layanan ini bagus karena sangat memudahkan sesorang untuk mendapatkan makanan, dan juga tidak semua rumah makan menyediakan layanan delivery order. Jadi, rumah makan yang tidak punya layanan delivery order bisa menggunakan layanan Go-Food ini. Saya sangat mendukung adanya layanan Go-Food ini.” Asri Desiria Anjani Tidak Harus Berpanas-panasan “Saya mendukung adanya layanan Go-Food sebagai bisnis layanan food delivery. Go-Food bermanfaat terutama untuk orang – orang yang ingin praktis tidak perlu harus keluar rumah untuk berpanas-panasan di siang haridan juga mungkin untuk orang yang terbatas kendaraannya layanan ini sangat membantu sekali.” Yusniar Nasution Sangat Membantu Anak Kost Aku pernah beberapa kali pesen makanan pake aplikasi Go-Food dan ini memudahkan kalo mau pesan makanan, karena aku anak kost jadinya ya sangat membantu banget sih. Aku gak usah keluar untuk cari toko makanan, tinggal pesen aja langsung dianter deh makanan yang aku mau. Aku menerima dengan baik layanan Go-Food ini karena merasa sangat terbantu. Aplikasi Delivery Makanan Untuk Android restoran di seluruh dunia. Aplikasi ini juga telah dilengkapi dengan integrasi Yelp. Selain itu, pengguna juga mendapatkan dukungan untuk Android Wear ataupun pembayaran via PayPal dan Android Pay. Meskipun sering mengalami pasang surut, aplikasi ini tetap menjadi favorit bagi sebagian orang. 5. GrubHub Di Amerika, Grubhub menjadi aplikasi makanan paling populer. Aplikasi ini juga telah beroperasi di sekitar 1.100 kota di sana. Grubhub sendiri dilengkapi dengan fitur pencarian sederhana, dukungan pembayaran via Android Pay atau PayPal, sistem peringkat, dan lainnya. Salah satu kelebihan dari aplikasi ini yang tidak dimiliki oleh aplikasi lain adalah pembeli bisa melakukan pre-order setidaknya 4 hari sebelum makanan tersebut dikirim. 6. Foodpanda Foodpanda adalah aplikasi delivery makanan populer lainnya. Foodpanda telah mendukung lebih dari 450 kota, 26.000 restoran, dan 24 negara di dunia. Sebagian besar fokusnya adalah di kawasan sekitar Eropa Timur, Asia Barat, dan Afrika Utara. Aplikasi ini juga bekerja seperti aplikasi delivery pada umumnya, di mana pengguna memesan lalu diantarkan. Foodpanda memang bukan aplikasi delivery yang tercepat, tapi setidaknya aplikasi ini selalu tepat waktu dan lancar dalam mengirimkan pesanan pembeli. 7. UberEATS UberEATS adalah aplikasi pengiriman makanan buatan Uber. Aplikasi ini menggunakan infrastruktur yang ada untuk mengantarkan makanan. UberEATS juga telah beroperasi di puluhan negara di dunia, termasuk Indonesia. Layanan ini bekerja seperti semua aplikasi delivery makanan lainnya. (net)

TERUSAN SABTU, 7 APRIL 2018 7 TERKULAI LEMAS: Perawat sedang merawat korban kecelakaan yang tidak mempunyai identitas di RSUD Kota Bekasi, Jumat (6/4). Korban sudah lebih dari sembilan hari tersebut masih terkapar lemas di ruang Cathelia 5 gedung E. Mr X Korban Kecelakaan Masih di RSUD BEKASI SELATAN - Seorang pria tanpa Identitas yang diperkirakan berusia 25 tahun, Mr. X masih terbaring lemah di Ruang Perawatan Cathleya RSUD Kota Bekasi, Jumat (6/4). Sudah sembilan hari berada di rumah sakit setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Sultan Agung, Kecamatan Medan Satria, Senin (26/3) sekitar pukul 13.30. Dia tabrakan dengan