Views
8 months ago

TamaT - Majalah Detik

majalah detik

Fokus akhir pks di

Fokus akhir pks di koalisi Syarif Hasan, Sekretaris Setgab koalisi ramses/detikFoto nit. Tapi 10 menit di antaranya yang dibicarakan SBY hanya soal PKS.“Dari pernyataan SBY tersirat beliau sudah ‘menalak tiga’ PKS. Karena PKS dianggap sudah tidak lagi bisa diajak seiring-sejalan di koalisi,” imbuh Kastorius. Dalam pertemuan di DPP PD, SBY juga menyinggung soal rencana menggeser PKS dari koalisi. Nah, sinyal SBY ini kemudian ditindaklanjuti Anas dan Syarif Hasan, Sekretaris Setgab koalisi. Atas instruksi SBY, keduanya kemudian mengumpulkan para pimpinan parpol koalisi di Cikeas 3 April itu. Dari pertemuan itu kemudian menghasilkan sebuah keputusan. Intinya, Setgab menilai PKS sudah melanggar kesepakatan koalisi yang telah ditandatangani bersama. “Sangat melanggar. Pokoknya yang kita bahas kontrak koalisinya,” kata Syarif yang juga menjabat Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM). Pelanggaran yang dilakukan PKS tercantum dalam butir ke-5 kesepakatan parpol koalisi dengan Presiden SBY. Intinya parpol koalisi yang melanggar kesepakatan koalisi, bisa mengundurkan diri. Bila tidak mengundurkan diri maka kebersamaan dengan parpol koalisi berakhir. Dalam lembaran terakhir surat kesepakatan itu tertera tanda tangan para ketua umum parpol, yaitu Anas (PD), Ical (Golkar), Luthfi (PKS), Hatta (PAN), Cak Imim (PKB), dan SDA (PPP). Sedangkan di bagian bawah, tertera tanda tangan Presiden SBY dan Wapres Boediono. Kesepakatan ini ditandatangani pada 23 Mei 2011. Majalah detik 9 - 15 april 2012

Fokus akhir pks di koalisi “ Jadi berdasarkan kesepakatan itu, hubungan PKS di koalisi sudah berakhir secara otomatis. Jadi sekarang ini hanya lima parpol yang bersama-sama. Kesepakatan ini merupakan kesepakatan baru dan menindaklanjuti kesepakatan sebelumnya yang ditandatangani pada 15 Oktober 2009. Di dalam kesepakatan ini disebutkan bahwa selain kesepakatan baru ini, kesepakatan terdahulu tetap berlaku.Kesepakatan baru ini terdiri dari 8 butir. Dari 8 butir itu, butir 5 yang menarik. Karena butir 5 inilah yang bisa menjelaskan di mana sebenarnya keberadaan PKS dalam koalisi saat ini. “Jadi berdasarkan kesepakatan itu, hubungan PKS di koalisi sudah berakhir secara otomatis. Jadi sekarang ini hanya lima parpol yang bersama-sama,” terang Syarif. Sumber majalah detik membisikkan SBY sebenarnya sudah mengirim pesan pendek (SMS) kepada Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin agar ikhlas menerima apa pun keputusan terhadap PKS.”SMS itu dikirim sebelum ada pertemuan koalisi di Cikeas itu,” kata sang sumber. Namun sampai saat ini PKS belum juga bergeming. Mereka mengatakan masih menunggu SBY bersuara memberikan kepastian soal nasib partainya di koalisi. Meski demikian, PKS mengaku siap menerima konsekuensi apapun dari SBY. “Kontrak koalisi PKS dengan Pak SBY. Jadi menurut saya pimpinan PKS belum dapat merespons hasil pertemuan di Cikeas. Kami masih menunggu adanya penjelasan resmi dari Pak Presiden,” jelas Ketua DPP PKS, yang juga Sekretaris FPD DPR Abdul Hakim kepada majalah detik. (DEN/YOG) “ Majalah detik 9 - 15 april 2012

Majalah detik - Institut Teknologi Telkom
majalah detik - Institut Teknologi Telkom
Majalah ICT No.33-2015
Download Majalah - MPR RI /a
LADY GAGA PERKENALKAN EMMA MENTERI AGUS ... - Harian detik
Majalah%20ICT%20No.7-2013
Majalah-Aktual-Edisi-53-ms
Majalah ICT No.30-2015
majalah-mdp-edisi-II