Views
5 months ago

BUKU_RPI_1

Ringkasan Eksekutif

Ringkasan Eksekutif Pendahuluan Konperensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Rio de Janeiro pada bulan Juni 2012 (Rio+20) menyepakati pembangunan berkelanjutan sebagai arahan untuk mewujudkan kehidupan di masa mendatang yang lebih sejahtera, nyaman, serta berkeadilan. Salah satu target fokus untuk mencapai tujuan tersebut adalah melindungi hutan, disamping mengentaskan kemiskinan, meningkatkan kesehatan dan pendidikan, mewujudkan perkotaan yang lebih lestari dan mengatasi perubahan iklim (http://sustainabledevelopment.un.org/). Pembangunan sektoral yang berbasis sumberdaya lahan menimbulkan persoalan antara lain polusi, ketersediaan air serta degradasi lingkungan termasuk penurunan biodiversitas, yang memerlukan penanganan secara terintegrasi dari sektor kehutanan dengan pertanian. Kedua sektor diharapkan saling bahu membahu menangani persoalan dalam hal: (i) menyediakan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat; (ii) menyediakan pangan dan papan serta energi dari biomass; serta (iii) mempertahankan jasa ekosistem esensial seperti keragaman hayati, suplai air, ketahanan ekosistem serta produktivitas lahan (http://blog.cifor.org/author-en/peter-holmgren/). Pendekatan pembangunan yang mengedepankan kelestarian bentang alam atau lanskap hutan menjadi arahan pembangunan dimasa mendatang. Road Map Penelitian Kehutanan tahun 2010 sd 2025 mengusung Tema Lanskap Hutan sebagai salah satu dari lima tema besar penelitian kehutanan. Tema Lanskap Hutan dimaksudkan untuk menjawab tantangan pengelolaan hutan di Indonesia yang menghadapi tiga isue utama yaitu tata ruang, trade-off kegiatan pembangunan yang mengejar pertumbuhan ekonomi dengan kebutuhan konservasi sumberdaya dan sosial budaya, serta kelestarian lingkungan. Keberadaan dan peranan hutan dilihat pada aspek yang lebih luas, menyangkut yang terkait dengan Land-Use, Land-Use Change and Forestry (LULUCF) dan AFOLU (Agriculture, Forestry and Other Land-Use). Ekses atau kerentanan (vulnerabilitas) terhadap perubahan iklim merupakan bagian dari aspek yang dikaji. Rencana Penelitian Integratif (RPI) Manajemen Lanskap Hutan Berbasis DAS merupakan penjabaran dari program lanskap yang dilaksanakan melalui kegiatan penelitian lima tahun, 2010 hingga 2014. RPI ini mendukung visi dan misi Pusat Litbang Perubahan Iklim dan Kebijakan Kehutanan (Puspijak) sebagai Pusat Keunggulan IPTEK Perubahan Iklim dan Kebijakan Kehutanan pada tahun 2014. Kegiatan penelitian Manajemen Lanskap mendukung Program Strategis Kementerian Kehutanan, khususnya dalam hal pemantaban kawasan hutan dan pengelolaan daerah aliran sungai secara terpadu, serta mendukung kebijakan mitigasi perubahan iklim. Tujuan dan Sasaran Penelitian integratif manajemen lanskap hutan berbasis daerah aliran sungai ber- Sintesis Penelitian Integratif Manajemen Lanskap Hutan Berbasis DAS • xiii