Views
8 months ago

RADAR BEKASI EDISI 10 APRIL

2 2 PERKOTAAN Dokumen

2 2 PERKOTAAN Dokumen ini teregistrasi hanya untuk Sdr/Sdri : H. Ebi Rohaebi - email: radardepok.iklan@gmail.com , Dilarang menyebarluaskan dokumen ini !!! SELASA, 10 APRIL 2018 SELASA, 10 APRIL 2018 @radardepok AROUND PERKOTAAN JAKARTA Radar Depok Update RADAR DEPOK Pacu Gairah Berolahraga Jelang Asian Games Festival Olahraga Rakyat Sepanjang Tahun memiliki beragam makna. Tidak hanya menjadi event yang menyehatkan, festival tersebut juga memupuk solidaritas dan kebersamaan. Selain itu, melahirkan budaya dan menjunjung tinggi sportivitas dalam masyarakat. Rapikan Dinding dan Perkuat Fondasi Hias Kolong Jalan Layang KEBAYORAN LAMA – Untuk menghapus kesan kumuh dan kotor di kolong jalan layang, pemerintah Kelurahan Cipulir, Kecamatan Kebayoran Lama, Kota Administrasi Jakarta Selatan, melakukan penataan. Hal itu dilakukan di area sekitar tiang kolong jalan layang Kebayoran Lama di Jalan Ciputat Raya, dekat Pasar Kebayoran Lama. Lurah Cipulir Adi K. Prayogo menyatakan, dalam penataan tersebut, pihaknya membangun taman kecil di area sekitar tiang itu. Tiang tersebut juga dihiasi mural guna menciptakan kesan indah dan asri. ’’Taman kecil dibuat secara swadaya. Ini dipercantik tanaman-tanaman,’’ ujarnya. Adi menjelaskan, pihaknya bekerja sama dengan Satpel Kehutanan Kecamatan Kebayoran Lama untuk penanaman tanaman hias. ’’Jadi, selain taman, kami menghias tiang-tiang dengan berbagai lukisan,’’ ujarnya. Menurut dia, dengan masukan serta kreativitas petugas PPSU, pemandangan dilukis di tiang-tiang itu untuk menciptakan kesan indah dan unik. ’’Tetapi, tidak semua tiang. Kami lihat kondisi lapangan yang memang sangat perlu dirapikan,’’ terangnya. Adi menambahkan, penataan tersebut tidak terlepas dari banyaknya pedagang yang kerap menjadikan kawasan itu sebagai sarana berdagang. Dia berharap penataan tersebut dapat menjadi percontohan bagi warga sekitar, khususnya pedagang. Warga diminta selalu memperhatikan serta peduli terhadap kebersihan dan keindahan. ’’Penataan lokasi diawali di titik yang terkesan kumuh, kotor, dan ditempati pedagang yang kurang peduli terhadap lingkungan,’’ tuturnya. (nis/co3/mby) SAWAH BESAR – Proyek revitalisasi Taman Lapangan Banteng kini bergeser ke zona inti. Pelaksana proyek tersebut mulai menguatkan area fondasi dan sekeliling Monumen Pembebasan Irian Barat. Sementara itu, pembuatan pagar pembatas lapangan sepak bola hampir rampung. Kepala Bidang Taman Kota Leviyanti menyatakan, mendekati batas akhir jadwal pembangunan, pengerjaan proyek revitalisasi Taman Lapangan Banteng menunjukkan tanda-tanda kemajuan yang cepat. Pekerjaan yang dilakukan secara simultan membuat progresnya membaik. ’’Sekarang lagi merapikan dinding area lingkungan dan memperkuat fondasi,’’ katanya. Menurut dia, Pemprov DKI tetap menargetkan proyek itu tuntas dibangun sebulan sebelum penyelenggaraan Asian Games. Artinya, masih ada lebih dari tiga bulan waktu tersisa untuk merampungkan penataan seluruh Lapangan Banteng. ’’Paling lambat Juli akhir itu terlihat bentuk finalnya sudah beres,’’ ujarnya. Revitalisasi Lapangan Banteng, lanjut Liviyanti, sudah dikonsep dengan baik. Pihaknya menginginkan ikon utama Lapangan Banteng tetap berada di area Monumen Pem bebasan Irian Barat. Karena itu, pesonanya tak boleh ditutup atau tertutup. ’’Seluruh aspek pem bangunan di area