Views
1 week ago

BUKU_RPI_1

4.4 Kerangka Konseptual

4.4 Kerangka Konseptual Penelitian Kerangka konseptual penelitian manajemen lanskap hutan dibangun melalui review literature yang dilakukan sebagai langkah pertama. Review dilakukan dengan menelusuri literature tentang lanskap dan lanskap hutan, mengumpulkan dokumen terkait dalam bentuk peraturan perundang-undangan, dan mempelajari dokumen program serta laporan hasil penelitian dan kegiatan lapangan. Selain itu, review status riset tersebut diperkaya dengan observasi lapangan dan diskusi dengan nara sumber di lokasi penelitian. Hasil review dimanfaatkan untuk membangun kerangka konseptual pelaksanaan penelitian manajemen lanskap hutan. Dalam hal pengertian dan definisi manajemen lanskap, hasil review menyimpulkan bahwa lanskap hutan adalah satuan lingkungan fisik dan hayati yang kompleks dari ekosistem hutan dan sumberdaya alam yang berada di dalamnya. Lanskap tersebut mewakili suatu pandangan dari pemandangan di permukaan bumi (natural) dan atau merupakan hasil campur tangan manusia (artificial) pada suatu wilayah secara alami yang saling berhubungan dan bersifat dinamis. Lanskap hutan memiliki batasan unit, yaitu DAS dengan pertimbangan bahwa DAS merupakan landasan konsep kelestarian fungsi hutan, yang merefleksikan implementasi pengelolaan hutan yang lestari serta kelestarian fungsi ekosistem hutan secara utuh dan menyeluruh (holistic). Beberapa hal yang diperlukan guna melaksanakan konsep pengelolaan hutan berbasis lanskap, yaitu (i) pemahaman umum di antara berbagai pengguna, (ii) pengelola harus memiliki alat penentu kebijakan dan basis data spasial yang lebih baik, (iii) nilai hutan harus dikelola secara berkelanjutan, dan (iv) evaluasi pilihan pengelolaan dan dinamika hutan di masa depan secara spasial. Tabel di bawah memperlihatkan konsep pengelolaan hutan berbasis lanskap yang dibandingkan dengan pengelolaan hutan berbasis kawasan sebagaimana yang dilakukan saat ini. Tabel 3. Perbandingan pengelolaan lanskap dengan pengelolaan hutan saat ini Tujuan Pengelolaan lanskap Pengelolaan lanskap hutan atau ekosistem secara eksplisit bersama dengan masyarakat Pengelolaan saat ini pengelolaan lanskap hutan atau hutan secara mutlak untuk masyarakat Konsep Keberlanjutan nilai ekologi - proaktif Pengoptimalan produksi sumberdaya hutanreaktif Pendekatan Pendekatan holistic-terintegrasi terhadap penggunaan lahan Data R u a n g Lingkup Data spasial, struktur spasial lanskap, indikator pengelolaan struktur lanskap hutan Perspektif lanskap Alokasi penggunaan lahan mempertimbangkan sumberdaya hutan sesuai dengan perundangundangan Data atribut dan beberapa data grafik, klasifikasi struktur hutan, indikator output dan inventarisasi Perspektif unit manajemen, daerah aliran sungai atau kawasan spesifik 18 • Metode Sintesis

Aspek Prinsip Pengelolaan lanskap Sosial, ekonomi, ekologi, ilmu pengetahuan dan teknologi · Keragaman hayati, · fungsi ekologi, · pengelolaan terintegrasi, · keterlibatan masyarakat dan swasta dalam pembuatan keputusan, · pengurangan resiko, · efisiensi ekologi, · menitik beratkan lingkungan, · belum dilaksanakan secara teknis, · multidisiplin Pengelolaan saat ini Ekonomi, sedikit tentang ekologi, sosial, ilmu pengetahuan dan teknologi · --- · --- · pengelolaan terpisah · keterlibatan masyarakat secara khusus dalam pembuatan keputusan pengelolaan sumberdaya alam · --- · efisiensi ekonomi (cost-benefit) · aspek lingkungan kurang diperhatikan · dilaksanakan, relatif berhasil pada wilayah tertentu · fungsional dan terbatas Sumber: Emin Zeki Başkent dan Haci Ahmet Yolasiğmaz, 1997 Dalam hal pemodelan lanskap hutan, beberapa model yang umum dipakai antara lain FOREL, LANDIS, ALOS, dll. Model tersebut berbeda satu dengan yang lain disesuaikan dengan tujuan yang akan dicapai, yang meliputi tujuan untuk konservasi jenis satwa tertentu, monitoring pertumbuhan hutan sampai dengan monitoring stok karbon hutan. Pemodelan lanskap hutan menghadapi beberapa tantangan, termasuk yang utama adalah informasi tentang kedetilan multi-skala dan multi-proses yang dibutuhkan untuk pemodelan lanskap hutan secara spasial. Tantangan bagi kegiatan penelitian adalah menghasilkan informasi seberapa detil jumlah pohon dan proses populasi dalam tegakan hutan dibutuhkan, disertai dengan pemahaman terhadap proses yang terjadi di dalam suatu tegakan. Termasuk di antaranya adalah menjawab pertanyaan apakah suatu proses dalam suatu tegakan apabila direplikasi kedalam suatu lanskap, mencukupi untuk menangkap dinamika yang esensial dalam suatu lanskap? Bagaimana level suatu tegakan bervariasi dalam lingkungan yang berbeda? Proses apa saja dalam suatu tegakan yang menyebabkan gangguan alam dan manusia, dan bagaimana hal ini harus dimodelkan? Apakah pemodelan kita telah mencakup fragmentasi dalam hutan? Keanekaragaman dari model-model spasial yang ada diharapkan dapat memperluas visi kita dalam berbagai cara, untuk berbagai tujuan dan skala. Dalam hal dinamika sosial, manajemen lanskap mengenal adanya hirarki di dalam proses perencanaan. Konsep hirarki ini memungkinkan dilakukannya kebijakan pengelolaan hutan alternatif pada lahan yang luas sambil mengidentifikasi struktur kondisi hutan serta pengambilan keputusan khas pemilik lahan hutan, yang beroperasi pada Sintesis Penelitian Integratif Manajemen Lanskap Hutan Berbasis DAS • 19