Views
5 months ago

Buku_KEE_draf_3

3.3. Membangun Kemitraan

3.3. Membangun Kemitraan Rencana pengelolaan kawasan ekosistem esensial koridor orangutan di bentang alam Wehea-Kelay akan dilakukan dengan pola kemitraan dalam skala bentang alam. Untuk itu, ditahap awal peran fasilitator atau koordinator sangat penting terutama mengatur dan menginisiasi berbagai pertemuan baik formal dan informal berupa diskusi, komunikasi dan koordinasi, konsultasi termasuk membangun proses pembelajaran bersama didalam berbagi ilmu dan pengetahuan, pengalaman dan informasi. Di tahap awal, peran fasilitator atau koordinator didalam proses membangun kemitraan rencana pengelolaan kawasan ekosistem esensial di bentang alam Wehea-Kelay dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bekerjasama dengan Badan Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan T imur dan The Nature Conservancy (TNC). Secara umum, kemajuan membangun rencana pengelolaan kawasan ekosistem bentang alam koridor orangutan di bentang alam Wehea-Kelay sudah pada tahap pelaksanaan kemitraan/kalaborasi. Hal ini ditandai dengan berbagai berbagai capaian kegiatan baik yang telah dicapai maupun sedang dikerjakan. Capaian sampai dengan ini sudah pada tahap pelaksanaan kegiatan kemitraan karena proses persiapan pelaksanaan kemitraan baik berupa identifikasi peran para pihak, identifikasi karakter bentang alam Wehea-Kelay, konsultasi dan koordinasi para pihak sampai dengan penandatangan kesepakatan bersama para pihak telah dilakukan. Secara lengkap, bagan alur dari tahapan rencana pengelolaan kawasan ekosistem esensial (KEE) di bentang alam Wehea-Kelay tersaji pada Gambar 3.1. 46

Gambar 3.1. Bagan alur tahapan rencana pengelolaan KEE di bentang alam Wehea Kelay Berikut beberapa catatan penting dari proses membangun rencana pengelolaan kawasan ekosistem esensial di bentang alam Wehea-Kelay seluas 532,143 ha di Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur: 3.3.1. Membangun Kesepakatan Bersama Strategi rencana dan implementasi model pengelolaan kawasan ekosistem esensial koridor orangutan di bentang alam Wehea-Kelay, di Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Berau-Provinsi Kalimantan Timur akan dilakukan dengan pola pengelolaan kemitraan dalam skala bentang alam. Secara teknis di lapangan, strategi pengembangan rencana pengelolaan tersebut diprioritaskan pada kegiatan identifikasi para pihak pengelola kawasan di bentang alam Wehea-Kelay, identifikasi karakter bentang alam Wehea-Kelay dan membangun kesepahaman dengan cara banyak membuka komunikasi dan koordinasi secara intensif dengan para pihak terutama untuk memperoleh komitmen dan dukungan sehingga rencana pengelolaan kawasan ekosistem esensial dapat segera diwujudkan di bentang alam Wahea-Kelay. Hasil koordinasi dan komunikasi para pihak tersebut akhirnya membuahkan hasil berupa penandatangan perjanjian kerjasama para pihak untuk mengelola kawasan bernilai konservasi tinggi di bentang alam Wehea-Kelay. Kesepakatan berupa surat perjanjian kerjasama rencana pengelolaan kalaboratif kawasan bernilai konservasi tinggi seluas 264,480 ha di bentang alam Wehea tersebut 47