tersebut wajib menunjang ikon utamanya. Tidak dibalik,’’ katanya. Konsep itu bisa dilihat dari desain baru taman yang diapit Hotel Borobudur dan Gereja Katedral tersebut. Bangunan tersebut tidak tertutup pohon atau bangunan lain di dalam area Lapangan Banteng. Dengan begitu, tugu itu bisa dilihat dari tempat lain. ’’Konsepnya membuat tugu tersebut lebih segar dan menonjol,’’ katanya. Kepala Dinas Kehutanan DKI Djafar Muchlisin menambahkan, pihaknya berupaya agar pemugaran kawasan itu berdampak langsung pada bertambahnya kunjungan. Apalagi kualitas sentuhan pembangunan sudah berstandar internasional. ’’Karena itu, sangat layak untuk dikunjungi masyarakat sekitar maupun para atlet,’’ ungkapnya. (bad/co5/mby) Kaji Usul Percepatan Jam Ganjil-Genap GAMBIR – Pemprov DKI sedang mengkaji usul percepatan pemberlakuan jam ganjil-genap di Jalan Sudirman–M.H. Thamrin. Pemprov harus mela kukan riset lebih dulu untuk mengukur dan menyimulasikan dampak lanjutan andai usul itu diterima. Usul tersebut datang dari Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) untuk mengurai kemacetan di exit tol Cawang. Wakil Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Sigit Wijatmoko menyatakan, pihaknya telah mengetahui usul tersebut. Saat ini, usul itu dibahas di internal dishubtrans. ’’Pembahasan masih berjalan intensif. Sedang dikaji. Belum kami putuskan,’’ katanya. Sebagaimana diketahui, pemberlakuan ganjil-genap di sepanjang Jalan Sudirman–M.H. Thamrin selama ini berlaku pukul 07.00– 10.00. Nah, BPTJ meminta pelaksanaannya dimajukan satu jam dari jadwal yang ditetapkan. Yakni, mulai pukul 06.00. ’’Kami harus mengukur dampaknya terhadap perilaku pengendara,’’ katanya. Menurut dia, setiap kebijakan akan berdampak langsung terhadap pengendara dan lalu lintas di ibu kota. Nah, peme rintah harus menghitung jumlah kendaraan yang lazim melintasi ruas Jalan Sudirman– M.H. Thamrin untuk memotret dampak kebijakan. Sebab, mempercepat pemberlakuan satu jam akan memengaruhi pola perjalanan. ’’Kami juga harus siapkan segala sesuatunya di lapangan,’’ ujarnya. Menurut dia, selain menyiapkan kondisi di lapangan, jalur-jalur alternatif di sekitar Jalan Sudirman– M.H. Thamrin juga harus disiapkan. 301011 Termasuk menyiapkan markahmarkah dan rambu petunjuk arah. Sebab, pengendara harus diberi alternatif-alternatif agar ada jalur lain yang bisa mereka ambil. ’’Nah, di sepanjang jalur alternatif itu, harus dilihat juga pola perjalanannya. Dengan begitu, bisa diambil kebijakan untuk memperlancar,’’ katanya. Sebelumnya, Kepala BPTJ Bambang Prihartono menyatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemprov DKI untuk mempercepat pemberlakuan jam ganjil-genap di Jalan Sudirman–M.H. Thamrin. Pihaknya yakin kebijakan itu akan mengurangi dampak kemacetan di exit tol Cawang. ’’Kalau dipercepat, orang menyesuaikan jam berangkat saat pagi. Kemacetan bisa terurai,’’ katanya. (bad/co5/mby) FESTIVAL olahraga yang sedang marak dilaksanakan di ibu kota tersebut juga menjadi upaya pemprov untuk menggairah kan warga menjelang Asian Games 2018. Olahraga yang dipilih adalah futsal yang sedang menjadi tren di DKI. Setelah sukses menye lenggarakan event yang sama di tingkat kelurahan, Festival Olahraga Rakyat Sepanjang Tahun kini naik ke level kecamatan. Peserta merupakan tim yang telah memenangi kejuaraan di level kelurahan. Salah satu lokasi penyelenggaraan kemarin (7/4) adalah