Separation Edisi 7: Bagian 1
SEPARATION (Share Part of Chemical Engineering Information) majalah yang berisi info seputar keteknikkimiaan yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Teknik Kimia UNNES. Tujuan majalah ini adalah mengembangkan minat dan bakat mahasiswa teknik kimia UNNES dalam bidang jurnalistik serta memberikan branding terhadap Program Studi Teknik Kimia UNNES. Separation Edisi 7 Bagian 1 kembali hadir dengan tema "Emerging Technologies in Green Water Treatment Processes"
SEPARATION (Share Part of Chemical Engineering Information) majalah yang berisi info seputar keteknikkimiaan yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Teknik Kimia UNNES. Tujuan majalah ini adalah mengembangkan minat dan bakat mahasiswa teknik kimia UNNES dalam bidang jurnalistik serta memberikan branding terhadap Program Studi Teknik Kimia UNNES. Separation Edisi 7 Bagian 1 kembali hadir dengan tema "Emerging Technologies in Green Water Treatment Processes"
Transform your PDFs into Flipbooks and boost your revenue!
Leverage SEO-optimized Flipbooks, powerful backlinks, and multimedia content to professionally showcase your products and significantly increase your reach.
Separation (Share a Part of Chemical Engineering Information)
DAFTAR ISI
Edisi 7 Bagian 1
01
Smart Water
Management :
Integrating IoT and AI
For Sustanable Water
Use
09
Revolusi
Nanoteknologi :
Inovasi Membran
Filtrasi Air Berbasis
Polimer-Komposit
untuk Masa Depan
Bersih
17
Dari CV Kosong ke
Kandidat Idaman:
Cara Stand Out di
Dunia Teknik Kimia
04
Eco-Friendly
Technologies For
Water Purification
and Recycling
12
Photocatalytic Water
Treatment : Teknologi
Ramah Lingkungan
untuk Limbah Cair
Industri
19
PIMNAS : Wadah
Kreativitas dan
Kolaborasi
Mahasiswa
06
Inovasi Bioteknologi
dalam Pengolahan
Air dengan
Mikroorganisme
sebagai Solusi
Ramah Lingkungan
untuk Limbah Cair
Industri
15 Dirty Money in
Fuel: The
Chemistry and
Corruption Behind
dulterated Fuels
21 Balancing Act : Tips
untuk Mencapai
Keseimbangan
antara Organisasi
dan Akademik
Water Management: Integrating IoT and AI for Sustainable Water Use
Smart Water Management: Integrating IoT and AI for Sustainable Water Use
Smart
SMART WATER
MANAGEMENT
SMART WATER
Integrating IoT and AI for Sustainable Water Use
MANAGEMENT
WRITER : NURUL
EDITOR : JENISHA
DESIGNER : EDREA
,Halo, sobat separation!
Tahukah kamu kebutuhan air
bersih dunia kini mencapai
4.000 km³ per tahun (United
Nations, 2023)? Wah, luar
biasa! Sayangnya, menurut
education.nationalgeographic.
org, hampir 99% air di bumi
tidak layak pakai. Lalu,
bagaimana cara menjaga
ketersediaannya? Salah satu
solusinya adalah melalui
manajemen air, dimana tidak
hanya menjamin kualitas,
tetapi juga menangani
masalah proses pengolahan.
Namun, manajemen air saja
belum tentu efektif 100%. Masih
sering terjadi kebocoran atau
kerusakan yang sulit terdeteksi
secara cepat, terutama
dengan metode konvensional.
Untuk
meningkatkan
efektivitas, teknologi IoT dan AI
dapat diintegrasikan ke dalam
smart water management
sehingga pemantauan
kerusakan dan deteksi limbah
bisa dilakukan lebih cepat dan
akurat.
APA ITU SMART WATER MANAGEMENT?
Smart water management
merupakan integrasi teknologi
inovatif dengan manajemen air
dengan tujuan untuk
meningkatkan jaminan kualitas
air, pengurangan kebocoran
bahkan
optimalisasi
operasional (Ramos et al., 2019).
Dalam implementasinya, smart
water management ini sering
menggabungkan IoT dengan AI
untuk menjalankan proses
maupun sistem.
Smart water management ini
sangat bermanfaat bila
terlaksana, terutama dalam
proses daur ulang penggunaan
air guna memenuhi
sustainable water use.
01
Water Management: Integrating IoT and AI for Sustainable Water Use
Smart Water Management: Integrating IoT and AI for Sustainable Water Use
Smart
PERANAN IOT DAN AI
IoT dan AI mengambil peran penting dalam sistem smart
water management, penggunaan IoT umumnya diterapkan
pada beberapa aspek berikut:
Sensor aliran, berfungsi untuk mendeteksi volume air yang
terdistribusi
Sensor kualitas air meliputi pH, suhu serta kandungan kimia,
jenis sensor ini akan sangat bermaanfaat dalam daur ulang
penggunaan air.
Penerapan IoT dan AI dalam platform data terpusat untuk
agregasi informasi
NEGARA MANA YANG SUDAH MENERAPKAN?
...Sekarang, mari kita lihat
negara-negara yang telah
menerapkan smart water
management. Singapura
bekerja sama dengan Public
Utilities Board (PUB) untuk
pemantauan real-time kondisi
utilitas, pemeliharaan
preventif, pemantauan
tekanan, dan kualitas air, serta
penyampaian
data
penggunaan
kepada
konsumen untuk mendorong
penghematan.
