Views
5 months ago

EBOOK BENTARA TRIWULAN II 2017

kita hanya memangkas

kita hanya memangkas cabang atau akibat dari kesesatan yang mendasar ini, dan tidak menyentuh kepercayaan yang mendasari penyebabnya yang sudah ada selama berabad-abad. Magnetisme hewani adalah kebalikan mutlak insani, atau lawan, dari Ilmupengetahuan ilahi akan segala penyembuhan. Magnetisme hewani harus dikembalikan kepada keadaannya yang asli, ketidaksesuatuan, melalui doa penyembuhan yang spesifik. Malam itu saya mulai menangani kesesatan mendasar yang disebut magnetisme hewani dengan segala seluk-beluknya. Pertama, bekerja dengan bimbingan buku Ilmupengetahuan dan Kesehatan dengan Kunci untuk Kitab Suci karangan Mary Baker Eddy, Penemu dan Pendiri Ilmupengetahuan Kristen, saya melihat bahwa, “Magnetisme hewani tidak mempunyai dasar yang ilmiah, karena Allah memerintahi segala yang sejati, selaras, dan abadi, dan kekuasaanNya bukan hewani dan bukan juga insani” (hlm. 102). Oleh karena itu apa pun yang berasal dari magnetisme hewani juga tidak memiliki dasar yang ilmiah. Jelaslah bahwa hanya magnetisme hewani yang menyajikan gambaran tentang manusia yang sakit dan memerlukan doa penyembuhan, yang mengganggu pasien dan keluarganya dengan saran-saran tentang rasa sakit serta ketakutan—bahkan berusaha mengelabui penyembuh, bahwa kasus tersebut belum diatasi oleh Kebenaran. Semua ini hanyalah satu kesesatan yang dibesar-besarkan, bukan berbagai kesesatan yang perlu ditangani. Dan kepercayaan tentang magnetisme hewani ini tidak memiliki satu pun sifat Kebenaran. Tiba-tiba saya menyadari bahwa kuasa Kebenaran sedang bekerja; saya tahu bahwa jalan telah dibukakan bagi Kristus yang menyembuhkan untuk melaksanakan pekerjaannya dengan sempurna. Pasien saya pun merasakannya, dan dalam waktu singkat dia sembuh. Penanganan khusus tentang magnetisme hewani telah mendatangkan kuasa Kebenaran dalam doa penyembuhan saya untuk membuktikan kemahakuasaan Kebenaran. Ini bukan berarti berbagai penyembuhan yang indah dan jelas, sebagai hasil kegiatan mental yang hampir tanpa upaya, tidak pernah terjadi; hal itu terjadi dalam jumlah yang tidak terhitung banyaknya, ketika tidak ada perlawanan terhadap penyembuhan tersebut. Seseorang mungkin bertanya, “Mengapa saya masih perlu menangani magnetisme hewani?” Karena magnetisme hewani adalah suatu kepercayaan yang sangat mendukung zat serta ciptaan yang kebendaan sehingga selalu melawan kebenaran yang menyatakan bahwa ciptaan sepenuhnya ada di dalam dan tercipta dari Roh.

Magnetisme hewani menggunakan kedok dua peran khusus yang bersifat khayal: menyatakan dirinya sebagai substansi yang kebendaan, asal yang kebendaan, zat organik, kejasmanian, atau dirinya bersembunyi sebagai perlawanan mental yang halus terhadap Roh dan segala yang bersifat rohaniah. Magnetisme hewani hendak mencegah hasil yang ingin kita capai. Kita harus teliti melihat tipu dayanya yang halus, dan menghancurkan akibat yang ditimbulkannya. Apakah beberapa cara yang digunakan magnetisme hewani untuk menghalangi kesembuhan? Jika seseorang tidak tanggap terhadap doa penyembuhan—kepada kuasa Kristus, Kebenaran, yang kita pikirkan demi kebaikan orang itu—kita tidak boleh mengabaikan saran akan adanya pengaruh yang menghalangi. Rintangan ini, permusuhan budi kedagingan terhadap Allah dan terhadap hukum ilahi penyembuhan Kristus yang bekerja di dalam pergerakan kita, perlu dilihat dan ditangani secara khusus. Misalnya, apakah cukup bagi Yesus untuk menghancurkan kepercayaan fana tentang rasa sakit serta racun yang diakibatkan paku-paku yang ditusukkan kepadanya, padahal yang sesungguhnya menyalibnya adalah kebencian kepada Yesus serta ajarannya, yang dinyatakan penentang Kebenaran? Jadi sekarang pun kita seringkali perlu secara khusus menangani kebencian terhadap Kebenaran serta orang yang menyampaikan wahyu Kebenaran, sebelum kesembuhan jasmaniah dapat terjadi dengan sempurna. Bentuk kesesatan yang khusus ini merupakan salah satu upaya budi fana yang paling halus untuk merintangi kemuliaan penuh penyembuhan jasmaniah di dalam pergerakan kita saat ini, dan hendak memperdayai orang-orang yang terpilih. Tidaklah mengherankan bahwa penyembuhan rohaniah merupakan sasaran magnetisme hewani untuk menyerang agama kita. Pemimpin kita yang tercinta, Mary Baker Eddy, menulis: “Di zaman yang berbeda, ide ilahi memiliki bentuk yang berbeda, sesuai keperluan umat manusia. Di zaman ini, hal itu, lebih cerdas dari yang sudahsudah, mengambil bentuk sebagai penyembuhan Kristiani” (Miscellaneous Writings, hlm. 370). Ide yang kudus tentang penyembuhan rohaniah ini, yang oleh Ny. Eddy dijadikan batu penjuru Gerejanya yang terkasih, merupakan karunia yang paling menakjubkan kepada dunia sejak kedatangan Kristus Yesus.

Edisi Februari 2017
Sriwijaya Magazine Maret 2017