Views
6 months ago

RADAR BEKASI EDISI 16 APRIL 2018

6 senin,

6 senin, 16 APRIL 2018 PENDIDIKAN Kirimkan artikel pendidikan Anda ke email: miftah.radar@gmail.com Antara Aku, Anakku dan Mobile Legends Oleh: Nunung Nuraida, S.S. Guru SMK Al Muslim, Tambun, Bekasi, Anggota KGPBR Memiliki anak di zaman now butuh ekstra usaha dan kewaspadaan yang super besar. Bagaimana tidak? Di zaman yang serba canggih ini, hampir semua keluarga memiliki sebuah inovasi paling booming di era ini, yaitu smart phone. Bukan hanya satu, dua, atau tiga. Bahkan kita bisa menemukan ada 6 hingga 10 smart phone di sebuah rumah. Banyak sekali, bukan? Ya. Kita ibaratkan satu orang dalam setiap keluarga memiliki satu smart phone. Maka jika dalam keluarga tersebut terdiri dari 6 orang anggota keluarga, maka bisa dipastikan ada 6 smart phone di sana. Belum lagi jika setiap anggota memiliki tidak hanya satu, tetapi 2 smart phone, maka bisa dipastikan ada sejumlah 12 smart phone yang dijumpai di keluarga tersebut. Itu baru dari sisi perangkat. Sekarang kita tilik dari segi fasilitasnya yaitu jaringan internet. Betapa internet ini mampu mengubah tatanan kehidupan masyarakat modern saat ini. Penemuan internet mampu menimbulkan banyak dampak, baik positif maupun negatif. Kehadiran internet menjadi warna tersendiri bagi kehidupan saat ini. Bagaimana informasi sangat mudah didapat dalam hitungan detik dengan hanya satu jari, bagaimana kita bisa membeli barang yang kita inginkan dengan hanya menggunakan satu jari, bagaimana kita bisa dengan mudah mencari transportasi dan akomodasi dengan hanya satu jari. Bayangkan! Betapa dunia semakin hebat dengan kehadiran internet. Sayangnya, kehebatan internet ini pula bersanding dengan hadirnya konten-konten yang tidak layak dan bahkan mampu merusak perilaku bangsa. Kita ambil contoh tayangan pornografi yang sangat tak terbendung. Coba Anda ketikan kata kunci “porn” di mesin pencari dan lihat berapa jumlah yang bisa ditemukan di sana. Lalu kita ketikkan kata kunci “sekolah”, dan bandingkan jumlahnya dengan pencarian sebelumnya. Jika kata “porn” yang muncul lebih banyak jumlahnya, bisakah Anda bayangkan bahwa anak-anak kita bisa mengakses hal ini dengan sangat mudah? Mungkin salah satu cara kita untuk menghindarkan anak kita dari pengaruh buruk internet adalah dengan tidak memberikan fasilitas smart phone kepada mereka. Sayangnya, dunia kita sudah terlanjur menjadikan smart phone sebagai “most-wanted item in this era”. Ketika kita melarang anak-anak kita untuk memiliki smart phone, tidak dengan anak tetangga. Akhirnya usaha menjaga anak kita pun terkesan percuma. Dengan sangat terpaksa, kita, para orang tua terbawa arus memberikan fasilitas serupa kepada anak-anak kita. Saya salah satunya. Sebagai guru dan orang tua tentu saya sangat ingin yang terbaik untuk putra-putri saya. Namun, jalannya sangat tidak mudah. Terbentur dengan dunia yang semakin modern ini, saya pun harus mengaku kalah. Saya salah satu orang tua yang terbawa arus memberikan fasilitas smart phone dan internet pada putra saya yang masih ABG. Kecanduannya akan aplikasi games yang bisa didownload bebas di android sering menjadi pemicu pertengkaran kami. Salah satu permainan terkini yang sedang tren di kalangan anak muda adalah mobile legends. Ada sekitar 50 juta pengguna game mobile legend ini di seluruh dunia. Dengan mode online, betapa kuota internet menjadi barang yang paling dicari oleh anak-anak ABG, termasuk putra saya. Bahkan, putra saya rela tidak jajan dan lebih memilih membelanjakan uangnya untuk membeli kuota internet. Game buatan perusahaan Montoon ini berasal dari Tionghoa. Dirilis sejak 11 Juli 2016, game ini telah digandrungi peminat hingga puluhan juta orang. Permainan dengan genre multiplayer online battle arena ini membutuhkan banyak pemain yang bermain bersamaan dalam satu waktu secara online. Menurut informasi dari seorang gamer, dalam permainan ini, tidak ada istilah mati atau kehabisan nyawa. Game akan terus berlanjut selama ia memiliki hero yang bisa dipertahankan. Maka, tidaklah heran ketika saya meminta putra saya untuk berhenti main karena sudah habis waktu yang saya tetapkan, dia akan cenderung mengabaikan saya. Akhirnya, saya coba beri batasan, bahwa 30 menit sebelum masa pegang smart phone berakhir (saya membuat aturan smart phone ditarik dari tangan putra saya setiap pukup 6 sore), dia harus sudah undur diri dari permainannya. Kalau sudah begini, saya kehabisan akal. Bisakah permasalahan ini menjadi tanggung jawab bersama. Baik orang tua, sekolah, terlebih lagi pemerintah. Jika memang game online menjadi game yang berbahaya dan tidak layak bagi anak-anak, bisakah pemerintah bertindak dengan melayangkan teguran keras pada perusahaan penerbit game tersebut? Atau jikalau bisa, mencabut game tersebut dari perederan? Jika hal ini dilakukan tentu banyak orang tua dan sekolah yang merasa lega karena satu kendala mereka dapat dipecahkan. Kebijakan pemerintah atas konten-konten yang tidak layak menjadi salah satu usaha untuk bisa mengembalikan perilaku anak-anak pada kodratnya, menjadi pembelajar sepanjang hayat. Bukan menjadi online gamer setiap hari. (*) DOK/RADAR BEKASI Satu Kelas Ujian Susulan Lebih Dekat dengan Suherman, Kepsek SLB Bekasi Jaya Juara se Jabar, Dorong Gerakan Literasi Sekolah Luar Biasa Suherman, merupakan salah satu kepala sekolah berprestasi di Kota Bekasi. Prestasi apa yang dia raih? Laporan: Surya Bagus Bekasi Timur Belum lama ini, pria kelahiran Bandung tersebut menyabet prestasi juara merancang gerakan literasi sekolah yang diadakan di Garut 6 – 7 Maret yang lalu. Saat dijumpai disekolahnya, Suherman mengaku untuk mendongkrak posisi Indonesia yang menduduki posisi 65 dari 66 negara pada wilayah membaca, maka keluarga dan sekolah harus senantiasa bekerjasama untuk mendukung cita-cita tersebut. “Berdasarkan penelitian dari luar, Indonesia menduduki posisi 65 dari 66 negara tentang minat membaca. Maka perlu ada kerjasama yang baik dari sekolah dan keluarga supaya harapannya Indonesia meningkat dari posisi itu, “ tegasnya. Suherman meraih prestasinya dengan merancang gerakan literasi sekolah Luar Biasa (SLB), diantara konsep JATISAMPURNA - Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sudah berakhir pada Kamis (12/4) lalu. Bagi yang tidak mengikuti UNBK mulai tanggal 9 sampai 12 April kemarin, terpaksa mengikuti ujian susulan yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 dan 18 April besok. Misalnya siswa SMAN 7 Kota Bekasi, siswa tersebut satu kelas terpaksa harus mengikuti ujian susulan. Pasalnya, pada server mengalami gangguan pada pelaksanaan UNBK di hari ke tiga dan ke empat. Salah satu siswa SMAN 7 Bekasi, Sopyan Adi mengaku dirinya termasuk satu dari 120 anak yang terpaksa harus melakukan UNBK susulan pada 17 April mendatang. Hal ini karena server