ebook - Siapa yang Mendoakan Orang Tuamu

sma.khadijah.surabaya

www.turcham.com

1

Glorious Crew


2

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


3

Glorius Crew

Seri Catatan Pelajar Metropolis

SIAPA YANG MENDOAKAN

ORANG TUAMU?

Turcham Media

2019

Glorious Crew


4

Seri Catatan Pelajar Metropolis: SIAPA YANG MENDOAKAN

ORANG TUAMU?

Penulis: Glorius Crew

Penyunting : Muhammad Shodiqin

Penata Letak : Penyair Amatir

Desain Sampul: Biera

Gambar Cover: pixabay.com

Penertbit

TURCHAM MEDIA

Glorius Crew

Seri Catatan Pelajar Metropolis: SIAPA YANG MENDOAKAN

ORANG TUAMU/ Penyunting: Muhammad Shodiqin,

Turcham Media, 2019

Jumlah hal: 115 hal / A5

katalog dalam terbitan

hak cipta dilindungi undang-undang

all right reserved

dilarang memperbanyak maupun mengedarkan buku tanpa izin

tertulis dari penerbit

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


5

TurchamMedia - Pusat Literasi SMA Khadijah

Glorious Crew


6

LAYAKKAH BUKU INI DIBACA?

Apa alasanmu masuk SMA Khadijah? Itulah ide dasar

dalam buku yang berjudul Siapa yang Mendoakan Orang

Tuamu? Menarik tentu saja. Anda akan dihadapkan pada alasanalasan

dari seluruh penghuni klan Glorious, julukan kelas XII

SMA Khadijah - angkatan 2016/2017.

Tulisan dalam buku ini merupakan bagian dari ujian

praktik menulis pelajaran Bahasa Indonesia, teks sejarah.

Pengalaman anak-anak selama hampir dua tahun setengah di

sekolah merupakan bahan sejarah yang sangat dekat dengan

mereka. Apa alasan masuk SMA Khadijah merupakan bab awal.

Total ada 11 bab yang nantinya akan dibukukan pula.

Tentu proyek menulis tersebut dilakukan secara bertahap.

Saya memantaunya lewat grup khusus di aplikasi line. Tiap bab

saya umumkan termasuk batas akhirnya. Siswa mengumpulkan.

Begitu seterusnya.

Secara keseluruhan respon anak-anak sangat luar biasa.

Hal tersebut tercermin dari ketepatan pengumpulan tugas.

Memang ada beberapa siswa yang harus mendapat perhatian

ekstra untuk pengumpulan.

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


7

Setelah keseluruhan bab tuntas, tugas akhirnya yakni

mengumpulkan ulang bagian-bagian di dokumen. Lalu softcopy

dikumpulkan pada koordinator tiap kelas.

Satu catatan penting, tugas ini saya bebaskan anak-anak

mengungkapkan pikirannya secara terbuka. Sehingga nantinya

jawaban yang tertuang di buku ini (juga di buku selanjutnya)

akan otentik.

Layakkah Buku ini Dibaca? Begitu judul pengantar ini

tertulis. Tulisan-tulisan di buku ini sangat layak dibaca siapa saja.

Sebagai orang tua, membaca Siapa yang Mendoakan

Orang Tuamu? seyogyanya semakin membuka ruang dialog

lebih luas dengan buah hati ketika akan memutuskan pilihan,

apapun itu yang terkait dengannya.

Sebagai pendidik, membaca buku ini akan mengantar kita

pada satu pemahaman: siswa yang kita ajar merupakan pribadi

unik yang harus kita hargai pilihan-pilihannya.

Sebagai siswa, sebagai referensi dalam menentukan

sekaligus menjalani sekolah.

Penyair amatir

Surabaya, 27/4/2019

Glorious Crew


8

DAFTAR ISI

BAB 1

FAMSCO

halaman 11

BAB 2

REMIRO

halaman 33

BAB 3

CLOSHTREE

halaman 57

BAB 4

SENSOR

halaman 75

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


9

BAB 5

VOXIIS

halaman 95

BAB 6

SCOTLAND

halaman 117

Glorious Crew


10

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


11

BAB 1 - FAMSCO

MENUNTUT ILMU UMUM DAN AGAMA

Ya, judul tersebut memang lirik lagu “Mars Khadijah” yang

menjadi alasan mengapa saya masuk disini. Jujur, sejak saya SMP,

saya merasakan kekurangan ilmu agama yang luar biasa. Selain

itu, ada pula keinginan kedua orangtua agar saya bisa mengenal

lebih luas aqidah dan amalan Ahlussunnah Wal Jama’ah. Seperti

baca Yasin, Tahlilan, Khataman, dll. Disini tempat yang cocok

menurut kedua orangtua saya. Sebab disini saya masih bisa pulang

dan bertemu mereka yang sibuk dan jarang di rumah terutama

ayah saya.

Selain itu ada rekomendasi dari tetangga saya yaitu Mas

Arief. Dia adalah alumni SMA Khadijah angkatan 2016. Saya

mengenal Mas Arief sebagai siswa yang rajin ke Masjid dan sukses

diterima di Politeknik Negeri Malang. Mas Arief memberikan

rekomendasi sebab ia tau saya berminat di bidang agama. Saya

benar-benar senang karena katanya, saya bisa belajar ilmu Islam

(Fiqih, Sejarah Islam/Tarikh, Tauhid/Aqidah Islamiyah) dalam

manhaj Ahlussunnah Wal Jama’ah.

(Adani Nauval Prijantoro)

Glorious Crew


12

SUDAH TERLANJUR NYAMAN

Pada waktu kelas 2 smp saya sudah mulai senang

dan nyaman pada khadijah ini, ya nyaman dengan anak anak

nya gurunya dan pelajarannya. Hari hari ku penuh dengan

kebahagian,canda gurau,garai guru,dan masih banyak lagi.

Pada kelas 9 november hati saya pun bimbang antara

sekolah sma khadijah apa sekolah negri. Tidak ada salahnya kan

saya mencoba tes negri pikirku begitu. Akhirnya hati saya manteb

daftar di sma khadijah ini dan alhamdulillah diterima,tapi saya

masih kepo dan ingin mencoba tes negri akhirnya begitu tes

online disperinduk dan saya pun keterima di sma 10 tapi orang tua

melarang dan akhirnya sma khadijah pun menjadi pilihan saya.

(Ahmad Muammal Rachmad)

AWAL UNTUK SEBUAH KISAH KLASIK

Inilah perjalananku. Sejak SD, ini yang kuimpikan untuk

bersekolah di SMA Khadijah. Kenaikan antara SMP ke SMA pun

tak terasa sudah tiba. Kata hatiku langsung tertuju pada sekolah

impianku.

Aku ambil formulir dengan percaya diri saat itu.

Walaupun saat test masuk nilaiku kurang memuaskan. Padahal

sudah ditarget orang tua untuk hasil yang memuaskan. Tapi tak

apalah yang penting aku bisa masuk sekolah impianku dari kecil.

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?

(Akbarsyah Izzulhaq Muhammad)


13

YANG BUKAN PILIHAN TERNYATA PILIHANKU

Dulu setelah mondok di pasuruan aku ingin lanjut ke MAN

WARU karena aku ingin merasakan pengalaman yang berbeda,

tetapi orang tua ku menyaran kan aku ke SMA KHADIJAH karena

ada kakak perempuan ku disana. Setelah aku pikir-pikir mungkin

tak ada salah nya mencoba test disana dan aku pun diberi oleh

kakak ku formulirnya dan aku pun mengisinya aku sedikit ragu

untuk mengisi formulirnya tapi entah mengapa formulirnya aku

isi semua.

Entah apa yang aku bayangkan tentang SMA KAHDIJAH

ternyta berbeda sekali, dan aku pun tertarik sekolah di SMA

KHADIJAH. Aku pun mulai test pertama kali disana aku ternyata

meendapatkan nilai yang tak memuaskan sehingga aku disuruh

test ulang lagi alahammdulillah aku mendapatkan nilai yang pas

dengan ketentuannya akupun merasa senang.

(Amir Syarif)

JODOH YANG TAK TERDUGA

Dari awal, saya udah nggamau sebenarnya, Karena saya

dengar dari tetangga dari orang-orang lain sekolah Khadijah

banyak sekali buat hafalan. Setiap saya melewati sekolah ini

saya bilang ke ortu saya, kalau tidak mau masuk Khadijah karna

banyak hafalan.

Setelah itu, saya diajak ortu saya buat berkunjung, melihat

Glorious Crew


14

Khadijah ini. Ntah kenapa, setelah saya masuk di gerbang, saya

merasakan hal beda, perasaan yang beda, ada hawa yang berbeda,

saya merasa nyaman disini. Dan segala yang telah terjadi saya

menyadari bahwa sekolah Khadijah lah jodoh saya.

(Aulia Rachmawati)

KHADIJAH LAH TAKDIRKU

Di suatu hari aku berbincang dengan kedua orang tua ku

dan kakak ku yg lebih dulu menduduki bangku SMA tepatnya di

SMA KHADIJAH . Saat itu aku berkata bahwa aku ingin masuk ke

salah satu SMA NEGRI di Surabaya dengan alasan ingin mencoba

suasana baru dan ingin keluar dari zona nyaman ku ,namun kedua

orang tua ku dan kakak ku tidak menyetujuinya .

Dengan langkah yang sedikit berat aku mencoba untuk

mendaftarkan diri ke salah satu SMA NEGRI di Surabaya .

Dengan harapan sekolah tersebut dapat menerimaku , namun

takdir berkata lain . Memang restu orang tuaku sangatlah besar

akhirnya jalan ku tetaplah sekolah di SMA KHADIJAH.

(Aulia Rahma Maloka Putri)

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


15

KAMBING HITAM

Masa SMP hampir berakhir. Di sini aku merasa sangat

berat hati. Lagi-lagi aku harus menetapkan hatiku dengan

mantap. Tak tau akan melanjutkan sekolah ke mana. Bayanganku

hanya pergi ke pondok atau ke madrasah aliyah negri. Tapi saat

itu semua terasa rumit. Keluargaku banyak yang menentang ku.

Tapi aku tetap maju dengan pilihan ku walau tanpa ada uluran

tangan dari orang tuaku.

Saat sampai pada titik dimana aku di tentang oleh semua

keluar besar. Aku di kucilkan banyak masyarakat. Banyak berita

simpang siur yang tak benar. Sampai pada akhirnya aku di paksa

oleh semua orang.

Namun di tengah kerusuhan yang aku rasakan, banyak

juga dari orang-orang yang merasa tak tega dengan ku. Mereka

tak sampai hati melihatku di perlakukan seperti anak kucing.

Keluargaku bersikeras menyekolahkan aku di Sma

khadijah walaupun meraka tau bahwa aku tak mau. Dan tak ingin

bersekolah di situ.

Tapi aku tak bisa mengelak. Seolah merekalah yang

menggariskan amAjalan hidupki, bukan tuhan. Akhirnya dengan

berat hati menerima kepitusan sepihak yang amereka berikan.

Lambat laun aku ikhalas. Walaupun sampai saat ini kadang aku

masih merasa tubuhku di Sma khadijah tapi hatiku di tempat

lain.

(Cici Wulan Nur Hidayati)

Glorious Crew


16

KHADIJAH TILL I DIE

Kala itu kamis malam, Mamaku memanggilku dan

mengajakku bicara empat mata. Beliau menyodorkan sebuah map

hijau tebal bertuliskan ‘SMA Khadijah’ di depannya. Aku meraih

map itu dan membuka isinya. Di dalamnya terdapat beberapa

kertas yang berhubungan dengan penerimaan murid baru.

Aku tidak terkejut jika Mamaku mendaftarkanku ke

sekolah swasta tanpa mencoba mendaftar ke sekolah negeri

terlebih dahulu. Beliau ingin aku masuk ke sekolah yang

mengutamakan pelajaran agama. Aku pun tidak merasa ragu

karena aku tahu SMA Khadijah adalah salah satu sekolah swasta

terbaik di Surabaya. Hanya saja, aku harus siap untuk beradaptasi

dengan lingkungan yang baru.

(Cut Raissa Farahiya)

TIDAK PIKIR PANJANG

Saya adalah alumni dari SD dan SMP Khadijah Surabaya.

Sebagai murid yang akan lulus smp, saya juga mempunyai pilihan

untuk sekolah di lain tempat layaknya murid yang lain. Saya dulu

sempat untuk melanjutkan di SMA negri favorit, tapi ego tidak

senada dengan hati saya.

Ketika selesai ujian nasional saya dan orang tua

berbincang untuk mencari solusi di mana saya sekolah nantinya.

Saya mencari pilihan dan orang tua saya memberi saran. Orang

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


17

tua hanya memberi saran yang terbaik bagi saya. Ketika saya pikir

pikir saya memutuskan untuk melanjutkan untuk sekolah di

Khadijah dan orang tua saya mendukung pilihan saya tersebut.

Selagi ada sekolah yang terbaik dan bisa menyaingi sekolah negri,

kenapa saya harus berpikir panjang ?

(Dhiyamarsa Azhar)

DARI PAKSAAN TURUN KE HATI

Dulu aku tidak tahu ada SMA bernama Khadijah. Aku saja

tahu dari ayah, karena aku masuk sekolah ini juga karena paksaan

ayah. Dengan alasan agar aku lebih mengenal tentang agama.

Awalnya aku tidak suka dan merasa marah dipaksa sekolah

sini. Namun dengan berjalannya waktu, aku merasa nyaman dan

mulai jatuh cinta dengan SMA KHADIJAH. Dan lega nya lagi

ternyata ada teman SMP ku yang juga masuk SMA KHADIJAH.

Dari sinilah aku percaya pilihan orang tua memang terbaik dari

keinginanku sendiri.

(Dinda Ayu S.F)

PERCAYALAH SAYANG, MERANTAU ITU MUDAH

Pada saat kelas 9, orang tuaku mulai mempertanyakan

“Mau lanjut kemana nanti?” aku bingung, karena aku ingin

coba merantau keluar kota. Tujuan pertamaku adalah sekolah di

Malang, tapi orang tuaku tidak setuju karena tidak ada keluarga

Glorious Crew


18

disana. Akhirnya aku menyarankan di Surabaya saja, ibuku pun

setuju karena banyaknya keluargaku disana. Tapi, masalahnya

aku belum punya tujuan dimana aku ingin bersekolah.

Sampai pada suatu ketika, tanteku bertamu ke rumah dan

menyarankan agar aku bersekolah di Khadijah karena terdapat

asrama juga di belakang sekolahnya. Tanpa pikir panjang, ibuku

setuju akan sarannya tanteku, begitu juga ayahku. Akupun

memutuskan untuk melanjutkan sekolahku di Khadijah, sampai

hari ini.

(Haifa Mandalika)

DISURUH CEPAT BERTAUBAT

Pada suatu hari saya dari smp ingin ke SMA lain tetapi

orang tua melarangku dikarnakan saya masih tak bisa mengaji

tak bisa sopan santun terhadap org tua yang benar. Saat itu dapat

suport dari orang tua saya,saya pun masuk ke SMA KHADIJAH

dan tidak didampingi ke dua ortu saya supaya saya mandiri.

Dan akhirnya keesokan hari nya saya tes untuk masuk ke

khdijah dan waktu itu saya masih malas saya disuruh berangkat

ke sekolah jam 06.30 tetapi saya berngkat ke warkop dan akhirnya

datang di sekolah jam 08.30 dan waktu kurang 30 menit dan saya

jawabnya salah semua dan mendapatkann nilai D.

(Mochammad Iqbal Pandu Aldian)

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


19

BERAWAL DARI SAUDARA

Awalnya saat aku baru pindah ke Surabaya. Aku tidak tau

sekolah mana yang ingin aku masuki. Saat aku bertanya saudaraku

yang bersekolah disini . Dia pun menyuruhku untuk daftar di

SMA Khadijah. Orang tuaku pun menyetujui aku bersekolah

disana.

Saat aku mengetahui bahwa SMA Khadijah merupakan

sekolah agama. Aku mulai ragu saat ingin mendaftar karena dari

dulu aku tidak berminat untuk bersekolah di sekolah agama.

Tetapi orang tuaku tetap menyuruhku untuk masuk di sekolah itu

karena aku bukan merupakan orang surabaya dan kemungkinan

aku diterima di sekolah negeri itu kecil.

(Ira Adhy Ratnasari)

PILIHAN TERAKHIR

Disuatu hari saya kelas 3smp. Smp saya di smp khadijah.

saya dikelas 3 smp awal masi santai santai belom ada mikir masuk

sma mana.saya sekolah santai dan mengikuti pelajaran biasa pada

smp.saya sering bolos bimbel saat kelas 3 smp. Saya sering keluar

dan pas saya keluar ada absen kelas. Dari absen kelas itu nama

saya di A. Besoknya saya dipanggil sama guru bk saya dan disuru

ke bk dan saya diproses.

Pada semester kedua saya tidak lagi bolos bimbel

sampai akhir semester. Dan pada mau un saya baru nyesel tidak

Glorious Crew


20

memikirkan sma mau dimana pada semester pertama dulu.

Terus saya tanya ke ibu saya.sama ibu saya disuru di sman 15

surabaya dan saya mikir mikir kayaknya buat saya tidak cocok

disitu. Dan habis gitu saya memikirkan dengan matang matang

pilihan saya dimana. Setelah lama berfikir dan memirkan dengan

matang matang saya menemukan pilihan saya terakhir. Pilihan

saya terakhir adalah di sma khadijah surabaya. Saat itu juga saya

langsung bilang ke ibu saya kalo saya mau masuk di sma khadijah

dan orang tua saya setuju semua. Dan sehabis un saya sama ibu

saya langsung ke sma khadijah untuk mendaftar. Kenapa saya

disetujui masuk sma khadijah karena orang tua saya pingin saya

mempelajari ilmu agama lebih dalam.

(Jamalludin Budiarto)

DARI ISENG JADI SAYANG

Jadi, sebelumnya saya sekolah SMP di Sidoarjo. Nama SMP

saya itu SMP As-Sakinah. Sekolah saya itu boarding school atau

lebih seperti pondok pesantren modern. Jadi, banyak pelajaran

agama seperti hadist dan lain-lain.

Saat saya kelas 8, kedua orang tua saya pindah terlebih

dahulu ke Surabaya. Karna saya tinggal di asrama, maka saya jarang

pulang ke Surabaya. Jadi, saat saya lulus saya akan melanjutkan

SMA di Surabaya.

Tiba saatnya, pengumuman kelulusan. Saya dan temanteman

berbondong-bondong melihat papan pengumuman untuk

melihat nilai danem. Saat saya melihat danem saya, saya menangis.

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


21

Sungguh nilai saya jelek sekali. Tapi, saya ga sedih banget karna

saya sadar selama saya sekolah saya tidak serius belajar.

(Kurnia Ananda Putri)

AKIBAT KETURUNAN

Pada saat ujian nasional SMP berakhir saya ingin masuk

SMA negeri seperti teman-teman saya. Tetapi, orang tua saya

berkata lain. Orang tua saya tidak merestui saya untuk bersekolah

di negeri. Saya di suruh untuk bersekolah di SMA KHADIJAH.

Saya berusaha menolak karena teman-teman saya tidak ada yang

masuk sana.

Alasan orang tua saya menyuruh sekolah di SMA

KHADIJAH karena mereka alumni dari sana. Kakak-kakak saya

pun juga. Dan orang tua saya ingin anaknya salah pergaulan.

Menurut orang tua saya SMA KHADIJAH adalah sekolah yang

paling baik di surabaya dan agamanya sangat bagus. Akhirnya

saya menuruti apa yang di suruh orang tua saya.

(Lailis Maromi)

PILIHAN TERBAIK

Saat SMP saya bersekolah di Khadijah karena disuruh

orang tua saya untuk belajar agama.Lalu saat saya lulus dari smp

saya ingin masuk sekolah negeri karena di Khadijah pulangnya

lama dan sabtu tidak libur.Saat UN saya mendapat nilai yang

Glorious Crew


22

kurang memuaskan dan tidak bisa masuk negeri.

Dan akhirnya orang tua saya menyuruh masuk ke Sma

Khadijah. Saat tes di khadijah saya lulus dengan mendapat nilai

D dan akhirnya saya tetap disuruh masuk Sma Khadijah sebagai

pilihan terbaik

(Muhammad Ajmal Shabichun Nur)

MASA PERJALANANKU

Pada waktu smp aku mempunyai kenalan teman dari

sd yang sama yaitu sd khadijah. Dan waktu itu aku cepat akrab

dengan mereka.

Sehingga waktu itu aku berpikiran dimana aku akan masuk

SMA, dan kemudian aku membicarakan hal tersebut dengan

keluarga. Di saat kami berbincang masalah SMA, dan melihat

nilaiku yang bisa dikatakan CUKUP, ibuku menyarankanku

masuk SMA Khadijah.

(Muhammad Faisal Karim)

HIJRAHMU TUJUANKU

Tepatnya 17 Juli 2016, pada saat itu ekspetasi yang selama

ini aku bangun aku pikirkan dari SMP kelas 1 mendadak musnah.

Mengapa? sudah lama aku merencanakan dan berfikir soal

dimana aku harus melanjutkan pendidikan ku setelah di SMPN

22 Surabaya ini. Nilai UNAS yang inshaAllah di atas rata-rata

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


23

membuat nafsuku menggebu-gebu ingin masuk ke SMAN 15

Surabaya yang dimana sekolah itu adalah rayoon dari SMPN 22.

Beda tetaplah beda. Orang tuaku sama sekali tidak toleran

tentang ekspektasiku selama ini ( SMAN 15 ), atas dasar dilema,

galau, dan ridho aku pun memutuskan untuk WAJIB nurut dan

patuh terhadap orang tua karena aku berfikir kembali kalau

“Ridho Allah SWT itu tergantung ridhonya orang tua”. Alhasil

SMA Khadijah Surabaya pun menjadi jodohku.

(Mohammad Hilmy Mahdyansyah)

AWAL KETERPAKSAAN

Pada saat itu semua anak lagi pada sibuk mencari sekola

yang baru. Januari 2016 saya sudah diterima di SMA Khadijah.

