Views
5 months ago

Buku_KEE_draf_3

dilakukan pada tanggal

dilakukan pada tanggal 17 April 2015 di ruang rapat kantor Gubernur dan langsung dipimpin oleh Bapak Gubernur Provinsi Kalimantan Timur (Gambar 3.2 dan 3.3). Selain itu, para pihak yang menandatangani surat kerjasama rencana pengelolaan kalaboratif kawasan bernilai konservasi tinggi di alam Wahea juga sepakat bahwa inisiatif rencana kerjasama yang dituangkan dalam bentuk surat perjanjian kerjasama tersebut masih bersifat terbuka untuk para pihak lain bergabung bersama untuk mewujudkan rencana pengelolaan kawasan bernilai konservasi tinggi di bentang alam Wehea-Kelay, Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Para pihak yang sepakat untuk menandatangani surat perjanjian kerjasama tersebut, di antaranya adalah: 1. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Prov. Kaltim; 2. Badan Lingkungan Hidup (BLH) Prov. Kaltim; 3. Badan Pengelola Hutan Lindung Wehea (BP -Huliwa) Kab. Kutai Timur, Prov. Kaltim; 4. Lembaga Adat Wehea; 5. The Nature Conservancy (TNC); 6. IUPHHK-Hutan Alam PT Gunung Gajah Abadi; 7. IUPHHK-Hutan Alam PT Narkata Rimba; 8. IUPHHK-Hutan Alam PT Karya Lestari; 9. IUPHHK-Hutan Tanaman PT Acacia Andalan Utama; 10. PT Nusantara Agro Sentosa-Perkebunan Sawit; Gambar 3.2. Penandatangan perjanjian kerjasama pengelolaan KEE di bentang alam Wehea-Kelay 48

Gambar 3.3. Kawasan para pihak yang sepakat untuk mengelola KEE di bentang alam Wehea (17/04/2015) Sedangkan tujuan utama dari perjanjian kerjasama tersebut adalah: 1. Melakukan pengelolaan kawasan konservasi orangutan dan satwa liar yang dilindungi, terutama orangutan pada areal yang dikelola masingmasing pihak secara bersama-sama; 2. Melakukan kerjasama pengelolaan kawasan nilai konservasi tinggi yang berada di areal yang dikelola masing-masing pihak dengan menerapkan model pengelolaan terbaik pengelolaan satwa yang dilindungi di dalam kawasan, termasuk perlindungan satwa dari perburuan dan perambahan serta membangun koridor satwa berbasis bentang alam; 3. Meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan operasional para pihak dengan melakukan pelatihan-perlatihan terkait dengan hal-hal teknis konservasi orangutan dan satwa liar dilindungi lainnya serta pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan; 49