Views
8 months ago

TamaT - Majalah Detik

majalah detik

ekonomi Agar Si Kaya Tak

ekonomi Agar Si Kaya Tak Curi Subsidi Untuk setiap liter premium yang dijual, negara harus mengeluarkan subsidi sebesar Rp 4.000. Tetapi berjuta liter BBM subsidi ini justru dinikmati oleh mereka yang tidak berhak. Triliunan rupiah uang negara pun hilang sia-sia. Jhoni Hutapea/detikfoto Reporter: Monique Shintami Majalah detik 9 - 15 April 2012

ekonomi Mobil pribadi sedang mengisi bahan bakar premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Cikini, Jakarta Jhoni Hutapea/detikfoto Mobil mewah Toyota Alphard warna putih, bernomor polisi B 888 TR itu kontan menjadi buah bibir, setelah fotonya saat ‘minum’ premium mejeng di layar televisi. Mobil mewah yang harga per unitnya mencapai Rp 800 juta ini memang tidak layak mengonsumsi BBM bersubsidi yang diperuntukkan bagi kelompok tak mampu. Selain itu mobil yang mesinnya berkapasitas 2400 cc dan 3500 cc ini juga rakus bahan bakar. Setiap liter BBM yang digunakan hanya mampu menggerakkan mobil ini kurang dari lima kilometer. Jadi sangat layak jika publik marah, karena sang pemilik telah mencuri subsidi yang seharusnya untuk warga tidak mampu. Tetapi, ternyata si Alphard putih ini punya banyak teman. Firdaus, seorang petugas SPBU di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, menuturkan, belakangan setelah harga pertamax naik menjadi Rp 10.200 per liter makin banyak pemilik kendaraan pribadi yang beralih ke premium. Menurut Firdaus, gejala ini memang sudah terasa sejak dua minggu terakhir, saat harga pertamax masih bertengger di Rp 9.500 per liter. Namun sepi- Majalah detik 9 - 15 April 2012

Majalah detik - Institut Teknologi Telkom
majalah detik - Institut Teknologi Telkom
LADY GAGA PERKENALKAN EMMA MENTERI AGUS ... - Harian detik
majalah kredibel edisi-01-2011 - LKPP
Majalah Santunan edisi Juli 2010 - Kementerian Agama Prov Aceh
Majalah Santunan edisi Oktober 2010 - Kementerian Agama Prov ...
Majalah ICT No.26-2014
Majalah%20ICT%20No.11-2013
Majalah ICT No.33-2015
E-Magazine|Free
Download Majalah - MPR RI /a