Tapi,saya sangat ingin mencari sekola di gresik. Paling tidak

sekolah di Gresik yang dekat dengan rumah saya. Mulai kelas 1

SMP saya sudah sekolah di Khadijah. saat itu kemauan dari orang

tua dan kamauan dari saya sendiri karena yang saya tau khadijah

itu tempatnya bagus dan dekat dengan mall. Untuk masuk ke

SMA negri saya tidak yakin dengan hasil nilai UN saya. Saya

memaksa untuk masuk di sekolah swasta gresik agar lebih dekat

dengan rumah.

Tidak lama keluarga saya yang ada di Bali memberi kabar

kalo anaknya akan sekolah di Khadijah juga. Orang tua saya

semakin tidak memberi izin untuk pindah sekolah. Akhirnya

saya mau, tapi tidak mau diasrama lagi. Saya boleh di kos dekat

sekolah dan saya sudah mendapatkan tempat kosnya. Tapi

Glorious Crew


24

keluarga dari Bali memaksa agar tetap diasrama sama anaknya

yang mau sekolah disini juga. Ternyata tidak lama dia sekolah

disini dia merasa tidak betah, memaksa untuk pindah. Akhirnya

dia mendapat izin dan balik lagi ke sekola di daerah asalnya di

Bali. Dan saya tetap setia berada di Khadijah hingga saat ini.

(MariyaUlfa Damayanti)

ANGAN YANG TAK SAMPAI

Di akhir kelas 9 aku belum memikirkan mau melanjutkan

sekolah dimana. di suatu ketika saat aku dan teman” ku

kumpul kita membahas tentang dimana kita akan melanjutkan

pendidikan selanjutnya. setelah itu aku langsung memikirkan

mau melanjutkan kemana aku sekolah. aku gak ambil pusing,

dan aku langsung memutuskan untuk melanjutkan sekolah ku di

sma khadijah.

Setelah itu aku langsung menghubungi orang tuaku dan

beliau menyetujui tentang keputusanku. aku juga disarankan

kakakku untuk sekolah di sma khadijah. lagipula aku gatau

mau melanjutkan sekolah dimana. dan juga aku berasal dari

luar surabaya. jadi aku juga tidak bermimpi untuk melanjutkan

sekolah negeri di surabaya karena jelas sudah aku langsung tidak

diterima.

(Martha Aulia Leatemia)

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


25

KISAH PENCARI ILMU

SMA Khadijah, nama yang tak asing didengar dikalangan

para pelajar. Saat aku lulus dari SMP Khadijah, aku tidak bingung

lagi mencari sekolah ke jenjang lebih tinggi, karena waktu itu aku

memang berkeinginan masuk di Sma Islam Favorit di Surabaya

yaitu Sma Khadijah. Orang tuaku juga mendukung aku, kalau

aku bersekolah di Sma Khadijah.

Akhirnya, benar saya masuk di Sma Islam Favorit tersebut

dengan tidak ada paksaan dan keterbatinan lainnya. Saya sangat

menikmati semua alur dan cerita di SMA ini, mendapatkan

teman-teman baru yang baik dan pengertian.

(Meilinda Amalia Rahma)

KEPUTUSAN YANG BENAR

Semester terakhir masa SMP memang cara yang paling

efektif untuk membuatku pusing. Semester ini aku harus cepat

memutuskan kemana aku akan lanjut sekolah, dan lagi aku

harus mengejar ketinggalanku di kelas sebelumnya untuk bisa

mempertaruhkan hasil Ujian Nasional jika ingin melanjutkan ke

sekolah negeri. Sempat terbesit dalam diriku untuk melanjutkan

pendidikan ke sekolah negeri karena bisikan dari lingkungan

sekitar dan kekhawatiran jika tetap lanjut di sekolah swasta

akan membebani orang tua, karena dua tahun lagi mereka akan

Glorious Crew


26

pensiun. Juga aku ingin mencoba suasana baru karena memang

sejak kecil aku di sekolahkan di sekolah swasta.

Orang tuaku tidak setuju jika aku melanjutkan sekolah

di sekolah negeri. Beliau bilang, di negeri ilmu agama diajarkan

dengan cara yang sangat terbatas, sedangkan jika aku tetap lanjut

sekolah di swasta, sebut saja KHADIJAH, maka ilmu agama dan

ilmu umumku akan seimbang. Aku menuruti kata orang tuaku,

aku sadar apa yang dikatakan mereka benar adanya. Lagipula

ternyata, hasil Ujian Nasionalku sangat tidak memuaskan,

sehingga aku tetap tidak akan bisa masuk sekolah negeri yang

dulunya aku inginkan.

(Nabiilah Aliyyah Wahid)

AGAR TIDAK KETINGGALAN ZAMAN

Dulu, aku sempat tes masuk di Khadijah saat SMP bersama

temanku. Dan alhamdulillah nilaiku memungkinkan aku untuk

mendapat potongan biaya masuk, hati sudah sangat senang,

ternyata ayah merubah pikirannya, ingin menyekolahkanku di

pesantren, baiklah kuturuti.

Namun setelah 3 tahun di pesantren, benar saja

pengetahuan agamaku bisa dibilang sangat baik, namun tidak

pada nilai pengetahuanku, aku sangat lemah, apalagi pada

pelajaran yang mengandung perhitungan. Akhirnya waktu SMA

aku masuk di Khadijah ini, karna sekolah ini termasuk sekolah

berbasis aswaja dan pastinya tidak meninggalkan pelajaran

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


27

agama, agar saya bisa menyeimbangkan pelajaran dan juga agar

tidak ketinggalan jaman.

(Nada Rosyida Putri Ananta)

DIMANA ARAH TUJUAN

Pada awalnya saya tidak berminat untuk masuk SMA

Khadijah. Di karenakan paksaan oleh orang tua katanya untuk

merubah perilaku saya.

Awal saya masuk SMA tidak mengenal siapa-siapa karena

teman-teman SMP saya tidak ada yang masuk SMA Khadijah.

awal saya mempunyai temen yaitu pada saat mpls yaitu Yunus.

awal berkenalan dengan Yunus kata temenya dulu Yunus anak

yang garing,receh,dan GJ.

(Naza Nuddin Akbar)

MENCARI PENGALAMAN BARU

Pada kala itu, semua orang pada sibuk mencari sekolah

untuk melanjutkan pendidikan menengah keatas. Saat itu, aku

selalu berharap pada sekolah negeri. Tak sedikitpun terpikirkan

untuk sekolah swasta. Dengan nilai danem pada saat itu yang

pas-pas an berharap sekolah negeri bisa menerima aku. Dengan

penuh positif thingking aku yakin bisa.

Pendaftaran sekolah negeri pun dibuka. Bergegaslah

aku langsung mendaftarkan diri. Tetapi orang tua tetap selalu

Glorious Crew


28

menyuruhku mengikuti test di SMA KHADIJAH. Tak pernah

terfikirkan sedikitpun untuk sekolah swasta berbasis agama

apalagi sekolah jauh dari rumah, karna dari kecil selalu sekolah

negeri. Alhasil, nilai test ku mendapatkan nilai B dan mendapatkan

potongan dana infaq. Orang tuaku bangga melihat hasil test dan

ingin aku masuk SMA KHADIJAH. Tetapi, tak lama itu nama ku

pun sudah tergeser dari pendaftaran negeri. Akhirnya, mau tak

mau aku menerima penawaran orang tuaku.

(Novia Ayu Widasari)

RENCANA YANG TERHALANG TAKDIR

Saat menginjak kelas dua SMP telah terpikirkan

bagaimana jalan yang akan saya tempuh untuk beberapa tahun

kedepan.Dengan segala macam upaya telah saya dan orang tua

saya lakukan.

Jika ketika duduk di bangku kelas tiga SMP dengan upaya

dan doa yang telah dirasa cukup tetapi tidak dapat menyaingi

rencana yang telah Allah SWT. siapkan untuk saya.Setelah tidak

diterima di SMA yang diharapkan nama SMA Khadijah pun masuk

dalam pembahasan di keluarga.Dengan keputusan yang telah

diambil bersama muncullah hasil bahwa saya akan bersekolah di

SMA Khadijah Surabaya.

(Rania Az Zahra)

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


29

KETERPAKSAAN YANG TAK TERPAKSA

Saya masuk ke SMA Khadijah itu karena dulu saya

bersekolah di SMP Khadijah , jadi orang tua saya menyuruh saya

untuk lanjut saja di SMA Khadijah biar sama-sama Khadijah nya.

Aslinya sih saya pingin SMA yang lain mau mencoba lingkungan

dan suasana yang berbeda.

Salah satu alasan nya adalah kami tidak mau rempong

lagi buat mencari sekolah yang ada asramanya Karena saya itu

anak rantau . Jadi kalau sekolah di sekolah yang lebih jauh takut

susah kalau besok-besok saya sakit.

(Sara Iriana)

HARAPAN YANG TIDAK TERDUGA

Dahulu saya sekolah di SMP Negeri 40 SBY. Setelah lulus

dari SMP, saya awalnya berharap ingin masuk ke SMA negeri. Tapi

harapan itu sudah pupus ketika hasil danem sudah keluar. Tidak

memungkinkan untuk masuk di SMA negeri.

Akhirnya saya memilih SMA Khadijah diantara SMA

swasta yang lain. Karena menurut saya waktu itu SMA Khadijah

juga sekolah yang bagus terutama dalam bidang agama. Kedua

orang tua saya juga menyarankan di SMA Khadijah. Harapan saya

berubah,yang awalnya SMA Negeri menjadi SMA Khadijah.

(Selliyana Narita Ratih Wulandari)

Glorious Crew


30

TAUBAT GAK KEMANA

Belum keluar nilai UN saat itu.Orangtua saya biasanya

mengajak saya untuk mengunjungi beberapa SMA untuk

memperluas pikiran saya untuk memilih mana yang akan

saya masuki sebagai pelajar SMA nanti.Akan tetapi,sebelum

kebingungan melanda,saya sudah mendaftar dan melakukan tes

tulis di SMA Khadijah.Saya diterima.Dengan nilai yang baik pula.

Alhamdulillah.Satu cadangan SMA sudah saya dapatkan.Saya pun

juga merasa nyaman ketika masuk ke lingkungan SMA Khadijah.

Saya hanya merasa cocok saja dengan lingkungannya,padahal

saya belum pernah masuk dan bersekolah di yayasan Khadijah.

Namun,saat sudah keluar nilai UN saya saat itu.Termasuk

dalam golongan nilai yang aman untuk bisa masuk ke SMA Negeri

saat itu.Sangat aman.Namun anehnya,yang terjadi di luar dugaan.

Berbagai SMA negeri,baik jalur nilai UN maupun jalur tes TPA dan

tes tulis biasa.Tidak bisa diulang lagi,saya sudah lunglai untuk

mencari SMA negeri.Saya sendiri bingung ,kenapa tidak diterima

di SMA yang saya inginkan.Padahal semua sudah tersusun

dengan baik.Akhirnya saya menjadi pelajar SMA Khadijah dan

sekarang,saya merasakan betapa baiknya jalan yang Allah SWT

pilihkan untuk saya.”Ah..mungkin saya diminta untuk lebih sadar

akan Islam lagi”,batin saya yang sudah menjalani orientasi pertama

di SMA Khadijah dulu.Ternyata perasaan nyaman di kali pertama

saat itu,membuat saya yang sekarang, menjadi lebih sadar akan

segalanya tentang Islam dalam bimbingan SMA Khadijah.

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?

(Tania Amalia Khoirunnisa)


31

Glorious Crew


32

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


33

BAB 2 - REMIRO

MERANTAU DEMI ILMU

Pengumuman penerimaan siswa SMAN 1 Tuban saat itu

membuatku lemas seketika. Pada awalnya, berharap namaku

berada di zona kuning, tetapi nyatanya namaku berada di zona

merah. Setelah melihat pengumuman tersebut, aku berlari

menuju kamar kedua orang tuaku dan menangis. Mereka

mencoba memberi semangat dan menghibur.

Setelah cukup tenang, kedua orang tuaku mengajak

membahas SMA mana yang harus kupilih. Keesokan harinya,

aku dan kedua orang tuaku pergi ke Surabaya untuk mendaftar

sekolah. Kesepakatan sebelumnya, jika aku tidak diterima di

SMAN 1 Tuban, maka aku kan bersekolah di Surabaya. Aku

mencoba mencari informasi di SMA Khadijah, SMA Trimurti,

dan SMA Muhammadiyah 2. Tetapi, aku tetapkan untuk memilih

di SMA Khadijah. Beberapa alasan yang menjadi pertimbangan

ialah, sekolah islam internasional yang berakreditasi A.

(Adella Saninah Putri Irwanto)

Glorious Crew


34

BAHAGIA DUNIA AKHIRAT

Di saat seluruh teman-teman mencari SMA Favorit di

Surabaya, saya dan teman teman seperjuangan saya tak perlu

gelisah untuk memikirkannya, karena Alhamdulillah tak terbesit

pikiran sedikitpun untuk hendak meninggalkan sekolah yang

saya dambakan sejak dalam kelompok bermain. Saya yakin,

Khadijah lah tempat saya menuntut ilmu, saya merasa beruntung

karena sejak kelompok bermain saya sudah disekolah kan di

Khadijah. Madrasah ini juga digunakan seluruh saudara saya

untuk menuntut ilmu pengetahuan dan ilmu agama.

Oleh sebab itu, tak pernah terpikirkan untuk beranjak

pergi dari Madrasah tercinta ini dan menganut faham Aswaja

tentunya. Saya sangat senang dan bahagia sekali melibihi Dunia

se isinya. Karena, di sekolahku diajarkan untuk tidak perlu

repot memikirkan duniawi, melaikan akhirat, karena itu lebih

bermanfaat dan pasti akan bahagia di dunia dan di akhirat.

(Alaina Ahmad Wildan Saifullah)

AKHIRNYA GEDUNG SEBELAH

Kisah ini berawal dari pengalamanku saat hari-hari terakhir

menduduki bangku SMP, saat perasaan senang karena selesai

sudah semua ujian yang dilaksanakan selama ini dan perasaan

sedih karena akan berpisah dengan teman-teman campur aduk

menjadi satu. Disaat pengumuman setelah 3 tahun aku belajar di

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


35

SMP serasa tidak terbayar dengan hasil yang kudapatkan kurang

memuaskan, alangkah sedihnya hatiku disaat itu.

Pendaftaran peserta didik baru tingkat SMA sederajat

telah dibuka, tetapi aku masih bingung sendiri dengan SMA

pilihanku. Awalnya dari kelas VII SMP, aku ingin sekali masuk

SMA negeri karena dulu aku tidak jadi masuk SMP negeri.

Tetapi untuk saat ini aku sedikit kesusahan untuk mendaftar

di SMA negeri di Surabaya, karena KK ku Gresik. Tapi ditengah

perjalananku berusaha untuk mencari SMA negeri, kabar buruk

melanda ku, orang tuaku telah mendaftarkanku di SMA Khadijah

yang selama ini tidak aku inginkan. Segala angan-angan ku

hancur, tetapi setelah kupikir kembali akhirnya aku memutuskan

untuk menuruti kemauan orang tuaku dan mendaftar di sekolah

tetangga, SMA Khadijah.

(Alifah Nur Walidayyah)

MENYERAHKAN PILIHAN

Saat banyak orang memikirkan tentang bagaimana

menuju smanegriyg bergengsi kala itu. Aku sedang bingung

dengan keputusan kedua orang tua ku yang berdebat menuju

sma swasta islam ,yang ada di 1 lingkup yang sama yaitu surabaya.

aku mengerti kedua orang tua ku ingin aku bersekolah tinggi

dan berbasis islam agar aku tetap menjadi pribadi yang baik dan

berahlaknurkarimah namun tetap mempunyai akreditasi A.

Namun orang tua ku sangat lah tidak ingin aku masuk

smanegri. Karena mendengar repurtasinegriyg dari dulu kurang

Glorious Crew


36

memperharikan nilai dan keadaan murid, padahal kedua orang

tua ku sangat sibuk dan pulang malam hingga tidak ingin anaknya

salah didik.

(Anisah Qurrotu Ini)

DILARANG

Saat SMP saya berpikir akan melanjutkan ke SMAN yang

ada di surabaya, bagi kebanyakan anak dari SMPN pasti berharap

dapat melanjutkan ke sekolah negeri . Hingga keluarnya hasil

nilai UN saya waktu itu ,saya bingung mau bersekolah ke sekolah

negeri mana karena dengan nilai yang sangat pas-pasan itu hanya

bisa mendaftar di SMAN yang jauh dari rumah dan pastinya akan

dilarang oleh orang tuaku.

Hingga orang tua saya berinisiatif mendaftarkan saya ke

SMA Khadijah Surabaya ,karena kakak saya lulusan dari SMP

Khadijah dan juga dekat dengan rumah nenek saya. Awalnya saya

tidak mau karena telah terbiasa dengan sekolah di negeri tetapi

saya berfikir untuk mencoba sekolah di swasta untuk menambah

pengalaman saya.

(Brigitta Dewi Putri Prasetya)

KHADIJAH TILL I DIE

Pada saat kelas 9 teman-teman saya bingung untuk

memilih sma dimana dan pada saat itu saya juga bingung karena

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


37

sangat ingin bersekolah di SMA NEGERI karena smp nya saya

sudah di SMP KHADIJAH. Tetapi mama saya udah mendaftarkan

di SMA KHADIJAH waktu itu masih gelombang I dan dari

awal mama saya sudah bilang kalau mau didaftarkan di SMA

KHADIJAH alasannya yg pertama KK saya itu bukan surabaya

jadi kalau mau masuk negeri hanya dapat kuota 1% yang kedua

karena banyak orang bilang kalau SMA ini mengajarkan agama

dan etika yang baik.

Setelah itu waktu pengumuman nilai UN saya

mendapatkan nilai yang cukup baik lalu saya mencoba untuk

mendaftarkan diri di SMA NEGERI tetapi mama saya tidak

membolehkan saya mendaftar dan pada saat itu juga saya

telat mendaftar. Akhirnya sekarang saya bersekolah di SMA

KHADIJAH.

(Diana caesaria)

OH TERNYATA

Yang menjadi daya tarikku untuk bersekolah di SMA

Khadijah yaitu SMA Khadijah adalah salah satu SMA yang

mempunyai ektrakurikuler anggar. Sebenarnya aku sudah

diterima di SMAN 3 Blitar melalui jalur golden ticket atau biasa

disebut freepass dan dikarenakan penentuan untuk menerima

freepass tersebut tidak membutuhkan waktu yang lama, dengan

pemikiran dan keyakinan yang kuat aku tidak jadi mengambil

freepass tersebut karena aku lebih memprioritaskan SMAN 1

Blitar yang merupakan SMA yang aku cita-citakan. Disitu aku

Glorious Crew


38

mulai merasa tegang karena pengumuman danem belum muncul

dan aku sudah menolak freepas dari sekolah itu.

Lama kemudian muncul pengumuman tentang nilai

danem dan alhamdulillah aku keterima di SMAN 1 Blitar dengan

nilai yang standar sekolah tersebut tetapi entah mengapa aku lebih

memilih SMA Khadijah. Setelah berfikir panjang, akhirnya aku

memutuskan untuk bersekolah di SMA Khadijah. Haparannya

sih kedepannya aku jadi orang yang agamis dan berpendidikan.

Setelah aku memutuskan untuk sekolah disini dan mengikuti tes

dan alhamdulillah aku diterima dengan nilai yang memuaskan.

(Emira Aulia Aqsha)

UKIRAN HISTORI PUTIH ABU-ABU

Ayah dan Ibu menyarankan SMA Khadijah Surabaya

untuk menjadi tempat melanjutkan pendidikanku kala itu.

Alasan mereka memilih sekolah ini yang pasti karena pendidikan

agama yang juga diutamakan, sehingga sejajar dengan pendidikan

formalnya. Fasilitas yang komplit, nyaman dengan standar

internasional semakin memantapkan mereka menyekolahkanku

di sini. Tanpa pikir panjang, aku mengiyakan apa yang Ayah dan

Ibu sarankan.

SMPN 2 Bangkalan, aku menghabiskan 3 tahunku di

sana terlebih dahulu sebelum melancong ke Surabaya. Sudah

terbayang serunya berada di lingkungan baru dan bertemu

dengan teman-teman yang awalnya tidak aku kenal satu pun.

Bukan hal yang buruk bagiku bersekolah di tempat yang berbasis

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


39

swasta. Toh, di sini justru banyak keunggulan yang tidak dimiliki

sekolah berbasis negeri.

(Farah Firdausy)

BERHIJRAH DENGAN AMAN

Di kelas 9 SMP,aku selalu bingung untuk melanjutkan

jenjang pendidikan sekolah selanjutnya.Namun aku adalah

alumni dari SMP Khadijah sendiri,yang masih belum berfikiran

untuk lanjut ke SMA Khadijah.Disaat pengumumuman danem

UNAS,aku pun terkejut dengan hasil yang ku peroleh.Bukan

terkejut senang atau bangga,tetapi merasa betapa tidak berartinya

nilaiku dari belajar selama 3 tahun.

Sampailah pada saatnya aku wisuda.Aku pun masih belum

menemukan SMA yang panras untukku.Namun keluarga berkata

kembalilah kepada Khadijah.Karena tidak susah payah mencari

ilmu agama yang menganut ASWAJA dan masih dalam naungan

Nahdlatul Ulama.Tanpa ada pikir panjang,aku pun setuju dengan

opini keluargaku yang insa allah sudah mengarahkanku pada jalan

yang benar.Dan aku bangga menjadi bagian pemuda Nahdlatul

Ulama

(Harris Sinar Raharjo)

Glorious Crew


40

ON THE WAY MASUK SMA

Saat aku duduk dikelas 9 SMP aku suda bermimpi dan

berkeinginan untuk melanjutkan di SMA Islam dikarenakan

keinginan semua pihak yang ada didekatku dan aku sendiri juga

berfikiran seperti itu, tetapi ada keinginan untuk masuk SMA

negri juga. Akan tetapi aku lebi menarik masuk ke SMA Khadijah

ini. Dibalik itu aku dulu juga bersekolah di SMP Khadijah 2, jadi

niatnya aku meneruskan di yayasan Khadijah ini.