Kecamatan Pademangan. Sekretaris Kota Jakarta Utara Desi Putra membuka kegiatan tersebut secara resmi. Dia menyatakan, Festival Olahraga Sepanjang Tahun tidak hanya bertujuan mencari juara. Pemprov tidak sedang menyeleksi tim untuk cabang olahraga. Festival Olahraga Sepanjang Tahun merupakan momentum untuk merajut kebersamaan dalam masyarakat. ’’Tujuan utamanya bukan mencari juara, melainkan menciptakan kekompakan dan kebersamaan masyarakat. Juga menyambut Asian Games,’’ katanya. Menurut dia, pemprov ingin merajut kebersamaan dan kekompakan dalam masyarakat dengan cara nonformal. Pemprov memilih olahraga sebagai sarana untuk menyatukan kebersamaan. Sebab, olahraga benar-benar netral. Olahraga juga menjadi kebutuhan semua orang. ’’Dengan cara itu, jalinan silaturahmi akan semakin kuat,’’ ungkapnya. Nah, bersamaan dengan semangat memupuk persau daraan Cari Bibit Atlet Berprestasi FESTIVAL Olahraga Rakyat Sepanjang Tahun 2018 tingkat Kecamatan Pesanggrahan diselenggarakan di lapangan NF Mini Soccer kemarin (7/4). Acara itu dibuka Wakil Wali Kota Jakarta Selatan (Jaksel) Arifin. Festival Olahraga Rakyat Sepanjang Tahun 2018 merupakan salah satu program unggulan gubernur DKI. Festival tersebut bertujuan mempererat silaturahmi dan sebagai tempat berinteraksi antar sesama warga DKI. ”Festival Olahraga Rakyat ini diseleksi mulai tingkat RT, RW, hingga kelurahan,” ujar Arifin. Dia menyatakan, selain pres tasi, yang paling penting adalah tetap menjunjung tinggi spor tivitas dalam bertanding. Festival itu diharapkan bisa melahirkan bibit atlet sepak bola, baik tingkat tersebut, lanjut dia, Pemprov DKI memfasilitasi bakat-bakat anak muda dan remaja di olahraga futsal. Apalagi olahraga itu sedang digandrungi anak muda ibu kota. ’’Kami hanya mewadahi,’’ katanya. Dia melihat semangat kebersamaan sedang tumbuh di masyarakat. Hal tersebut tergambar dari antusiasme masyarakat dalam menyaksikan tim bertanding. Mereka berbaur satu sama lain. Tidak ada lagi batas yang membuat masyarakat terbelah karena dukungan kepada tim masing-masing. ’’Semuanya berbaur,’’ katanya. Dia berharap suasana kebersamaan di arena pertan dingan dan di tempat duduk penonton terbawa ke rumah masingmasing. Jadi, solidaritas di masyarakat semakin kuat. Target itu, kata dia, tidak mustahil untuk dicapai. ’’Tentu, pemerintah juga berharap kebiasaan berolahraga otomatis tertular kepada masyarakat,’’ ungkapnya. Camat Pademangan Mumu Mujtahid menyatakan, kompetisi futsal diselenggarakan di Lapangan Universitas Bunda Mulia. Kegiatan tersebut diikuti belasan tim. Mulai jenjang SD, SMP, hingga SMA. Respons masyarakat terhadap event itu positif. Mereka antusias menonton tim dari wilayah masing-masing. ’’Nanti, yang menjadi pemenang melaju ke tingkat kota. Mereka terlihat bersemangat dan siap merebut gelar juara,’’ katanya. (bad/co3/mby) nasional maupun internasional. ”Menang atau kalah, harus tetap jaga keakraban dan kerukunan serta saling menahan amarah dari setiap perselisihan,” ucapnya. Camat Pesanggrahan Fajar Churniawan menyampaikan, Festival Olahraga Rakyat Sepanjang Tahun 2018 diikuti 15 tim dari seluruh kelurahan se-Pesanggrahan. Mulai tingkat SD, SMP, hingga SMA. Festival tersebut dilaksanakan selama dua hari. ”Nanti, pemenang tingkat kecamatan dikirim untuk mengikuti Festival Olahraga Rakyat di tingkat Jaksel,” jelasnya. Dia menambahkan, selain memperoleh bibit-bibit atlet, festival itu diharapkan dapat membiasakan semangat berkompetisi dengan menjadi yang terbaik. (nis/co2/mby)

