17.03.2021 Views

Grey Makara IV | Jan-Feb 2021

Grey Makara adalah newsletter yang terbit secara berkala dibawah koordinasi Direktorat Network & Communication ILUNI FEB UI

Grey Makara adalah newsletter yang terbit secara berkala dibawah koordinasi Direktorat Network & Communication ILUNI FEB UI

SHOW MORE
SHOW LESS

Create successful ePaper yourself

Turn your PDF publications into a flip-book with our unique Google optimized e-Paper software.

Tetap Semangat di Masa Pandemi, Tetap Berkarya

sebagai Penggerak Inovasi Ekonomi Indonesia


Serunya Pembahasan

Cryptocurrency di SOBAT 16

3 Januari 2020, 20.00 WIB. Direktorat Digital Economy berkolaborasi dengan

Direktorat Network & Communication ILUNI FEB UI menyelenggarakan SOBAT

seri Techies yang membahas lengkap tentang Bitcoin dan Cryptocurrency.

Sebuah topik yang sangat menarik untuk dibahas tuntas bersama pembicara

dan panelis yang kompeten.

Pembicara:

– Dendi Suhubdy, CEO Bitwyre

– Steven Suhadi, Asosiasi

Blockchain Indonesia

Panelis:

– Uti Brata

– Andry Asmoro yang digantikan

oleh Rizal Prasetijo

Moderator: Adi Zingkong

Obrolan Santai ini membahas topik seputar cryptocurrency, seperti:

– Bagaimana White-paper Satoshi Nakamoto menantang sistem keuangan

global?

– Kenapa uang crypto jauh lebih berfaedah dibandingkan dengan uang kertas

atau emas?

– Apa yang harus diantisipasi para bankir supaya tetap kompetitif dan relevan

di masa depan?

– Bagaimana pros & cons untuk Crypto Rupiah?

Antusiasme Sobat Alumni begitu terasa dengan banyaknya pertanyaan

menarik yang diajukan dan diskusi antar pembicara dan panelis yang

berlangsung hingga 2 jam! (HS)

2 | Grey Makara IV


Laporan Alokasi Bantuan

Alumni FEB UI

Untuk bencana Gempa Bumi di Kabupaten Mamuju & Kabupaten

Majene, Sulawesi Barat serta Banjir Bandang di Kab. Banjar & Kab.

Tanah Laut, Kalimantan Selatan

Melalui program ILUNI FEB

UI - Peduli telah digalang

dana dari para alumni FEB

UI untuk membantu

meringankan beban korban

bencana gempa bumi di

Kab. Mamuju dan Kab.

Majene di Sulawesi Barat

serta Banjir Bandang di Kab.

Banjar dan Kab. Tanah Laut

di Kalimantan Selatan.

Sampai dengan akhir periode penggalangan dana tgl 30 Januari 2021

terkumpul dana donasi sebesar Rp. 93.615.746,- dan telah disalurkan dan

diserahkan langsung kepada para korban bencana oleh mahasiswa FEB UI

yang bertempat tinggal di Polewali Mandar - Sulawesi Barat dan di Banjarbaru,

Kalimantan Selatan.

M. RIdwan (FEB UI 2016) membantu penyerahan bantuan di Kab. Mamuju

dan Kab. Majene, Sulawesi Barat, Qurattu Aina (FEB UI 2019) menyalurkan

bantuan di di Kab. Banjar serta Azaria Hashina (FEB UI 2017) menyalurkan

bantuan di Kab. Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

Bela rasa dari simpati para alumni FEB UI serta dana yang didonasikan ini

sangat membantu meringankan. Terima Kasih alumni.

3 | Grey Makara IV


Alokasi Tahap 1

Bantuan Alumni FEB UI

20 Januari 2021

M. Ridwan (FEB UI 2016) tinggal di Polewali Mandar - Sulawesi Barat bersama

rekan-rekannya menyerahkan donasi dari alumni FEB UI kepada korban

gempa di Kabupaten Mamuju. Bantuan Tenda, Sembako dan Masker

diberikan langsung ke masyarakat di beberapa lokasi bencana.

