LAPORAN - Ugm

lib.ugm.ac.id

LAPORAN - Ugm

I LAPORAN

I HIBAH PEh!ELlTIAN UNTUK MAHASISWA PROGRAM DOKTOR

I TAHUN ANGGARAN 2009

I

I

I

!

i g

I

I

I

MODEL KONSERVASI TANAH DAN AIR UNTUK PENANGANAN EROSI

DISUB DAS NGRANCAH, KULON PROGO

---

Oleh:

Ir. Ambar Kusumandari, M.E.S.

FAKULTAS KEHUTANAN

UNIVERSITAS GADJAK MA'bA

2009

I Kesehatan dan kedokte: 6- ~. 31al da - -eJr,aniora, AQro, Sam dan Teknik

Nomer 10 8!UGM/HPOi2009

Klaster1 AGRO

Bidang 11m!.? I PERTANIAN

------

2 Keseha!an. Hukum. SOSlc =".-aniar '/ ="-. Pendidik;n, Rekayasa, Ekonomi, Keolahragaan, Agama, Sastra dan Filsafat,

Psikoiogi. Sen~


1.1. Latar Belakang

I. PENDAHULUAN

Pertambahan jumlah penduduk yang sangat cepat berdampak pada peningkatan

permintaan akan barang dan jasa yang berasal dari sumberdaya alam. Eksploitasi

sumberdaya alam yang melebihi kapasitas daya dukungnya tela,h menyebabkan

te~adinya kerusakan sumberdaya alam yang berdampak pada timbulnya lahan-Iahan

kritis. Sub DAS Ngrancah merupakan salah satu kawasan yang mengalami

permasalahan lahan kritis, erosi dan sedimentasi. Wilayah ini merupakan catchment

ama Waduk Sermo sehingga memerlukan perhatian khusus. Hasil inventarisasi Jahan

kritis BRLKTSerayu Opak Progo (1997) menunjukkan bahwa lahan di DAS Ngrancah

merupakan lahan kritis dengan kategori kritis (81,3 Ha) dan sangat kritis (406,4 Ha).

Berdasarkan Penyusunan Sistem Informasi Penanggulangan Bencana Alam Tanah

Longsor di Kab. Kulon progo yang dilaksanakan Bappeda Kulon progo tahun 1999,

terdapat tingkat kerawanan longsor yang tinggi pada wilayah DASNgrancah tepatnya di

Desa HargotirtoKecamatan Kokap.

Penyebab timbulnya permasalahan di atas adalah erosi dan sedimentasi yang

te~adi di Sub DAS Ngrancah cukup besar serta penggunaan lahan yang tidak sesuai

dengan kapasitas dan daya dukungnya serta tidak adanya upaya tindakan konservasi

tanah dan air yang tepal Penelitian Suharno (1999) menunjukkan bahwa berbagai

aktivitas penduduk daJam mengeJola Jahan kurang memperhatikan kelestarian

lingkungansehingga menyebabkan terjadinya kecenderungan penurunan kualitas DAS.

Penelitian tersebut juga menyimpulkan bahwa DAS Ngrancah berada dalam kondisi

yang mengkhawatirkan, ditandai dengan buruknya kualitas lahan (85,17 % luas DAS

tergolong kuaJitas buruk sampai dengan sangat buruk). Keadaan tersebut disebabkan

oleh tingkat erosi yang sangat OOggiyaitu 77,05% luas DAS termasuk daJam tingkat

bahaya erosi berat sampai dengan sangat berat. Di samping itu, Sub DAS Ngrancah

yang merupakan upland Waduk Sermo perJu segera ditangani agar pendangkaJan

waduk dapat dihambat dan umur waduk menjadi lebihlama.

Berdasarkan permasalahan di atas maka diperlukan penelitian dan pengkajian

yang dapat dijadikan sebagai dasar pengambilan tindakan konservasi dalam rangka

menjaminkelangsungan, keberadaan dan fungsi sumberdaya alam Sub CAS Ngrancah

di masa sekarang dan yang akan datang serta yang Jebih utama adalah mampu

mengurangi laju erosi yang terjadi. Oleh karena itu, penelitian yang akan dilakukan

dengan judul "Model Konservasi Tanah dan Air untuk Menangani Erosi di Sub DAS

1


Ngrancah. KulonProgo"sangat pentingdan mendesak agar degradasi lahan dapat

segera ditangani.