Setelah aku sampai disekolah ini dan melihat sekitar,

aku lebih menarik tetapi sedikit. Sebenarnya aku disini tidak

sesenang itu tapi biasa saja, ya apa boleh buat ya aku jalanin

aja untuk menyenangkan hati orang tua. Dan dibalik semua itu

latar belakang SMA Khadijah ini, pelajarannya sangat memadahi

khususnya untuk pelajaran agama. Dan aku suka karena belum

ada sekolah lain yang mata pelajaran agamanya selengkap di SMA

Khadijah ini.

(Jasmine Salma Sabita Siregar)

PERJUANGAN MENJADI LEBIH BAIK

Saat kelas 9 akhir saya dan kedua orang tua saya

membicarakan tentang sekolah, kemanakah saya akan

melanjutkan sekolah untuk mencari ilmu pengetahuan.

Pengumuman nilai UN pun keluar, kedua orang tua saya mulai

resah dan takut jika saya tidak mendapatkan sekolah yang bagus.

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


41

Akhirnya ibu saya menanyakan ke teman-temannya tentang

sekolah SMA. Akhirnya ibu saya dapat informasi tentang SMA

Khadijah, SMA Muhammaddiyah dan SMA Al-Hikmah.

Sesampainya saya dan kedua orang tua saya berunding

lagi, akhirnyaibu saya membicarakan bahwa ada 3 nama sekolah

islam yang sudah dipegang olehnya, ibu saya menyampaikan

nama sekolah tersebut. Sebenarnya saya tidak tahu sama sekali

tentang sekolah SMA Khadijah dan kedua orang tua saya

menanyakan “mau masuk manakah kamu?” Saya pun mencari

informasi tentang sekolah yang disebut oleh ibu saya. Akhirnya

saya memilih SMA Khadijah, karena jika seumpamadi SMA

Muhammaddiyah jarak antara rumah lebih jauh dari pada di SMA

Khadijah.

(Ksenia Georgevna)

HANYA KAMU

Setelah pengumuman kelulusan saya masih bersantai

santai dalam memilih sekolah selanjutnya,sebelumnya saya

sempat mencoba test di sekolah sman 1 taman sidoarjo dan sman

22 Surabaya. namun dari hasil test tersebut saya gagal untuk

masuk di sman 1 taman.

Saya sendiri sekolah mana saja oke namun awalnya saya

ingin daftar di smas bhy 1,karna sman 22 surabaya tidak ada

kabar, setelah sampai di smas bhy 1 sayang sekali pendaftaran

sudah ditutup dan seketika bingung dan memilih yang terdekat

dari lokasi itu yaitu smas khadijah surabaya tetapi setelah saftar

Glorious Crew


42

di smas khadijah tanpa diduga saya diterima di sman 22 sby tapi

saya tetap memilih smas khadijah.

(Mochammad Fachtur Rahman Hafis Dullah)

NALURIKU, NALURI KHADIJAH

Pada akhir sekolah smp saya sudah didekatkan oleh

sekolah sma teman teman saya juga seperti itu. Saya dengan

kharis waktu itu langsung memilih sekolah ini (khadijah), karena

kami pada waktu itu memang sudah nyaman dengan khadijah.

Akhirnya kami mengambil formulir dan mendapatkan nomor

daftar 17 dan 18 pada waktu itu.

Alasan pribadi saya sendiri yaitu memang saya sudah

nyaman ditempat ini (khadijah). Saya sendiri dari kecil sudah

berpendidikan diyayasan khadijah dan adik adik saya pun juga.

Dan hati berkata ‘iya disini saja’ dan faktor lain yaitu karena

pembelajaran agama yang tidak ada disekolah lainnnya.

(Muhammad Iqbal Sahrul Layali)

HATIKU BERKATA

Pada saat saya kelas 9 saya tidak pernah berfikir untuk

sekolah negeri dan tidak ada pikiran untuk mendaftar ke negeri.

Hati ku sudah ada di khadijah sejak smp dan saya bilang ke pada

orang tua saya bahwa ingin sekolah di khadijah.

Saya ingin sekolah di khadijah tidak lain untuk mencari

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


43

ilmu dan yang terpenting ilmu agama. Selain itu di khadijah ini

sudah seperti rumah sendiri banyak saudara-saudara saya yang

sekolah disini, juga orang tua saya pun alumni khadijah, Dan saya

bangga sekolah disini.

(Moch Rizal Affan)

INI YANG TERBAIK UNTUKKU

Hari demi hari aku mulai bimbang dan sangat

bingung,disaat kelulusan SMP sudah tiba aku masih bimbang dan

belum memutuskan untuk bersekolah dimana.Semua temanku

sudah memutuskan untuk sekolah yang mereka idamkan.

Pada akhirnya aku mempunyai keputusan setelah memilih

sekolah di Surabaya,dan aku sebagai orang islam lebih memilih

bersekolah di Sma Khadijah dari pada disekolah swasta lainnya

agar ilmu agamaku semakin bertambah.Dan di Sma Khadijah aku

sangat bahagia dan senang bisa belajar agama.

(Maulana Rifqie Pratama)

MENGIKUTI ALUR HIDUP

Ketika saya duduk di bangku kelas 9.Saya mulai

memikirkan untuk jenjang pendidikan selanjutnya tetapi,saya

bingung akan SMA mana yang terbaik untuk saya.Setelah itu saya

coba berkonsultasi ke pada orang tua dan paman.Kemudian saya

di rekomendasikan untuk sekolah di Khadijah yang berwawasan

Glorious Crew


44

ahlusunah meskipun saya jauh dari orang tua tetapi saya harus

kuat karena tujuan saya ke Surabaya tidak lain hanya mencari

ilmu dan pengalaman.

Saya tidak yakin bahwa saya bisa masuk ke Khadijah

karena tes masuk sekolah ini ialah bahasa Inggris dan

matematika sedangkan saya sama sekali tidak paham akan

pelajaran matematika.Mau tidak mau saya harus belajar keras

tentang matematika.Akhirnya saya berhasil diterima di Khadijah

dengan nilai cukup baik.Saya bersukur bisa bersekolah di SMA

internasional ini karena saya dapat mempelajari lebih dalam

tentang ilmu agama dan umum.Saya yakin Khadijah adalah pintu

terbaik untuk menggapai kesuksesan dunia dan akhirat.

(Moch.Bilal Fahruddin)

MENGIKUTI JALUR YANG SUDAH DIBUKA

Lambat laun jenjang smp telah hampir selesai. Sedangkan

saya masih bimbang untuk melanjutkan kemana. Pada saat itu

saya memilih untuk melanjutkan ke pondok. tetapi karena

keasyikan liburan waktu pendaftaran ke pondok sudah habis.

Setelah itu orang tua saya memberi beberapa pilihan.

yakni Ciputra, Al hikmah dan Khadijah. Sedangkan kakak saya

menyarankan saya ke khadijah karena dianya jug alumni khadijah.

Menurutnya khadijah itu sekolah yang mempunyai wawasan

agama yang luas. Fasilitasnya mencukupi dan sebagainya.

Akhirnya saya pun memilih khadijah.

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?

(Mohammad Alfi Salam)


45

MUNGKIN INI JALAN KU

Pada saat smp saya tidak pernah berfikir untuk sekolah

Khadijah, bahkan tidak tau seluk beluk sekolah Khadijah.

Pertama saya hanya ikut-ikut an teman yang ingin sekolah SMA

negeri. Namun ibu saya berkeinginan lain, ibu saya menginginkan

untuk masuk ke SMA Islam, sebagai anak yang sholeh saya

mengikuti apa kata orang tua. Pertama saya mendaftar SMA Al

hikmah karena saya memiliki saudara yang sekolah di sana. Pada

saat itu saya sudah menjalani tes di sana dan diterima, tetapi

saat pendaftaran ulang ibu saya sedang ada tugas di luar kota,

akhirnya saya mencari sekolah lain, ibu saya menyarankan untuk

sekolah di khadijah, karena almarhum ayah saya alumni SMA

Khadijah. Akhirnya mendaftar di SMA Khadijah dan pendaftaran

nya berjalan lancar.

(M. Hifzhan Sausan Alfarabi)

TUA TIDAK SENDIRI

Pada hari kelulusan smpku di SMP Alhikmah surabaya

aku memutuskan untuk masuk ke pondok daripada ke smasma

lainnya, dikala teman-teman menikmati serunya mpls aku

dipondok menikmati lantunan Al-quran dan bahasa arab yang

sangat asing bagiku karena sangat fasih berbahasa arab.

Setelah dipondok selama kurang lebih 12 bulan atau 1

tahun lamanya dan Alhamdulillah mendapatkan ijazah bahasa

Glorious Crew


46

arab dari pondok ku,tidak ambil lama aku langsung dimasukan ke

SMA KHADIJAH dan tanpa basa-basi aku mengiyakan keinginan

orang tuaku dan karena aku tau di SMA KHADIJAH saya bisa

berkembang di dalam bahasa arab.

(Muhammad Rayyan Altuwy)

DO’A ORANG TUA

Saya sekolah di Khadijah ini semenjak dari SMP. Dan saya

sekolah di SMA Khadijah ini juga karena suruhan dari orang tua

saya. Begitu pun ketika saya SMP Khadijah saya juga suruhan dari

orang tua saya.

Dulu saya bener bener gk mau untuk sekolah di Khadijah

ini.Karena sekolah disini kan berbasis islam yang dimana saya

takut banyak banget hafalannya dan ini juga termasuk sekolah

swasta. Dari dulu cita cita saya adalah waktu SMA saya harus bisa

masuk negri karena SMP saya sudah masuk swasta.Karena Allah

mengabulkan doa orang tua saya agar saya masuk di Khadijah.

Nilai danem saya anjlok dan kemungkinan besar susah untuk

masuk negri.Dan akhirnya saya juga menurut i orang tua saya

untuk masuk Khadijah yang beliau inginkan.

(Najatu Silfa)

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


47

PUPUS HARAPAN, PEMBAWA BERKAH

Saat awal naik kelas 9 SMP, jujur saja saya sudah

berkeinginan untuk melanjutkan sekolah di sekolah negeri,

karena teman teman saya bercerita tentang peluang sekolah

negeri untuk di terima di PTN. Tetapi sebelumnya orangtua saya

sudah memutuskan bahwa saya harus melanjutkan sekolah di

Khadijah lagi.

Awalnya saya berfikir bahwa saya bisa merayu orangtua

saya untuk bisa bersekolah di negeri. Tapi Allah berkehendak

lain, saat itu saya sedang menunggu ibu saya pulang dari kerja,

ketika saya ingin berbicara kepada ibu saya untuk merayu, ibu

saya berkata bahwa ibu saya sudah mengambil formulir di SMA

Khadijah urutan yang ke tiga, disitu saya ingin menangis, tetapi

setelah saya fikir-fikir tidak ada salahnya melanjutkan sekolah

di Khadijah, karena selain fasilitasnya yang bagus, di Khadijah

juga banyak ekstrakulikuler yang menarik. Selain itu jika alumni

SMP Khadijah akan mendaftar di SMA Khadijah akan mendapat

potongan harga.

(Nasya Alfa Shaumy)

TERPAKSA TANPA MENYESAL

Sebelum memikirkan tentang rumitnya UNBK, ayah

sudah bersikeras untuk menempatkanku di Khadijah. Aku

menolak.Aku dan teman-temanku sudah berencana untuk

Glorious Crew


48

masuk di SMA yang sama di surabaya, dan tentunya bukan di

SMA Khadijah. Sudah ku ucapkan keinginanku yang sebenarnya,

tetapi ayah bersikeras dengan apa yang ia mau. Tentu saja tidak

aku hiraukan, aku membiarkan ayah menulis namaku di formulir

pendaftaran begitu saja.Beberapa bulan berlalu dan UNBK pun

sudah terlaksanakan. Ayah memberitahu agar aku bisa bersiapsiap

untuk tes masuk SMA Khadijah yang akan diadakan satu

minggu mendatang. Aku pun berontak tetapi tentu kala itu ayah

berbicara kepadaku dengan tenang dan membuatku begitu yakin

bahwa pilihan orang tua tidak pernah salah.Ibu pun datang untuk

meyakinkanku. Sungguh, sebenarnya aku memberatkan temantemanku

juga.

Baiklah. Aku harus berpikir untuk mengerti orang tua

ku. Mereka sudah cukup mengerti aku sejauh ini, dan untuk

kehidupanku saja masih ditanggung oleh mereka. Aku tidak

ingin membuat mereka kecewa dan aku memberitahu temantemanku

untuk hal ini, dan mereka cukup sulit untuk melepasku.

Tetapi bagaimana lagi kalau sudah kehendak orang tua?Aku pun

mengikuti tes masuk khadijah dan tak disangka aku mendapatkan

nilai B. Aku melihat ayah dan ibu tersenyum sumringah kepadaku,

aku sangat senang hingga berkali-kali aku berkata bahwa aku

mendapat nilai B.Dan disitu aku sudah merasa nyaman untuk

bersekolah disini, aku senang orang tua ku bahagia. Tidak ada

satu penyesalan pun untuk bersekolah di Khadijah tercinta.

Apapun rintangannya, aku ikhlas untuk menjalaninnya.

(Nurma Dinda Wimara)

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


49

DERITA ANAK LUAR PULAU

Ketika saya duduk di bangku SMP saya sudah

merencanakan untuk melanjutkan sekolah di SMA khadijah

ini. Karena saya merasa kerepotan jika saya tidak melanjutkan

sekolah selain di Khadijah. Kemudian saya mendiskusikan ini

dengan keluarga saya dan mereka menyetujui akan hal ini. Karena

saya bukan orang asli dari surabaya dan saya juga tidak punya

tempat tinggal di surabaya jika saya tidak melanjutkan sekolah di

Khadijah saya juga bingung dimana saya akan tinggal.

Akhirnya saya memutuskan untuk bersekolah di SMA

khadijah karena menurut orang tua saya sekolah ini cukup baik

untuk saya karena di sekolah ini banyak mengajarkan tentang

agama dan berakhlak baik. Dan saya juga mendaftar pada

gelombang pertama tetapi saya mendaftar tidak ditemani oleh

orang tua saya melainkan bersama dengan teman teman saya.

Dan akhirnya saya diterima di SMA khadijah meskipun merasa

bosan tinggal di asrama selama 6 tahun.

(Pramesya Masitha Izdavikia Istighfari)

SEBENARNYA BUKAN PILIHANKU

Saat pengumuman nilai dan danem Ujian Nasional aku

pun menangis. Aku menangis karena aku tidak bisa memasuki

sekolah negri yang aku inginkan. Namun semangatku tidak patah

sampai disitu. Aku pun mencoba mendaftar ke sekolah negri

Glorious Crew


50

lainnya. Saat mendaftar dan aku menentukan pilihan pertama

dan pilihan kedua, aku masuk dan diterima di sekolah pilihan

yang kedua. Hati sebenarnya masih tidak pas. Hati ini sebenarnya

tidak ingin masuk ke sekolah tersebut. Hati orangtua juga tidak

ingin aku masuk ke sekolah tersebut. Keesokan harinya, ibuku

menyuruhku untuk mendaftar sekolah di Khadijah.

Ibuku menyuruh mendaftar di Khadijah karena dahulu

kakakku bersekolah disana. Aku berangkat dengan malasmalasan.

Aku tidak suka dan tidak ingin bersekolah di sekolah

yang bukan pilihanku. Namun saat aku menjalani masa orientasi,

pemikiranku salah. Yang awalnya aku tidak suka, lama lama

aku menyukainya. Teman-temannya asik dan menyenangkan,

gurunya baik dan bersahabat pula. Di Khadijah mengajarkan

banyak ilmu agama. Tidak hanya sekedar mengajarkan ilmu

agama seperti fiqih, tafsir dan Al Qur’an, namun mengajarkan

akhlak. Aku pun menyukai sekolah di Khadijah.

(Rania Nafiisah)

MENEKUNI DI PENDIDIKAN ISLAM

Setelah lulus dari SMP, saya tidak bingung untuk memilih

mau melanjutkan sekolah dimana. Karena dari TK sudah terbiasa

di sekolah yang memang ada ajaran agama islam/sekolah swasta.

Jadi masuk SMA ini saya mengikuti kemauan orang tua untuk

masuk di SMA Khadijah, berhubung kakak juga di SMA tersebut.

Akhirnya aku didaftarkan ke SMA Khadijah dengan diam-diam.

Orang tua menginginkan aku untuk lebih menekuni ilmu

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


51

agama islam dari sejak kecil. Aku pun juga mengiyakan kemauan

itu, karena orang tua tidak pernah salah dalam mendidik baik

anaknya. Disekolah ini memang mengajarkan beberapa banyak

pelajaran agama islam. SMA Khadijah menginginkan agar murid

yang lulus dari sekolah ini bisa atau mahir dalam keagamaan.

(Ridha Nurhidayati)

TAK KUSANGKA

Sejak kelas 9 aku tidak mau masuk kemana soalnya kalo

misal aku memilih pilihanku sendiri, pasti ntar orang tua tidak

mau atas pilihanku. Aku harus mengikuti alur keinginan orang

tua saya, karena baginya itu memang jalan terbaik.

Setelah beberapa hari, ibuku memberiku sebuah kabar

kalau aku akan disekolahkan di SMA Khadijah. Nama sekolahnya

cukup tidak asing bagiku, dan aku sudah menilai kalau sekolah

ini adalah sekolah Islam. Dan akhirnya aku diterima di sekolah ini

dengan sangat bangga.

(Satrio Putro H/26)

MAKTAB MARTABAT KU

Pagi hari dengan pemandangan yang lain,ditemani selimut

dan jarum suntik serta infus yang setia menemani.Aku bersandar

menatap langit-langit kamarku,aku sangat lemah,tiba-tiba pintu

kamar terbuka .Ibuku datang dengan wajah tersenyum,membawa

Glorious Crew


52

sebuah map.

Diluar dugaan ku,aku yang ingin menjadi murid SMA

Negeri,tak pernah terfikir bersekolah di SMA Swasta.Aku sudah

terdaftar menjadi siswa di SMA KHADIJAH.Aku terkejut,hah

sekolah mana itu?apakah sekolah yang bagus?aku menangis

,sungguh hatiku menjerit aku tak ingin bersekolah disini.Namun

apaboleh buat,minggu depan sudah mulai bersekolah.

(Shofiya Dwi Wulan Suci)

YANG DINANTIKAN

Di waktu yang sangat dinanti-nantikan semua anak di

akhir masa SMP nya yaitu melanjutkan ke jenjang berikutnya.

Ya, masa SMA adalah masa yang sangat dinanti-nantikan. Tanpa

berpikir panjang, akupun juga begitu, aku juga sudah harus

menentukan akan melanjutkan dimana masa SMA ku nanti.

Akankah di SMA negeri ataupun SMA swasta.

Berkat dari saran orang tua ku, aku sudah menemukan

untuk bersekolah dimana. Ya, aku mengikuti pilihan dari orang

tua yaitu untuk bersekolah di SMA Khadijah. Sebelumya aku tidak

terpikirkan sama sekali untuk bersekolah disini. Tetapi setelah

berpikir kembali, akhirnya aku mau mengikuti pilihan dari orang

tua. Dan sekarang aku sangat senang karena bisa sekolah di SMA

Khadijah.

(Tasya Amarta)

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


53

PINTU YANG TEPAT

Pendidikanku di sekolah menengah pertama telah selesai.

Seperti pendidikan sebagaimana mestinya, aku melanjutkan

pendidikan ke jenjang SMA.Aku bingung ingin melanjutkan

kemana apakah aku ingin masuk negeri lagi atau menuruti orang

tua yang ingin aku bersekolah di sekolah yang bernuansa islam.

Akhirnya saya memutuskan untuk bersekolah di SMA

khadijah karena kalaupun masuk negeri saya tidak masuk di sma

negeri favorit hanya di sekolah negeri biasa sehingga orang tua

saya langsung menyuruh saya untuk bersekolah di khadijah.Kakak

saya sendiri pun bersekolah di khadijah pada saat itu dan sangat

merekomendasikan bersekolah di khadijah sehingga orang tua

saya langsung mantap memilih khadijah untuk saya,dan selama

ini pun di smp saya juga kurang ilmu agama jadi saya meng

iyakan apa yang disarankan oleh orang tua saya dan akhirnya saya

sekolah disekolah ini dengan tujuan untuk mendapat banyak

ilmu agama.

(Widya Amelia Krisnanda)

TAKDIR YANG MENENTUKAN

Disaat aku duduk di bangku smp aku tak pernah berpikir

kalau aku bakal sekolah di sma khadijah walaupun kakak sekolah

disana,kata kakak sih sekolah di khadijah itu agamanya kuat,

anak anak nya pinter pinter,baik baik,Tapi entah mengapa aku

Glorious Crew


54

sama sekali tidak tertarik sekolah disana tapi entah takdir atau

apa pada saat di kelas 9 smp aku membuat masalah.

Dan masalah itu sangat tidak menyenangkan bahkan

buruk untuk diingat. Hingga aku pun disuruh ibu untuk sekolah di

khadijah sama seperti kakak agar aku bisa dipantau oleh kakakku

awal di khadijah aku hanya berpikir bagaimana aku menjadi lebih

baik dan alhamdulillah sekolah khadijah juga menyenangkan.

(Yasin Sholih Insan)

PILIHAN TERAKHIR

Saat mau lulus SMP aku tidak berminat ke sekolah

negeri atau sekolah lain selain khadijah karena dari kecil sudah

di lingkungan khadijah meskipun berbeda tempat bukan di

khadijah wonokromo. sebelum lulus aku sudah mendaftar di

SMA khadijah dan tes masuk SMA khadijah saat tes aku menemui

banyak siswa siswi sekolah lain waktu itu pas bulan puasa jadi

saat tes terasa haus.

dan setelah diterima aku masuk ke SMA khadijah dan bertemu

dengan teman-teman. setelah itu aku berkenalan dan bermain

dengan teman-teman dan cabut pelajaran bersama bermain

bersama.

(Yoga Pria Adharandi)

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


55

TAKDIR YANG BERKATA

Sejak akhir-akhir kelas 9 aku masih bingung memilih atau

melanjutkan jenjang berikutnya kemana. dan aku pun meminta

saran ke orang tua ku dan orang tua ku menganjurkan untuk ke

sma negri. waktu pengumuman nilai UN alhamdulillah nilai saya

cukup untuk daftar ke sma negri.

Waktu liburan sudah biasa untuk anak remaja semua nya

pun terlupakan. karena keasyikan liburan sampai-sampai lupa

untuk mengikuti tes di sman 10 surabaya.