Kelurahan Rimuku, Mamuju

M.Ridwan di Desa Dayang Inna, Tapalang, Mamuju

Kelurahan Simboro, Mamuju

4 | Grey Makara IV


Alokasi Tahap 2

Bantuan Alumni FEB UI

26 Januari 2021

Aina (FEB UI 2019) tinggal di Banjarbaru, bersama rekan-rekannya

menyerahkan bantuan dari alumni FEB UI kepada

korban banjir bandang di Kabupaten Banjar - Kalimantan Selatan.

Bantuan berupa Sembako & Alat

Kebersihan

Posko bantuan Desa Teluk

Selong, Kec Martapura Barat

Bantuan di 3 desa, Kec. Kertak Hanyar

Aina (FEB UI 2019- jaket kuning) - didampingi oleh Nouva (FHUI) & Syifa (FISIP UI)

menyerahkan bantuan kepada Camat Kertak Hanyar Bpk. Harun Al Rasyid dan langsung

ke masyarakat

di beberapa lokasi bencana.

5 | Grey Makara IV


Alokasi Tahap 3

Bantuan Alumni FEB UI

Lokasi di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat

27 Januari 2021

Bantuan telah disalurkan ke beberapa desa di Kab. Majene yang berada dekat

pusat gempa, ada yang di pegunungan dan ada juga warga yang datang

mengambil bantuan karena akses jalan rusak.

M. Ridwan (FEB UI 2016)

bersama rekan dari IPB & UMI

Desa Lombong, Kec.

Malunda

Desa Mekatta, Kec.

Malunda

Warga Desa Tande Allo & Desa

Salutambang mengambil bantuan

Desa Lombong, Kec.

Malunda

Desa Mekatta, Kec.

Malunda

Desa Onang Utara

Bantuan berupa : Terpal, Selimut, Paket Sembako, Kebutuhan Bayi & Anak

6 | Grey Makara IV


Alokasi Tahap 4

Bantuan Alumni FEB UI

Untuk Warga di Kec. Sungai Tabuk, Kab. Banjar,

Kalimantan Selatan

02 Februari 2021

Aina (FEB UI 2019) Syifa (FISIP UI 2020)

Bantuan Sembako diterima oleh beberapa

aparat Desa dan ketua RT dari Kec. Sungai

Tabuk.

Pembagian

sembako kepada

warga korban

banjir di Kec.

Sungai Tabuk

Sembako dipindahkan dari mobil ke 4 sampan, lanjut

dibawa menyeberang sungai menuju Kec. Sungai Tabuk

7 | Grey Makara IV


Alokasi Tahap 5

Bantuan Alumni FEB UI

Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan

03 Februari 2021

Azaria (FEB UI 2017) beserta keluarga

membantu distribusi sembako

Desa Handil

Negara

Desa Kali Besar

Azaria

Desa Kurau, kegiatan

mendongeng oleh Ibu2 PAUD

(Himpaudi)

Desa Handil

Negara

8 | Grey Makara IV


Alokasi Tahap 6

Bantuan Alumni FEB UI

Untuk warga terdampak gempa bumi di Kab. Majene,

Sulawesi Barat

04 Februari 2021

M. Ridwan (FEB UI 2016) dibantu

rekan-rekan mahasiswa IPB

Dusun Mekatta

Desa Lombang Timur

Warga menjemput sembako karena

team tidak bisa mencapai lokasi

Dusun Boappu

Bantuan berupa Tenda Plastik dan Sembako

9 | Grey Makara IV


Alokasi Tahap 7

Bantuan Sosial Alumni FEB UI

19-20 Februari 2021

Azaria Hashina (FEB UI 2017) dibantu keluarga membagikan sembako ke

warga yang terdampak banjir di Desa Benua Raya, Kec.Bati-Bati, Kab. Tanah

Laut dan Desa Cahaya Baru, Kec. Jejangkit, Kab. Barito Kuala, Kalimantan

Selatan

Azaria Hashina

(FEB UI 2017)

Desa Benua Raya, Kec. Bati-Bati, Kab. Tanah Laut, KalSel

mendongeng untuk menghibur

Desa Cahaya Baru, Kec. Jejangkit,

Kab. Barito Kuala

10 | Grey Makara IV


ILUNI FEB UI mendukung

43 rd Jazz Goes To Campus

ILUNI FEB UI mendukung event 43 rd Jazz Goes To Campus (JGTC) untuk

melanjutkan legacy FEB UI dalam menyelenggarakan JGTC setiap tahunnya.

