Views
1 week ago

Binder1

PERKOTAAN 2 JUMAT, 13

PERKOTAAN 2 JUMAT, 13 APRIL 2018 20 RABU 11 APRIL 2018 . METROPOLITAN @radardepok AROUND PERKOTAAN JAKARTA Radar Depok Update RADAR DEPOK 2 JUMAT, 13 APRIL 2018 PENGUMUMAN KEDUA LELANG EKSEKUSI HAK TANGGUNGAN Underpass Matraman Tak Menyelesaikan Masalah HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS URAI KEMACETAN: Underpass Matraman mulai diuji coba kemarin (10/4). Underpass tersebut memiliki cabang ke arah Jalan Pramuka Raya dan Jalan Matraman Raya. Anggap Masyarakat Belum Terbiasa Karena itu, dilakukan uji coba untuk bahan evaluasi. Tetapi, kondisi sore ini (kemarin, Red) relatif terkendali.” SIGIT WIJATMOKO Wakil Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI ZERGY ARDIAANTO/JAWA POS JAKARTA BARAT Relokasi Korban Kebakaran ke Flat KEMBANGAN – Korban flat yang disediakan. Untuk mempercepat pelaksanaan relokasi men jelaskan, warga belum me­ Kembangan Agus Ramdani kebakaran di Taman Kota, RT 16, RW 5, Kembangan, Jakarta Barat, siap-siap angkat dan camat setem pat melakukan cananya, pihaknya mela kukan tersebut, dia mengins truksi lurah ngetahui hal tersebut. Ren­ kaki. Wali Kota Jakarta Barat pendataan. Yang akan direlokasi sosialisasi larangan memba ngun Anas Effendi melarang warga merupa kan warga ber-KTP asli kembali pada Rabu (11/4). kembali mendirikan bangunan lokasi setem pat dan mempunyai Berdasar data, dari 305 rumah di lokasi tersebut. Larangan tempat tinggal. yang terbakar, hanya 122 kepala itu dilakukan bukan tanpa Sementara itu, para pengontrak tidak mendapatkan hak Rawa Buaya Utara, Cengkareng. keluarga yang direlokasi ke Flat ala san. Taman Kota merupakan tanah milik pemerintah. relokasi. Lokasi eks kebakaran, Mereka adalah DIPINDAH: warga Korban RW kebakaran 5, di kawasan Taman Kota, Jakarta Barat, tidak ’’Tanah tersebut milik pemerintah. Jadi, tidak bisa kem bali fasilitas umum. Salah satunya, tidak ada satu pun warga yang sambung dia, akan dibangun Taman Kota. diperkenankan Dia menambahkan, kembali membangun tempat tinggal mereka. dibangun untuk tempat tinggal. taman kota sesuai peruntukan bisa menunjukkan sertifikat Ini instruksi Bapak Wakil Gubernur,’’ katanya kemarin (10/4). ’’Tanah fasos dan fasum tidak Rumah itu memang didirikan sebelumnya. atau hak kepemilikan tanah. Anas menjelaskan, korban boleh digunakan untuk kepentingan pribadi,’’ ujarnya.Camat co5/mby) di atas tanah fasos fasum. (ian/ kebakaran akan direlokasi ke JAKARTA BARAT Berdasarkan Pasal 6 UUHT No. 4 Tahun 1996, PT. BPR Karinamas Permai, beralamat di Jl. Jend. Sudirman, Ruko Grand Mall Blok A No. 03, Bekasi Barat 17142, akan melakukan Lelang Eksekusi Hak Tanggungan dengan perantaraan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bekasi, melalui Jasa Pra-lelang PT Balai Lelang Merah Putih terhadap aset jaminan debitur sebagai berikut : AHMAD ROHILI, Sarjana Ekonomi Sebidang tanah Sertifikat Hak Guna Bangunan 77 m², berikut bangunan yang berdiri diatasnya sesuai dengan SHGB No. 12181, tertulis atas nama Ahmad Rohili, Sarjana Ekonomi terletak di Blok A 12 No. 8 Kel. Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat. (dikenal dengan Perum Bumi Alinda Kencana Blok A 12 No. 8 Kel. Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat ) (Harga Limit: 130.000.000,- ; Uang Jaminan : 39.000.000,-). PELAKSANAAN LELANG Hari/Tanggal : Senin/ 30 April 2018 Batas Akhir Penawaran : 10.30 Waktu Server (WIB) Alamat Domain : https://www.lelangdjkn.kemenkeu.go.id Tempat Lelang : Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Bekasi. Jl.Sersan Aswan No. 8D,Bekasi 301011 Persyaratan Lelang : 1. Lelang dilaksanakan dengan penawaran secara tertulis tanpa kehadiran peserta lelang melalui internet (closed bidding) menggunakan Aplikasi Lelang Internet (ALE) pada alamat domain http://www.lelangdjkn.kemenkeu.go.id/. Tata cara selengkapnya dapat dilihat pada menu”prosedur lelang, syarat dan ketentuan” pada domain tersebut. 2. Calon peserta lelang mendaftarkan diri dan mengaktifkan akun pada ALE dengan merekam soft copy KTP, NPWP, dan nomor rekening atas nama sendiri. 3. Peserta lelang diwajibkan menyetor uang jaminan penawaran lelang sebesar tersebut diatas dan sudah efektif diterima oleh KPKNL Bekasi selambat-lambatnya 1 (satu) hari kerja sebelum pelaksanaan lelang, jumlah/ nominal yang disetorkan harus sama dengan uang jaminan yang disyaratkan penjual dalam pengumuman lelang ini, disetor sekaligus (bukan dicicil). SALMAN TOYIBI/JAWA POS 4. Uang jaminan lelang agar disetorkan melalui Virtual Account (VA) PT BNI (Persero) Cabang Bekasi yang diperoleh dari Aplikasi e-Auction harus sudah efektif paling lambat 1 (satu) hari sebelum pelaksanaan lelang. 5. Pemenang Lelang harus melunasi harga lelang dan Bea Lelang sebesar 2% dari harga lelang paling lama 5 (lima) hari kerja sejak pelaksanaan. Apabila wanprestasi atau tidak melunasi kewajiban membayar sesuai dengan ketentuan diatas, maka uang jaminan akan disetorkan ke Kas Negara 6. Obyek lelang dijual dalam kondisi apa ada nya (as is). 7. Lelang dapat dibatalkan oleh pejabat lelang apabila debitur menyelesaikan dan atau melunasi kewajiban hutangnya serta sebab lain yang sah yang diatur dalam peraturan lelang. 8. Peserta lelang dapat melihat obyek yang akan dilelang sejak pengumuman diterbitkan dan/ untuk informasi lainnya dapat menghubungi KPKNL Bekasi, Telp. (021)-8808888 atau PT. Balai Lelang Merah Putih, Telp. 0812-94480207/ 021-22661598 Bekasi, 13 April 2018 ttd KPKNL Bekasi PT Balai Lelang Merah Putih PT BPR Karinamas Permai

JURNALISME WARGA jumat, 13 april 2018 3 Menakar “Campur Tangan” Amerika Di Pilpres 2019 CAMPUR tangan Amerika Se rikat (AS) dalam setiap pemi lihan Presiden RI, sulit di katakan tidak ada sama se ka li. Sebab sudah menjadi mo dus nya sebagai negara yang in gin menjadi “polisi dunia” ya ng ingin selalu campur ta ng an dalam Pemilu sebuah ne gara. Sebab Pemilu me ru pakan mekanisme pergantian ke pemimpinan nasional dari setiap negara demokrasi. Keterlibatan AS dalam per gan tian kepemimpinan na sio nal di Indone sia terrekam da n terdeteksi -seba gai sudah di mulai sejak 1966. Pergantian dari Soekarno ke Soeharto. Sekalipun mekanisme pergan tian itu dilakukan oleh rak yat Indonesia, tetapi se ju m lah literature memberi in dikasi, sutradara dan pem bu at skenario dari per gan tian ke pemimpinan na sional itu, be rada di Washing to n, ibukota A S. Tapi menuding AS men cam puri Pilpres kita, bisa dianggap mengada-ada, menciptakan ce ri tera dongeng ataupun men dis kreditkan negara sa ha bat ter sebut. Sebaliknya mengabaikan ada nya campur tangan AS da lam Pilpres Indonesia, juga akan terlalu naif. Bahkan Pilpres 2019 In donesia, boleh dibilang me ru pakan arena paling penting bagi AS di kawasan sekitar.Ka rena sistem pemilihannya pun boleh dibilang merupakan “copy paste” sistem Ame ri k a. Diadopsinya berbagai sistem, termasuk isme-isme yang berbe da-beda tentang de mo k rasi, tak lepas dari pengaruh pa ra L SM (Lembaga Swadaya) Amerika yang ber ha sil masuk ke sistem kita de ngan cara beroperasi ba g ai kan fil an tr o p is. Merekalah yang memberi usulan bagaimana sistem Pemilu diubah, UUD 