(Zein Alvin Hidayah)

Glorious Crew


56

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


57

BAB 3 - CLOSTHREE

AGAMA UNTUK DUNIA DAN AKHIRAT

Pada saat saya SMP saya bersekolah di SMP KHADIJAH

yang artinya satu yayasan dengan sekolah SMA KHADIJAH ini.

Semua teman-teman saya bingung mencari sekolah SMA yang

tepat dan pada saat itu semua beranggapan bahwa jika bisa masuk

sekolah yang negri dari pada swasta.

Lalu saya pun berkonsultasi dengan orang tua saya.Orang

tua saya pun berkata terserah mau masuk mana tetapi jika lebih

bagus masuk sekolah yang berbasis agama agar kita tahu ajaran

agama yang benar.Apalagi pada zaman era ini banyak sekali para

pemuda yang lalai akan kewajiban agamanya.

(Philandri Elvaretta Pranasetya)

BERPINDAH KE SEBERANG

Di akhir kelas 9 SMP, sebenarnya aku tidak bingung

menentukan akan melanjutkan SMA dimana. Tetapi karena

terkendala oleh KK Sidoarjo yang hanya mendapatkan kuota

Glorious Crew


58

1% di bangku SMA Negeri favorit di Surabaya, akhirnya kedua

orang tua memutuskan untuk mendaftarkanku di Khadijah.

Aku menurut saja, toh setiap hari selama SMP aku juga berkutat

dengan lingkungan SMA, ruang kelasku juga hanya berjarak

beberapa langkah saja dengan wilayah SMA.

Yang ada di pikiranku saat itu adalah aku tidak harus

beradaptasi dengan lingkungan baru yang asing. Ditambah ada

banyak sekali teman SMP yang mendaftar di Khadijah. Hanya

berpindah gedung, berpindah ke seberang. Berjalan beberapa

langkah ke depan. Karena sejak pertama kali menginjakkan kaki

di Khadijah yang sangat luas, aku selalu berpikiran mengapa

menjadi anak SMA tampak menyenangkan. Mungkin saja begitu.

Dan aku tidak menyesal masuk ke SMA di seberang koridor kelas

9.

(Ghinaa Atsiil Rachmania)

DULU

Setelah melewati masa Sekolah Menengah Pertama.

Sudah menjadi kewajiban untuk melanjutkan pendidikan ke

jenjang selanjutnya. Yakni Sekolah Menengah Atas. Pada saat itu,

saya memiliki beberapa pilihan Sekolah Menengah Atas yang ada

di Surabaya. Salah satunya, SMA Khadijah Surabaya yang menjadi

pilihan mama saya.

Pada awalnya, saya sama sekali tidak ingin dan tidak

tertarik untuk masuk dan menjadi siswi SMA Khadijah Surabaya.

Tetapi, karena mama saya meminta dan sedikit memaksa saya

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


59

menjadi siswi SMA Khadijah Surabaya. Jadi, dengan berat hati.

Saya tes lalu di terima dan akhirnya saya menjadi siswi SMA

Khadijah dengan keadaan berat hati untuk bersekolah di sekolah

ini karena latar belakang keterpaksaan hati.

(Aldiva Syawallad Akbar)

ABU-ABUKU TAK KELABU

Sekolah Menengah Atas atau biasa disebut masa putih

abu abu. Setelah menyelesaikan Sekolah Menengah Pertama,

aku melanjutkan ke sekolah SMA yang bukan inginanku. Sekolah

SMA yang tak pernah terbayang aku akan menuntut ilmu disana.

Bahkan, aku tak tahu jika terdapat Sekolah Menengah Pertama di

sana. SMA Khadijah Surabaya.

Ketika aku duduk di Sekolah Menengah Pertama, aku

menginginkan memasuki SMA Negeri yang terfavorit baik di

Kota Surabaya maupun Sidoarjo. Mungkin karena aku kurang

belajar saat masa SMP, semua sekolah negeri menolakku untuk

belajar disana. setres, menangis, menyesal, itu yang aku rasakan

saat itu. Tetapi aku tidak pernah merasa menyesal memasuki

SMA Khadijah Surabaya.

(Annisa Humami Syaharani)

Glorious Crew


60

BISA DIBILANG DRAMA

Kalau ditanya apa alasanku sekolah di SMA Khadijah,

aku akan jawab alasanku banyak. Alasan pertama adalah aku

belum yakin bisa sekolah di sekolah negeri. Alasan kedua adalah

aku terlalu yakin bahwa aku bisa masuk SMAN 5, padahal

kemampuanku rendah. Alasan ketiga adalah jeleknya danem UN

yang membuat aku down. Alasan keempat adalah karena semua

teman-temanku banyak yang masuk SMA Khadijah. Dan alasan

kelima adalah karena terlalu nyaman ada di Khadijah.

Orang-orang banyak bilang “kan kamu udah keterima di

SMAN 13”. Orang tua juga memaksa, aku gak tertarik. Aku berkalikali

mengungkapkan alasan-alasanku dan meminta bantuan

semua teman untuk meyakinkan orang tua, dan berhasiil. Aku

masuk Khadijah.

(Azizi Putri Nurilita Hidayat)

H-4

Pada saat lulus kelas 9 itu teman teman seangkatan lagi

sibuk-sibuk nya mencari sekolahan. Banyak yang mengharapkan

untuk bisa masuk ke sekolahan negeri. Begitu pun aku juga

pingin sekolah negeri seperti yang lain. Pada saat sibuk-sibuk

nya sedang menyiapkan berkas untuk masuk ke sekolah negeri di

satu sisi mama tidak memperbolehkan aku untuk sekolah negeri.

Tapi aku tetap bersikeras buat coba negeri dan tidak menyiapkan

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


61

swasta satu pun.

Nah setelah hasil kelulusannya keluar aku melihat hasilnya

ternyata tidak ada namaku. Akhirnya mamaku sama ayah sudah

menyuruhku untuk sekolah di Khadijah padahal akukan gamau.

Dan mama sama ayah aku menyerah terserah aku mau sekolah

swasta dimana dan aku bingung. Akhirnya sudah h-4 pulang

kampung aku belum mendapatkan sekolah. Dan akhirnya aku

memilih dan menuruti orang tua aku untuk sekolah di Khadijah.

Sudah sekian terimakasih.

(Cindy Astri Aziza)

TERJAGA

Alasanku masuk SMA Khadijah? Kalau aku si dulu alasan

masuk SMA Khadijah gara-garaemang pengen masuk disini terus

ya banyak temen-temen juga yang masuk disini.

Habis itu di SMA Khadijah juga fasilitasnya lebih dari

pada yang lain mungkin itu yang bikin aku masuk disini.

Dulu si pernah kepikiran buat masuk SMAN, kenapa? Ya

soalnya siapa yang gak pengen masuk SMAN kan. Tapi, kalau tak

pikir-pikir di SMA Khadijah pergaulannya masih bisa terjaga dan

lebih banyak agamanya juga jadi kemungkinan besar terhindar

dari hal negatif lebih besar

(Farah Virginia Maharani)

Glorious Crew


62

HARAPAN YANG TAK DIUNDANG

Sebelum kelulusanku dari Madrasah Tsanawiyah, aku

telah mengikuti beberapa tes masuk Madrasah Aliyah di Malang.

Ini karena orangtuaku ragu jika aku masuk ke SMA Negri. Namun

sayang sekali, usaha dan doaku belum membuahkan hasil.

Hingga hari kelulusan aku masih juga belum mendapatkan

tujuan untuk melanjutkan sekolahku. Namun aku tetap percaya

jika Allah mempunyai rencana yang terbaik. Secercah harapan

datang dari seorang teman ibuku, beliau dengan senang hati

telah mendaftarkanku di SMA Khadijah Surabaya. Semoga inilah

jawaban yang terbaik untukku.

(Fikri Febrian Firmansyah)

PILIHAN KU

Saat itu,ditawari sama keluarga.mau masuk mana sma

nya?ngga usah ribet ma,ngga pengen masuk negri juga kataku.

yaudah masuk khadijah lagi ta? Tanya mama.iyaa ma ngga apa aku

suka poll loh udah nyaman anak anak juga udah pada dikhadijah

katanya.oalahh yaudah kak daftar aja, kata mama.

Dan akhirnya masuk lah di sma khadijah ini dengan hati

yang ikhlas,ya karena dari hati banget jawab iya nya saat ditanyain

mama mau masuk sma mana.nyaman nya di khadijah itu ngga

ada obat emang.lingkungan nya tentram adem teman temanya

bikin pw banget hehehehe.begitulah sekolas cerita awal masuk

khadijah,intinyaaa seneng banget nyaman poll dah.

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?

(Gita Laksmi Zalsabilla)


63

FIRST OF ALL

Ada sebuah pertanyaan yang dilontarkan guruku, “Apa

alasan kamu masuk di SMA Khadijah?” Pertanyaan klasik bukan?

Kalau aku menjawab disuruh orang tua, maka itu adalah jawaban

klasik.

Aku punya jawaban lebih baik. Sesuai dengan perkataan

ibuku bahwa kita hidup di dunia untuk mendorong berbuat

kebaikan dan melarang berbuat keburukan. Jadi aku masuk

Khadijah untuk belajar bagaimana menjadi seorang muslim yang

baik dan sesuai ajaran islam agar bermanfaat bagi seluruh alam

ini.

(Hanifah Caraka Madya Ratri)

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG TUAMU?

Saat kelulusan smp aku ingin masuk sma trimurti

surabaya, dikarenakan nilai unas saya jelek. Tetapi orang tuaku

tidak menyutujuinya. Karena sekolah swasta umum bukan

sekolah islam.

Orang tuaku kemudian bilang kepada saya, jika aku

masuk sma trimurti siapa yang akan mendoakan orang tuamu

saat sudah meninggal?. Alhasil aku memilih Sma Khadijah karena

SMA Khadijah adalah sekolah NU.

(Muhammad Adrian Fauzi)

Glorious Crew


64

INDAH KARENA DIPAKSA

Masa masa indah telah berlalu di masanya kekanak

kanakan makin jadi namun kini waktunya berperang menuju

kehidupan,orang tua berkata”masuk sma yang saya inginkan

adalah sekolah islam” ujarnya,namun saya berfikiran saya akan

masuk SMA yang saya impi impikan misal SMA NEGRI 5 SBY,tapi

semua hanyaa impian yang tidak dibarengi dengan usaha.

Setelah berjuang lalu diputuskan masuk SMA berbasis

Ahlussunnah wal jamaah ini saya semakin ngerti apa artinya

menghargai diri sendiri, semakin berjalannya waktu semakin

indah tidak seperti apa yang saya bayangkan,setelah masuk ke

sekolah ini terbudak pada tumpukan tumpukan buku,terbudak

pada waktu,terbudak pada kata.

(M. Farhan)

ERMUTIGUNG DE ELTERN

SMA adalah suatu instansi terakhir dalam menempu

pendidikan sekolah menengah. Berbeda dengan teman-temanku

lain yang sibuk mempersiapkan ujian-ujian menempuh sekolah

jalur negri. Terlihat begitu siap mendapatkan sekolah yang sudah

lama aku kantongi untuk meraih masa depan yang cerah. ”Ilmu

umum tidak akan bagus jika tidak diimbangi dengan ilmu agama”

ujar kedua orang yang mendampingiku sejak bayi.

Tinggal memantapkan dan menyiapkan diri untuk

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


65

memasuki jenjang sekolah yang lebih tinggi. Mental, gaya

belajar, dan motivasi-motivasi yang harus aku siapkan saat itu.

Ermutigung de eltern yang berasal dari bahasa Jerman berarti

dorongan orang tua. Dorongan doa dan semangat itu menjadikan

motivasi terkuatku untuk masuk di SMA KHADIJAH.

(M. Kharis Khamdan)

TAK INGIN HILANGNYA TEMAN

Sewaktu kelulusan smp ke sma, saya sempat bingung mau

masuk sma mana. Karena itu saya bertanya kepada teman teman,

kemanakah mereka akan berlabuh?.

Rata rata kebanyakan mereka pergi ke SMA Khadijah yang

kebetulan sekomplek. Karena saya memiliki rasa kekompakan

yang tinggi saya pun ikut masuk ke sma ini juga, kebetulan saya

merasa nyaman dan enjoy.

(Muhamad Muamar)

AWAL MASUK

Pada awal daftar di SMA Khadijah saya tidak terpikirkan

dulu orang tua saya memilihkan sekolah ,tetapi setelah saya daftar

kesini saya langsung suka pada SMA Khadijah masukkan untuk

menerusakan sekolah swasta yang bagus.

Saat awal tes tulis dan tes wawancara saya tidak percaya

,saya bias diterima di SMA Khadijah yang termasuk lima sekolah

Glorious Crew


66

rujukan dan ingin merasakan perbedaan antara di muhammadiyah

sama NU.

(M Rahmat Attahariq)

NO COMMENT

Saat liburan ujian nasional saya sudah dianjurkan orang

tua melanjutkan sekolah ke SMA Khadijah. Karena saya tidak

dibolehkan masuk ke sekolah negeri.

Awalnya saya tidak mau tapi orang tua terus menuntut

saya masuk ke SMA Khadijah dan saya juga tidak tau akan masuk

ke sekolah mana selain khadijah. Akhirnya saya ikhlas lahir batin

masuk ke SMA khadijah.

(Maura Alya Fitriana)

JIHAD FII SABIILILLAH

Satu bulan sebelum aku daftar sekolah SMA,aku sudah

di tanya oleh ibuku atau ibu pengasuh di panti tempat aku

tinggal , mau sekolah kemana .Dan Aku hanya menjawab

“Aku masih bingung”.Kemudian respon ibuku “trus..sampeyan

mau kemana??kog gak tau mau lanjut kemana”. Setelah itu aku

berinisiatif buat cari sekolah sendiri ,aku pun mengajak temanku

Elna yang juga anak panti asuhan Ruqoiyah, buat keliling Surabaya

buat cari sekolah.

Aku danElna mencari sekolah SMA kemana-mana,dari

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


67

satu SMA Swasta ke SMA swasta lain karena memang KK ku

yang luar kota,jadi gak bisa masuk SMAN..saat itu padahal

sedang puasa..and finally pengurus panti bilang “sekolah di

SMA Khadijah aja,di sana juga gak kalah bagus sama SMA yang

lain”akhirnya ibuku setuju dan aku pun juga setuju karena

memang sebelumnya aku memang ingin sekolah di sana..aku

sangat senang setelah ibuku menyetujuinya.

(Miftakhul ula/16)

KARENA TERPAKSA

Awalnya aku tak pernah berfikir akan bersekolah

disekolah ini. Namun,karena aku tak dapat memasuki sekolah

yang aku inginkan sejak lama. Akhirnya aku pun “asal” mendaftar

ke beberapa sekolah.

Meski tak ada niatan untuk memasuki sekolah ini,dan

juga tak punya pilihan lain. Aku pun memutuskan untuk memilih

sekolah ini dengan keadaan terpaksa.

(Nadhifah)

TAK DIRENCANAKAN

Ada satu alasan saya untuk masuk ke sekolah ini.Tapi niat

saya untuk melanjutkan pendidikan sesudah SMP adalah SMA

Negeri.Mungkin karena kemampuan saya tidak mencukupi untuk

melanjutkan sekolah disana, maka ibu saya merekomendasikan

Glorious Crew


68

beberapa sekolah swasta yang di anggapnya cukup baik.

Saya tertarik dengan satu sekolah, yaitu SMA dari SMP

saya. Alasan saya ingin kesana karena tidak ingin jauh dari sahabat

sahabat saya.Tetapi ibu saya tidak menginginkan saya bersekolah

disana, maka saya mengikuti tes masuk SMA Khadijah dan saya

diterima.Ibu saya menyuruh saya untuk melanjutkan nya, maka

itulah alasan mengapa saya sekarang bersekolah disini, karena

sebelumnya tidak direncanakan. (Prameswari Nikita Salsabila)

SEBUAH BIJI IMPIAN

Mempersiapkan tujuan sekolah tentunya menjadi tugas

wajib bagi seorang pelajar. Begitupun denganku. Saat itu, aku

masih duduk di bangku Sekolah Dasar Khadijah. Percaya atau

tidak, aku telah memutuskan untuk masuk ke SMA Khadijah

ketika masih SD tanpa tau tujuan SMP ku.

Aku tak tau darimana hal itu bisa kuputuskan secara

pribadi. Yang jelas, aku kagum atas banyaknya prestasi yang

telah diraih oles siswanya. Itulah alasan utamaku untuk menjadi

bagian dari SMA Khadijah suatu saat nanti. Dengan harapan, aku

bisa menjadi seperti mereka dan membanggakan orang tuaku.

(Sayyidatun Nabila)

AWALNYA BIASA

Sebelum memutuskan untuk melanjutkan jenjang di

Sekolah Menengah Atas Khadijah. Pada saat itu sebagai siswi SMP

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


69

Khadijah, awalnya saya menganggap remeh sekolah khadijah

karena sekolahnya yang terlihat kecil, sempit, dan menyeramkan.

Namun setelah melihat kakak-kakak sma memakai seragam

kebanggaan sekolah ini, rasanya saya juga ingin memakai seragam

itu juga.

Berawal dari tertarik dengan seragam baju SMA Khadijah

yang dikeluarkan itu, akhirnya saya mencari tau SMA Khadijah

lebih banyak lagi. Ternyata, ekstrakulikuler nya juga banyak dan

mengesankan. Tentang agama juga menjaminkan. Selain itu

teman dekat saya juga banyak yang mendaftar ke sekolah ini.

Akhirnya saya dengan keinginan saya sendiri, memutuskan untuk

masuk ke sekolah ini. Dengan harapan masa depan yang pasti.

( Sintara Qanita Putri M)

BETTER

Kelas 9 saya belajar sangat giat dan les dimana-dimana dan

berjuang untuk masuk sekolah negeri. Lalu Ayah saya memberi

tau saya ada sekolah Islam yang bagus di Surabaya. Sekolah yang

bagus dan cukup terkenal, akhirnya saya tertarik masuk SMA

Khadijah.

Kemudian, saya mendaftar SMA Khadijah walaupun tidak

ada teman SMP saya yang masuk situ dan saya masuk sendiri.

Setelah mendaftar saya tes dan masuk disitu, akhrinya saya tidak

berfikir untuk masuk negeri karena saya ingin memperbaiki

akhlak saya menjadi lebih baik lagi.

(Thania Helmalia Agusta)

Glorious Crew


70

KARENA PAPA

Suatu hari yang melelahkan, karena papa mengajakku ke

SMA 13 Surabaya lalu ke SMA Khadijah Surabaya. Aku pergi tak

hanya bersama papaku, melainkan juga bersama kakakku.

Lelah rasanya saat itu, karena aku masih bingung ingin

melanjutkan sekolah ke mana. Keadaan saat itu mamaku ingin

aku masuk ke SMA 13 Surabaya namun papaku menyuruhku agar

tetap masuk SMA Khadijah. Banyak alasan dari papa yang masuk

akal, mulai dari papa ingin menjadikanku anak yang patuh

terhadap agama, selalu menghormati orang tua, dan pastinya

bisa membanggakan orang tua suatu saat nanti. Dalam hatiku

menyetujuinya karena aku juga ingin mencari teman baru, dan

ingin mencoba rasanya sekolah jauh dari rumah.

(Triva’asta Lellyandira Arraafi’ Usafira)

KHADIJAH

Pada saat itu orangtua ku menyuruh aku untuk masuk

ke SMA Khadijah. Tapi, karena aku masih belom sanggup untuk

masuk ke sekolah ini. Aku ingin mencoba untuk masuk ke SMA

Negeri yang ada di Surabaya. Tetapi, pada saat itu juga aku disuruh

mamaku daftar ke SMA Khadijah jadi untuk jaga-jaga jika aku

tidak masuk ke SMA NEGERI.

Dan saat itu namaku tergeser dan tidak masuk ke SMA

yang aku inginkan. Dan akhirnya aku masuk ke sekolah ini dengan

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


71

berat hati. Karena dulu aku tidak suka masuk ke SMA ini karena

pelajarannya terlalu NU. Tapi semakin lama aku bersekolah disini

ternyata pelajaran nya sama saja dengan sekolah lain.

(Vieka Aniestasia Fajarani Aisyah)

UNTITLED

Liburan telah tiba. Bagi sebagian orang, liburan saat

itu menyenangkan. Tetapi tidak denganku, aku kebingungan.

Kebingungan mencari sekolah yang lebih tinggi. Aku sudah

mencoba mendaftar sekolah negeri manapun tak ada yang

diterima.

Orang tua ku pun ikut bingung. Aku sedih sampai

menitikkan air mata. Orang tua ku menyarankan untuk masuk

SMA Khadijah Surabaya. Awalnya aku tidak mau, tapi bagaimana

lagi. Tak ada pilihan selain SMA Kjadijah. Akhirnya aku mendaftar

di SMA Khadijah.

(Yeda Rachma Ayu Malthufah)

TAKDIR TAK SEJALAN

Hilang semua targetku sejak smp. Semua yang sudah aku

harapkan tidak akan bisa terjadi lagi. Sejak SMP aku tidak pernah

berpikir akan masuk ke sekolah yang satu lingkungan dengan

SMPku, SMA Khadijah. Sedikit berat saat aku harus masuk ke

SMA ini.

Glorious Crew


72

Sebelum aku memutuskan untuk masuk ke SMA ini,

aku sudah mendaftar di sekolah yang bisa dianggap tempatnya

anak anak pintar. Tempatnya memang di luar kota, tapi sangat

mengagumkan. Tapi, takdir tidak sejalan dengan keinginanku.

Kulihat teman temanku banyak yang akhirnya memutuskan

untuk bersekolah di SMA ini, jadi aku mencoba memantapkan

diri untuk masuk di sekolah ini. Dengan berbagai macam debat

dengan kedua orang tuaku, terutama ibuku, akhirnya akupun

meyakinkan diriku bahwa aku tidak akan menyesal dengan

keputusanku kali ini.

(Zulfa Labibah)

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


73

Glorious Crew


74

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


75

BAB 4 - SENSOR

SELAMAT DATANG LAGI DI KHADIJAH

Awal mula saya masuk SMA KHADIJAH itu karena saya

di suruh orang tua.Dan saya juga berasal dari SMP KHADIJAH

makanya saya di suruh sekolah lagi di KHADIJAH.