mengalami gangguan sehingga tidak memungkinkan untuk dilaksanakan pada hari yang sama. Menurut keterangannya, kendala terjadi pada salah satu lab sehingga menyebabkan siswa sesi 1, 2 dan 3 harus mengikuti ujian susulan. Kejadian serupa terulang pada pelaksanaan hari ke empat, yang menyebabkan 120 siswa tersebut baru bisa mengikuti ujian susulan sekitar pukul 15.30 WIB. “Hari ketiga dan keempat agak terganggu karena server mengalami gangguan, kami yang ada di lab 3 terpaksa harus susulan semua, termasuk sesi 1, 2 dan 3. Susulan sekitar tanggal 17 April. Satu kelas terdiri dari 39 sampai 40 siswa jadi total yang ikut susulan sekitar 120 siswa. “ ujarnya. Sementara itu Kepala Seksi (KASI) Pengawasan KCD Wilayah III Provinsi Jawa Barat Mawar, membenarkan adanya kejadian tersebut namun ia mengatakan belum menerima laporan terkait siswa yang harus mengikuti ujian susulan karena gangguan server dalam pelaksanaan UNBK tahun ini. “ itu dari pusatnya, mungkin gangguan dari pusat untuk server tertentu. Total 5 sekolah yang melapor mengalami gangguan server mayoritas di wilayah timur dan utara. Tidak ada yang laporan susulan gara-gara itu, ada juga yang Soal UNBK Dinilai Terlalu Sulit BEKASI TIMUR – Meskipun pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA dan SMK telah selesai, namun ujian yang dilaksanakan selama empat hari tersebut meninggalkan kesan yang beragam bagi seluruh siswa kelas 12. Sebagian siswa mengeluhkan soal UNBK hingga server yang dinilai belum sempurna. Salah satu siswa SMA Ananda Bekasi Giorgia Fransisca, mengeluhkan soal UNBK yang dinilai sangat sulit, dirinya sempat mendengar bahwa soal salah satu mata pelajaran diambil dari soal Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Siswa kelas 12 jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial ini mengungkapkan, masing-masing soal yang diujikan terdiri dari matematika dan peminatan 40 soal. Sedangkan bahasa indonesia dan bahasa inggris berisi 50 soal. “ Hari kedua katanya MTK diambil dari soal SBMPTN, kalo peminatannya ekonomi yang lumayan susah. Bahasa inggris sebagian soalnya TOEFL “ tegasnya. Sementara ditempat yang sama, Chryshella Jovanica dan Merry Kalventri menyayangkan beberapa point yang harus menjadi perhatian pemerintah khususnya pelaksana UNBK. Point-point tersebut di jelaskan secara terperinci oleh keduanya yakni soal UNBK yang mereka nilai diluar kapasitas siswa, selain itu juga mereka mengkritik server yang sering mengalami eror, serta pengawas yang dinilai oleh mereka kurang ketat sehingga menemukan foto soal yang sempat diupload oleh salah satu siswa kelas 12. “Paling soalnya 80 persen berbeda dari simulasi, server kalau bisa diperbaiki supaya tidak sering eror dan pengawas supaya lebih ketat karena masih ada siswa yang upload foto soal gak tau itu didaerah mana, “ ujar mereka bergantian. Menurut nya, penyebab soal diluar prediksi adanya salah CR38/RADAR BEKASI BERPRESTASI: Kepsek SLB bekasi Jaya, Suherman saat menunjukan penghargaan sebagai perancang gerakan literasi sekolah SLB. yang ia rancang terdiri dari gerakan harian, bulanan dan tahunan yang harus dijalankan oleh sekolah. Pada gerakan harian, Suherman merancang gerakan membaca selama 15 menit sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Kegiatan membaca tersebut dirancang oleh Suherman dengan konsep membaca buku non pelajaran seperti buku cerita atau sejarah. Kemudian gerakan harian tersebut dilanjutkan dengan gerakan bulanan, yakni dengan cara mereview termasuk laporan susulan karena sakit dan orang tuanya meninggal, “ ujarnya. Sementara itu, pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Kota Bekasi, dinilai belum maksimal. Hal ini karena terkendala pemenuhan perangkat komputer yang masih banyak ditemukan di tingkat SMA/SMK. Para siswa terpaksa masih harus ada yang menumpang ke sekolah lain untuk melaksanakan ujian tersebut. Meski begitu, sekolah swasta di Kota Bekasi diyakini lebih siap melaksanakan UNBK secara mandiri atau telah memiliki ketersediaan perangkat komputer di sekolahnya. “Secara keseluruhan, jika dilihat dari kesiapan pelaksanaan UNBK, sekolah swasta lebih siap ketimbang sekolah negeri,” ujar Sekretaris Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Bekasi, Ayung Sardi Dauli belum lama ini. Berdasarkan data, sambung Ayung, sebanyak 75 persen SMA sudah dapat mengelar UNBK secara mandiri. “Sisanya, masih menumpang di sekolah lain,” menalar dan menjelaskan kembali buku yang dibaca oleh masing-masing siswa secara bergantian. Setelah kegiata bulanan tersebut berjalan, maka perlu dilakukan evaluasi kinerja harian dan bulanan yang dicanangkannya dalam kegiatan tahunan. Konsep tersebut berhasil mengungguli konsep yang dirancang oleh kepala sekolah SLB se-Jawa Barat beberapa waktu. Sehingga menobatkan dirinya sebagai juara merancang gerakan literasi sekolah SLB se-Jawa Barat. tutur dia. Sementara itu, katanya, pelaksanaan UNBK tingkat SMA negeri dan swasta sudah mencapai 99 persen,”Namun, emang masih kekurangan komputer sehingga menumpang ke tempat lain,” imbuh Sekretaris Disdik Kota Bekasi, Inayatullah. Inay mengaku jika Kota Bekasi sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Pemprov Jawa Barat, untuk memperbanyak sarana komputer di tingkat SMA/ SMK. Namun, hasilnya tetap tidak maksimal dan dengan terpaksa masih ada siswa yang harus menumpang ujian di sekolah lain. Sedangkan, untuk pelaksanaan UNBK tingkat SMP negeri dan swasta sudah mencapi 75 persen dari 215 total jumlah SMP negeri dan swasta di Kota Bekasi. Pihaknya, kata dia, menganggarkan dana Rp37 miliar untuk pengadaan 5.020 unit komputer di jenjang SMP negeri dan swasta namun hingga kini, penyerapan dana tersebut tidak terealisasi. (cr38/kub/gob) CR38/RADAR BEKASI FOTO BERSAMA: Sejumlah siswa SMA Ananda Bekasi saat foto bersama. Mereka mengaku, sebagian soal UNBK dinilai sulit. satu siswa yang upload foto soal, sehingga menurut pengetahuan mereka, soal hari selanjutnya diganti. Sebab berita kebocoran soal beredar. ”Lebih mudah dan nyaman melalui media kertas paper, pasalnya pada UN berbasis komputer ini pusing dan ngantuk, karena layar monitor yang tidak boleh lepas dari pendangan,” tandasnya. Terpisah, Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menyoroti banyaknya masalah selama pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) SMA dan SMK. Menurut Wasekjen FSGI Satriwan Salim, pemerintah harus menyiapkan fasilitas pendukung, sarana, dan komputer secara maksimal jika ingin UNBK berjalan di seluruh sekolah. “Yang terjadi ortu dan guru kerepotan harus menyiapkan komputer atau laptop,” ujar Satriwan. ILUSTRASI: Siswa saat belajar komputer di dalam kelas. Ujian Nasional berbasis Komputer (UNBK) susulan akan dilaksanakan pada tanggal 17 dan 18 April. Menurut dia, pemerintah seharusnya tidak terlalu memaksakan UNBK di