MASTER 2

brianherbiansyah

02 Majalah Barakah / Edisi Oktober-November 2018


SAPA

Memerangi

Amarah

H. Isro Umarghani, SIP., M.M.

Ketua Pengurus Yayasan BMBU

Salah satu hadits Rasulullah terkait dengan

amarah adalah “Jangan marah bagimu

surga”(HR Thabrani). Oleh karena itu salah

satu karakter dan sifat penghuni surga ketika

dia di dunia adalah dapat menahan amarah.

Jika kita dapat menahan amarah dengan ikhlas

karena Allah, maka imbalan untuk kita adalah

surga. Sungguh imbalan yang sangat indah dan

tak ternilai harganya.

Di dalam surat Ali Imran ayat 133 dan

ayat 134, Allah memuji orang yang menahan

amarah sebagai orang yang bertakwa. Allah

juga memberikan penghargaan yang sangat

tinggi kepada orang yang menahan marah,

yaitu berupa surga yang abadi. Allah Ta’ala

berfirman, “Dan bersegeralah kamu kepada

ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang

luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan

untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu)

orang-orang yang menafkahkan (hartanya),

baik di waktu lapang maupun sempit, dan

orang-orang yang menahan amarahnya dan

memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai

orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali

Imran: 133-134).

Syaikh Abdul Aziz as-Sadhan pada salah

satu tweet beliau, memberikan beberapa tips

dan cara mengatasi marah menurut Islam yaitu:

1.Mengucapkan ta’awwudz (a-‘uudzu bil-laahi

minasy syaithoo-nirrojiim)

2.Diam, sebagaimana hadits Rasulullah saw

“Jika kalian marah, diamlah.” (HR. Ahmad dan

Syuaib),

3.Duduk (jika marahnya sambil berdiri),

4.Berbaring (jika marahnya sambil duduk),

5.Berwudhu, “Sesungguhnya marah itu berasal

dari setan dan setan itu diciptakan dari api.

Api dapat dipadamkan dengan air. (Oleh karena

itu) Apabila salah seorang diantara kalian marah,

hendaknya dia berwudhu.” (HR. Abu Daud )

6.Sholat sunnah dua rakaat, “Tidaklah

seseorang berwudhu dan menyempurnakan

wudhunya, lalu dia sholat dua rakaat dengan

sepenuh hati melainkan sangat pantas baginya

untuk mendapatkan surga.” (HR. Muslim)

7.Mengingat-ingat betapa besarnya pahala

menahan marah, “Barang siapa yang menahan

amarahnya padahal sebenarnya dia mampu

untuk melampiaskannya, maka Allah akan memanggilnya

di hadapan para mahluk kelak nanti

pada hari Kiamat untuk memberinya pilihan

bidadari yang ia inginkan.” (HR. Abu Daud dan

Ibnu Majah)

Sekalipun dalam kehidupan sehari-hari

perilaku marah itu dianggap biasa dan manusiawi

akan tetapi kalau kita meresapi dengan baik

bagaimana Rasulullah mengajarkan, bagaimana

cara mengendalikan amarah dengan baik, pahala

yang disiapkan oleh Allah luar biasa yaitu

surga. Semoga kita semua bisa mengendalikan

amarah sesuai dengan ajaran Islam. Aamiin

Majalah Barakah / Edisi Oktober-November 2018 03


DAFTAR ISI

DAFTAR

ISI

12

/ Kajian Utama /

Marah, Ternyata Berbahaya bagi Kesehatan

Islam mengajarkan kita menempatkan semuanya sesuai porsinya. Termasuk amarah. Karena

apabila seseorang mengekspresikan amarah secara negatif dalam jangka waktu yang lama

dan menjadi habit (kebiasaan), maka akan berdampak buruk pada saraf otak dan risiko

kesehatan lainnya...

03 ....................... SAPA

06 ....................... MOTIVASI

16 ....................... BILIK ISLAMI

18 ....................... PSIKOLOGI

19 ....................... SOSOK

22 ....................... KULINER

23 ....................... KESEHATAN

24 ....................... KISAH SEDEKAH

25 ....................... PROFIL DONATUR

26 ....................... LAPORAN KEUANGAN

27 ....................... PROGRAM

PENDISTRIBUSIAN

28 ....................... AGENDA

29 ....................... KIDS

33 ....................... KARYAKU

34 ....................... SEKOLAH MITRA

40 ....................... ENSIKLOPEDIA

42 ....................... CERBUNG

04 Majalah Barakah / Edisi Oktober-November 2018


16

/ Bilik Islami

Keistimewaan mencari

ilmu dalam Al-Qur’an

/ Travelling /

20

Wisata Danau

Labuan Cermin

33

/ Karyaku /

Ubah Jeans Bekas

Menjadi Kantung

Hiasan Dinding

Menarik

SUSUNAN

REDAKSI

Ketua Pengurus

Sekretaris

Bendahara

Ketua Pengawas

Syariat

Direktur

: H. Isro Umarghani, S.IP., M.M

: H. Sudihardi

: Wasis

: Ust. Harun Al Rasyid, SH. Al Hafidz

: Rafiansyah, A.MD.

Pemimpin Redaksi : Wirawan Dwi

Redaktur Pelaksana : Dini Nurul Ilmiah

Editor

: Abu Gaza

Fotografer : Abu Nezard

Wartawan : Ilham Prahardani

Desain

: Bree

Majalah Barakah / Edisi Oktober-November 2018 05


MOTIVASI

Raih

Kenikmatan

Hidup dengan Al Qur’an

06 Majalah Barakah / Edisi Oktober-November 2018


Betapa nikmatnya manakala kita telah

mampu istiqomah berinteraksi dengan

Al Quran. Nikmat membaca kalam–kalam-Nya,

nikmatnya merasakan seakan-akan

kita berbicara dengan-Nya, nikmat merasakan

Al Quran mampu memberikan ruh dan

petunjuk dalam tiap langkah kehidupan kita,

nikmatnya Al Quran menjadi petunjuk pembeda

antara yang benar dan yang salah, serta nikmat

syafaat kelak bagi siapa yang ikhlas senantiasa

membaca dan bersahabat dengan Al Quran.

“Tidak boleh iri kecuali dalam dua

kenikmatan: seseorang yang diberi Al Quran

oleh Allah kemudian ia membacanya sepanjang

malam dan siang,

dan orang yang

diberi harta oleh

Allah lalu ia membelanjakannya

di jalan

Allah sepanjang

malam dan siang.”

(Muttafaqun ‘alaih).

Melihat

orang yang hartanya

berlimpah tentu

membuat kitapun

mendambakannya.

Hal itu lumrah dan

fitrah sekaligus

fitnah bagi manusia.

Tetapi percayalah

bahwa keimanan

yang baik tidak

saja menjadikan

manusia memimpikan

kepemilikan

dunia tetapi juga

memimpikan dan

menginginkan akhirat. Dengan iman, ketika

melihat orang lain yang memiliki kelebihan

dalam urusan akhiratnya –misalnya sangat

baik interaksinya dengan Al Quran, hafalannya

banyak, rajin beribadah, serta banyak kontribusinya

dalam dakwah— maka kita pun sangat

mendambakannya.

Rasulullah salallahu alaihi wa sallam

menjanjikan bahwa setiap orang beriman yang

bersahabat akrab dengan Al Quran dijamin

akan mendapat syafa’at dari Al Quran: “Bacalah

Al Quran, sesungguhnya ia akan datang

pada hari kiamat menjadi pemberi syafa’at bagi

orang-orang yang bersahabat dengannya.” (HR.

Muslim).

Al Quran Indikator Kualitas Iman

Kualitas iman kita diukur dengan sejauh

“Tidak boleh iri

kecuali dalam dua kenikmatan:

seseorang

yang diberi Al Quran

oleh Allah kemudian ia

membacanya sepanjang

malam dan siang, dan

orang yang diberi harta

oleh Allah lalu ia membelanjakannya

di jalan

Allah sepanjang malam

dan siang.” (Muttafaqun

‘alaih).

mana kualitas dan kuantitas interaksi kita

dengan Al Quran. Apakah kita masa bodoh

dan tidak merasa sedih jika dalam sebulan tidak

khatam Al Quran? Adakah perasaan sedih jika

kita tidak punya hafalan ayat-ayat Al Quran?

Sedihkah kita karena awam dengan kandungan

dan makna Al Quran? Jika belum, dikhawatirkan

bahwa kitalah yang disebut Rasulullah yang

menjadikan Al Quran sebagai mahjuran. Allah

berfirman, “Berkatalah Rasul: ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya

kaumku telah menjadikan Al Quran

itu sesuatu yang diabaikan.’ “ (QS Al-Furqan

[25]:30).

Pernahkah kita menghitung tentang

berapa banyak informasi

tentang hal-hal yang bersifat

duniawi yang ada

di kepala kita dibandingkan

dengan hal-hal

yang berkaitan dengan

Al Quran? Jika tentang

Al Quran lebih banyak

maka bersyukurlah, jika

tidak maka bertaubatlah

kepada Allah.

Sabda Rasulullah

salallahu alaihi wa

sallam, “Barangsiapa

yang belajar Al Quran

dan mengamalkannya

akan diberikan kepada

orang tuanya pada hari

kiamat mahkota yang

cahanya lebih indah daripada

cahaya matahari.

Kedua orang tua itu

akan berkata, ‘Mengapa

kami diberi ini?’ Maka

dijawab, ‘Karena anakmu yang telah mempelajari

Al Quran’ “ (HR. Abu Dawud, Ahmad dan

Hakim)

Tidakkah hadits tersebut menggugah

kita sebagai orang tua untuk memberi perhatian

yang lebih pada anak dalam hal pendidikan

Al Qurannya? Bagaimana mungkin seorang

anak dapat mencintai Allah subhanahu wa

ta’ala. kalau tidak dapat menikmati shalat

dengan baik?

Bagaimana mungkin dapat shalat dengan

baik kalau kemampuannya dalam berinteraksi

dengan Al Quran, khususnya hafalan,

lemah dan terbatas? Jangan sampai kita hanya

kecewa bila anak tak mampu berbahasa Inggris

atau menggunakan komputer tetapi santai saja

dengan keterbatasannya dengan Al Quran.

(Muf)

Majalah Barakah / Edisi Oktober-November 2018 07


BAHASAN UTAMA

Waspada,

Marah

Berbagai Kejelekan

Hanya seuntai kata yang terucap, bisa memancing

amarah luar biasa. Marah, bisa

terjadi kepada siapa, kapan dan di mana

saja. Dampaknya bisa sangat mengerikan untuk

siapa saja, bahkan untuk pelakunya. Karenanya

keberhasilan menahan amarah, menjadi tolok

ukur ketaatan dalam Islam.

Pintu

Sebuah hadist yang diriwayatkan oleh

Abu Hurairah radhiyallahu’ anhu bahwa ada

seorang laki-laki berkata kepada Nabi shallallahu

‘alaihi wa sallam, “Berilah aku wasiat”.

