Views
9 months ago

Dhoto-JaringanKomputer1 (1)

7 Transport Layer Pada

7 Transport Layer Pada bab ini akan dijelaskan tentang fungsi dari 2 protokol penting pada layer transport, yaitu : User Datagram Protocol (UDP) Transmission Control Protocol (TCP) 7.1 Port dan Socket 7.1.1 Port Port digunakan untuk melakukan proses komunikasi dengan proses lain pada jaringan TCP/IP. Port menggunakan nomer 16 bit, digunakan untuk komunikasi host-to-host. Tipe port ada 2 macam yaitu : Well-known : port yang sudah dimiliki oleh server. Contoh : telnet menggunakan port 23. Well-known port memiliki range dari 1 hingga 1023. Port Well-known diatur oleh Internet Assigned Number Authority (IANA) dan dapat digunakan oleh proses sistem dengan user tertentu yang mendapatkan akses. Ephemeral : client tidak menggunakan port well-known karena untuk berkomunikasi dengan server, mereka sudah melakukan perjanjian terlebih dahulu untuk menggunakan port mana. Ephemeral port memiliki range dari 1023 hingga 65535. Untuk 1 nomer port tidak bisa digunakan oleh 2 aplikasi yang berbeda dalam waktu yang bersamaan. 7.1.2 Socket Interface socket merupakan bagian dari Application Programming Interface (API) yang digunakan untuk protokol komunikasi. Terminologi yang digunakan : Socket merupakan tipe spesial dari file handle, dimana digunakan oleh sistem operasi untuk mengakses jaringan. Alamat soket adalah : contoh : Pembicaraan (conversation) : link komunikasi antar 2 proses Asosiasi (Association) : kejadian komunikasi antar 2 proses o Contoh : Setengah Asosiasi (half-association) : < protocol, local-address, local-process> atau Half-association disebut juga transport address. 7.2 User Datagram Protocol (UDP) UDP merupakan standar protokol dengan STD nomer 6. Spesifikasi UDP dapat dilihat pada RFC 768 – User Datagram Protocol. 68

UDP pada dasarnya adalah interface untuk aplikasi IP. Dimana UDP tidak memiliki fungis reliabilitas data, flow control, dan error-recovery untuk komunikasi IP. UDP memiliki proses seperti multiplexing/demultiplexing untuk mengirimkan datagram, dari port menuju IP datagram. Karena itu UDP juga disebut sebagai connectionless-oriented protocol. Gambar 7.74 Proses Demultiplexing berbasis port pada UDP 7.2.1 Format Datagram UDP UDP datagram memiliki 16 byte seperti pada Gambar 7 .75. Gambar 7.75 Format Datagram UDP Dimana : Source Port : port yang digunakan untuk mengirimkan data. Destination Port : port yang digunakan untuk tujuan data. Length : panjang data paket keseluruhan Checksum : 16 bit komplemen-1 dari pseudo-ip-header yang merupakan error check dari paket data Gambar 7.76 Pseudo IP Header – UDP 7.2.2 Aplikasi yang menggunakan UDP Aplikasi yang menggunkan protokol UDP antara lain : Trivial File Transfer Protocol (TFTP) Domain Name System (DNS) name server Remote Procedure Call (RPC) pada Network File System (NFS) Simple Network Management Protocol (SNMP) Lighweight Directory Access Protocol (LDAP) 69

| 1
!1