seluruh sekolah, terutama di daerah terluar, tertinggal, dan terdepan (3T). Sebab, fasilitas pendidikan di daerah 3T tidak selengkap kota besar. “Kalau fasilitas dan segala ma cam sarana di sekolah sudah dipenuhi, khususnya yang berbasis TIK, barulah dilaksanakan UNBK secara bertahap,” kata Satriwan. (cr38/esy/jpnn) Suherman melandasi rancangan konsep literasi nya dengan Undang-undang no.20 tahun 2003 tentang system pendidikan nasional, permendikbud no. 23 tahun 2015 dan uu no.43 tahun 2007 tentang perpustakaan. Pria Bandung ini menaruh perhatian kepada pendidikan Luar Biasa sejak berada dalam struktur kepengurusan Karang Taruna ditanah kelahirannya pada tahu 1987. Perhatiannya kepada sekolah luar biasa membuat ia konsentrasi dengan menempuh pendidikan Sekolah Guru Ppendidikan Luar Biasa dan meraih gelar diploma 3 serta melanjutkan kembali di Universitas Nusantara (UNINUS). Dia mengaku, menjadi kepala sekolah SLBN Bekasi Jaya sejak dirotasi awal tahun 2017, setelah sebelumnya menjadi kepala sekolah di salah satu SLBC di Kota Bandung. Meskipun Kota Bekasi bukan menjadi tempat kelahirannya, namun ia berkomitmen untuk membangun SLB di Kota Bekasi untuk lebih baik serta bercita-cita mendorong Peraturan Daerah yang menjamin ketersediaan lapangan kerja bagi lulusan SLB Di Kota Bekasi seperti yang sudah dilakukan dibeberapa daerah di Jawa Barat. (cr38)

TERUSAN 7 senin, 16 april 2018 operasi pecahnya pembuluh darah utama saya bulan lalu. Saya memang harus kontrol ke dia mengenai kelanjutan pengobatan saya. Kalau tidak ke Singapura itu mungkin tetap saja saya tidak tahu adanya tagihan yang spektakuler ini. Dokter Susan Lim, yang menagih pasiennya sampai segitu itu sudah dijatuhi sanksi. Tidak boleh praktek selama tiga tahun. Tambah denda SGD 10.000. Sanksi itu dijatuhkan oleh lembaga yang mengawasi dokter. Ia dianggap menagih pasiennya di luar kepantasan. Melanggar di 94 macam tindakan. Siapakah pasien dokter Susan tersebut? Dia memang pasien istimewa. Namanya Damit. Adik kandung istri Sultan Brunai, yang tergolong terkaya di dunia itu. Nama lengkapnya: Pangiran Anak Hajah Damit. Yang menderita kanker payudara. Kiri. Sejak tahun 2004. Dan akhirnya meninggal dunia tahun 2007. Kalau pun tidak meninggal mungkin soal tagihan ini tidak akan mencuat ke permukaan. Tapi karena si pasien meninggal, masih ada sisa tagihan yang masih harus dibayar. Berapa? Mulailah lembaga kerajaan yang bertugas melakukan pembayaran melihat t agihan itu. Lalu terpana. Luar biasa besarnya. Kalau dijumlah selama empat tahun itu mencapai SGD 24 juta. Sekitar Rp250 miliar. Dan pasiennya meninggal. Sekaya-kaya Sultan Brunai, tagihan tersebut membuatnya marah. Keterlaluan. Lalu mengeluhkannya ke pemerintah Singapura. Brunai memang sangat erat dengan Singapura. Tergolong luar biasa. Mata uang Brunai adalah satu-satunya mata uang di dunia yang dipeg ke dolar Singapura: satu dolar Singapura sama dengan satu ringgit Brunai. Kurs dolar Singapura naik, ikut naik. Turun, ikut turun. Yang menarik adalah dasar perhitungan dari mana angka tagihan SGD 24 juta itu. Ternyata begini: Dr Susan mengenakan fee kepada pasiennya itu Rp60 juta perhari. Tepatnya USD 40.000/ hari. Selama empat tahun. Ini karena dr Susan harus mengalokasikan perhatian dan waktunya sepenuhnya untuk pasiennya itu. Siap dipanggil kapan saja dan jam berapa saja. Siap pergi ke Brunai kapan saja untuk berapa lama saja. Tapi itu tetap saja dianggap keterlaluan. Profesional fee sebesar itu dianggap pelanggaran etika profesi kedokteran. Yang dianggap masih wajar adalah SGD 15.000/hari. Atau sekitar Rp20 juta/hari. Apalagi diketahui dr Susan ternyata masih tetap menangani pasien lainnya. Dan menerima pembayaran dari seminar yang dia berikan. Kalau pengundang itu membatalkan seminar dr Susan masih mengenakan canceling fee. Semua itu diketahui dari kesaksian dalam proses persidangan. (Siapa dokter Susan dan seberapa hebat dia? Ikuti terusan kisah ini besok). Belakangan dokter Susan sendiri menghadapi mahalnya tagihan dari profesi pengacara. Suami dokter Susan Lim, Deepak Sherma, mengadu ke instansi yang mengawasi pengacara. Selama proses hukum menghadapi pasien dari Brunai itu, dokter Susan menggunakan jasa pengacara. Suami dr Susan merasa pengacara itu berlebihan dalam menentukan tarif. Dr Susan ditagih USD 1 juta untuk jasa pengacara tersebut. Atau sekitar Rp10 miliar. Deepak Sharma, seorang pensiunan bank, lantas menggugat ke pengadilan tinggi Singapura. Pengadilan mengabulkan. Fee pengacara tersebut diturunkan menjadi SGD 370.000. Atau sekitar Rp4 miliar. Sang pengacara masih keberatan: mengapa yang menggugat Deepak Sharma, suaminya. Kok bukan dokter Susan sendiri. (dis/bersambung) Pos Radar Semarang. Raeni mengaku, kegigihannya dalam bidang akademis ternyata tidak selalu mulus. Bahkan ia harus melewati beberapa tahap hingga mendapat unconditional offer letter untuk melanjutkan studi S3. Ia mengaku sudah mendaftar ketika masih menjadi mahasiswa S2. “Sempat masuk list beasiswa dari sana, namun tidak mengover semua biaya,”ucapnya. Akhirnya, Raeni pun mencoba mendaftar dari beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan), tanpa disangka ia berhasil, dan pada 19 Januari lalu dinyatakan lulus beasiswa lanjutan Magister ke Doktoral Lembaga Pengelolaan dan Pendidikan Kementerian Ke uangan. “September tahun lalu sebenarnya bisa, namun saya minta ada penundaan, karena masih seleksi beasiswa. Akhirnya, tahun ini bisa be rangkat dan mulai kuliah 1 Ok tober mendatang,” paparnya. Mengenyam pendidikan setinggi-tingginya ternyata bukan hanya untuk membuat kedua orang tuanya bangga. Namun Raeni punya komitmen untuk mengabdi kepada bangsa Indonesia melalui jalur akademis, dan bisa berkontribusi lebih bagi Indonesia. “Saya lakukan demi Indonesia, apalagi saya sudah dibiayai negara sejak S1. Saya ingin mengabdi dan memberikan kontri busi,”tegasnya. Apa yang ia dapatkan ini memang tak lepas dari kayuhan becak Mugiono, ayah tercinta. Ya walaupun becak tersebut kini sudah tidak lagi dikayuh kaki renta Mugiono, yang kini menjadi penjaga malam di SMK Negeri 1 Kendal, namun Raeni akan berusaha menjaga becak itu tetap ada di rumah. “Becak itu tidak bakal dijual, becak yang punya banyak ke nangan. Ketika bapak mengayuhnya, itu luar biasa, bapak ‘mengantarkan’ saya ke Inggris dengan becaknya,”ujarnya. Jasa Mugiono dan Sujamah, kedua orang tua Raeni dianggap sangat besar untuk perjalanan hidupnya. Bulan Februari lalu, gadis manis ini memberikan hadiah kepada kedua orang tuanya untuk berangkat umrah ke Tanah Suci. Ia mengaku, tidak menyangka bisa melakukan perjalanan ibadah yang sangat didambakan itu bersama kedua orangtuanya. “Dulu sih iseng ikut arisan umrah di kalangan dosen UNNES, sempat terkendala juga, apalagi dulu hanya asisten dosen. Namun saya diizinkan ikut arisan tersebut