TATA SURYA Presentasi Geografi - Taruna Bakti

taruna.bakti.com

TATA SURYA Presentasi Geografi - Taruna Bakti

DEFINISI

TEORI PEMBENTUKAN TATA SURYA

MATAHARI

PLANET

HUKUM TENTANG PLANET

KLASIFIKASI PLANET

C

O

N

T

E

N

T

S


DEFINISI

Tata surya adalah sekelompok

benda langit yang terdiri atas

matahari sebagai pusat dan

sumber cahaya yang

dikelilingi oleh planet-planet

beserta satelit-satelitnya,

asteroid (planetoid), komet

dan meteor.


TEORI PEMBENTUKAN TATA SURYA

HIPOTESIS KABUT ATAU TEORI

KONDENSASI (pengentalan)

� Dikemukakan oleh Immanuel Kant

tahun 1755 dan dikembangkan oleh

Pierre de Laplace tahun 1796

� Menjelaskan bahwa matahari dan

planet-planetnya berasal dari sebuah

kabut pijar yang berpilin di jagat raya.

Karena putarannya itu, sebagian dari

massa kabut lepas membentuk gelanggelang

sekeliling bagian utama

gumpalan kabut itu. Gelang itu

membentuk gumpalan-gumpalan dan

akhirnya membeku menjadi planetplanet


� TEORI PLANETESIMAL

� Dikemukakan oleh 2 orang

Amerika : T.C. Chamberlain (1843-

1928) dan F.R. Moulton (1872-

1952) pada awal abad 20-an

� Teori ini hampir mirip dengan teori

kabut hanya saja di dalam kabut itu

terdapat material padat yang

berhamburan disebut planetesimal.

Masing-masing benda padat

mempunyai daya tarik sehingga

benda-benda saling tarik menarik

dan lambat laun terbentuk

gumpalan besar yang disebut

planet.


� TEORI PASANG SURUT BINTANG

� Dikemukakan oleh 2 orang Inggris :

James Jeans & Harold Jeffreys

(1917)

� Menjelaskan bahwa pada

permukaan matahari terjadi proses

pasang surut akibat daya tarik

bintang besar yang melintas

sehingga membentuk tonjolan

seperti cerutu. Kemudian, terputus

membentuk tetesan massa gas

raksasa dan membeku menjadi

planet-planet dan matahari memiliki

gaya tarik terhadap tetesan massa

gas hingga berubah menjadi tata

surya, yang membingungkan adalah

bintang sebesar apa yang lewat

dengan dekat dan hanya sekali

terjadinya itu.


� TEORI VORTEKS DAN

PROTOPLANET

� Berawal dari Hipotesis Kabut Laplace dan

Kant.

� Dikembangkan oleh Karl Von Weiszacker

dan Gerard P. Kuiper tahun 1940-an

� Menjelaskan bahwa menjelaskan bahwa

nebula terdiri atas vorteks-vorteks yang

merupakan sifat gerakan gas yang

menyebabkan pola sel-sel yang bergolak

(turbulen). Pada batas antar sel turbulen

terjadi tumbukan antarpartikel yang

kemudian membesar menjadi planet.

� Menurut Kuiper, planet terbentuk melalui

golakan (turbulensi) nebula yang

membantu tumbukan planetesimal

sehingga membesar menjadi protoplanet

dan kemudian menjadi planet. Teori ini

kemudian disebut teori protoplanet.


MATAHARI

� Adalah sebuah bintang yang tidak berbeda dengan bintang lain di malam hari.

� STATISTIK FISIK MATAHARI

1. Massa matahari adalah 1,99 x 1030 kg, lebih dari 99% massa tata surya dan

kira-kira 330.000 kali massa bumi.

2. Berjari-jari 695.000 km atau 108,97 jari-jari bumi.

3. Memiliki temperatur di permukaan 60000 C.

4. Tingkat kecermelangan -26,8.

5. Berotasi dengan kecepatan berbeda di bagian kutub dengan bagian ekuator.

Di bagian ekuator rotasinya 27 hari bumi, sedangkan di bagian kutub periode

rotasi adalah 30 hari.


BAGIAN-BAGIAN MATAHARI

� BAGIAN DALAM MATAHARI (INTERIOR MATAHARI)

� Terdiri atas inti matahari, daerah radiatif, dan daerah konveksi

� Terjadi reaksi termonuklir yang mengubah atom hidrogen menjadi helium.

� Temperaturnya diperkirakan mencapai 15.000.000 K, pada permukaan temperatur turun

menjadi 5.700 K.