.....,Teknologi ini bahkan
dimanfaatkan dalam aspek
keselamatan dengan
penggunaan Augmented
Reality (AR) untuk
mengoperasikan unit
pemantauan (Lakshmikantha
et al., 2021).
, Sedangkan di Uni Emirat Arab,
Dubai Electricity and Water
Authority (DEWA) mengadopsi
teknologi seperti Supervisory
Control and Data Acquisition
(SCADA) untuk pemantauan,
pengelolaan sumber daya, dan
pelaporan kerusakan secara
cepat.
Smart grid juga digunakan
untuk otomatisasi pengambilan
keputusan dan integrasi
jaringan listrik-air guna
membangun infrastruktur
pengelolaan yang canggih.
Di beberapa negara Timur
Tengah lainnya, teknologi ini
telah diterapkan dalam proses
desalinasi air laut menjadi air
bersih.
02
Water Management: Integrating IoT and AI for Sustainable Water Use
Smart Water Management: Integrating IoT and AI for Sustainable Water Use
Smart
TANTANGAN SMART WATER MANAGEMENT DI INDONESIA
Wahhh, banyak sekali ya keunggulan smart water
management ini. Jika diterapkan di Indonesia tantangan apa
aja sih yang akan kita hadapi? Tidak dapat dipungkiri
bahwasannya penerapan smart water management ini
memerlukan dana awal yang cukup tinggi untuk pembelian
unit-unit operasional, biaya yang tinggi ini tentu menjadi
tantangan nyata bagi Indonesia, terutama di tengah krisis
ekonomi saat ini.
Selain itu, sistem pembangunan di Indonesia yang masih
belum merata ke daerah terpencil menjadi tantangan dalam
penerapan smart water management ini. Walaupun ada
beragam tantangan yang akan dihadapi, hal tersebut
seharusnya tidak menjadi penghalang untuk seluruh elemen
masyarakat mempelajari mengenai pengelolaan air ini, dengan
mempelajari sejak dini, di harapkan akan terbentuk SDM yang
siap terjun ke dalam smart water management nantinya.
REFERENCES
Dubai Electricity and Water Authority. (2024, April 21). DEWA’s
smart management of the water network saves AED 225 million
in 10 years.
Lakshmikantha, V., Sinha, S., & Kumar, R. (2021). IoT based smart
water quality monitoring system. Global Transitions Proceedings,
2(2), 181–186.
Ramos, H. M., Almeida, A. B., & Covas, D. I. C. (2019). Geleceğin
sürdürülebilir su ağlarına yönelik akıllı su yönetimi - Smart water
management towards future water sustainable networks. Water
(Switzerland), 12(1), 1–13.
03
Eco-Friendly Technologies for Water Purification and Recycling
Eco-Friendly
Technologies for
Water Purification
and Recycling
Writer: Zellika Editor: Sasa Designer: Tri
Dalam dunia yang terus berubah,
air bersih kini menjadi "harta karun"
yang semakin langka. Kabar baiknya,
teknologi ramah lingkungan hadir
membawa harapan baru! Melalui
inovasi cerdas, kita bisa memurnikan
dan mendaur ulang air tanpa harus
merusak bumi yang kita cintai.
Salah satu solusi paling menarik
adalah Wetland buatan. Bayangkan
taman hijau penuh tanaman air
seperti eceng gondok dan
kangkung, yang tidak hanya hanya
mempercantik pemandangan, tetapi
juga bekerja keras menyaring
polutan dari air limbah. Teknologi ini
meniru fungsi rawa alami, yaitu
murah, mudah dirawat, dan sangat
efektif untuk skala pedesaan
maupun perkotaan kecil (Kadlec &
Wallace, 2009).
Ada juga teknologi filtrasi berbasis
alam, yang memanfaatkan kekuatan
pasir, kerikil, dan arang aktif. Air
mengalir melewati lapisan-lapisan ini
dan secara alami disaring dari
kotoran serta partikel berbahaya.
Hasilnya, air lebih bersih tanpa harus
mengandalkan mesin mahal atau
bahan kimia berat (UNEP, 2016).
Jangan lupa soal pemanfaatan air
hujan! Dengan sistem sederhana
seperti dengan talang air, filter, dan
tangki, air hujan bisa dimanfaatkan
untuk mencuci, menyiram tanaman,
bahkan diminum setelah pemurnian
tambahan. Ini cara cerdas untuk
menghemat air tanah dan
mengurangi beban pada sumber air
utama (UNICEF, 2021).
04
Eco-Friendly Technologies for Water Purification and Recycling
yang nyata dan berkelanjutan kini
semakin nyata.
Let's make every drop count!
REFERENCES
Kadlec, R. H., & Wallace, S. D. (2009).
Treatment Wetlands (2nd ed.). CRC
Press.
Gambar 1. Purewater San Diego
Water Purification Process
Sumber: Toray Industries. (2023).
