Views
7 months ago

EBOOK BENTARA TRIWULAN II 2017

Menerima bahwa sebab

Menerima bahwa sebab atau akibat kebendaan memiliki kuasa bukanlah yang dilakukan Sang Guru kita, Yesus Kristus. Orang yang paling membuktikan kuasa Kristus ini menunjukkan kepada kita cara mempraktekkan melalui teladan. Dalam Injil Lukas misalnya, dinyatakan bahwa ia diminta Yairus datang ke rumahnya untuk menyembuhkan anak gadisnya, yang hampir mati (lihat 8:41, 42, 49–56). Ketika Yesus dalam perjalanan, seorang utusan datang dari rumah Yairus membawa berita buruk, dan berkata kepada Yairus: “Anakmu sudah mati, jangan lagi engkau menyusahnyusahkan Guru!" Apakah Yesus mempercayai berita tersebut? Tidak. Ia menyadari dengan jelas bahwa itu bukanlah kata akhir yang menentukan, dan ia menanggapinya dengan penghiburan serta penyembuhan yang berasal dari pemahamannya yang bersifat Kristus tentang fakta-fakta rohaniah. Bahkan di hadapan apa yang seakan sebagai maut, ia teguh dalam keyakinan bahwa hidup anak itu utuh, tidak dapat dihancurkan di dalam Allah, yang adalah Hidup yang senantiasa hadir. Penilaiannya yang benar tentang keadaan itu membuatnya mampu memulihkan anak itu, dengan demikian membuktikan bahwa fakta rohaniah tentang Hidup yang senantiasa hadir selalu tersedia untuk kita saksikan. Pemahaman Yesus bahwa kesejatian bersifat rohaniah merupakan dasar dari ajaran serta karya penyembuhannya dan merupakan inti dari yang kita sebut injil. Injil, atau kabar baik, yang dikhotbahkannya dapat dirangkum dalam kata-kata ini: “Kerajaan Sorga sudah dekat” (Matius 10:7). Bagi Yesus, pemerintahan keselarasan yang mencirikan kerajaan ini bukan hanya merupakan keadaan di masa depan. Kata-kata serta perbuatannya menunjukkan bahwa kerajaan sorga adalah kesejatian rohaniah akan kehidupan di sini dan sekarang juga. Adakah kabar yang lebih baik? Tetapi ajarannya juga menjadikan jelas perlunya pembaharuan, pemurnian pikiran yang semakin memungkinkan kita untuk mengumpulkan sedikit demi sedikit fakta rohaniah mengenai keadaan apa pun, dan dengan fakta-fakta tersebut mendatangkan kesembuhan kepada umat manusia. Jadi, bagaimana kita akan memandang berita yang kita terima? Akankah kita terima kesaksian penanggapan kebendaan, berita-berita yang salah yang berasal dari pikiran fana? Atau akankah kita dibimbing oleh penanggapan rohaniah untuk menerima “kabar baik” yang dibawa Yesus kepada dunia, dan merangkul umat manusia dalam kasih yang menyembuhkan yang berasal dari injil Kebenaran? Injil itu tidak pernah basi, tidak pernah ketinggalan zaman, tidak pernah merupakan kabar untuk masa lalu. Injil selalu segar dan mengena—pandangan yang penuh ilham yang dapat kita gunakan untuk membawa berkat yang besar bagi dunia.

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak- Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. Yohanes 3:16, 17. * terjemahan dari syair “Nyanyian Persekutuan” karya Mary Baker Eddy ini disesuaikan dengan konteks dalam artikel ini dan digunakan khusus untuk artikel ini, tidak untuk menggantikan terjemahan “Nyanyian Persekutuan” yang ada di Buku Nyanyian Ilmupengetahuan Kristen

Ebook%20Jadwal%20Perjalanan%20KAI
Alicia-dan-Pipinya-yang-Tak-Selalu-Merah-Versi-EBook
Ebook Anak.Hmm..Lezatnya EsKrim - katalogkukar.net
Panduan Gaya Hidup Triwulan Belanja - Singapore Tourism Board
[Ebook-ita] Bonsai - Guida base.pdf - ArenaHome
Ebook%20Jadwal%20Perjalanan%20KAI
Ebook%20Jadwal%20Perjalanan%20KAI
Ebook Jadwal Perjalanan KAI - PT. Kereta Api Indonesia