Views
1 week ago

TamaT - Majalah Detik

majalah detik

seni && hiburan film

seni && hiburan film film Di halaman sebuah rumah besar tak jauh dari Sungai Irrawaddy, pada 1947, seorang bocah dipangku ayahnya. Sekuntum bunga disematkan sang ayah di rambut putrinya yang baru berusia 2 tahun itu. Lantas sang ayah berkisah tentang masa lalu Myanmar yang damai, kaya permata, dan tempat bermain bagi macan dan gajah. Gambaran indah ini berakhir ketika ayahnya, yang tak lain pejuang demokrasi Myanmar Jenderal Aung San, dibunuh lawan politiknya secara brutal. Dalam Judul: The Lady Produser: Virginie Besson-Silla, Andy Harries Sutradara: Luc Besson Skenario: Rebecca Frayn Pemain: Michelle Yeoh, David Thewlis, Jonathan Raggett, dan Jonathan Woodhouse Durasi: 143 menit Tap pada gambar untuk melihat video trailer The Lady tayangan lambat, kamera menangkap ekspresi damai menyelimuti wajah sang jenderal saat perlahan menutup matanya pada detik-detik sebelum ditembak. Cerita kemudian beralih ke Oxford, Inggris. Sang putri, Suu Kyi (Michelle Yeoh), sudah hidup nyaman di sana sebagai ibu rumah tangga bersama suaminya yang profesor sejarah, Michael Aris (David Thewlis), dan dua putra mereka yang sudah remaja. Seperti Majalah detik 9 - 15 april 2012

seni & hiburan film Perjalanan & perjuangan Suu Kyi dimulai jamaknya ibu rumah tangga, keseharian Suu Kyi mengurus pakaian kotor, mengecek apakah anakanaknya sudah mengerjakan pekerjaan rumah, dan dia mengisi waktu luang dengan membaca buku. Namun rutinitas sebagai ibu rumah tangga yang ‘damai’ kemudian terpaksa ditinggalkan Suu Kyi. Pada 1988, Suu Kyi pulang ke Yangon karena ibunya terkena stroke. Dari sinilah, perjalanan dan perjuangan politis perempuan anggun ini dimulai. Mengetahui Suu Kyi sedang di Yangon, para aktivis prodemokrasi berdatangan dan menyatakan dukungan mereka agar Suu Kyi melanjutkan perjuangan ayahnya. Pasalnya junta militer yang dikepalai Jenderal Ne Win (Htun Lin) makin oppressive dan Myanmar butuh sosok baru yang berani memperjuangkan demokrasi. Ajakan ini dia terima. Suu Kyi terjun ke dunia politik Myanmar. Akibatnya, Suu Kyi jadi tahanan rumah sepanjang 1989 hingga 2010, dan tidak boleh dikunjungi siapapun, termasuk suami dan anak-anaknya. Sementara itu di Inggris, Aris berjuang melalui jalur diplomatik, menelepon para birokrat, dan mengumpulkan tulisan-tulisan Suu Kyi. Usaha ini berbuah dengan dihadiahkannya Nobel Perdamaian kepada Aung San Suu Kyi secara in absentia. Majalah detik 9 - 15 april 2012

Majalah detik - Institut Teknologi Telkom
majalah detik - Institut Teknologi Telkom
Majalah ICT No.33-2015
Majalah%20ICT%20No.7-2013
Majalah-Aktual-Edisi-53-ms
20140317_MajalahDetik_120
LADY GAGA PERKENALKAN EMMA MENTERI AGUS ... - Harian detik
Majalah MeRasul Edisi 01 Tahun 1 - Paroki Santo Thomas Rasul
Majalah Warta Anggaran Edisi 24 - Direktorat Jenderal Anggaran ...
Majalah ICT No.35-2015
Download Majalah - MPR RI /a