Lalu ada teknologi sederhana tapi
luar biasa, yaitu Solar Water
Disinfection (SODIS). Cukup
gunakan botol plastik bening, isi
dengan air, dan jemur di bawah sinar
matahari 6–8 jam. Sinar UV dari
matahari akan membunuh bakteri
jahat dalam air. Mudah, murah, dan
cocok untuk kondisi darurat atau
daerah terpencil (Sobsey, 2002).
Tidak ketinggalan, ada solusi Daur
ulang air abu-abu, yaitu air bekas
mandi, mencuci tangan, dan
mencuci pakaian. Dengan sedikit
penyaringan, air ini bisa digunakan
kembali untuk keperluan nonkonsumsi
seperti menyiram tanaman
atau toilet flushing. Bayangkan
betapa banyak air bersih yang bisa
kita hemat hanya dengan langkah
sederhana ini! (WHO, 2017).
Teknologi-teknologi ini membuktikan
bahwa kita bisa menjaga planet ini tetap
hijau sambil memenuhi kebutuhan air
sehari-hari. Berkat yang semakin mudah
diakses ditambah kolaborasi antara
pemerintah, dunia pendidikan, dan
komunitas lokal, masa depan air bersih
United Nations Environment
Programme (UNEP). (2016). A
Snapshot of the World's Water
Quality: Towards a Global
Assessment. Nairobi: UNEP.
United Nations Children’s Fund
(UNICEF). (2021). Water Security for
All: Solutions for Countries Facing
Water Stress. New York: UNICEF.
Sobsey, M. D. (2002). Managing
Water in the Home: Accelerated
Health Gains from Improved Water
Supply. Geneva:
World Health Organization (WHO).
(2017). Guidelines for Drinking-water
Quality: Fourth Edition Incorporating
the First Addendum. Geneva: World
Health Organization.
05
Bioteknologi dalam Pengolahan Air dengan Mikroorganisme
Inovasi Bioteknologi dalam Pengolahan Air dengan Mikroorganisme
Inovasi
Mikroorganisme sebagai Solusi untuk Limbah Cair Industri
Halo, Sobat Separation!
Pernah terbayang tidak sih,
kalau air limbah industri yang
sering kita jumpai ternyata bisa
diolah bukan hanya dengan
mesin, tapi juga dengan bantuan
makhluk hidup mikroskopis?
Yap, mikroorganisme! Ternyata
dibalik ukurannya yang mungil,
mikroba ini punya kemampuan
yang luar biasa untuk mengurai
polutan dalam limbah cair loh!
Lalu, gimana ya caranya? Yuk,
kita simak sampai akhir!
Limbah cair industri merupakan
tantangan utama dalam upaya
menjaga keberlanjutan sumber
daya air global. Karena kuantitas
dan kandungan polutan limbah
cair industri jauh lebih besar dan
beragam.
Menurut laporan UN Habitat &
WHO (2021), sebanyak 45.311 juta
m3 limbah cair industri
dihasilkan dari 32 negara pada
tahun 2015. Dari jumlah tersebut,
hanya sekitar 4.296 juta m3 dari
15 negara yang tercatat
melakukan pengelolaan air
limbah dan hanya 30%
yang dikategorikan berhasil diolah,
sementara sisanya masih beresiko
mencemari lingkungan.
Yang lebih mengkhawatirkannya
lagi, tren menunjukkan bahwa
produksi limbah cair akan
meningkat sekitar 24% pada tahun
2030 dan mencapai 51% pada
tahun 2050 (Qadir et al., 2020).
Dibalik urgensinya, pengelolaan
limbah cair industri masih
dihadapkan pada beberapa
kendala. Salah satunya adalah
keterbatasan data akibat
rendahnya tingkat pelaporan dan
monitoring limbah industri (UN
Habitat & WHO, 2021) Selain itu,
tingginya biaya operasional yang
diperlukan dan kurangnya
06
Bioteknologi dalam Pengolahan Air dengan Mikroorganisme
Inovasi Bioteknologi dalam Pengolahan Air dengan Mikroorganisme
Inovasi
dukungan bagi industri kecil
menyebabkan banyak limbah
industri dibuang secara
langsung tanpa adanya
pengolahan yang memadai. Oleh
karena itu, pendekatan alternatif
yang lebih ekonomis dan efektif
diperlukan.
Bioteknologi
berbasis
mikroorganisme muncul sebagai
solusi inovatif untuk
mengurangi polutan yang
terkandung dalam air limbah
industri. Mikroorganisme yang
digunakan biasanya berupa
bakteri aerob atau anaerob,
tergantung pada kebutuhan
spesifik proses pengolahan.
Secara umum, metode ini
terbagi menjadi dua sistem,
yaitu suspended growth system
dan fixed film system (Martini et
al., 2020).
Pada suspended
growth
system, , mikroorganisme hidup
dengan bantuan oksigen yang
dihasilkan distributor oksigen di
dasar bak penampungan.
Sistem ini memastikan
pencampuran merata antara
mikroorganisme dengan air
limbah sehingga proses degradasi
polutan berlangsung secara
optimal. Setelah proses
pengolahan,
clarifier
digunakan
untuk memisahkan air olahan dari
biomassa mikroba, dimana
sebagian besar mikroorganisme di
daur ulang kembali ke sistem.
Salah satu metode yang sering
digunakan dari sistem ini adalah
metode lumpur aktif (activated(
sludge).