Saya waktu itu ingin sekali masuk SMA Negeri dan orang

tua saya setengah setuju dan setengah tidak di karenakan kalau

sekolah di Negeri agamanya sedikit. Waktu itu saya akhirnya

pasrah sekolah di KHADIJAH dan saya menyesuaikan diri

untungnya ada teman - teman dari SMP KHADIJAH dan saat ini

saya menganggap KHADIJAH seperti rumah kedua.

(Afri Bagus Pratama)

TEMANKU JAHAT

Ketika saya SMP kelas 3, saya memang berniat untuk

sekolah di luar kota kelahiran saya. Dan teman saya dari kecil

menawarkan untuk sekolah di SMA Khadijah. Karena teman saya

juga mau masuk di SMA Khadijah.

Glorious Crew


76

Saya mencari info pendaftaran, tak lama kemudian saya

tes untuk memasuki SMA Khadijah. Semua beres, hanya perlu

daftar ulang. Sebelum daftar ulang aku menelfon teman saya

yang sudah tes satu bulan lebih dulu dari pada saya.

Saya bertanya “he ke wes bar daftar a? “ Teman berkata

“opo cah?? ealah daftar ulang ta? wes bar aku, ke lang daftar ulang

o,” setelah saya disuruh untuk mendaftar ulang, saya langsung

daftar ulang.

Ketika semua beres telfon saya berbunyi, ternyata dari

teman saya. Ku angkat telfon dan seketika teman saya berkata

“sepurane Dan, aku gak mlebu khadijah e. Sak ake ke aku, cah cah

aku yo kok gak menangi ibukku naksuroboyo gawe daftar ulang.

Ternyata ibukku daftar o aku nak bumi sholawat, sepurane seng

akeh Dan, “ dengan terpaksa mau tidak mau. ku masuki SMA

yang banyak menghabiskan uang di kantong orang tua ku.

(Muh Aldan Abrari)

PERPINDAHAN YANG MENDADAK

Sudah sekitar 3 tahun aku ‘mondok’ di Jombang. Ketika

awal pelajaran baru di sma sana, aku mulai merasa tidak cocok

dengan segala hal yang ada. Aku mencoba bertahan, sekitar

setengah semester berada di sana, aku menyerah.

Perpindahanku tidak lah semulus yang kukira, aku harus

mengurus ini dan itu dan memilih sekolah yang cocok untukku.

Aku akhirnya memilih SMA KHADIJAH, karna kakekku

merupakan salah satu pengurus yayasan disini.Lagipula, aku

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


77

juga membutuhkan sekolah yang banyak pelajaran agamanya.

Agar bisa lebih memahami pelajaran agama yang dulu belum aku

pahami.

(Alisa Dzihni A)

PILIHAN ORANG TUA ITU BERKAH

Alasan saya masuk sekolah SMA Khadijah ini karena

awalnya orangtua saya ingin saya bersekolah di SMA Islam dan

ingin saya belajar tentang agama lebih banyak.

Tapi orangtua saya bingung sekolah mana yang cocok

dan bagus untuk saya dan akhirnya orangtua saya memilih

menyekolahkan saya di SMA Khadijah.

Saya pun menuruti orangtua saya ternyata bersekolah

disini membuat saya bahagia karena saya mendapat banyak ilmu

baru dan teman-teman yang baik pula disini.

(Amira Dinda Q)

KHADIJAH PILIHANKU

Alasan saya bersekolah di SMA Khadijah adalah karena

saya tidak terterima di sekolah negeri yang saya pilih. Oleh karena

itu saya berfikir sekolah mana yang akan saya masuki. SMA

Khadijah lah yang terlintas dipikiran saya.Karena fasilitas sekolah

yang bagus, juga pendidikan agama yang terjamin.Selain itu SMA

Khadijah juga memiliki banyak prestasi.Alumni Khadijah yang

Glorious Crew


78

terterima di universitas negeri juga cukup banyak.

Oleh karena itu saya semakin yakin dengan pilihan saya.

Banyak orang pun yang mengatakan bahwa SMA Khadijah adalah

salah satu sekolah swasta yang bagus di Surabaya.Akhirnya, saya

memutuskan untuk masuk ke SMA Khadijah.

(Anandita Fadilah Nurafali)

PERCAYA PILIHAN ORANG TUA

Masa-masa SMP saya akan berakhir, pada saat itu saya

sudah memastikan diri sendiri untuk melanjutkan SMA yang

sangat saya inginkan. Pendaftaran sekolah mulai di buka, disini

saya berdoa dan berfikir positif untuk bisa masuk di sekolahan

tersebut. Hari ke hari berlalu, waktu yang sangat saya tunggutunggu

akhirnya tiba juga, yaitu pendaftaran menuju SMAN, jam

menunjukan pukul 23.00 nama saya masih berada di posisi akhir di

sekolah tersebut, tetapi ketika jam menujukan pukul 23.45 nama

saya sudah tidak ada. Di waktu itu juga orang tua saya langsung

mengatakan bahwa saya harus sekolah di SMA KHADIJAH.

Tetapi hati saya tidak yakin jika saya sekolah di SMA

KHADIJAH ini,akhirnya saya meminta tolong bapak saya untuk

beli formulir SMA swasta islam yang banyak orang tau. Test

demi test saya ikuti, tetapi ketika saya masuk di sekolah ini hati

saya berubah, perasaan menjadi seperti tidak enak dan merasa

kurang nyaman. Di keesokan hari hasil test keluar, ternyata

benar apa kata hati saya, nama saya tidak ada di listnya. Di hari

itu juga ternyata orang tua saya sudah membelikan formulir SMA

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


79

KHADIJAH secara diam-diam, dan orang tua saya mengatakan

saya harus test lagi besok di SMA KHADIJAH ini. Ketika saya

masuk di sekolah ini hati berbeda dengan sekolahan sebelumnya,

hati terasa lebih nyaman dan merasa yakin saya bisa sekolah disini.

Hasil test akhirnya keluar, ternyata benar apa kata hati saya, saya

di terima di sekolah SMA KHADIJAH. Disini saya sangat percaya

terhadap pilihan orang tua, dan sebaiknya saya tidak mengelak

sebelumnya.

(Ananti Devi Rantika Putri)

MENGAPA HARUS SMA KHADIJAH

Awalmula saya masuk SMA Khadijah sebenarnya karena

terpaksa, karena semua pilihan sekolah yang saya mau, tidak

menerima saya. Sehingga saya harus menuruti nasihat orangtua,

yang menyuruh saya sekolah di SMA Khadijah agar saya bisa

menambah ilmu agama nya yang terpenting.

Setelah saya mencoba membiasakan diri pada saat awal

masuk SMA Khadijah, rasa keterpaksaan itu akhirnya hilang

menjadi rasa senang.Karena saya bisa menambah ilmu agama

saya yang terpenting, selain itusaya juga dengan cepat menambah

teman di SMA Khadijah.

(ArdiyaksaWahyu K)

Glorious Crew


80

MUNGKIN INILAH YANG TERBAIK

April 2016, waktu yang membimbangkan bagiku dan

kedua orang tuaku. Memilih lembaga untuk melanjutkan

pendidikan bukanlah hal yang mudah semudah membalikkan

telapak tangan. Apalagi background sekolahku sebelumnya

adalah islamic boarding school . Background SMA- ku pun

nantinya harus sesuai dengan sekolah ku sebelumnya agar apa

saja yang telah ku pelajari di tempat sebelumnya tidak hilang

begitu saja.

Sekolah di SMA negeri merupakan impian semua orang,

begitu pula denganku. Namun tanpa ijin orang tua apalah aku.

Orang tua ku pun menyeleksi beberapa sekolah swasta islam di

Surabaya dan Sidoarjo, hingga terpilihlah SMA Khadijah, sekolah

berstandar internasional dengan nuansa islam aswaja yang

membentuk SDM santun, unggul, dan kompetitif.

(Arini Dwi Hapsari Kurniastuti)

AWAL PERPINDAHAN

Semuanya berawal pada bulan juli 2016, dimana pada

saat itu dimulainya masa SMA. Masa dimana kita mengenakan

seragam putih abu-abu. Kegiatan yang dilakukan pertama kali di

SMA Khadijah ini adalah masa pengenalan lingkungan sekolah

atau yang biasanya disebut MPLS.

Awalnya saya berfikir bahwa kegiatan MPLS di SMA akan

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


81

menyeramkan. Ternyata dalam kegiatan ini saya dapat lebih

mengenal tentang sekolah dan dapat menemui banyak teman

baru dari berbagai sekolah.

Saat pembagian kelas sementara, saya takut jika tidak

sekelas dengan teman-teman dari SMP. Ternyata di dalam kelas

sementara tersebut banyak teman-teman saya dari SMP. Kegiatan

yang dilakukan beragam, mulai dari dibentuknya kelompok

untuk membuat rujak, meminta tanda tangan kakak pembina,

dan pergi ke pos-pos yang dijaga oleh kakak pembina bersama

kelompok yang sudah ditentukan.

(Atikah Amalia Izmi)

HAL BARU

Untuk memulai segala sesuatu yang baru, wajar saja jika kita

merasa gugup, takut, dan seram rasanya jika membayangkannya,

walaupun itu belum terjadi. Hal itu yang aku rasakan ketika hari

MPLS atau masa orientasi siswa di SMA Khadijah dimulai.

Saat pertama kali menginjakkan kaki memasuki SMA,

aku sudah bisa merasakan bahwa suasana ini beda dengan

yang biasanya aku jalani. Membayangkan bahwa aku harus bisa

menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, rasanya masih

aneh. Tidak ada seorang pun yang aku kenal saat memasuki

kelas MPLS. Hingga beberapa saat kemudian, saat jam tartil

berlangsung, ada suara seorang wanita yang aku rasa tidak

familiar. Dan ternyata benar, saat seorang guru sedang meng

absent semua siswa, dia adalah orang yang aku kenal dan dekat

Glorious Crew


82

denganku dulu. Dia salah satu sahabatku saat SD dan disitulah

pertama kalinya aku mempunyai teman di SMA, walaupun bukan

teman baru.

Seiring berjalannya waktu, aku sudah mulai terbiasa

dengan lingkungan baru sekolahku. Ini tidak seburuk bayanganku

dulu. Walau suasana lingkungan bisa terbilang beda 180 derajat

dengan SMP. Tapi bisa dikatakan, ini jauh lebih nyaman dan

teratur. Dan tidak seperti dugaanku, MPLS berjalan sangat

menyenangkan. Karena ini, aku dapat mempunyai banyak teman

dan ada yang sudah langsung akrab saat beberapa games yang

dibuat oleh kakak kakak anggota osis dimulai. Ini akan menjadi

salah satu momen yang berkesan selama masa putih abu abu ku.

(Rahma Diva Regina .B)

NU LOVERS

Sejak TK hingga SMA kini, aku selalu disekolahkan di

sekolah NU. Itulahyangmenyebabkan aku bosan. Ingin aku

menikmati bagaimana rasanya belajar disekolah negeri. Tetapi

karena orang tua tidak merestui, aku hanya pasrah diri.

Dan di masa SMA ini, aku sungguh merasa terpaksa

belajar disekolah ini. Disini sama seperti dimasa dulu. Banyak

sekali pelajaran tambahan agama yang harus dipelajari. Namun,

ternyata bersekolah disini sangatlah menyenangkan. Disini aku

dapat menemukan teman-teman yang dapat membimbingku

menuju jalan yang benar. Oleh karena itu, aku sungguh berterima

kasih kepada sekolah ini.

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?

(Elna Binti Malika)


83

HAI KHADIJAH!!

Pagi itu, bulan agustus. Aku bangun dari tidur ku. “Aku

akan pergi ke sekolah!!” kataku di kasur. Sambil melihat jam

sudah menunjukan pukul set 6 pagi. Aku bersekolah di SMA

Khadijah Surabaya. Tepatnya ditengah-tengah keramain jalan

dan angkutan lain nya.

Sebetulnya aku sekolah di khadijah karena kemauan dari

orang tuaku yang ingin sekali menyekolahkan di SMA Khadijah

agar mereka ingin aku pintar di bidang akademik maupun

agamanya. Mungkin itu terdengar aneh bagiku. Tapi karena

keinginan orang tuaku yang sangat besar sekali, ya bagaimana

lagi.

(Ken Surya Ahmad Romadona)

ARAHAN KEDUA ORANG TUA

YANG MEYAKINKAN HATI

Aku masuk SMA Khadijah karena salah satu indikator

yang meyakinku untuk bertahan di Khadijah selama 6 tahun. Apa

alasan itu?, alasannya adalah orang tuaku yang menginginkan

anaknya menimba ilmu pengetahuan dan ilmu agama untuk

bekal kehidupan di dunia dan diakhirat.

Akhirnya akupun mengikuti kemauan kedua orangtuaku

masuk ke SMA Khadijah. Meskipun ini bukan kemauanku. Tapi

aku percaya bahwa pilihan orang tualah yang terbaik bagiku.

Glorious Crew


84

Karena tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya tidak

berhasil dikemudian hari. Sehingga aku bertekad dan berusaha

untuk menjadi siswa berprestasi di SMA Khadijah demi

membanggakan almamater dan kedua orang tuaku.

(Lailatul Komaria)

KENAPA KHADIJAH?

Saya masuk di SMA Khadijah karna adanya arahan dari

orang tua. Sebenarnya saya tidak ingin masuk ke SMA Khadijah

tetapi orang tua saya mempunyai alasan tertentu untuk menyuruh

saya masuk ke SMA Khadijah. Salah satunya karena orang tua

saya ingin pendidikan saya khususnya di bidang agama lebih

meningkat.

Meski di suruh orang tua, saya tidak bermasalah. Karena

pilihan orang tua merupakan pilihan yang terbaik juga. Orang

tua juga pasti tidak akan mengarahkan anaknya ke sekolah yang

tidak berkualitas.

(An’nisa Kurniawati)

TERPAKSA KARENA TAK ADA PILIHAN

Saat saya duduk dikelas 8 SMP saya diperbolehkan masuk

SMA yang saya inginkan, dan saya senang karena saya bisa

memilih SMA yang saya inginkan. Namun semua itu berubah

ketika saya naik dikelas 9 SMP. Ternyata orang tua saya ingin saya

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


85

bersekolah di SMA Khadijah.

Orang tua saya menyekolahkan saya di Khadijah agar saya

paham agama lebih dalam karenailmu agama sangat penting

didunai maupun akhirat. Ilmu agama saya sangat kurang dari

cukup, dan ilmu agama adalah ilmu yang sangat penting menurut

kedua orang tua saya dan saya.

(Noky Ramdani)

BIMBANG

Awal mulanya saya masuk di khadijah Bukan keinginan

diri sendiri, mungkin juga faktor orang tua yang ingin anaknya

“menjadibaik” di sekolah berbasis islami tersebut.

Sebelum masuk di SMA Khadijah saya berkeinginan

melanjutkan di SMA 18 atau Bhayangkari 1 SBY dikarenakan

faktor eman. Suatu ketika saya ingin mendaftar di SMA 18 dengan

danem yang sangat memalukan akhirnya tergeser jauh-jauh dan

akhirnya mencoba ke Bhayangkari asal SMP saya berada.

SMA Khadijah berbasis internasional dengan nuansa

islam aswaja yang membentuk SDM unggul itu yang membuat

ortu saya agar saya “Menjadibaik”.

(Mohammad Ramdhan)

Glorious Crew


86

AKU BERSYUKUR BERADA DI SINI

Alasan saya memilih SMA KHADIJAH, karena orang tua

saya ingin mendapatkan yang terbaik bagi saya. Selain itu saya

juga lihat alumni khadijah - khadijah lainnya contohnya tante

saya, yang sekarang sukses menjadi seorang pengusaha,dan

tetangga saya menjadi dosen.

Oleh karena itu saya termotivasi sekali untuk masuk ke

SMA KHADIJAH karena banyak faktor termasuk faktor tersebut

bukan karena faktor duniawinya, melainkan faktor kesuksesan

di dunia dan akhirat. Selain itu saya memilih SMA KHADIJAH

karena mampu menyeimbangkan antara ilmu umum dan agama

sehingga menjadikan anak yang berakhlakul karimah, sehingga

berguna di dunia dan akhirat, karena saya ingin menjadi anak

yang bisa berguna di dunia dan akhirat.

(Rifda Wardani)

BERSEKOLAH DI KHADIJAH

Awal mula saya masuk SMA KHADIJAH saya dipaksa

oleh orang tua. Sebenarnya saya tidak ingin masuk sma terlalu

berbasis islam, saya suka sekolah di negeri. tetapi orang tua tetap

ingin saya sekolah disini.

Awal mula saya sangat tertekan sekolah di SMA

KHADIJAH. Tetapi tetap saya jalani sekolah dengan keterpaksaan

ini, tetapi saat selang waktu berjalannya waktu saya berfikir kenapa

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


87

orangtua saya igin saya sekolah berbasis islam, dan ternyata lebih

banyak manfaat sekolah ditempat sekolah berbasis islam.

(Caesarrio D.A.K.H)

MANALAGI KALAU BUKAN KHADIJAH

Saya bersekolah di Khadijah karena sesuatu yang unik

pada saat pendaftaran dulu yang awalnya kakak saya hanya

bergurau jika ayah saya akan menyekolahkan saya di luar kota.

Dari situlah mulai terpikirkan untuk bersekolah di

Khadijah yan memang ada tetangga saya yang sekolah di Khadijah

dan mulai bingung juga karena mau sekolah dimana lagi jika

bukan Khadijah pikir saya, beberapa bulan saya memikirkan ini

kemudian pilihan saya mantap ke Khadijah dan pada masa SMP

jadi baru lulus SD yang dimana saat SD saya selalu bersama mama

saya kemudian saat di SMP yang harus tinggal di asrama bersama

teman yang tak ku kenal jadi tiap malam saya selalu menangis

karena berjauhan dengan mama saya. Dan 3 tahun pun berlalu

saya tidak pikir panjang lagi karena sudah menjalani sekolah di

Khadijah jadi saya melanjutkan SMA di Khadijah lagi.

(Salsa Rizky D. F)

KHADIJAHKU, SELALU

Menentukan pilihan untuk melanjutkan mencari ilmu

tidaklah mudah. Bagi keluargaku, pendidikan sangatlah penting,

Glorious Crew


88

tapi agama jauh lebih penting.

Karena aku sebelumnya bersekolah di SMP Khadijah, jadi

apa alasanku untuk tidak melanjutkan pencarian ilmuku di SMA

Khadijah? Bukan saja mendapat pelajaran umum, aku juga akan

mendapat pelajaran agama yang banyak.

(Salsabila Fitria Al Amin)

SWASTA FOR LIFE

Dari SD saya bersekolah di sekolah yang swasta,karena

orang tua saya yang ingin saya memiliki pemahaman agama yang

baik dan itu berlanjut hingga SMA.Saat SMP saya bersekolah di

salah satu pondok pesantren Malang.

Dikarenakan bersekolah di pondok,hal itu membuat saya

kurang informasi tentang SMA.Sampai suatu saat orang tua saya

menyarankan SMA Khadijah,tanpa berfikir panjang saya mengiya-kan,karna

saya yakin pilihan kedua orang tua saya adalah

yang terbaik.

(Annisa Suci I.F)

HANYA SMA KHADIJAH PILIHANNYA

Pada bulan MEI 2016, saya merasa bingung. karena disaat

itulah waktu yang paling menentukan untuk masuk ke sekolah

menengah atas. Pada saat itu saya menginginkan sekolah di

SMA NEGERI 1 SIDOARJO, dan saya mengikuti test di sekolah

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


89

tersebut. Namun saat pengumungman masuk di SMA tersebut

nilai saya tidak cukup untuk memasuki SMA tersebut.akhirnya

saya memutus untuk melanjutkan sekolah di SMA swasta.

Sekolah menengah atas swasta yang saya inginkan yaitu di

Sekolah Alam. Namun orang tua saya tidak menyetujui jika saya

sekolah di Sekolah Alam. Karena tempatnya yang sangat jauh dan

dilihat dari jalannya pula yang sering macet sehingga membuat

orang tua saya berfikir kenapa tidak di SMA Khadijah saja ? Saat

itu ayah saya bertanya kepada salah satu temannya yang mengajar

di SMA Khadijah. Dan Teman ayah saya menyarankan agar saya

masuk di SMA Khadijah saja. Akhirnya saya dimasukkan ke SMA

ini. Namun saat itu saya menolak, tetapi orang tua saya berkata

“kalo kamu mau sekolah pilihannya hanya satu yaitu SMA

KHADIJAH”. Akhirya saya menyetujui pilihan orang tua saya dari

pada saya tidak sekolah. Semoga pilihan orang tua saya menjadi

pilihan yang sangat tepat untuk mencapai kesuksesan saya.

(Tarisya Alfida Rahmah)

KHADIJAH RUMAH KEDUAKU

Awal mula saya masuk SMA KHADIJAH itu karena saya

disuruh orang tua. saya sebenarnya ingin sekali masuk SMA

negeri tetapi nilai unas tidak mencukupi.

Saya mencoba membiasakan keterpaksaan itu sampai saya

merasa nyaman di SMA KHADIJAH. sekarang saya menganggap

SMA KHADIJAH seperti rumah kedua.

(Teddy Ananda Sutanto)

Glorious Crew


90

MENGAPA AKU DISINI

Alasan saya memilih masuk SMA Khadijah karena saya

ingin mengimbangi pelajaran umum dengan pelajaran agama.

Dan juga saya memilih untuk tetap di lingkungan Khadijah

karena saya tidak bisa melupakan jasa pelatih basket saya.

Saya yakin jika saya sekolah di SMA Negeri , saya akan

terpengaruhi hal” yang tidak saya inginkan. Karena yang saya

ketahui bahwa SMA negeri pergaulannya ngawur. Dan saya yakin

saya tidak akan mendapatkan ilmu agama yang mendalam seperti

di SMA Khadijah.

(Muhammad Thoriq Firdaus)

ANTI NEGERI

Pada saat saya masih kelas 9 SMP awal,saya ditanya orang

tua saya mau masuk SMA mana , saya bilang saya mau masuk SMA

Khadijah. Padahal orang tua saya meminta saya untuk sekolah di

SMA Negeri.