1.2. Tujuan Penelitian.

Penelitian inibertujuan untuk:

a. Membentuk satuan lahan berdasarkan karakteristiklahan di Sub DASNgrancah.

b. Menyusun klasffikasilahan dalam rangka penentuan teknik konservasi tanah dan air

(KTA) yang diperlukan untuk setiap kelas lahan.

c. Menentukan penciri utama klasifikasi lahan tersebut dalam rangka penanganan

erosL

1.3. Keutamaan Penelitian.

Permasalahan lahan kritis,erosi dan sedimentasi yang te~adi di kawasan Sub

DASNgrancah menyebabkan penurunan kualitas lahan. Penurunan kualitas lahan yang

te~adi sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia diantaranya adalah

menurunnya jaminan kelangsungan. keberadaan dan fungsi sumberdaya alam di

kawasan ini untuk mendukung kebutuhan manusia baik di masa sekarang maupun di

masa yang akan datang. penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan kemampuan den

daya dukungnya, pengelolaan lahan yang tidak mengindahkan kaidah konservasi tanah

dan air, teknik pemilihan vegetasi yang tidak sesuai dan lain sebagainya merupakan

pangkal dari te~adinya kerusakan lahan dan mendorong timbulnya lahan kritis di

kawasan Sub DASNgrancah. KulonProgo.

Sehubungan dengan itu, permasaJahan lahan kritis,erosi dan sedimentasi suatu

wilayah memerlukan pemikiran yang seksama karena kerusakan yang diakibatkan

dampaknya sangat buruk ditinjau dari aspek ekologi maupun ekonomi, dan apabila

proses Uu dibiarkan berlangsung lebih lama maka penanggulangannya akan

memerlukan biaya yang cukup besar. Oleh karena itu, permasalahan lahan kritis,erosi

dan sedimentasi di kawasan Sub DASNgrancah merupakan permasalahan yang sangat

pentingdan mendesak untuk segera dikaji,ditelitidan ditanggulangi supaya kecepatan

degradasi lahan dapat dihambat. Hasil penelitiandiharapkan bermanfaat untuk:

1. Memberi informasi tentang teknik KTA dan bentuk penggunaan lahan yang

berpengaruh pada erosi dan ekosistem DAS, sehingga diperoleh gambaran apakah

DASmasih delam kondisi baik atau telah terjadi kerusakan ekosistemnya dan dari

hasil penelitian ini kemudian dapat disusun perumusan sistem pengelolaan yang

2


DAS merupakan wilayah yang dibatasi oleh igir atau punggung bukit dan

menampung air hujan kemudian mengalirkannya melalui anak-anak sungai menuju ke

sungai utama kemudian diteruskan ke laut. Unsur-unsur DAS meliputi unsur fisik, biotik,

dan sosial yang berpengaruh terhadap lingkungan dan manusia. Sehubungan dengan

itu, Pratiwi (1999) menegaskan bahwa DAS dapat dipakai sebagai unit yang ideal untuk

pengelolaan lahan dalam rangka kelestarian konservasi tanah dan air serta keaneka

ragaman hayati. Ditambahkan oleh Poerbandono (2006) bahwa pertahanan DAS

terhadap erosi tergantung utamanya pada tutuDan lahan. Penguatan pertahanan

terhadap erosi dapat pula dilakukan dengan upaya-upaya kerekayasaan atau

DeneraDan model KT A.

RENDAH - EROSIVITAS - TlNGGJ

HWAN

RENDAH- VOWME

LlMPASAN

-TlNGGI

PERMUKAAN

RENDAH.LERENG - TlNGGI

(KEMIRINGAN)

PWANG

RAPAT- PENAHAN

ANGIN

-PWANG

RENDAH.POPULASJ MANUSJA .1INGGI

(tekananpallalahan)

PADAT .PENI/JUPTAHAR .1JRGGJ

RENDAH .1BAIIAJIPBIAKAIAN.JaB

LAIIAII

BAlK . PENGELOLWI LAIIAII . JELEJ(

RENDAH. ERODIBIUTAS -TJIIG6I

TANAII

TIIt66I .KAPASITAS .RfNDAH

1NFn.TRA5I

BAlK . PENGELOWII . RENDAH

TAIWI

RENDAH TINGGI BAlK JELEK BAlK JELEK

TIDAl< TERJADI EROSI TERJADI

Gambar 1. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap erosi

8

More magazines by this user
Similar magazines