Newsletter Okt 2018_EDIT_DY(2)

juliasto.sigagah

BERSINERGI DAN BERBAGI CERITA

JEJARING AMPL

AIR MINUM DAN PENYEHATAN MINUMAN

ANUGERAH STBM AWARD UNTUK WILAYAH INOVATIF

Tahun 2018 ini, untuk pertama kalinya Edisi: dianugerahkan Oktober 2018

penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)

Berkelanjutan kepada 23 kabupaten/kota dan 1 propinsi

yang telah mencapai 100% pada salah satu pilar STBM, yaitu

Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Penyerahan

penghargaan langsung disampaikan oleh Mentri Menteri

Kesehatan RI Nila F. Moeloek di Jakarta, disaksikan oleh

para pimpinan daerah termasuk Gubernur Daerah Istimewa

Jogyakarta, Sri Sultan Hamengkubowono X dan sejumlah

bupati dan walikota (18/10).

Dalam sambutannya, Ibu Menteri Nila Kesehatan

menyampaikan apresiasi tinggi pada 1 propinsi dan 23

kabupaten/kota yang sudah 100% bebas BABS.

“Saya ucapkan selamat kepada seluruh daerah yang

mendapatkan penghargaan STBM ini. Wilayah yang Bapak

Ibu pimpin sudah menyatakan diri bebas dari buang air

besar sembarangan atau sudah memiliki STBM berbasis

masyarakat,” ujar bu Menteri di kantor Kementerian

Kesehatan. Kabupaten, kota dan propinsi pemenang ini

tidak hanya layak mendapat apresiasi; mereka juga layak

menjadi tempat pembelajaran bagi wilayah lain di Indonesia.

Dijelaskan lebih lanjut, Indonesia terus berkomitment untuk

menyukseskan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

yang salah satu tujuannya menyasar pada sanitasi dan air

bersih.

“Di dunia kita menandatangani SDGs, ini tentu sebagai

tujuan kita membuat pencapaian, salah satunya adalah

bagaimana kita mengakses sanitasi dan pengadaan air

bersih,” katanya.

Berdasarkan data STBM, hingga Oktober 2018 tercatat ada

23 kabupaten/kota dan 1 provinsi yang telah mencapai

100% warganya tidak BAB sembarangan. Sementara untuk

pilar 2 sampai 5, sudah banyak wilayah menerapkan namun

belum ada yang mencapai 100%.

Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes Dr.

Kirana Pritasari, MQIH juga menyampakan bahwa hampir


seluruh kabupaten dan kota di Indonesia telah

melaksanakan pemicuan STBM, dan 23 kabupaten dan kota

serta 1 provinsi telah lebih dahulu mencapai ODF (terbebas

dari BAB sembarangan) melalui serangkaian inovasi seperti

kerjasama dengan instansi setempat, kelompok pemuda,

pihak CSR swasta, ataupun berbagai gerakan bersih sungai,

pinjaman untuk pembuatan jamban.

Gubernur DIY pun menyampaikan pesan singkat bahwa

diperlukan komitmen dan kerjasama untuk menanggung

masalah sampah, air bersih, baik oleh pemerintah daerah,

organisasi kemasyarakatan, kaum swasta.

Provinsi yang mendapatkan STBM Berkelanjutan Eka

Pratama adalah DIY Yogyakarta karena seluruh

kabupaten/kota nya telah ODF. Sementara 23

kabupaten/kota itu adalah Sukoharjo, Karanganyar,

Kabupaten Semarang, Kota Semarang, Wonogiri, Boyolali,

Grobogan, Ngawi, Pacitan, Madiun, Magetan, Pare-pare,

Banda Aceh, Gunung Kidul, Bantul, Sleman, Yogyakarta,

Sumbawa Barat, Alor, Kupang, Lamongan, Kulonprogo,

dan Pringsewu. FD

Acara penghargaan ini dirangkai dengan talkshow yang

dipandu oleh Shahnaz Haque dan diikut narasumber

kompeten dari Kkementerian PUPR, Kementarian Dalam

Negeri dan Kementerian KR dan kesehatan, serta sharing

pengalaman dari para pegiat STBM terutama di wilayah yang

minim sanitasi layak.***

Liputan Media




https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-

4261912/24-wilayah-di-indonesia-dinyatakanbebas-bab-sembarangan-ini

daftarnya?_ga=2.252077193.1006574108.15397641

62-90950082.1527907407

http://infopublik.id/kategori/sosialbudaya/304577/menkes-berikan-penghargaanstbm-berkelanjutan-kepada-23-kabupaten-kota