Orang tua saya pun menyetujui saya untuk bersekolah di

SMA Khadijah. Saya tidak begitu suka dengan SMA Negeri karena

saya dari PG sampai SMP sudah bersekolah di Yayasan Khadijah ,

jadi saya sudah terbiasa dengan sekolah swasta.

(Tiara Rheviana)

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


91

HOREEEE AKU KETERIMA DI SMA KHADIJAH

Saya masuk SMA Khadijah karena harus masuk kesekolah

yang agamanya kuat. awalnya saya kurang setuju karena sekolah

yang ditunjuk adalah pondok yang benar benar pondok.

Lalu SMA Khadijah hadir sebagai penengah. sekolah

dengan pelajaran agama yang baik, tetapi tetap tidak menyulitkan

untuk melakukan aktivitas yang lain.

Meskipun awalnya sempat terkecoh dengan penyebutan

asrama putra khadijah, yang setelah beberapa lama tinggal

disana menjadi pondok putra khadijah. tetapi semua itu tetap

menyenangkan untuk dijalani , karena tidak membebani dan

aktivitas lain tetap dapat berjalan

(Yuniardo Muhammed Alvarres)

BAHAGIA DI DUNIA DAN DI AKHIRAT!!!

Saya masuk SMA Khadijah itu karena ingin melanjutkan

belajar agama di SMA Khadijah, dulunya saya SMP Khadijah

kurang banyak belajar tentang agama. Saya ingin mengembangkan

ilmu-ilmu agama islam yang lain.

Lagi pula banyak teman-teman saya dari SMP Khadijah

juga menuju SMA Khadijah. Saya menyukai basket dari SMP , jadi

saya ingin melanjutkan basket dan ingin mendapatkan prestasi

yang lebih banyak dari SMP.

(Yunus Budi Witjaksono)

Glorious Crew


92

BERUBAH

Telah berakhir sudah masa-masa ku duduk di bangku sekolah

menengah pertama KHADIJAH surabaya. Dan memulai mencari

pilihan sekolah menengah atas yang baik. Dan aku telah

menentukan SMA KHADIJAH sebagai pilihanku. Dengan sasaran

bisa berubah menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya.

Dan, yang aku lihat khadijah mempunya ciri khas yang

berbeda dari sekolah yang lain yaitu bisa membentuk pribadi

yang lebih baik dalam bidang dunia maupun akhirat. Dan itulah

yang membuat saya tertarik untuk bersekolah di khadijah dengan

adanya dukungan dari kedua orang tua dan keluarga.

(Wahyu Yusroy Nabilah)

HIJRAH ITU BAIK

Sebelum saya sekolah di SMA Khadijah, saya sekolah di

SMA Unggulan Amanatul Ummah.Saya pindah ke SMA Khadijah

dikarenakan rumah saya terlalu jauh dengan sekolah saya yang

dulu.Dan SMA Khadijah lebih dekat dari rumah saya.

Saya memilih bersekolah di SMA Khadijah ini juga karena

sekolah ini berbeda dari SMA yang lain. Disini saya dapat belajar

tentang agama lebih dalam dan mengerti betapa pentingnya

memahami tentang agama kita.Dan saya juga senang karena

dipertemukan dengan teman-teman baik yang dapat membantu

saya nyaman disekolah ini.

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?

(Alfia Auzora)


93

Glorious Crew


94

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


95

BAB 5 - VOXIIS

KEINGINAN SEKOLAH DI KHADIJAH

Waktu SMP kelas 9 saya sudah memikirkan memilih

SMA Khadijah untuk melanjutkan sekolah saya. Karena

ayah sayadulusekolah di Khadijah, maka dari itu saya

ingin melanjutkan sekolah saya untuk tetap di khadijah.

Saya juga ingin meneruskan jenjang kuliah dengan

jurusan dakwah, jadi saya sekolah di Khadijah untuk

mendalami ilmu itu. Dan juga banyak dari saudarasaudara

saya menyarankan agar sayasekolah di SMA

Khadijah. Dari situlah saya ingin sekolah di SMA Khadijah.

(Achmad Fauzi)

AWAL MULA

SMA Khadijah di Surabaya. “Apa SMAnya bagus ya” dalam

hati aku berkata. Kulihat di internet, sepertinya memang bagus.

Wah, terlabel Internasional juga. “Aku harus bisa masuk sekolah itu”.

Batinku. Kebetulan kakak kelas ku waktu SMP juga pernah sekolah

Glorious Crew


96

di Khadijah. Tak ku sia-sia kan dia, harus ku bombardir dengan

1000 tanya. “Apa sekolah di Khadijah enak ?.”, “Bagaimana sistem

pembelajarannya ?.” Dari semua jawaban dari pertanyaan yang

ku tanyakan semakin membuat ku yakin untuk masuk Khadijah.

Aku harus berjuang untuk bisa masuk SMA Khadijah.

Apalagi setelah ku dengar bahwa disana ada asramanya juga.

Rumah ku kan jauh, orang tuaku pasti setuju kalau aku tinggal

di asrama. Lagipula ini kan sekolah islam. Pasti bagus untuk

memperbaiki ahlaq ku. “Tapi, dengan siapa ya aku masuk

sekolah itu ?” Tanyaku dalam hati. Entah bagaimana akhirnya

Dewanti lah teman seperjuangan ku untuk masuk SMA Khadijah.

(Ayisha Hadiyahalifa)

SELAMAT TINGGAL ZONA NYAMAN

Tidak ada alasan terntentu bagiku untuk melanjutkan

pendidikan di SMA Khadijah ini. Bisa dibilang, tujuan ku

sekolah disini yaitu “ngikut teman” dan juga cari kebebasan.

Kenapa cari kebebasan? Karena sebelumnya aku tinggal di

pesantren. Yah mungkin bagi kalian yang belum tau, pegang

hp bagi anak pesantren merupakan kebahagiaan tersendiri.

Aku juga sudah muak karena disana terlalu sering dihukum.

Selain itu, ada alasan lain kenapa aku memilih khadijah.

Yakni karena aku pernah sekolah di Sekolah Negeri, Pesantren,

dan aku belum mecoba yang sekolah asrama. Intinya biar aku

pernah mencoba semua lah. Ah iya, keputusan ku semakin bulat

setelah aku mendengar kata kata dari mamanya chacha kalau

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


97

“orang sukses itu orang yang berani keluar dari zona nyaman”.

Yah itulah alasan singkat saya bersekolah di SMA Khadijah.

(Dewanti Fitriani Putri)

DI TEMPAT YANG SAMA, NAMUN BERBEDA

Ketika aku duduk di bangku kelas 9, aku di suruh orang tua

ku untuk menentukan pilihan sekolah untuk jenjang selanjutnya

yaitu SMA.Aku di sarankan oleh orang tua ku untuk melanjutkan

di SMA KHADIJAH.

Tetapi, aku ingin melanjutkan sekolah di MAN 3 MALANG.

Namun, nilai ku tidak memungkinkan untuk sekolah disana.Jadi

aku memutuskan untuk melanjutkan di SMA KHADIJAH karena

saran orang tua ku. Di samping itu, SMA KHADIJAH juga bertaraf

internasional, dengan nuansa islam aswaja, dan juga memiliki

sarana prasarana yang memadai.

(Raden Nurul Maulidah)

MUNGKIN DISINI JALANKU

Hampir usai aku menyelesaikannya ,tapi kali ini aku

mulai mengingat. Mengapa aku kemari toh banyak tempat yang

lebih baik dari tempatku saat ini. Aku kembali mengingat saat

ibuku mengatakan “sudah disana saja, akan banyak hal baru kau

temui disana” aku terus mengingat apa yang dikatakan ibuku.

Aku bimbang karena aku berpikir di sana bukan tempatku.

Glorious Crew


98

Sebenarnya alasannya sederhana “aku hanya saja sudah bosan

dengan sekolah Islam” Tapi cepat kusadari banyak hal tentang

Islam yang belum Kutau .mungkin memang lewat sini jalanku.

(Kamalia)

MENJADI PRIBADI BERJIWA NU

Sebenarnya saya ingin masuk sekolah negeri tetapi faktor

nilai tidak mencukupi. Akhirnya saya berfikiran ingin mendaftar

di sekolah SMA khadijah.

Berhubung kakak saya alumni di SMA Khadijah.Maka

ini alasan kedua saya masuk SMA Khadijah,sekolah ini memiliki

pelajaran agama yang tidak di miliki sekolah lain selain iti fasilitas

lebih memadai dan memuaskan.

(Muhammad Lutfi Azzani Latif)

SEKOLAHKU LUAR KOTA

Pada hari itu dimana aku akhirnya naik ke jenjang yang

lebih tinggi yaitu SMA. Pada awalnya aku tidak terpikir sama

sekali masuk ke SMA swasta. Aku mencoba peruntungan SMA

negeri dari dalam kota Sidoarjo hingga kota Surabaya.

Akan tetapi nasib baik tidak berpihak kepadaku.Akhirnya

aku ga diterima di Negeri tersebut. Pada saat itu waktu masuk

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


99

sekolah SMA sudah hamper dekat. Dengan terpaksa mendaftar di

SMA Khadijah karena hanya Khadijah dengan kualitas baik yang

masih membuka pendaftaran.

(Balqis Azhar Aulia Rahman)

KERELAAN HATI

Aku masih mengingatnya, kejadian itu, kejadian yang

mengubah hidupku 2 tahun setelahnya. “Aku tidak akan nyaman

di sana, ma.” dan tebak, ternyata perkataanku 2 tahun yang lalu

mewakilkan perasaan hati kuakan alasan mengapa aku bisa

berada di sini.

Sepanjang perjalanan pulang, aku terus menggerutu akan

keputusan orang tua ku yang meyakinkanku bahwa ini adalah

keputusan yang tepat, tapi aku sudah tahu dari awal, aku sudah

menduganya, keputusan itulah yang membuatku harus menjalani

2 tahun hari-hariku di tempat ini dengan setengah hati, ini masalah

kerelaan hati, bukannya aku mengatakan bahwa tempat ini bukan

tempat yang baik. Hanyasaja, hatikutelahmenolaknyasedariawal,

hatiku tidak pernah menyetujuinya seperti ucapan harapan

kupada kedua orangtuaku kala itu, “Semoga saja ini yang terbaik

untukku.” harapku.

(Catharine Annisa Fithriani)

Glorious Crew


100

PILIHAN YANG PASTI

Waktu aku ber-umur 14 tahun atau lebih tepat nya kelas 9

semester satu, Aku mengalami banyak gejala-gejala depresi. Aku

banyak mengalami masalah masalah seperti kehilangan teman

dekat, kehilangan game dan juga kehilangan kucing kampung

ku.Membahas masalah SMA karena sudah kelas 9 aku tidak pernah

terpikir akan kemana-mana SMA ini karena aku ingin tetap berada

di Khadijah,Ya.. lebih tepat nya belum bisa ganti lingkungan

yang dimana harus mulai beradaptasi lagi.Menurutku SMA

Khadijah sadalah SMA yang bagus, Yang mewujudkan institusi

pendidikan dan bertaraf internasional dengan nuansa islam ali

sunnah waljamaah yang membentuk sumber daya santun unggul

dan kompetitif.Dengan begitu pilihan masuk kesana bukanlah

hal yang salah,Itu malah sebuah pilihan yang normal.

Hal hal yang membuat aku depresi langsung hilang begitu

saja,Karena bulan ramadhan telah-tiba.Bulan ramadhan selalu

spesial bangun pagi untuk sahur dilanjut dengan sholat subuh ke

masjid bersama teman-teman bukan hal bisa yang dapat dilakukan

di hari-hari biasa,Selanjut nya dilanjutkan dengan main hingga

ashar,Pulang kerumah mempersiapkan untuk buka,Dan setelah

buka pergi ke Masjid untuk sholat tarawih bersama teman-teman.

Dan seterus nya seperti itu hingga bulan ramadhan berakhir.Yaa

kesimpulan nya dari dulu memang bulan ramadhan bulan yang

paling asik.Paling greget yang gak bisa dijelasin pake kata kata

sekalipun.

Ingin masuk SMA Khadijah adalah hal yang harus

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


101

direcanakan bersama teman teman. Karena kehilangan teman

pada saat waktu itu bukan hal yang mudah dan perlu persiapan.

Pada saat itulah aku dan teman-teman merencakan masuk

SMA Khadijah, Dan harus bisa masuk.Setelah melewati banyak

rintangan dikelas 9 akhir nya saya dan teman aku, Aku diterima

di SMA Khadijah.

Walaupun sudah jelas aku diterima di SMA Khadijah itu

adalah kebahagiaan sementara yang hanya terasa sehari saja.

kupejamkan mata ku tanpa terasa sisi kanan hidungku terasa

mampat,dan air yang sudah membahasi pipiku.Teringat masih

banyak hal yang harus dilakukan dan di perjuangkan.Tidak

sampai disitu saja perjuangan ku, Aku mengambil hp ku dan

teringat aku sudah kecanduan dengan hp ini, ku lempar hp ku ke

sisi lain di kasur aku.Dan aku mulai menangis lagi.Pagi telah tiba

terasa sangat berat membuka mata, Mata terasa lebih lelah dan

hidung terasa mampat seperti semalam, Aku berjalan kedepan

kaca dan mentap wajah ku yang benar benar tidak pantas untuk

berangkat kesekolah, Tak ada waktu kulihat jam dinding di

atas dinding menunjukan pukul 5 lewat 15 waktu nya persiapan

berangkat kesekolah.

Hari demi hari,minggu demi minggu,bulan demi bulan

berlalu tek terasa sudah waktunya menjalani UNBK telah tiba.

Sungguh terasa amat sangat lama waktu benar benar terasa

menyiksa. Hasil UNBK ku tidak memuaskan memang seperti

dugaan ku.UNBK pertama kali yang dilakukan ditahun itu,

Jangan berharap hasil lebih wahai bapak pemerintah.Aku sedikit

menyesal tapi tidak banyak mengeluh,Tidak ada waktu untuk

mengeluh karena kelulusan sudah ditentukan oleh sekolah dan

Glorious Crew


102

UNBK sudah selesai waktu nya apalagi kalau tidak liburan atau

bersantai setidaknya melepaskan beban berat di pundak dan di

dada. Liburan benar benar terasa lama atau malah tidak sabar

masuk SMA?.

(Dikkafitri Andini)

MUNGKIN INI YANG TERBAIK

Awalnya aku sangat tidak berpikiran untuk masuk ke SMA

KHADIJAH. Karna pada saat itu aku masih belum memikirkan

mau masuk sekolah mana..

Namun, pada suatu hari aku telah mendaftar dan membeli

formulir pendaftaran di sma lain tetapi pada saat itu orang tuaku

tidak setuju untuk sekolah di situ.

Singkat cerita Pada akhirnya aku menuruti perintah orang

tuaku mereka menyuruhku untuk bersekolah di SMA khadijah

akhirnya aku masuk di sekolah itu.

(Dinda Rahmawati)

NU ADALAH JIWAKU

Sebenarnya saya sudah berada di Khadijah sejak bangku

SMP, dan sudah berjalan 5 tahun. Pada awalnya aku tidak

bingung masalah ingini melanjutkan SMA dimana, saya tidak

ada keinginan masuk ke SMA negeri, saya hanya menurut apa

kata orangtua dan mengikuti rencana mereka. Dan saya tidak

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


103

keberatan akan hal itu.

Berhubung kakak saya juga murid disana, maka orangtua

saya tidak ambil rumit dan langsung mendaftarkan saya ke sekolah

ini. tidak lama kemudian saya diterima dan memulai kehidupan

baru di SMA ini. Sebenarnya saya tidak seberapa kaget akan

lingkungannya mengingat sekolah ini itu berjarak sangat dekat

atau bisa dikatakan satu gedung. Jadi saya bisa menyesuaikan

lingkungan lebih cepat. Berhubung saya merupakan alumni

SMP Khadijah, jadi saya sudah tahu amalan-amalan yang biasa

diamalkan oleh orang-orang NU, maka saya masuk ke SMA

Khadijah ini tidak lain untuk memantapkan ke-NU-an saya.

Karena setahu saya, sekolah ini merupakan sekolah NU terbaik.

(Dzaki Ammar Makarim)

BERPINDAH KE SEBELAH

Ketika saya kelas 9,saya sudah memiliki tujuan ke jenjang

berikutnya, sekolah yang awalnya saya tujuh yaitu SMKN 1

surabaya, tetapi ketika itu sekolah sekolah tersebut memiliki

sub rayon sendiri sendiri mengikuti KK ( kartu keluarga ) .

Saya awalnya tidak tertarik masuk sma khadijah karena saya

dari sd sampai smp sudah di khadijah, sayang pengen memiliki

pengalaman sekolah di luar, setelah mencoba masuk SMKN yang

lainnya, orang tua saya menyuruh untuk masuk di sma khadijah.

saya akhirnya mendaftar gelombang ke 3 ketika hari raya kurang

3 hari, dan saya mengikuti tes tersebut dan saya di terima,

alhamdulillah.

Glorious Crew


104

Saya sudah menjadi siswi di sma khadijah, saya dari

pada awal tidak berminat di sma, tetapi saya berfikir lagi untuk

menerima kenyataan. setelah mengikuti aturan sekolah saya

mengikuti tes peminatan, saya masuk ke peminatan ips, saya satu

kelas lagi dengan teman smp saya yaitu utami teman smp saya

yang ternyata satu kelas. sampai sekarang.

(Eka Kurniawati)

BERTEMU LAGI DENGANMU

Usai sudah masa smpku, kini aku harus mencari sekolah

lagi yaitu sekolah menegah atas, sebelum aku masuk di SMA

Khadijah aku pernah mencoba mendaftar di sekolah negeri

yaitu SMKN dan SMAN 10 aku mencoba mengambil jurusan

perkantoran dan pemasaran namun dunia berkata lain namaku

semakin bergeser ke bawah dan semakin ke bawah feelingku

mengatakan “inikah takdirku harus menerima kenyataan yang

pahit”, akan tetapi perjuanganku bukan sampai di situ saja aku

tetap mencari sekolah lagi dan suatu hari aku dipanggil oleh

ibu ku dan teryata aku di sekolahkan di sma Khadijah batin ku

berkata “kenapa harus Khadijah sungguh sebuah kenyataan yang

harus ku terima dengan ikhlas walau di dalam hati berteriak ingin

melawan karena tidak setujuan”, namun harus bagaimana lagi

aku harus menerima apa kata ibu dan kakak ku yang senantiasa

mencoba merayu ku untuk menerimanya.

Aku tahu Khadijah adalah sekolah internasional bukan

aku tidak mau menerima sekolah di Khadijah namun aku

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


105

ingin bersekolah di luar Khadijah, karena aku dari SD-SMP di

lingkungan Khadijah dan hingga sampai saat ini aku masih di

lingkungan yang sama yaitu Khadijah .

Dalam hati dan dalam lamunan aku berfikir setiap aku

berfikir dengan nama sekolah Khadijah terbesitlah keinginan

ku yang belum tercapai yaitu mendapatkan sesuatu di Khadijah.

Teryata itu sebabnya aku disekolahkan di Khadijah karena sesuatu

keinginan atau apalah yang belum ku capai dibangku SMP tapi

aku semakin yakin dalam diriku aku pasti mendapatkan sesuatu.

(Eni Mar‘Atul Konita)

BETAH DENGAN KHADIJAH

Tentunya semua pelajar pada masa akhir SMP mereka

akan ditanyakan tentang tujuan mereka selanjutnya, lebih

tepatnya dimana mereka akan melanjutkan masa SMA mereka.

Aku pun juga, tidak ada pengecualian. Kudengar teman-temanku

mendambakan masuk ke SMA negeri, meskipun nilai mereka

baik ataupun buruk. Namun, aku tak seperti mereka. Ibuku juga

mendambakan diriku masuk ke sekolah negeri ketika melihat

diriku yang polos ini, tapi mimpi itu luput saat beliau melihat

nilai UN-ku. Tapi tidak apalah, aku juga tidak ada impian masuk

negeri.

Nama sekolah Khadijah tidak pernah hilang saat ibuku

memilih sekolah untukku. Sekarang pun juga. Aku kembali ke

Khadijah. Inilah habitatku, dan aku harus mengakui itu. Ini

semua karena kakak lelakiku yang selalu bolos sekolah ketika

Glorious Crew


106

ia memasuki SMP. Tebaklah SMP apa? SMP negeri tentunya.

Ia bolos, balapan, sebutkan saja hal-hal yang dianggap nakal

bagi anak pelajar. Begitulah kakakku saat masa remaja. Karena

kejadian itulah ibuku merasa trauma dan terbebankan ketika aku

memasuki sekolah SMP, maka beliau memasukkan aku kedalam

SMP KHADIJAH. Trauma tersebut menurun padaku, aku menjadi

takut terpengaruh oleh anak-anak nakal didalam SMA negeri.

Akhirnya kakiku pun menginjak tanah SMA Khadijah dengan

seragam putih abu-abu milikku.

(Fibrianti Rizki Amaliya)

APAKAH INI YANG DINAMAKAN TAKDIR?

Hari pertamaku untuk menentukan SMA, sebenarnya

aku sudah menemukan pilihan sekolah swasta mana yang ingin

ku tuju. Aku memilih untuk bersekolah di salah satu SMA islam,

orang tua ku sudah mengetahui dan setuju dengan keinginanku,

lalu bergegaslah aku untuk membeli formulir di sekolah itu.

Tidak lama setelah aku membeli formulir, tanpa

sepengetahuanku mama ku mendaftarkanku di SMA Khadijah

ini. Dengan tiba-tiba ia berbicara kepadaku “ Besok senin

waktunya tes ya di SMA Khadijah” aku pun langsung kaget dan

sangat kesal karena aku tidak mengetahui sebelumnya bahwa

mama mendaftarkanku di sekolah islam ini dan aku juga tidak

ada keinginan sama sekali untuk masuk di sekolah islam ini.

(Fira Az Zahra)

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


107

PERINTAH IBU

Sejak mulai sekolah, aku selalu mengikuti apa yang

diperntahkan ibu ku. Mulai dari TK, SD, SMP, sampai SMA,

semua yang memilihkan sekolah ku adalah ibu. Bagiku, apapun

yang dipilihkan beliau adalah yang terbaik buat aku. Dan pada

akhirnya, aku berada di SMA Khadijah ini.

