Views
1 week ago

BUKU_RPI_1

Bab 1 Pendahuluan 1.1

Bab 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Peran hutan dalam pembangunan kembali mengemuka ketika Konperensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Rio de Janeiro pada bulan Juni 2012 (Rio+20) menyepakati untuk mewujudkan kehidupan di masa mendatang yang lebih sejahtera, nyaman, serta berkeadilan. Keberadaan hutan perlu dilindungi sebagai bagian dari upaya untuk melestarikan lingkungan agar dapat (i) menyediakan pendapatan dan kesejahteraan bagi berjuta masyarakat; (ii) menyediakan pangan dan papan serta energi dari biomass; (iii) mempertahankan jasa ekosistem esensial seperti keragaman hayati, suplai air, ketahanan ekosistem serta produktivitas lahan (http://sustainabledevelopment.un.org/). Tantangan pengelolaan hutan bukan hanya menyediakan aliran barang dan jasa yang dihasilkan oleh hutan, melainkan juga meyakinkan masyarakat akan arti pentingnya hutan bagi keberlangsungan kehidupan madani di masa mendatang. Hutan di Indonesia berada di dalam kawasan yang dikelola oleh negara dan juga tumbuh di atas lahan milik dan dikenal sebagai hutan rakyat. Dokumen Rencana Kehutanan Tingkat Nasional atau RKTN tahun 2011-2030 menyebutkan bahwa kawasan hutan di Indonesia meliputi luas 130,68 juta hektar, atau setara dengan 68% dari luas daratan Indonesia dan perairannya (P 49/Menhut-II/2011). Kondisi kawasan hutan yang tertutup oleh hutan primer seluas 41,26 juta ha, hutan sekunder seluas 45,55 juta ha, serta hutan tanaman seluas 2,82 juta ha. Seluas 41,05 juta ha lahan di dalam kawasan hutan berada dalam kondisi yang tidak berhutan. Sementara itu, lahan seluas 8,07 juta ha yang berada di luar kawasan hutan tertutup oleh vegetasi hutan (P 49/Menhut-II/2011). tentang Rencana Kehutanan Tingkat Nasional. Penutupan hutan di lahan milik yang ada di pulau Jawa, khususnya, semakin berkembang dan meningkat luasnya, sedangkan hutan di dalam kawasan terus menurun luasnya atau ter-deforestasi dan menyusut potensi kayunya. Disamping itu, keanekaragaman hayati sumberdaya yang ada di dalam kawasan hutan semakin terdegradasi. Selain disebabkan oleh kebakaran lahan dan hutan, penyebab kerusakan hutan berasal dari aktivitas pembangunan yang bertumpu pada penggunaan sumberdaya alam dengan mengabaikan prinsip kelestarian (San Afri Awang 2006). Sintesis Penelitian Integratif Manajemen Lanskap Hutan Berbasis DAS • 1