Sementara pada fixed film system,
mikroorganisme tidak lagi
tersuspensi dalam air, melainkan
tumbuh melekat pada media
padat berpori. Limbah cair akan
dialirkan melalui media sehingga
terjadi kontak langsung dengan
lapisan biomassa yang dapat
mengoksidasi polutan organik dan
solid yang terkandung dalam
limbah cair. Media yang paling
sering digunakan pada sistem ini
adalah saringan tetes (trickling
filter) dan cakram biologis putar
(rotating biological contactors).
Pada sistem saringan tetes, media
yang digunakan berupa potongan
batu kerikil, zeolite, kayu, silika,
arang ataupun pozzolan yang
disusun secara bertumpuk dan
proses pendistribusian air limbah
serta suplai oksigen dilakukan
dengan bantuan blower pada
bagian dasar bak.
07
Bioteknologi dalam Pengolahan Air dengan Mikroorganisme
Inovasi Bioteknologi dalam Pengolahan Air dengan Mikroorganisme
Inovasi
Sedangkan pada cakram biologis putar, mikroorganisme akan
tumbuh melekat pada cakram yang berputar dengan kecepatan
tertentu sehingga proses penyerapan oksigen dan penguraian
polutan bisa berlangsung bersamaan secara efektif.
Secara keseluruhan, penggunaan mikroorganisme dalam
pengolahan limbah cair menawarkan beberapa keunggulan seperti
minimnya biaya operasional dan dampak lingkungan, serta efektif
dalam menurunkan konsentrasi berbagai polutan organik maupun
anorganik termasuk kandungan lemak, minyak, dan logam berat.
Namun demikian, teknik ini masih memiliki beberapa keterbatasan
yang perlu ditinjau lebih lanjut, seperti membutuhkan area yang
relatif lebih luas, waktu retensi yang lebih lama, serta fleksibilitas
operasional dan desain yang terbatas.
Nah, setelah memahami potensi dan tantangan pengaplikasian
mikroorganisme sebagai solusi ramah lingkungan bagi limbah cair
industri, kini saatnya kita mengambil peran. Sebagai engineer muda,
yuk kita kembangkan dan dukung inovasi yang berkelanjutan demi
masa depan industri yang lebih bersih dan bertanggung jawab.
REFERENCES
Martini, S., Yuliwati, E., & Kharismadewi, D. (2020). Pembuatan
Teknologi
Pengolahan Limbah Cair Industri. 5(2), 26–33.
Qadir, M., Drechsel, P., Cisneros, B. J., Kim, Y., Pramanik, A., Mehta, P., &
Olaniyan, O. (2020). Global and Regional Potential of Wastewater as a
Water, Nutrient and Energy Source. Natural Resources Forum, 44(1),
40–51.
UN Habitat, & WHO. (2021). Progress on Wastewater Treatment: Global
Status and Acceleration Needs for SDG Indicator 6.3.1. United Nations
Human Settlements Programme (UN-Habitat) and World Health
Organization (WHO).
08
Revolusi Nanoteknologi: Inovasi Membran Filtrasi Air Berbasis Polimer-Komposit
REVOLUSI NANOTEKNOLOGI
INOVASI MEMBRAN FILTRASI AIR BERBASIS
POLIMER-KOMPOSIT UNTUK MASA DEPAN
Writer : Ocha Desainer : Rayyan Editor : Sasa
Krisis air bersih merupakan tantangan
global yang semakin mendesak akibat
air bersih merupakan tantangan
Krisis
yang semakin mendesak akibat
global
pertumbuhan populasi dan perubahan
iklim. Kondisi ini menuntut adanya
populasi dan perubahan
pertumbuhan
Kondisi ini menuntut adanya
iklim.
system pengolahan air yang lebih
efisien, terjangkau, dan ramah
pengolahan air yang lebih
system
terjangkau, dan ramah
efisien,
lingkungan untuk memenuhi
untuk memenuhi
lingkungan
masyarakat yang terus
kebutuhan kebutuhan masyarakat yang terus
meningkat. Namun, teknologi filtrasi
air konvensional seringkali mengadapi
Namun, teknologi filtrasi
meningkat.
konvensional seringkali mengadapi
air
keterbatasan dalam hal efisiensi,
dalam hal efisiensi,
keterbatasan
dan berkelanjutan. Dalam 10
biaya, biaya, dan berkelanjutan. Dalam 10
tahun terakhir, nanoteknologi telah
berevolusi pendekatan terhadap
terakhir, nanoteknologi telah
tahun
pendekatan terhadap
berevolusi
pemurnian air, khususnya melalui
air, khususnya melalui
pemurnian
membran filtrasi
pengembangan pengembangan membran filtrasi
berbasis polimer-komposit yang
menggabungkan matriks polimer
polimer-komposit yang
berbasis
matriks polimer
menggabungkan
dengan nanomaterial untuk
meningkatkan kinerja dan ketahanan
nanomaterial untuk
dengan
kinerja dan ketahanan
meningkatkan
dari membran. Membran polimer
komposit merupakan hasil integrasi
membran. Membran polimer
dari
merupakan hasil integrasi
komposit
antara polimer dasar seperti polisulfon,
polietersulfonn, atau poliviniliden
fluoride dengan nanofiller seperti
atau poliviniliden
polietersulfonn,
dengan nanofiller seperti
fluoride
carbon nanotube (CNT), graphene
oxide (GO), titanium dioksida (TiO2),
nanotube (CNT), graphene
carbon
(GO), titanium dioksida (TiO2),
oxide
dan nanopartikel perak (AgNP).
nanopartikel perak (AgNP).
dan
ini bertujuan untuk
Integrasi
sifat mekanik,
meningkatkan
dan kemampuan
hidrofobisitas,
Integrasi ini bertujuan untuk
meningkatkan sifat mekanik,
hidrofobisitas, dan kemampuan
antifouling membran.