23 Kabupaten-Kota dan 1 Provinsi Ini Raih

Penghargaan Sanitasi - Bisnis.com -

http://lifestyle.bisnis.com/read/20181018/106/8

50591/23-kabupaten-kota-dan-1-provinsi-ini-raih-

penghargaan-

sanitasihttps://m.facebook.com/story.php?story_f

bid=944020562453484&id=445585615630317

Kabupaten Pringsewu Raih Penghargaan STBM -

LAMPOST - http://www.lampost.co/beritakabupaten-pringsewu-raih-penghargaan-stbm.html

https://jogjaprov.go.id/berita/detail/diy-menjadisatu-satunya-provinsi-penerima-penghargaanstbm-kemenkes

Raih Penghargaan STBM Berkelanjutan, Ini Lima

Faktor Pendukungnya -

http://madiuntoday.id/index.php/2018/10/18/ra

ih-penghargaan-stbm-berkelanjutan-ini-limafaktor-pendukungnya/

Berhasil kelola Sanitasi, Pemkot Madiun Raih

Penghargaan STBM Berkelanjutan dari Kemenkes

http://madiunkota.go.id/index.php/2018/10/18/

berhasil-kelola-sanitasi-pemkot-madiun-raihpenghargaan-stbm-berkelanjutan-dari-kemenkes/

http://www.surabayapagi.com/read/178192/2018

/10/18/fadeli-terima-penghargaan-darimenkes.html

Grobogan Terima Penghargaan STBM dari

Menkes -

http://krjogja.com/web/news/read/80612/Grob

ogan_Terima_Penghargaan_STBM_dari_Menkes

https://www.republika.co.id/berita/nasional/umu

m/18/10/19/pgt2z4313-baru-23-kabupaten-yang-

100-persen-tak-bab-sembarangan

http://m.mediaindonesia.com/read/detail/191740

-baru-23-kabupatenkota-wujudkan-100-tidak-babsembarangan

https://biz.kompas.com/read/2018/10/18/18300

0728/konsep-bergerak-bersama-antar-semarangjadi-kota-sanitasi-terbaik-


PROFIL 6 KABUPATEN/ KOTA INOVATIF

Pemkab melakukan kerjasama penyediaan dan peningkatan

kualitas jamban dengan Pamsimas, ABPDes, dan TNI

lewat program sejuta jamban, dan juga lewat dana khusus

(DAK). Sejak tahun 2015 hingga tahun 2017, sudah

ALOR

“Jika belum membangun jamban, berarti kita belum

merdeka”

Itulah slogan yang selalu didengungkan Bupati Kabupaten

Alor Drs Amon Djobo saat orang nomor satu di Alor ini

blusukan ke setiap rumah penduduk di desa-desa. Slogan ini

telah memicu perasaan malu dan menyerang harga diri para

kepala desa dan penduduk desa untuk segera membangun

jamban yang layak. Slogan ini juga diperkenalkan kepada

para pemuka agama, tokoh adat dan masyarakat untuk dapat

disebarluaskan dalam berbagai kesempatan yang dihadiri

banyak orang.

Gerakan blusukan pak Bupati dilanjutkan dengan tindakan

pemicuan oleh tim kecamatan dan kabupaten termasuk TNI.

Kemudian para sanitarian dan staf puskesmas serta kader

posyandu melakukan pendekatan persuasif dengan

mendatangi rumah-rumah warga yang belum memiliki

jamban.

Promosi dan gerakan penyadaran pada masyarakat terutama

untuk pilar 1 (ODF) dilakukan melalui media seperti radio

pilar 1 melalui drama di radio atau lewat tokoh agama dalam

acara keagamaan seperti khotbah jumat, khotbah di gereja,

dan sambutan saat acara pernikahan. Kunjungan Bupati

disebarluas melalui koran lokal, facebook dan WA grup atau

mobil infokom. Tujuannya agar masyarakat memiliki visi

yang sama dalam membangun wilayah Alor yang semakin

layak dan sehat.

terdapat 27.764 KK yang memiliki Jamban Sehat Permanen

(JSP) dari yang sebelumnya 24.217 KK. Pemkab juga

menyasar pada pembangunan IPAL biofilter individual dan

komunal di daerah perkotaan dan pedesaan sejak 2017.