Event ini diselenggarakan secara virtual pada 13-14 Februari 2021.

11 | Grey Makara IV


ILUNI FEB UI Support Mahasiswa with

Special Merchandise Package JGTC

ILUNI FEB UI mendukung event Jazz Goes To Campus dengan Special

Merchandise Package untuk alumni FEB UI. Paket-paket tersebut berisikan

merchandise alumni FEB UI dan JGTC serta beberapa item tambahan lainnya.

12 | Grey Makara IV


ILUNI FEB UI

Support Kegiatan

Mahasiswa FEB UI

13 | Grey Makara IV


Donasi untuk

Almamater dan Negeri

Sahabat Delapan Puluh

(SADEL) FEB UI

mendonasikan Rp

30.000.000,- untuk

korban bencana alam

Indonesia (Jan 2021)

FEUI Runners melalui

kegiatan UI Ultra Virtual

menyerahkan donasi

untuk program

Beasiswa ILUNI FEB UI

sebesar Rp 50.000.000,-

IFGC (ILUNI FEB UI

Golf Club) menyerahkan

donasi untuk program

Beasiswa ILUNI FEB UI

sebesar Rp 50.000.000,-

FEUI Runners melalui kegiatan UI Ultra Virtual menyerahkan donasi untuk

Dana Abadi Universitas Indonesia sebesar Rp 75.000.000,- dalam acara DIes

Natalis UI ke-71.

14 | Grey Makara IV


Official Merchandise

T-Shirt ILUNI FEB UI

ILUNI FEB UI meluncurkan merchandise terbaru yang mengajak kita untuk

bernostalgia dengan masa-masa di kampus. T-shirt bertuliskan FEUI dan FEB

UI dengan beragam warna. Dapatkan T-shirt ini di Official Store ILUNI FEB UI

Makara06: tokopedia.com/makara06.

15 | Grey Makara IV


16 | Grey Makara IV

Official

Merchandise


Cash Waqf | Kolom Ekonomi Syariah

Ajie Arifuddin

Direktur Direktorat

Ekonomi Syariah

ILUNI FEB UI

10 tahun lalu, siapa yang menyangka Gojek,

Tokopedia, Bukalapak, Traveloka menjadi

bagian hidup yang penting bagi sebagian

masyarakat Indonesia. Tiba-tiba saja digital

ekonomi menjadi “sesuatu” dalam ekonomi

Indonesia, dan mengubah minat serta cara

berbisnis sebagian orang Indonesia. Ketika

digital ekonomi semakin berkembang,

maka munculah suatu kekhawatiran baru

bahwa ternyata pemilik terbesar dari bisnis

tersebut saat ini bukanlah orang Indonesia,

hampir bisa dipastikan jika nantinya bisnis

ini sudah mulai mendatangkan keuntungan

yang besar maka ada kemungkinan

uangnya tidak akan berputar di Indonesia.

Apalagi saat ini muncul isu tapi bukan hoax,

barang yang di jual di marketplace digital

sebagian besar adalah barang import.

Berkaitan dengan digital ekonomi, maka

Fintech sebelumnya diprediksi akan

menjadi “sesuatu” yang baru di Indonesia

sebelum bertumbangannya perusahaan

Fintech di China. Saat ini Fintech di

Indonesia terasa berjalan lambat dengan

diperketatnya aturan oleh OJK untuk

melindungi nasabah di Indonesia. Saat ini

hanya 5 saja perusahaan Fintech yang

sudah mendapatkan ijin resmi dari OJK.

Untuk kedepannya fintech tetap diprediksi

berkembang di Indonesia namun tidak

akan sebooming prediksi sebelum kejadian

di China.

Isu terbesar ekonomi Indonesia

saat ini adalah, CAD, yang

berimbas pada utang luar negeri

yang lebih dari 5000 triliun,

sehingga memberikan efek

kepemilikan asing terhadap bisnis

di Indonesia yang secara long run

efeknya adalah CAD kembali.