Berdasarkan studi yang dilakukan oleh
membran.
antifouling
studi yang dilakukan oleh
Berdasarkan
Hirani dan Goyal (2021) menunjukkan
bahwa penyelarasan vertikal CNT
dan Goyal (2021) menunjukkan
Hirani
penyelarasan vertikal CNT
bahwa
dalam membran polisulfon dapat
meningkatkan permeabilitas air hingga
membran polisulfon dapat
dalam
permeabilitas air hingga
meningkatkan
empat kali lipat dibandingkan
kali lipat dibandingkan
empat
konvensional. Hal ini dicapai
membran konvensional. Hal ini dicapai
membran
melalui metode pencetakan membran
dalam medan magnet yang
metode pencetakan membran
melalui
medan magnet yang
dalam
mengarahkan orientasi CNT secara
vertikal, sehingga mempercepat aliran
orientasi CNT secara
mengarahkan
sehingga mempercepat aliran
vertikal,
air melalui membran.
air melalui membran.
antara polimer dasar seperti polisulfon,
09
Edisi 7: Bagian 1
Separation Edisi 7: Bagian 1
Separation
Revolusi Nanoteknologi: Inovasi Membran Filtrasi Air Berbasis Polimer-Komposit
Penambahan nanomaterial ke dalam
matriks polimer memberikan berbagai
nanomaterial ke dalam
Penambahan
polimer memberikan berbagai
matriks
seperti peningkatan
keunggulan,
dan selektivitas,
permeabilitas
keunggulan, seperti peningkatan
permeabilitas dan selektivitas,
memungkinkan
pemisahan
kontaminan dengan ukuran molekul
pemisahan
memungkinkan
dengan ukuran molekul
kontaminan
yang sangat kecil. Sifat antifouling
nanopartikel seperti AgNP dan TiO2
sangat kecil. Sifat antifouling
yang
seperti AgNP dan TiO2
nanopartikel
sifat anti mikroba yang
memiliki
pertumbuhan biofilm pada
mengurangi
membran,
permukaan
umur pakai
memperpanjang
memiliki sifat anti mikroba yang
mengurangi pertumbuhan biofilm pada
permukaan
membran,
memperpanjang umur pakai
membran. Stabilitas termal dan
mekanik, integrasi nanomaterial
Stabilitas termal dan
membran.
integrasi nanomaterial
mekanik,
meningkatkan ketahanan membran
terhadap suhu tinggi dan tekanan
ketahanan membran
meningkatkan
suhu tinggi dan tekanan
terhadap
memungkinkan
oprasional,
memungkinkan
oprasional,
kondisi
penggunaan dalam berbagai kondisi
penggunaan dalam berbagai
terhadap lingkungan. Membran
nanokomposit
menunjukkan
lingkungan. Membran
terhadap
menunjukkan
nanokomposit
signifikan kinerja
peningkatan signifikan dalam dalam kinerja
peningkatan
filtrasi air, termasuk kemampuan untuk
filtrasi air, termasuk kemampuan untuk
menghilangkan logan berat, senyawa
organik, dan mikroorganisme
logan berat, senyawa
menghilangkan
dan mikroorganisme
organik,
pathogen.
Meskipun teknologi membran polimer
pathogen.
teknologi membran polimer
Meskipun
komposit menawarkan banyak
keunggulan, terdapat beberapa
komposit menawarkan banyak
yang diatasi, tantangan perlu seperti
tantangan yang perlu diatasi, seperti
proses produksi
skalabilitas skalabilitas produksi, produksi, proses produksi
membran nanokomposit membran dalam nanokomposit skala
dalam skala
besar masih menghadapi kendala
besar masih menghadapi kendala
teknis Keamanan dan
teknis dan ekonomi. dan ekonomi. Keamanan dan
lingkungan pelepasan
potensi lingkungan potensi pelepasan
nanomaterial ke lingkungan dan
dampaknya terhadap kesehatan
ke lingkungan dan
nanomaterial
terhadap kesehatan
dampaknya
manusia perlu diteliti lebih lanjut.