Semua upaya diatas dilandasi dan dipayungi dengan berbagai

peraturan tentang STBM seperti Perbup tentang STBM,

Instruksi Bupati tentang Percepatan ODF dan lainnya.

STBM pun sudah dimasukkan dalam RPJMD 2014 - 2019

dan 2019 – 2023, yang merupakan salah satu sektor dari

Program Generasi Alor Sehat.

Kerjasama lintas sektor untuk program STBM dilakukan

secara terintegrasi diantara dinas-dinas terkait, TNI, dan

lembaga non pemerintah seperti UNICEF/CIS Timor.

Pemda menyediakan penghargaan pada sanitarian, camat,

kades dan fasilitator AMPL yang berhasil membebaskan

desa dari BABS.










INOVASI

Blusukan oleh Bupati

Pelibatan tokoh agama, tokoh

masyarakat, tokoh adat

Sosialisasi lewat radio, mobil

infokom, kotbah keagamaan di

rumah ibadat

Pengadaan kloset leher angsa

Dukungna anggaran

IPAL komunal biofilter

Penghargaan pada desa ODF

Advokasi anggaran di tingkat desa

Monitoring paska selebrasi ODF.


INOVASI

Untuk keberlanjutan program, Pemkab Alor membentuk

tim monitor lintas sektor yang melakukan pemantauan dua

kali setahun ke Puskesmas dan desa yang sudah menyatakan

diri ODF namun masih memiliki banyak jamban bersama

atau semi permanen. Monitoring juga dilakukan para

sanitarian ke desa-desa dengan akses jamban bersama yang

tinggi. Pemkab juga memiliki peta kepemilikan dan akses

jamban di seluruh Alor.

PRINGSEWU

BUMDes Podomoro

Pinjaman: Rp.1 juta, diangsur 10x

Syarat peminjam

- Fotokopi KTP suami dan istri

- Fotokopi KK

- Menandatangani surat perjanjian peminjaman dana

- Membuat lobang untuk tangki septik

PRINGSEWU SABET PERINGKAT KEDUA

STBM AWARD

Bersama dua kabupaten lainnya, yaitu Alor dan Karang

Anyar, Pringsewu didaulat menjadi kabupaten dengan

inovasi terbaik nasional untuk pencapaian Sanitasi Total

Berbasis Masyarakat (STBM) tahun 2018. Piagam dari

Menteri Kesehatan Nila Moeloek diterima oleh Asisten I

Pemkab Pringsewu Zuhairi di kantor Kementerian

Kesehatan, Jakarta pada Kamis, 18 Oktober 2018.

"Kabupaten Pringsewu dalam program STBM banyak

melahirkan regulasi. Di antaranya, Perbub Percepatan

Universal Akses, Gebrak ODF, serta Satgas ODF yang

diketuai oleh wakil bupati Pringsewu," ujar Zuhairi.

Selain regulasi, Pemkab Pringsewu secara intensif

menggunakan berbagai pendekatan inovatif.

Pendekatan agama diambil untuk membangun kebutuhan

akan sanitasi lewat jihad sanitasi, sholawat pada acara

pengajian ibu-ibu, ataupun ceramah di pesantren, masjid dan

lainya. Studi banding dilakukan tentang sanitasi sekolah di

kabupaten Tangerang, yang kemudian melahirkan perbup

tentang sanitasi sekolah.

Ada pula pemicuan pada para peserta didik dari tingkat

PAUD hingga SMA/SMK dengan melibatkan guru dan

guru UKS. Disini peserta didik dipicu agar “merengek” pada

orang tua untuk dibuatkan jamban di rumah masing-masing.

Pendekatan lewat budaya dan permainan lokal seperti jaran

kepang/ kuda lumping, reog dan dalang sanitasi dirasakan

- Pendekatan lewat kegiatan agama

- Studi banding

- Pemicuan lewat peserta didik sekolah

- Seni dan budaya lokal

- Kerjasama dengan pengusaha sanitasi

lokal dalam produksi dan pelatihan

- Pinjaman dana bagi keluarga lewat

BUMDes

- Regulasi dan Gerakan ODF

- Kolaborasi dengan instansi, uspika, dan

program nasional.