oleh pengelolanya,” katanya. Ia mengaku tidak tahu kapan arisan dimulai, namun ketika di Inggris ia kaget setiap bulan tabungannya berkurang Rp 500 ribu. Setelah dicek ternyata dipotong untuk arisan umrah. “Pas nyiapin berkas untuk S3, dapat informasi kalau saya dapat arisan umrah,” ceritanya. Saat itu, mendekati hari Pahlawan, 10 November yang juga merupakan hari ulang tahun ayahnya. Tepat pukul 00.00, ayahnya yang sedang bekerja menjaga sekolah dite lepon. Saat itu, Raeni mengatakan kalau dirinya memberikan hadiah umrah buat ayahnya. “Pas jam 12 malam bapak saya telepon, beliau terharu,” ujarnya. Setelah itu, Raeni merasa ibunya yang berulang tahun 1 Desember juga harus dihadiahi umrah. Ia putar otak dan teringat dengan sisa tabungan di Inggris. Akhirnya, sang ibu pun didaftarkan untuk umrah besama ayahnya. “Saya akhirnya ikut mendampingi, karena kepikiran orang tua yang hanya berdua berangkat umrah, jadi saya buka tabungan dan reiumberse untuk perjalanan di Inggris yang saya cairkan. Alhamdulillah cukup,” kenangnya. (JPG) Prilly Latuconsina memutuskan menolak tawaran bermain sinetron untuk sementara waktu. Salah satu alasannya bersikap demikian lantaran urusan pendidikan. Menurutnya, jadwal syuting sinetron yang hampir setiap hari berpotensi mengganggu jadwal kuliahnya. “Kalau sinetron panjang (waktu nya), aku kuliahnya kapan? Pagi kuliah, trus ngurusin bisnis juga. Kalau sinetron nggak akan bisa kuliah. Aku juga pingin pen didikan dan karir seimbang,” kata Prilly Latuconsina di SCTV Tower, Jakarta Selatan, Rabu (14/3). Meski tidak bermain sinetron, bukan berarti cewek 21 tahun itu berhenti berkarir di industri hiburan. Untuk saat ini, dia mengaku memilih tawaran bermain film layar lebar. “Caranya di film dulu, yang syutingnya sudah tahu jangka waktunya sampai kapan, sebentar. Jadi pendidikan jalan, karir jalan. Kalau sinetron, karir doang yang jalan, pendidikan nggak jalan,” jelasnya. Prilly Latuconsina menjelaskan bahwa meski sebagai selebriti, dia tidak mau menyepelekan pendidikan. Oleh sebab itu, dia harus seimbang dalam membagi waktunya. “Sekarang aku harus mempertang gungjawabkan diri aku sebagai mahasiswi. Bertanggung jawab di karir, bertanggung jawab juga di kampus. Rezeki bisa dicari tergantung Allah yang ngasih,” tutupnya. (jpg) TERUSAN 7 JUMAT, 16 MARET 2018 General Manager/Penanggung Jawab: Andi Ahmadi. Pemimpin Redaksi: Zaenal Aripin. Redaktur Pelaksana: Bisman Pasaribu. Korlip: Irwan. Redaktur: Miftakhudin. . Sekretaris Redaksi: Dinar Maharani. Staf Redaksi: Andi Mardani, Antonio J. S. Bano, Eko Iskandar, Syahrul Ramadhan, Ahmad Pairudz, Dani Ibrahim, Karsim Putra Pratama. Komisaris: Hazairin Sitepu. Direktur: Hetty, Faturohman S Kanday. Ombudsman JPG: M.Choirul Shodiq, Rohman Budijanto. Fotografer: Arisanto, Raiza Septianto. Pracetak: Yudhi Handoko, Mahmud Amsori, Bambang Joko Prakoso, Tio Ardiansyah, M. Indra Negara. Desain Iklan: Denis Arfian. Editor: Muhammad Qithfi Rul Aziz. Teknologi Informasi: Beni Irawan, Alvin. Pemasaran/Sirkulasi: Asep Rachmat (Koordinator), Eti Cahyanih. Manager Iklan: Hafidz. Iklan: Flora Pangestika. Manager Keuangan: Imam Hidayat. Keuangan: Rizky Marcella, Niki Ayu Minofi, Linda Rose Iskandar. Alamat Redaksi dan Tata Usaha: Perkantoran Suncity Square, Jl M Hasibuan Blok A40-41, Bekasi. Telp. Redaksi: 021-88863639. Telp Iklan: 021-88863640 (FO & PEMASARAN): 021-88966203. Telp. Keuangan: 021-88863641, Faks: 021-88863641, 021-88863639. Telp: 021-88966203, 88863641. Bank: Bank CIMB Niaga Bekasi. No.Rek: 925-01- 00699-00-0 a.n PT BEKASI EKSPRES MEDIA. Diterbitkan oleh: PT Bekasi Ekspres Media. Percetakan: PT Bogor Media Grafika Jalan Siliwangi Kav 1 No 34 Komplek Puslitbang Intel Desa Ciujung, Kabupaten Bogor, Sentul Bogor. No.Telp: (0251) 8655 365. (isi diluar tanggung jawab percetakan). Wartawan Radar Bekasi selalu dibekali identitas dan tidak menerima uang atau barang berharga lainnya dari narasumber. Warna FC : Rp. 50.000,- Halaman 1 FC : Rp. 65.000,- Advertorial FC : Rp. 30.000,- Hitam Putih BW : Rp. 35.000,- Halaman 1 BW : Rp. 50.000,- Advetorial BW : Rp. 20.000,- Pengumunan BW : Rp. 30.000,- Iklan Baris : Rp. 15.000,- Siap Kuliah S3 di Inggris, Hadiahi Orang Tua Umrah perempuan yang memperlihatkan setengah badan yang bugil maupun seluruh badan. Tahun lalu, pernah juga terjadi hal yang serupa. Ini merupakan kedua kalinya Marinir AS berurusan dengan skandal foto bugil. “Setahun berlalu dan tidak banyak perubahan,” kata mantan tentara marinir AS, Erin Kirk Cuomo menanggapi peredaran foto itu seperti dilansir CBS News beberapa hari lalu. Cuomo eminta ada penindakan tegas dari Kementerian Pertahanan AS. Ia menyebut skandal ini adalah penebaran foto porno sebagai bentuk balas dendam. Foto-foto itu pertama kali menyebar dalam sebuah grup Facebook bernama Blame Marine United. Ada 400 anggota grup didalamnya. Grup tersebut ditutup karena adanya laporan dari Cuomo. Ia juga kecewa dengan kegagalan militer mengiden tifikasi dan menutup grup tersebut. “Kementerian Pertahanan terus memantau dan memeriksa aktivitas media sosial,” kata Juru Bicara Pentagon, Carla Gleason seperti dilansir The Cut, Minggu, (11/3). “Namun karena media sosial terus berkembang, tantangannya adalah terus waspada dan mengidentifikasi pelaku,” ujar Gleason. Pihak Dropbox angkat bicara dan mengaku telah menghapus konten tersebut. “Tautan tersebut telah dihapus dan dilarang, dan tidak dapat diedarkan lagi,” kata Juru Bicara Dropbox. (JPC) 267 Foto Bugil Tentara AS Tersebar Dikutip Bloomberg, sepanjang perdagangan, Rupiah terus melemah terhadap Dolar Amerika Serikat. Terparah, posisi Rupiah sempat ‘nangkring’ di level Rp 13.758 per USD pada pukul 11.15 WIB. “Pergerakan Rupiah upaya sejumlah pejabat dan lembaga terkait dari dalam negeri dalam menenangkan pasar diharapkan memberikan sentimen positif pada pasar,” kata Analis PT Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (15/3). Reza mengatakan, pergerakan rupiah mampu kembali menguat seiring respon positif terhadap pernyataan beberapa pejabat dalam negeri yang lebih menenangkan pasar. Seperti diketahui, BI menyampaikan belum adanya potensi level terdepresiasinya rupiah hingga Rp 15 ribu per USD seiring masih terjaganya fundamental ekonomi Indonesia yang terlihat dari sejumlah indikator ekonomi. “Selain itu, juga disampaikan gejolak Rupiah lebih dika renakan masalah psikologis dalam menanggapi potensi kenaikan suku bunga AS,” imbuhnya. Reza menambahkan, pergerakan USD yang kembali melemah seiring pemberitaan dipecatnya Menlu AS oleh Presiden Trump memberikan kesempatan bagi Rupiah untu melanjutkan kenaikannya. “Tetap cermati dan waspada jika terdapat potensi pemb alikan arah. Rupiah diestimasikan akan bergerak dengan kisaran pada kisaran batas bawah (support) 13.747 batas atas (resisten) 13.728,” tandasnya. (jpg) Nilai Tukar Rupiah Terus Melemah Menarif Mahal, Ditagih Mahal harus lebih siap juga. Kalau teknologi harus lebih mengejar,” tutur dia. Selain menyerahkan perso alan ini ke penegak hu kum, BRI secara internal sedang melakukan penguatan teknologinya. Sebab dalam kasus ini pelaku mengacak-acak sistem jaringan, hingga menyedot data. “Bagaimana dia bisa menyedot data, itu yang diamankan. Jadi IT itu pertahanan utama kami,” tambahnya. Sebelumnya, BRI telah mengganti kerugian Rp 33 nasabahnya dengan jumlah total sekitar Rp 145 juta. Rata-rata nasabah kehilangan uang sekitar Rp 200 ribu, Rp 300 ribu, dan ada juga yang sekitar Rp 1 juta. Kehilangan yang dialami itu angkanya tidak bulat.