45 dia mandemen.. dan se te rus ny a. Selain itu secara geopolitik letak Indonesia, sangat stra te gis. Letak yang demikian, me m buat Amerika sebagai ne gara raksasa, berkepentingan me nanamkan pengaruhnya di Indonesia. Demikian strategisnya posisi Indonesia. Sampai-sampai se kalipun Indonesia tidak menerima kehadiran pang kalan militer asing, saat ini justru Indoneia “dikepung” ole h 15 buah pangkalan militer Ame rika.Kepungan itu seolah merupakan sebuah ancaman se cara remote. Bisa dihidupkan, tapi bisa juga dibiarkan “of f”. Yang pasti kepungan itu tetap menimbulkan pertanyaan: un tuk apa ke-15 pangkalan mi liter AS itu “mengepung” ne gara kita ? Sehingga dengan gambaran sin g kat ini, muncul perkiraan ku at Amerika Serikat tetap ber kepentingan agar Indonesia berada dalam kontrolnya. Se hingga sosok yang menjadi Pre siden RI di tahun 2019, kalau pun tidak bisa didikte atau di kon trol, minimal tidak me nimbu lkan kesulitan bagi Amerika. Persoalan sekarang, analisa tentang campur tangan terse but secara logika beralasan atau tidak? Sejatinya, adanya campur ta ngan Amerika dalam Pilpres kita ha nya didasarkan pada seju mlah indika tor dan baro meter.Na mun bisa diper tang gu ngja wab kan se cara pro fe si onal dan ar gu me nt atif. Campur tangan itu bisa diiba ratkan dengan sebuah ken tut. Bau busuknya tercium me ­ nyengat dalam radius ter ten tu. Tetapi barangnya ti dak bisa dilihat, tak dapat ter lihat apalagi tak mungkin di pe ga ng. Contohnya, Pilpres 2004 ya ng dimenangkan oleh pasangan SBY-JK. Kalau cerita Taufiq Kiemas (alma r hum) yang dijadikan barome ter, keterlibatan Ame rika Se rikat, un tuk tatanan ter tentu, sa ngat jelas, terbuka da n te r ang-te rangan. Tetapi ket erl ibatan itu melalui sistem. Se hingga tak mungkin bisa di li hat secara kasat mata. Kemenangan SBY-JK atas pasangan Megawati Soe karno putri - Hasyim Muzadi, tidak lepas dari peran besar dan pengaruh kuat Amerika Ser ikat. Kekalahan Megawati Soe karnoputri sebagai petahana, dikare nakan keberpihakan Wa shington kepada SBY dila ku kan secara terprogram dan “all ou t”. Persiapannnya minimal tiga tahun. Hal ini diketahui oleh Taufiq, bukan karena dia melakukan investigasi. Melainkan pihak AS lah yang memberitahunya secara langsung. Tanpa diin ves tigasi, informasi itu datang sen diri kepadanya. Sikap pihak AS itu disam paikan oleh seorang diplomat senior Amerika kepada Taufiq Kiemas, saat keduanya ber temu di salah satu hotel di Los Angeles, tahun 2001 .Atau tiga tahun sebelum Pilpres 2004. Oktober tahun itu, Taufiq mendampingi Presiden Mega wati yang berkunjung ke New York, pantai Timur AS. Mega yang baru meng gan tikan Gus Dur, melakukan per jalanan ke AS dalam rangka menghadiri Sidang Umum PBB. Sekaligus mengadakan perte m uan atau audiensi dengan Pre siden AS, George Bush (jun ior). Di tengah kunjungan itu, Taufik dihubungi oleh seorang kurir dari Gedung Putih. Taufiq diundang ke Los Angeles, pantai Barat negara itu untuk sebuah pertemuan empat mata. Jarak New York-Los Angeles, cukup jauh. Dengan pesawat terbang memakan waktu sekitar lima jam. Sementara perbedaan waktunya terdiri atas tiga zona. Seperti zona WIB (Waktu In donesia Barat), WITA (Waktu Indonesia Te ng ah) dan WIT (Waktu In donesia Timur). Jarak dan perbedaan waktu, bukan tanpa maksud. Di sini sebetulnya terletak pentingnya makna undangan tersebut.Bahwa sebuah pesan penting hanya bi sa diterima setelah melalui penerbangan lima jam dengan zona waktu ber be da tiga jam. Jadi ada unsur dramatisasi seka ligus gertakan dan tero bo s an. “Maaf Pak