mobil di depan pom SPBG Pondok Ungu saat mengendarai sepeda motor jenis Suzuki Thunder Kala itu, mereka pergi ke salah satu kontrakan temannya di Kampung Utan, Jakasetia, Bekasi Selatan. Di tempat itulah, pesta miras yang diduga menjadi penyebab tewasnya Anisa, Ardiansyah dan Bernik bermula. Satu hari kemudian, Anisa sempat keluar rumah mengendarai sepeda motor bebeknya. Ia terlihat segar sehingga Nur Lukas adalah satu di antara ratusan WNI eks Timor Timur (Timtim) yang masih bertahan di Kamp Haliwen. Kamp tersebut hanya sepelemparan batu dari Bandara AA Bere Tallo, Atambua, ibu kota Belu. “Dulu waktu registrasi pengungsi di seluruh NTT, jumlahnya sekitar 23 ribu KK (kepala keluarga),” terang Agus Tinho Pinto, anggota DPRD Kabupaten Belu yang juga WNI eks Timtim, saat ditemui Jawa Pos di kediamannya di Belu. Saat ini ada ratusan warga yang masih tinggal di kamp seluas 50 hektare tersebut. Sementara itu, puluhan ribu lainnya tersebar di beberapa kabupaten di NTT. Terutama yang dekat perbatasan dengan Timor Leste. Dulu mereka disebut pengungsi eks Timtim. Sekarang mereka sering disebut warga baru. Namun, mereka sejatinya lebih senang bila disebut WNI (warga negara Indonesia) kelahiran Timor Timur. Sayang, hampir dua dekade setelah memilih meninggalkan kampung halaman, nasib para warga eks Timtim tidak banyak berubah. Sebab, mayoritas memang tidak memiliki keah lian lain di luar bercocok tanam. Bahkan, Agus menduga masih ada sekitar 10 ribu WNI kelahiran Timtim yang belum memiliki KTP. Itulah yang kini jadi salah satu fokus perjuangan Agus lewat kedudukannya di parlemen. Agus mengklaim baru saja memperjuangkan anggaran untuk pemberian KTP dan KK bagi para warga eks Timtim yang belum memiliki kartu identitas itu. “Sebelumnya, KTP mereka adalah KTP Timtim,” katanya. Agus adalah contoh warga eks Timtim yang berhasil mengubah nasib. Dulu pria kelahiran Dili, 6 juni 1970, tersebut juga tinggal di Kamp bernomor polisi T 2477 FB dari arah Bekasi menuju Jakarta. Tabrakan tersebut ditangani Satuan Lalu Lintas Polres Metro Bekasi Kota. Pria berambut hitam, lurus dan berkulit putih itu diketahui tidak memiliki identitas. Ia memiliki ciri-ciri beralis hitam tebal, hidung sedang dan kuping biasa. Saat tabrakan, ia menggunakan kaos lengan pendek berwarna abuabu tua. Tinggi bada pria tersebut diperkirakan 165 cm dengan berat 70 kg. Kanit Laka Lantas Polres Metro Bekasi Kota, AKP tidak curiga sama sekali. Ke mudian sebelum waktu petang Anisa kembali pulang ke rumah. Waktu berjalan beberapa jam dan semua dirasakan baik-baik saja. Sampailah pada tengah malam ia mengeluh pusing ke saudara kandungnya. Ia meminta dibawa ke rumah sakit. Saat itu, Nur bersama istrinya sedang tahlilan. Saat pulang rumah kosong. “Tak lama ditelpon anak, kalau Anisa pingsan Bersabar dalam Kemiskinan Muli yanto dalam surat yang dite rima Radar Bekasi menyampaikan, bila ada masyarakat yang mengetahui ciri-ciri pria tersebut segera menghubungi Unit Laka Satlantas Polres Metro Bekasi Kota di Jalan Pramuka Nomor 79 Kota Bekasi. Salah seorang perawat yang menanganinya, Anton Hadianto mengatakan, saat pertama kali dibawa ke rumah sakit, Mr. X di ketahui kritis hingga tidak sadarkan diri. “Ketika hari keenam baru dia mulai membuka mata, sebelumnya dia sempat masuk Anisa Tinggalkan