Beliau menjawab, “Engkau jangan marah!”

Orang itu mengulangi permintaannya berulang-ulang,

kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi

08 Majalah Barakah / Edisi Oktober-November 2018


wa sallam bersabda, “Engkau jangan marah!”

[HR al-Bukhâri].

Syarah hadist ini menjelaskan bahwa

sahabat yang meminta wasiat dalam hadits ini

bernama Jariyah bin Qudamah radhiyallahu

anhu. Ia meminta wasiat kepada Nabi dengan

sebuah wasiat yang singkat dan padat yang

mengumpulkan berbagai perkara kebaikan,

agar ia dapat menghafalnya dan mengamalkannya.

Maka Nabi berwasiat kepadanya agar ia

tidak marah. Kemudian ia mengulangi permintaannya

itu berulang-ulang, sedang Nabi tetap

memberikan jawaban yang sama. Ini menunjukkan

bahwa marah adalah pokok berbagai

kejahatan, dan menahan diri darinya adalah

pokok segala kebaikan.

Marah adalah bara yang dilemparkan

setan ke dalam hati anak Adam sehingga ia

mudah emosi, dadanya membara, urat sarafnya

menegang, wajahnya memerah, dan terkadang

ungkapan dan tindakannya tidak masuk akal.

Ja’far bin Muhammad rahimahullah

mengatakan, “Marah adalah pintu segala

kejelekan.” Dikatakan kepada Ibnu Mubarak

rahimahullah, “Kumpulkanlah untuk kami

akhlak yang baik dalam satu kata!” Beliau menjawab,

“Meninggalkan amarah.” Imam Ahmad

rahimahullah dan Ishaq rahimahullah menafsirkan

bahwa akhlak yang baik adalah dengan

meninggalkan amarah.

Hal ini karena marah akan memungkinkan

memunculkan perbuatan yang diharamkan

seperti memukul, melempar barang pecah

belah, menyiksa, menyakiti orang, dan mengeluarkan

perkataan-perkataan yang diharamkan

seperti menuduh, mencaci maki, berkata kotor,

dan berbagai bentuk kezhaliman dan permusuhan,

bahkan sampai membunuh, serta bisa jadi

naik kepada tingkat kekufuran atau mencerai

istri yang disusul dengan penyesalan.

Karena itulah Rasulullah shallallahu ‘alaihi

wa sallam pernah menyampaikan, “Janganlah

kamu marah, bagimu surga.”

Rasulullah Pernah Marah

Ustadz Agung Cahyadi, Lc, MA, Dosen

Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi

Islam (STIDKI) Ar Rahmah Surabaya mengatakan

bahwa marah itu manusiawi.

“Bukan nggak boleh, karena Rasulullah

sendiri pernah marah,” katanya. Rasulullah pernah

marah ketika ada aturan Allah subhanahu

wa ta’ala yang dilanggar.

Sementara itu, kemampuan memenej

marah merupakan tolok ukur keimanan

seseorang. “Dalam Islam, kekuatan seseorang

bukan diukur dari seberapa pandai Ia berkelahi,

namun dari bagaimana Ia mampu mengendalikan

amarahnya,” jelas alumnus pasca sarjana

Universitas Islam Madinah itu.

Pendapatnya tersebut juga tercantum

dalam hadits riwayat Bukhari, dari Abu Hurairah

radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda,

“Orang yang kuat itu bukanlah orang yang

pandai bergulat, tetapi orang yang kuat ialah

orang yang dapat mengendalikan dirinya ketika

marah.”

Oleh karenanya, dalam Islam amarah

menjadi sesuatu yang harus bisa dikendalikan

oleh manusia. Jika lepas kendali maka bukan

tak mungkin akan menimbulkan dampak yang

tidak baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Cara Meredam Marah

Istighfar, adalah cara pertama yang

dilakukan saat seorang muslim dikuasai amarah.

“Yang bisa mengendalikan kita, membolak-balikkan

hati manusia kan Allah. Jadi,

istighfarlah,” lanjutnya.

Yang kedua, cara untuk menahan marah

adalah dengan segera berwudhu. Karena,

syaitan bisa masuk ke dalam diri manusia ketika

marah melanda. “Ketika marah, syaitan bisa

masuk. Untuk melawannya, segeralah berwudhu,”

jelasnya hati-hati.

Ketiga, dengan berpindah posisi.

Kegiatan ini berpengaruh sangat besar untuk

meredam marah. “Kalau sedang marah dan

berdiri, cobalah langsung duduk untuk meredam

marah,” sarannya.

Pendapat tersebut didasari dari hadits

riwayat Ahmad yang berbunyi, “Jika salah seorang

di antara kalian marah ketika berdiri, maka

hendaklah ia duduk. Apabila marahnya tidak

hilang juga, maka hendaklah ia berbaring.”

Meski demikian, Syaikh Shaleh Al-Fauzan

dalam Al-Minhah ar-Rabbaniyyah Fi Syarhil

Arba’in Nawawiyyah mengatakan bahwa orang

yang tidak bisa marah merupakan kekurangan

seseorang. Hanya saja kemarahan itu harus

diterapkan pada tempatnya. Apabila melampaui

batas dan rambunya, marah dapat mengundang

bahaya untuk orang lain dan diri sendiri.

(ipw)

Majalah Barakah / Edisi Oktober-November 2018 09


BAHASAN UTAMA

Orangtua,

Jangan Marah

Sembarangan

Slogan jangan buang sampah sembarangan

sangat akrab di telinga kita. Namun ada

slogan lain yang senada tapi tak kalah

pentingnya, yaitu “Jangan Marah Sembarangan”.

Slogan ini khusus untuk orangtua. Karena

meluapkan emosi sembarangan, akan berpotensi

menular pada anak.

Dian Fitriaswaty, S.Psi, M.Psi, Psikolog,

CHA, C.NNLP, Anggota Asosiasi Psikologi Forensik

Indonesia (APSIFOR) mengatakan, meski

amarah adalah hal yang wajar dimiliki setiap

manusia, tetapi cara mengekspresikan amarah

itulah yang kemudian menentukan kadar

kematangan dari tiap individu.

“Semakin matang individu, seharusnya

semakin mampu mengontrol emosi negatifnya

menjadi emosi yang tidak merugikan diri sendiri

ataupun orang lain,” terang psikolog yang

begawan di bidang parenting ini.

Para orangtua yang biasa meluapkan

amarahnya dengan cara yang tidak mature,

disebabkan karena dua faktor utama. Pertama,

latar belakang pola asuh orangtua di masa lalu.

Termasuk di dalamnya cara orangtua diasuh dan

dididik oleh kedua orangtuanya dahulu. Inilah

yang kemudian disebut dengan modelling.

Kedua, merepress (menahan). Artinya,

banyak hal yang memicu amarah seseorang untuk

keluar, tetapi kemudian ditahan karena pola

asuh yang melarangnya, sehingga tidak berani

mengekspresikan amarahnya.

“Amarah yang ditahan itu kemudian

akan menjadi bom waktu, yang suatu saat akan

meledak dan menjadi ekspresi amarah yang

sangat ekstrim,” terang Magister psikologi jebolan

Universitas Surabaya ini.

Orangtua Wajib Miliki Self Control

yang Baik

Level kematangan seseorang akan

mempengaruhi keterampilan self control amarahnya.

Seseorang yang matang akan mampu

mengekspresikan amarahnya tanpa merugikan

diri sendiri dan orang lain.

“Seseorang yang matang, akan pandai

mengenali cara ampuh dalam mengatasi

amarahnya, misalnya berolahraga, hiking, ke

alam bebas dan berteriak, atau dengan tinju,”

10 Majalah Barakah / Edisi Oktober-November 2018


dan meminta maaf. Hikmahnya, ini akan menjadi

ajang pembelajaran bagi anak, bahwa tiap

orang dapat saja berbuat salah. Namun ketika

melakukan kesalahan, yang paling bijak adalah

mau mengakui kesalahan dan meminta maaf.

Orangtua Memiliki Andil dalam

Membentuk Kecerdasan Emosional Anak

Psikolog yang juga menjadi owner

di layanan psikologi di psikologmalang.com

ini kemudian mengatakan bahwa orangtua

sebagai figur pendidik akan mempengaruhi

keterampilan anak dalam mengelola emosi.

Alasannya, madrasah pertama dan utama bagi

anak ada di rumah, sehingga anak belajar berbagai

keterampilan sosial dari keluarganya.

“Sifat temperamen seorang anak tergantung

pengaruh significant other dari anak,

ataukah orangtua atau justru ada orang lain

yang lebih andil dalam tumbuhkembangnya,

nenek-kakek atau kawan-kawannya misalnya,”

papar psikolog yang telah menekuni profesinya

selama 12 tahun ini.

Lingkungan yang Sehat bagi Anak

katanya.

Orangtua yang memikirkan kebaikan

tumbuh kembang anak tidak akan mudah

melampiaskan amarahnya kepada anak, apalagi

atas kesalahan yang tidak diperbuat anak.

“Orangtua seperti ini akan memikirkan untuk

menahan sejenak agar tidak menyakiti buah

hatinya.”

“Orang-orang yang mature dalam mengelola

amarah akan meredakan emosi terlebih

dahulu sebelum bertemu dengan orang-orang

yang ia sayangi, sehingga tidak tumbuh penyesalan

dalam dirinya,” imbuhnya.

Dampak apabila orangtua kerap menyalurkan

amarah pada anak, maka bukan tidak

mungkin anak akan benci dan takut terhadap

figur orangtuanya. “Yang dikhawatirkan ketika

hal itu terus menerus terjadi adalah anak

menjadi tidak hormat dan tidak respect pada

orangtuanya,” papar psikolog yang menempuh

pendidikan KAROH’S International School Of

Handwriting Analysis, CALIFORNIA, USA ini.

Orangtua yang mature, lanjutnya,

adalah orangtua yang mau mengakui kesalahan

Lingkungan yang sehat bagi anak adalah

lingkungan yang dapat membuat anak tumbuh

dan berkembang dengan sehat sesuai dengan

tahapan usianya. Anak yang berada di usia

golden years misalnya, mereka membutuhkan

stimulus positif untuk pembentukan karakter

dasar. Oleh karenanya, anak-anak di golden

years harus terjaga dari peristiwa yang traumatis.

Keluarga haruslah menjadi tempat paling

aman dan nyaman bagi anak berinteraksi,

belajar berbagai hal, dan mengeksplor dunianya.

“Rumah harusnya menjadi surga bagi anak,

dimana anak merasa rumah adalah tempat paling

favorit untuk menghabiskan waktu,” jelas

wanita yang juga menjadi Anggota Grafologi

Indonesia ini.

Dian kemudian menambahkan bahwa

ketika anak sudah menganggap keluarga adalah

tempat paling nyaman dan aman, itu artinya

orangtua sedang membangun pondasi positif

dan berkualitas untuk kepribadian dan karakter

anak.

