Views
1 week ago

Praktikum ADPR 2013

Limit deteksi dapat

Limit deteksi dapat ditentukan dengan lebih baik menggunakan pendekatan statistik modern Altshuler dan Pasternack. Teori itu menentukan dua batas aktivitas minimal yang didasarkan pada resiko maksimum yang dapat diterima dari: 1) menentukan ada aktivitas cuplikan padahal sebenarnya tidak ada; tipe 1 kesalahan, atau peringatan kesalahan atau kesalahan positif. 2) Menyimpulkan tidak ada aktivitas cuplikan, padahal sebenarnya ada; tipe 2 kesalahan, atau peringatan kelalaian atau kesalahan negative. Batas aktivitas ini ditentukan sebagai: 1) Aktivitas Keberartian Minimum, (Minimum Significant Activity, MSA) – pengukuran terkecil yang diinterpretasikan sebagai adanya aktivitas dalam cuplikan. 2) Aktivitas Minimum yang Sebenarnya dapat Dideteksi (Minimum Detectable True Activity, MDTA) – aktivitas terkecil yang diperlukan ada dalam cuplikan agar suatu pengukuran menunjukkan keberadaan aktivitas dan assay kuantitatif dengan tepat dengan suatu penentuan derajat kepercayaan. Perbedaan antara MSA dan MDTA adalah, MSA berkaitan dengan pengukuran bahwa nilai (aktivitas) yang dilaporkan lebih besar dari nol. MDTA Terkait dengan jumlah minimum dari aktivitas minimum yang dapat dideteksi dengan suatu penentuan tingkat kepercayaan. Formulasi secara statistik dikategorikan dalam 2 kasus, yaitu yang ke-1 mengharapkan nilai latar diketahui secara akurat, dan yang ke-2, mengharapkan nilai latar tidak perlu diketahui secara akurat sebelumnya. Kasus yang ke-1 berlaku untuk sebagian besar instrumen pencacah. Dengan demikian, jika batas bawah pada kasus 1 diturunkan (derivasi), yang disesuaikan dengan data yang diperoleh dalam kebanyakan pencacahan, akan menghasilkan persamaan-persamaan berikut: MSA γK R b A (10) Tb 2 2 R b K A KB KA MDTA γ K A KB 1 (10) Tb R 4R bTb bTb 2 RbTb dan bila, K A R MDTA K b T b B 1 R b γ (K A KB) (11) Tb dengan, KA = nilai yang diasosiaikan dengan penentuan probabilitas untuk menghindari tipe kesalahan 1 atau peringatan kesalahan (false alarm) KB = nilai yang diasosiaikan dengan penentuan probabilitas untuk menghindari tipe kesalahan 2 atau peringatan kelalaian (missed alarm) Praktikum ADPR 2013 36

Nilai KA dan KB ditunjukkan pada table dari fumgsi distribusi normal yang beberapa di anataranya ada di Tabel 2. Dari yang tercatat padaTabel 2, deteksi yang paling tepat digunakan adalah probabilitas untuk menghindari terjadinya kesalahan pada 99.9%. Sehingga MSA sama dengan MDA. Contoh: Berikut ini adalah batasan yang telah ditentukan menggunakan data dari Contoh 1. MDA(BS) 3 1Bq/60 dpm 0,32 cacah/disintegrasi 10 cpm 200 menit 0,03 Bq Untuk contoh dengan tingkat kepercayaan 97,5% untuk menghindari kesalahan tipe 1 dan tipe 2, nilai KA = KB = 1.96.> Maka MSA adalah: MSA 1,96 Catatan : 1Bq/60dpm 0,32cacah/disinetgrasi 1,96 1,96 0,088 1 (10cpm)(20 0mwnit) karena itu, 10 cpm 200 menit 0,02 Bq 1Bq/80dpm MDTA (1,96 1,96) 0,32 cacah/desintegrasi 10cpm 200menit Distribusi Poison, Distribusi Gaussian atau Distribusi normal 0,06Bq Sifat peluruhan zat radioaktif adalah benar-benar random. Bila suatu pencacahan dilakukan secara berulang-ulang dengan keadaan dan geometri yang sama, maka data yang dihasilkan akan mengikuti distribusi Poison, dengan rumus: n m m e Pn n! dengan, x = cacahan yang ditentukan, = nilai cacahan rata-rata yang sebenarnya (secara statistiK) Karena Distribusi Poison biasanya digunakan untuk jumlah yang sangat besar (bulk), dan mempunyai kelemahan tidak sismetris maka distribusi yang dapat digunakan, yang mendekati Distribusi Poison adalah Distribusi Gaussian atau Distribuasi Normal, dengan rumus: Praktikum ADPR 2013 37

Ujian Akhir Praktikum Pemuliaan Tanaman 2012
panduan-pkm-tahun-2013
2013 - PENYELARASAN KESELAMATAN
WOHNEN - Januar 2013 - paliang
General catalogue 2012/2013 - Mengual
July 2013 - Berghain Panorama Bar
Toxic Threads_Meracuni surga_26 April 2013
February 2013 - Berghain Panorama Bar
Lisman News Asia 05-2013
Majalah%20ICT%20No.7-2013
BUKU PEDOMAN - Penghargaan Energi 2013
Media_Tracking_Sosialisasi_update 25 Juli 2013 - P2KP
RENSTRA PENYESUAIAN KPPU 2013-2015
2013 - PELUPUSAN DOKUMEN PILIHAN RAYA