Dalam masalah biaya, penggunaan
perlu diteliti lebih lanjut.
manusia
masalah biaya, penggunaan
Dalam
dapat nanomaterial meningkatkan
nanomaterial dapat meningkatkan
biaya produksi, sehingga diperlukan
biaya produksi, sehingga diperlukan
inovasi untuk menekan biaya tanpa
mengorbankan kinerja.
untuk menekan biaya tanpa
inovasi
kinerja.
mengorbankan
Jadi, revolusi nanoteknologi dalam
pengembangan membran filtrasi air
revolusi nanoteknologi dalam
Jadi,
membran filtrasi air
pengembangan
berbasis polimer komposit
menawarkan pendekatan inovatif
polimer komposit
berbasis
pendekatan inovatif
menawarkan
mengatasi untuk tantangan
untuk mengatasi tantangan
Dengan
ketersediaan ketersediaan air air bersih. bersih. Dengan
menggabungkan keunggulan polimer polimer
menggabungkan keunggulan
dan nanomaterial, dan nanomaterial, teknologi teknologi ini dapat dapat ini
meningkatkan efisiensi, selektivitas,
dan berkelanjutan.
efisiensi, selektivitas,
meningkatkan
berkelanjutan.
dan
keunggulan, terdapat beberapa
Edisi 7: Bagian 1
Separation Edisi 7: Bagian 1
Separation
10
Revolusi Nanoteknologi: Inovasi Membran Filtrasi Air Berbasis Polimer-Komposit
REFERENCES
REFERENCES
U. Comprehensive of nanocomposite Hani, (2023). review polymeric membranes
Hani, U. (2023). Comprehensive review of polymeric nanocomposite membranes
pp.
application for water treatment. In Alexandria Engineering Journal (Vol. 72, pp.
application for water 72, (Vol. Journal Engineering Alexandria In treatment.
307–321). Elsevier B.V.
307–321). Elsevier B.V.
B., Goyal, S. Synthesis water studies Hirani, & P. Hirani, (2021). B., and & permeation Goyal, of
P. S. (2021). Synthesis and water permeation studies of
polysulfone based composite membranes having vertically aligned CNTs. 1–17. 1–17. CNTs. aligned vertically having membranes composite based polysulfone
A., R., C., S., Poler, C. Advanced
Sahu, A., Kwiatkowski, Dosi, Schmal, R., & Kwiatkowski, J. C., (2023). Schmal, Sahu, S., Dosi, & Poler, J. C. (2023). Advanced
Polymeric Nanocomposite Membranes for Water and Wastewater Treatment: A
Polymeric Nanocomposite Membranes for Water and Wastewater Treatment: A
Comprehensive Review. In Polymers (Vol. 15, Issue 3). MDPI.
Comprehensive Review. In Polymers (Vol. 15, Issue 3). MDPI.
S. Al-Anbari, H., Haider, J. Polymeric with
Salim, S. H., Al-Anbari, A. R. (2021). H., Membrane & Salim, Haider, H., A. R. J. & (2021). Polymeric Membrane with
Nanomaterial’s for Water Purification: A Review. IOP Conference Series: Earth and
Nanomaterial’s for Water and Earth Series: Conference IOP Review. A Purification:
Environmental Science, 779(1).
Environmental Science, 779(1).
M., A., S., Z. & W. A Zahid, Rashid, Zahid, Akram, M., Rehan, Rashid, A., A., Razzaq, Akram, (2018). S., Comprehensive
Rehan, Z. A., & Razzaq, W. (2018). A Comprehensive
Review on Polymeric Nano-Composite Membranes for Water Treatment. Journal
Review on Polymeric Nano-Composite Membranes for Journal
Treatment. Water
of Membrane Science & Technology, 08(01).
of Membrane Science & Technology, 08(01).
11
Edisi 7: Bagian 1
Separation Edisi 7: Bagian 1
Separation
Ramah Lingkungan Pengurai Polutan Kompleks
Teknologi Ramah Lingkungan Pengurai Polutan Kompleks
Teknologi
Biaya dan 4. Rendah Ketersediaan
4. Biaya Rendah dan Ketersediaan
Melimpah Melimpah
dan
TiO₂ tersedia secara luas di alam TiO₂ tersedia secara luas di alam dan
untuk diproduksi,
relatif terjangkau relatif terjangkau untuk diproduksi,
menjadikannya pilihan ekonomis untuk
menjadikannya pilihan ekonomis untuk
aplikasi skala besar (Joris, 2025).
aplikasi besar 2025).
(Joris, skala
5. Sifat Fisik dan dan Permukaan Permukaan yang yang
5. Sifat Fisik
Mendukung.
Mendukung.
dimulai Proses saat
fotokatalisis Proses dimulai fotokatalisis saat
Titanium Titanium Dioksida Dioksida (TiO₂) (TiO₂) menyerap menyerap
cahaya < UV 387 (λ nm), < yang
387 cahaya nm), UV yang
(λ
pita
menyebabkan menyebabkan eksitasi eksitasi elektron elektron dari dari pita
valensi ke pita konduksi, valensi menghasilkan
ke pita konduksi, menghasilkan
pasangan elektron-hole (e−/h+):
elektron-hole (e−/h+):
pasangan
→ TiO₂ + hv e− + h+
Lubang (h+) di valensi dapat
Lubang (h+) di pita pita valensi dapat
mengoksidasi mengoksidasi molekul air atau ion
molekul air atau ion
menghasilkan
hidroksida hidroksida di permukaan menghasilkan
di permukaan
hidroksil:
radikal radikal hidroksil:
h+ + H₂O OH → + H+
Sementara elektron di pita konduksi
Sementara elektron di pita konduksi
dapat mereduksi oksigen oksigen terlarut
dapat mereduksi terlarut
radikal membentuk radikal superoksida:
membentuk superoksida:
e− → + O₂ O₂−
sangat ini O₂− dan Radikal OH dan O₂− ini sangat reaktif
OH Radikal reaktif
dan dapat senyawa
menguraikan dapat dan menguraikan senyawa
organik kompleks dan H₂O, CO₂, menjadi kompleks organik menjadi CO₂, H₂O, dan
akhir produk produk akhir tak berbahaya (Chong et et (Chong berbahaya tak
al., 2010).
