Views
4 months ago

RADAR BEKASI EDISI 12 APRIL 2018

2 KAMIS,

2 KAMIS, 12 APRIL 2018 Jawa Pos SELASA 10 APRIL TAHUN 2018 HALAMAN 12 PERKOTAAN HENDRA EKA/JAWA POS SOSOK ERICK THOHIR Kurangi Jadwal Berolahraga ASIAN Games 2018 menjadi hajat besar bagi bangsa Indonesia. Indonesia kali terakhir menjadi tuan rumah 56 tahun yang lalu. Karena itu, Indonesia mesti allout. Ketua Inasgoc (penyelenggara Asian Games) Erick Thohir pun harus mencurahkan seluruh tenaga dan pikirannya agar pelaksanaan sukses. Kondisi tersebut membuat jadwal olahraganya terganggu. ’Mau gimana, ini tugas negara,’ tutur bos klub basket Satria Muda Jakarta itu. Dalam seminggu, Erick biasanya menyempatkan bermain basket dan renang. Kini, dengan jadwal yang cukup padat, dia hanya bisa joging di treadmill. ’Minimal ada aktivitas olahraga, untuk jaga kondisi tetap fit,’ kata presiden Inter Milan tersebut. (nap/c18/agm) SISI LAIN HESTI PURWADINATA Terbantu Perencana Keuangan MENJALANI karir di dunia en tertainment, Hesti Purwadinata, 34, sadar betul untuk mengelola keuangannya. Awalnya dia punya ”rumus” sendiri dalam mengatur finansial. Sejak enam tahun belakangan, ibu dua anak tersebut menggunakan jasa financial planner. Sejakitupendapatannyadimasukkan ke dalam pos-pos sesuai kebutuhan. Juga dialokasikan untuk tabungan, deposito, dan instrumen investasi lainnya. ”Sebelumnya saya enggak punya tabungan. Sebab, tiap ada uang, lebih dialokasikan ke properti,” ujar Hesti saat dijumpai di Jakarta Kamis lalu (5/4). Host program Tonight Show di NET. tersebut merasa terbantu menggunakan jasa perencana keuangan. Dia dan sang suami aktor Edo Borne juga menyiapkan biaya pendidikan untuk kedua putra mereka. Ditanya pengeluaran terbesar, Hesti menyebut kebutuhan pokok rumah tangga. ”Saya bukan tipikal penyuka barang branded. Jadi, pengeluarannya masih untuk kebutuhan pokok aja sih,” ungkap dia. (nor/c9/oki) MIFTAHUL HAYAT/JAWA POS PB IDI Tunda Pemecatan Terawan Tunggu Penilaian Kemenkes terhadap Terapi Cuci Otak JAKARTA – Dr dr Terawan Agus Putranto SpRad untuk sementara bisa bernapas lega. Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menunda melaksanakan putusan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK). Putusan MKEK adalah rekomendasi pemecatan sementara Terawan sebagai anggota IDI. Sebelumnya, rekomendasi pemecatan Terawan dari anggota IMAM HUSEIN/JAWA POS IDI itu adalah hasil dari sidang kemahkamahan etik. Sesuai putusan dalam sidang tersebut, Terawan dijatuhi sanksi peme- catan sementara sebagai anggota IDI selama 12 bulan terhitung 26 Februari 2018 hingga 25 Fe bruari 2019. Sanksi itu dijatuhkan karena Terawan dianggap melakukan pelanggaran etik secara berat (serious ethical misconduct). Nah, eksekutor dari rekomen- dasi MKEK itu adalah PB IDI. Ketua Umum PB IDI Ilham Oetama Marsis mengatakan, PB IDI menunda melaksanakan putusan MKEK karena ada keadaan tertentu. ’Oleh karenanya, ditegaskan bahwa hingga saat ini dr TAP (Terawan Agus Putranto, Red) masih berstatus anggota IDI,’’ kata Marsis kemarin. Sampai kapan nasib Terawan Kita lihat dulu, apakah komite HTA dari Kemenkes berhak atau (tidak), apakah tugasnya untuk menilai itu.” NILA MOELOEK Menteri Kesehatan Kalau Kemenkes belum menetapkan standar pelayanan, secara praktik belum boleh dilakukan.” ILHAM