Views
1 week ago

BUKU_RPI_1

Gambar 1. Sebaran Fungsi

Gambar 1. Sebaran Fungsi Hutan dan Tutupan Vegetasi Berdasar P 49/Menhut-II/2011 Krisis ekonomi yang melanda Indonesia di tahun 1997 dan diikuti dengan reformasi politik di tahun 1999 mempengaruhi kondisi hutan yang semakin terfragmentasi, baik fungsi maupun tutupan vegetasinya, sehingga menjadi rentan terhadap bahaya kebakaran. Sumberdaya hutan digunakan untuk mempercepat pembangunan daerah melalui pengembangan sektor di luar kehutanan serta pembangunan infrastruktur dengan melakukan konversi hutan. Disamping itu, kebutuhan bahan baku energi pengganti bahan bakar fossil, mendorong dibukanya hutan untuk menggali potensi batu bara yang tersimpan di dalam perut bumi. Hutan mangrove yang menyimpan kekayaan biodiversitas perairan juga semakin menipis karena gencarnya pembangunan wilayah pesisir yang didorong oleh terbukanya pasar bebas. Akibatnya, Tata Guna Hutan hasil kesepakatan tahun 1986 dihadapkan pada situasi politik dan ekonomi serta kepentingan masyarakat yang berubah dari saat kawasan hutan ditunjuk. Kebijakan pembangunan kehutanan menghadapi tantangan untuk meningkatkan peran hutan, melestarikan hutan yang tersisa serta meningkatkan ketahanan hutan terhadap perubahan iklim. Kebijakan pembangunan kehutanan dihadapkan pada situasi yang menuntut keputusan untuk menghasilkan win-win situation dalam memecahkan persoalan. Dengan 2 • Pendahuluan

kata lain, kebijakan kehutanan harus dapat menyelesaikan situasi trade-off yang melekat pada karakteristik hutan dan karakter pengguna hutan. Kebutuhan untuk memperoleh pangan, sandang dan papan dari hutan seringkali berbenturan dengan kebutuhan kelompok yang menginginkan keselarasan, kebudayaan dan kenikmatan. Selain itu, kebutuhan makan yang harus dipenuhi masa kini dalam waktu yang singkat, seringkali berseberangan dengan adanya kebutuhan perlindungan ataupun konservasi yang sifatnya jangka panjang. Kelestarian hutan tidak hanya dipengaruhi oleh pilihan sistem silvikultur yang digunakan tetapi ditentukan juga oleh seberapa besar manfaat hutan mampu memenuhi kepentingan yang beragam, baik yang berada di sekitar hutan maupun kepentingan masyarakat global. Road Map Penelitian Kehutanan tahun 2010 sd 2025 mengusung Tema Lanskap Hutan sebagai salah satu dari lima tema besar penelitian kehutanan. Tema Lanskap Hutan dimaksudkan untuk menjawab tantangan pengelolaan hutan di Indonesia yang menghadapi tiga isue utama yaitu tata ruang, trade-off kegiatan pembangunan yang mengejar pertumbuhan ekonomi dengan kebutuhan konservasi sumberdaya dan sosial budaya, serta kelestarian lingkungan. Keberadaan dan peranan hutan perlu dilihat pada aspek yang lebih luas terkait dengan Land-Use, Land-Use Change and Forestry (LULUCF) dan AFOLU (Agriculture, Forestry and Other Land-Use) termasuk ekses atau kerentanan (vulnerabilitas) terhadap perubahan iklim. Penelitian Integratif (RPI) Manajemen Lanskap Hutan Berbasis DAS merupakan penjabaran dari program lanskap yang dilaksanakan melalui kegiatan penelitian lima tahun, 2010 hingga 2014. Penelitian ini mendukung visi dan misi Pusat Litbang Perubahan Iklim dan Kebijakan Kehutanan (PUSPIJAK) sebagai Pusat Keunggulan IPTEK Perubahan Iklim dan Kebijakan Kehutanan pada tahun 2014. Kegiatan penelitian Manajemen Lanskap mendukung Program Strategis Kementerian Kehutanan, khususnya dalam hal pemantaban kawasan hutan dan pengelolaan daerah aliran sungai secara terpadu, serta mendukung kebijakan mitigasi perubahan iklim. 1.2 Kelestarian Hutan Sebagai Persoalan Pembangunan “Forest management is not rocket science, it is far more complex “ (Thomas & Bunnell, 2001) Kalimat tersebut di atas menyebutkan bahwa mengelola hutan jauh lebih kompleks, rumit dari ilmu yang dipakai untuk membangun sebuah roket. Kompleksitas tersebut antara lain disebabkan oleh adanya berbagai faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengelolaan dan seringkali faktor tersebut berada di luar kemampuan manajemen untuk mengendalikannya. Baik faktor yang bersifat ekologi dan ekonomi serta sosial saling terkait keberadaannya dan mempengaruhi kelestarian pengelolaan hutan. Hutan di Indonesia diperlukan untuk memproduksi barang dan jasa yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari maupun sebagai sumber ekonomi. Keberadaan hutan Sintesis Penelitian Integratif Manajemen Lanskap Hutan Berbasis DAS • 3