Balita di rumah sakit,” kata Nur mengulang kembali peristiwa. Ia dan istrinya menyusul ke rumah sakit untuk melihat kondisi anaknya. Pihak rumah sakit menyarankan agar Anisa dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar. Tapi ternyata takdir berkehendak lain. Belum mendapatkan rumah sakit rujukan, Anisa menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 08.00, Selasa (3/4). Haliwen pascareferendum 1999. “Kami tidak bisa berkembang di situ karena Kamp Haliwen merupakan tanah negara,” ujarnya. Sampai sekarang pun, mereka yang memilih bertahan di Kamp Haliwen harus hidup dalam keprihatinan. Rumah mereka hampir sama semua: dinding dari pelepah sagu, atapnya dari seng. Ada pula yang atapnya masih berupa terpal karena tidak mampu membeli seng. Para mantan petani itu kebanyakan bekerja di kebun atau mengambil hasil hutan. Ada yang menjadi tukang ojek. Sebagian lagi yang membawa modal saat mengungsi membeli tanah untuk dijadikan sawah. Agus kemudian nekat keluar dari kamp dan mulai mencari tanah di seantero Atambua. Akhirnya, dia bertemu seorang tuan tanah di Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Belu. Awalnya si tuan tanah menawarkan tanahnya seharga Rp 100 juta untuk 15 hektare. Setelah bernegosiasi, akhirnya disepakati harga Rp 60 juta plus Rp 10 juta untuk mengurus administrasi pertanahan. Setelah deal, Agus bersama warga datang untuk babat alas. Agus kemudian mengajukan proposal kepada Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Responsnya positif. Bahkan, TNI ikut memberikan bantuan. Total ada 300 rumah yang dibangun lewat bantuan dua instansi tersebut. Baik berupa rumah jadi maupun bahan bangunan. Nama Agus otomatis melambung. Hingga pada 2008 dia ditawari menjadi anggota Partai Gerindra. Di Pemilu Legislatif 2014, ayah enam anak itu pun suk ses menembus DPRD Belu. Dengan duduk di parlemen, dia lebih leluasa memperjuangkan nasib para WNI kelahiran Timtim di Belu. Selain perkara KTP, dia meminta anggaran untuk pemberantasan buta aksara di Belu dialihkan untuk pendidikan. Salah satunya membuka sejumlah PAUD. Permintaannya bukan tanpa alasan. Sebab, rata-rata sasaran pemberantasan buta aksara itu merupakan warga senior yang mayoritas sudah melewati usia emas. Ketimbang membuang anggaran untuk mereka, lebih baik membiayai pendidikan usia dini. Yang menjadi persoalan, banyak warga eks Timtim di NTT yang tidak memiliki dokumen kependudukan sama sekali. Kartu keluarga tertinggal di Timtim saat eksodus. Selain itu, tidak sedikit warga yang tinggal di pelosok yang jauh dari kecamatan. Karena itu, pemerintah harus melakukan jemput bola untuk perekaman data warga. Selain Agus, ada seorang lagi eks Timtim yang berhasil menjadi legislator di DPRD Belu. Sedangkan di DPRD provinsi, Angelino Da Costa jadi satu-satunya yang sukses masuk parlemen lewat Partai Amanat Nasional. Pada masa-masa genting seputar referendum, Angelino turut angkat senjata bersama TNI melawan kubu pro kemer dekaan. “Jadi, saya ini satu dari 404 orang yang masuk daftar penjahat di Timor Leste,” terangnya. Dampaknya pun terasa sampai sekarang. Saat para WNI eks Timor Timur sesekali masih bisa berkunjung ke tanah kelahirannya, dia tidak bisa. Sebab, bila masuk ke Timor Leste, sudah pasti dia bakal ditangkap. “Yang tidak banyak