(jpnn) Otak Pelaku Pembobol BRI di Luar Negeri kesal dengan Sanjaya. Ia menceritakan, baru pertama kali nongkrong bersama temannya sesama pengamen di kolong flyover KH Noer Alie. Saat disana, salah satu temannya bercerita kesal dengan korban. Korban kerap mengusir para pengamen yang biasa mengamen di lokasi. Karena dalam pengaruh ginseng yang dikonsumsinya, BS yang diajak temannya langsung mendatangi korban. Tanpa banyak bicara, langsung memukul kepala korban menggunakan ukulele. “Saya mabuk minum ginseng, saya diajak temen saya, kita tiga orang,” katanya di Polrestro Bekasi Kota, Kamis (15/3). Setelah memukul, ia bersama dengan kedua temannya kabur. Sempat terjadi aksi saling kejar antara dia bersama dengan personil Dishub Kota Bekasi rekan korban. Alhasil ia ditangkap dan dua orang temannya lolos dari pengejaran. Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP Wijonarko mengatakan, setelah mendapat hantaman dari ukulele pelaku, korban dibawa ke RSUD Kota Bekasi untuk penanganan. Akibat perbuatannya, BS disangkakan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dimuka umum. “Ia terancam hukuman 5 tahun penjara,” tuturnya. (neo) Mabuk Ginseng, Dishub Dianiaya Seorang perempuan peng guna mobil pribadi, mengaku sengaja berangkat pagi. “Sengaja berangkat lebih pagi, agar tidak terkena ganjil genap,” kata perempuan yang menggunakan mobil jenis Toyota Avanza, Kamis (15/3). Pegawai peme rintahan di Jakarta juga sama. Ia nebeng kendaraan temannya yang bernopol genap. “Biasanya jalan jam 05.30, tadi jam 05.00 sudah berangkat dari rumah,” katanya. Pengemudi kendaraan sedan bernopol B 418 WBA mengatakan, kebijakan ganjil genap harus dievaluasi lagi. Sebab, pengaruh kemacetan dari kendaraan pribadi yang masuk dari Bekasi Timur maupun Bekasi Barat cukup sedikit. “Paling berpengaruh terhadap kemacetan itu sebetulnya truk,” ungkapnya. Terpisah, Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Kyatmaja Lookman mengatakan, paket kebijakan yang dikeluarkan pemerintah juga memberikan dampak pada kendaraan sumbu III sampai V. “Kami harus mulai jam 3 pagi agar sampai tujuan sebelum jam 6,” katanya. Humas Jasa Marga cabang Jakarta Cikampek, Irwansyah mengatakan, perubahan jumlah kendaraan sebelum dan sesudah diberlakukannya kebijakan tersebut, memang tidak begitu signifikan. Terkait dengan kemacetan pada hari keempat, memang benar terjadi. Hal itu membuat kecepatan kendaraan berkurang menjadi sekitar 40 kilometer/jam. Ia menduga kemacetan itu dampak penyempitan jalan tol di Cibitung dan Cikampek sehingga menyebabkan penumpukan di sekitar Bekasi pada jam tersebut. “Lalin di kita tersendat juga. Kecepatan di dalam tol berkurang juga kemudian tol dalam kota padat juga,” tutupnya. Ia menambahkan, pada hari keempat diberlakukannya paket kebijakan tersebut, jumlah kendaraan yang melintas pukul 04.00- 05.00 ada sebanyak 201 dan pukul 05.00-06.00 ada 934 kendaraan di gerbang tol Bekasi Barat I. Jika dibandingkan lalu lintas kendaraan normal waktu yang sama, Kamis (8/3), ada peningkatan karena ada 226 kendaraan yang melintas. “Dan, pada pukul 05.00 – 06.00 WIB ada sebanyak 1008 kendaraan,” tutupnya. Kendati demikian, kata dia, perubahan lalu lintas kendaraan pada waktu tersebut tidak signifikan.(neo) Tol Japek Padat Lebih Pagi Mereka berdua menyambangi beberapa lokasi. Diantaranya RS Awal Bross dan Mal Pelayanan Publik. Di RS Awal Bross, Dedi didampingi Pepen melihat pasien yang menggunakan Kartu Sehat. Cawagub Jawa Barat nomor urut empat itu mengatakan, dirinya biasa berkeliling di daerah lain dan menemukan warga yang sakit namun tidak mendapat pelayanan kesehatan yang baik. Beberapa diantaranya tidak terdaftar dalam BPJS dan tidak mendapat jaminan kesehatan dari Pemerintah Daerah untuk mendapat pengobatan gratis. Dedi mengatakan, kesehatan warga perlu dijamin oleh Pemerintah Kota Kabupaten dan Pemerintah Provinsi dalam bentuk bekerja sama dengan Dedi Mulyadi Adopsi Kartu Sehat Bekasi rumah sakit negeri dan swasta untuk memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat. “Salah satu bentuknya, diantaranya yang sudah berjalan di Kota Bekasi dalam bentuknya kartu sehat bagi warga Kota Bekasi baik kaya atau pun miskin, asal punya kartu itu bisa berobat gratis. Tidak ada batas limit barus berapa dia bisa berobat, sehingga penyakit apapun bisa dicover,” katanya saat mengunjungi RS Awal Bros kemarin. Ia mengatakan, pihaknya berencana untuk menggagas hal itu di daerah – daerah lain. Untuk daerah yang kekuatan APBD masih minim, dapat bekerja sama dengan Pemprov. Disinggung apakah dengan demikian ia hendak mengadopsi program kartu sehat yang sudah digarap Pepen pada periode sebelumnya, Dedi mengungkapkan tidak menutup kemungkinan karena di Purwakarta juga sudah berjalan. “Ya salah satunya disini yang sudah berjalan, termasuk juga di Purwakarta juga sudah berjalan. Cuma kan bedanya kalau di Kota Bekasi memiliki kecukupan uang yang cukup karena pendapatan daerahnya sangat tinggi,” ucapnya. Calon Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengatakan, Kota Bekasi merupakan pemberi subsidi Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (PKB-BBNKB) sebesar Rp1,8 Triliun. (neo) JAKARTA- Irjen Mochammad Iriawan melepas jabatannya sebagai Asisten Operasi (Asops). Polisi yang beken disapa dengan panggilan Iwan Bule itu termasuk dalam perwira Korps Bhayangkara yang mengikuti serah terima jabatan di Rupatama Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (15/3). Iriawan yang sempat dikabarkan bakal menjadi penjabat (Pj) gubernur Jawa Barat, kini memperoleh promosi. Dia menjadi Sekretaris Utama (Sestama) Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) yang merupakan jabatan bagi perwira berpangkat letnan jenderal ataupun komisaris jenderal. Hal ini juga sesuai janji Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang akan menghadiahkan bintang tiga.Sebelum menjadi Asops Kapolri, Iwan Bulemenjabat Kapolda Metro Jaya. Dalam sertijab kali ini Tito juga melantik Brigjen Andap Budhi Revianto sebagai Kapolda Maluku. Posisi Kapolda Maluku sebelumnya ditempati Irjen Deden Juhara. Selain itu, Tito juga melantik Brigjen Iriyanto sebagai Kapolda Sulawesi Utara. Sebelumnya, posisi Kapolda Sulut ditempati Brigjen Andap Budhi. Brigjen Iriyanto sebelumnya merupakan Kapolda Kalimantan Utara. Posisinya di Kapolda Kalteng akan diisi oleh oleh Brigjen Indrajit yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolda Jawa Tengah. Indrajit sebagal lulusan Akpol 1986 menjadi kapolda pertama di provinsi hasil pemekaran Kalimantan Timur itu. Menurut Tito, setiap anggota Polri harus siap ditempatkan di mana saja. “Termasuk di Kaltara seba gai provinsi baru,” ujar Tito.