Views
8 months ago

Dhoto-JaringanKomputer1 (1)

9.1.4 Domain Negara Tiap

9.1.4 Domain Negara Tiap negara memiliki domain sendiri dengan menggunakan 2 karakter huruf yang merupakan singkatan dari nama negaranya. Karakter yang digunakan sesuai dengan ISO 3166. Contoh: Indonesia menggunakan domain .id. 9.1.5 Pemetaan Nama Domain ke Alamat IP Yang mengontrol pemetaan nama adalah nameserver. Nameserver adalah sebuah program server dimana memegang master atau duplikat dari database pemetaan nama ke alamat IP. Fungsi nameserver adalah menjawab permintaan dari program client tentang suatu nama domain. Nama program client disebut name resolver. 9.1.6 Pemetaan Alamat IP ke Nama Domain – pointer query Untuk pemetaan alamat IP ke nama domain tidak berbentuk hirarki melainkan dalam format domain in.addr-arpa (ARPA digunakan karena internet berawal dari ARPAnet). Penggunaan in.addr-arpa adalah pemetaan terbalik dari suatu alamat IP. Contoh: IP dengan alamat 129.34.139.30, pada database ditulis dengan 30.139.34.129.in-addr.arpa. Kemudian dicari nama host yang cocok. Sistem ini disebut pointer query. 9.1.7 Pendistribusian Nama Domain Pengaturan nama suatu domain dapat dilakukan di jaringan lokal, hal ini disebabkan cara kerja DNS menggunakan sistem zones of authority atau yang biasa disingkat zones. Dimana dengan sistem zones ini suatu nameserver dapat mendelegasikan suatu nama domain ke nameserver lainnya yang terhubung melalui internetworking. Pada nameserver root, nameserver mendelegasikan suatu domain ke suatu nameserver. Contoh : domain eepis-its.edu, dimana nameserver .edu di eduacause.net mendelegasikan nama eepis-its ke nameserver di jaringan kampus PENS. Nama domain eepis-its didelegasikan ke nameserver ns1.eepis-its.edu (202.154.187.2) dan ns2.eepis-its.edu (202.154.187.3). Dan pada nameserver ns1 dan ns2 dicatat nama-nama host dari jaringan eepis-its.edu. 9.1.8 Domain Name Resolution Proses yang dilakukan pada penanyaan nama domain antara lain : 1. Suatu program menggunakan gethostbyname(). 2. Resolver menanyakan ke suatu nameserver 3. Nameserver mengecek apakah ada jawaban di database lokal atau di penyimpanan sementara (cache). Apabila tidak diketemukan nameserver akan meneruskan ke nameserver lainnya sesuai dengan hirarki nama domain. 4. Program pada pengguna menerima jawaban berupa alamat IP atau pesan error jika terjadi kesalahan. Proses diatas disebut Domain Name Resolution, yang merupakan aplikasi berbasis serverclient. Fungsi client dilakukan oleh resolver secara transparan terhadap pengguna. Sedangkan fungsi server dilakukan oleh Nameserver. Pengiriman ini menggunakan jalur UDP dan TCP. 90

9.1.9 Domain name full resolver Dikatakan full resolver apabila dilakukan DNS resolution dari program pengguna, dan di query ke suatu nameserver dari program resolver untuk di proses. Sistem full resolver terlihat pada Gambar 9 .83. Gambar 9.83 DNS – menggunakan full resolver untuk domain name resolution 9.1.10 Domain name stub resolver Sebuah program yang dilengkapi dengan subrutin pemrosesan nama domain dan dapat melakukan query ke nameserver disebut domain name stub resolver. Dimana pada UNIX, stub resolver dilakukan dengan subrutin gethostbyname() dan gethostbyaddr(). Stub resolver dapat dilihat pada Gambar 9.84 DNS – menggunakan stub resolver untuk domain name resolution 9.1.11 Operasi Domain Name Server Tipe dari nameserver antara lain : Primary Nameserver menggunakan zones dari disk dan memiliki autorisasi terhadap keseluruhan zone Secondary Nameserver ini memiliki autorisasi terhadap keseluruhan zone tapi data zone diambil dari nameserver primary dengan menggunakan proses zones 91

1
!1
A - M 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 A
tes 1
hARNA (1)
1 - Acehbooks.org
Aku dan Bintang 1
arbi (1)
kegiatan 1
merged (1)
Hidup tanpa Penyesalan Mazmur 1: 1-6 - Webs
Ann-1 1 - PNAS
Pemrograman Web(1)
Test Profile 1
1-april-2017
Slide Kuliah PBO [1]
30 January 2009 1
1 - SV Babelsberg 03
TUGAS 1.pdf
Maquetación 1 - Pamplona
pertemuan 1.pdf
Desain Multimedia(1)
Fokuss-1-2014-FINAL
Maquetación 1 - Telefónica
press-090727-1
Buletin%20Diare_Final(1)
Bab 1 Pendahuluan
materi 1 (Pengantar Multimedia)
Hukum Acara Perdata 1
Bab-1. Laser