JURNALISME WARGA selasa, 10 april 2018 3 ANDA MENULIS KAMI PUBLIKASIKAN Layangkan unek-unek dan keluhan Anda terkait berbagai persoalan, layanan publik, lingkungan, kinerja aparat baik pemerintahan maupun kepolisian, serta pelayanan umum lainnya. Kirim langsung ke : radar bekasi @radarbekasi | ariesant.radar@gmail.com radarbekasi@gmail.com bismanradarbekasi@gmail.com @gobekasi 085710036461 081319221797 MOBIL AMBULANS DAN MOBIL JENAZAH Hubungi RUMAH ZAKAT BEKASI (021) 88397001 | 0817 214843 | 0817 0998267 ARIESANT/RADAR BEKASI PENYEBAB KEMACETAN Pak ogah mengatur kendaraan yang berputar arah di Jalan Gatot Subroto Cikarang Kabupaten Bekasi. Salah satu penyebab kemacetan di wilayah tersebut, disebabkan yang mengatur lalu lintas adalah pak ogah, bukan petugas Kepolisian maupun Dishub. Dendam Politik Seorang “Preman” Terhadap Sejumlah Jenderal LOE musti kenal orang ini. Di a seorang yang tahu banyak ten tang berbagai kejadian mis teri negara kita”, ujar Marcy Don ny, salah seorang mantan wa rtawan harian “Prioritas”, da lam satu pertemuan kolegial pe kan lalu. Donny dan Bathi Mulyono, so sok yang diperkenalkan Marcy Donny, bersama sej umlah sahabat mengadakan diskusi terbatas tentang situasi In donesia saat ini di Bamsoet Cen ter. Donny sendiri merupakan salah seorang personel keperca yaan Ketua DPR RI Bambang So esatyo yang menjadi tim inti saat ini di Bamsoet Cen te r. Sementara harian “Prioritas” merupakan harian yang didiri kan Surya Paloh pada Mei 1986, dimana Bambang So esatyo atau Bamsoet dan Marcy Do nny mengawali karir jur nali stik mereka di media itu - lebih da ri 30 tahun lalu. Harian ini sudah sejak Juni 1987 tidak terbit. Karena izin ter bitnya dicabut oleh Menteri Pe nerangan Harmoko, memanfa atkan situasi “mood jelek” re zim Orde Baru pimpinan Pre siden Soeharto yang saat itu memerintah Indonesia seca ra totaliter dan mili teris ti k. Sekalipun hanya berusia pen dek, tetapi kehadiran “Prioritas” sebagai media alternatif di era represif, telah meninggal kan legacy dalam sejarah ke hidupan pers nasional. Karena di tengah suasana ke bebasan pers yang sangat ter kekang, “Prioritas” mampu me nghadirkan peliputan-peliputan yang mendorong muncul nya keberanian para orang de mokrat, untuk berbicara. Promosi Donny tentang Bathi Mulyono lelaki berusia 70 ta hun ini, tidak langsung ter ta nam dalam sikap saya untuk mengagu mi seseorang. Teru ta ma ka r ena penampilannya, se pintas tak mengesankan dia, seseorang yang punya ba nyak “penge tahuan” dan “pen galaman”. Ditambah lagi, wajah kelela han nya, sangat tergam bar, setelah menyetir sendiri perja lanan Semarang - Ja karta. Namun setelah kami terlibat dalam pembicaraan atau lebih te pat disebut sebagai sebuah dis kusi panjang, kekaguman at aupun respektasi saya ter hadap Bathi Mulyono mulai bergerak kemudian meme kar. Kami saling berbagi cerita politik. Tak jarang perspektif sa ya tentang sebuah kejadian po litik lebih dari 30 tahu lalu, diko reksinya. Dan hal ini menan dakan, dia salah seorang pelaku sejarah atau paham tentang keadaan masa si la m. Kami akhirnya sepakat berte mu dua kali. Dan keesokan ha rinya, Bathi yang lebih suka di sapa sebagai “BM” membekali saya dengan sejumlah informasi berupa klipingan berbe n tuk foto copy. Isinya berupa liputan ber