Views
6 months ago

Buku_KEE_draf_3

3.1. Prinsip Membangun

3.1. Prinsip Membangun Kemitraan Rencana pengelolaan kawasan ekosistem esensial koridor orangutan seluas 532,143 ha di bentang alam Wehea-Kelay, Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Berau- Provinsi Kalimantan Timur akan dilakukan dengan skema kemitraan dalam skala bentang alam. Untuk itu, dalam implementasi dan pengembangan program di lapangan akan dilakukan dengan mengadopsi 7 prinsip membangun kemitraan seperti diatur di dalam Permenhut No. P.39/Menhut-II/2013 tentang Pemberdayaan Masyarakat Setempat Melalui Kemitraan Kehutanan. Ketujuh prinsip tersebut adalah prinsip kepercayaan, transparansi, kesetaraan, saling menguntungkan, kesepakatan bersama, partisipasi, dan lokal spesifik. Penerapan 7 prinsip tersebut diharapkan tidak hanya akan membangun komitmen dan kesepahaman antar para pihak untuk mengelola kawasankawasan yang memiliki nilai konservasi tinggi terutama sebagai koridor orangutan saja, namun juga memiliki komitmen yang tinggi untuk mengimplementasikan rencana aksinya dengan menerapkan praktek-praktek terbaik (best pratices) yang tidak hanya sesuai peraturan yang berlaku di Indonesia dan Internasional, namun juga telah sesuai dengan tuntutan kondisi sosial dan budaya masyarakat setempat. Penjelasan dari 7 prinsip tersebut, adalah sebagai berikut: 1. Kepercayaan : Pengelolaan kawasan ekosistem esensial di bentang alam Wahea-Kelay dibangun dan dijalankan berdasarkan rasa saling percaya dan saling menghormati antar para pihak; 2. Transparansi : Pengelolaan kawasan ekosistem esensial di bentang alam Wahea-Kelay dibangun dan dijalankan berdasarkan prinsip saling keterbukaan antar para pihak; 42

3. Kesetaraan : Pengelolaan kawasan ekosistem esensial di bentang alam Wahea-Kelay dibangun dan dijalankan berdasarkan prinsip kesetaraan dimana para pihak memiliki kedudukan yang sama didalam pengambilan keputusan; 4. Saling menguntungkan : Pengelolaan kawasan ekosistem esensial di bentang alam Wahea-Kelay dibangun dan dijalankan berdasarkan asas saling menguntungkan antar pihak, dan model yang akan dibangun dan dijalankan tidak menimbulkan dampak kerugian antar para pihak; 5. Kesepakatan bersama : Pengelolaan kawasan ekosistem esensial di bentang alam Wehea-Kelay dalam dibangun dan dijalankan berdasarkan kesepakatan antara para pihak dan bersifat mengikat; 6. Partisipasi : Pengelolaan kawasan ekosistem esensial dibangun dan dijalankan dengan pelibatan para pihak secara aktif dari tahapan penyusunan rencana aksi s.d implementasi aksi, monitoring dan evaluasi; 7. Lokal spesifik : Pengelolaan kawasan ekosistem esensial di bentang alam Wehea-Kelay dibangun dan dijalankan dengan memperhatikan karakteristik bentang alam, keberadaan satwa liar kunci, karakteristik sosail dan budaya masyarakat, termasuk menghormati hak-hak tradisional masyarakat adat. 43