OETAMA MARSIS Ketua Umum PB IDI MIFTAHULHAYAT/JAWA POS ’digantung ’ seperti itu? Marsis tidak bisa memastikannya. Rapat Majelis Pimpinan Pusat (MPP) PB IDI pada Jumat (6/4) merekomendasikan bahwa IDI menunggu hasil penilaian tindakan terapi dengan metode digital subtraction angiography (DSA) atau dikenal dengan sebutan cuci otak (brain wash) Terawan oleh komite Health Technology Assessment (HTA)/ Penilaian Teknologi Kesehatan (PTK) Kemenkes. Marsis menjelaskan bahwa pasien terapi itu sudah mencapai 40 ribu orang. Dia mengatakan, dari sekian ribu orang itu, ada yang sukses dan ada yang tidak. Selain itu, lanjut Marsis, terapi yang dilakukan Terawan memang sudah lolos dari uji akalian, demis. Buktinya, antara bisa mengantarkan Terawan meraih gelar doktor di Unhas Makassar. ’Tapi, jangan lupa, apakah bisa diterapkan di ma- syarakat? Ini yang namanya harus melalui uji klinis,’ jelasnya. Menteri Kesehatan Nila Moe- loek mengatakan, pihaknya sudah mendengar permintaan IDI untuk melakukan penilaian komite HTA terhadap metode yang dilakukan Terawan. Namun, hingga kemarin, dia belum menerima surat resmi dari IDI. Terkait kapan proses HTA akan dilakukan, dia belum bisa berbicara sejauh itu. Nila akan mengecek kewenangan lembaganya melaksanakan HTA atas kasus Terawan. ”Kita lihat dulu, apakah komite HTA dari Kemenkes berhak atau (tidak), apakah tugasnya untuk menilai itu. Itu dulu yang mau saya selesaikan,” ujarnya. (wan/far/c10/agm) UNBK Hemat Rp 90 Miliar JAKARTA – Ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMA yang diadakan serentak mulai kemarin memang belum sepenuhnya dirasakan siswa SMA di tanah air. Namun, Kemendikbud optimistis tahun depan bisa 100 persen UNBK. Inspektur Jenderal Kemendikbud Daryanto menuturkan, UNBK 100 persen itu bisa terjadi, salah satunya, dengan sharing resource atau berbagi perangkat dengan sekolah lain. Sharing resource tidak hanya dari sekolah yang satu jenjang. Misalnya, sekolah SMP yang tidak memiliki komputer bisa numpang ke SMA atau SMK terdekat. Dengan adanya ujian berbasis komputer itu, pemerintah tak perlu lagi banyak investasi. Jika menggunakan ujian tulis, pemerintah harus invetasi kertas. Selain itu, pengamanan lebih diperketat. Belum lagi ada risiko soal bocor. ”Menggunakan UNBK ini bisa menghemat sekitar Rp 90 miliar,” ujarnya. Selama ini, untuk ujian nasional secara tulis, anggaran yang dikelurakan pemerintah bisa lebih dari Rp 500 miliar. Contohnya, anggaran pada 2015 yang mencapai Rp 560 miliar. Penghematan itu bisa dialokasikan untuk investasi lain. Misalnya, penambahan jumlah komputer dan CCTV. (lyn/lum/c10/oki) DIPTA WAHYU/JAWA POS LANCAR: Gema Fikriansyah, siswa ABK tunadaksa, bersama siswa lain bersiap mengikuti ujian nasional berbasis komputer di SMAN 10 Surabaya kemarin (9/4). KOMODITAS Eropa Larang CPO, RI Ancam Stop Ikan-Pesawat JAKARTA – Ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dan turunannya terancam dilarang di negara-negara Uni Eropa. Pemerintah pun sedang menyusun langkah yang lebih agresif agar ancaman itu tidak terjadi. Tak tertutup kemungkinan Indonesia juga mempersulit barang-barang dari Eropa masuk ke dalam negeri. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita kemarin (9/4) bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk membahas hal tersebut. Dalam pertemuan hampir sejam itu, Enggar (sapaan Enggartiasto Lukita) melaporkan kondisi ekspor CPO ke Eropa dan Amerika. ”Kita sudah menang di beberapa perkara, tapi mereka tetap berkeras sampai 2021 biodiesel dikeluarkan dari Eropa,” ujarnya. Enggar telah mengingatkan Norwegia, bila mereka melarang CPO, Indonesia juga akan melarang ikan mereka. Begitu pula pesawat terbang Airbus dan Boeing. ”Kalau ini terus berkembang, kita berada dalam posisi bukan tidak mungkin akan menghentikan itu juga,” tegas dia. CPO dan seluruh derivatifnya menjadi produk ekspor tertinggi dari Indonesia. Data Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebutkan, total ekspor CPO dan turunannya USD 13,814 miliar pada 2017. Hingga Januari 2018 tercatat ekspor senilai USD 1,064 miliar. (jun/c9/oki) Dana Abu Tours Tinggal Rp 2 M Korban Penipuan Umrah 96.504 Orang JAKARTA – Aset Abu Tours yang tersisa tidak cukup untuk mengembalikan dana jamaah. Termasuk untuk mem berangbelum katkan jamaah yang umrah. Kuasa hukum Abu Tours Hendro Saryanto dan Kanon Armiyanto mengungkapkan, total dana biro perjalanan umrah milik Hamzah Mamba itu hanya tersisa Rp 2 miliar. Hendro mengungkapkan, hampir semua aset Abu Tours dalam bentuk fisik seperti bangunan dan kendaraan sudah dijaminkan ke bank atau pihak ketiga. Hasil penjaminan tersebut digunakan untuk membeli tiket dan memhotel. bayar akomodasi seperti ”Kalau keuangannya, kemarin tinggal Rp 1 miliar sampai Rp 2 miliar di kas. Tidak ada lagi”, kata Hendro di Jakarta kemarin (9/4). Kanon menambahkan, Abu Tours sudah tidak punya kemampuan lagi memberangkatkan jamaah umrah. Total jamaah Abu Tours yang belum berangkat bukan 86.720 orang, melainkan 96.504 jamaah. Sementara itu, total dana yang sudah disetor ke Abu Tours mencapai Rp 1,4 327303 triliun. ”Bukan Rp 1,8 triliun,” ungkap dia. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar Ali menegaskan, pencabutan izin tersebut tidak lantas menggugurkan kewajiban manajemen Abu Tours untuk mengembalikan dana jamaah. ”Sehingga harus dikawal. Kami ikut mengawal,” ujarnya. Salah satu pengawalan yang dilakukan Kemenag adalah membentuk satgas bersama dengan kementerian dan lembaga lain. (jun/ lyn/c6/oki) KORBAN MIRAS MAUT 2018 3 Januari Tewas: 4 Lokasi: Ciamis 8 Januari Tewas: 9 Lokasi: Padalarang, Kab Bandung Barat 11 Januari Tewas: 1 Lokasi: Cikidang, Sukabumi 4 April Tewas: 9 Lokasi: Depok 6 April Tewas: 21 Lokasi: Cicalengka, Kab Bandung 7 April Tewas: 3 Lokasi: Sekejati, Kota Bandung GRAFIS: ERIE DINI/JAWA POS Polisi Kejar Pemasok Miras Oplosan Di Cicalengka, 21 Korban Tewas BANDUNG – Korban minuman keras (miras) oplosan di Cicalengka, Kabupaten Bandung, terus bertambah. Hingga kemarin (9/4), sudah 21 orang tewas gara-gara minum barang haram itu dalam pesta miras oplosan Jumat lalu (6/4). Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan mengatakan sudah menetapkan dua tersangka dalam kasus miras oplosan tersebut. ”Sudah ditetapkan dua orang berinisial HN dan GS,” kata Indra. Pihaknya akan megembangkan kasus itu hingga pemasok dan pembuat miras tertangkap. Tersangka HN dan GS kini ditahan di Mapolres Bandung. Berdasar keterangan tersangka, mi ras yang meracuni puluhan korban tersebut berjenis ginseng dalam botol air mineral yang dijual Rp 20 ribu.Mirasitu didapatkandari pemasok yang berinisial C. ”Dia jual sejak Desember. Setiap minggu dipasok 10 kardus dengan harga satu kardus Rp 340 ribu,” katanya. Kedua tersangka dijerat pasal 204 KUHP dengan ancaman kurungan penjara lima tahun. Kini pemasok yang ber- inisial C masih diburu. Polisi menduga ada jaringan berantai dari pemasok besar yang inisialnya sudah diketahui. Bukan hanya di Kabupaten Bandung, miras oplosan juga menewaskan warga Kota Bandung. Tiga pria warga Kelurahan Sekejati, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung, tewas seusai pesta miras oplosan pada Sabtu (7/4). Mereka adalah Dadang Setiawan, 45; Yeye, 60; dan Rohendi, 43. (JPG/c11/oki)

JURNALISME WARGA kamis, 12 april 2018 3 ANDA MENULIS KAMI PUBLIKASIKAN Layangkan unek-unek dan keluhan Anda terkait berbagai persoalan, layanan publik, lingkungan, kinerja aparat baik pemerintahan maupun kepolisian, serta pelayanan umum lainnya. Kirim langsung ke : radar bekasi @radarbekasi | ariesant.radar@gmail.com radarbekasi@gmail.com bismanradarbekasi@gmail.com @gobekasi 085710036461 081319221797 MOBIL AMBULANS DAN MOBIL JENAZAH Hubungi RUMAH ZAKAT BEKASI (021) 88397001 | 0817 214843 | 0817 0998267 NOMOR TELEPON PENTING JALAN BERLUBANG Sejumlah pengendara memperlambat laju kendaraan saat melintasi jalan berlubang di Jalan KH. Noer Ali, Bekasi Selatan. RAIZA/RADAR BEKASI Puisi Sukmawati Sebagai Kegusaran Menurunnya Nasionalisme BELAKANGAN ini publik nasi onal Indonesia digegerkan o leh puisi Sukmawati Soe kar no putri berjudul “ Ibu In do ne s ia”. Puisi ini menimbulkan kon troversial yang viral di media so si a l. Sebagian kalangan muslim se misal alumni 212 pun telah me ngelar demonstrasi untuk me nuntut Sukmawati agar diadili karena ia dinilai telah menodai agama. Sebagian, bah kan sudah melaporkannya ke Polisi untuk dituntut, di ba wa ke proses-proses pe nga di lan. Para tokoh dan ahli pun juga ter belah, sebagaimana terlihat da lam berbagai perbincangan dan debat di berbagai media elek tronik (televisi). Secara sastr sebagai seni ya ng menggunakan bahasa se bagai media, puisi Sukmawati ti dak kuat mengandung seni (keindahan bentuk). Ban dingkan misalnya dengan puisipu i si dari sastrawan yang dia kui semisal Chairil Anwar atau Rendra. Meski begitu, jika yang jadi ukuran sastra sebagai defami li arisasi, maka harus diakui, pu isi Sukmawati adalah puisi ya ng mengandung simbolsimbol yang tidak bisa di paha mi dengan pemahaman/ pe maknaan terhadap bahasa bia sa, baik bahasa ilmiah maupun media massa. Harus beralih dari pemahaman yang ber sifat tersurat (denotative) ke tersirat (konotatif), demikian ji ka meminjam bahasa Roland Bar tes. Dalam bahasa takwil (her menutika Islam), harus be ralih dari bahasa dengan makna zhahir ke bahasa deng a n makna batinnya. Di dalamnya ada simbol “Ibu In donesia” yang sebanding de ngan kata ibu pertiwi, yang berarti tanah air, negara, dan bangsa. Di dalamnya juga ada kata “konde ibu Indonesia”, ya ng berarti cara berpakaian te rutama penataan rambut pro duk kebudayaan para ibuibu Indonesia dan itu dipandang Sukmawati sebagai “kecan tikan asli” bangsa Indonesia, sebagaimana disebut dalam ba it kedua. Ada juga kata “cadar”, yang tam paknya berarti pola kei s­ la man yang terlalu ke kanan ya ng melewati