Taufiq, untuk Pil pres 2004, Amerika tidak ak a n mendu kung Bu Megawati me n jadi Presiden,” kata Taufiq, me ngutip pernyataan singkat sang diplomat yang me ngun da ngnya. Diplomat yang dimaksud adalah Ralph Boyce. Diplomat senior ini dalam bebera pa pekan setelah per te muan itu ak an ke Jakarta me nempati pos Du ta Besar AS untuk Indonesia. Jadi cara AS menyampaikan ke berpihakan kepada capres du kungan Washington, cukup me lalui moda yang tak terlihat m ata khalayak dan awam. Taufiq paham dan maklum de n gan cara negara asing itu me lakukan campur tangan dalam politik dalam negeri In done sia. Sebab Taufiq pun sudah be lajar dari penga la man. Sebagai politisi sekaligus suami Megawati, Taufiq me lihat sen diri manuver-manuver pol itik ke k uatan asing di In do ne si a. Sebelum isteriya terpilih se bagai presiden di tahun 20­ 01, menggantikan Presiden Gu s Dur, pilihan MPR RI tahun 1 9 99, sejumlah pendekatan (lo bi) dari kalangan asing diala mi oleh Taufiq. Semuanya di la kukan dengan cara yang ti d ak mencolok atau menarik per hatian publik. Tidak pernah ada pernyataan ek s plisit bahwa pihak Amerika da n sekutu-sekutuanya sedang me nggalang kekuatan agar Megawati bisa menjadi pim pi nan nasional. Sebab lobi-lobi itu terjadi di saat Jenderal Soeharto m a si h di kekuasaan. Na mun beginilah ceritanya. Se belum Presiden Soeharto le ngser pada Mei 1998, sej u­ m lah diplomat asing begitu se r ing menyambangi Taufiq dan Megawati di kediaman pr i badi mereka. Kediaman pribadi mereka ter letak di daerah Kebagusan, Ja karta Selatan. Kawasan ini di era 1990-an, tergolong masih seperti hutan. Tak banyak penghuni yang ti n ggal di sekitar itu. Tapi tiba-tiba saja mejadi ra mai dikunjungi oleh diplomat ne gara-negara sahabat. Pa dahal lokasi rumah pas a ngan politisi Soekarnois ini, berada di per kampungan de ngan jalan ber liku yang tidak mu dah ditembus oleh sedan-sedan diplomat. Alasan mereka berkunjung, pada awalnya sekedar ber ke na lan. Beranjak lanjutan, putri Proklamator ini mulai mereka tempatkan sebagai pemimpin oposisi utama terhadap Soe ha rto. Agak janggal kalau pihak Barat menyukai anak Soekarno. Sebab ideologi Soekarno -teru tama nasionalisme, se sungguh nya menjadi momok atau agak bertentangan dengan ideologi negara-negara Ba r a t. Taufiq kemudian menangkap sinyal, bahwa para diplomat Ba rat yang semuanya meru p­ a kan sekutu Amerika dalam per caturan politik global, ten gah mencari pengganti Soe ha rto. Pengganti tersebut harus bisa dikesankan sebagai sosok yang sangat berseberangan pe mimpin Orde Baru. Dan ka lau Mega meng gantikan Soe harto, maka hal itu selain kontradiktif, sekaligus me nim bulkan kesan adanya reformasi politik di In do ne s i a. Bahwasanya Soeharto tidak lan gsung digantikan oleh Me ga wati, melainkan oleh BJ Ha bibie, hal itu merupakan hal tersendiri. Tapi target terakhir, pengganti Soeharto haruslah seorang yang di luar “teman” Soeharto atau rezim Orde Baru. Itu sebabnya, Habibie yang menggantikan Soeharto hanya bertahan selama 17 bulan (Mei 1998 - Oktober 1999). Terwujudnya putri Soekarno menjadi presiden penting. Untuk memberi aksentuasi bahwa pada akhirnya pe mimpin Orde Lama yang dising kirkan Soeharto secara “hos tile”, kembali bisa naik pa ng gu ng. Jadi kedatangan para diplo mat Barat tersebut untuk me ya kinkan Megawati Soe kar noputri bahwa Barat saat itu su dah melakukan perubahan, re formasi dalam soal dukung men dukung siapa yang harus jadi Presiden RI. Maka ketika Pemilu Legislatif Re formasi digelar 7 Juni 1999, PDIP, pimpinan Megawati, berhasil meraih suara