diketahui orang, pemerintah Timor Leste masih mengklaim warga baru itu sebagai rakyatnya yang keluar sementara karena alasan keamanan,” tutur ayah tiga anak tersebut saat ditemui di Kupang. ICU,” ujarnya. Mr. X mengalami luka pada bagian lengan, bahu, tangan, dan kaki. Berdasarkan hasil rotgen pihak rumah sakit, me nunjukkan tanda-tanda adanya cidera pada bagian kepala. Diduga cidera tersebut didapat akibat benturan kecelakaan. “Untuk luka lengan, kaki, ta ngan dan bahunya sudah mulai mo ngering. Tapi untuk cidera pada kepalanya mengakibatkan ia seperti kesulitan berbicara dan hanya bisa merespon mela lui panda ngan mata,” tambahnya. (neo) Nur Ali mengungkapkan, setelah Anisa pergi, ia bertanggung jawab untuk membesarkan cucunya. “Saya akan jaga,” ujarnya. Sebelumnya, diketahui bahwa Anisa tewas bersama dengan dua rekannya, Adiansyah dan Bernik Adenan. Penyebabnya diduga karena miras oplosan jenis ginseng yang ia konsumsi bersamasama. (neo) Seperti Agus, Angelino berusaha keras membantu para warga eks Timtim. Bahkan, dia mengklaim perjuangannya itu juga didukung konstituennya yang warga asli NTT. Dia berharap pemerintah pusat segera menerbitkan sebuah produk hukum yang melegitimasi seluruh WNI eks Timtim se bagai rakyat Indonesia. Levelnya pun minimal setara keppres karena berkaitan dengan klaim sebuah negara. Namun, hingga saat ini, harapan tersebut belum terwujud. Maka, satu-satunya jalan adalah menyuarakannya melalui DPR di Jakarta. Dan, satu-satunya tokoh yang diharapkan bisa menembus senayan adalah Ketua Umum Uni Timor Aswain (Untas) Eurico Guterres. Pada 2014 Eurico maju sebagai caleg dari PAN. Sayang, mantan pejuang integrasi Timtim itu gagal. “Nanti 2019 beliau maju lagi, namun melalui Perindo,” tambahnya. WNI kelahiran Timtim, katanya, belum akan merasa tenang bila pemerintah belum membuat produk hukum yang memastikan status mereka sebagai WNI. Saat ini dia dan para aktivis Untas masih terus mendata warga eks Timtim yang memilih bertahan di Indonesia. Sebab, pada dasarnya pe merintah, baik pusat maupun daerah, sudah bersedia mem berikan berbagai bantuan seperti WNI pada umumnya. “Namun, harus ada data yang valid agar bantuan benar-benar pas jumlah nya dan tepat sasaran,” katanya. Bantuan, baik dari pemerintah maupun para wakil mereka di parlemen, sudah tentu ditung gu para warga eks Timtim. Terma suk oleh anakanak di Kamp Ha liwen yang pada sore di perte ngahan Maret lalu itu asyik ber main di saat para orang tua sibuk memotong kayu. (*/c10/ttg) Transaksi Narkoba via Bitcoin Marak Salah satu kasus yang sempat ramai dibicarakan adalah, pembelian sembilan butir pil ekstasi via Bitcoin oleh seorang Mahasiswa Universitas Dipo ne goro (Undip) berinisial CPS. Ketua Himpunan Pemerhati Hukum Siber Indonesia (HP HSI) Galang Prayogo menilai, kemajuan teknologi ini harus dijadikan tantangan bagi aparat penegak hukum untuk memutakhirkan penyelidikan maupun penyidikan. “Utamanya mengenai kasus narkoba di Semarang dengan Bitcoin ini. Kasus tersebut merupakan contoh kecil dari skala yang lebih besar lagi dari fungsi Bitcoin. Jika tak dian tisipasi ini bisa dimanfaatkan oleh pelaku kriminal atau gem bong narkoba,” ujar Galang dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos. com, Jumat (5/4). Menurut Galang, praktik