Views
2 months ago

BAB I-VI_Harsy Tamimi_1113091000075

44 3. Evening Peak

44 3. Evening Peak Period, yaitu jam puncak kemacetan (jam pulang kerja) pada sore hari antara pukul 16:00 sampai dengan 19:00. 5.17 Waktu Tempuh 5.17.1 Definisi Kecepatan dan Waktu Tempuh Perjalanan (Travel Time) Waktu tempuh secara luas didefinisikan sebagai “waktu yang diperlukan untuk melintasi suatu rute di antara dua titik (titik keberangkatan dan tujuan) suatu tempat.” Waktu tempuh tersusun dari waktu jalan (running time), atau total waktu pada saat kendaraan bergerak, dan waktu berhenti/macet (stopped delay time), atau total waktu pada saat kendaraan berhenti (atau berjalan dengan rentang kecepatan kurang dari 8 km/jam) (Turner, Eisele, Benz, & Holdener, 1998). Lihat berikut yang mengilustrasikan konsep running time dan stopped delay time. Gambar 5.14 Ilustrasi Running Time dan Stopped Delay Time (sumber : Turner, Eisele, Benz, & Holdener, 1998) 5.17.2 Rumus Estimasi Waktu Tempuh Perjalanan Pada beberapa kasus, waktu tempuh dapat diukur dengan mengasumsikan rata-rata kecepatan pada titik tertentu (spot speed) adalah konstan untuk jarak yang relatif dekat (biasanya kurang dari 0,8 km) dengan bantuan rumus kecepatan rerata-waktu (time-mean speed) pada Rumus 2.2. Kasus ini hanya cocok UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

45 diterapkan pada jalan bebas hambat (jalan tol) dengan pola arus lalu lintas yang stabil. Sedangkan untuk kondisi lalu lintas yang tidak stabil (karena ada kemacetan/delay), digunakan rumus kecepatan rerata-ruang (space-mean speed) pada persamaan Rumus 2.3. Kemudian perkiraan waktu tempuh total dapat dihitung menggunakan Rumus 2.1. (Turner, Eisele, Benz, & Holdener, 1998) Estimated Travel Time (detik) = jarak segment (km) time − mean speed ( km jam ) × (3.600 detik/jam) Rumus 2.1 Persamaan Estimasi Waktu Tempuh 5.17.3 Rumus Time-Mean Speed Time-Mean Speed (Kecepatan Rerata-Waktu) adalah kecepatan rerata aritmetika semua kendaraan pada periode waktu tertentu, kecepatan ini relatif konstan tanpa hambatan time − mean speed = ∑v i n Rumus 2.2 Persamaan Time-Mean Speed Di mana: v i = kecepatan kendaraan ke − i d = jarak ditempuh atau panjang ruas jalan t i = waktu tempuh kendaraan ke − i n = jumlah observasi = ∑ d t i n 5.17.4 Rumus Space-Mean Speed Space-Mean Speed (Kecepatan Rerata-Ruang) adalah kecepatan rerata kendaraan berjalan pada suatu ruas jalan tertentu selama jangka waktu tertentu dan dihitung menggunakan panjangnya ruas jalan (distance traveled) dibagi waktu tempuh rata-rata (average travel time) space − mean = d ∑t i n = n × d ∑t i Rumus 2.3 Persamaan Space-Mean Speed UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Materi Sistem Teknologi Informasi
kelas12_alat ukur dan Teknik Pengukuran Jilid 3_sri
JuknisInaGeoportal161012
Modul Pelatihan Animasi Dasar
Bab 9 - Kementerian Pengajian Tinggi
яюS o n y E r i c s s o n M o b i l e C o m m u n i c a t i o n s A B
Administrasi Server(1)
Perekayasaan Sistem Radio dan Televisi
SENI RUPA Menjadi Sensitif, Kreatif, Apresiatif dan Produktif JILID 1
Kelas XII_smk_teknik_telekomunikasi_pramudi_utomo.pdf - FTP LIPI
Query Penjadwalan Matakuliah Menggunakan Basis Data Terelasi
teknik penyiaran dan produksi program radio, televisi dan film jilid 2
Teknik Transmisi Tenaga Listrik(Jilid2).Edt.indd
teknik penyiaran dan produksi program radio, televisi dan film jilid 1