ba gai media nasional seperti “Ko m pas” dan “Tempo” sekitar pe ris tiwa politik yang terjadi di Indonesia di masa jayanya Or de Baru. Tentu saja peristiwa di mana BM ikut terlibat lang su ng atau secara tak lang su n g. Saya cukup terkejut melihat foto dan pernyataannya, sudah dikutip oleh media mainstream le bih dari 30 tahun lalu. Artinya, ketokohannya seper ti di gam barkan sahabat Marcy Do nny, bukan sebuah pepesan ko song. Selain itu ada sebuah “Newslet ter” terbitan sebuah LSM In ter nasional. Laporan itu misalnya bertuliskan “Van Zor ge Report on Indonesia”. Laporannya cukup menarik per hatian. Sebab komentar dan analisa tentang Politik dan Eko no mi Indonesia, secara sing kat dan padat dibahas ole h laporan ter sebut. Dan sekalipun BM bukanlah seorang ekonom ataupun politisi, tetapi pembahasan tentan g keadaan negara kita dari perspektif ekonomi dan politik, antara lain menyebut Bathi Mulyono sebagai salah seorang narasumbernya. Hal lain yang menarik, pengga lan cerita kehidupannya. Yaitu episode tentang bagaima na dia bisa menyelamatkan diri dari usaha pembunuhan. Rencana itu dirancang secara rapih oleh pembunuh profesional. Namun berkat jaringan dan kepekaannya sebagai seo rang algojo, BM bisa memperoleh bocoran atas rencana pembunuhannya itu. Sebagai catatan, BM dipenjara selama tiga tahun, di akhir 19 60- an, karena pembunuhan. La lu di dalam penjara BM mem bunuh “sipir” penjara, yang be rakibat hukumannya di tam ba h. Akan tetapi modalnya sebagai pem bunuh “berdarah dingin” te lah membuat beberapa jende ral senior di era Orde Baru, ter tarik merekrutnya. Gara-gara adanya rencana pembu nuhan itu, BM harus mel ar ikan diri ke hutan dan gu nung. Ia terdam par di Gu nung Lawu, ke mudian bertapa di sana selama 10 ta hu n. Selama pertapaan itu, dia ber kali-kali berganti nama dan indentitas. Sementara ketika ia melarikan diri ke Gu nung Lawu, isterinya baru me lahirkan seorang bayi wa ni ta. Selama pelarian itu, isterinya tak tahu atas keberadaannya. Is terinya tak tahu kalau BM ma sih hidup. Sebab BM sendiri me larikan diri, menghindari dari kejaran penembak miste rius atau Petrus, dalam keadaan terburu-buru. Skenario pembunuhan atas dirinya, dirancang oleh anggota rezim Orde Baru, khususnya dari kalangan militer. Padahal sebelum rencana pembunuhan itu disusun, BM telah melak sanakan sejumlah perintah kotor oleh rezim militer Orde Ba ru. Pekerjaannya membantu tegaknya Orde Baru dimulai awal tahun 1971. Tujuannya ha nya satu: Golkar sebagai par tai pendiri rezim Orde Baru, ha rus menang. Sementara partai-partai lain yang sudah berfusi ke PPP dan PDI, tidak boleh menang. Patut dicatat kemenangan Golkar di Pemilu 1971 itu, men jadi awal dari kemenangan ber turut-turut dari partai bertanda gambar Pohon Beringin itu, di semua Pemilu: 1977, OLEH: DEREK MANANGKA 19 82, 1987, 1992 dan 1997. Salah satu tugas eks nara pi dana asal penjara Semarang ini, melakukan pembunuhan ter ­ hadap tokoh tertentu atau to koh politik yang diper hit ung kan dapat menggagalkan semua age nda kekuasaan ber jangka pan jang, ciptaan re z im Orde Baru. Untuk semua kebutuhan dana operasi, rezim Orde Baru mem berinya “rekening khusus” di Bank Rakyat Indonesia. Ka pan saja, BM bisa menarik da na dari bank pemerintah ter sebut. Selanjutnya untuk semua brie fing dan latar belakang op e rasi yang dilakukan, BM mem peroleh langsung dari Pre siden Soeharto. Untuk