ter banyak, tidakk terlau me ng he rankan. Keberhasilan itu sama de ngan memutar jarum keme na ngan Golkar yang terus me nang di setiap Pemilu. Kemenenagnan itu bukan semata-mata dukungan rakyat Indonesia. Tapi karena ada faktor “X”, hal yang tidak keli ha tan oleh mata telanjang. Kemenangan PDIP sangat berarti. Sebab menunjukkan pemilih Indonesia mem per li hat kan keing inan politik mereka dari Pemilu yang dii ku ti oleh 48 partai. Salah satu yang menarik dari Pemilu pertama pasca pemerin tahan Orde Baru ini, pe nye l e nggaraannya ber lan g s ung tertib, aman dan da m ai. Bayang-bayang kerusuhan Mei 1998, tak muncul sama se kali. Di sini peran Amerika, tidak bisa dianggap sepi. Kapal Induk Armada VII, Amerika ka barnya melakukan siaga sa tu di perairan Indonesia. Peran lain dilakukan oleh mantan Presiden AS, Jimmy Ca rter. Bekas petani kacang ini, seca ra khusus membuka kantor Car ter Center di Jakarta. Alasan nya untuk memantau dan mengawasi pelaksanaan Pemi lu Indonesia tersebut. Orang-orang kritis seperti di bungkam sehingga tak mampu bertanya. Mengapa bukan PBB yang memerankan peran ‘Carter Center’? Kendati demikian tidak ada yang bisa menuduh bahwa AS lewat ‘Carter Center’ ikut cam pur campur sekaligus mem bantu kemenangan Megawati dan PDIP. Sebaliknya juga tidak ada yang bersikap kritis. Mengapa Megawati yang par tainya PDIP yang meraih suara terbanyak di Pileg Juni 1999, tetapi dalam Pemilihan Presiden Oktober 1999, justru kalah telak? Semua menuding Amien Rais dengan ‘Poros Tengah’- nya sebagai penjegal Megawati di Sidang Istimewa MPR RI Oktober 1999. Mengapa yang terpilih justru Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dari PKB (Partai Kesatuan Bangsa) dan bukan Megawati Soekarnoputri. Selanjutnya tak ada yang mengantisipasi bahwa Gus Dur hanya akan bertahan 1,5 tahun. Dia akan digantikan oleh Megawati. Sehingga tak ada yang curiga, bahwa peran AS menjatuhkan Gus Dur, untuk menaikkan Me gawati, cukup besar. Pemberian fasilitas pengoba tan (mata) kepada Gus Dur ol eh rumah sakit terkenal di Ame rika, setelah Gus Dur dilengserkan, tidak dilihat se bagai bagian dari skenario besar. Tidak ada yang sadar, berakhir nya legitimasi Gus Dur sebagai presiden, akhirnya ter jadi saat dia tiba di London, ibukota Inggris dari Ame ri k a. Untuk mengaburkan suasana, Dubes RI untuk Kerajaan Ing gris saat itu, Nana Sutrisna, di wanti-wanti agar ‘Presiden’ Gus Dur, harus di-wongke se baik mungkin, setibanya di In g gris. Semua langkah ini dilakukan dalam rangka mengubah peng l ihatan tentang peralihan kekuasaan di Indonesia. Megawati sengaja dinaikkan menjadi presiden melalui pro ses yang sesuai kon sti tu si. Prosesnya dilakukan secara bertahap untuk memberi kesan bahwa rakyat Indonesia sudah melaksanakan kedaulatan dan demokrasi mereka. Bertahap, agar terwujud demo krasi yang berkualitas itu , dilihat melalui proses ala mi ah. Mega menang di Pemilu Legislatif 1999, tapi gagal dalam Pilpres di Sidang Is ti m­ e wa MPR RI, Oktober 19 9 9. Mega baru bisa menjadi presiden pada Juni 2001, sete lah Gus Dur dilengserkan. Singkat kata semenjak ke jatuhan Soeharto, berbagai ke jutan politik terjadi atau di ciptakan. Sehingga semua ber pikir, apa yang terjadi da lam berbagai peristiwa di In donesia, bukan karena skenario pi hak luar. Se lanjutnya Mega sebagai anak Soekarno, boleh menjadi pre siden tapi masa jabatannya ha nya sampai Oktober 2004. Setelah itu, dia harus di gantikkan oleh SBY, seorang jende ral lulusan Fort Benning, ya ng sekaligus merupakan ‘wonder boy’ nya Amerika. (*) Wartawan Se nior