- Monev lewat data kepemilikan jamban

berdasar nama dan alamat

efektif untuk mendorong perubahan perilaku pada pilar 1,

stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

Pemerintah kabupaten memanfaatkan sumber daya

setempat untuk penyediaan akses sanitasi layak. Kelompok

Paguyuban Jamban Sewu mampu menyediakan kloset dan

layanan pembuatan tangki septik bagi masyarakat.

Paguyuban ini mampu memproduksi 1.500 hingga 2.000

kloset setiap bulan. Bahkan Pringsewu mampu melayani

permintaan dari kabupaten lain di Lampung dan luar

propinsi.

Inovasi lain yang menonjol adalah pelibatan instansi

setempat seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang

memberikan penyertaan pinjaman modal untuk pembuatan

jamban bagi keluarga tak mampu yang sudah menggali

lubang untuk jamban. PAMSIMAS, Sanimas dan sumber

dana lainnya diajak terlibat dalam upaya pencapaian pilar

STBM. Tim “Gebrak” Lintas OPD dan stakeholder, TNI

dan Polisi juga ikut membantu proses pemicuan di tingkat

kecamatan.

Sebagai upaya pemantauan dan verifikasi tim kecamatan

terjun ke desa dan dusun berdasarkan data yang tersedia

sesuai nama dan alamat dari para pemilik jamban. Data ini






INOVASI

Advokasi untuk CSR seperti dengan

Baznas

Penggunaan media cetak dan elektronik

untuk edukasi

Penggunaan moment keagamaan

Peraturan Bupati, Surat Edaran Bupati

yang mendukung pelaksanaan STBM.

Sedot Tinja gratis pada keluarga dan

dikembangkan oleh para sanitarian untuk dapat digunakan

dalam kegiatan monitoring dan evaluasi.

KARANGANYAR


KARANGANYAR RAIH PERINGKAT TIGA

STBM

Pemberian STBM Award diberikan langsung oleh Menteri

Kesehatan RI Ibu Nila Moeloek kepada Sekda Pemkab

Karanganyar Pak Samsi yang mewakili Bupati Juliyatmono,

pada 18 Oktober 2018 di Jakarta. Karanganyar dinilai telah

mampu membawa 100% warganya tidak buang air besar

sembarangan (BABS). Gerakan Stop BABS sudah dimulai

November 2017 dan hasilnya sangat progresif.

“Ini kerja bersama pemerintah, masyarakat, perusahaan dan

BUMN/BUMD melalui program corporate social

responsibility (CSR), serta pendampingan berkelanjutan,”

kata Samsi.

Beragam media baik cetak, elektronik maupun tatap-muka

telah dilakukan. Salah satu pemuka agama yaitu Kyai Suhud

mempromosikan betapa pentingnya memiliki jamban lewat

kotbah setelah sholat subuh berjemaah. Ini dilakukan pak

Kyai secara rutin ke masjid-mesjid di Karanganyar. Lagu

STBM juga telah diciptakan oleh perangkat desa di

Kecamatan Jumapolo. Portal setempat yaitu Portal

Sanitasi#KabarDariKaranganyar dijadikan media informasi

untuk menyampaikan berita-berita mengenai STBM.

Kegiatan pemicuan di tingkat masyarakat diarahkan pada

perubahan perilaku termasuk membuat kesepakatankesepakatan

bersama berikut sanksi untuk mendorong

pembangunan jamban. Kepala keluarga yang belum

memiliki jamban keluarga diwajibkan membuat surat

pernyataan ke kantor kepala dusun.

layanan gratis sedot tinja satu kali dimana setiap keluarga

memiliki kartu sanitasi yang disebut Karsa. Selain itu,

Dengan alokasi dana hingga Rp.100 juga, Baznas juga

membantu 1000 mesjid dalam layanan sedot tinja gratis,

yang dilakukan secara bertahap.

Upaya pencapaian akses sanitasi layak ini dilandasi oleh

Surat Edaran Bupati tentang Pelaksanaan Sanitasi Total

Berbasis Masyarakat sejak tahun 2015. Dan ini dilanjutkan

dengan Perbup tahun 2016 tentang gerakan menuju akses

sanitasi menyeluruh. Hingga saat ini, seluruh desa di

kabupaten Karanganyar telah bebas BABS, sementara satu

kecamatan yaitu Jumopolo telah menerapkan 5 pilar STBM.

Untuk keberlanjutannya, dilakukan kegiatan monitoring dan

evaluasi oleh tim Kabupaten dan Puskesmas. Kegiatan

monitoring ini didasarkan data yang terdapat dalam peta

sanitasi dan formulir pemantauan sanitasi yang telah

dikembangkan.