pembelian narkoba via Bitcoin yang terjadi di Semarang bisa menjadi pintu gerbang bagi para penegak hukum untuk memahami lebih dalam mengenai virtual currency. “Karena kalau ‘partai kecil’ aku sering disambangi Opick di kediamannya, kawasan Depok, Jawa Barat. Bahkan, sebelum menggelar jumpa pers di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Yulia Mocha mad sempat ditelpon Opick. “Mas Opick telpon bilang, ‘sudah biarkan sajalah (gosip istri ketiga beredar-red),” kata Yulia Mochamad, Rabu (4/4). Namun, saat disinggung perihal kabar Aksi Bela Islam 64 Kepung Bareskrim Polri Nasionalisme Sayur Salju Tiongkok. Selama 4 jam. Di sepanjang perjalanan terlihat bangunan green house. Sambung-menyambung. Tidak henti-hentinya. Saya diskusikan itu. Lautan green house itu. Dengan teman seperjalanan saya. Yang dulu juga amat miskin. Apakah bangunan itu kuat menahan salju? Tidak roboh? Atap plastiknya tidak robekrobek? Apakah waktu dia kecil lahan pertaniannya juga seperti itu? Dan banyak pertanyaan lagi. Sambungmenyambung. Sampai tiba di Tianjin. Masuk rumah sakit di situ. Teman saya pun bercerita. Robert Lai, yang di sebelah saya, ikut menikmati jawabnya. Robert lahir di Hongkong. Besar di Singapura. Tidak pernah bersentuhan dengan lahan pertanian. Di musim salju, kata teman Tiongkok saya itu, adalah musim penderitaan. Dulu. Tiap hari hanya makan kentang. Tidak ada orang jual sayur. Tidak ada petani yang menanam sayur. saja sudah menggunakan Bitcoin, apalagi belanja dalam partai besar,” paparnya. Lebih lanjut Galang menjelaskan, Indonesia yang saat ini masuk dalam kategori darurat narkoba, karena itu aparat penegak hukum, terutama BBN harus emberikan atensi lebih pada transaksi via Bitcoin. “Bagi para gembong narkoba yang menjadikan Indonesia sebagai pasarnya, Bitcoin menjadi ladang bisnis. Karena transaksi lebih aman, jadi mereka bisa mematok harga lebih murah,” jelasnya. Pasalnya, papar Galang, pengiriman narkoba dari negara asalnya ke Indonesia menjadi mahal lantaran biaya risikonya, bukan karena faktor hitunghitungan ongkos produk sinya. “Itu kenapa narkoba via Bitcoin bisa menjadi lebih murah. Risiko terendus aliran uang dari bandar dan pembeli sangat kecil kemungkinannya untuk bisa diketahui,” tegasnya. Hal itu tentu memunculkan kekhawatiran tersendiri. Karena itu, Galang berharap pemerintah bisa menegakkan aturan yang lebih tegas mengenai Bitcoin. Opick pernah melamarnya, ibu dua anak itu menolak mengungkapkan. “Kasih tahu gak ya?” ucap kader partai Gerindra ini penuh teka-teki. Wanita berhijab ini kemudian meminta awak media untuk menanyakan hal tersebut kepada Opick. Pemilik nama asli Eny Yuliastini Mochamad itu beralasan tak ingin dianggap mengada-ada dalam memberikan komentarnya. “Enggak, salah itu. Azan lebih bagus,” sahut massa aksi. Aksi Bela Islam 64 yang digelar oleh Persaudaraan Alumni 212 dan sejumlah ormas Islam ini sebagai salah satu respons atas puisi Sukmawati Soekarnoputri yang diduga tidak menghormati azan. Usai mengumandangkan azan, orator juga menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dari pantauan, personel Polri berbaris berhadapan langsung dengan massa Aksi Bela Islam 64. Pasukan Asmaul Husna juga disiagakan di belakang anggota Brimob Polri. Sejumlah kendaraan taktis antihuruhara juga