Views
1 week ago

BUKU_RPI_1

sama untuk tujuan yang

sama untuk tujuan yang berbeda. Hal tersebut seringkali mengakibatkan terjadinya ketidaksesuaian antara rencana tata ruang dan penetapan/penunjukkan kawasan hutan dengan tata guna faktual. Terkait dengan hal tersebut, maka sangat penting untuk mengetahui perspektif persepsi dari para pemangku kepentingan yang terlibat. Hal ini menjadi penting karena penilaian terhadap persepsi stakeholder terhadap pengelolaan hutan merupakan masalah dasar dan mempunyai peranan penting dalam pengelolaan hutan dan turut menentukan perencanaan dan kebijakan kehutanan kedepan dalam mencapai pengelolaan hutan lestari. II. TUJUAN 1. Memberikan acuan bagi Direktur Jenderal Bina Pengelolaan DAS dan Perhutanan Sosial (BPDASPS) dan pihak terkait lainnya untuk mengidentifikasi dan mengumpulkan informasi yang terkait dengan penentuan luas hutan optimal. 2. Memberikan petunjuk perhitungan luas hutan optimal dalam suatu DAS. III. LINGKUP KEGIATAN 1. Target utama di tingkat DAS, dengan mempertimbangkan ketersediaan informasi yang diperlukan untuk menentukan luas hutan optimal 2. Pelaksanaan/Aplikasi yang ideal dilaksanakan selama 5 (lima) tahun, dilakukan di awal penyusunan Renstra untuk mencegah terjadinya konversi kawasan setelah pergantian pimpinan daerah /Pemilukada 3. Diaplikasikan di Kawasan dan non-kawasan hutan sebagai pedoman dalam melakukan rehabilitasi lingkungan IV. PEMODELAN HIDROLOGI DAN EROSI Model adalah penyederhanaan dari realita. Pemodelan merupakan hasil pemahaman manusia tentang alam yang berguna untuk memahami kompleksitas dari alam itu sendiri, untuk merancang skenario tentang masa depan dan membantu dalam mengambil tindakan yang diperlukan dalam pengelolaan alam. Dalam kajian hidrologi, DAS dianggap sebagai suatu sistem dimana terdapat input (hujan, proses pengolahan input dan output (hasil air dan erosi. Untuk memahami DAS sebagai suatu sistem perlu ada pendekatan analisis sistem untuk mengintegrasikan berbagai informasi komponen suatu sistem DAS menjadi model hidrologi DAS sehingga menjadi lebih sederhana dan lebih mudah untuk dipahami. Berbagai model simulasi terkait hidrologi telah banyak dikembangkan untuk menyederhanakan proses hidrologi yang terjadi di alam untuk berbagai keperluan seperti untuk memecahkan masalah kebutuhan akan air, pembangunan waduk, optimasi lahan dan perencanaan banjir. 74 • Petunjuk Teknis Penentuan Luas Hutan Optimal Berbasis Respon Hidrologi

A. Pengertian Dalam Morfometri DAS Untuk mengetahui karakteristik suatu DAS maka perlu untuk mendapatkan gambaran secara singkat tentang DAS tersebut melalui morfometrinya. Morfometri DAS merupakan sifat-sifat alami yang tidak dapat diubah. Beberapa sifat yang perlu diketahui dalam morfometri ini adalah : 1. Luas DAS Luas DAS dapat diukur dari foto udara, citra satelit atau melalui digitasi dari peta topografi dan pengolahan data DEM. Luas DAS diketahui setelah batas DAS terbentuk. Pengukuran luas DAS didasarkan pada bentuk DAS yang telah diperoleh melalui software ArcSWAT. Kriteria luasan DAS dapat dibagi menjadi: 1. DAS kecil, luas kurang dari 100 km 2 . 2. DAS sedang, luas antara 100 -500 km 2 3. DAS besar, luas lebih dari 500 km 2 . 2. Bentuk DAS Bentuk DAS dapat dilihat berdasarkan rumus circularity ratio sebagai berikut : 4A Rc ……………(Seyhan 1977 dalam BPDAS Asahan Barumun, 2006) 2 P Dimana : Rc = nisbah kebulatan A = Luas DAS ( km 2 ) P = Keliling (perimeter) DAS (km) Nilai Rc menyatakan bentuk DAS apakah berbentuk membulat atau berbentuk memanjang (lihat Tabel 1). Tabel 1. Nilai Rc dan penjelasannya No Nilai Rc Penjelasan 1 < 0.5 Bentuk DAS memanjang, debit puncak lebih cepat datangnya begitu juga penurunannya 2 > 0.5 Bentuk DAS membulat, debit puncak lebih lama datangnya dan begitu juga penurunannya 3. Kerapatan Sungai Kerapatan Sungai adalah suatu angka indeks yang menunjukan banyaknya anak sungai didalam suatu DAS. Indeks tersebut dapat diperoleh dengan persamaan seb- Sintesis Penelitian Integratif Manajemen Lanskap Hutan Berbasis DAS • 75