“Ketika kita menginginkan hal yang baik

untuk hidup kita, maka kita harus aktif bergerak

memantaskan diri. Jika orangtua ingin anaknya

memiliki manner yang bagus, maka orangtua

pun harus belajar bagaimana agar bisa menjadi

pribadi yang layak punya anak seperti itu.”

tutupnya. (Din)

Majalah Barakah / Edisi Oktober-November 2018 11


BAHASAN UTAMA

Marah,

Ternyata Berbahaya

bagi Kesehatan

Islam mengajarkan kita menempatkan semuanya

sesuai porsinya. Termasuk amarah. Karena

apabila seseorang mengekspresikan amarah

secara negatif dalam jangka waktu yang lama

dan menjadi habit (kebiasaan), maka akan

berdampak buruk pada saraf otak dan risiko

kesehatan lainnya.

Hal itu dikatakan dr. Hafid Algristian,

SpKJ, psikiater yang tergabung dalam Indonesian

Schizophrenia Care Community & Bipolar

Care Community. Meski demikian, ia mengatakan

bahwa amarah perlu untuk diekspresikan,

namun harus diekspresikan dengan kadar yang

dibenarkan.

Psikiater yang sering menjadi pembicara

di beberapa radio dan televisi ini mengawali

penjelasan dengan memperkenalkan otak manusia

yang terdiri dari tiga bagian.

Pertama, cortex (disebut pula higher

brain, atau otak level satu), bagian otak ini

berwarna abu-abu karena banyak sekali sel-sel

saraf yang ada di dalamnya. Inilah yang disebut

sebagai otak berpikir atau otak intelegensi.

Kedua, otak mamalia yang berwarna putih.

Bagian ini sering disebut dengan level dua.

Pada bagian inilah sifat-sifat emosional muncul.

Bagian otak ini juga berperan dalam pembentukan

kebijaksanaan melalui respon pemaafan.

Ketiga, otak paling bawah (level tiga)

atau yang biasa disebut dengan otak reptil.

Karena pada dasarnya reptil bekerja secara

refleks dan spontan. Bagian inilah yang mengatur

segala refleks yang dikeluarkan manusia.

Manfaatnya ketika manusia sedang berada dalam

kondisi bahaya, maka manusia akan cepat

merespon sesuatu karena bagian ini.

Berdasarkan ilmu evolusi, otak manusia

harusnya lebih banyak bekerja menggunakan

higher brain (level otak tertinggi atau cortex).

Karena faktanya dari semua mahkluk hidup,

hanya manusia yang memiliki otak bagian ini.

“Oleh sebab itu kalau seandainya kita marah,

itu respon hewani yang muncul, otak level

kedua lah yang bekerja, sehingga manusia tidak

sempat berpikir jernih,” kata psikiater yang juga

menjadi intruktor tersertifikasi di Indonesian

Board of Hypnotherapist (IBH) ini.

Berdampak pada Peningkatan

Risiko Stroke

Orang yang sering dilanda kemarahan tidak

terkontrol akan meningkatkan risiko stroke.

Pada penderita stroke yang parah, terdapat

cedera pada otak bagian tertinggi (higher brain

atau cortex). Inilah yang membuatnya semakin

sulit untuk mengendalikan amarah.

“Otak bagian higher brain yang terluka

akan menyebabkan seseorang menggunakan

otak level ketiga (otak reptil), yang dikhawa-

12 Majalah Barakah / Edisi Oktober-November 2018


tirkan kemudian adalah ketidakmampuan

mengendalikan amarahnya, maka seperti orang

hidup yang hanya bisa makan, melakukan proses

pencernaan, dan tidur.

Karenanya orang yang stroke parah, ia

menggantungkan hidup pada orang lain, harus

disuapi dan dibantu. Seandainya orang itu terbiasa

marah dan tidak bisa mengendalikan amarahnya,

maka sama saja dia tidak bisa menggunakan

higher brain atau otak intelegensi

manusia,” terang psikiater yang pernah menjadi

student exchange di Hiroshima, Jepang ini.

Mengendalikan amarah, lanjutnya,

sama artinya dengan melatih higher brain.

Orang yang mampu mengendalikan amarahnya

dengan baik dan sehat menandakan higher

brainnya sehat. “Orang-orang seperti itu akan

punya alasan logis untuk marah. Amarahnya

tidak akan dikeluarkan serta merta,” terang

pria yang juga menjadi Ketua I Green Crescent

Indonesia ini.

Tekanan Darah Tak Normal pada Otak

hingga Risiko Kencing Manis

Ketika seseorang marah, maka terjadi

lonjakan tekanan darah yang ada di otak. Mengapa

demikian? Orang marah umumnya disertai

dengan aktivitas mengejan, kemudian denyut

jantungnya akan kian meningkat dan akan memompa

darah yang cukup banyak ke otak.

“Tekanan darah yang cukup tinggi di

otak itulah yang kemudian berisiko membuat

otak manusia cidera dan rusak. Akhirnya ia

akan cenderung lambat dalam berpikir, serta

sulit berpikir jernih karena memang tidak terbiasa

menggunakan otak berpikirnya, yaitu otak

intelegensi atau higher brain.

Apalagi jika kemudian terus-menerus dihajar

dengan tekanan darah yang cukup tinggi

karena amarahnya, risikonya akan kian buruk,”

terang pria yang juga menjadi dosen di Universitas

Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) ini.

Kemudian psikiater yang sedang

menempuh program doktoral kedokteran

Universitas Airlangga ini memaparkan bahwa

amarah juga dapat meningkatkan risiko kencing

manis. “Karena ketika seseorang marah, ia akan

melepaskan banyak sekali metabolisme atau

hormon-hormon yang kemudian meningkatkan

metabolisme di tubuh,” jelas co-founder sekaligus

supervisor Klinik Nikah Indonesia ini.

Oleh karenanya, demi menghindari

dampak buruk amarah bagi kesehatan, pria

yang juga menjadi penulis buku “Lebih Dekat

dengan Skizofrenia” ini menyarankan untuk

tetap tenang dan mengambil nafas dalam-dalam

ketika sedang dilanda amarah, perbanyak

istighfar, mengambil air wudhu, serta rajin bermuhasabah

agar terus menemukan perbaikan

dalam diri. (Din)

Majalah Barakah / Edisi Oktober-November 2018 13


SAKINAH

8 Hal Ini Bisa Memicu

Kerentanan Keluarga

Oleh : Ust. Cahyadi Takariawan

Penulis Buku Wonderful Family Series

Penulis Buku Serial “Wonderful Family”, Peraih Penghargaan “Kompasianer Favorit

2014”; Konsultan di “Rumah Keluarga Indonesia” (RKI) dan “Jogja Family Center” (JFC)

Kehidupan berumah tangga selalu ada

dinamika berupa permasalahan dan tantangan

silih berganti. Bahkan bisa dikatakan,

kehidupan keluarga tidak pernah sepi dari

permasalahan dan tantangan, baik dari dalam

maupun dari luar.

Terdapat sejumlah hal dalam keluarga

yang diidentifikasi sebagai faktor-faktor resiko

yang berpotensi memunculkan permasalahan

dan tantangan, sehingga memunculkan

kerentanan dalam keluarga. Faktor-faktor resiko

ini berbeda antara keluarga yang satu dengan

keluarga yang lainnya.

Ariel Kalil (2003) menyebutkan enam

faktor resiko, yaitu kemiskinan, pengangguran,

perceraian, kematian, penyakit kronis, dan

ketidaksuburan reproduksi. Sedangkan Eldridge

(1994) menambahkan faktor perkembangan

teknologi, sosial, budaya dan politik sebagai

sumber stres kolektif yang secara langsung

mempengaruhi kehidupan serta kondisi keluarga.

Berikut kita bahas satu per satu delapan

faktor tersebut.

Kemiskinan

Kemiskinan yang teramat sangat, akan

memberikan dampak tekanan kehidupan pada

semua anggota keluarga. Mereka tidak mampu

hidup secara layak, bahkan dalam memenuhi

kebutuhan yang sangat mendasar : pangan,

papan, sandang.

14 Majalah Barakah / Edisi Oktober-November 2018


Dalam situasi kemiskinan yang sangat

menyulitkan, keluarga benar-benar menghadapi

tekanan yang sangat berat. Pada pasangan

yang tidak memiliki daya resiliensi, kemiskinan

mudah menyulut konflik hingga sampai tingkat

perceraian. Kemiskinan adalah faktor penyebab

perceraian yang cukup tinggi di Indonesia.

Pengangguran

Persaingan dunia kerja yang semakin

keras menimbulkan risiko pengangguran yang

lebih besar. Bukan hanya pada mereka yang

tidak berpendidikan, risiko ini bisa menimpa

orang-orang dengan pendidikan tinggi sekalipun,

karena tidak berhasil mendapatkan job

yang sesuai dengan kapasitas keilmuannya.

Perceraian

Perceraian menimbulkan tekanan

kejiwaan baik pada pihak suami, istri maupun

anak-anak. Kebersamaan yang sudah dinikmati

selama bertahun-tahun, harus rusak oleh

persoalan tertentu yang berdampak perceraian.

Setelah bercerai, masalah muncul lagi pada

masing-masing anggota keluarga, terlebih pada

anak-anak. Mereka bisa mengalami alienasi

(keterasingan), kesepian, kehilangan figur,

kehilangan kehangatan, karena perubahan pola

dalam kehidupan.

Kematian Anggota Keluarga

Kematian salah satu anggota keluarga

menimbulkan tekanan dan persoalan kehidupan.

Kehilangan orang yang dicintai bisa

menjadi penyebab stres dalam waktu panjang

dan memengaruhi kestabilan kehidupan

keluarga. Ditinggal mati suami, ditinggal mati

istri, anak, atau orang tua, bisa menjadi faktor

pemicu stres yang harus disiapkan dan dikelola

dengan baik.

Pada pribadi dan keluarga yang memiliki

resiliensi tinggi, kematian salah seorang dari

anggota keluarga tidak akan menimbulkan stres

berkepanjangan. Mereka bisa bersikap dengan

matang dan dewasa, sehingga kesedihan yang

muncul tidak sampai berlarut-larut.

Penyakit Kronis

Penyakit kronis dan parah yang diderita

salah satu anggota keluarga bisa menjadi

sumber stres yang berkelanjutan. Pada contoh

suami sebagai tulang punggung ekonomi keluarga,

apabila mendadak mengalami penyakit

parah yang membuatnya tidak mampu bekerja

produktif, akan sangat berpengaruh bagi kelangsungan

hidup keluarga.

Istri dan anak-anak bisa mengalami stres

karena kebutuhan hidupnya tidak terpenuhi,

Demikian pula pada contoh istri yang mengalami

penyait berat yang membuatnya tidak mampu

melayani suami, bisa menjadi tekanan berat

bagi suami. Daya resiliensi pribadi maupun

keluarga sangat diperlukan dalam menghadapi

masalah berat seperti ini.