Ilustrasi gampangnya karena

neraca dagang kita defisit, maka

uang APBN sebagian besar dari

pajak kita hanya cukup untuk

bayar belanja rutin dan bayar

hutang baik bunga maupun

pokoknya yang jatuh tempo.

Sedangkan untuk belanja modal

dan infrastruktur untuk

mengembangkan perekonomian

kedepannya, uangnya tidak cukup

sehingga perlu pinjaman.

17 | Grey Makara IV


Nah kadangkala untuk menambal APBN,

agar kita tetap “kredibel” di mata dunia

maka kita butuh tambahan uang, dan

pada saat itulah beberapa bisnis yang

sudah berjalan baik dan punya prospek

bagus kemudian di jual atau jaman dulu

menjual konsesi pengelolaan kekayaan

sumber daya alam sehingga kepemilikan

asing bisa lebih besar. Apakah ini salah

pemerintah saat ini ? Yah tentu saja tidak,

karena kondisi perekonomian kita adalah

akumulasi dari pemerintahanpemerintahan

sebelumnya juga. Kondisi

ini sudah seperti lingkaran setan, nah

sekarang pertanyaannya bagaimana kita

keluar dari perangkap lingkaran setan ini?

Siapapun pemerintahnya jika tidak

dibantu oleh peran aktif rakyat Indonesia

maka hasilnya akan sama kita tetap akan

ada di dalam lingkaran. Bagaimana bentuk

peran aktif rakyat Indonesia?

Selain digital ekonomi, ada satu lagi modal

Indonesia yang kadang kita lupa bahwa

Tuhan pasti punya rencana besar dengan

menjadikan Indonesia sebagai negara

dengan jumlah penduduk muslim

terbesar di dunia. Selain konflik

perbedaan pandangan dan penafsiran

yang saat ini ada, di balik itu akan ada

kekuatan besar yang saat ini masih

menjadi “hidden treasures”. Di sisi lain

jangan ragukan betapa konsumtifnya

orang Indonesia dari Singapore, Bangkok,

Saigon, Tokyo, Seoul, Paris,

London sampai di Mekah dan

Madinah pun sudah terkenal

orang mana yang suka belanja

oleh-oleh. Perusahaan multi

nasional mana yang tidak ingin

masuk pasar Indonesia, 260 juta

orang dengan hasrat konsumsi

yang tinggi maka inilah pasar di

emerging markets yang selalu

menjanjikan bisnis dengan

tingkat pertumbuhan tinggi.

Namun dibalik itu semua, orang

Indonesia cukup dikenal dengan

jiwa sosialnya yang tinggi, maka

tidak heran jika terjadi bencana,

pengumpulan

bantuan

penanggulangan bencana bisa

terkumpul dengan cepat. Selain

itu jangan lupakan juga gerakan

‘hijrah’ yang semakin meluas,

ditandai dengan jumlah wanita

yang berhijab jumlahnya makin

membesar, persentase bisnis

produk dengan cap kategori

‘halal’ makin meningkat, maka

disadari atau tidak dalam

ekonomi, Indonesia sudah

memiliki “diferensiasi” yang

secara naluriah terbangun

dengan sendirinya. Jadi kalau

Indonesia ingin menjadi negara

kuat secara ekonomi, maka

haruslah “diferensiasi” itu

dikedepankan agar kita memiliki

“unique positioning”.