batas-batas kemoderatan (wasathiyyah) Islam. Dimaknai demikian, kare na mayoritas ulama se ba gai moderatisme Islam me nye but aurat kaum perem puan ada lah seluruh badannya, ke cu ali muka dan telapak ta ng a n. Ada juga kata “kidung”, produk seni musikbudaya tradisional Jawa yang berarti kar ya kemanusiaan masyarakat In donesia yang dinilianya sebagai keaslian/orsinalitas In do nesia (nasionalisme). Di dalamnya juga ada kata “azan”, bentuk Islam kultural yang diterima setiap Muslim se bagai seruan masuknya waktu salat wajib. Meski tidak kuat secara seni, puisi Sukmawati menarik se ca ra gagasan, puisi sebagai sas tra filosofis, sastra ber ga­ Oleh: Sukron Kamil gasan. Tentu saja, dilihat dalam su dut pandang ini juga, puisi Suk mawati juga tidak begitu ko herens, sebagai sesuatu yang dipentingkan dalam struk turalisme, kajian sastra yang melihat in trinsikalitas sastra dan khususnya sisi ko he rensi antar unsurnya, emosi, imaginasi, gagasan, dan gaya bahasa. Namun, terutama pa da bait pertama puisinya, agak nya puisi Sukmawati adalah kegusaran atas me nu run nya nasio nalis me, dalam arti cinta tanah air, negara ban gsa, yang harus me no mor dua kan hal-hal lain semisal et n isitas, ras, aga m a, golongan, bahkan hal-hal pri badi dan kelu arga. Dalam tataran global, te rutama di Barat, kegusaran Sukmawati itu sejalan/sebanding ke gusaran kaum nasionalisnya atas kemunculan dan me nguat nya mono kul turalisme/ po pulisme seba gai mana berkem bangnya par tai-partai ultra kanan di Ero pa yang um u m nya anti Islam, antipen datang, antike ma panan, dan anti-Uni Ero p a. Nasionalisme yang dulu menguatkan integrasi dan inklusivisme, kini justru se ba lik nya, menguatkan sisi eks klu si visme dan juga tidak menjadi kekuatan yang mengin teg rasikan antar elemen bangsa. Belakangan, jumlah partai ultra kanan di Eropa terus bertambah dan suaranya da lam pemilu terus meningkat. Mi salnya Partai Kebebasan di Belanda dan Austria, Partai Front Na si o nal di Prancis, pa r tai Al ter natif untuk Jerman (AFD) di Jer man, dan dalam so al anti Uni Eropa dan anti imigran ju ga partai Theresa May, Per da na Menteri Inggris saat i n i. Populisme/mono ku l tu ralisme juga bahkan muncul da lam bentuk gerakan sosial semisal Jayda Fransen, perempuan tokoh ektrim kanan dengan kelompok Britain First, grup sangat kecil yang mendis kreditkan warga Mu slim di Inggris sebagai agresif, jahat, dan lain sebagainya. Patut disyukuri, partai-partai ul tra kanan di Eropa Barat tersebut kalah oleh partai yang me ngusung nilai-nilai Eropa yang tolerans dan demokratis. Di Bela n da, Perdana Menteri Belanda Mark Rutte unggul ja uh atas partai kanan Geert Wil ders dengan selisih 18 pe rs en su ara. Di Austria pada bulan Desem ber 2016, tokoh yang di unggulkan kubu ekstrim ka nan, Nobert Hofer dikalahkan oleh Alexander van der Bellen da ri partai hijau. Demikian ju ga di Prancis. Tokoh ekstrim ka nan partai Front Nasional, Marine Le Pen, dikalahkan ole h Francois Holande. Di Jerman seperti di per kira kan Angela Markel memenagi Pa milu di Jerman September 2017 lewat Partai Uni De mokra tik Kristen (CDU) dengan raihan suara 33%, sementara AFD 12,6 persen suara, meski partai AFD untuk pertama ka linya duduk di DPR setelah 60 tahun berjuang. Berbeda dengan di Eropa, mo