waspada. Terpisah, Wakapolri Komjen Syafruddin meminta masyarakat percaya kepada Polri. “Jangan terlalu khawatir, Polri akan profesional dan proporsional,” kata dia, Jumat. Bahkan kata Syafruddin, Polri tak akan menunggu, tapi bergerak dalam melakukan penyelidikan, mencari buktibukti dan meminta keterengan para ahli. “Kami bukan menunggu, tapi sudah merespons, tunggu dari ahli-ahli, Polri hanya melaksanakannya saja,” tegas dia. Sementara, Polda Metro Jaya menyiapkan dua kendaraan taktis (rantis) di pelataran kantor sementara Bareskrim Polri di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (6/4). Kendaraan berupa panser barracuda dan meriam air (water cannon) itu disiagakan mengantisipasi Tak hanya dilarang sebagai alat pem bayaran di Indonesia, melainkan juga menciptakan sebuah aturan yang memonitor para aplikator, alias penyedia jasa penukaran Bitcoin. “Karena di Indonesia ini, setiap kemajuan teknologi masuk, setiap kali itu pula kejahatan berevolusi lebih cepat. Fungsi negatifnya selalu terdepan daripada efek positif yang timbul. Ini harus menjadi catatan pemerintah dan para aparat penegak hukum,” pungkasnya. Diberitakan sebelumnya, seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang bernama CPM (22), diringkus jajaran BNNP Jawa Tengah. Mahasiswa semester akhir tersebut diringkus aparat usai dirinya membeli ekstasi dari Belanda dengan menggunakan mata uang digital, Bitcoin. Pe ng akuan Candika, ia membeli 9 butir ekstasi berwarna hijau dengan harga Rp 800 ribu. Padahal, harga pasaran ekstasi serupa jika menggunakan yang biasa seharga Rp 400 ribu per butir. (gwn/ JPC) Pernah Dilamar Opick “Itu tanya ke mas Opicknya aja, takutnya nanti saya kegeeran kan mengada-ada nanti katanya,” imbuh dia. Saat ditanya lagi apakah ada kemungkinan dia menikah dengan Opick, Yuliast menjawab hal itu bisa saja terjadi. “Namanya jodoh, maut, rezeki tuh sudah Allah yang menentukan. Takutnya kalau saya bilang tidak, tahunya nanti, ya saya tidak tahu ke depannya kan,” tandasnya. (mg1/jpnn) Aksi Bela Islam 64. Aksi yang digelar Alumni 212 itu bertujuan mendesak Bareskrim Polri segera menjerat Sukmawati Soekarnoputri yang diduga melakukan penodaan agama. Kasusnya terkait puisi Sukmawati berjudul Ibu Indonesia yang mempertentangkan kidung dengan azan, serta cadar dengan konde. Selain itu, di depan gedung KKP juga terlihat dua unit kendaraan pemadam kebakaran. Aparat pun sudah berjagajaga di sekitar gedung KKP. Juru Bicara Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengungkapkan, ada sekitar 1.000 orang dalam Aksi 64. “Sudah kami terima surat pemberitahuannya, estimasi massa sekitar seribuan,” kata Argo. (tan/mg1/jpnn) Semua wilayah tertutup salju. Sebelum musim salju tiba memang diusahakan beli sayur banyak-banyak. Tapi hanya ada satu jenis sayur yang bisa disimpan selama tiga bulan: kubis panjang. Tidak busuk. Maklum, udara di dapur lebih dingin dari kulkas. Selama tiga bulan, makanan di rumah hanya kentang dan kubis panjang. Itu pun harus sedikit-sedikit. Agar cukup untuk tiga bulan. Kini sayur apa pun melimpah sepanjang tahun. Di musim salju sekali pun. Panen sayur jalan terus. Bangunan green housenya dilengkapi pengatur suhu. Kisah hanya ada kubis panjang sudah terlupakan. Maka ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan perang dagangnya, Tiongkok bergeming. Hari itu juga membalas: mengenakan bea masuk hasil pertanian Amerika sebesar 25 persen. Tiongkok begitu pede. Minggu lalu perwakilan petani di Amerika sangat sibuk. Melakukan rapat-rapat koordinasi. Bagaimana menghadapi perlawanan Tiongkok itu. Sepertiga hasil panen kedelai Amerika dibeli Tiongkok. Untuk 豆 浆 . Susu kedelai. Enak diminum. Panas-panas. Sebagai teman makan 油 条 . Di sini disebut cakue. Itulah minuman yang lebih wajib di Tiongkok. Bukan kopi. Kita belum tahu apa hasil perundingan petani di Amerika itu. Sementara ini masih ketutup berita kunjungan Kim Jong-un ke Beijing. Tapi kehilangan pasar sepertiga produk nasional memang mengerikan. Meningkatkan produksi pertanian memang tidak mudah. Tapi selalu bisa. Selalu ada jalan. Dalam keadaan sesulit apa pun. Dalam kasus Tiongkok ini bukan lagi bagaimana meningkatkan. Lebih sulit dari itu: bagaimana menciptakan. Tetap bisa tanam sayur di saat bumi dilapisi salju. Alangkah sulitnya. Tapi bisa. Dan berhasil. Bahkan berhasil menjadi senjata untuk menegakkan kedaulatan negara. Melawan adi kuasa sekali pun. (dis) General Manager/Penanggung Jawab: Andi Ahmadi. Pemimpin Redaksi: Zaenal Aripin. Redaktur Pelaksana: Bisman Pasaribu. Korlip: Irwan. Redaktur: Miftakhudin. . Sekretaris Redaksi: Dinar Maharani. Staf Redaksi: Andi Mardani, Antonio J. S. Bano, Eko Iskandar, Syahrul Ramadhan, Ahmad Pairudz, Dani Ibrahim, Karsim Putra Pratama. Komisaris: Hazairin Sitepu. Direktur: Hetty, Faturohman S Kanday. Ombudsman JPG: M.Choirul Shodiq, Rohman Budijanto. Fotografer: Arisanto, Raiza Septianto. Pracetak: Yudhi Handoko, Mahmud Amsori, Bambang Joko Prakoso, Tio Ardiansyah, M. Indra Negara. Desain Iklan: Denis Arfian. Editor: Muhammad Qithfi Rul Aziz. Teknologi Informasi: Beni Irawan, Alvin. Pemasaran/Sirkulasi: Asep Rachmat (Koordinator), Eti Cahyanih. Manager Iklan: Hafidz. Iklan: Flora Pangestika. Manager Keuangan: Imam Hidayat. Keuangan: Rizky Marcella, Niki Ayu Minofi, Linda Rose Iskandar. Alamat Redaksi dan Tata Usaha: Perkantoran Suncity Square, Jl M Hasibuan Blok A40-41, Bekasi. Telp. Redaksi: 021-88863639. Telp Iklan: 021-88863640 (FO & PEMASARAN): 021-88966203. Telp. Keuangan: 021-88863641, Faks: 021-88863641, 021-88863639. Telp: 021-88966203, 88863641. Bank: Bank CIMB Niaga Bekasi. No.Rek: 925-01- 00699-00-0 a.n PT BEKASI EKSPRES MEDIA. Diterbitkan oleh: PT Bekasi Ekspres Media. Percetakan: PT Bogor Media Grafika Jalan Siliwangi Kav 1 No 34 Komplek Puslitbang Intel Desa Ciujung, Kabupaten Bogor, Sentul Bogor. No.Telp: (0251) 8655 365. (isi diluar tanggung jawab percetakan). Warna FC : Rp. 50.000,- Halaman 1 FC : Rp. 65.000,- Advertorial FC : Rp. 30.000,- Hitam Putih BW : Rp. 35.000,- Halaman 1 BW : Rp. 50.000,- Advetorial BW : Rp. 20.000,- Pengumunan BW : Rp. 30.000,- Iklan Baris : Rp. 15.000,- Wartawan Radar Bekasi selalu dibekali identitas dan tidak menerima uang atau barang berharga lainnya dari narasumber.

Sriwijaya Magazine April 2018
eBuletin NRE @ Edisi Mac - April 2011
Edisi Maret - April Tahun 2009 per HAL - Elsam
Sriwijaya Magazine Februari 2018
Sriwijaya Maret 2018
f_Pialang%20Indonesia%20April%202013
Majalah ICT No.33-2015
Destinasi Indonesia Edisi 12
Download - Directorate General for National Export Development