Views
2 months ago

koran_sulindo_edisi_1

Volume I No. 01 Nasional Politik TOKOH Rp 8.500 Pentingnya Deparpolisasi Ali Sastroamidjojo 8-17 April 2016 Haluan Negara dan Demokrasi Marhenis Sejati Suluh K O R A N Indonesia UNTUK KESATUAN RAKYAT DAN BANGSA sulindomedia.com Sekali Lagi, Sosialisme Indonesia Siapapun tahu, Bung Karno sangat gandrung dengan sosialisme. Ia meyakini bahwa masyarakat adil dan makmur dalam istilah modern adalah masyarakat sosialis. Jauh-jauh hari sebelum kemerdekaan Indonesia, dalam manuskrip Mentjapai Indonesia Merdeka, yang ditulis tahun 1933, Bung Karno menulis “….maksud pergerakan kita haruslah suatu masyarakat yang adil dan makmur, yang tidak ada tindasan dan hisapan, yang tidak ada kapitalisme dan imperialisme.” Hal itu ditegaskan lagi oleh Bung Karno saat mengumumkan Deklarasi Ekonomi (Dekon), 28 Maret 1963. Salah satu bagian penting Dekon berbunyi: “….Dalam masyarakat sosialis Indonesia tiap-tiap orang dijamin akan pekerjaaan, sandangpangan, perumahan, serta kehi dupan kulturil dan spirituil yang layak. Susunan ekonomi yang demikianlah yang harus menjadi tujuan segenap kegiatan ekonomi kita, yang harus menjadi tujuan tiap-tiap putra Indonesia.” Lantas, apa sejatinya yang dimaksud dengan sosialisme Indonesia? “Sosialisme Indonesia sebagai hari depan Revolusi Indonesia bukanlah sematamata ide ciptaan seseorang “in een slapeloze nacht” (dalam satu malam yang tidak tidur), juga bukan suatu barang yang diimpor dari luar negeri, atau sesuatu yang dipaksakan dari luar masyarakat Indonesia, melainkan suatu “reaktief verzet van verdrukte elementen” (perlawanan penentangan dari pada anasir/kaum yang tertekan), suatu kesadaran sosial yang ditimbulkan oleh keadaan sosial Indonesia sendiri, suatu “historische notwendigkeit”, suatu keharusan sejarah,” jelas Bung Karno. Singkat cerita, Sosialisme Indonesia bukanlah sekedar menyiplak gagasan sosialisme yang berkembang di Eropa, tapi merupakan dialektika sejarah masyarakat Indonesia sendiri. Bung Karno juga mengingatkan bahwa Sosialisme Indonesia bukan sesuatu yang jatuh dari langit sebagai air embun di waktu malam, tapi hasil dari pada keringat. Sosialisme Indonesia adalah hasil daripada pembantingan tulang, hasil daripada penguluran tenaga. Memang Sosialisme Indonesia seperti apa yang dicita-citakan Bung Karno itu belum berhasil dijalankan secara baik. Situasi politik dan ekonomi di masa itu, akhir tahun 1950-an sampai pertengahan 1960-an, tidak cukup memung kinkan pemerintah men ja lankan konsepsi itu dengan sebaik-baiknya. Tapi, harus diakui, konsepsi sosialisme Indonesia yang diletakkan Bung Karno telah mewariskan berbagai proyek pembangunan yang menjadi kebanggan bangsa Indonesia, sebagai bagian dari national character building. Konsepsi Sosialisme Indonesia itu pula yang telah menyemaikan semangat kemandirian dan berdikari dalam tiaptiap sanubari rakyat Indonesia. Nawacita, sembilan program utama yang dicanangkan pemerintahan Presiden Joko Widodo, jelas terinspirasi dari semangat Sosialisme Indonesia dan Trisakti—berdaulat secara politik, serta mandiri dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan. Dengan begitu, gagasan Sosialisme Indonesia berpotensi diaktualkan dan dijalankan di negeri ini, di masa ini. Jadi, mari kita bicarakan sekali lagi, sering kali dan berkali-kali. *** Sulindo 1.indd 1 4/1/2016 1:02:52 pM

Bisnis-Indonesia-Arah-Bisnis-dan-Politik-2014
no-02th-viiifebruari-2014
Pidato Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik Pada Pembukaan Kongres Ke-8
Inteligensia Muslim dan Kuasa - Democracy Project
Buku Menyongsong 2014-2019 highress
Edisi Mei -Juni Tahun 2008 per HAL - Elsam
jurnal%20maarif%20vol%2010%20no%202%20-%202015
Inteligensia%20Muslim%20dan%20Kuasa
BBRI_Annual Report_2012
prospek penegakan ham - Elsam
ASASI Edisi Juli - Agustus Tahun 2008.pdf - Elsam
Download - propatria - propatria.or.id | towards a democratic society
analisis dokumentasi hak asasi manusia - Elsam