Kini tantangannya adalah setelah masyarakat stop BABS,

apakah perilaku ini akan bertahan lama dan menjadi

kebiasaan? Ataukah mereka akan kembali ke budaya lama

yaitu BABS?

“Kita harus pastikan hal tersebut jangan sampai terjadi.

Kita harus bertahan dan terus menjaga yang sudah baik,”

tutur Samsi.

KOTA SEMARANG

Pemkab Karanganyar juga melakukan kemitraan dengan

lembaga swasta seperti BAZNAS yang membantu

pendanaan pembangunan jamban yang dikoordinir oleh

kelurahan. Organisasi ini juga membantu dalam

penyelesaian pembangunan jamban pribadi yang belum

selesai akibat minimnya dana dari keluarga yang miskin.

“Pemerintah menggarap kelompok mampu tetapi terkendala

budaya dengan cara menyentuh secara psikologi. Kalau

kelompok tidak mampu digarap dengan kebijakan dan

alokasi dana. Kalau mengandalkan pemerintah enggak

mampu. Lewat CSR, Baznas, Bank Jateng, dana desa, dan

lain-lain,” kata Samsi.

Pemda melalui dinas lingkungan hidup juga menyediakan

SEMARANG BERGERAK BERSAMA UNTUK

STBM

“Semarang, kaline banjir…” dalam syair Jangkrik Genggong

yang dipopulerkan Waljinah pernah menjadi slogan yang

dilekatkan pada ibukota Propinsi Jawa Tengah. Tetapi

sekarang tampaknya label itu sudah tinggal kenangan. Kalikali

besar di kota Semarang tidak lagi kotor, penuh sampah

yang rentan mengakibatkan banjir. Sebaliknya, kali tersebut

telah menjadi destinasi wisata.


“Dengan dukungan Kementerian PUPR, normalisasi sungai





INOVASI

Normalisasi sungai menjadi

destinasi wisata

Pelibatan semua elemen dalam

“Gerak Bersama”

Pencapaian 5 pilar STBM

Strategi Sanitasi Terintegrasi

terus kami lakukan sehingga wilayah sungai memiliki talud

dan pedestrian yang indah sekaligus menghilangkan bedengbedeng

dan kebiasaan untuk buang air besar sembarangan

(BABS),” ungkap Wakil Walikota Semarang ibu Hevearita

Gunaryanti Rahayu yang mewakili Walikota Semarang

menerima penghargaan dari Menteri Kesehatan untuk kota

Semarang sebagai satu dari 6 kota dengan inovasi terbaik

dalam STBM, di kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta

(18/10).

Inovasi dalam hal sanitasi di kota Semarang telah membantu

terwujudnya lima pilar STBM dengan nilai capaian bulat

100%. Kelima pilar tersebut adalah Stop Buang Air Besar

Sembarangan, Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS),

pengelolaan sampah dan penyediaan air minum, dan

penanganan limbah.

Inovasi yang dikemas dalam slogan “Gerak Bersama”

meliputi penjaringan kebutuhan masyarakat dari tingkat

desa/ kelurahan, penyediaan anggaran ke kelurahan dan

desa, dan pengawasan Bappeda atas penggunaan anggaran.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi Selain itu pihak swasta

melalui kegiatan CSR didorong untuk berpartisipasi dalam

membantu pencapaian akses sanitasi layak di daerah-daerah

minim sanitasi. Pemerintah kota juga bekerja bersama

kelompok PKK dan Forum Kota Sehat yang diketuai oleh

Krisseptiana Hendrar Prihadi, LPMK Kota Semarang untuk

menyadarkan penduduk kota agar tidak melakukan praktik

BABS.

“Kami mengerjakan pengecatan lingkungan kampung

dengan menggandeng pihak perusahaan setempat dan

kontribusi masyarakat,” ujar Wakil Walikota.

Di tempat lain, Kepala Bappeda Kota Semarang Bunyamin

menegaskan komitmen kota Semarang untuk mencapai

100% akses sanitasi layak dan bebas BABS. Komitmen ini

dilakukan melalui Strategi Sanitasi Terintegrasi dimana

terdapat partisipasi masyarakat dan anggaran dari

pemerintah daerah. “Kalau masyarakat sehat, pasti ada

pengurangan biaya untuk berobat dan mereka juga bisa

berdaya secara ekonomi,” kata Bunyamin.