Pada waktu pertama kali ibu menyarankan untuk sekolah

di SMA Khadijah ini, aku sama sekali tiak menolak. Karena

menurutku ada baiknya jugabila kita patuh sama orang tua.

Dan sampai saat ini pun belum ada penyesalan yang aku rasakan

setelah menjadi bagian dari SMA Khadijah.

(Jauharotun Nafisa)

MENUJU LEBIH BAIK

Hari kamis H-6 sebelum lebaran Idul Fitri 2 tahun yang

lalu adalah momen paling menyedihkan untukku karena tidak

bisa menepati janji kepada orang tua. Masuk SMA negeri adalah

hal yang paling diinginkan orang tua apalagi sekolah kawasan.

Setelah melihat pengumuman yang menyatakan bahwa aku

belum bisa masuk sekolah negeri karena nilai yang belum

mencukupi aku pun langsung melihat-lihat sekolah swasta.

Akhirnya aku menemukan SMA Khadijah, lalu ibu

menelfon SMA Khadijah menanyakan masih menerima murid

atau tidak. Ternyata masih menerima dan akhirnya aku sekeluarga

Glorious Crew


108

menuju SMA Khadijah, di dalam mobil aku hanya bisa berdoa.

Sampai di SMA Khadijah aku pun langsung melakukan tes,

pembayaran, pengukuran baju, dan lain-lain. Dan akhirnya aku

menjadi siswi dari SMA Khadijah.

(Leydinda L. H.)

BERPINDAH LEBIH JAUH

Di saat aku semester 2 , aku mulai bingung untuk mencari

sekolah menuju jenjang SMA. Dan aku memutuskan untuk

mendaftar di SMA khadijah Surabaya.

Dan akhir nya pun di terima di SMA Khadijah saya sangat

bangga masuk di SMA khadijah. di karenakan fasilitas di SMA

Khadijah sangat lengkap dan banyak mengajarkan kan tentang

agama- agama lebih dalam dan berbasis internasional

(Muhammad Ma’arif)

TAK ADA PILIHAN LAIN

Saat duduk di bangku SMP aku tidak pernah berpikir

akan masuk ke SMA Khadijah. Selain jarak yang cukup jauh, ada

juga jadwal masuk yang sangat pagi yang membuat aku berpikir

dua kali untuk mendaftar ke SMA Khadijah Surabaya.

Saudara-saudara ku sudah menjadi murid di SMA

Khadijah selama 3 tahun. Jadi alasan utamaku masuk ke SMA

Khadijah adalah untuk mengantar kakak pulang dan pergi

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


109

sekolah setelah kakak ku yang pertama lulus SMA.Tetapi saya

juga melihat sisi positifnya, yaitu mendapatkan ilmu-ilmu agama

yang lebih dari sekolah lain. Jadi aku pasrah saja dengan takdir ku

di SMA nanti.

(Muhammad Reza Fadholi)

PELARIANKU KE SMA KHADIJAH

Pada waktu itu saya sebenarnya tidak boleh dengan orang

tua masuk SMA swasta, orang tua menuntut saya untuk masuk

SMA negeri. Namun waktu itu juga saya ada pandangan untuk

masuk SMA Khadijah, tidak banyak alasan mengapa saya memilih

SMA Khadijah, karena jika saya memilih sma al hikmah sekolah

tersebut peraturannya terkenal sangat ketat dan biayanya sangat

mahal. Akhirnya saya memilih SMA Khadijah.

Setelah itu saya mempunyai alasan lagi untuk masuk

SMA Khadijah, karena teman se smp saya banyak yang masuk ke

SMA Khadijah. Itu yang membuat tidak gugup untuk mengawali

kegiatan pertama di SMA Khadijah

(Muhammad Rifqy Fachruddin)

KEMAUAN UNTUK KEMAJUAN

Libur kenaikan kelas telah usai, begitu juga kelas ku ikut

bertambah satu.Kini aku duduk dikelas 10 disalah satu SMA

bertaraf internasional yakni SMA KHADIJAH Sby.

Glorious Crew


110

Alasanku masuk dalam sekolah ini adalah mencari

bentuk spritual yang baik untuk kehidupanku mendatang.Selain

itu, terkait dengan KK keluargaku yang berdaerah Sidoarjo, serta

kebijakan-kebijakan yang ada di pemerintahan.Alhamdulillah

dari ke dua orang tuaku juga membolehkan dan mendukung ku

masuk, di sekolah tetangga SMP ku ini.

(Mutiara Sukma)

MENGIKUTI RIDHO ORANG TUA

Pada saat saya masih duduk di kelas 9,saya masih berfikir

untuk masa depan saya. Saya masih bingung ingin melanjutkan

SMA dimana. Pada saat itu saya tetap belajar terus.

Sehingga saya ingin masuk ke SMA negeri,tetapi orang tua

saya menginginkan saya sekolah di Khadijah ini.selain itu nilai

UN saya tidak mencukupi masuk negeri.oleh karena itu orang tua

saya menganjurkan kepada saya untuk sekolah disini karena bisa

belajar agama secara menyeluruh.

(Nurkalila Hasna)

BERPINDAH UNTUK YANG TERBAIK

Setelah tamat SMP, saya ingin pindah sekolah di Surabaya.

Waktu SMP dulu saya bersekolah di sidoarjo dan saya merasa

tertekan dikarenakan saya kasihan terhadap orang tua saya yang

telah membayar spp terlalu mahal.

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


111

Oleh sebab itu, saya berkeinginan pindah ke SMA

Khadijah. Alasan saya pindah ke SMA Khadijah karena sekolahnya

berbasis internasional dengan nuansa islam aswaja.

(Rizky Triantono)

SALAH MASUK SALAH SENDIRI

“Sudah, sekarang kamu mau Khadijah atau Al Hikmah?”,

tutur Ibuku. Bersekolah di swasta bukan sesuatu yang diinginkan

oleh orang tuaku, terutama Ibu. Tuntutan akademis yang tidak

mampu otakku penuhi membuatku membangun gedung kecewa

di benak Ayah dan Ibuku.

Swasta dan islami sama sekali bukan jalanku sejak lahir.

Para calon siswa baru di sekolah ini ngewes membaca kitab suci.

Rasa percaya diriku bagai diinjak ayam, mengingat aku lahir dari

keluarga yang kurang agamis. Terpaksa? Tentu. Tapi apa boleh

buat, ini konsekuensi.

(Dyah Shanty Prameswari)

MEMBAWA KU KE JALAN YANG BENAR

Awal aku memasuki wilayah khadijah dari pertama

yaitu SMP tahun 2013 aku memang sudah di masukan karna

orang tuaku ingin aku belajar sekolah agama. Sebenarnya aku

tidak ingin sekolah di sini tetapi karna kakaku di sekolah kan

sejak SMP di khadijah akhirnya aku di gabung kan 1 sekolah

Glorious Crew


112

dengan kakaku 1 SMP sampai SMA sampai saat ini. Semenjak

aku menjalani kehidupan sekolah di khadijah bertahun-tahun

semenjak dari SMP aku sudah mulai terbiasa akan keadaan yang

ada di khadijah. Dan setelah aku menjalani kehidupan di smp

aku mulai menjalani kehidupan yang lebih tinggi yaitu SMA yang

pasti beda dengan kehidupan di SMP .

Setelah aku mengahiri masa-masa SMP aku sudah

memulai masa SMA. Yaitu dengan memulai Test masuk sekolah

dulu dan beberapa test yang akan aku lewati dan tinggal

menunggu hasil Test yang akan di beritahukan oleh sekolah.

Setelah aku menunggu lama allhamdulilah aku dibberitahukan

aku di terima di SMA KHADIJAH.

(Sugeng Hardianto)

MENGIKUTI JEJAK SAUDARA

Di akhir kelas 9 ku ini, aku serta keluargaku sempat

kesusahan mencarikan sekolah untukku. Padahal jauh jauh

sebelumnya aku sudah mempunyai keinginan ingin masuk SMA

negeri, tetapi karena ketidakmungkinan nilaiku jadinya harapan

itu susah untuk dicapai.

Dan pada akhirnya aku direkomendasikan oleh nenek

untuk masuk SMA Internasional ini. Dan juga kebanyakan dari

saudara saudaraku sebelumnya pernah sekolah di sini.

(Talitha Salsa)

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


113

INSYAALLAH INI YANG TERBAIK

Pada akhir kelas 9 SMP, sayabingunginginmasuk SMA

mana. Target sayainginmasuk SMA negeri ,sayamencoba daftar di

SMAN 7 dan di SMAN 21 karnadekatdarirumahsaya.

Dan akhirnya saya tidak keterima SMAN 7 dan SMAN

21, saya bingung ingin masuk SMA mana dan sempat saya ingin

masuk di SMA TA’MIRIYAH karena saya dulu di SMP TA’MIRIYAH

dan banyak teman saya yang masuk di SMA sana. Orang tua saya

tidak setuju saya masuk SMA TA’MIRIYAH karena kurang bagus.

Akhirnya orang tua saya menyuruh saya masuk SMA KHADIJAH

karena agamanya bagus, fasilitasnya juga lengkap dan juga adik

saya juga di SMP KHADIJAH jadi biar bisa berangkat bareng dan

pulang bareng bersama.

(Teri Setiawan)

TAKDIRKU DI KHADIJAH LAGI

Akhirnya nilai Ujian Nasional telah keluar. Saya pun

mencoba untuk ikut PPDB walaupun nilai ujian nasional saya

tidak memungkinkan masuk di sekolah negeri favorit. Dan

akhirnya benar saya tidak ditakdirkan Allah menjadi murid di

sekolah negeri. Saya pun minta usulan kepada orang tua saya dan

tetap berdoa kepada Allah.

Dan akhirnya orang tua saya ingin saya melanjutkan

sekolah di khadijah lagi. Jadinya, saya pun sedikit terpaksa

Glorious Crew


114

melanjutkan SMA khadijah lagi. Walaupun saya pingin ke

negeri, tapi Allah mentakdirkan saya masuk sekolah swasta yang

beraliran ahlussunnah waljamaah. Tetapi bagaimanapun takdir

Allah adalah keputusan terbaikku.

(Utami Laili Abidah)

WUJUD MIMPI

Diawal saya masuk smpkhadijahsebenernya orang tua

saya bercita cita memasukan saya di sekolah khadijah hingga

sma. pada saat dahulu mama saya hanya sebagai asisten penjahit

seragam sekolah di smpkhadijah yang sangat menginginkan

sekali anaknya disekolahkan di sekolah yang memiliki seragam

yang bagus seperti yang dijahitnya saat itu. Bukan hanya itu

ketertarikan mama saya akan pembicaraan tetangga sekitar

sekolah yang mengatakan bahwa pelajaran agama islam di

sekolah khadijah memang bagus,apalagi nenek saya yang sangat

setuju karena sekolah itu berbasis NU.

Hingga pada waktunya keluarga saya sedang diangkat

derajatnya oleh allah dengan cara allah memberikan rezeki

melimpah kepada ayah saya. Akhirnya, cita cita orang tua saya

tersampaikan untuk menyekolahkan saya di sekolah itu. Dan

pada saat itu keinginan saya mulai bangkit karena terdukungnya

kelebihan dari sekolah itu dan dorongan ekonomi ayah saya.

(Yasmin salsabilah)

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


115

TURUN TEMURUN

Kala itu saya tidak kepikiran untuk melanjutkan jenjang

sekolah menengah atas di negri, saya mengikuti apa kata orang

tua saya kebetulan kedua kakak saya pun alumni sma khadijah,

jadi saya sudah mengerti tentang sma khadijah dari kakak saya.

Alasan lain saya ingin melanjutkan di sma khadijah

yaitu, banyak fasilitas yang sangat memadai, dan kebersihan

sekolah pun terawat.

(Yovi Izha Maraya)

KESENANGANKU BERSAMA TEMANKU

Waktu saya kelas 9 saya sudah janjian bersama temanteman

saya untuk masuk di SMA Khadijah dan lagi karena orang

tua saya menyarankan saya untuk masuk ke sekolah ini.

Saat itu saya dan teman-teman saya sudah mendaftar dan belajar

agar mendapat nilai yg bagus, akhirnya kita berhasil masuk

disekolah ini.

Juga kata orang tua saya disini juga sudah berpaham nilainilai

agama yang baik dan sudah terakreditasi A. Selain itu karena

nilai UN saya yang kurang.

(Zalzha Dian Lestari)

Glorious Crew


116

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


117

BAB 6 - SCOTHLAND

PERTAMA MASUK SMA

Pada saat saya kelas 9, saya mencari sekolah swasta.

Dan saya sudah merencanakan untuk sekolah di SMA Khadijah

kareana kakak saya juga sekolah di Khadijah. Dan saya tau disini

banyak mempelajari agama yang bagus.

Dan ada banyak teman SMP yang masuk di Khadijah.

Sejak pertama kali saya masuk ke Khadijah saya harus beradpati

dengan lingkungan baru. Dan aku tidak menyesal masuk di SMA

Khadijah karena disini sangat menyenangkan.

(Alfian Khoiron Efendi)

ANAK RANTAU

Lulus dari SMP kawasan swasta aku bingung harus kembali

ke kota asal atau ke kota rantau, yang jauh dari saudara dan orang

tua. Rantau ku ini sudah dari SMP. Akhirnya aku memilih untuk

tetap merantau di kota yang bertinggal di asrama. Kenapa aku

memilih untuk tetap? Karna aku berpikir teman-teman yang ada

Glorious Crew


118

di kota asalku pada berpindah kota untuk meraih ilmu yang lebih

tinggi.

Ada akhirnya aku memilih tempat di sekolah kawasan

swasta. Disini aku memiliki teman baru, tetapi aku tidak

meninggalkan teman lama. Waktu SMP aku berpikiran apakah

menyenangkan di SMA. Ternyataa begitu menyenangkan.

Suasana baru, tempat baru, dan yang pasti memakai putih abuabu.

Aku tidak menyesal tidak kembali ke kota asalku. Semoga

selalu menyenangkan berada disekolah kawasan swasta.

(Adelia Putri Yurista)

LINGKUNGAN YANG SAMA

Di kala teman temanku bingung menentukan SMA mana

yang akan mereka tuju selepas kelas 9 ini, aku hanya berdiam

seolah tak peduli dengan SMAku nanti. Urusan melanjutkan

SMA bukanlah hal yang memang harus aku tentukan. Karena

sudah jelas kemana nanti aku saat SMA. Berbeda mungkin

dengan teman temanku yang diberi kebebasan untuk memilih

akan melanjutkan sekolah mereka dimana.

SMA KHADIJAH, tertera jelas tulisan itu di lembar

pendaftaran yang kini kupegang. kutulis namaku dengan sedikit

malas, karena sebenarnya yang kuinginkan adalah memasuki

SMKN 6 surabaya dengan jurusan tata busana. jurusan yang

memang sesuai dengan passionku. Hanya saja semua sudah

ditentukan. Dan ya, aku tidak bisa menolaknya. rasa bosan kerap

menghantuiku. mulai SD hingga SMA tetap saja aku akan berada

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


119

di khadijah, dengan lingkungan yang sudah sangat kuhafal. dan

disinilah kumulai ceritaku

(Anisa Cahya B.S.N)

MENCARI WAWASAN BARU DI MASA SMA

Pada waktu saya berinjak ke sma saya waktu itu saya

binggung mau sekolah dimana dan orang tua sudah mendaftarkan

saya di sma muhammadiyah 2,tapi saya tetep tidak mau sekolah

disana karena teman saya banyak sekolah disana.Pada waktu itu

saat saya putus asa dan gak bisa masuk negeri dan waktu itu saya

mulai terkena penyakit kelenjar getah bening.Pada waktu terkena

penyakit getah bening saya hanya bisa pasrah kepada orang tua

saya ke sma muhammadiyah 2 .

Pada waktu papa saya ada reuni kuliah ,papa saya ketemu

dengan bu puji.Setelah papa saya pulang dari reuni saya awalnya

kaget tiba tiba papa saya ingin bicara dengan serius dan papa

bilang’’ kamu besok sekolah di khadijah aja kak’’.Setelah itu saya

seneng dan bangga akhirnya saya bisa berbaur dengan teman

baru lagi .

(Ardhimas Tegar)

KUTIMBA ILMU DI KOTA PAHLAWAN

Tak terasa 3 tahun sudah kulalui dengan senang hati.

berangkat bersama dengan indahnya mentari. Aku berangkat

Glorious Crew


120

dari teriknya matahari hingga terbenamnya matahari semua

kulalui dengan senang hati. Dan tak terasa aku akan beranjak

dengan seragam putih abu-abu. semua teman-teman ku berjuang

untuk menggapai SMA yang ia inginkan yaitu SMA favorit.

Hingga akhirnya aku mulai tertarik di SMA favorit yang temanteman

bicarakan. Sampai akhirnya aku belajar di LBB Ganesha

Operation atau yang akrab disapa GO. Agar bisa lolos untuk

masuk SMA seleksi favorit itu.

Setelah aku Ujian Nasional aku mengikuti test untuk

masuk SMA negri,tapi sayangnya itu bukan keberuntunganku

untuk berada di SMAN yang aku inginkan.setelah itu orang

tuaku menyuruhku untuk mengikuti tes di SMA khadijah,dan

alhamdulillah aku diterima di khadijah.Tak terasa waktu

berjalan begitu cepat,aku senang bersekolah disini karena aku

mempunyai banyak teman yang baik kepadaku dan aku jadi

betah sekolah disini. Di sekolah ini aku bisa mengenal yang

namanya persaudaraan. Aku sayang mereka semua sebagaimana

aku menyayangi saudaraku sendiri. Aku bisa mengerti apa itu

persaudaraan,persahabatan,kerjasama dan tolong menolong.

Hanya disekolah inilah aku dapat merasakan semua itu.

(Aulia Rahmawati)

KARMA IS REAL,

SATU KATA BIKIN MIKIR BERKALI KALI

Pada saat saya masih di kelas 9 saya masih bingung untuk

memilih ke jenjang sekolah berikutnya. saya pun akhirnya

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


121

menanyakan beberapa teman saya waktu di SMP, untuk bertanya

tentang SMA mana yang ingin di tuju. satu persatu teman demi

teman saya tanyakan satu persatu tentang topik yang sama. dulu

saya berkeinginan sekali untuk sekolah yang jauh dari rumah.

akhirnya saya pun meminta saran kepada keluarga saya. hingga

suatu ketika, saya tanya kepada teman saya SMP bernama tupin

(Alfian yang kini jadi teman SMP dan SMA). dia berkata “aku

sekolah Nang Khadijah a. Yani”. lalu saya berkata “gawe OPO

awakmu sekolah Nang Khadijah, bener sekolah iku halaman

parkir e Ombo tapi GK suwe maneh sekolah iku dadi mepet nang

dalan”.

Saya berani mengatakan itu karena sebelumnya ayah

saya pernah ngomong bahwa Khadijah ini nanti akan kena

imbas pelebaran jalan yang membuat Khadijah dempet dengan

pelebaran jalan tersebut. hari demi hari saya lewati, sekolah negri

satu persatu saya coba masuki tapi gagal. hingga suatu ketika

eyang dan ibu saya bilang “lebih baik kamu sekolah sama dengan

kakak pertamamu (Khadijah).” hingga akhirnya saya diterima

di Khadijah dengan hati yang agak kacau karena kebetulan saat

itu saya lamar di sekolah negri dengan jujur tidak diterima sama

sekali, saya berpikir saya kena karmanya tupin, yang sekolah

mengatakan bahwa dia SMA di Khadijah. hingga kini saya

merasakan saya sekolah di Khadijah karena paksaan orang tua

dan juga karena karma yang telah mencaci maki si tupin.

(Azuma Fikri Fajrin Utama)

Glorious Crew


122

BISMILLAH YAKIN BISA

Ketika ujian nasional akhir SMP kelas 9 telah usai

,sebenarnya aku tidak terlalu bingung akan melanjutkan

bersekolah dimana.Karena aku mempunyai impian bisa masuk

ke SMA negeri favorit di Surabaya.Tapi ketika persyaratan

pendaftaran SMA negeri dipublikasikan, harapanku seketika

runtuh begitu saja.Lantaran peraturan pendaftaran SMA negeri

menyatakan,jika KK di luar Surabaya hanya berkesempatan 1%

saja untuk bisa di terima di SMA negeri Surabaya .Sedangkan,KK

aku berdomisili di Gresik dan ijazah SMP ku berdomisili surabaya.

sudah jelas aku akan susah di terima oleh SMA negeri Surabaya ,

setelah itu orang tuaku memberiku saran untuk masuk ke SMA

Khadijah.Saran itu muncul dari orang tuaku lantaran sepupuku

ada yg bersekolah di sana ,sekolah yang berstandar internasional

dengan nuansa Islam yang berlandaskan aswaja.

Aku pun menerima saran dari orang tuaku untuk

bersekolah di sanajujur rasa takut itu pasti ada.Aku takut tak bisa

bergaul dengan anak anak yang bersekolah di sana, secara itu

sekolah berstandar kan internasional .Yang sudah pasti orang tua

mereka berasal dari orang yang mampu semua, tapi aku berusaha

sebisa mungkin untuk beradaptasi dengan mereka,dengan

motivasi bismillah aku bisa demi membanggakan kedua orang

tuaku.

(Azzah Farah Nabilah)

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


123

SAATNYA BERHIJRAH

Disaat aku terakhir kalinya berada di SMP, aku sempat

bingung akan memilih untuk melanjutkan ke SMA mana

mengingat nilaiku yang kurang. Akupun merasa pesimis ketika

akan memilih untuk masuk di SMA yang aku inginkan yaitu di

SMA Negeri 4 Surabaya, begitu juga kedua orang tuaku. Pada

akhirnya ayahku memutuskan aku akan melanjutkan sekolah

di SMA Khadijah. Jujur saja aku tidak pernah mendengar nama

SMA Khadijah , dan saat itulah kali pertama aku mendengarnya.

Aku tidak pernah terpikirkan akan masuk kesekolah yang berbau

islam, padahal aku sangat mengharapkan bisa masuk di SMA

Negeri 4 Surabaya namun kandas sudah.