menemui Presiden Soeharto di Jl. Cendana, Jakarta Pusat, BM mengaku selalu diantar atau difasilitasi oleh pengusaha Sutikno Widjaja. Sutikno ditandainya sebagai salah seorang dari tiga pengusa ha keturunan yang saat itu - punya akses langsung dengan Pre siden Soeharto. Dua lainnya la gi adalah Bob Hasan dan Li em Sioe Liong. BM yang tidak tamat sekolah lanjutan, seesungguhnya bisa disebut sebagai seorang yang lugu dan apolitik atau buta po litik. Tapi alam dan perkembangan pergaulan, bisa merubah sega lanya. Sehingga sekalipun bu ta politik, tetapi BM bisa merasa bahwa hasil kerjanya cukup memuaskan bagi pengu asa Orde Baru. Ironisnya di tengah kebutaan po litiknya itu, BM juga me mil liki naluri bahwa anggota re zim Orde Baru - setelah ber hasil me nang dan berkuasa, tak lagi me merlukannya. Untuk itu lah mun cul gagasan me ngakhiri peran atau “kontrak” ker jan y a. Politik kotor pun mulai dipraktekkan. Rezim Orde Baru ingin melenyap kan jejak-jejak hitam yang bisa merugikan pemerintah Soe harto secara keseluruhan. Je jak hitam itu ditorehkan oleh BM. Dan jejak hitam itu hanya mu ng kin hilang, jika sosok seperti BM ikut dilenyap ka n. Dalam testimoninya selama dua kali pertemuan, BM menga ku tahu banyak tentang ba gaimana “Malari” 1974 dirancang. Sebab dia kebagian tu gas membakar Pasar Senen, ya ng saat itu merupakan pusat pertokoan terkemuka di Ja karta. Tentu saja BM tidak sen dirian. Melainkan me mim pin sejumlah preman untuk mem bumi hangus kan Pasar Se nen. “Malari” yang merupakan singkatan dari Malapetaka Ja nuari dikenal sebagai aksi anar kis mahasiswa yang me nentang kunjungan Perdana Menteri Jepang ke Indonesia. Aksi ini berujung dengan pem bakaran mobil-mobil buatan Jep ang. Tokoh “Malari” yang hingga hari ini dipuja-puji antara lain Hariman Siregar dan Theo L. Sam buaga. Sementara bagi BM “Malari” bukanlah sebuah peristiwa anar kis yang meletus secara spon ta n. Selain “Malari”, BM juga ditu gas­ kan mengacaukan ka m pa nye Partai Golkar di La pa ngan Ba n te ng, Jakarta Pu sat. BM yang dit ugaskan pe tinggi Golkar me nyu sup ke pin ggir pangggung kam pa nye de ngan kaos ber tu li skan P P P. Mereka kemudian berulah, me ngganggu kampanye Golkar. Sehingga mencul kesan ya ng merusak suasana adalah ka der PPP. Tujuannya untuk men deskre ditkan PPP sementara ske nario itu disusun oleh Jende ral Ali Murtopo. Klimaks dari kekecewaannya ter hadap Orde Baru bertumpu ke pemimpin Orde Baru, Jende ral Besar sekaligus Presiden RI, Soeharto. Sebab dari biografinya, Presi den Soeharto mengaku, dialah yang memerintahkan Pa ngab Jenderal LB Moerdani untuk mengeksekusi para pre man. Padahal BM merupakan koor dinator dari sekitar 5.000 preman yang tersebar di Ja kar ta, Jawa Tengah dan Yog y aka r ta. BM merupakan pendiri or mas “Fajar Menyingsing” dan pe mimpinan “Gali”. Dua-dua nya orma s yang bero pe rasinya cen derung menggu na kan ke ke rasan. Anggotanya di tahun 1980- an mencapai 5.000 orang. Na mun ketika operasi “Petrus” dij alankan secara militer, lebih dari separuh anggotanya, men jadi korban. Ini yang membuat BM marah kepada Presiden Soeharto. Dalam pengakuannya, di pertengahan 1980-an, BM pernah menghadang sedan yang dikendarai Presiden Soe ha rto. BM sudah siap dengan bom yang akan di le da kkan de ngan cara me na br akan diri ke kendaraan Pre siden Soe har to. BM sudah mempelajari rute yang selalu dilalui