(mg1/jpnn) RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI TUKAR PIKIRAN: Cawagub Dedi Mulyadi saat diskusi bersama warga di Kota Bekasi kemarin. Tolak Main Sinetron Iwan Bule jadi Sestama Lemhanas maksud kedatangannya ke rumah orang nomor satu di Kabupaten Bandung Barat tersebut. Kepada sang bupati, kedua tamu dari Tim Satgas Penindakan langsung menyodorkan surat penangkapan terhadap pria kelahiran, Cimahi, Jabar 65 tahun tersebut. Mendapat surat tersebut, Abu pun kaget bukan kepalang. Wajahnya pucat pasi. Dia pun langsung memohon kepada petugas lembaga antirasuah agar tak membawa dirinya bersama beberapa anak buahnya sore itu. Abu beralasan jika dirinya tengah sakit kanker dan besok hari (Rabu 11 April 2018) akan melakukan kemoterapi. Agar tak dibawa ke KPK sore itu, Abu memelas, dan berjanji akan datang sendiri ke lembaga antirasuah keesokan harinya setelah menjalani pengobatan. Sementara itu, mendapat kabar tersebut, akhirnya Tim KPK berunding dengan koleganya dan atasannya di markas KPK di Jakarta. Setelah bermusyawarah, tim memutuskan untuk memberi tenggat waktu kepada Abu untuk menjalani pengobatan, dengan catatan Abu harus menulis surat pernyataan bersedia datang ke KPK esok hari. Petugas KPK hanya memeriksa Abu sebagai bagian dari penyelidikan guna dicocokkan keterangannya dengan calon tersangka lain. “Atas dasar kemanusiaan, tim melakukan pemeriksaan di rumah bupati dan melakukan koordinasi lanjutan dengan dokter bupati. Untuk kepentingan penyelidikan, tim meminta dia membuat surat per nyataan untuk datang ke Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi setelah kemoterapi di Bandung,” terang Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, dalam konferensi pers di kantornya, Rabu (11/4) malam. Kendati demikian, KPK tak melepas Abu begitu saja. Setelah beberapa kolega Abu digelandang dan dilakukan pemerik saan intensif, penyidik telah menemukan bukti per mu laaan yang cukup terkait perbuatan korupsi yang dilakukan Abu. Guna mem pertang gung jawabkan perbuatannya, penyidik pun menetapkan Abu sebagai tersangka. Selain Abu, penyidik juga menetapkan beberapa pihak lain sebagai tersangka. Mereka antara lain Weti Lembanawati (Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bandung Barat), Adiyoto (Kepala Badan perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bandung Barat), dan Asep Hikayat, (Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Bandung Barat) sebagai tersangka. “Setelah melakukan pemeriksaan 1x24 jam dilanjutkan dengan gelar perkara, disimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi me nerima hadiah atau janji oleh Bupati Bandung Barat,” terang Saut Situmorang. Abu kata Saut, diduga menerima duit senilai total Rp435 juta dari sejumlah Kepala Dinas terkait pencalonan istrinya, Elin Suharliah sebagai Bupati Bandung Barat periode 2018-2023. “Diduga Bupati Bandung Barat meminta uang ke sejumlah kepala dinas untuk kepentingan pencalonan istrinya, Elin Suharliah sebagai Bupati Bandung Barat periode 2018- 2023,” papar Saut. Atas perbuatannya, sebagai pihak pemberi Asep Hikayat disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atas Pasal 13 UU No.31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No.20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHpidana. Sementara sebagai pihak penerima Abu Bakar, Weti Lem banawati, Adiyoto disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atas Pasal 11 UU No.31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No.20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHpidana. Sementara itu, tak lama berselang Saut mengumumkan penetapan tersangka terhadap Abu dan sejumlah pejabat teras di Pemkab Bandung Barat, suami Elin Suharliah ini akhirnya datang memenuhi janjinya untuk menghadap Tim KPK. Kala itu, wajahnya kuyu dan terlihat lelah. Dengan memegang tongkat di tangan kanannya, langkah kakinya berjalan lambat menuju lobi utama gedung Merah Putih KPK Rabu (11/4), sekitar pukul 22:40 WIB. Saat hendak masuk ke ruang tunggu pemeriksaan gedung lembaga antirasuah, tak ada kata yang terucap dari mulut Abu kendati dicecar bertubi-tubi dengan beragam perta nyaan oleh awak media yang sudah menungguinya sedari pagi. Hal ini sangat kontras dengan sikap Abu sebelumnya, saat mengadakan konferensi pers usai sempat diamankan Tim Satgas Penindakan KPK, di ke diamannya Selasa (10/4) sore. Dalam konferensi pers usai memohon kepada tim OTT agar tidak dibawa ke markas KPK di Jakarta, dengan alasan sakit kanker dan akan menjalani kemoterapi keeso kan harinya (Rabu 11/4), Abu masih bisa tersenyum dan sesumbar mengatakan kepada awak media jika dirinya tidak ditangkap tim OTT KPK. “Intinya para petugas itu meminta keterangan klarifikasi bahwa banyak isu yang masuk ke KPK. Dari mulai bupati sakit, kemudian saat ini bupati sebagai tim sukses melakukan penggalangan dana. (Isunya) Saya memerintahkan kepada kepala dinas untuk keperluan saya berobat maupun dalam konteks ibu dalam proses pencalonan,” tutur Abu Bakar. “Jadi (KPK) hanya meminta klarifikasi dan keterangan tentang kepala SKPD melakukan galang dana. Nggak ada penyebutan korupsi karena kalau korupsi ada unsur kerugian negara,” imbuhnya dengan percaya diri. Kini, usai ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani pemeriksaan intensif selama hampir sembilan jam lamanya, mantan Sekda Kota Bandung tersebut resmi menjadi ‘Pasien KPK’. Dia pun harus menginap di ‘Hotel Prodeo’ untuk mempertanggungjawabkan perbuatan yang telah dilakukannya. “Alhamdulillah sehat, sebagai warga negara yang baik saya jalani saja proses hukum,” ucapnya singkat ketika akan dibawa ke Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur. Kini, segala harta dan tahta yang dimilikinya selama dua periode menjabat sebagai kepala daerah seolah hilang sekejap mata. Dia pun terpaksa harus meninggalkan kasur empuk yang biasa ditidurnya bersama istri tercinta, berganti kasur tipis warisan dari para penghuni pasien KPK sebelumnya. (ipp/JPC) edisi 2 April 2018). Khususnya bagaimana menggunakannya. Termasuk dari tokoh seperti Yusril Ihza Mahendra. Ketua Umum Partai Bulan Bintang. Yang nyaris tidak bisa ikut Pemilu. Kalah dengan partai baru. Tanpa dana. Tanpa tokoh nasional. Tentu tidak mudah bagi saya untuk