Hikmah Puasa - Selamat datang di blog saya yg membahas tentang

acito2011.student.umm.ac.id

Hikmah Puasa - Selamat datang di blog saya yg membahas tentang

Selamat datang di blog saya yg membahas tentang "PUASA" | Hikmah Puasa

Copyright acito2011 acito2011@webmail.umm.ac.id

http://acito2011.student.umm.ac.id/2011/08/10/hikmah-puasa/

Hikmah Puasa

Hikmah Puasa Ramadhan

Oleh: Med Hatta Sebagian hikmah puasa bisa dilihat dalam firman Allah yang

artinya: "Agar kalian bertakwa."

Takwa adalah buah yang diharapkan dan dihasilkan oleh puasa. Buah tersebut akan

menjadi bekal orang beriman dan perisai baginya agar tidak terjatuh dalam jurang

kemaksiatan. Seorang ulama sufi pernah berkata tentang pengaruh takwa bagi

kehidupan seorang muslim; “Dengan bertakwa, para kekasih Allah akan terlindungi

dari perbuatan yang tercela, dalam hatinya diliputi rasa takut kepada Allah

sehingga senantiasa terjaga dari perbuatan dosa, pada malam hari mengisi waktu

dengan kegiatan beribadah, lebih suka menahan kesusahan daripada mencari

hiburan, rela merasakan lapar dan haus, merasa dekat dengan ajal sehingga

mendorongnya untuk memperbanyak amal kebajikan". Takwa merupakan

kombinasi kebijakan dan pengetahuan, serta gabungan antara perkataan dan

perbuatan.

Puasa Ramadhan akan membersihkan rohani kita dengan menanamkan perasaan

kesabaran, kasih sayang, pemurah, berkata benar, ikhlas, disiplin, terhindar dari

sifat tamak dan rakus, percaya pada diri sendiri dan sebagainya.

Meskipun makanan dan minuman itu halal, kita menahan diri untuk tidak makan

dan minum dari semenjak fajar hingga terbenamnya matahari, karena mematuhi

perintah Allah. Begitu juga isteri kita sendiri, kita tidak mencampurinya ketika masa

berpuasa demi mematuhi perintah Allah SWT.

Ayat puasa itu dimulai dengan firman Allah: "Wahai orang-orang yang beriman"

dan diakhiri dengan: "Mudah-mudahan kamu menjadi orang yang bertakwa".

Jadi jelaslah bagi kita bahwa puasa Ramadhan berdasarkan keimanan dan

ketakwaan. Untuk menjadi orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah kita

diberi kesempatan selama bulan Ramadhan: melatih diri dari menahan hawa nafsu,

makan dan minum, mencampuri isteri, menahan diri dari perkataan dan perbuatan

yang sia-sia seperti berkata bohong, membuat fitnah dan tipu daya, merasa dengki

dan khianat, memecah belah persatuan umat, dan berbagai perbuatan jahat

lainnya. Rasullah SAW bersabda:"Bukanlah puasa itu hanya sekedar menghentikan

makan dan minum tetapi puasa itu ialah menghentikan omong kosong dan

kata-kata kotor." (HR. Ibnu Khuzaimah).

page 1 / 5


Selamat datang di blog saya yg membahas tentang "PUASA" | Hikmah Puasa

Copyright acito2011 acito2011@webmail.umm.ac.id

http://acito2011.student.umm.ac.id/2011/08/10/hikmah-puasa/

Beruntunglah mereka yang dapat berpuasa selama bulan Ramadhan, karena puasa

itu bukan saja dapat membersihkan ruhani manusia, tapi juga akan membersihkan

jasmani manusia itu sendiri, puasa sebagai alat penyembuh yang baik. Semua alat

pada tubuh kita senantiasa digunakan, boleh dikatakan alat-alat itu tidak pernah

istirahat selama 24 jam. Alhamdulillah dengan berpuasa kita dapat

mengistirahatkan alat pencernaan lebih kurang selama 12 jam setiap harinya. Oleh

karena itu dengan berpuasa, organ dalam tubuh kita dapat bekerja dengan lebih

teratur dan efektif.