Presiden Soe harto. Salah satu titiknya, di bundaran Jl, Teuku Umar, dek at rel kereta api dan masjid Tjuk Nya Dien, Jakarta Pu sat. Tapi usahanya itu bocor kepada teman-temannya yang se r ing berkumpul di kantor per wakilan harian “Wawasan”, Se marang, Jawa Tengah di Jalan Sutan Syahrir, Jakarta Pusat. Jusuf Suroso, salah seorang koresponden “Wawasan” yang me n dapat bocoran, kemudian ber gegas mengejar BM di tempat penghadangan. Jusuf Suroso lalu membujuk BM agar tidak melaksanakan nia t n ya. “Tolong mas, jangan lakukan tin dakan ini. Pak Harto tidak akan terbunuh. Mobilnya anti pel uru. Mas sendiri yang akan jadi korban. Smentara Pak Harto yang selamat akan menjadi pahlawan…..”, begitu kura ng lebih cara Jusuf Suroso mantan personil harian “Priori tas” itu, meyakinkan BM. Kesaksian lain BM soal pembunuhan peragawati Dietje. Hanya saja, BM minta un tuk tidak membicarakannya lebih lanjut. Yang pasti versinya, tidak sama dengan versi yang dike tahui publik selama ini. Hampir sama dengan kisah pe mbajakan pesawat Garuda “Wo yla”. Pesawat ini diterbangkan oleh pilot atas tekanan teroris, ke Bangkok, Thailand. Pem ba jakan ini berhasil diakhiri setelah sebuah regu pasukan khu sus pimpinan Letkol Sin tong Panjaitan, menyerbunya da lam sebuah operasi su bu h. Kapten pilotnya tertembak, sejumlah teroris berhasil ditang kap sementara semua pe nu mpang selamat. “Nah saya termasuk salah seorang penumpang di situ. Be danya, saya dipulangkan se cara khusus ke Jakarta de ngan pesawat lainnya. Silahkan taf sir kan sendiri, mengapa sa ya berada di pesawat Woyla”, ujar BM tersenyum. Kami pun sam-sama ter senyum. Sebagai pertanda, kami sa l ing memahami apa yang kami bahas. Pemahaman kami, Indonesia pada satu era pernah mengala mi kehidupan, dimana rakyat nya harus pasrah me ngha dapi sebuah kejahatan yang dilakukan se cara teror ga ni sir . Bahwasanya sebuah negara ata u pemerintahan bisa saja me la kukan kejahatan secara te r org anisir. (*) Wartawan Senior NOMOR TELEPON PENTING Polresta Bekasi dan Polsek jajaran Polresta Bekasi (021) 89113533 Polsek Tambun (021) 8802738/97660935 Polsek Cikarang Barat (021) 88323550 Polsek Cikarang (021) 89106141/8901217 Polsek Cikarang Timur 021 89141940 Polsek Kedung Waringin (021) 89140153/89142579 Polsek Pebayuran (021) 89150110 Polsek Cikarang Selatan (021) 89901756/89901544 Polsek Cikarang Pusat (021) 89970020 Polsek Serang Baru (021) 89952376 / 89954516 Polsek Cibarusah (021) 89952516 Polsek Setu (021) 8250532 Polsek Sukatani (021) 89160765 Polsek Tambelang (021) 89170755 / 89171110 Polsek Babelan (021) 8920012 Polsek Tarumajaya (021) 88990277 Polsek Cabang Bungin (021) 89180203 / 94600096 Polsek Muara Gembong (021) 89190074 Sentra Komunikasi (Senkom) Tol Cikampek 822-6666 Senkom Tol Dalam Kota 801-1735 Senkom Tol Janger 919-9999 Senkom Tol Jagorawi 917-7777 Senkom Tol TB Simatupang 920-1111 Senkom Tol Cipularang (022) 2021-666 Senkom Tol Wiyoto Wiyono 651-8350 Tol Palimanan-Kanci 0231-484268 Tol Purwakarta - Bandung (022) 2021666, (022) 91196666 Tol Semarang 024-7607777 Tol Surabaya-Gempol 031-5624444 PJR Tol Cikampek 849-71122 PJR Tol Janger 591-3648 PJR Tol Jagorawi I 877-93621 Derek 884 -1110 PEMADAM KEBAKARAN 113 Sudin Kota Bekasi 889-57805 Sudin Kabupaten Bekasi 883-36732 TERMINAL BIS Kampung Rambutan (Dalam Kota) 840-0062 Kampung Rambutan (Antar Kota) 840-0063 Pulogadung (Dalam Kota) 489-7748 