Views
1 week ago

TamaT - Majalah Detik

majalah detik

Fokus akhir pks di

Fokus akhir pks di koalisi Beda Nasib Golkar-PKS Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie. Ari Saputra/detikFoto PKS kini menunggu sanksi. Terdepak dari koalisi pendukung pemerintah sudah pasti. PKS dianggap sudah melanggar code of conduct atau pelanggaran berat dalam etika berkoalisi. Secara otomatis PKS pun dianggap sudah tidak bisa lagi gabung di dalam koalisi yang digagas Presiden SBY. Selain terdepak dari koalisi, kini giliran menteri dari PKS yang menanti konsekuensi. Ada tiga menteri PKS, yakni Menkominfo Tifatul Sembiring, Mentan Suswono, dan Mensos Salim Segaf Al Jufri, yang kini menghitung hari. Namun nasib yang dialami PKS agaknya berbeda dengan Partai Golkar. Sekalipun partai beringin ini juga sering bikin gerah kader PD dan SBY. Betapa tidak, dalam kasus Bank Century, dan Mafia pajak, Golkar bersama PKS juga ikut memotori digelarnya Pansus soal Century dan Mafia Pajak. Dalam masalah kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Golkar yang awalnya sepakat, belakangan balik badan menjelang rapat paripurna DPR yang membahas perubahan APBN- Perubahan. Alhasil, sikap Golkar itu membuat peta dukungan berubah. Lobi-lobi yang melelahkan akhirnya dilakukan PD dengan mengutus Ketua Umum PD Anas Urbaningrum dan Sekertaris Setgab Syarif Hasan. Hasilnya, BBM pun batal dinaikkan. Tapi DPR mengamanatkan pemerin- Majalah detik 9 - 15 april 2012

Fokus akhir pks di koalisi Massa PKS di Senayan. detikFoto tah bisa menaikan harga BBM sewaktu-waktu jika ambang batas harga yang ditetapkan terlampaui hingga 15 persen. Tapi buntut gagalnya rencana kenaikan harga BBM, hanya PKS yang menerima sanksi. Sementara Golkar aman-aman saja. Malah tersiar kabar Golkar bakal mendapat tambahan jatah menteri yang sebelumnya diisi kader PKS. Menurut pengamat politik Universitas Gajah Mada (UGM) Arie Dwipayana, Golkar dan PKS sebenarnya sama-sama menjadi batu sandungan bagi koalisi. Mereka bukan hanya merongrong dalam kasus Bank Century atau pun Mafia Pajak. Dalam isu kenaikan harga BBM pun Partai Demokrat ikut terjerumus pada keputusan Golkar. “Demokrat mengikuti agenda Golkar, apalagi saat Golkar mengumumkan keputusannya menolak kenaikan harga BBM,” kata Arie. Namun perlakuan terhadap PKS dan Golkar berbeda karena Golkar lebih cerdik. Golkar memanfaatkan isu populer dengan dua muka. Satu sisi mendukung, sisi lainnya membuka ruang penolakan. Karena alasan ini PD lebih memilih Golkar. Selain Golkar punya kecerdikan, PD juga melihat Golkar sebagai partai dengan pemilih terbanyak kedua. Fakta inilah yang membuat SBY lebih memanjakan Golkar dibanding PKS. Kekuatan Golkar menjadi modal besar untuk membangun koalisi yang kuat, khususnya di parlemen. “Posisi tawar Golkar yang tinggi membuat SBY lebih mengutamakan partai itu. Dibanding dengan PKS,” pungkasnya. (DEN/YOG) Majalah detik 9 - 15 april 2012

Majalah detik - Institut Teknologi Telkom
majalah detik - Institut Teknologi Telkom
Majalah ICT No.33-2015
LADY GAGA PERKENALKAN EMMA MENTERI AGUS ... - Harian detik
Majalah%20ICT%20No.7-2013
Majalah-Aktual-Edisi-53-ms
20140317_MajalahDetik_120
Majalah MeRasul Edisi 01 Tahun 1 - Paroki Santo Thomas Rasul
Majalah Warta Anggaran Edisi 24 - Direktorat Jenderal Anggaran ...
Majalah ICT No.35-2015
Download Majalah - MPR RI /a