Views
3 months ago

BUKU_RPI_1

Rekomendasi model

Rekomendasi model peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui perekonomian yang berwawasan lingkungan Tabel di atas tentang penutupan lahan berhutan dan kepadatan penduduk pada kategori das yang dipulihkan dan das yang dipertahankan menunjukkan bahwa lahan berhutan bukan hanya berada di dalam kawasan melainkan juga di lahan milik, yang dikenal sebagai hutan rakyat. Upaya untuk mempertahankan hutan dan memperluas peran hutan tidak terbatas pada kawasan hutan, tetapi perlu dikembangkan pada lahan berhutan yang banyak ditemukan di luar kawasan dan berfungsi sebagai pengatur tata air serta penjaga erosi. Penggunaan lahan di wilayah hulu das mempengaruhi kuantitas dan kualitas air yang sampai di daerah hilir. Fungsi lindung dari hutan di daerah hulu banyak yang sudah dialihkan untuk budidaya tanaman semusim. Mekanisme imbal jasa lingkungan perlu dikembangkan sebagai insentif bagi daerah hulu untuk mempertahankan tutupan hutannya agar wilayah hilir terbebas dari bencana. Skema seperti ini antara lain dikembangkan melalui kewajiban perusahaan dalam bentuk CSR (corporate sosial responsibility). Hasil kajian di das Cidanau menunjukkan bahwa nilai imbal jasa yang diberikan kepada masyarakat masih rendah dan belum mampu memenuhi kebutuhan uang segar yang diperlukan bagi pendidikan, kesehatan ataupun keperluan hidup lainnya. Homogenitas kepentingan kelompok tani mempengaruhi keberlangsungan mekanisme ini. Skema imbal jasa yang dilakukan antar lembaga pemerintah berlangsung di DKI dengan 9 kabupaten sekeliling yang termasuk di dalam das Ciliwung. Skema ini belum terlaksana secara optimal karena rumitnya ketentuan administrasi yang harus dipenuhi oleh kabupaten penerima (hulu). Skema sukarela berlangsung di das Tukad Bali, berlandaskan pada kesamaan kepentingan yang diatur menggunakan adat, atau kearifan tradisional. Model pengambilan keputusan pengelolaan lanskap hutan di hulu DAS berdasarkan persepsi para pihak Pengelolaan lanskap hutan melibatkan berbagai pihak dengan beragam kepentingan, oleh karena itu pengambilan keputusan yang dilakukan perlu mempertimbangkan kepentingan yang ada untuk menghindari terjadinya konflik. Untuk dapat menyusun model pengambilan keputusan yang bersifat komprehensip, memerlukan empat tahapan analisis, yaitu: Tahap 1. Menyusun Masalah Tahap 2. Menyusun indikator dari tiap-tiap masalah tersebut Tahap 3. Mengidentifikasi stakeholder dan mengelompokkannya Tahap 4. Menggali persepsi berdasarkan kriteria dan indikator Tahap 5. Menganalisis persepsi stakeholder Tahap 6. Menyusun model pengambilan keputusan pengelolaan lanskap hutan di hulu DAS berdasarkan persepsi para pihak xviii • Ringkasan Eksekutif

Tahapan tersebut digambarkan sebagai berikut: Permasalahan Kondisi Prioritas 1? Ya Tidak Prioritas Kegiatan/Solusi Kondisi Sosial Ekonomi Prioritas 1? Ya Tidak Kondisi Biofisik Prioritas 1? Ya Tidak Gambar. Model pengambilan keputusan pengelolaan lanskap hutan berbasis DAS Gambar. Model pengambilan keputusan pengelolaan lanskap hutan berbasis DAS Sintesis Penelitian Integratif Manajemen Lanskap Hutan Berbasis DAS • xix