nokulturalisme di Indonesia dan belahan dunia Timur lain nya semisal di India yang ma yoritas Hindu muncul dalam bentuk fundamentalisme agama, baik yang politis, maupun yang jihadis (radikal). Dalam konteks Indonesa, fun damentalisme politis bisa dilihat dari berkembangngnya HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) dan untuk fundamentalisme jihadis bisa dilihat dari ke mun culan NII (Negara Islam Ind onesia), Jamaah Islamiyyah yang menjadi pelaku tindak terorisme bom Bali, dan kini Mujahidin Indonesia Barat (MIB) dan Timur (MIT). Untuk MIT misalnya kelompok Santoso yang beroperasi di Poso dan banyak melakukan kon taks senjata dengan aparat keamanan Pemerintah. Paling tidak, monokulturalisme di In donesia mengambil bentuk fundamentalisme (literalisme/ skripturalisme) kultural, seperti kemunculan Jamaah Tablig sebagai gerakan literalisme yang menaikkan sisi literalisme amalan sunnah, bahkan kesu nnahan yang diperdebatkan, ke tingkat yang lebih tinggi. Agaknya, yang dimaksud “ca dar” dalam puisi Sukmawati d i atas dalam pengertian dan ta fsir funda mentalisme seperti di atas. Yang dimaksud dengan cadar juga agaknya menunjuk pada peristiwa 411 dan 212, yaitu aksi “bela Islam” yang dilakukan umat Islam secara serentak dan masif --bahkan dinilai sebagai demonstrasi terbesar sepanjang sejarah Indonesia -- yang menuntut Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) un tuk diajukan ke pengadilan pada tanggal 4 November (4 ­ 1 1) dan 2 Desember (2-12) ta hun 2016, juga aksi bela Islam jauh setelahnya. Meski oleh para pelakunya, paling tidak sebagiannya, seba gai penuntutan murni atas tin dakan penodaan agama oleh Ahok, peristiwa 411 dan 212 sesungguhnya ada sisi po sitif dan negatif dilihat dari nation state Indonesia. Sisi positifnya antara lain ma syarakat muslim Indonesia telah menunjukkan dirinya se bagai civil society yang dalam teori demokrasi, adalah rumah bagi demokrasi. Mereka yang digerakkan oleh media sosial berbasis IT telah melakukan monitory democra cy, sebagai kekuatan check and balance atas keku a sa a n. Namun, tentu ada sisi ne gatifnya. Bagi kalangan yang kritis dan para pembela Ahok, 411/212 adalah aksi untuk menjegal Ahok sebagai calon gubernur DKI Jakarta, gara-gara ia berasal dari etnis dan aga ma minoritas yang non Isl am untuk menjadi gubernur kembali. Ini adalah saraf aksi yang menjadi sentral ge ra kan. Mereka khawatir, ini menjadi modus baru untuk men diskri minasi mereka yang ber beda, yang bukan wilayah usa ha manusia seperti etnisitas dan agama. Ini berarti juga me runtuhkan Pancasila se bagai dasar negara bangsa In donesia yang menekankan kebhinekaan (university in diversity). Puisi yang Problematik secara Ontologis Meski begitu, puisi Sukmawati jika dilihat secara sastra g a­ ga san pun masih mengandung masalah ontologis, baik secara ilmu budaya maupun ilmu keislaman. Pertama, pro blematik bentuk nasionalisme yang diusung. Konde yang memang menampakkan keinda han kaum perempuan dengan rambut dan keelokkan le kukan tubuh, agaknya bisa dipahami sebagai nasionalisme sekular yang tidak terikat oleh ag ama sama sekali. Nasionalisme yang diusung masih sama dengan na sionalisme kaum sekular In donesia pada tahun 1950-an yang menghadap-hadapkan Islam dengan nasionalisme. Puisinya mencerminkan