Ketidaksuburan Reproduksi

Salah satu tujuan menikah dan berumah

tangga adalah memiliki anak. Maka tatkala

dalam pernikahan tidak bisa memiliki keturunan

karena ketidaksuburan reproduksi, bisa memunculkan

persoalan tersendiri yang cukup pelik.

Kadang terjadi suasana saling menyalahkan antara

suami dan istri, keduanya saling menuduh

pasangannya sebagai pihak penyebab tidak

memiliki anak.

Hasil check medis kadang bertolak belakang,

yang justru semakin membuat keduanya

saling menyalahkan. Jika kedua belah pihak

memiliki daya resiliensi tinggi, situasi seperti ini

akan bisa diatasi dengan baik.

Perkembangan Teknologi

Sangat banyak dijumpai keretakan

dan kehancuran keluarga dipicu oleh faktor

teknologi komunikasi dan informasi yang terlalu

deras dan tidak bijak dalam memanfaatkannya.

Akhirnya teknologi menjadi petaka dalam

keluarga. Muncul pihak ketiga melalui fitur-fitur

komunikasi, ketidaksetiaan telah dipermudah

oleh perkembangan teknologi.

Perkembangan Sosial, Budaya dan Politik

Salah satu faktor eksternal yang bisa

memicu stress pada pribadi dan keluarga adalah

perkembangan sosial, budaya dan juga politik.

Situasi kehidupan yang terus menerus berubah,

tuntutan hidup yang terus berkembang, sering

kali tidak diikuti dengan kemampuan untuk

segera beradaptasi. Apalagi pergaulan di zaman

cyber saat ini tidak lagi terbatas pada lokal yang

sempit, namun sudah menjadi pergaulan global

yang tidak memiliki batas-batas wilayah yang

tegas.

Akhirnya berbagai pengaruh dengan

mudah masuk dalam kehidupan pribadi dan

keluarga. Ketidaksiapan mengantisipasi perubahan-perubahan

kondisi sosial, budaya dan

politik, bisa memicu resiko stres pada pribadi

dan keluarga.{}

Majalah Barakah / Edisi Oktober-November 2018 15


BILIK ISLAMI

16 Majalah Barakah / Edisi Oktober-November 2018


Keistimewaan

Mencari Ilmu Dalam

Al-Qur’an

Apa jadinya dunia tanpa ilmu ? tentu akan

terjadi berbagai macam keterbatasan

dalam segala aspek, keterbatasan dalam

pengetahuan untuk beribadah, keterbatasan

dalam pengetahuan untuk berpendapat, dan

lain sebagainya.

Dr.Maurice Bucaille, penulis buku

Alkitab, Al-Qur’an dan pengetahuan modern

berpendapat bahwa ilmu adalah kunci untuk

mengungkapkan segala hal baik dalam jangka

waktu lama maupun sebentar. Ini dibuktikan

dengan banyaknya penelitian oleh manusia

yang menghasilkan penemuan-penemuan untuk

kemajuan jaman dan segala kebaikan manusia.

Seperti penemuan listrik untuk menunjang

teknologi-teknologi manusia, penemuan

alat transportasi untuk

mempermudah mobilitas

manusia ke berbagai

tujuan.

Kemudian, Islam

memandang ilmu sebagai

tolok ukur derajat

keimanan kepada Allah.

Seperti tercantum dalam

Al-Qur’an surat Al-Mujadalah:

11 berbunyi,

”Allah akan meninggikan

derajat orang-orang yang

beriman diantaramu

dan orang-orang yang

diberikan ilmu pengetahuan

beberapa derajat”.

Sungguh, orang-orang

beriman dan berilmu

memiliki janji Allah untuk ditinggikan derajatnya.

Allah dan RasulNya serta kitab-kitabnya

menempatkan ilmu di tempat yang istimewa.

Islam memandang ilmu sebagai perihal yang

istimewa. Oleh karena itu banyak kutipan

tentang ilmu dalam Al-Qur’an seperti, surat Ali

Imran:18, surat Thaaha:14, surat Zumar:9 dan

masih banyak lagi.

Sementara itu, agama dan ilmu saling

”Allah akan meninggikan

derajat orangorang

yang beriman diantaramu

dan orang-orang

yang diberikan ilmu pengetahuan

beberapa derajat”.

(Al-Mujadalah: 11).

Sungguh, orangorang

beriman dan berilmu

memiliki janji Allah

untuk ditinggikan derajatnya.

berkaitan erat. Seperti kutipan, ”Ilmu tanpa Agama

itu buta, Agama tanpa Ilmu itu lumpuh”.

Ilmu harus berjalan beriringan dengan Agama

karena Ilmu dan Agama saling membutuhkan,

saling melengkapi. Jika ilmu dan agama berjalan

secara sendiri-sendiri akan berdampak negatif.

Ilmu yang tidak dibimbing oleh agama menjadi

sesat. Dengan ilmu dan agama akan membuat

manusia ditinggikan derajatnya, mendapat

tempat mulia di sisi Allah dan di hadapan para

makhlukNya, secara dunia dan akhirat akan

tinggi derajatnya, menimbulkan rasa takut

dan cinta kepada Allah serta dapat membuat

manusia membedakan mana yang benar, mana

yang salah, dan mana yang buruk dan mana

yang baik.

Kemudian, media

untuk belajar atau

mencari ilmu tak selalu di

sekolah, bisa saja melalui

pengalaman-pengalaman

di luar sekolah. Contohnya,

ilmu leadership.

Tak ada kurikulum yang

mengajarkan hal tersebut.

Orang-orang belajar

leadership dari pengalaman,

dari tuntunan

orang-orang yang pernah

melakukan hingga ia

mampu disebut pemimpin

tak ada kurikulum pasti

tentang hal ini.

Ilmu tidak boleh

lepas dari nilai-nilai

agama karena akan menimbulkan kesesatan

dan berdampak negatif kepada seluruh elemen

makhluk hidup jika disalahgunakan oleh orang

yang tidak bertanggung jawab. Karena, itu

hendaknya Ilmu dan Agama dimanfaatkan

sebaik-baiknya untuk memperoleh syafaatnya,

untuk kemakmuran bumi dan alam semesta.

Pertanggungjawaban terhadap ilmu dan agama

kita akan lebih berat saat di akhirat, di pengadilan

Allah.(ipw)

Majalah Barakah / Edisi Oktober-November 2018 17


PSIKOLOGI

Mengelola

Sifat Temperamen

dengan

Energi Positif

Oleh : Nuri Fauziah, S.Psi, M.Psi, Psikolog

Psikolog, Owner Triple-C Day Care

Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh.

Bu Nuri, apakah sifat temperamen bisa disembuhkan? Jika bisa, cara ampuh apa yang dapat

dilakukan untuk menyembuhkannya? Apa dampaknya bila kita terus-menerus melekatkan sifat temperamen

dalam diri kita?

Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh.

Terima kasih, Azhar di Samarinda

Setiap manusia Allah berikan emosi untuk

mendefinisikan setiap kejadian kita sehari-hari.

Emosi juga sebagai bentuk apresiasi

hal-hal yang menyenangkan, bahkan juga

hal yang menyedihkan. Setiap orang memiliki

hal ini, namun dalam ambang batas yang berbeda-beda.

Oleh karenanya kemudian muncul

kata ‘temperamental’. Temperamen adalah

tingkat kekuatan impuls naluriah individu yang

biasanya bersifat agresif.

Munculnya sifat ini dalam diri manusia

disebabkan oleh dua faktor pembentuk, yaitu

nature (alamiah) dan faktor nurture (pengasuhan).

Dalam hal ini, nurture lah yang lebih

berperan membentuk karakter temperamental

ini. Misalnya, seorang anak kecil yang ketika

tantrum bertindak memukul-mukul orang sekitar,

bisa jadi disebabkan faktor pengasuhan di

lingkungan keluarganya lah yang membuatnya

demikian. Anak meniru figur ayah, ibu, kakak,

atau paman, atau figur lainnya yang berkontribusi

dalam pengasuhannya. Anak yang tantrum

dengan tindakan ekstrim, bisa jadi figur yang ia

lihat memang ketika marah suka berteriak dan

memukul. Berbeda halnya dengan orang yang

cenderung melankolis, ia akan tipis sekali dalam

mengekspresikan emosi yang temperamental

ini.

Dampak jika sifat temperamental ini terus-menerus

melekat dalam diri, akan meningkatkan

resiko rusaknya salah satu bagian otak

seperti cortex (intelegensi manusia yang mampu

membuat seseorang berpikir jernih). Imbasnya,

seseorang akan mengambil tindakan yang

kurang tepat.

Emosi butuh disalurkan, inilah yang disebut

dengan katarsis. Katarsis adalah salah satu

teknik untuk menyalurkan emosi yang terpendam,

atau dengan kata lain adalah pelepasan

kecemasan dan ketengangan yang ada di dalam

diri seseorang, misalnya dengan curhat, makan,

refreshing, dan sebagainya. Namun harus disalurkan

dengan cara yang benar. Menjadi bahaya

manakala emosi negatif tersebut tidak disalurkan

dengan baik. Dampaknya bisa sampai

terjadi depresi, bipolar, dan sebagainya.

Oleh karenanya manusia perlu melatih

ego defense mechanism (mekanisme pertahanan

diri) yang terdapat banyak macamnya. Salah

satunya dapat berbentuk sublimasi. Sublimasi

adalah perbuatan untuk mengurangi frustrasi

atau cemas dengan cara melakukan perbuatan

yang bersifat positif atau perbuatan sosial.

Contohnya, ketika orang marah, alangkah baiknya

emosi negatif tersebut dialihkan dengan

cara mengambil air wudhu. Ini dapat menjadi

salah satu cara untuk menyembuhkan sifat

temperamental secara perlahan. Selain itu, saat

ini terdapat banyak anger management yang

dapat diikuti. Atau jika membutuhkan perhatian

khusus, dapat melakukan psikoterapi secara

private dengan ahlinya.{}

18 Majalah Barakah / Edisi Oktober-November 2018


SOSOK

Ditentang Orangtua karena Mondok,

Kini Bangun Ponpes dan Ajarkan Wirausaha

Ustadz H. Ahmad Syahrin Thoriq, Lc

Berawal dari perhatiannya akan lulusan ponpes

yang sulit mendapat pekerjaan. Melalui

Ponpes Subulana yang ia dirikan, keinginannya

untuk mencetak santri-santri yang tak hanya

pandai agama namun juga pandai berwirausaha

mulai tercapai.

Keinginan Thoriq untuk mendalami ilmu

agama terlihat ketika ia menginjak usia tujuh tahun.

Sejak saat itu , ia sering wara-wiri ke Ponpes

terdekat dari kampungnya. Keinginannya ini tak

berjalan mulus seperti yang dikira. Ia mendapat

tentangan dari orangtuanya.