18 | Grey Makara IV


Sebagai contoh dalam ekonomi digital,

saat ini marketplace digital berkembang

sangat pesat, namun harus diingat bahwa

negara lain seperti Amerika, China, eropa,

bahkan Singapore mereka sudah

selangkah atau bahkan dua langkah di

depan. Jadi tidaklah mengherankan jika

mereka yang pada akhirnya menjadi

pemilik terbesar dari perusahaan

marketplace digital Indonesia, serta tidak

mengherankan jika banyak produk import

terutama dari China yang di jual di

marketplace digital di Indonesia bahkan

ada yang dikirim langsung dari luar negeri

dengan free ongkir! Apakah ini salah

mereka ? Yah nggaklah, hanya bagaimana

caranya kita mengambil pelajaran dari hal

tersebut karena kalau ini berlangsung

terus maka masa depannya sudah akan

terbaca Indonesia hanya akan menjadi

konsumen saja. Sebenarnya kita harus

belajar dari orang Korea misalnya, karena

dimanapun mereka berada sebisa

mungkin mereka akan konsumsi

barang-barang yang diproduksi oleh

negaranya, sehingga pendidikan bela

negara terefleksi langsung dalam

kesehariannya. Jadi kalo kamu Pancasilais

atau NKRI harga mati atau bahkan ingin

berjihad demi negara maka gunakanlah

dan konsumsilah produk-produk

Indonesia sebagai refleksi nyatanya.

Nah untuk masa depan ekonomi

Indonesia perlu diambil langkah

strategis, agar kedepannya

current account defisit (CAD)

dapat dihindari karena selain

eksport dan import, ada faktor

lain yaitu Nett Factor Income

From Abroad (NFIA) atau

perhitungan antara penghasilan

luar negeri di Indonesia dan

penghasilan Indonesia di luar

negeri. Gampangnya jika banyak

perusahaan di Indonesia dimiliki

oleh asing, maka ini akan

menyebabkan NFIA kita makin

minus. Seperti tulisan-tulisan

sebelumnya pembangunan

infrastruktur yang berdampak

langsung terhadap peningkatan

ekspor memang diperlukan, tapi

bukan

pembangunan

infrastruktur yang hanya

‘konsumtif’ yang hanya

menghasilkan pujian belaka di

depan namun jadi beban baru

ekonomi di belakang. Untuk

menghindari kepemilikan asing

terhadap bisnis-bisnis di

Indonesia, kita memerlukan

“sesuatu” yang berbeda,

walaupun pemerintah dalam hal

ini sudah ‘mencoba’ untuk

mengembalikan Freeport namun

hal tersebut pasti akan sangat

membebani keuangan BUMN

holding yang ditunjuk sebagai

eksekutornya, dan cara ini tidak

akan terjamin sustainability-nya.

19 | Grey Makara IV


Dalam skema ekonomi syariah ada

namanya wakaf produktif atau cash waqf,

model ini dalam ekonomi modern

sebenarnya tidak jauh berbeda dengan

crowdfunding equity yang saat ini menjadi

trend, perbedaannya mungkin hanya di

akad saja. Tujuan utamanya adalah

bagaimana orang berwakaf produktif yang

hasil bisnisnya dapat dipergunakan untuk

kesejahteraan masyarakat secara luas,

nilai wakafnya bebas tergantung

keikhlasan masing-masing orang. Kalau

skema cash waqf ini di leverage ke dalam

posisi yang lebih tinggi selevel ekonomi

negara, maka kemungkinan besar akan

membantu menyelesaikan masalah

perekonomian Indonesia dan keluar dari

lingkaran setan yang disebutkan di atas.

Dalam hal ini negara meng-‘encourage’

masyarakat memiliki bisnis-bisnis yang

menguntungkan dan terutama bisnis yang

menguasai hidup orang banyak yang saat

ini belum mampu dikuasai oleh negara,

melalui cash waqf funding dan hasilnya

bisa digunakan kembali untuk

kesejahteraan masyarakat. Sebagai

contoh, masyarakat bisa membeli

sekolah-sekolah premium yang bagi hasil

bisnisnya dapat digunakan untuk

mendirikan balai latihan kerja produk

ekspor untuk kalangan masyarakat bawah

yang tidak bisa melanjutkan pendidikan ke

universitas, atau masyarakat bisa membeli

kepemilikan rumah sakit premium yang

bagi hasil bisnisnya dapat digunakan

mendirikan rumah sakit dengan fasilitas

memadai di daerah terpencil, dan

sebagainya. Dalam konteks yang lebih

besar, cash waqf funding bisa saja

digunakan untuk

membeli grup bisnis yang besar

sehingga menjadi kekuatan

tersendiri dalam perekonomian

negara selain asing dan

konglomerat. Akan semakin

menarik, jika cash waqf funding

difokuskan untuk membiayai

usaha-usaha ekspor yang

tentunya akan difasilitasi negara

baik kemudahan maupun

pengurangan pajaknya, dan tentu

saja jika pemerintah

berkomitmen membesarkan ini

maka hasilnya akan sangat luar

biasa dan ini sangat mungkin

terjadi karena faktor-faktor yang

sudah dibahas sebelumnya.