TiO₂ diterapkan
Fotokatalisis TiO₂ telah diterapkan
telah Fotokatalisis
air,
dalam berbagai konteks pengolahan dalam berbagai konteks pengolahan air,
seperti: seperti:
Degradasi zat pewarna tekstil
pewarna Degradasi tekstil
zat
(Indigo, Methylene Blue, Rhodamine
(Indigo, Blue, Methylene Rhodamine
B). B).
herbisida.
Penguraian pestisida dan Penguraian pestisida dan herbisida.
senyawa farmasi dari
Penghilangan Penghilangan senyawa farmasi dari
air limbah. air limbah.
patogen.
Disinfeksi Disinfeksi mikroorganisme mikroorganisme patogen.
Dalam (2010),
studi Dalam oleh studi Chong oleh et Chong al., et (2010),
al.,
reaktor berbasis fotokatalitik Titanium
berbasis reaktor Titanium
fotokatalitik
Dioksida Dioksida (TiO₂) (TiO₂) menunjukkan menunjukkan efisiensi efisiensi
tinggi menguraikan dalam berbagai
menguraikan tinggi berbagai
dalam
senyawa senyawa organik organik dengan dengan tingkat tingkat
lebih dari 90% dalam
konversi mencapai konversi mencapai lebih dari 90% dalam
waktu singkat.
waktu singkat.
Meskipun Meskipun teknologi fotokatalitik
teknologi fotokatalitik
berbasis TiO₂ menjanjikan, berbasis TiO₂ menjanjikan, tantangan tantangan
efisiensi seperti efisiensi di bawah cahaya
di bawah cahaya
seperti
tampak serta tampak serta rekombinasi cepat
rekombinasi cepat
pasangan elektron-hole masih perlu
pasangan elektron-hole masih perlu
diatasi. Penelitian terus untuk
diatasi. Penelitian terus berlanjut berlanjut untuk
material
mengembangkan mengembangkan modifikasi material
modifikasi
yang lebih lebih yang skala
aplikasi dan efektif efektif dan aplikasi skala
besar yang ekonomis. Dengan Dengan
ekonomis. yang besar
fotokatalitik
teknologi ini, kemajuan kemajuan ini, teknologi fotokatalitik
diharapkan menjadi menjadi diharapkan dalam
utama solusi solusi utama dalam
berkelanjutan yang pengolahan air yang berkelanjutan di
air pengolahan di
masa mendatang.
mendatang.
masa
al., 2010).
13
Ramah Lingkungan Pengurai Polutan Kompleks
Teknologi Ramah Lingkungan Pengurai Polutan Kompleks
Teknologi
REFERENCES
REFERENCES
Hidayah, N., Wibisana, (2022). Kinerja Asrori, Asrori, M. K., Hidayah, E. N., & Wibisana, H. (2022). Analisis Kinerja Resin
M. E. H. Resin
& K., Analisis
Immobilized Photocatalyst dalam Meningkatkan Kualitas Efluen Limbah Cair.
dalam Kualitas Limbah Immobilized
Meningkatkan Cair.
Efluen Photocatalyst
Ilmiah Teknik Lingkungan, 14(2), 152–158.
Envirotek: Jurnal Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan, 14(2), 152–158.
B., Chow, C. W. K., & Saint, C. (2010). Recent Developments in
Chong, M. N., Jin, Chong, M. N., Jin, B., Chow, C. W. K., & Saint, C. (2010). Recent Developments in
A Photocatalytic review. Water Water Treatment Research, Technology: 44(10),
A Photocatalytic review. Water Water Treatment Research, Technology: 44(10),
2997–3027. 2997–3027.
Hashimoto, Irie, K., H., Irie, & H., Fujishima, & A. Fujishima, (2005). A. TiO₂ (2005). Photocatalysis: TiO₂ A Photocatalysis: Historical
A Hashimoto, Historical
K.,
Future Overview Prospects. and Japanese Future Journal Prospects. of Japanese Applied Journal Physics, of Part Applied 1:
Physics, Overview Part and 1:
Regular Papers and Short Notes and Review Papers, 44(12), Regular 8269–8285.
Papers and Short Notes and Review Papers, 44(12), 8269–8285.
Irianti, T. T., & Nuranto, S. (2021). Antioksidan dan Kesehatan. UGM Press.
dan Kesehatan. UGM Press.
Irianti, T. T., & Nuranto, S. (2021). Antioksidan
(2025). Material karbon: Teknologi dan Informasi. Penerbit NEM.
Joris, S. Joris, S. N. (2025). Material karbon: Teknologi dan Informasi. Penerbit NEM.
N.
Rahma, C. (2018). Efek Doping Terhadap Aktivitas Fotokatalis Na₂Ti₆O₁₃ dalam
Rahma, C. (2018). Efek Doping Terhadap Aktivitas Fotokatalis Na₂Ti₆O₁₃ dalam
(Skripsi,
Mendegradasi Limbah Mendegradasi Limbah Cair Methylene Blue pada Industri Tekstil (Skripsi,
Cair Methylene Tekstil Industri pada Blue
Universitas Teuku Teuku Universitas Umar). Umar).
