Views
3 months ago

EBOOK BENTARA TRIWULAN II 2017

Tidaklah berlebihan

Tidaklah berlebihan mengatakan bahwa kelanjutan agama kita dan keselamatan seluruh dunia bergantung kepada terpeliharanya ide ilahi ini. Oleh karena itu serangan budi kedagingan terhadap pekerjaan penyembuhan kitalah yang perlu dipahami dengan paling jelas dan juga ditangani dengan paling tekun. Kita tahu bahwa pewahyuan Pemimpin kita mengenai Kebenaran menghancurkan secara sempurna magnetisme hewani dalam segala bentuknya. Tetapi magnetisme hewani, yang dilambangkan sejak awal sebagai ular, masih tetap berusaha menggigit tumit perempuan itu, tumit penghancur ular itu, karena naluri licik yang seakan dimiliki ular itu memberitahunya bahwa perempuan itu, ide rohaniah tentang Kasih, akan menghancurkan kepalanya, sama sekali menghancurkan yang disangkakan sebagai kecerdasannya. Oleh karena itu dalam pekerjaan penyembuhan kita, penting untuk menangani malpraktek terhadap Ny. Eddy, yang mewakili ide ilahi, sebagai bagian penting dari perlawanan kita terhadap magnetisme hewani yang menentang Kebenaran yang menyembuhkan itu sendiri. Saya sangat yakin bahwa lebih mengedepankan nama serta kedudukan Pemimpin kita dalam praktek penyembuhan kita, serta dalam menghadapi perlawanan dunia terhadap misi ilahi Ny. Eddy, akan lebih mendatangkan kesembuhan yang baik dan cepat, dibanding faktor apa pun yang lain. Sebagai gambaran: saya kenal seorang wanita yang sembuh dari penyakit arthritis yang berat setelah mengalami kelumpuhan dan tidak dapat berjalan selama berbulanbulan. Penyembuh berdoa untuk mengetahui bahwa tidak ada tahap magnetisme hewani yang dapat menutup matanya untuk mengetahui apa yang masih perlu didoakan. Penyembuh itu terbimbing untuk menawarkankan buku We knew Mary Baker Eddy, dan ternyata pasiennya menolak mentah-mentah. “Tidak, terima kasih,” kata pasiennya. “Saya tidak suka mendengar tentang Ny. Eddy sebagai suatu pribadi.” Dengan segera penyembuh itu melihat apa yang merintangi doa penyembuhannya. Dengan mempercayai kemampuan rohaniah pasiennya untuk melihat kebenaran, perlawanan itu langsung dipatahkan. Mereka berbicara sekitar satu jam tentang Ny. Eddy, dan ketika penyembuh itu bangkit untuk pulang, pasiennya berjalan mengantarnya ke pintu. Dalam seminggu dia sudah pergi berbelanja. Kesembuhannya sempurna dan permanen.

Pasien itu sangat menghargai pesan yang disampaikan buku ajar kita, tetapi tidak pernah mengasihi si pembawa pesan. Diperlukan penanganan atas perlawanan terhadap si pembawa pesan untuk melarutkan kekerasan dalam pikiran pasien itu, yang telah menghalangi kesembuhan itu demikian lama. Magnetisme hewani, dalam kepercayaan, adalah aktor yang serba bisa. Dia menjajakan diri dalam berbagai samaran yang bertujuan mengalihkan pikiran dari hal yang utama. Dia dapat menyamar bukan hanya sebagai keresahan pasien, melainkan juga sebagai tekanan dari sanak-saudara yang merasa khawatir, atau kekesalan orang yang harus merawatnya. Mereka ini sebetulnya bukan orang-orang yang sulit atau keadaan yang sulit, melainkan magnetisme hewani yang tersembunyi, samaran mental yang hendak menghalangi kuasa penyembuhan Kristus, Kebenaran, untuk mencapai si pasien. Pemimpin kita memberikan pernyataan yang berguna tentang hal ini dalam Message to The Mother Church for 1901. Dia mengatakan, “Orang mungkin dengan santai mendengarkan kepalsuan yang tidak disuarakan, tidak sadar akan apa yang mencederai mereka atau bahwa mereka dicederai.” Kemudian Ny. Eddy menyatakan dengan keyakinan, “Kutukan mental ini tidak dapat membingungkan, menggelapkan, atau menyesatkan kesadaran seseorang, secara fisik, moral, atau rohaniah, jika ia tahu apa yang sedang bekerja dan menyadari kuasa nya atasnya” (hlm. 20). Penyingkapan kesesatan oleh Pemimpin kita ini sungguh merupakan bantuan yang menakjubkan bagi pekerjaan penyembuhan kita, sehingga sekarang kita tahu apa yang sedang bekerja—dan yang terpenting—melalui kasih Allah, menyadari kuasa kita atasnya. Ada satu hal lagi yang penting. Penyembuh dan perawat tidak sekali pun boleh menjadi tidak sabar dengan bentuk-bentuk magnetisme hewani yang seakan membentuk lingkungan pasien, betapapun berat kelihatannya. Seringkali sikap pasien terhadap kesulitan-kesulitan ini menjadikan penyembuh mampu melihat sebab-sebab mental yang mendasari kesulitan fisik pasiennya. Lalu penyembuh dapat menangani dengan tanpa beban dan dengan penuh kasih apa yang harus diatasi, tanpa merasa berkeberatan terhadap tuntutan tambahan yang mendorongnya untuk menjadi lebih bersifat khusus dan teliti dalam menggunakan Kebenaran dan Kasih.

ii
Ebook Rusunawa - SKPD Pemerintah Kota Batam
Puisi-Esai-Kemungkinan-Baru-Puisi-Indonesia-ebook
Ebook Anak.wahidin halim koleksi - Bimtek Pengelolaan ...
PRESTAKUNTZA 2017