Penghargaan STBM Berkelanjutan akan secara rutin

dianugerahkan pada wilayah-wilayah yang berhasil

mengupayakan akses sanitasi penuh bagi masyarakat.

Diharapkan wilayah-wilayah yang masih mengupayakan

tercapainya 5 pilar STBM dapat belajar dari kota, kabupaten

dan propinsi yang sudah 100% STBM.

SLEMAN

SLEMAN – TERUS BERBENAH

Dari 23 kabupaten/kota yang telah 100 persen

merampungkan Pilar 1 STBM (Stop BABS), Kabupaten

Sleman terpilih menjadi salah satu dari enam nominator

penerima STBM Award 2018 tingkat nasional. Penghargaan

STBM Berkelanjutan ini diserahkan oleh Menteri Kesehatan

RI Ibu Nila Moeleok kepada Wakil Bupati Sleman Sri

Muslimatun di Jakarta (18/10).

Akses sanitasi di Sleman telah mencakup 294.081 KK atau

90,51 persen sebagai pengguna jamban sehat permanen,

sementara 12.767 KK atau (3,93 persen) menggunakan

jamban sehat semi permanen, dan 18.068 KK atau (5,56

persen) secara bersama menggunakan jamban sehat

“Dulu Semarang dikenal kaline banjir, maka kami

melakukan upaya normalisasi sungai dan menjadikannya

destinasi wisata. Sudah banyak sungai yang menjadi destinasi

wisata seperti Banjir Kanal Barat, Kali Semarang, Banjir

Kanal Timur dan lainnya,” jelas ibu Hevearita.

Ditambahkannya, di kali-kali tersebut sekarang

diselenggarakan banyak kegiatan lomba, olah raga dan

kegiatan rekreasi seperti mancing bersama, lomba dayung

perahu dan sarana berkumpul warga. Wilayah yang dilewati

kali-kali tersebut juga sudah berubah wajah. Misalnya

Kampung Pelangi yang dilewati Kali Semarang yang dulu

terlihat kumuh, sekarang penuh dengan warna warni cat

pada tembok rumahnya.

permanen dan semi permanen.


Satu inovasi yang menarik adalah pelibatan anak-anak usia

sekolah dasar. Mereka terlibat dalam kelompok yang

bernama TABO (Tanggap Bocah) Anak SD yang menjadi

uang partisipasi dengan membayar iuran sebesar Rp.2.000

per bulan. Peningkatan jamban dari JSSP menjadi JSP masih

ditanggung pendanaannya oleh lingkungan setempat. Dana

CSR dan kredit sanitasi masih belum menyentuh.

Pemerintah mengeluarkan berbagai Surat Keputusan untuk

mendukung STBM berkelanjutan, SK Bupati tentang

Deklarasi stop BABS dan SK Dinkes tentang Tim Verifikasi

untuk menjamin kerlanjutan sarana, Pemda dengan

penetapan SK Bupati telah 4 tahun berturut-turut

menyelenggarakan “pemberian sanitasi award “ bagi KPP

Ipal Komunal. Pembinaan dilakukan oleh Dinas LH.

SUKOHARJO

SUKOHARJO NYAMAN BAGI SEMUA

agen perubahan perilaku atas 5 pilar STBM. Selain itu

TABO juga aktif menjadi pemantau jentik (jumantik) yang

memperkenalkan 3M plus untuk menghindari demam

berdarah.

Dinas kesehatan membuat panduan pemicuan atas 5 pilar

STBM. Buku panduan ini dijadikan pegangan bagi para

fasilitator di tingkat Puskesmas kecamatan dan kelurahan/

dusun. Selain itu, penghargaan atas kerja keras menuju

sanitasi yang layak penting pula disampaikan demi

menumbuhkan minat untuk berubah. Pemberian “Sanitasi

Award” yang telah berlangsung empat tahun ini diberikan

kepada kelompok IPAL Komunal yang dikuatkan dengann

SK Bupati, dan pelaksanaanya dibawah Dinas Lingkungan

Hidup.

Penggunaan media juga membantu penyebaran pesan

perubahann perilaku, melalui TV lokal dimana STBM

menjadi tema sentral yang dibawakan Bupati Sleman. Ada

juga pernyataan-pernyataan singkat di video atau Vlog

untuk penyampaian pesan STBM secara singkat.

