Views
1 week ago

Praktikum ADPR 2013

6. Apabila pada penunjuk

6. Apabila pada penunjuk cacahan telah menunjukkan perubahan nilai, yang semula nol, turunkan lagi tegangan tingginya ± 50 Volt sampai memperoleh nilai yang bulat, misalnya 400 Volt, 7. Penala waktu diatur untuk waktu cacah 60 detik. 8 Pencacahan dilakukan lagi dan catat nilai cacahnya untuk setiap kenaikkan tegangan tinggi sebesar 25 Volt. (sesuai dengan petunjuk Pembimbing Praktikum) 9. Apabila nilai cacah menunjukkan kenaikkan yang cukup besar, berarti sudah mencapai daerah ’break down’, dan pencacahan dihentikan. 10. Tegangan tinggi diturunkan sampai ke tegangan kerja detektor (lihat teori untuk penentuan tegangan kerja) Catatan. - Untuk pencacahan selanjutnya tegangan tinggi diatur tetap pada tegangan kerja. D.2. Menguji Kestabilan Sistem Pencacah 1. Untuk mengetahui laju cacah latar belakang, dilakukan pencacahan selama 4 menit tanpa menggunakan sumber radiasi. Nilai yang diperoleh merupakan cacahan latar belakang yang akan digunakan dalam perhitungan selanjutnya. 2. Sebuah sumber radiasi diletakkan di tempat pencacahan. 3. Penala waktu diatur untuk pencacahan 1 menit. 4. Pencacahan dilakukan sebanyak 10 kali dan catat nilai cacahnya. D.3. Menentukan Waktu Mati Detektor 1. Persiapkan sumber radiasi 2 buah ( R 1 dan R 2 ). 2. Penala waktu diatur untuk pencacahan 2 menit. 3. Pencacahan dilakukan masing-masing sebanyak 3 kali untuk sumber 1, sumber 1 dan sumber 2 bersama-sama dan berikutnya sumber 2 sendiri. Catatan - Posisi sumber 1 dan sumber 2 pada masing-masing pencacahan hendaknya tidak berubah. D.4. Menentukan Efisiensi Detektor 1. Sumber radiasi beta (Tl-204) yang sudah diketahui aktivitas awalnya diletakkan di ruang pencacahan. 2. Penala waktu diatur untuk pencacahan 10 menit. 3. Pencacahan dilakukan cukup 1 kali. D.5. Menentukan Aktivitas Suatu Sumber 1. Suatu sumber radiasi beta (dari asisten) diletakkan di ruang pencacahan. 2. Penala waktu diatur untuk pencacahan 10 menit. 3. Pencacahan dilakukan sebanyak 10 kali. Praktikum ADPR 2013 4

F. PERHITUNGAN. 1. Menggambarkan kurva karakteristik (daerah plato) pada kertas grafik antara laju cacahan dan tegangan tinggi yang diberikan, menentukan tegangan kerja dan kemiringan plato 2. Menentukan kestabilan sistem pencacahan dengan metoda 'Chi Square Test'. 3. Menentukan waktu mati detektor, dengan menggunakan persamaan 2. pada teori. 4. Menentukan efisiensi detektor, menggunakan persamaan 4. pada teori. Sedangkan untuk menentukan aktifitas sebenarnya digunakan persamaan 6. berikut: Dengan : A (0,693. t)/ T 1 2 Ao . e (6) A = aktifitas sebenarnya saat pengukuran (Bq ) Ao = aktifitas mula-mula pada tanggal acuannya t = selang waktu antara tanggal acuan dan tanggal pengukuran (jam/hari/bulan/tahun) T 1/2 = waktu paruh sumber (jam/hari/bulan/tahun). 5. Menentukan aktifitas suatu sumber radiasi, menggunakan persamaan 4. dengan nilai efisiensi yang diperoleh dari perhitungan di atas. DAFTAR PUSTAKA 1. Practice Exercise, EG & G ORTEC. 2. G. F. Knoll, Radiation Detection and Measurement, John Wiley. 3. H. J. Moe, S. R, Lasuk, Radiation Safety Technicians Training Course, Argone National Laboratory. Praktikum ADPR 2013 5

Ujian Akhir Praktikum Pemuliaan Tanaman 2012
panduan-pkm-tahun-2013
2013 - PENYELARASAN KESELAMATAN
WOHNEN - Januar 2013 - paliang
General catalogue 2012/2013 - Mengual
July 2013 - Berghain Panorama Bar
Toxic Threads_Meracuni surga_26 April 2013
February 2013 - Berghain Panorama Bar
Lisman News Asia 05-2013
Majalah%20ICT%20No.7-2013
BUKU PEDOMAN - Penghargaan Energi 2013
Media_Tracking_Sosialisasi_update 25 Juli 2013 - P2KP
RENSTRA PENYESUAIAN KPPU 2013-2015
2013 - PELUPUSAN DOKUMEN PILIHAN RAYA