Views
1 month ago

BUKU_RPI_1

Dari Kementerian PU

Dari Kementerian PU (Pengairan) dan digunakan sebagai data untuk kalibrasi model SWAT Data tersebut harus berkesesuaian, dalam arti untuk mengamati dampak penggunaan lahan dalam tahun tertentu maka data iklim (curah hujan, suhu, kelembaban, radiasi dan kecepatan angin) dan data debitnya harus pada tahun tersebut. Model hidrologi lainnya mempunyai persyaratan data yang lebih sedikit tetapi data terkait input (hujan, iklim), biofisik lahan dan output (debit, aliran air) merupakan data yang harus dipenuhi dalam pemodelan hidrologi. Dalam kaitannya dengan luas DAS, model lump dapat digunakan tapi untuk DAS dengan luasan sedang hingga besar sebaiknya menggunakan model terdistribusi. C. Teknik Penyiapan Data Untuk mendapatkan luas hutan optimal dalam DAS, diperlukan beberapa alat, antara lain, komputer dengan software pengolah data spasial (Arcview, ArcGis ataupun Map Window) yang telah terinstall software SWAT yang disesuaikan dengan software pengolah data spasialnya dan software SWATCUP, alat untuk mengambil sampel tanah, GPS dan alat tulis. Data sekunder yang diperlukan adalah: 1. Data iklim harian selama 5 – 10 tahun, meliputi curah hujan harian, suhu maskimum dan minimum harian, lama penyinaran sinar matahari, kelembaban dan kecepatan angin. 2. Peta DEM dengan resolusi 90 m atau 30m 3. Peta penutupan/penggunaan lahan hasil dari analisis citra Landsat TM band 5, 4, 3. 4. Peta tanah semi detil skala 1:250 000 5. Data debit sungai harian Untuk menjalankan model SWAT, perlu komputer atau laptop yang mempunyai software spasial seperti ArcView, ArcGis ataupun MapWindow. SWAT sendiri dapat diunduh secara gratis dari swat.tamu.edu dan disesuaikan dengan software spasial yang digunakan. Setelah SWAT terinstall maka selanjutnya adalah persiapan data input. Data yang dibutuhkan dalam SWAT berupa data tabular dan data spasial. Data tabular yang dibutuhkan adalah: a. Data iklim Data iklim dibutuhkan untuk membangkitkan data dalam model SWAT (.wgn) maupun dalam input data stasiun iklimnya (curah hujan, temperature, kelembaban, penyinaran, dan kecepatan angin). Data yang dibutuhkan selengkapnya terlihat pada Tabel 2. Tabel 2. Basis data iklim yang diperlukan dalam pembangkit data (.wgn) No Kode Data Keterangan 1 RAIN_YRS Jumlah tahun yang digunakan dalam perhitungan 82 • Petunjuk Teknis Penentuan Luas Hutan Optimal Berbasis Respon Hidrologi

2 TMPMX Rata-rata suhu maksmimum harian dalam satu bulan 3 TMPMN Rata-rata suhu minimum harian dalam satu bulan 4 TMPSTDMX Standar deviasi suhu maksimum harian dalam satu bulan 5 TMPSTDMN Standar deviasi suhu minimum harian dalam satu bulan 6 PCPMM Rata-rata curah hujan dalam satu bulan 7 PCPSTD Standar deviasi curah hujan harian dalam satu bulan 8 PCPSKW Koefisien skew untuk hujan harian dalam satu bulan 9 PR_W1 Probabilitas hari kering mengikuti hari basah dalam satu bulan 10 PR_W2 Probabilitas hari basah mengikuti hari basah dalam satu bulan 11 PCPD Rata-rata hari hujan dalam satu bulan 12 RAINHHMX Maksimum curah hujan 30 menit dalam satu bulan 13 SOLARAV Rata-rata radiasi matahari dalam satu bulan 14 DEWPT Rata-rata suhu pengembunan harian dalam satu bulan 15 WNDAV Rata-rata kecepatan angina harian dalam satu bulan Data iklim yang dibutuhkan di atas merupakan data rata-rata dan semakin lama data yang diperoleh maka rata-rata yang diperoleh akan semakin baik. Data rata-rata sebaiknya diperoleh dari 10 tahun pengukuran. Data iklim ini ini dapat diperoleh dari BMKG. b. Data tanah Data tanah yang dibutuhkan adalah penyebaran jenis tanahnya (secara spasial), serta parameter pendukungnya, yaitu: Tabel 3. Tabel 3. Parameter data tanah yang dibutuhkan No Kode Keterangan 1 HYDGRP Kelas hidrologi tanah (A, B, C, D, keterangan lengkap dapat dilihat dalam Arsyad, 2010) 2 SOL_ZMX Kedalaman tanah yang masih dapat ditembus oleh perakaran 3 TEXTURE Tekstur tanah (diperoleh dari uji laboratorium) 4 SOL_Z Kedalaman setiap lapisan tanah 5 SOL_BD Densitas tanah 6 SOL_AWC Kapasitas air yang tersedia dalam tanah 7 SOL_K Konduktivitas hidrolik jenuh 8 SOL_CBN Kandungan karbon organic 9 SOL_CLAY Persen liat 10 SOL_SILT Persen lempung Sintesis Penelitian Integratif Manajemen Lanskap Hutan Berbasis DAS • 83