INOVASI

Pelibatan kelompok anak SD

bernama TABO

Mengembangkan buku acuan 5

pilar STBM

Penganugerahkan “Sanitasi

Award”

Pemerintah juga membangun 124 IPAL Komunal yang

dikelola oleh para penggunanya dengan baik. Warga diminta

Kabupaten Sukoharjo yang terletak sekitar 10 km sebelah

selatan kota Surakarta terus berbenah dalam mencapai

lingkungan yang sehat dan nyaman. Kabupaten ini termasuk

salah satu dari 6 kabupaten kota nominator penerima STBM

Award tahun 2018 berkat inovasi atas pencapaian pilar 1

STBM yaitu stop buang air besar sembarangan (BABS).

Pemerintah kabupaten memanfaatkan kaum muda dalam

menyosialisasikan pentingnya akses sanitasi layak kepada

masyarakat. Melalui kelompok “Pemuda Siaga Sehat”

(DASIAT), 300-an pemuda yang berasal dari seluruh

kecamatan di Sukaharjo bergerak dengan bekal SK Bupati

tahun 2012. Dukungan pemda ini cukup signifikan dalam

memompa semangat para pemuda untuk turun hingga ke

desa-desa, melakukan pemicuan.

INOVASI

Kelompok “Pemuda Siaga Sehat” sebagai

corong utama

Media informasi dan komunikasi

Media cetak dan online

Layanan pembangunan jamban oleh

Wusan

Anggaran bagi keluarga miskin yang

belum punya jamban

Media informasi dan komunikasi serta seni budaya digarap

secara serius untuk memperluas penyampaian pesan-pesan

perubahan perilaku hidup bersih dan sehat. Leaflet dan

poster disebar di desa dan kota, disertai gambar-gambar

mural di sudut-sudut dinding kota. Banyak mobil ditempeli

stiker-stiker yang membawa pesan STBM. Drama teatrikal


seperti hanoman dan ogoh-ogoh dilakukan tiap tahun pada

2016 dan 2017 dan menarik perhatian masyarakat Sukoharjo.

Media cetak dan online juga digunakan untuk

menyampaikan liputan berita mengenai upaya-upaya

pencapaian STBM. Berbagai kegiatan diunggah di youtube

atau di-posting di Facebook dan Instagram. Targetnya jelas

yaitu kamu remaja, muda hingga dewasa yang biasa terpapar

pada media online.

Peran Wusan juga penting dalam layanan pembangunan

ratusan unit tangki septik di setiap kepala keluarga. Selain itu,

pendekatan dan advokasi pada sektor swasta dan industri

berbuah pada bantuan CSR untuk pembangunan jamban

bagi masyarakat miskin. Selain itu, Bank Perkreditan Rakyat

mengeluarkan skema kredit sanitasi untuk pembangunan

jamban, meskipun belum terlalu popular.

Dukungan lain berupa dana desa yang dianggarkan melalui

APBDes untuk sanitasi. Juga ada penggunaan dana bansos

untuk pembangunan jamban terutama bagi keluarga miskin.

Hampir 3.500 jamban telah dibangun atas dana ADD dan

dana desa.

Dari sisi regulasi, pemerintah kabupaten telah mengeluarkan

berbagai peraturan seperti Peraturan Bupati No.32 Tahun

2015 tentang RAD AMPL Tahun 2015-2019, Surat Edaran

Bupati tentang Percepatan ODF Kabupaten Sukoharjo

Tahun 2017, ditujukan ke kepala OPD dan camat dan

lurah/ kades, Peraturan Daerah Kabupaten Sukoharjo No.

16 Tahun 2011 tentang pengelolaan sampah, dan berbagai

peraturan lain yang mendukung pencapaian akses STBM

yang layak.

Pencapaian akses STBM dipantau secara berkala oleh para

sanitarian dari Puskesmas yang bekerjasama dengan para

kader Posyandu. Hal ini untuk memastikan keberlanjutan

dan internalisasi perilaku yang telah berubah hingga menjadi

sebuah kebiasaan.

Pemkab juga sedang menggodok rencana percontohan dan

rintisan desa STBM di setiap kecamatan agar dapat ditiru

desa-desa. Selain itu akan ditetapkan tingkatan/ strata desa

STBM serta lomba desa STBM yang diyakini akan memicu


semangat warga desa untuk mendukung program STBM.

More magazines by this user
Similar magazines