“Pemahaman masyarakat waktu itu, lulusan

pesantren sulit cari kerja. Apalagi kebanyakan

dari keluarga miskin. Sementara, waktu itu

lulusan pesantren kebanyakan tidak bermanfaat

bagi lingkungannya. Ada ilmunya tapi tanpa

pengamalannya,” kenangnya.

Orangtuanya sempat menentang. Ia

bersikukuh untuk belajar di Pesantren. Sampai-sampai,

ia pun pernah bolos agar dikeluarkan

dari sekolah.

Hingga akhirnya, kedua orangtuanya

meng-ultimatum, jika tetap bersikukuh di pesantren,

orangtuanya-pun lepas tangan. “Akhirnya,

saya sempat berhenti sekolah. Sempat selama

Sembilan bulan itu saya tidak sekolah. Saya

malahan kerja menderes pohon kelapa untuk

mencari gula,” aku pria kelahiran Poso, 8 Februari

1984 tersebut.

Dengan kegigihannya, Thoriq berhasil

meluluhkan hati orangtuanya dan mengizinkannya

belajar di Pesantren. Memulai pendidikan

pesantren pada tahun 1999 di Benua Etam dan

mulai mondok tahun 2000 di Ponpes Darul Ihsan,

Samarinda. Di sana, dia tak hanya belajar

ilmu agama namun juga berwirausaha dengan

membuka koperasi di ponpes. “Saya berusaha

mandiri. Selama saya mondok, saya tidak pernah

minta kiriman uang ke orangtua. Saya buktikan

kepada mereka bahwa saya bisa mandiri,” tegasnya.

Selepas dari pondok pesantren, ia-pun

melalangbuana ke berbagai negeri untuk melanjutkan

pendidikannya. Mesir dan Yaman tak

terlewat dari pijakan kakinya untuk belajar lebih

lanjut.

Usai dari negeri orang, ia pun pulang

dan berencana membangun pesantren dengan

membeli beberapa hektar lahan. Tak mudah memang,

banyak hambatan mendera hingga sempat

membuatnya tak sanggup membayar lahan

yang dibelinya. Hingga akhirnya ia menerima

tawaran lahan dari seseorang untuk di lahan itu

dibangun pesantren. Pesantrennya-pun berhasil

didirikan.

Di pesantren itu, pria lulusan Universitas

Al Azhar tersebut menerapkan nilai-nilai pentingnya

kewirausahaan. Agar harapannya, ketika

santrinya lulus dapat membuka usaha sendiri

dan menciptakan lapangan kerja. Di pesantrennya,

ia menggratiskan biaya SPP untuk santri,

karena ponpes tersebut memiliki bidang usaha

yang sanggup untuk menjalankan kebutuhan

operasional pesantren. (ipw)

Majalah Barakah / Edisi Oktober-November 2018 19


TRAVELLING

Wisata

Danau Labuan Cermin

Bumi menyimpan begitu banyak misteri

yang belum terpecahkan. Sebagian dari

misteri itu berupa surga dunia tersembunyi.

Surga tersembunyi tersebut salah satunya berada

di Berau, Kalimantan Timur. Sebuah surga

dunia dipersembahkan Allah subhanahu wa

ta’ala untuk makhlukNya yang bernama Danau

Labuan Cermin.

Danau ini terletak di Desa Labuan

Kelambu, Kecamatan Biduk-biduk, Kalimantan

Timur. Untuk mencapai lokasi ini dari perkotaan

dibutuhkan waktu 6-7 jam perjalanan.

Kalau perjalanan dimulai dari Pulau Derawan

dapat mempersingkat waktu perjalanan,

yaitu kurang lebih 3 jam perjalanan dengan

jalur air. Perjalanan akan dihabiskan dengan

menyusuri sungai-sungai. Oleh karena secara

geografis memiliki banyak sungai maka tak

heran sebagian besar masyarakat Biduk-biduk

berprofesi sebagai nelayan. Tempat wisata ini

sekarang dikelola oleh Lekma Lamin (Lembaga

20 Majalah Barakah / Edisi Oktober-November 2018


Masyarakat Labuan Cermin beserta para warga

sekitarnya.

Oleh karena waktu dan jarak yang

dibutuhkan cukup lama dan jauh, para wisatawan

ada baiknya mempersiapkan dengan

baik. Karena, di tempat tersebut masih minim

fasilitas untuk para wisatawan yang berkunjung.

Sesampainya di Biduk-biduk, Anda masih

perlu menyewa perahu untuk sampai ke Danau

Labuan Cermin. Tak lama, hanya beberapa

menit saja Anda sudah sampai di Danau Labuan

Cermin.

Kemudian, danau ini dinamakan Labuan

Cermin karena airnya yang begitu jernih dan

mengkilap layaknya cermin. Danau ini juga

mendapat sebutan Danau Dua Rasa. Sebutan

ini dikarenakan keunikan pada air danaunya.

Dimana di bagian atas adalah air tawar,

sedangkan di bagian bawahnya adalah air asin

dan tidak bercampur sama sekali. Fenomena ini

sudah dicatat dalam Al-Qur’an surat Al-Furqan:

52 yang berbunyi, “Dan dialah yang membiarkan

dua laut mengalir (berdampingan), yang ini

tawar, yang ini lagi segar dan yang lain asin lagi

pahit. Dia jadikan antara keduanya dinding dan

batas yang menghalangi.”

Semua pemandangan disini dapat memanjakan

mata dan menenangkan pikiran para

wisatawan yang berkunjung. Selain menikmati

pemandangan di sekitarnya, para wisatawan

juga bisa snorkeling untuk menikmati indahnya

ekosistem danau.

Kejernihan air danau bak cermin akan

membuat mata wisatawan siapapun terpana.

Hutan tropis disekitarnya juga tak kalah indah,

menambah kesempurnaan dari Danau Labuan

Cermin. Danau ini memiliki kedalam 3-6 meter.

Karena keunikan airnya, dua jenis organisme

bisa hidup disini. Ikan air tawar yang hidup di

permukaan laut, dan ikan air asin yang dapat

ditemui di kedalaman kurang lebih 2 meter.

Jika beruntung, Anda akan melihat penyu yang

berenang-renang di danau ini dan biota-biota

lain yang berhabitat di danau ini.

Oleh karena keindahannya dan tersembunyinya

surga dunia ini. Sebagai manusia

yang berakal sempurna tentu kita tak hanya

menikmati saja, namun juga harus menjaganya.

Karena, semua yang ada di bumi ini adalah

titipan dari Allah subhanahu wa ta’ala untuk

dijaga oleh para makhlukNya.(ipw)

Majalah Barakah / Edisi Oktober-November 2018 21


KULINER

Nasi Bekepor,

Pesona alam di Indonesia memang tak ada

duanya. Hutan, laut, kekayaan alam lain

menjadi sumber kehidupan sendiri-sendiri

bagi rakyat Indonesia. Karenanya, Indonesia

memiliki beragam kuliner nan sedap yang dapat

memanjakan lidah para pecinta kuliner.

Nasi Bekepor merupakan salah satu contoh

kuliner khas Indonesia. Nasi Bekepor adalah

makanan khas Kalimantan Timur. Makanan

ini dulunya merupakan makan para Raja Kutai.

Makanan yang hanya bisa dihidangkan oleh

golongan bangsawan. Makanan ini biasa disajikan

berpasangan dengan Sambal Raja ataupun

Sayur Asam khas Kalimantan Timur. Sekarang,

tak perlu lagi menjadi seorang bangsawan untuk

menikmati lezatnya Nasi Bekepor ini. Berikut

resep Nasi Bekepor yang dapat dibuat di dapur

Anda.

Kelezatan Makanan

Raja Terdahulu

Bahan-bahan :

Bumbu yang Dihaluskan :

- 400 gram beras putih

- 100 gram ikan gabus asin

(goreng, lalu suwir-suwir)

- 10 lembar daun kemangi

- Secukupnya minyak (untuk menumis)

Bumbu-bumbu :

- 6 buah cabai rawit

- 4 lembar daun pandan

(potong-potong)

- 3 lembar daun salam

- 1 sendok teh garam

- 1/2 buah jeruk nipis (ambil airnya)

Bahan Sayuran :

- 8 buah kacang panjang

(iris 2 sentimeter, lalu goreng)

- 6 siung bawang merah (belah 4)

- 1 buah terung ungu (iris dadu

1 sentimeter, lalu goreng)

- 1 butir telur ayam (rebus, kupas

dan cincang)

- 8 buah cabai merah besar

- 4 buah cabai rawit

- 1 buah lemon

- 1 sdt terasi bakar

- 1 sdt garam

- 1 sdt gula pasir

Cara Membuat Sambal Raja :

- Tumis bumbu-bumbu dengan

minyak panas hingga harum

dan angkat

- Campurkan tumisan bumbu

tadi dengan sayuran yang sudah

dipersiapkan.

Cara Membuat Nasi :

- Siapkan sebuah ketel. Masukkan

ke dalamnya beras, air, minyak, daun

salam, daun pandan, dan garam.

Masak di atas api kecil sambil diaduk.

- Kemudian, masukkan kemangi, ikan

asin, cabai, dan air jeruk nipis, aduk.

Masak hingga bagian pinggirnya ber

kerak dan nasi matang. Angkat. Sisih

kan.

- Hidangkan bersama Sambal Raja.

Sungguh kaya bukan kuliner di Indonesia. Dengan begitu banyaknya kekayaan alam, Indonesia

tak hanya menyuguhkan pesona alamnya saja, namun juga berbagai macam kuliner khas tiap

daerah yang memiliki rasa tak kalah sedap dengan makanan-makanan negara lain. (ipw)

22 Majalah Barakah / Edisi Oktober-November 2018


KESEHATAN

Oleh : Dr H. Suhardi, Sp.JP

Dokter RSUD Bontang Kaltim, Ketua IDI Bontang

Assalamu’alaikum,

Dok. Belakangan ini Saya sering mengalami nyeri di bagian dada dok. Sering pula saya kurang nyaman

dengan keadaan ini. Saya juga khawatir apakah ini termasuk gejala serangan jantung? Benarkah?

Lalu apa yang sebaiknya saya lakukan Dok? Terima kasih dok.

Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh.

Terima kasih, Reina di Bontang

Seringkali rasa sakit di dada dihubungkan

dengan gejala serangan jantung. Padahal,

bisa jadi itu kondisi lain. Memaksa otot

dada bergerak berlebihan adalah salah satu

di antaranya, atau bisa juga karena hal lain

yang jauh lebih serius. Satu hal yang pasti, jika

mengalami nyeri dada dan Anda tidak tahu apa

yang menyebabkannya, hubungi dokter segera.

Jika nyeri dada mengarah ke serangan

jantung maka harus dilakukan tindakan cepat

pertolongannya untuk mencegah kerusakan

otot jantung yang bisa terjadi dalam beberapa

jam yang berujung pada kematian. Hampir

sepertiga pasien serangan jantung tidak merasakan

nyeri dada. Tapi gejala sebenarnya sudah

dirasakan jauh sebelumnya yakni nyeri yang

hilang timbul dalam 5 menit atau tidak menetap

dan seringnya diabaikan banyak orang.