ma sih cukup signifikansnya Islam abangan, meski tidak men jadi kekuatan yang mainstr eam, dan karenanya tesis Ri cklef yang menga sum sikan kebalikannya tidak se lu ruhnya benar. Padahal, Islam da n na sionalisme dalam se ja rah In d onesia seiring. Keberadaan NKRI saja yang terbentuk terutama pada tanggal 18 Agustus 1945 sesu n gguhnya merupakan ha diah dan pengorbanan umat Islam. Demi nation state Indonesia yang beragam aga ma, elit kaum muslimin saat itu bersedia menghapus klausa “dengan kewajiban men ja la nkan syariat Islam ba gi pe meluknya” dalam Piagam Ja karta. Kedua, menghadap-ha dapkan azan dengan kidung. Kedu anya secara ilmu budaya, ti dak bisa dihadap-hadapkan. Ke duanyaadalah bentuk kebudayaan hibrida. Dalam keduanya ada unsur Islam sekaligus juga budaya Nu san tara (Indonesia) atau se ba lik nya. Paling tidak, sebagian kidung, yaitu pupuh semisal Kinanti dan Asmaranda adalah ben tukan para Wali Sanga, para penyebar Islam pertama Islam, sebagaimana sebagian azan da n juga bacaan Qur’an yang ber dimensi langgam Nu san tara. Wallah a’lam bis-sha w a b. (*)Guru Besar dan Dekan Fakultas Adab dan Humani ora UIN Jakarta Polresta Bekasi dan Polsek jajaran Polresta Bekasi (021) 89113533 Polsek Tambun (021) 8802738/97660935 Polsek Cikarang Barat (021) 88323550 Polsek Cikarang (021) 89106141/8901217 Polsek Cikarang Timur 021 89141940 Polsek Kedung Waringin (021) 89140153/89142579 Polsek Pebayuran (021) 89150110 Polsek Cikarang Selatan (021) 89901756/89901544 Polsek Cikarang Pusat (021) 89970020 Polsek Serang Baru (021) 89952376 / 89954516 Polsek Cibarusah (021) 89952516 Polsek Setu (021) 8250532 Polsek Sukatani (021) 89160765 Polsek Tambelang (021) 89170755 / 89171110 Polsek Babelan (021) 8920012 Polsek Tarumajaya (021) 88990277 Polsek Cabang Bungin (021) 89180203 / 94600096 Polsek Muara Gembong (021) 89190074 Sentra Komunikasi (Senkom) Tol Cikampek 822-6666 Senkom Tol Dalam Kota 801-1735 Senkom Tol Janger 919-9999 Senkom Tol Jagorawi 917-7777 Senkom Tol TB Simatupang 920-1111 Senkom Tol Cipularang (022) 2021-666 Senkom Tol Wiyoto Wiyono 651-8350 Tol Palimanan-Kanci 0231-484268 Tol Purwakarta - Bandung (022) 2021666, (022) 91196666 Tol Semarang 024-7607777 Tol Surabaya-Gempol 031-5624444 PJR Tol Cikampek 849-71122 PJR Tol Janger 591-3648 PJR Tol Jagorawi I 877-93621 Derek 884 -1110 PEMADAM KEBAKARAN 113 Sudin Kota Bekasi 889-57805 Sudin Kabupaten Bekasi 883-36732 TERMINAL BIS Kampung Rambutan (Dalam Kota) 840-0062 Kampung Rambutan (Antar Kota) 840-0063 Pulogadung (Dalam Kota) 489-7748 Pulogadung (Antar Kota) 488-3742 Kalideres 544-5348 Lebakbulus 750-9773 Rawamangun 489-7455 Cibinong 879-00894 Tangerang-Cikokol 557-61265 Bekasi 884-1901 STASIUN KERETA API Gambir 386-2361 Jatinegara 819-2318 Pasar Senen 421-0164 Tanahabang 384-0048 Jakarta Kota 692-8515 Manggarai 829-2458 Tanjungpriok 439-31978 RUMAH SAKIT RS JATIMULYA (Bekasi Timur): Jl. Jatimulya Raya no.14 Bekasi, Telp (021) 82435001 RS Karya Medika 1 : Jl. Raya Imam Bonjol No. 9B, Cikarang Barat, Telp. (021) 8903003, (021) 8900190, (021) 890019 RS Karya Medika II: Jl. Hasanudin No.63, Tambun, Telp (021) 88361980- (021) 88327514- (021) 70207483 RS Jati Rahayu : Jl. Hankam Pondokgede, Telp. (021) 8462566 RS Permata Bekasi : Jl. Legenda Raya No. 9, Telp. (021) 