Views
3 months ago

BUKU_RPI_1

4. Model RUSLE dapat

4. Model RUSLE dapat digunakan untuk prediksi erosi pada skala DAS 5. Penggunaan Model RUSLE dapat digunakan berdasarkan kawasan yang lebih luas dengan mempertimbangkan perubahan kondisi geografis setempat sehingga kesalahan-kesalahan dalam aplikasinya dapat dikurangi. 2. Model ANSWERS Model ANSWERS (Areal Nonpoint Source Watershed Environmental Response Simulation) merupakan sebuah model hidrologi dengan parameter terdistribusi yang mensimulasikan hubungan hujan-limpasan dan memberikan dugaan hasil sedimen. Model hidrologi ANSWERS dikembangkan dari US-EPA (United States Environment Protection Agency)oleh Purdue Agricultural Enviroment Station (Beasley and Huggins 1991). Salah satu sifat mendasar dari model ANSWERS adalah termasuk kategori model deterministik dengan pendekatan parameter distribusi. Model distribusi parameter DAS dipengaruhi oleh variabel keruangan (spatial), sedangkan parameter- parameter pengendalinya, antara lain : topografi, tanah, penggunaan lahan dan sifat hujan. Kelebihan dan Kelemahan Model ANSWERS Beasley dan Huggins (1991) menyebutkan bahwa model ANSWERS dapat digunakan untuk DAS yang luasnya kurang dari 10.0000 ha. Kelebihan dan model ANSWERS adalah : 1. analisis parameter distribusi yang dipergunakan dapat memberikan hasil simulasi yang akurat terhadap sifat daerah tangkapan; 2. dapat mensimulasi secara bersamaan dari berbagai kondisi dalam DAS; 3. memberikan keluaran berupa limpasan dan sedimen dari suatu DAS yang dianalisis. Beasley dan Huggins (1991), mengemukakan bahwa model ANSWERS sebagai sebuah model hidrologi mempunyai kelebihan, antara lain : 1. Dapat mendeteksi sumber-sumber erosi di dalam DAS serta memiliki kemampuan sebagai alat untuk strategi perencanaan dan evaluasi kegiatan RLKT DAS. 2. Dapat mengetahui tanggapan DAS terhadap mekanisme pengangkutan sedimen ke jaringan aliran yang ditimbulkan oleh kejadian hujan 3. Sebagai suatu paket program komputer yang ditulis dalam bahasafortran, mempunyai kemampuan untuk melakukan simulasi hujan-limpasan dari berbagai perubahan kondisi penggunaan lahan dalam DAS. 4. Untuk melakukan inputing data base (topografi, tanah, penggunaan lahan, sistem saluran) ke dalam model dapat diintegrasikan dengan data dari remote sensing maupun SIG. 5. Adanya variasi pemilihan parameterinput danoutput dari model disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. 6. Sesuai untuk diterapkan pada lahan pertanian, hutan, maupun perkotaan. 7. Satuan pengukuran dapat berupa metrik ataupun British unit. 8. Dapat diterapkan pada DAS dengan ukuran lebih kecil dari 10.000 ha. Sedangkan kekurangan nodel ANSWERS antara lain : 1. Semakin kompleks, terutama pada data perlukan dan waktu penghitungan, dimana besarnya tergantung dari berbagai faktor, seperti luas DAS dan jumlah grid. 78 • Petunjuk Teknis Penentuan Luas Hutan Optimal Berbasis Respon Hidrologi

2. Model terdistribusi relatif masih bari dibanding lumped parameter, sehingga masih perlu pengembangan dan penyesuaian. 3. Karena hanya untuk tiap kejadian hujan (individual event), maka model ini tidak memiliki sub model untuk evapotranspirasi. 4. Erosi dari saluran belum diperhitungkan ke dalam model. 5. Batas grid kemugkinan tidak menggambarkan batas yang sebenarnya. 6. Untuk sebuah grid dalam kenyataan dapat lebih besar dari luas sub-sub DAS. 3. Model AGNPS Model AGNPS (Agricultural Non Point Source Pollution Model) dikembangkan oleh USDA-ARS, North Central Soil Consrvation Service, Morris, Minnesota yang bekerjasama dengan USDA-SCS, MPCA (Minnesota Pollution Control Agency), LCMR (Legeslative Commission in Minnesota Resources) dan EPA (Environmental Protection Agency) (Young et al. 1994). Model ini terus berkembang dan telah diterapkan di beberapa negara untuk menentukan langkah-langkah kebijakan dan evaluasi dalam kegiatan konservasi, seperti di Amerika, Canada dan negara-negara di Eropa (Yoon 1996). ANSWERS (Aerial Non-Point Source Watershed Environmental Response Simulation) merupakan model prediksi erosi tanah yang memerlukan masukan (input) parameter sifat fisik tanah, penggunaan lahan dan kondisi permukaan, dan kekasaran permukaan (Beasley dan Huggins, 1981; Aswandi, 1996; Hidayat, 2001). Sifat fisik tanah yang diperlukan sebagai masukan model ANSWERS meliputi: bobot isi, porositas total, kandungan air tanah pada kondisi kapasitas lapang, kedalaman perakaran, laju infiltrasi, dan kandungan air tanah pada saat pengukuran laju infiltrasi air tanah. Masukan penggunaan lahan dan kondisi permukaan tanah merepresentasikan kondisi penutupan tanah oleh tanaman dan kemudahan tanah untuk tererosi sebagai akibat keberadaan berbagai macam tanaman dan penggunaan lahan. Intersepsi potensial tajuk tanaman dan persentase penutupan tajuk tanaman terhadap permukaan tanah digunakan dalam merepresentasikan intersepsi hujan. Kekasaran permukaan diperhitungkan melalui penentuan koefisien Manning. Penggunaan input parameter-parameter penggunaan lahan dan kekasaran permukaan yang digunakan dalam model ANSWERS pada hakekatnya identik dengan penggunaan kombinasi nilai C dan P pada persamaan model USLE. Model Agricultural Non-Point Source (AGNPS) merupakan model yang digunakan untuk memprediksi erosi tanah dan transportasi nutrisi tanaman pada skala DAS (Young et al., 1994). Kelebihan model ini terletak pada parameter-parameter model yang terdistribusi di seluruh areal DAS, sehingga nilai-nilai parameter model benar-benar mencerminkan kondisi biofisik DAS pada setiap satuan luas di dalam DAS. Selain erosi, model ini mampu menghasilkan keluaran-keluaran seperti : volume dan laju puncak aliran permukaan, hasil sedimen, kehilangan N, P dan COD (Young et al. 1994). Sintesis Penelitian Integratif Manajemen Lanskap Hutan Berbasis DAS • 79