Views
4 months ago

TamaT - Majalah Detik

majalah detik

seni & hiburan musik

seni & hiburan musik Konser Earht Wind and Fire di Tennis Indoor Senayan Munady/detikfoto ‘‘ Intro After the Love Has Gone yang membuat Tennis Indoor Stadium mendadak menguarkan chemistry romantis ‘‘ diatonik. Di menit ke-40, Philip Bailey memperkenalkan semua personel pendukung, termasuk putranya, Philip Gerald Bailey (Philip Bailey Jr.) yang berambut gimbal panjang. Phil Jr. malam itu memainkan gitar, kadang tamborin, dan sering ikut menyanyi jadi backing vokal. Usai perkenalan, Earth Wind and Fire menurunkan tensinya lewat lagu-lagu balada macam Devotion, Heat to the Sky, dan That’s the Way of The World. Lalu masuk intro piano yang sangat dikenal. Intro After the Love Has Gone yang membuat Tennis Indoor Stadium mendadak menguarkan chemistry romantis. Ketika Philip Bailey mulai buka suara, suaranya tak mampu mengalahkan suara penonton yang demikian kencang ikut menyanyi. Dan begitu masuk reffrain, dia “menyerah”, membiarkan penonton yang menyelesaikan bagian ini. And oh after the love has gone// How could you lead me on// And not let me stay around// Oh oh oh after the love has gone// What used to be right is wrong// Can love that’s lost be found. Aura romantis ini kemudian Majalah detik 9 - 15 april 2012

seni & hiburan musik Verdine White atraktif dengan basnya Munady/detikfoto dihabiskan di Reasons yang ditutup lengkingan panjang falsetto Philip Bailey. Earth Wind and Fire langsung injak pedal gas melalui Got to Get You Into My Live. Bait pertama jadi arena sahut-sahutan antara Ralph Johnson dan penonton, bergantian menyanyikan “got to get you into my live, into my live.” Lagu ini awalnya dinyanyikan The Beatles pada 1966, ditulis Paul McCartney. Earth Wind and Fire mengemas ulang pada 1978. Keriuhan penonton terus berlanjut ketika tanpa jeda Fantasy, September, Let’s Groove, dan Mighty Mighty dibawakan. Musik masih terus dimainkan ketika Ralph Johnson menyapa penonton, “Jakartaaa, senang sekali bisa tampil di sini dan kami tidak sabar untuk bisa kembali tampil lagi.” Dia kemudian memperkenalkan tiga personel Earth Wind and Fire. Biasanya ini tanda-tanda bakal usai. Benar saja ketujuh belas orang itu membungkukkan badan berkali-kali dan satu per satu ke belakang panggung. Panggung gelap. “We want mooore, we want mooore....” Panggung terang lagi. Penonton riuh lagi. “Indonesia, apa kabar semuanya?” kata Ralph dalam bahasa Indonesia. Musik mengentak lagi. Dan ah, ternyata In The Stone yang mereka simpan untuk encore. (SIL/YOG) Majalah detik 9 - 15 april 2012

Majalah detik - Institut Teknologi Telkom
majalah detik - Institut Teknologi Telkom
LADY GAGA PERKENALKAN EMMA MENTERI AGUS ... - Harian detik
Majalah ICT No.33-2015
Majalah-Aktual-Edisi-53-ms
Majalah%20ICT%20No.7-2013
Download Majalah - MPR RI /a
majalah kredibel edisi-01-2011 - LKPP
MAJALAH ALUMNI UI EDISI 14