Perlu diingat, ibadah puasa Ramadhan akan membawa faedah bagi kesehatan

ruhani dan jasmani kita apabila dilaksanakan sesuai dengan panduan yang telah

ditetapkan, jika tidak, maka hasilnya tidak seberapa malah mungkin ibadah puasa

kita sia-sia belaka.

Allah SWT berfirman "Makan dan minumlah kamu dan janganlah

berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang

berlebih-lebihan." (QS. Al-A'raf:31)

Nabi SAW juga bersabda "Kita ini adalah kaum yang makan apabila merasakan

lapar, dan makan dengan secukupnya (tidak kenyang)."

Tubuh kita memerlukan makanan yang bergizi sesuai keperluan tubuh kita. Jika kita

makan berlebih-lebihan sudah tentu ia akan membawa mudarat kepada kesehatan

kita. Bisa menyebabkan badan menjadi gemuk, efek lainnya adalah mengakibatkan

sakit jantung, darah tinggi, penyakit kencing manis, dan berbagai penyakit lainnya.

Dengan demikian maka puasa bisa dijadikan sebagai media diet yang paling ampuh

dan praktis.

Puasa tidak diwajibkan sepanjang tahun, juga tidak dalam waktu yang sebentar

melainkan pada hari-hari yang terbatas, yaitu hari-hari bulan Ramadan, dari mulai

terbit fajar sampai terbenamnya matahari. Karena, jika puasa diwajibkan secara

terus menerus sepanjang tahun atau sehari semalam tanpa henti, tentu akan

memberatkan. Begitu juga jika hanya untuk waktu separuh hari, tentu tak akan

memiliki pengaruh apa-apa, akan tetapi puasa diwajibkan untuk waktu sepanjang

hari mulai dari terbit fajar hingga matahari terbenam, dan dalam hari-hari yang

telah ditentukan.

page 2 / 5


Selamat datang di blog saya yg membahas tentang "PUASA" | Hikmah Puasa

Copyright acito2011 acito2011@webmail.umm.ac.id

http://acito2011.student.umm.ac.id/2011/08/10/hikmah-puasa/

Selain keringanan dalam masalah waktu, Allah juga membuktikan kasih sayang-Nya

kepada hamba dengan memberikan keringanan-keringanan yang lain, di antaranya

kepada: orang sakit (yang membahayakan dirinya jika berpuasa) dan orang yang

menempuh perjalanan jauh (yang memberatkan dirinya jika melaksanakan puasa)

diperbolehkan untuk berbuka dan menggantinya pada hari yang lain, sesuai dengan

jumlah puasa yang ia tinggalkan.

Dengan kalam-Nya Allah telah menegaskan kepada manusia, keutamaan puasa di

bulan suci Ramadhan sebagai bulan keberkahan, dimana Allah memberikan nikmat

sekaligus mukjizat yang begitu agung kepada hamba-Nya berupa turunnya

Al-Qur'an.

Ayat-ayat Al-Qur'an juga menjelaskan betapa Tuhan begitu dekat dengan

hambanya, Ia selalu menjawab do'a mereka di mana dan kapan pun mereka

berada, tidak ada pemisah antara keduanya. Maka sudah selayaknya bagi seorang

muslim, untuk selalu berdo'a, memohon ampunan kepada Tuhannya, beribadah

dengan tulus-ikhlas, beriman, dan tidak menyekutukan-Nya, dengan harapan Allah

akan mengabulkan semua do'a dan permintaannya.

Diriwayatkan bahwa sekumpulan orang pedalaman bertanya kepada Nabi SAW : "

Wahai Muhammad! Apakah Tuhan kita dekat, sehingga kami bermunajat (mengadu

dan berdoa dalam kelirihan) kepada-Nya, ataukah Ia jauh sehingga kami menyeru

(mengadu dan berdoa dengan suara lantang) kepada-Nya?" Maka turunlah ayat: "

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka

(jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. (QS. Al-Baqarah/2: 186)

Allah telah memberikan beberapa pengecualian bagi umat Muhammad dalam

menjalankan ibadah puasa, seperti dibolehkannya seorang suami untuk

memberikan nafkah batin kepada isterinya pada malam bulan Ramadhan, kecuali

pada waktu I'tikaf di masjid, karena waktu tersebut adalah waktu di mana manusia

seharusnya mendekatkan diri kepada Allah tanpa disibukkan dengan perkara yang

lain.

