Views
8 months ago

EBOOK BENTARA TRIWULAN II 2017

Bagaimana kita dapat

Bagaimana kita dapat mengasihi sementara orang lain membenci? Berpaling dalam doa kepada Allah, Kasih ilahi, dengan keinginan yang sungguh-sungguh untuk menyatakan sifat-sifatNya dalam keadaan apa pun akan memberi kita kekuatan serta kemampuan untuk berbuat benar. Suatu kali Ny. Eddy pasti telah mendapatkan sumber penghiburan dalam kata-kata berikut sehingga kata-kata itu menghiasi dinding kamar tidurnya: “Ketika orang lain membenci, melawan, mengabaikan, tolonglah aku, Tuhan yang baik, untuk lebih mengasihi mereka” (dari arsip Perpustakaan Gereja Induk). Tanggapannya yang lembut tetapi tanpa kompromi terhadap permusuhan adalah bukti bahwa doanya dijawab. Yesus Kristus berdoa untuk orang-orang yang menganiayanya, “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” (Lukas 23:34). Suatu tanggapan yang bersifat Kristus seperti itu adalah suatu kemenangan dari kebaikan atas kejahatan dan suatu langkah kepada pembuktian akan ketidakberdayaan kebencian—bahkan ketidaksesuatuannya yang mutlak di dalam alam semesta yang sejati ciptaan Kasih. Dan Ilmupengetahuan Kristen menunjukkan bahwa semua yang menanggapi dengan cara yang bersifat Kristus ini pasti mendapatkan keamanan, bahkan dari itikad buruk yang mungkin secara insani khusus ditujukan kepada mereka. Bernalar seperti ini, dari dasar bahwa Allah, Budi ilahi, adalah satu-satunya pencipta alam semesta serta manusia, Ilmupengetahuan menyatakan, bahwa sebenarnya, tidak ada kebencian dan orang yang membenci. Di dalam alam semesta rohaniah Allah semua ciptaanNya, termasuk manusia, adalah pancaran dari Budi itu yang juga adalah Kasih ilahi; oleh karena itu mereka semua memiliki kecerdasan yang tidak berhingga dan secara tidak berhingga bersifat pengasih. Manusia insani yang membenci bukanlah keturunan Allah. Dalam mimpi tentang kehidupan fana mereka itu mewakili suatu ciptaan palsu—suatu bangsa yang terdiri dari wujud yang tidak cerdas yang tidak memiliki identitas yang sesungguhnya karena tidak mewakili Kasih, yang merupakan Asas yang hidup dari wujud yang sejati. Orang yang mengidentifikasi diri dengan kebencian menyangkal identitas mereka yang sesungguhnya sebagai pernyataan Kasih.

Orang-orang seperti itu adalah musuh bagi diri mereka sendiri. Tidak melihat dan menghormati ide yang benar akan Hidup sebagai pernyataan Kasih, mereka itu mudah membenci dan bahkan ingin membunuh kuasa yang dapat menyelamatkan mereka dari penderitaan yang mereka datangkan pada diri sendiri melalui kepercayaankepercayaan mereka yang palsu. Mereka itu dipengaruhi oleh yang disebut Rasul Paulus sebagai keinginan daging, yang “adalah perseteruan terhadap Allah,” (Roma 8:7) dan yang juga adalah pembuat saran-saran palsu yang oleh Yesus Kristus dengan segera disangkal dengan kata-kata, “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” (Matius 4:10). Kebencian terhadap ide rohaniah, yang memiliki misi yang lemah lembut untuk mencerahkan serta menyembuhkan umat manusia, ditujukan kepada Yesus Kristus, yang begitu sempurna menyatakan ide yang benar tersebut hampir dua ribu tahun yang lalu. Sekarang ini kebencian sering ditujukan kepada Ilmupengetahuan Kristen dan Pemimpinnya, Mary Baker Eddy, sama seperti ketika ia hidup di dunia. Setiap orang yang telah melihat sekilas tujuan mulia Kristus dan mengalami kuasa penyembuhannya mungkin merasa terluka dan sakit hati ketika merasakan kegetiran yang begitu salah ditujukan kepada penjelmaan serta wahyu dari tujuan mulia tersebut. Tetapi ini bukanlah penangkal bagi kebencian pada kebenaran. Dalam pesan kepada Dewan Penceramah Ilmupengetahuan Kristen, suatu kali Ny. Eddy menulis: “Ketika kesesatan berusaha untuk didengar melebihi Kebenaran, biarkan ‘suara yang kecil dan halus’ menghasilkan fenomena Allah. Hadapilah dengan kepala dingin amukan unsur kebencian individual dan nyahkanlah kepalsuankepalsuannya yang paling besar” (The First Church of Christ, Scientist, and Miscellany, hlm. 249). Dan pengalaman menunjukkan bahwa ketika kita membalas kutukan dengan berkat dan selalu berdoa agar orang-orang yang jelas-jelas tersesat dicerahkan, maka prasangka dapat dihilangkan, kesalahpahaman dibetulkan, dan kebencian disembuhkan.

ii
Puisi-Esai-Kemungkinan-Baru-Puisi-Indonesia-ebook
Ebook Anak.wahidin halim koleksi - Bimtek Pengelolaan ...
Ebook Rusunawa - SKPD Pemerintah Kota Batam
PRESTAKUNTZA 2017
TravelXpose.com - Edisi Februari 2017