Nyeri dada yang timbul tenggalam itu biasanya

berlangsung singkat, tidak sampai 20 menit.

Kapan nyeri dada itu dikategorikan sebagai

gejala serangan jantung yang serius?

Gejala yang khas pada serangan jantung adalah:

1. Dada sesak, berat atau seperti diperas.

Kondisi ini digambarkan banyak penderitanya

seperti membawa beban yang berat di

dada atau seperti dada diikat ketat. Sensasi

ini biasanya terasa di sisi kiri dada atas. Tetapi

kadang juga sulit menentukan lokasi yang

tepat.

2. Sesak nafas.

3. Berkeringat, mual dan merasa cemas.

4. Rasa sakit dileher, lengan kiri dan rahang,

dibelakang perut, salah satu bahu atau

dikedua bahu.

5. Merasa lemah dan denyut jantung cepat

atau tidak teratur.

Jika Anda mengalami nyeri dada yang

terasa parah, terus-menerus kambuh dan tidak

menunjukkan tanda membaik, langkah yang

teraman adalah memeriksakannya ke dokter.

Dengan ke dokter, penyebab dasar gejala

Anda bisa diketahui dan ditangani

secepatnya. {}

Majalah Barakah / Edisi Oktober-November 2018 23


KISAH SEDEKAH

Dari Sedekah,

Ia Percaya akan Keajaiban

Agus Kuncoro

Semesta selalu mempunyai cara untuk memberi

keajaiban. Tak terkecuali bagi seorang

public figure seperti Agus Kuncoro. Pemain

sinetron religi PPT (Para Pencari Tuhan) ini memiliki

konsep yang unik dalam memahami arti sedekah.

Ia beranggapan bahwa sebagian harta

sudah seharusnya diberikan kepada yang lebih

membutuhkan. “Seperti makan, jika terus

makan jarang dikeluarkan kita akan sakit. Rezeki

juga demikian, kita diberi terus, tetapi jarang

disedekahkan yang ada Allah akan mengambil

dengan lebih banyak lagi.” kata pemeran Azzam

dalam sinetron PPT itu.

Kemudian, karena rasa penasarannya

ini, suami dari Anggia Jelita mencoba

bersedekah untuk membuktikan

keajaiban yang diberikan Allah

subhanahu wa ta’ala. Pada

awal tahun 2008 yang

lalu, ia menyedekahkan

sebagian honornya dari

bermain film “Kun

Fayakun”. Keajaiban

yang ia dapat yaitu,

mendapati bayi perempuan

yang sudah ia

tunggu-tunggu selama

tiga tahun pernikahannya.

“Produser film Kun

Fayakun, Ustadz Yusuf

Mansyur, menyarankan

untuk menyedekahkan sebagian

dari honor. Kata beliau,

jika saya punya keinginan kuat

untuk memiliki anak, sebaiknya termin

(honor) terakhir jangan diambil.”

Agus-pun menyetujui saran tersebut.

Dan tak lama setelah itu, istrinya mengabarkan

jika ia positif hamil. Dengan keajaiban ini membuat

Agus semakin menebal keimanannya akan

keajaiban sedekah. Meski demikian, sedekah

bukanlah hal baru baginya.

Sementara itu, ia mengakui mengalami

titik balik dari kehidupannya ketika banyak

musibah yang mendera. “Mulai dari banjir semata

kaki di lantai dua. Terus, ibu dan bapak

yang meninggal, tak lama juga saya putus dari

pacar, saudara-saudara jauh semua. Pada saat

yang sama saya kerja di PH (Production House)

semua tokoh saya di PH itu dimatikan dan kamar

kos saya kebakaran.”

Semenjak musibah-musibah yang mendera

dengan beruntun tersebut, ia berkonsultasi

dengan Ustadz. Setelah sekian masalah yang sudah

ia adukan, Ustadz tersebut menyimpulkan

bahwa Agus orang yang pelit. Lalu, ia kembali

berpikir bahwa dirinya bukanlah orang yang

pelit karena ia juga mengaku sering bersedekah

kepada orang yang lebih membutuhkan. Kemudian,

Ustadz pun memberi saran bahwa tiap

sedekah yang ia lakukan seharusnya dibarengi

dengan ijab kabul dan berniat sedekah.

Kemudian, ia-pun juga

menerapkan saran tersebut.

Alhasil, satu persatu masalah

di hidupnya menemukan

ujung karena ikut

campur Allah subhanahu

wa ta’ala dalam

menyelesaikan masalahnya.

Lalu, ia pun

mengaku bahwa ia

pernah menunda untuk

bersedekah, karena

hal tersebut Allah

langsung menegurnya

melalui beberapa musibah

seperti kecelakaan

yang pernah dialaminya.

Setelah ia menjalani berbagai

perawatan intensif dan keluar dari

rumah sakit. Agus langsung bersedekah. “Seyogianya

sedekah itu sudah bukan lagi kewajiban,

akan tetapi hak bagi kita.” ungkapnya.

Oleh karena sedekah mendatangkan

keajaiban dan kebaikan baginya, ia pun menambahkan,

“Karena di Al-Qur’an itu kan janji-janji

Allah banyak, ibaratnya kita berdagang dengan

Allah.” Karenanya, sedekah juga merupakan

media bagi manusia untuk berkomunikasi kepada

Allah akan kesulitan yang dialami bukan

sebagai jurang penghambat bagi kita untuk berbuat

baik kepada orang lain.(ipw)

24 Majalah Barakah / Edisi Oktober-November 2018


PROFIL DONATUR

Meyakini

Janji Allah

dengan Sedekah

Harta terkadang membuat manusia silap

mata. Tak heran, jika banyak manusia

memperebutkan harta hingga bertaruh

nyawa. Namun, harta tak boleh membuat

seorang muslim lupa akan Allah. Seperti yang

dilakukan Tonton Hendriyansyah, Amd, seorang

karyawan swasta yang meyakini janji Allah

tentang sedekah itu ada dan nyata.

Jika sholat dapat mendekatkan seorang

muslim kepada Allah subhanahu wa

ta’ala, maka tak ubahnya sedekah. Kemudian,

menurut bapak dua anak tersebut sedekah

adalah kewajiban menyisihkan sebagian

harta yang kita miliki dari penghasilan yang

didapat.

Sementara itu, Ia berkisah tentang

pengalaman uniknya yang membuatnya semakin

yakin bahwa janji Allah itu benar adanya.

“Suatu ketika, saya hendak pergi ke masjid untuk

jum’atan, saya melihat adanya kotak amal,”

mulanya bercerita. Dari kotak amal yang ia lihat,

ia merasa hatinya tergerak dan bersedekah

melalui kotak amal tersebut. Di masjid yang

saya kunjungi untuk sholat Jum’at juga ada ceramah

dan kebetulan isinya tentang sedekah,”

imbuh suami dari Ratisa Yudalima Datau.

“Subhanallah”, katanya, “Keesokan

harinya saya mendapatkan rezeki yang berkali-kali

lipat dari yang saya sedekahkan di kotak

amal kemarin,” lanjutnya. Pria kelahiran Tasikmalaya

itu tidak menduga fadilah dari sedekah

dapat ia rasakan dengan penuh syukur. Namun

menurutnya, balasan Allah tak hanya berupa

rezeki harta, juga bisa berupa rezeki rasa

syukur dan kebahagiaan.

Di sisi lain, ia menemukan Baitul Maal

Barakatul Ummah (BMBU) pertama kali di

tempat buah hatinya mengenyam pendidikan.

“Saya tahu BMBU dari tempat anak saya

bersekolah,” jelasnya. Hal inilah yang akhirnya

membuat pria lulusan Universitas Pendidikan

Indonesia ini memilih BMBU sebagai penyalur

amal sedekahnya.

Pria yang menjadi donatur tetap BMBU

sejak tahun lalu ini mengatakan perlu untuk

memberikan edukasi kepada anak tentang

pentingnya bersedekah. Kepada buah hatinya,

ia menjelaskan bahwa tiap hasil yang didapat

ada hak untuk fakir miskin yang harus dikeluarkan

agar menjadikan harta yang kita peroleh

menjadi harta yang berkah. Oleh karenanya,

saat ini ia dan keluarga merasa sedekah

menjadi suatu kewajiban karena begitu

banyak manfaat yang didapat. (ipw)

Majalah Barakah / Edisi Oktober-November 2018 25


LAPORAN KEUANGAN

26 Majalah Barakah / Edisi Oktober-November 2018


Program Pendistribusian

1. Bidang Ekonomi :

Program Umat Mandiri (PRO-UMI)

2. Bidang Pendidikan :

- Beasiswa Yatim & Dhuafa

- Beasiswa Yatim Penghafal Al-Qur’an

- Beasiswa Berprestasi

- Peningkatan SDM Guru & Karyawan

3. Bidang Dakwah :

- Pembangunan Masjid Quba

- Pembangunan Asrama Santri

- Pelatihan Baca Qur’an & Tahfidz Qur’an

- Peningkatan SDM Para Da’i

4. Bidang Kesehatan :

- Bantuan Kesehatan Bagi

Keluarga Dhuafa

5. Bidang Sosial Kemanusiaan Lainnya :

- Pendistribusian Fidyah

- Pendistribusian Hasil Qurban

- Peduli Kebersihan Masjid (PKM)

- Peduli Dhuafa

- Peduli Dunia Islam

- Peduli Bencana

Program Kepedulian Masjid (PKM)

Bontang Barat

21 Masjid

Bontang Utara

43 Masjid

Bontang Selatan

24 Masjid

Total 88 Masjid

Laporan Qurban 1439H

Pendistribusian Hasil Qurban kepada

masyarakat sekitar

Jumlah Penerimaan Donasi Rp 496,865,000

Jumlah Penerimaan Sapi Qurban

2 EKOR

Jumlah Penerimaan Kambing Qurban

3 EKOR

Sapi Qurban

25 Ekor

Kambing Qurban

18 Ekor

Muqorrib

119 Orang

Pemotongan Hewan Qurban

Sekolah DHBS Bontang Lestari

Sekolah DHBS Tanjung Laut

RT.14 Gn. Elai, Bontang Utara

RT.06 Tanjung Laut, Bontang Selatan

Desa Kanaan, Bontang Selatan

16 Sapi,

14 Kambing

1 Sapi

6 Sapi,

4 Kambing

1 Sapi

1 Sapi

Pendistribusian Hasil Qurban

Kecamatan Bontang Selatan 994 Orang

Kecamatan Bontang Utara 805 Orang

Kecamatan Bontang Barat

1000 Orang

2799 Orang

Majalah Barakah / Edisi Oktober-November 2018 27


AGENDA

Qurban

Pada hari Kamis 23 Agustus 2018 bertepatan

dengan tanggal 11 Dzulhijjah 1439 H LAZ

BMBU bekerjasama dengan sekolah mitra TKIT

Qurotta A’yun, SDIT Asy-Syaamil, SMPIT dan

SMAIT DHBS telah melaksanakan penyembelihan

Hewan Qurban dan pendistribusian hasil

qurban kepada masyarakat sekitar Bontang di

tiga kecamatan, yakni Kecamatan Bontang Selatan,

Kecamatan Bontang Utara dan Kecamatan

Bontang Barat, dengan motivasi untuk menjalin

ukuwah dan berbagi kebahagian bersama masyarakat.