Lalu ayah berkata “Sudah nggak apa nak, nggak usah

disesali terlalu dalam, lagian ya sudah terjadi. Ayah berharap

dengan menyekolahkan kamu di SMA Khadijah biar tambah

ngerti agama, biar nggak salah pergaulan juga. Saiki jamane

wes beda dari jamane ayah dulu, orang tua pasti menginginkan

yang terbaik buat anaknya”. Mendengar perkataan tersebut aku

mulai beradaptasi dan memantapkan diri dilingkungan baru,

dari sekolah negeri ke sekolah yang semuanya berbau islam. Dan

semenjak itulah aku mulai memantapkan diri untuk menjadi

lebih baik lagi dari sebelumnya.

(Elya Auliya F.)

Glorious Crew


124

BANYAK TEMAN BANYAK PERSAUDARAAN

Lepas waktu SMP, semua teman-teman memperbincangkan

SMA yang akan mereka tuju. Saya merasa bimbang ingin

melanjutkan SMA atau SMK. Disaat saya berkonsultasi ke Guru

BK SMP, saya diarahkan ke sekolah yang berinisiatif keagamaan

dan itu sesuai bakat dan keinginan hati saya. Saya dan orang tua

mempertimbangkan masuk ke SMA atau SMK. Alhasil orang tua

menunjuk ke sekolah islam SMA Khadijah dan saya mengikuti

dan menjalankan keinginan orang tua dan bakat saya tentang

keagamaan tersebut.

Pertama saya masih bimbang dengan SMA, disaat bahas

membahas dengan teman-teman, di SMA itu anak-anaknya dari

segi solidaritas itu kurang merekat. Dari topik pembicaraan itu

saya merasa ragu dengan SMA sehingga khawatir akan pergaulan

kini dan mempertimbangkan memilih SMK. Tapi waktu seusai

masuk SMA memang sangatlah begitu dan saya mencoba untuk

belajar untuk adaptasi dengan lingkungannya dan saya belajar

untuk membuka wawasan baru di SMA Khadijah.

(Febriansyah)

MERANTAU DI KOTA ORANG

Setelah saya tamat SMP saya disuruh kedua orang tua

saya untuk melanjutkan SMA di surabaya.saya tidak mau sekolah

di Surabaya tapi kedua orang tua saya membujuk saya agar saya

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


125

mau sekolah di surabaya.seminggu lebih saya dirayu tapi saya

tidak mau,saya bilang bahwa saya tidak mau jauh dari orang tua.

setelah 2 Minggu berlalu saya merasa kasihan dan akhirnya saya

menerima tawaran orang tua saya.mereka senang dan mereka

bilang bahwa mereka akan bangga kalau saya menjadi anak

yang sukses makanya mereka menyekolahkan saya di Surabaya.

di Surabaya juga sekolahnya lebih bagus dari pada di kota saya.

mereka memilih Khadijah karena disana banyak mengandung

pelajaran Islam,dan itu bisa mengajarkan saya tentang tata

tertib,kesopanan dan lain yang lebih baik.

Setelah saya menerima tawaran itu, saya pun ke Surabaya

dan mengikuti tes di SMA Khadijah. Setelah lama saya bersekolah

di Khadijah saya merasa senang dan nyaman bersekolah di

sini,walaupun saya sedih karena harus sendirian di kota yang besar

ini dan pulang setahun sekali.setiap kali sekolah libur seperti idul

adha saya pasti akan sendirian di asrama.satu-satunya cara untuk

menghilangkan rasa takut dan bosan saya,pasti saya akan telefon

orang tua saya untuk menghibur diri sendiri di asrama.setiap kali

saya telefon saya pasti akan bersedih mendengar suara orang tua

saya,mereka bilang bahwa ini semua untuk kebaikanku dan masa

depanku.

(Fitria Nurani Hajar)

Glorious Crew


126

PENGALAMAN BARUKU DI SMA

Saat aku SMP, semua temanku sibuk mencari SMA. Banyak

temanku yang berharap untuk masuk SMA NEGERI dan

mencadangkan SMA swawta. Tetapi aku belum tau akan

melanjutkan sekolah dimana. Sampai akhirnya ayahku

memutuskan agar aku masuk di SMA KHADIJAH. Salah satu

alasan ayahku memilih SMA KHADIJAH adalah karena adikku

juga sekolah disana. Jadi memudahkan untuk berangkat

sekolahnya.

Selain itu, di SMA KHADIJAH juga mengajarkanbanyak

pelajaran agama yang tidak akan didapatkan di sekolah negeri.

Kemudian orang tuaku pun sepakat agar aku masuk di SMA

KHADIJAH. Aku pun tidak menolak. Karena aku juga ingin

mencaripengalaman baru di SMA. Awalnya aku tidak mengerti

ajaran-ajaran NU karena dari SD yang diajarkan adalah ajaramajaran

MUHAMMADIYAH. Tetapi seiring berjalannya waktu ,

aku mulai terbiasa dengan ajaran NU. Aku senang karena bisa

memahami kedua ajaran tersebut ( NU dan MUHAMMADIYAH).

(Gesaling Widia)

JANJI SUCI ORANG TUA

Saat saya masih duduk di bang ku smp,saya binggung

mau mencari sma dimana,lalu saya diarahkan kedua orang tua

saya untuk memasuki ke pondok pesantren. Namun saya tidak

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


127

mau masuk ke pesantren lagi karena saya tidak bisa menjauh dari

kedua orang tua. Sayapun meminta sekolah diluar area pesantren,

saya meminta sekolah yang tidak beda jauh dengan SMP saya.

Tidak lama kemudian saya diberi tau saudara saya untuk

memasuki ke SMA KHADIJAH sekolah yang ber ahlulsunnah

waljamaah an nahdiya yang membentuk santun nggul dan

kompetitif lalu saya pun mencoba daftar dan diterima. Orang

tua saya bilang sekolah itu(Khadijah) bagus karena disana seperti

sekolah pondokan yang tidak memakai mondok. Dan saya pun

menyukai sekolah disini. Karena kalau saya tidak sekolah disini

mungkin saya tidak akan pernah bertmu dengan guru yang unik

(bpk shodiqin).

(Hasan Yakub)

KETIKA ANGAN TERHALANG SURATAN

Anganku selulus smp swasta yang berbasis agama aku

bersekolah di sma negeri, krena mulai dari taman kanak kanak

hingga smp diriku selalu sekolah yang berbasis agama. Saat di

bukanya pendaftaran sma negeri aku mendaftarkan di 2 sekolah

negeri di surabaya. Namun aku tereliminasi di pilihan pertamaku.

Mulai dari itu aku bingung “Bagaimana jika aku tereliminasi juga

di pilihanku yang ke dua” di tambah lagi namaku sudah berada di

40 terbawah dalam pendaftaran ppdb yang masih berkesempatan.

Mulai dari itu aku mulai mencari sekolah swasta, akhirnya terselip

di benak ku sma Khadijah.

Berhentilah mobilku di lobby SMA Khadijah dengan

Glorious Crew


128

sambutan hangat sembari membuka pintu mobilku, oleh satpam

perempuan. terfikir di benak ku “ Sangar juga ya, perempuan mau

menjadi satpam.”. Setelah diriku mengikuti serangkaian test di

terimalah aku disekolah dimana tempat seorang menteri pernah

menimbailmu semasa smanya. Orang tuaku memutuskan untuk

melunasi pembayaran di hari itu juga. Beberapahari setelah diriku

mendaftar di sma Khadijah muncullah pengumuman dimana

seharusnya aku dapat di terima di SMA Negeri. Dengan perasaan

yang hambar aku mendengar berita itu aku anggap itu suratan

tuhan.

(Ihwanul Hakim)

GENERASI SELANJUTNYA

Semenjak kecil, semenjak aku masih baru mengenal katakata,

aku sudah mengenalnya. Sering aku melihat paman dan bibi

masuk dari pintu depan dengan raut lelah sembari menenteng

tas. Tertera pada bet di lengan mereka “SMA KHADIJAH”. Sering

juga aku diberi ataupun tak sengaja mendengar cerita-cerita

mengenai SMA itu dari bibiku yang tertua, ayahku, sampai

dari bibiku yang termuda. Meskipun sama sekali tak pernah

mengunjunginya, berkat mereka, aku merasa telah mengenal

SMA itu lebih dari siapapun dan bermimpi untuk menjadi bagian

darinya. Bahkan, saat masih sekolah dasar, aku pernah dengan

sengaja mencantumkan SMA KHADIJAH pada “status sekolah”

di halaman facebook-ku.

Setelah tahun-tahun berlalu, tibalah waktuku untuk

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


129

menginjak masa SMA. Mimpi itu terwujud. Akhirnya aku

menjadi bagian dari mereka--SMA KHADIJAH, sesuai dengan

keinginanku sejak kecil.

(Inaya Aliyah Putri)

MENCARI LINGKUNGAN BARU

Aku sekolah menengah pertama di sepanjang. Saat

kelas 9, awalnya aku mempunyai rencana untuk sekolah di

SMAN 1 TAMAN. Tetapi aku minder takut tidak bisa lolos tes di

sekolah negeri itu. Akhirnya aku memutuskan untuk sekolah di

SMA KHADIJAH SURABAYA. Kedua orangtuaku setuju karena

pelajaran agamanya lebih banyak daripada di sekolah negeri.

Alasan kedua karena kakakku juga sekolah di SMA KHADIJAH

SURABAYA. Lalu aku mencari brosur dan memasuki gelombang

pameran.

Saat memasuki tes aku sangat takut tidak bisa lolos.

Alhamdulillah ternyata aku bisa lolos memasuki SMA KHADIJAH

SURABAYA. Awal pertama masuk akutidak mengenal siapa-siapa.

Aku juga orangnya sangat pemalu untuk beradaptasi dengan

teman-teman. Lambat laun aku mempunyai teman banyak dan

sampai sekarang ini. Disini aku mendapat pengalaman dan

lingkungan baru.

(Intan Cantika Agustin)

Glorious Crew


130

PILIHAN YANG BERBEDA

Habis wisuda aku bingung mau melanjutkan mau masuk

SMK mana awalnya aku mau masuk SMK 6.Tetapi kedua orang

tua ku enggak setuju kalo aku masuk SMK 6 karena aku suka

mempelajari bidang tentang kecantikan. Tetapi mungkin di SMK

6 belum jalan yang tepat akhir nya kedua orang tua ku menyuruh

untuk sekolah di SMA KHADIJAH.

Akhir nya aku mengikuti kata orang tua untuk kebaikan

ku sendiri. Memasuki SMA KHADIJAH rasa nya sangat

menyenangkan. Mempunyai suasana baru dan teman baru dan

yang lebih menyenangkan lagi memakai seragam putih abu

abu. Di sini aku mendapatkan pembelajaran yang berbeda dari

sebelum nya. Dan aku senang mempunyai teman yang banyak

disini.

(Intan Rahmayani)

TOBAT KUY

Saat kelulusan sekolah menengah pertama, aku

bingung ingin melanjutkan sekolah dimana, apakahaku harus

melanjutkan pendidikan di pesantren atau mungkin melanjutkan

dengan bekerja di indomart?. Lalu aku pun diberi saran oleh

ibu ku dengan perkataan “ halah masuk SMA khadijah ae , ilmu

pendidikan e sama agama ne bagus , gausa aneh aneh “.

Dengan perkataan itu , aku pun mengikuti saran ibu

ku dengan masuk dan mendaftar di SMA khadijah ini. Yah

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


131

walaupun awal nya agak berat karena harus beradaptasi dengan

lingkungan yang penuh dengan ajaran agama yang banyak,tapi

aku menghadapinya dengan pikiran TOBAT KUY dan tujuan

memperbaiki diri.

(Jindan Maulana Aldi)

INGIN KU GAPAI CITA-CITA

Pada saat lulus SMP, kita seorang pelajar berbondongbondong

untuk mencari SMA disekitar Surabaya. Waktu masih

dinangku SMP, saya sudah merencanakan untuk masuk SMA

Khadijah Surabaya. Jadi saya masuk SMA Khadijah dengan

keinginan sendiri.

Pada awal masuk SMA Khadijah Surabaya, kesan pertama

yang ada dibenak saya hanya kenapa dilihat gedung luar kecil

tetapi begitu saya masuk gedung SMA Khadijah besar dan

luas. Ketika saya mencoba untuk menginjakkan kaki saya dan

beradabtasi dengan lingkungan sekitar. Saya sadar dan yakin

ketika di Khadijah ini, saya menjadi anak SMA yang menjadi

lebih baik

(Muhammad Yusuf Habibie)

Glorious Crew


132

PERGI DI PINGGIRAN TENGAH KOTA

Di akhir kelas 9 SMP, saya sebenarnya bingung akan

memilih SMA dimana,lalu seiring berjalan waktu saya tidak terasa

telah menginjak seragam putih abu-abu dimana saat itu juga

saya bersama kakak ipar yang sedang mengantar dan mencoba

untuk tes di Negeri yang lumayan jauh dari rumah,namun setelah

mencoba tes tersebut saya melihat hasil tes dan ternyata hasilnya

tidak lolos. Hingga suatu ketika saya dan mama saya mencari

SMA lagi tetapi dengan status Sekolah Swasta, namun setelah

mendapat sekolah swasta saya berundingan lagi dengan papa dan

mama saya dan memutuskan untuk kelanjutan sekolah dimana.

Hingga suatu ketika saya bertanya kepada teman SMP saya

,dan saya langsung memutuskan sekolah di SMA Khadijah dimana

Akreditasi A yang penuh dengan Agama, dan lainnya, mama papa

saya langsung setuju kalau saya masuk sekolah tersebut dan tidak

diragukan lagi dengan biaya yang cukup banyak ,suatu ketika saya

dan mama saya mencoba ke sekolah Khadijah ,dan Alhamdulillah

saya diterima di SMA Khadijah

(Nabilla Myrza Nur Aisyah)

SMA KU YANG PENUH DENGAN CERITA INDAH

Akhirnya, aku menginjak masa SMA ku. Yaitu sekolah

SMA Khadijah. Sekolah yang berlandaskan ilmu Ahlusunnah

WalJamaah. Yang mencetak generasi terbaik dan berakhlak

karimah. Awalnya aku bingung ingin bersekolah di mana. Lalu

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


133

aku mencari informasi lewat sosmed. Dan bertemulah aku

dengan SMA Khadijah. Sekolah terbaik se-Surabaya.

Sebelum aku bersekolah di SMA Khadijah, aku telah

menimba ilmu di SMP Khadijah. Bertempat di sebelah SMA

Khadijah. Orang tuaku menyuruhku untuk bersekolah di sana

karena SMA Khadijah memiliki nilai agama yang baik. By The

Way, masa SMPku juga indah kok. Tapi lebih indahan masa

SMAku. Dan, masa SMAku telah di mulai dari sekarang.

(Rahma Ayumi Saidah)

SEDIKIT MEMUTAR OTAK

Pada saat setelah saya lulus dari pondok dan madrasah

Tsanawiyah saya berpikir keras ingin melanjutkan di SMA

Khadijah atau di pondok, karena pada saat saya SD saya ingin

sekolah di SMP Khadijah tetapi tidak diperbolehkan di karenakan

sebagian besar keluarga saya berwawasan dengan lingkungan

pondok. Dan saat itu ternyata orang tua saya ingin kalau saya

melanjutkan di pondok, tetapi hati kecil saya tidak mau karena

saya sudah sangat tidak betah di pondok.

Kemudian saya meraung-raung dan menyampaikan jika

saya ingin sekolah di SMA Khadijah, tapi saat itu orang tua saya

mempertimbangkan. Dan suatu hari saya disarankan oleh saudara

saya masuk di SMP negeri karena saya mendapat nilai akhir yang

baik, akan tetapi tidak diperbolehkan oleh orang tua saya untuk

masuk SMP negeri. Saat itu saya tetap pada pendirian untuk

masuk SMA Khadijah, dan akhirnya keinginanku diwujudkan

Glorious Crew


134

oleh kedua orang tuaku. Dan aku akan berusaha sebisa mungkin

untuk membanggakan kedua orang tua saya dan berdoa agar ilmu

saya menjadi barokah dan manfaat di dunia dan akhirat.

(Safira Ainun Nahdliyah)

BEKAL DUNIA & AKHIRAT

Ketika awal aku naik kelas 9 SMP aku udah gak bingung

lagi mau masuk SMA mana.karena emang dari awal sudah mau

masuk di SMA Kadijah karena KK Gresik dan susah buat masuk

SMA Negeri di Surabaya.

Kemudian sma khadijah pun membuka pendaftaran

untuk gelombang 1 lalu kedua orang tua ku pun mendaftarkan

aku di SMA Khadijah. Orang tua ku mendaftarkanku di SMA

Khadijah karena kakaku juga bersekolah di sini dan orang tua

ku yakin sekolah ini jalan yang baik untuk masa depanku karena

menurut orang tua ku menyekolahkanku di SMA Khadijah ini

tidak mengajarkanku ilmu pengetahuan untuk bekal dunia

saja tetapi mengajarkanku ilmu pengetahuan agama yang akan

menjadi bekal di akhirat.

(Septiani Ruslianawati Kalfangare)

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


135

TETAP DI SINI

Awal mula berpikiran ingin masuk ke sekolah negeri

tapi jika bersekolah di SMA khadijah kebanyakaan teman smp

masuk ke sma khadijah,dan juga orang tua menyarankan masuk

sma khadijah.Dan aku berfikir kenapa tidak masuk khadjiah agar

islam ku lebih kuat. Setelah itu aku mengikuti tes gelombang ke 1

di SMA Khadijah.

Akhirnya aku masuk ke sma khadijah.Dan bertemu

dengan teman lama dan juga teman baru.Pada awalnya takut

kalau bosan dengan lingkungan nya dan takut dengan hafalannya

yang ketat karena dulu sdnya negeri dan pada awal masuk smp

khadijah kaget dengan agamanya yang ketat dan hafalannya

yang banyak sehingga dulu sering nagis ke orang tua kalau tidak

bisa menghafal nya.Pada saat sma sudah mulai terbiasa dengan

hafalan dan agama yang ketat.Mungkin kalau saya tidak masuk

ke sekolah islam saya tidak terlalu ketat dengan agamanya.

(Shafa Mutiara Dewi)

MENCARI LINGKUNGAN BARU

Hari itu pada saat kelas 9 yang akan berlanjut ke jenjang

SMA aku bingung akan menlanjutkan sekolah dimana. Karna pada

saat itu posisiku dipondok pesantren jadinya kurang wawasan

tentang sekolah-sekolah diluar. Orang tuaku sih menyarankan

aku sekolah di SMA KHADIJAH tetapi aku masih belum tau sama

sekali tentang sekolah tersebut. Tepatnya pada setelah uts orang

Glorious Crew


136

tuaku datang untuk jenguk dipesantren dan saat itulah aku mulai

tau tentang sekolah tersebut dan orang tuaku juga nyaranin agar

aku sekolah full day bukan sekolah asrama.

Untungnya aku punya tetangga yang anaknya sekolah

dikhadijah. Dan umiku bertanya kepada tetanggaku tersebut

kapan pendaftaran murid baru disana?dan setelah umiku

mendapatkan informasi semuanya,dan itu bertepatan dengan

pelaksanaan uas. Liburpun telah tiba aku pulang kerumah dan aku

diajak umi untuk melihat-lihat sekolah tersebut. Karna liburku

dan liburnya sekolah yang lain berbeda,jadinya aku libur sekolah

yang lain sudah mulai masuk sekolah. Setelah aku melihat-lihat

dan akhirnya aku merasa tertarik ingin sekolah disini,jadi aku

memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di sekolah SMA

KHADIJAH.

(Siti Rafika A.R.)

ADA PELANGI DIBALIK HUJAN

UN SMP, sebuah hal yang membuatku menggantungkan

segalanya. Termasuk impianku. Sembilan tahun bersekolah di

sekolah swasta membuatku jenuh, ingin rasanya pergi merantau

ke sekolah lain. Belajar tak kenal waktu, itulah yang aku lakukan

lakukan setiap harinya. Apalagi mendekati waktu UN, aku

semakin menggila. Nasi sudah tidak lagi membuatku tergoda,

yang sanggup ku lahap hanya latihan soal.

Alasanku belajar tak kenal waktu? Menjadi siswi SMA

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


137

Negeri. SMA Negeri adalah satu-satunya. Namun ternyata takdir

berkata lain. Nilai UN ku memang mampu untuk menjadikanku

salah satu siswi SMA Negeri, namun restu dari Abahku tak

kudapatkan. Beliau takut pergaulanku tidak terpantau. Aku tetap

bersikeras untuk menjadi siswi SMA Negeri yang sudah menjadi

salah satu impianku. Abahku tidak peduli, dan akhirnya aku

kembali menjadi siswi sekolah swasta.

Aku menangis berhari-hari. Rasanya air mataku sudah

tidak sanggup untuk turun. Tetapi Mamaku terus mendukungku,

mengatakan semua akan baik-baik saja. Semua sekolah sama

baiknya, ujarnya. Akhirnya aku mulai menerima keadaan. Dan

aku mulai membuat mindset, bahwa setelah hujan selalu ada

pelangi yang menanti.

(Syadza Hasna Azzahra)

SEKOLAH YANG ENAK

Pada waktu smp kelas 9 sebenarnya saya ingin masuk

ke sma negeri tetapi kedua orang tua tidak membolehkan

dikarenakan jika di sma negeri biasanya tugas-tugas yang sangat

banyak + sma khadijah terkenal dengan pelajaran agama yang

baik. tetapi saya sebenarnya tidak mau masuk ke sma khadijah

karena jarak antara rumah dan sekolah sangat jauh dan belum

lagi berangkat sekolah saat macet. sayapun diajak ke sma khadijah

sama orang tua untuk melihat lihat sekolah dan meyakinkan saya

supaya mau untuk bersekolah di sma khadijah.

Pada saat saya pertama kali masuk ke sma khadijah, saya

Glorious Crew


138

melihat tempatnya yang bagus banyak teman teman juga yang

baik di sma khadijah meskipun saya masih ragu untuk masuk di

sma khadijah. setelah berjalanya waktu cukup lama disekolah

sma saya pun betah dan juga banyak teman teman yang baik dan

tidak seperti yang saya bayangkan.

(Yanu Prasetyo)

SIAPA YANG MENDOAKAN ORANG

TUAMU?


139

Glorious Crew

Similar magazines