Hal ini makin diperkuat dengan

digital maka akan memperbesar

jangkauan orang yang dapat

berwakaf di Indonesia,

mempermudah cara orang

berwakaf, dan juga

mempermudah orang untuk

memonitor penggunaan dana

wakaf tersebut. Mungkinkah ini

bisa terwujud? Ini sangat

mungkin, jika tentunya negara

dalam keadaan damai dan tidak

terjadi konflik di dalam

masyarakat, tentu saja hal ini

harus ditunjang oleh kepercayaan

masyarakat terhadap pemerintah

akan menjadi kunci. Terlepas

apapun yang terjadi saat ini,

jangan pernah lelah mencintai

Indonesia karena saya pribadi

sangat yakin Indonesia adalah

“the next big thing in the world”.

20 | Grey Makara IV


Bedah Kampus Bimbel Mengejar

Universitas Indonesia

20 Februari 2020 – 21 Februari 2020, 08.00 WIB. Bimbel Mengejar UI

(Universitas Indonesia) dibawah naungan ILUNI FEB UI menyelenggarakan

Bedah Kampus BMUI 2021 yang membahas lengkap seputar fakultas dan

program studi yang ada di Universitas Indonesia. Bedah Kampus BMUI 2021

ini bertujuan untuk memberikan informasi secara edukatif kepada para

peserta bimbel yang mana bersumber langsung dari mahasiswa fakultas

tersebut.

Pembicara: 30 Mahasiswa aktif Universitas Indonesia dengan rincian sebagai

berikut:

1. Fakultas Ekonomi dan Bisnis : 2 Mahasiswa

2. Fakultas Ilmu Budaya : 3 Mahasiswa

3. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik : 2 Mahasiswa

4. Fakultas Ilmu Administrasi : 1 Mahasiswa

5. Fakultas Psikologi : 5 Mahasiswa

6. Fakultas Hukum : 1 Mahasiswa

7. Fakultas Ilmu Keperawatan : 3 Mahasiswa

8. Fakultas Kesehatan Masyarakat : 2 Mahasiswa

9. Fakultas Kedokteran : 1 Mahasiswa

10. Fakultas Kedokteran Gigi : 1 Mahasiswa

11. Fakultas Farmasi : 1 Mahasiswa

12. Fakultas Ilmu Komputer : 1 Mahasiswa

13. Fakultas Matematika dan Ilmu

Pengetahuan Alam

: 3 Mahasiswa

14. Fakultas Teknik : 3 Mahasiswa

15. Sekolah Vokasi : 1 Mahasiswa 21 | Grey Makara IV


Master of Ceremony:

- Hari pertama, 20 Februari 2021: Andy Mananohas dan Sinta Nur. P

- Hari kedua, 21 Februari 2021: Kintan Isfahani dan Nadinda Hanny

Zuhurifa

Peserta: 95 peserta hadir pada kegiatan ini dengan rincian sebagai berikut:

- Hari pertama, 20 Februari 2021 : 43 peserta bimbel kelas Saintek.

- Hari kedua, 21 Februasi 2021 : 52 peserta bimbel kelas

Soshum.

Kegiatan ini berupa sharing Information kepada peserta Bimbel Mengejar

Universitas Indonesia, seperti sebagai berikut:

- Bagaimana cara menjadi mahasiswa Universitas Indonesia? Jalur apa?

- Apa saja fakta atau mitos mengenai fakultas yang ada di Universitas

Indonesia?

- Biaya berkuliah di Universitas Indonesia?

- Belajar apa saja di program studi yang ada di Universitas Indonesia?

- Prospek kerja apa dari program studi yang ada di Universitas Indonesia?

Antusiasme peserta Bimbel Mengejar Universitas Indonesia sangat terasa

ditambah dengan banyaknya pertanyaan menarik dan pendapat-pendapat

seputar program studi ataupun fakultas di Universitas Indonesia yang mana

berlangsung selama 2 hari dengan durasi 7 jam per hari!