Diantara hikmah puasa yang dapat dicatat juga adalah sebagai wijaa, perisai atau

pelindung:

Rasulullah SAW menyuruh orang yang kuat "syahwatnya" dan belum mampu untuk

page 3 / 5


Selamat datang di blog saya yg membahas tentang "PUASA" | Hikmah Puasa

Copyright acito2011 acito2011@webmail.umm.ac.id

http://acito2011.student.umm.ac.id/2011/08/10/hikmah-puasa/

menikah agar berpuasa, menjadikannya sebagai wijaa (memutuskan syahwat jiwa)

bagi syahwat ini, karena puasa eksistensi dan subtansialnya adalah menahan dan

menenangkan dorongan kuatnya anggota badan hingga bisa terkontrol serta

seluruh kekuatan (dorongan dari dalam) sampai bisa taat dan dibelenggu dengan

belenggu puasa. Telah jelas bahwa puasa memiliki pengaruh yang menakjubkan

dalam menjaga anggota badan yang nyata/dhahir dan kekuatan bathin. Oleh

karena itu Rasulullah SAW bersabda "Wahai sekalian para pemuda, barangsiapa di

antara kalian telah mampu ba'ah (mampu menikah dengan berbagai persiapannya)

hendaklah menikah, karena menikah lebih menundukkan pandangan, dan lebih

menjaga kehormatan. Barangsiapa yang belum mampu menikah, hendaklah puasa

karena puasa merupakan wijaa' (pemutus syahwat) baginya". (HR. Bukhari 4/106

dan Muslim no. 1400 dari Ibnu Mas'ud).

Rasulullah SAW telah menjelaskan bahwa surga diliputi dengan perkara-perkara

yang tidak disenangi (seperti menahan syahwat dsb), dan neraka diliputi dengan

syahwat. Jika telah jelas demikian, sesungguhnya puasa itu menghancurkan

syahwat, mematahkan tajamnya syahwat yang bisa mendekatkan seorang hamba

ke neraka, puasa menghalangi orang yang berpuasa dari neraka. Oleh karena itu

banyak hadits yang menegaskan bahwa puasa adalah benteng dari neraka, dan

perisai yang menghalangi seseorang darinya.

Bersabda Rasulullah SAW "Tidaklah seorang hamba yang berpuasa di jalan Allah

kecuali akan Allah jauhkan dia (karena puasanya) dari neraka sejauh tujuh puluh

musim". (HR. Bukhari 6/35, Muslim 1153 dari Abu Sa'id Al-Khudry. Ada redaksi lain

yaitu telah bersabda Rasulullah SAW : "tujuh puluh musim", yakni : perjalanan tujuh

puluh tahun, demikian dijelaskan dalam kitab Fathul Bari 6/48).

Rasulullah SAW bersabda "Puasa adalah perisai, seorang hamba berperisai

dengannya dari api neraka" (HR. Ahmad 3/241, 3/296 dari Jabir, Ahmad 4/22 dari

Utsman bin Abil 'Ash. Ini adalah hadits shahih).

Dan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda "Barangsiapa yang berpuasa

sehari di jalan Allah maka di antara dia dan neraka ada parit yang luasnya seperti

antara langit dengan bumi".

Sebagian ulama telah memahami bahwa hadits-hadits tersebut merupakan

page 4 / 5


Selamat datang di blog saya yg membahas tentang "PUASA" | Hikmah Puasa

Copyright acito2011 acito2011@webmail.umm.ac.id

http://acito2011.student.umm.ac.id/2011/08/10/hikmah-puasa/

penjelasan tentang keutamaan puasa ketika jihad dan berperang di jalan Allah.

Namun dhahir/redaksi hadits ini mencakup semua puasa jika dilakukan dengan

ikhlas karena mengharapkan ridha Allah SWT, ini sesuai dengan apa yang

dijelaskan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wassalam termasuk puasa di jalan Allah

(seperti yang disebutkan dalam hadits ini).

itulah beberapa hikmah yang bisa dipetik selama ramadhan, semoga bermanfa'at.

wallahu'alambisshawab.

sumber :

http://sayyidulayyaam.blogspot.com/2006/09/hikmah-puasa-ramadhan.html

page 5 / 5

Similar magazines