8254748 RS Mekarsari : Jl. Mekar Sari No. 1, Telp. (021) 8801891 PENGUMUMAN KEDUA LELANG EKSEKUSI HAK HAK TANGGUNGAN Berdasarkan Pasal 6 Undang-Undang Hak Tanggungan No. 4 Tahun 1996, Koperasi Lima Garuda beralamat di Ruko Mutiara No. C.12, Jl. A. Yani, Bekasi, akan melaksanakan Lelang Eksekusi Hak Tanggungan dengan perantaraan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bekasi, terhadap jaminan debitur sebagai berikut: 1. Ray Anthony Sebidang tanah berikut bangunan sesuai SHM No. 4565/Jatibening seluas 129 m2 atas nama 1. Agustien Julia 2. Cicilia Midred M., terletak di Jatibening Estate A.5 No. 10 RT. 002 RW. 013, Kel. Jatibening, Kec. Pondok Gede, Kota Bekasi. Harga Limit Rp. 606.000.000,- dan Uang Jaminan Rp. 121.200.000,- Lelang akan dilaksanakan pada : Hari/Tanggal : Kamis, 26 April 2018 Waktu : Batas Akhir Penawaran Pukul 10.30 Waktu Server sesuai WIB Penetapan Pemenang Lelang Pukul 10.30 Waktu Server sesuai WIB Tempat : Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bekasi Jalan Sersan Aswan No. 8D, Bekasi Timur, Bekasi Syarat dan Ketentuan Lelang 1. Cara Penawaran. Lelang dilaksanakan dengan penawaran secara tertulis tanpa kehadiran peserta lelang melalui alamat domain https://www.lelangdjkn.kemenkeu.go.id/.Tata cara mengikuti lelang email dapat dilihat pada menu “ Tata Cara dan Prosedur” dan “ Panduan Penggunaan” pada domain tersebut. 2. Uang Jaminan Lelang disetorkan ke nomor Virtual Account (VA) masing-masing peserta lelang yang dapat di lihat pada menu status lelang setelah berhasil melakukan pendaftaran dan data identitas dinyatakan sesuai dokumen yang diberikan. 3. Penawaran lelang dimulai dari nilai limit. Penawaran lelang dapat diajukan berkali-kali sejak pengumuman ini terbit sampai batas akhir waktu penawaran. 4. Pemenang lelang harus melunasi harga pembelian dan bea lelang ditujukan ke nomor VA Pemenang Lelang paling lambat 5 (lima) hari kerja sejak pelaksanaan lelang. Apabila wanprestasi atau tidak melunasi kewajiban pembayaran sesuai ketentuan di atas, uang jaminan akan disetorkan ke kas negara. 5. Obyek Lelang di atas, dijual lelang dalam kondisi apa adanya “ as is” , dengan segala kekurangan dan konsekuensi biaya-biaya, tunggakan-tunggakan yang ada pada aset di atas, berikut permasalahan yang akan timbul dikemudian hari. Peserta dianggap telah mengetahui/memahami kondisi obyek lelang dan bertanggung jawab atas obyek lelang yang dibeli. 6. Karena satu dan lain hal, pihak Penjual dan/atau Pejabat Lelang dapat melakukan pembatalan/penundaan lelang terhadap obyek lelang diatas, dan pihak-pihak yang berkepentingan/peminat lelang tidak dapat melakukan tuntutan/keberatan dalam bentuk apapun kepada pihak Penjual, Pejabat Lelang, dan/atau KPKNL. 7. Informasi lebih lanjut tentang aset dan persyaratan lelang, dapat menghubungi KPKNL Bekasi Telp (021) 8808888 Ext 102 dan Koperasi Lima Garuda telp. 021 292 86245. KPKNL Bekasi Bekasi, 12 April 2018 Ttd, Koperasi Lima Garuda

JAWACANA-APRIL-2018
Sriwijaya Magazine April 2018
Edisi 12 Tahun 2008 - KPPU
Newsletter HANEDA Edisi#09 APRIL
Destinasi Indonesia Edisi 12
Edisi Maret - April Tahun 2009 per HAL - Elsam
Kembara PLUS online edisi April 2014
Buletin Asasi Elsam Edisi Maret-April 2013
eBuletin NRE @ Edisi Mac - April 2011
Sriwijaya Magazine Juli 2018