Oleh: Rafi Damalis, Project Officer Bimbel Mengejar UI

22 | Grey Makara IV


Sesi Motivasi Bimbel Mengejar

Universitas Indonesia

27 Februari 2021, 09.00 WIB. Rangkaian Event Bimbel Mengejar UI dilanjutkan

dengan Sesi Motivasi. Sesi ini merupakan sarana untuk peserta bimbel agar

dapat relaksasi sejenak dan membangun semangat tempur kembali dalam

mempersiapkan seleksi masuk perguruan tinggi negeri yang akan

diselenggarakan sekitar bulan April hingga bulan Juli.

Pembicara

Master of Ceremony

Peserta

: Bpk. Doddy Triasmara

: Cut Dhiyasari Desriana dan Cut Nisrina Desrianti

: 95 peserta

Kegiatan ini berupa pelatihan pengembangan mental peserta dengan

menggunakan berbagai games yang menarik dan menghibur. Selain itu,

kegiatan ini diharapkan adalah peserta dapat menumbuhkan rasa keyakinan

dan semangat untuk bisa memperoleh kesuksesan, sehingga mereka percaya

diri dengan pilihan program studi ataupun dengan target yang mereka

rencanakan. Memahami persepsi bahwa untuk berhasil atau sukses

memerlukan kerja keras, ketekunan dan fokus yang perlu terus diasah serta

dilatih, sehingga impian bisa diwujudnyatakan. Sesi Motivasi ini dibagi

menjadi 3 (tiga) bagian dengan topik sebagai berikut:

1. My Goal, My Future;

2. Me & Today; dan

3. My Will.

Antusiasme peserta Bimbel Mengejar Universitas Indonesia sangat terasa

ditambah dengan banyaknya pertanyaan menarik kepada pembicara dengan

durasi selama 6 jam.

Oleh: Rafi Damalis, Project Officer Bimbel Mengejar UI

23 | Grey Makara IV


JERSEY ZERO SIXER DISAIN SPESIAL

TERBATAS

Direktorat Life Balance dan

komunitas Zero Sixers

meluncurkan jersey perdana

tahun 2021 special edition dengan

desain khusus “Batik” oleh

pebatik ternama Bapak

Komarudin Kudiya (Owner dari

Batik Komar) dan Budi

Darmawan (alumni FEB UI yang

berkecimpung di dunia batik

sebagai Founder KitaBatik).

Sebagian dari hasil

penjualan dari jersey

keren ini akan

didonasikan bagi

kegiatan ILUNI FEBUI

PEDULI.


JERSEY ZERO

SIXER DESAIN

SPESIAL

BATIK



Official Merchandise Store

ILUNI FEB UI | Makara06

Direktorat Business Development

meluncurkan Makara06 sebagai

Official online store ILUNI FEB UI

pada bulan oktober 2020. Makara06

menyediakan beragam produk dan

souvenir ILUNI FEB UI.

Keuntungan dari online store ini

digunakan untuk mendukung

program sosial ILUNI FEB UI.

Kunjungi tokonya di

tokopedia/makara06


#Temukan ILUNI FEB UI

dimanapun kamu berselancar!

Merch: Makara06

ilunifebui

ilunifebui

ILUNI FEB UI Podcast

ILUNI FEB UI Channel

ilunifebui.org

Grey Makara adalah newsletter yang terbit secara berkala dibawah

koordinasi Direktorat Network & Communication ILUNI FEB UI

Tim Redaksi

Penanggung Jawab:

Juanita A. Luthan

Pemimpin Redaksi:

Handy Suberlin

Kontributor:

Seluruh Direktorat ILUNI FEB UI

Editor:

Direktorat Network & Communication

Desain & Layout:

Handy Suberlin

Sekretariat ILUNI FEBUI

Kampus UI Salemba

Jl. Salemba Raya Kampus UI Salemba no.4

Jakarta Pusat

Telp & Fax.

021-3140760, 0812-8048-4906 (Rita)

Email : halo@ilunifebui.org

Website : ilunifebui.org

Hooray! Your file is uploaded and ready to be published.

Saved successfully!

Ooh no, something went wrong!