menjawabnya. Apalagi kalau sudah soal algoritma. Saat lagi cari cara untuk menjawabnya, teman Amerika saya mengirim WA. Saya pikir itu lelucon biasa. Ternyata …. ups! Itu bisa saya kutip untuk menjawab pertanyaan pembaca. Itulah sebagian praktik penggunaan big data. Tentu dalam bentuk humor. Saya kutipkan saja lelucon itu. Untuk Anda. Tentu setelah saya tukangi sendiri agar sesuai dengan kondisi lokal kita. – Hallo…ini Gojex? + Bukan… ini Gofoog. – Oh maaf salah sambung. + Anda tidak salah sambung. Gojex dan Gofoog itu satu grup. Data kami bisa saling tukar. – Kalau begitu bisa belikan pecel Madiun di warung bu Wenny? + Menurut data kami dalam seminggu ini Anda sudah empat kali beli pecel. – Apa salahnya? Itu kan hak saya. Itu kegemaran saya. + Tapi menurut catatan kami asam urat Anda lagi naik. Perlu mengurangi makan sayur kacang panjang. – Saya tidak punya asam urat. Ngawur saja. Saya ini rajin olahraga. + Menurut catatan kami Anda sudah enam bulan tidak olahraga. Kamera yang dipasang di sekitar rumah Anda tidak menunjukkan Anda pernah keluar rumah dengan sepatu olahraga. – Trus sebaiknya saya pesan makanan apa? + Ini lagi ada promo buntil daun pepaya. Harganya cuma Rp 10.000. Pas dengan saldo uang Anda di bank. – Hah? Anda tahu saldo uang saya di bank? Ini sudah keterlaluan. Melanggar privacy. Melanggar hak-hak asasi manusia. + Data kami menunjukkan kartu kredit Anda baru saja ditolak. Saat Anda belanja lipstik Channel. Saldonya tidak cukup. – (Dalam hati) Upsssss…. jangan-jangan istri saya juga tahu…cilaka! + Bagaimana? kok diam? Jadi pesan buntil atau tidak? – Ya… sudah..saya pesan buntil daun pepaya. Satu. Tapi soal lipstik tadi jangan sampai bocor ya…. + Dikirim ke mana? Soalnya menurut data kami rumah Anda lagi disegel bank. – (Dalam hati: Huhhh…. ini sudah benar-benar telanjang. Kurang ajar. Tapi apa boleh buat) … Hemmm…. kirim ke alamat ini (sambil men dektekan alamat baru). + Menurut data kami alamat itu kantor sementara partai Gorengan. Yang baru sekali ini lolos ferifikasi KPU. – Iya… saya lagi jadi tim sukses untuk Pilkada di partai itu. + Tapi menurut data kami penduduk sekitar kantor Anda bukan pendukung calon dari partai Anda. Selamat menikmati buntil daun pepaya…. Selamat bekerja keras. (dis) Pemilu Big Data Dalam Humor calon wali kota Bekasi Rahmat Effendi di Rumah Makan Simpang Raya, Jl. Jendral Sudirman, Kayuringin, Bekasi Selatan, Minggu (15/4). Bang Pepen, hadir sebagai tamu undangan khusus Imam al Muslimin KH. Yakshalah Mansyur Masjid Baitul Muttaqin. Dalam diskusi itu, Bang Pe pen tidak sendiri. Ikut hadir dalam pertemuan tersebut, Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Bekasi Heri Budisusetyo dan pengurus partai Golkar lainnya, Tb Hendra Suherman. Heri Budisusetyo mengatakan Dubes Palestina Zuhair Alshun memuji keberhasilan yang dicapai Rahmat Effendi dalam memimpin Kota Bekasi pada saat menjabat wali kota Bekasi. “Ini jelas terlihat Bekasi sebagai kota yang sangat plural dan heterogen yang didalam nya diisi dengan berbagai umat ber a gama, tapi tetap hidup har monis berdampingan dan rukun dalam kedamaian,” ujarnya menyampaikan pujian yang disampaikan dubes Palestina. “Dubes Palestina juga mengatakan meskipun di saat isu-isu secara global yang sedang terjadi, yakni kerukunan antar umat yang sedang tidak baik. Berbeda halnya di Kota Bekasi yang begitu aman dan damai, ukhuwah Islamiyah begitu hidup serta berkembang dalam suasana rukun dan damai,” paparnya. Melihat semua itu, Heri menyebutkan Dubes Palestina ingin bekerja sama membuat Sister City yang mempunyai ikatan persaudaraan antara kota yang sudah disepakati antar Kota Bekasi dan kota-kota yang ada di negara Palestina. “Dubes tadi juga menyampaikan pujian terhadap Rahmat Effendi yang sangat cakap dalam hal memimpin daerah dengan jumlah banyak suku dan agama yang tinggal di wilayah yang dipimpin pada saat itu. Rahmat Effendi tidak hanya berbicara kerukunan umat beragama serta perdamaian di tingkat lokal, tetapi sudah berbicara pada tatanan dunia global,” pungkas Heri. Rahmat Effendi mengatakan warga di wilayahnya semakin heterogen, sehingga masyarakat diimbau untuk mengedepankan sikap toleransi. “Komposisi warga semakin beragam, ditambah dengan perbedaan dalam hal kepercayaan, sikap toleran atas berbagai perbedaan itu yang semestinya dikedepankan,” kata pria yang akrab disapa Bang Pepen. Ia mengatakan, warga Bekasi sudah seharusnya hidup harmonis sesuai visi kota itu yang berkorelasi dengan nilainilai religiusitas. “Antar warga yang memiliki perbedaan latar belakang juga kepercayaan, kita harus hidup harmonis. sebagai muslim saya ingin menciptakan keharmonisan di Kota Bekasi,” tegasnya. (sar) Sekum Golkar: Palestina Ingin Bang Pepen Bangun Sister City Sempat Mengiba Jangan Ditangkap Mau Berobat hari ini anaknya akan kembali sekolah, Senin (16/4). Terpisah, Ketua RW setempat, MS menyatakan, sudah dua kali mediasi antara warga dan orang tua korban. Yang per tama usai AJ dan HL tertangkap warga. Namun, MN dilaporkan ke polisi hingga diamankan pada Jumat (13/3). Selanjutnya, setelah MN dilaporkan dilakukan kembali mediasi kedua. “Permasalahan itu sebetulnya sudah saling minta maaf, tapi tidak ada (kese pakatan) hitam di atas putih,” ucapnya. Tindakan ketiga bocah tanggung itu terekam CCTV di masjid setempat. RZ dan AJ terlihat duduk di mulut gang sempit sembari me nunggu HL yang diketahui sedang mengambil jaket. Kemudian, HL keluar dan berlari sehingga AJ ikut berlari bersama HL dan RZ ke arah berlawanan. Mereka ditangkap warga dan ditelanjangi serta dibawa ke rumah orang tuanya. Setelah itu dikembalikan ke warga dan diselesaikan. (neo) Hansip Alim Polisikan Pencuri Jaket Erna Ruswing Andari mengatakan, polisi menunggu masyarakat datang untuk mengambilnya. “Kalau pemilikmya datang kita bisa tanyakan apakah kendaraan dia hilang,” kata Erna. Ia menjelaskan, pengambilan kendaraan dilakukan setiap hari dari pukul 08.00-17.00 WIB. Masyarakat hanya perlu datang dan menunjukkan surat-surat bukti kepemilikan kendaraan. Tanpa dipungut biaya, motor bisa dibawa pulang. “Kendaraan tersebut sah ya, jadi harapan kepada masya rakat yang merasa kehilangan kenda ran nya bisa langsung mengambil kendarannya tersebut de ngan membawa bukti-bukti yaitu STNK, BPKB dan KTP,” tutup Erna. Dari 81 unit sepeda motor itu, sebanyak 44 unit merupakan hasil operasi Cipkon Polres Metro Bekasi Kota. Sisanya dari jajaran Polsek. Medansatria 6 unit, Bekasi Utara 1 unit, Bantargebang 1 unit, Jatiasih 9 unit, Pondokgede 9 unit, Bekasi Utara 7 unit dan Bekasi Selatan 4 unit. (neo) 81 Motor Tak Bertuan, Silakan Ambil di Polres Kasus penipuan tiga narapidana (napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II Jelekong, Bandung bermodus asmara untuk video bugil membuka tabir bahwa lapas dikelola dengan profesional bak lembaga