Views
4 months ago

Buku_KEE_draf_3

12. Penetapan koridor

12. Penetapan koridor dan implementasi koridor di lapangan 13. Pengayaan di koridor termasuk perlindungan dan monitoring efektivitas pembangunan koridor 14. Membuka komunikasi, koordinasi, kerjasama upaya konservasi orangutan dengan para pihak 15. Membentuk Satuan Tugas (Satgas) (anti perburuan, perlindungan habitat, konflik) Pendidikan dan Penelitian/Peningkatan Kapasitas/Penyadaran Masyarakat 1. Membangun kerjasama dengan para pihak terutama universitas dan lembaga penelitian untuk melakukan kegiatan penelitian terkait konservasi Orangutan dan satwa liar lainnya di bentang alam Wehea-Kelay 2. Membangun pusat informasi publik sebagai wadah pendidikan dan penyuluhan di bentang alam Wehea-Kelay 3. Mengembangkan program pemberdayaan masyarakat (ekowisata, pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu, dll) 4. Sosialisasi tentang ekologi/habitat penting orangutan kepada para pihak 5. Sosialisasi peraturan dan program konservasi orangutan kepada masyarakat/para pihak 6. Mengadakan pelatihan teknik survei populasi orangutan, pemetaan, dan lainnya kepada para pihak 7. Mengadakan pelatihan pembuatan laporan monitoring dan evaluasi program Penguatan Data dan Kelembangaan 1. Pembangunan pangkalan data dan informasi terkait kawasan ekosistem esensial di bentang alam Wehea-Kelay 2. Mendesain skema pendanaan berkelanjutan untuk mendukung rencana pengelolaan kawasan ekosistem esensial di bentang alam Wehea-Kelay 3. Melakukan rapat koordinasi rutin antar para pihak dalam rangka monitoring dan evaluasi program Prosedur Standar Baku/Standard Operational Procedure (SOP) 1. SOP survei dan monitoring orangutan (populasi dan pohon-pohon pakan) dan satwa liar lainnya 2. SOP Penanganan konflik orangutan dan manusia (gangguan dan ancaman) 3. SOP Penyelamatan dan translokasi 4. SOP Patroli hutan dan habitat penting orangutan 62

4.3. Hasil Analisis Gap Analisis Gap dilakukan dengan memfokuskan kepada kegiatan atau program yang telah, sedang dan akan direncanakan oleh para pihak yang telah sepakat menandatangani surat perjanjian kerjasama pengelolaan kawasan ekosistem esensial di bentang alam Wehea-Kelay. Sumber informasi kegiatan atau program diperoleh baik dari telaah dokumen identifikasi kawasan bernilai konservasi tinggi milik masing-masing unit manajemen, maupun telaah dokumen berupa laporan maupun publikasi ilmiah termasuk komunikasi dan koordinasi secara langsung dengan para pihak. Berdasarkan analisis Gap dari telaah dokumen identifikasi kawasan bernilai konservasi tinggi milik PT Gunung Gajah Abadi, PT Narkata Rimba, dan PT Karya Lestari, dan laporan dokumen dari The Nature Conservancy (TNC) dan Badan Pengelola HL Wehea maka dari rencana prioritas kegiatan konservasi Orangutan di bentang alam Wehea-Kelay seperti tersaji pada Tabel 4.1 diperoleh hasil seperti tersaji pada Tabel 4.2. 63