Audit Keuangan

Tim Auditor Akuntan Public Tri Bowo Yulianti dari Jakarta pada tanggal 23 sampai 27 Juli

2018 melakukan audit keuangan di kantor LAZ BMBU Bontang. hal ini sesuai dengan permintaan

dari BAZNAS kepada setiap LAZ untuk melakukan laporan audit secara periodik setiap tahun.

28 Majalah Barakah / Edisi Oktober-November 2018


KIDS

Majalah Barakah / Edisi Oktober-November 2018 29


30 Majalah Barakah / Edisi Oktober-November 2018


Majalah Barakah / Edisi Oktober-November 2018 31


32 Majalah Barakah / Edisi Oktober-November 2018


Ubah Jeans Bekas Menjadi

Kantung Hiasan Dinding Menarik

KARYAKU

Assalaamu’alaikum adik-adik.

Bagaimana dengan hari ini? Semoga tetap semangat beribadah dan belajar yaa. Apakah

adik-adik jenuh dengan dinding kamar yang itu-itu saja? Tetapi adik-adik punya jeans bekas yang

tak terpakai? Daripada mubadzir, yuk rombak dinding kamar kamu menjadi lebih menarik dengan

menempel kantung serbaguna.

Bahan-bahan yang dibutuhkan :

- Baju atau celana jeans yang sudah tidak terpakai

- Pensil dan penggaris bila diperlukan

- Gunting

- Perekat super atau juga dapat menggunakan jarum dan benang

- Kanvas dengan ukuran sesuai selera sebagai media tempel atau dapat menggunakan

bahan lain seperti cardboard ataupun papan kayu

Cara membuat :

1. Mula-mula persiapkan

bahan yang dibutuhkan

2. Ambil bagian kantung baju atau celana

jeans dengan cara memotongnya sesuai

dengan bentuk kantung yang ada. Akan

lebih baik jika Anda menyertakan lapisan

di belakang kantung lalu sisihkan.

3. Susun potongan kantung-kantung tadi dia

tas media tempel sesuai dengan selera.

4. Apabila sudah menentukan posisi

peletakan kantung tadi, Anda dapat

memulai untuk menempelkannya dengan

menggunakan perekat super atau juga

dengan dengan cara menjahitnya

apabila Anda menggunakan

media kanvas.

5. Pocket jeans multi fungsi pun telah selesai

dibuat. Anda dapat menggunakannya se

kedar untuk hiasan dinding atau juga se

bagai media penyimpanan atau storage.

Selamat mencoba. Wassalaamu’alaikum. (Din)

Majalah Barakah / Edisi Oktober-November 2018 33


SEKOLAH MITRA

Peduli Kemanusiaan, SMAIT DHBS

Galang Dana untuk Palu & Donggala

SMAIT DHBS baru-baru ini lakukan penggalangan dana untuk korban gempa dan tsunami

yang ada di Palu dan Donggala. Kegiatan kemanusiaan ini dilakukan tepatnya sore hari, pada 2

Oktober 2018.

Para siswa pun menyebar. Kali ini, siswa putri melakukan penggalangan di area lampu merah

Al Hijrah dan Pasar Rawa Indah, sementara siswa putra di kompleks Perumahan PAMA.

34 Majalah Barakah / Edisi Oktober-November 2018


SDIT Asy Syaamil Ikuti Pawai Ta'Aruf

1 Muharram 1440 H

SDIT Asy Syaamil baru-baru ini mengikuti pawai ta’ruf 1 Muharram 1440 H. Start dari Masjid

Al Hijrah Tanjung Laut, finish di kantor Walikota lama, Jl. Awang Long.

Pawai tersebut diikuti seluruh elemen masyarakat. Mulai dari Masjelis Taklim ibu-ibu, anakanak

sekolah dari SD-SMA, hingga Pegawai Pemerintahan.

Nah SDIT Asy Syaamil sendiri mengirim 124 siswa kelas 5 dan 70 ustadz/ah.

Meski panas terik menyengat, siswa SDIT Asy Syaamil tetap bersemangat. Demikian juga para

Ustadz dan ustadzahnya.

Seru Banget!

Hiking dan Tracking

Penggalang Pramuka

SDIT Asy Syaamil

Salam Pramuka!

Baru-baru ini, siswa SDIT Asy-syaamil

mengikuti agenda hiking dan tracking penggalang

pramuka. Tepatnya, pada 21 September di

sekitar gapura “Selamat Datang Bontang”.

Kegiatan yang cukup menguras tenaga ini

berlangsung asyik. Seru banget deh. Para siswa

sangat suka dan antusias.

Majalah Barakah / Edisi Oktober-November 2018 35


SEKOLAH MITRA

SMPIT DHBS Adakan Sosialisasi

Penegakan dan Penertiban Disiplin Sholat di Waktu Sekolah

Salah satu kegiatan santri putra SMPIT DHBS jumat ini adalah Kegiatan Sosialisasi Penegakan

dan Penertiban Disiplin Sholat di Waktu Sekolah (Dhuhur & Ashar).

Kegiatan ini berlangsung di masjid Quba, kampus DHBS Bontang Lestari. Tampak, para siswa

antusias mendengar materi yang disampaikan oleh Ust Afif.

6 Siswa SMAIT DHBS Berhasil Lolos ke Babak

Penyisihan pada Festival Euphorbio 3 Se-Kaltim

Enam siswa SMA IT DHBS mengikuti

seleksi Olimpiade Biologi pada Festival Euphorbio

3 tahun 2018, baru-baru di Kampus DHBS

Bontang Lestari. Alhamdulillah, semua masuk di

babak penyisihan.Mereka adalah:

1. Noer Wahidin Parakkasi (XI MIA 1)

2. M. Arsifari Averush (XI MIA 1)

3. M. Hafizuddin Fauzi (XI MIA 1)

4. Andi Luthfia Nanda (XI MIA 2)

5. Nisrina Hany Firdausi (XI MIA 2)

6. Robiatul Adawiyah (X MIA 2)

Mohon doa dan dukungannya.

36 Majalah Barakah / Edisi Oktober-November 2018


Selamat! 3 Siswa SDIT Asy Syaamil

LOLOS SEMIFINAL Olimpiade Biologi se-Kaltim

Tiga dari delapan siswa yang tergabung di ekskul sains club berhasil lolos ke semifinal Olimpiade

Biologi tingkat SD se-Kaltim, baru-baru ini. Sesuatu yang spesial, mengingat mereka baru

mengikuti kompetisi perdana pada tahun pembelajaran 2018/19.

Kegiatan yang bertajuk Festival Euphorbio 3 akan dilaksanakan pada 13-14 Oktober mendatang.

Dengan latihan kurang Lebih 1 Bulan (pertengahan Augustus sd pertengahan september),

siswa yang mengikuti kompetisi ini benar-benar menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Yang berhasil menuju semifinal adalah Ananda Nabil Hafuza Maulana (kls 6A), Marista Mafadah

Syauq (5b), dan Gayatri Nafisha Larasati (4A).

Menariknya lagi, sang juara tersebut berada di kelas takhasus dengan frekuensi belajar akademik

sedikit dibanding kelas regular. Masya Allah…

Selain Olimpiade Biologi, ada juga lomba lainnya yaitu Cerdas Cermat. Bukan hanya SD yang

terlibat dalam festival ini akan tetapi SMP dan SMA juga turut berpartisipasi.

TKIT Qurrota A'yun Ikuti

"Dongeng Ceria" Peduli Lombok

HIMAPAUDI Kecematan Bontang Selatan baru-baru ini gelar “Dongeng Ceria” Peduli Lombok.

Tepatnya pada 4 September, di Masjid Agung Al-Hijrah Tanjung Laut.

Para peserta, termasuk TKIT Qurrota A’yun sangat antusias. Tentu saja tidak lepas dari peran

kak Adi Pamungkas, sang pendongeng asal Jakarta yang tampil memukau.

Majalah Barakah / Edisi Oktober-November 2018 37


38 Majalah Barakah / Edisi Oktober-November 2018


Majalah Barakah / Edisi Oktober-November 2018 39


ENSIKLOPEDIA

Wow !

Ini Fakta Menarik

Tentang Tata Surya

Bumi merupakan salah satu anggota planet

Tata Surya, sistem bintang di mana Matahari

sebagai bintang induknya. Berikut

ini, kami telah sajikan 5 fakta menarik tentang

Tata Surya yang mungkin belum Anda ketahui.

Penasaran? Yang jelas, Tata Surya kita ternyata

menyimpan banyak misteri yang belum terpecahkan.

Inilah 5 fakta menariknya.

Banyak orang, mungkin termasuk

Anda, berpikir bahwa Merkurius adalah planet

terpanas di Tata Surya karena ia merupakan

planet terdekat dengan Matahari. Jarak antara

Merkurius ke Matahari bahkan kurang dari

setengah dari jarak Bumi ke Matahari.

Namun, faktanya, planet terpanas di

Tata Surya kita bukan Merkurius, melainkan

Venus. Planet terdekat kedua dari Matahari kita

tersebut berjarak 48,2 juta kilometer lebih jauh

dari Matahari dibandingkan Merkurius. Hal ini

menumbuhkan asumsi bahwa bila berjarak lebih

jauh dari Matahari, seharusnya lebih dingin.

Hasil pengamatan dan penelitian berkata

lain. Kini diketahui Merkurius tidak memiliki

atmosfer, sehingga tidak ada “selimut” yang

bisa mempertahankan panas Matahari di permukaannya.

Di sisi lain, Venus diselimuti oleh

atmosfer yang sangat tebal, sekitar 100 kali

lebih tebal dari atmosfer Bumi kita.

Tebalnya atmosfer Venus menyebabkan

adanya efek rumah kaca berlebihan. Hal ini

membuat panas dari Matahari terperangkap

di permukaan Venus dan tidak dapat terpantul

kembali ke ruang angkasa. Dan dengan demikian,

hal tersebut meningkatkan suhu keseluruhan

Venus.

Suhu rata-rata di Venus adalah sekitar

468 derajat Celcius, cukup panas untuk dapat

melelehkan timah. Sementara suhu maksimum

di Merkurius “hanya” sekitar 426 derajat

Celcius. Selain itu, tidak adanya atmosfer di

Merkurius menyebabkan suhu permukaannya

bervariasi, sementara suhu di Venus cenderung

stabil, hampir tidak bervariasi sama sekali, baik

saat siang dan malam hari.