� PERMUKAAN MATAHARI (FOTOSFER)

� Tebalnya kira-kira 300 km

� Terdiri atas gas padat yang terlihat sebagai bola perak berkialuan

� Dapat terlihat bintik-bintik hitam (sunspot), fakula dan granula. Bintik hitam matahari terdiri

dari umbra dan penumbra. Fakula merupakan awan hydrogen yang tampak seperti benangbenang

gelap di permukaan matahari. Granula terjadi akibat proses konveksi yang muncul

ke permukaan matahari sebagai panas kemudian mendingin kembali lagi ke bawah,

granula berdiameter 1000 km.


� KROMOSFER

� Terletak di atas fotosfer

dengan ketebalan 8000 km.

� Kromosfer yang menjulang

tinggi sampai lapisan terluar

dari matahri dinamakan

korona.

� Prominens (semburan api

yang tinggi dan dapat

mencapai ribuan kilometer)

berasal dari materi yang

dihamburkan matahari


PLANET

� Bergerak dengan arah yang sama

tetapi dengan jarak dan lintasan

berbeda, lintasannya berbentuk elips.

� Kebanyakan planet mempunyai satelit

kecuali Merkurius dan Venus

� Awalnya planet dalam tata surya ada 9

(MeVeBuMaJuSaUNePlu) tetapi Pluto

tidak bisa dimasukan ke dalam kriteria

planet. Pluto dikategorikan sebagai

dwarf planet.


*Kepler*

HUKUM TENTANG PLANET

� HUKUM KEPLER

ditemukan oleh Kepler (1571-1630)

seorang ahli astronomi Jerman.

� KEPLER I

� Menjelaskan : jarak planet-planet ke matahari

tidak selalu sama. Planet pada jarak

terdekatnya disebut perihelium, dan pada

jarak terjauhnya disebut aphelium.

� KEPLER II

� Planet mengelilingi matahari dengan

kecepatan tidak tetap. Jika planet di jarak

terdekat dg. Matahari, planet bergerak dg

cepat dan bila di jarak terjauh kebalikannya.

� Fungsinya untuk menyeimbangkan planet

terhadap gaya gravitasi matahari

� Kepler III

� Pangkat 2 waktu revolusi planet berbanding

lurus dengan pangkat tiga jarak rata-rata dari

matahari


� HUKUM TITIUS BODE

� Dikemukakan oleh Titius dan

dikembangkan oleh Bode

sehingga dinamai Hukum

Titius Bode.

� Hukum yang memudahkan

mengingat jarak antara

planet-planet ke Matahari.


KLASIFIKASI PLANET

� KLASIFIKASI BERDASARKAN LETAK

� Bumi sebagai batas

� Planet Inferior, yaitu planet yang memiliki lintasan

antara Bumi dan Matahari, yaitu Merkurius dan Venus.

� Planet Superior, yaitu planet yang lintasannya di luar

Bumi terdiri atas Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan

Neptunus

� Planetoid sebagai pembatas

� Planet dalam, Planet yang dilihat letaknya karena

adanya gugusan asteroid antara Mars sampai dengan

Jupiter. Jadi planet dalamnya adalah Merkurius,

Venus, Bumi, dan Mars.

� Planet luar, Planet-planet yang letaknya diluar

gugusan asteroid. Jadi Jupiter, Saturnus, Uranus, dan

Neptunus masuk dalam jajaran planet luar ini.


PERBEDAAN PLANET LUAR DAN DALAM

Sifat Fisik (kriteria) Planet Dalam Planet Luar

Ukuran Kecil Besar

Komposisi Batuan Gas dan Es

Atmosfer Tipis, kaya oksigen Tebal dan kaya hidrogen

Rotasi Lambat Cepat

Revolusi Cepat Lambat

Satelit / bulan Tidak ada Banyak


� KLASIFIKASI BERDASARKAN

KOMPOSISI MATERIAL

� Jovian Planet (Giant Planet)

� Planet raksasa yang komposisi

materi penyusunnya bukan berupa

batu atau material yang padat

melainkan gas.

� Jupiter, Saturnus, Uranus dan

Neptunus adalah planet yang

termasuk kategori ini

� Teresterial planet (Telluric Planet)

� Planet yang komposisi materi

penyusunnya berupa batuan silikat

� Yang termasuk dalam kategori ini

adalah Merkurius, Venus, Bumi,

Mars


SEKIAN DAN TERIMAKASIH