perusahaan untuk menipu dan mengeruk uang kejahatan. Tidak tanggung-tanggung, satu orang napi dalam satu bu lan bisa mendapatkan Rp25 juta dari penipuan terhadap para korban. Padahal, jumlah napi di Lapas Jelengkong ini mencapai sekitar 1.290 orang. Diperkirakan, 1.000 napi di an ta ranya juga melakukan penipuan yang sama dengan tiga tersangka, yakni Iqbar Destevantio alias Mencos (25), Jamjam Nurjaman alias Ijam (30), dan Febri Andriana alias Ape (29). Kanit PPA Polrestabes Bandung Ipda Dhenia Istika Dewi menuturkan, ada empat blok di penjara Jelengkong. Setiap blok itu ada 16 kamar yang dihuni sekitar 13 hingga 15 orang tiap kamar. Dalam setiap kamar itu, 8 hingga 10 napi melakukan kegiatan yang sama. ’’Mereka menjadi penipu dengan modus merayu perempuan, lewat sosial media,’’ tuturnya. Caranya, setiap napi ini memiliki dua gawai. Sa tu gawai untuk chat via me dia sosial dan WhatsApp. Setelah hubungan lebih dalam, ikatan emosional terjalin, napi ini meminta untuk video call bugil. ’’Nah, gawai kedua ini digunakan untuk merekam secara manual, layar gawai pertama yang sedang video call ditembak kamera gawai kedua,’’ tuturnya. Setelah terekam itulah, napi ini memiliki senjata untuk memeras para korbannya. Dia menuturkan, dari modusnya memang tampak memanfaatkan perasaan lembut seorang perempuan. ’’Meskipun rasa iba juga kerap dimunculkan pada napi ini,’’ jelasnya. Bagaimana caranya napi ini bisa meyakinkan para korban untuk membuat video bugil? Salah seorang napi yang ditemui Jawa Pos berinisial GL menceritakan bagaimana rayuan tingkat tingginya bisa membuat para perempuan klepek-klepek dan terjerembap dalam jeratan video tanpa busana. ’’Saya baru beberapa bulan di Lapas Jelengkong, saya pindahan lapas lainnya,’’ ujarnya. Saat awal pindah ke Jelengkong, dirinya dipaksa oleh ke pala kamar Ijam untuk melakukan penipuan merayu para perempuan. Dirinya dibekali dua gawai oleh Ijam untuk menipu. ’’Tapi, gawai ini hanya alat, saya diajarinya cara mengum pulkan data identitas untuk menipu. Ini yang paling penting, identitas, sistem kerja, dan perusahaan harus sinkron,’’ tutur lelaki berusia 25 tahun tersebut. Jadi, sebenarnya para napi itu sudah memiliki bank data profil lelaki pancingan yang ganteng dan benar-benar bekerja yang sifatnya jauh. Seperti, tambang, pelayaran, dan sebagainya. ’’Itu data asli bukan data rekaan. Tapi, saya enggak mau sama fotonya dan identitasnya, saya cari yang beda,’’ jelas GL sembari tersenyum. Dia menuturkan, untuk mendapatkan data profil lelaki pancingan itu, kepala kamar mengajari agar masuk komunitas di internet. Ada sekitar 20 komunitas yang diikuti, di antaranya Pelaut Indonesia, komunitas maritim dan komunitas scammers. ’’Dari komunitas ini, saya dapat puluhan akun lelaki pancingan, seperti akun Deddy Darmawan dan Yogi Fernandes, keduanya benar-benar kerja di pelayaran,’’ tuturnya. Hampir semua data dari keduanya didapatkan, dari KTP, KK, kartu karyawan, foto, dan yang paling penting video agar membuat hati perempuan meleleh. Bagaimana caranya? Napi yang divonis lebih dari 10 tahun itu lantas tersenyum. Dia menyebutkan, dirinya meng gunakan akun perem puan untuk bisa mendapatkan data itu. ’’Saya pakai foto dan identitas korban cantik nama nya Rania yang saya peras untuk merayu mereka. Saya chat via FB dan WA,’’ kata GL. Untuk bisa membuat keduanya memberikan KTP, Rania palsu ini menuduh Yogi dan Deddy akun palsu. Maka, untuk membuktikannya, Rania palsu meminta KTP dan KK. ’’Saya juga kirim KTP dan KK, tapi ya punya Rania itu,’’ ujar nya sembari terkekeh. Dari komunitas itu pula, GL bisa mempelajari sistem kerja di pelayaran. Hal itu ditujukan untuk memperkaya naskah cerita babak demi babak dalam merayu perempuan dan akhirnya jatuh dalam jebakan video bugil. ’’Ya, saya diajari agar se mua profil dan alasan itu sama dengan yang sebenarnya,’’ ujarnya. Setelah mendapatkan data identitas lelaki pancingan itu, dibuatlah akun media sosial menggunakan nama itu untuk memacari korban perempuan. ’’Caranya juga sama antara mendekati lelaki dan perempuan, saya mendekatinya berhari-hari,’’ tuturnya. Menurutnya, di kamarnya yang diisi 13 orang itu, 10 orang di antaranya melakukan hal yang sama. Bekerja dengan me nipu perempuan-perem puan di dunia maya. ’’Hasil penipuan saya seminggu bisa mencapai Rp30 juta,’’ ujarnya. Jumlah itu merupakan ratarata hasil penipuan satu napi. Namun, pernah ada rekor pendapatan napi yang sampai saat ini belum terpecahkan, yakni salah satu napi yang sudah bebas berinisial R dalam seminggu mampu untuk mendapatkan Rp250 juta. ’’Itu rekor dia, yang jadi pembi caraan warga lapas,’’ jelasnya. Namun, kendati hasil penipuannya besar, ternyata para napi ini hanya mendapat bagian Rp800 ribu setiap minggu. Menurut napi lain sekaligus saksi berinisial A, penghasilan Rp30 juta tiap napi itu sebagian besar dibagi antara kepala kamar, kepala blok, dan diduga TYI melaju dari arah utara ke selatan. Kendaraan itu dikemudikan Nuridin Ankoen seorang diri. Alhasil, tabrakan kedua kendaraan tersebut tidak bisa dihindari. Kedua kendaraan itu rusak dan pengemudi truk tangki meninggal dunia di lokasi kejadian. “Penum pang truk mengalami luka-luka dan pengemudi kendaraan Suzuki mengalami luka-luka,” kata Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Komisaris Erna Ruswing Andari. Jenazah korban diamankan pihak kepolisian. Sementara, kedua korban lainnya luka-luka dirawat di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Bekasi Barat untuk penanganan medis. (neo) Truk Tangki vs Ertiga, Satu Tewas Lapas Berkelas Perusahaan juga diterima sipir. ’’Kalau ditotal semuanya, seminggu bisa sampai Rp1 miliar pendapatan menipu ini. Ya, saya hanya bisa mene rima yang penting di kamar bisa tenang, tidak diganggu dan tidak dipukuli,’’ ujarnya. Menurutnya, hal itu karena sipir yang berperan membawakan gawai agar masuk ke lapas. Semua gawai yang ada di penjara itu, sipir yang memasukkannya. ’’Tidak mungkin napi,’’ paparnya terlihat tenang. Sebagai napi bawahan, dia mengaku sering dipukuli karena gagal mendapatkan uang penipuan. Terutama, awal-awal menjalankan aksi. ’’Saya seminggu pertama dan kedua tidak dapat uang sama sekali, lalu saya dipukuli sama kepala kamar,’’ paparnya. Bahkan yang paling terlihat perlente di Lapas Jelengkong, menurutnya adalah kepala blok dan kepala kamar. Mereka paling banyak mendapatkan fasilitas tertentu dari sipir. ’’Ya, uangnya mereka yang bawa,’’ tuturnya. (jpk/jpg/JPC)

Sriwijaya Magazine April 2018
Edisi Maret - April Tahun 2009 per HAL - Elsam
Sriwijaya Magazine April 2017
Kembara PLUS online edisi April 2014
Destinasi Indonesia Edisi 12
Edisi Mei -Juni Tahun 2008 per HAL - Elsam
TRINIL Edisi 2 / 2016
20150209_MajalahDetik_167
Edisi II / Maret 2016
TPLUS Edisi 66
Asasi Maret - April 2012.cdr - Elsam
Sriwijaya Magazine Maret 2017
FREE