Pluto Lebih Kecil dari Benua Australia

Mungkin inilah mengapa Pluto diturunkan

statusnya dari “Planet” menjadi “Planet kerdil”,

karena ia memang kerdil! Australia diketahui

memiliki lebar sekitar 4.000 km, sementara

Pluto diketahui hanya sekitar 2.370 km.

Untuk perbandingan lebih lanjut, Bulan

(satelit alami Bumi kita) diketahui memiliki

diameter sekitar 3.470 km, sementara Merkurius

si planet terkecil di Tata Surya memiliki lebar

sekitar 4.880 km. Masih heran mengapa Pluto

tidak dianggap sebagai planet?

Tepian Tata Surya 1.000 Kali Lebih Jauh

dari Pluto

Sebagian orang masih berpikir bahwa

tepian Tata Surya kita adalah di orbit planet

40Majalah Barakah / Edisi Oktober-November 2018


kerdil Pluto. Tapi faktanya, kini para astronom

telah menemukan banyak benda-benda yang

mengorbit Matahari yang jaraknya lebih jauh

dari Pluto, benda-benda yang kemudian disebut

sebagai “Trans-Neptunus Objects” atau “Kuiper

Belt Objects”.

Setelah orbit Pluto juga ada area bernama

Sabuk Kuiper, area di ujung Tata Surya yang

berisi material pembentuk komet. Sabuk ini

diperkirakan meluas selebar 50 hingga 60 Unit

Astronomi (AU, atau jarak rata-rata Bumi ke

Matahari. 1 AU = 150 juta km).

Sabuk Kuiper juga bukan bagian akhir

dari Tata Surya, sebab ada lagi bagian yang

lebih jauh yang disebut sebagai Awan Oort,

tempat dari mana komet berasal. Awan Oort

diperkirakan meluas selebar 50.000 AU dari

Matahari, atau sekitar setengah tahun cahaya,

lebih dari seribu kali lebih jauh dari Pluto!

Dibanding Mars, Venus Lebih Mirip Bumi

Venus bisa dibilang sebagai “Kembaran

Jahat” Bumi kita. Antara Bumi dan Venus

nyatanya memiliki banyak kemiripan. Mulai dari

diameternya, Venus memiliki diameter sekitar

12.100 km, hampir sebesar Bumi (sekitar

12.741 km).

Volume planet Venus adalah sekitar

85,7% volume Bumi dan memiliki 90% dari

luas permukaan Bumi. Semetara itu, massa

Venus adalah 81,5% massa Bumi dan gaya

gravitasinya hanya 90% dari gaya gravitasi yang

kita rasakan di Bumi.

Masih kurang mirip? Mari kita lihat komposisinya.

Diketahui komposisi kedua planet

ini ternyata mirip juga. Keduanya memiliki inti

logam yang dikelilingi oleh mantel batuan silika

dan kemudian dilapisi oleh kerak tipis.

Tapi ada beberapa perbedaan di sini.

Inti Bumi memiliki konveksi yang menghasilkan

medan magnet planet, sementara Venus tidak

memiliki medan magnet. Bumi juga memiliki

lempeng tektonik yang membantu pelepasan

panas dari dalam planet, sementara Venus

tidak.

99% Massa Tata Surya Adalah Massa

Matahari

Seberapa besar Matahari? Bayangkan

ini: sembilan puluh sembilan persen total massa

di Tata Surya kita merupakan massa Matahari.

Jupiter dan beberapa planet besar lainnya hanya

menyumbang kurang dari satu persen massa

Tata Surya, bahkan Bumi bahkan nyaris tidak

terlalu diperhitungkan.

Matahari adalah, tentu saja, bagian paling

penting dari sistem Tata Surya kita. Meskipun

bintang ini memberi kita cahaya, panas,

dan energi yang cukup untuk keberlangsungan

kehidupan di Bumi, kadang-kadang kita mudah

untuk melupakan betapa besarnya Matahari

kita.(Muf)

Majalah Barakah / Edisi Oktober-November 2018 41


CERBUNG

Bukan Itu yang

Ayah

Mau

Cerpen Karangan : Gia

“Za, bangun nak, subuh udah mau

lewat”, katanya dari pintu luar kamarku. “Iya

yah ini udah bangun”, jawabku setengah

mengantuk. “Yaudah wudhu dulu terus shalat

subuh ya, ayah mau jalan pagi sebentar”. Ya,

itu ayah ku, ayah sekaligus ibu buatku, semenjak

ibu meninggal ayahlah yang mengurus aku

di rumah.

“Yah ini kopinya”, kataku sambil meletakan

gelas di meja. “Oh iya makasih ya nak,

42 Majalah Barakah / Edisi Oktober-November 2018


udah siap-siap mau berangkat sekolah?”. “Iya

yah, ini udah mau berangkat”, sambil ikat tali

sepatu, “Aku berangkat ya yah, Assalammulaikum”,

kataku sambil mencium tangannya.

“Waalaikumsallam, hati-hati di jalan nak”.

Aku reza, murid SMA kelas 3, yang sebentar

lagi memulai UN dan mudah-mudahan aku

bisa mendapat beasiswa untuk melanjutkan

pendidikan ku ke universitas, aku ga mau lagi

membebani ayah untuk biaya pendidikanku,

makanya aku berusaha keras supaya aku bisa

mendapatkan beasiswa.

Di sekolah aku menjalani hari-hari seperti

kebanyakan orang, tidak ada yang istimewa

ataupun kisah cinta anak SMA seperti sinetron

di tv-tv. “Za!, kamu di panggil bu zahra di ruang

guru, kamu di suruh temuin dia sekarang”.

“Ehh iya fit, aku kesana sekarang, makasi ya”.

aku berjalan ke ruang guru untuk menemui

wali kelasku, “assalammualaikum, ada apa ya

bu? tadi kata fitri ibu manggil saya”. “Waalaikumsallam,

ehh iya za, ada yang mau ibu kasih

tau ke kamu”. “Kasih tau apa ya bu?”, tanyaku

agak bingung. “Jadi, kamu dapat undangan

dari universitas X, kalo kamu mau terima nanti

tinggal tunggu hasil UN kamu aja”, katanya

sambil memberiku sebuah amplop. “Universitas

X yang di kota J ya bu?, boleh saya bicarain

sama ayah saya dulu bu?”. “Silakan za “. “Yasudah

bu, makasih ya bu”, kataku sambil cium

tangan nya.

Sampai di rumah aku siapin makan siang

buat ayah di dalam rantang untuk di bawa ke

toko ayah. “Assalammualaikum yah”. “Waalaikumsallam,

ehh udah pulang kamu ya za”. “Ini

yah makan siangnya, dimakan dulu”, kataku

sambil membuka tutup rantangnya. Ya ayahku

punya usaha toko kecil-kecilan, dari hasil toko

ini ayah bisa membiayain aku sampai sekarang.

“Oh iya yah, aku dapat undangan beasiswa dari

universitas X yang di kota J”, kataku membuka

pembicaraan. “Alhamdulillah, jadi gimana?”.

“Aku belom tau sih yah, soalnya jauh juga,

mungkin kalo undangan dari universitas kota ini

pasti aku langsung terima”. “Kenapa memang

nya kalo di kota J? bukanya lebih bagus?”. “Iya

sih yah, tapi kalo aku pergi kesana trus siapa

yang jagain Ayah “Hahaha, reza, reza”. “Kok

ayah ketawa sih? “. “Iya-iya, sekarang kamu

ga usah pikirin ayah, ayah pasti dukung kamu

kok, untuk kebaikanmu, ayah pasti dukung”.

“Makasih ya yah, udah ngertiin reza”. “Pasti

lah, kamu kan anak ayah satu-satunya”.

Aku pun lulus UN dengan nilai di atas

rata-rata, aku berangkat ke kota J untuk

memenuhi undangan dari universitas X, ayah

mengantarkan aku ke bandara, beliau cuma

pesan kepadaku baik-baik di kota orang, dan

jangan lupa sholat 5 waktu.

Kota J, ibukota negara ini, yah akhirnya

aku sampai disini untuk melanjutkan pendidikanku,

aku pun mulai mencari kos-kosan yang

dekat dengan universitasku. Setelah memulai

kuliah aku pun mencari kerjaan sampingan

untuk kebutuhan sehari-hariku, karena aku

menolak kalo ayah mengirimkan uang bulanan

buatku, aku ga mau lagi membebani ayah.

Setelah selesai kuliah aku pun mendapat

panggilan untuk kerja di salah satu perusahaan

besar di kota J, setelah aku mulai kerja kehidupanku

berubah menjadi sibuk, pergi pagi

dan kadang pulang sampai larut malam, aku

jadi jarang menelpon atau mengangkat telpon

dari ayah.

Drettt, drettt, hp ku bergetar, pasti ayah

lagi yang menelpon, nah kan bener!. “Iya halo

yah”, kataku menjawab telpon. “Halo nak,

gimana kabar kamu? sehat kan?”. “Sehat kok

yah, ayah sehat juga kan?, kemarin aku uda

transfer duit ke ayah ya”. “Ayah sehat juga

kok nak, iya makasih ya, ayah cuma mau tanya

kapan kamu bisa pulang?”. “Hmmm belum

tau lagi yah, masih banyak kerjaan, yah udah

dulu ya?, aku masih banyak kerja”. “Yaudah

nak, jaga kesehatan ya, banyakin istirahat”.

“Ya yah, ayah juga”, jawabku sambil menutup

telpon. Berapa hari kemudian tanteku menelpon,

ngasih kabar kalo ayahku masuk rumah

sakit dan aku pun langsung meminta ijin untuk

langsung kembali ke kampung untuk melihat

ayahku di rumah sakit.

“Ayah kok bisa sampai begini?”, kataku

sambil pegang tangan ayah. “Kamu udah

pulang nak?, ayah kangen sama kamu, ayah

senang akhirnya kamu pulang”. “Iya yah aku

udah pulang, sekarang aku ada disini, ayah mau

apa lagi?”. “Ayah ga mau apa-apa lagi kok nak,

ayah cuma pingin liat kamu aja, sampai kapan

kamu disini nak?”, katanya sambil usap-usap

kepalaku sembari matanya berkaca-kaca. “Sampai

ayah sembuh aku disini,yaudah sekarang

ayah istirahat aja dulu ya, besok kita ngobrol

lagi”.

Namun, di jam 4 pagi ayah pergi

meninggalkan aku untuk selamanya. Aku

menangis sejadi-jadinya, aku bener-bener belum

siap untuk ditinggal sama ayah, dulu aku kira

ayah bisa bahagia dengan hasil pencapaian dan

kerja kerasku tanpa perlu aku di sampingnya,

rupanya bukan itu yang ayah mau!, ayah butuh

aku disampingnya seperti aku dulu butuh dia

disamping ku.

Majalah Barakah / Edisi Oktober-November 2018 43

Similar magazines