Pulogadung (Antar Kota) 488-3742 Kalideres 544-5348 Lebakbulus 750-9773 Rawamangun 489-7455 Cibinong 879-00894 Tangerang-Cikokol 557-61265 Bekasi 884-1901 STASIUN KERETA API Gambir 386-2361 Jatinegara 819-2318 Pasar Senen 421-0164 Tanahabang 384-0048 Jakarta Kota 692-8515 Manggarai 829-2458 Tanjungpriok 439-31978 RUMAH SAKIT RS JATIMULYA (Bekasi Timur): Jl. Jatimulya Raya no.14 Bekasi, Telp (021) 82435001 RS Karya Medika 1 : Jl. Raya Imam Bonjol No. 9B, Cikarang Barat, Telp. (021) 8903003, (021) 8900190, (021) 890019 RS Karya Medika II: Jl. Hasanudin No.63, Tambun, Telp (021) 88361980- (021) 88327514- (021) 70207483 RS Jati Rahayu : Jl. Hankam Pondokgede, Telp. (021) 8462566 RS Permata Bekasi : Jl. Legenda Raya No. 9, Telp. (021) 8254748 RS Mekarsari : Jl. Mekar Sari No. 1, Telp. (021) 8801891 RS Amanda I: Jl. Raya Serang No.83, Cikarang Selatan, Telp (021) 8971643 RS Amanda II: Jl Raya Industri No.36, Cikarang Utara, Telp (021) 8900277 PENGUMUMAN LELANG Nomor : PENG.3/BBPLK-BKS/IV/2018 Satuan Kerja Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Bekasi Kementerian Ketenagakerjaan melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bekasi, akan melaksanakan lelang non eksekusi wajib BMN dalam kondisi apa adanya (as is) sebagai berikut : Objek Lelang 1. 1 (satu) unit kendaraan roda empat Honda City GD8 1.5 Vti AT, Tahun 2006, Warna Hitam Metalik, No. Polisi B 1631 YQ, No. Rangka MRHGDB6806P730091, No. Mesin L15A15800415, Surat Kepemilikan Lengkap Harga Limit : Rp.58.850.000,- Jaminan Lelang Rp.29.425.000,- 2. 1 (satu) unit kendaraan roda empat Isuzu NHR 55 Elf, Tahun 2006, Warna Silver Metalik, No. Polisi B 1632 YQ, No. Rangka MHCNH55EY6J017538, No. Mesin, M017538, Surat Kepemilikan Tidak Ada (digantikan dengan Surat Tanda Laporan Kehilangan Surat-Surat/ Barang) Harga Limit : Rp.20.395.000,- Jaminan Lelang Rp. 10.197.500,- Keterangan : Nominal jaminan yang disetorkan ke rekening VA harus sama dengan nominal yang disyaratkan Jaminan harus sudah efektif diterima KPKNL selambat-lambatnya 1 (satu) hari kalender sebelum pelaksanaan lelang Segala biaya yang timbul sebagai akibat mekanisme perbankan menjadi beban peserta lelang Aanwijzing : Calon peserta lelang dapat melihat obyek yang akan dilelang pada hari Kamis tanggal 12 April 2018 jam 10.00 WIB s.d. 12.00 WIB bertempat di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Bekasi, Jl. Guntur Raya No. 1 Bekasi. Cp. Inoky Tagara : 081386555527 Persyaratan Lelang : Syarat dan Ketentuan serta tata cara mengikuti lelang dapat dilihat pada alamat website https://www.lelangdjkn.kemenkeu.go.id Pelaksanaan Lelang : Cara Penawaran : E-Auction tanpa kehadiran peserta Tertutup (closed bidding) Waktu Penawaran : Senin, 16 April 2018, Pkl. 11.00 Waktu Server sesuai WIB Waktu Penetapan : Senin, 16 April 2018, Pkl. 11.00 Waktu Server sesuai WIB Pelunasan Harga Lelang : 5 (lima) hari kerja setelah pelaksanaan lelang Bea Lelang Pembeli : 2% dari harga lelang Tempat Pelaksanaan Lelang : BBPLK Bekasi, Jl. Guntur Raya No.01 Bekasi Bekasi, 10 April 2018 Tim Peneliti dan Penaksir Internal Penjualan/ Pelelangan BMN TTD

Newsletter HANEDA Edisi#10 MEI
Informasi JPP Edisi April 2012 - Jabatan Pengajian Politeknik
eBuletin NRE @ Edisi Mac - April 2011
JPCC ALIVE April 2016
Edisi 10 Tahun 2008 - KPPU
April 2006 - Berghain Panorama Bar
Victorious Edisi 900
Edisi%20komik%20BBM%202013
TRINIL Edisi 1/2016