Saputra, M. E., Ferdiansyah, F., F., Ferdiansyah, E., M. Saputra, (2025). Y. R. Parapat, & A., Arif, A., R. Suganda, Suganda, R. A., Arif, A., & Parapat, R. Y. (2025).
Aplikasi Nanocoating Nanocoating Aplikasi dan
Performa Meningkatkan untuk Otomotif Body pada pada Body Otomotif untuk Meningkatkan Performa dan
Daya Tarik Visual. Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi, 3(3), 136–152. 136–152.
3(3), Teknologi, dan Sains Ilmiah Jurnal Scientica: Visual. Tarik Daya
14
Revolusi Nanoteknologi: Inovasi Membran Filtrasi Air Berbasis Polimer-Komposit
MONEY IN FUEL
DIRTY MONEY IN FUEL
DIRTY
CHEMISTRY AND CORRUPTION
THE CHEMISTRY AND CORRUPTION
THE
DULTERATED FUELS
BEHIND DULTERATED FUELS
BEHIND
Waktu Terakhir !!
Beberapa Waktu Terakhir !!
Beberapa
Masyarakat dibuat resah oleh keluhan
konsumen yang merasa performa
kendaraannya menurun walau sudah
mengisi pertamax di SPBU resmi.
Tarikan berat, suara mesin kasar, dan
konsumsi bensin yang boros jadi gejala
yang mengarah pada satu
kemungkinan: pertamax yang dijual
ternyata diduga telah dicampur dengan
bensin RON lebih rendah seperti
pertalite. Dugaan pemalsuan ini bukan
hanya persoalan teknis, tapi soal
kejahatan sistemik dalam distribusi
energi.
mahasiswa Teknik Kimia?
Bagi mahasiswa Teknik Kimia?
Bagi
Bagi mahasiswa teknik kimia, kasus
ini jadi alarm keras. Kita paham bahwa
kualitas bensin sangat ditentukan oleh
angka oktan (RON) yang berperan
dalam mencegah pembakaran dini di
mesin. Pertamax (RON 92) dirancang
untuk mesin berkompresi
tinggi,
sedangkan
pertalite (RON 90) tidak
cocok untuk itu.
Pencampuran dua jenis
bahan bakar ini
berdampak langsung pada performa
kendaraan, efisiensi, emisi, dan potensi
kerusakan jangka panjang.
dikhawatirkan !?
Yang dikhawatirkan !?
Yang
Yang mengkhawatirkan, dugaan
pemalsuan ini terjadi di SPBU resmi
pertamina, bukan di pedagang ilegal.
Artinya, ada celah serius dalam
pengawasan sistem distribusi yang
semestinya tertutup, otomatis, dan
transparan. Di sinilah aroma korupsi
mulai tercium. Jika ada aktor internal
yang bisa memanipulasi bahan bakar
dan lolos dari kontrol kualitas, berarti
ada praktik “uang kotor” yang
membajak sistem distribusi energi
nasional.
15
Revolusi Nanoteknologi: Inovasi Membran Filtrasi Air Berbasis Polimer-Komposit
negatif !!
Dampak negatif !!
Dampak
Dampaknya bukan cuma pada
kendaraan konsumen. Gasoline oplosan
menghasilkan emisi berbahaya seperti
CO2, NO2, dan hidrokarbon tak
terbakar, memperparah pencemaran
udara. Belum lagi risiko adanya zat
aditif non-standar yang bisa merusak
mesin dan lingkungan. Artinya,
kejahatan ini tak hanya menipu rakyat
secara ekonomi, tapi juga
membahayakan kesehatan publik dan
keberlanjutan lingkungan.
Gambar 1. Bareskrim Polri membongkar kasus
Pertamax palsu di 4 SPBU kawasan Kota Depok
Sumber: Detik.com (2024)
Rp
Rp
Peran Peran
Mahasiswa
Mahasiswa
teknik kimia kimia
teknik
Membongkar potensi
penyelewengan lewat
pendekatan ilmiah.
Riset deteksi kualitas bensin
dengan metode sederhana
bisa jadi alat perlawanan.
mendorong transparansi
pengujian BBM dan
mengadvokasi pengawasan
distribusi berbasis bukti.
Karena pada akhirnya, korupsi di
sektor energi bukan cuma soal uang
yang mengalir gelap. tapi soal keadilan,
kesehatan, dan masa depan yang ikut
dikorbankan. Dan kalau kita diam,
maka kita ikut membiarkan bensin
oplosan jadi bahan bakar kebusukan
sistem.
Saat distribusi BBM bisa dicurangi,
saatnya kita bersuara dengan data,
bergerak dengan ilmu, dan menuntut
sistem yang transparan dan adil.
Karena energi yang bersih bukan hanya
soal lingkungan tapi juga soal moral
dan tanggung jawab bersama.
16
Dari CV Kosong ke Kandidat Idaman: Cara Stand Out di Dunia Teknik Kimia
CV KOSONG KE KANDIDAT IDAMAN
DARI CV KOSONG KE KANDIDAT IDAMAN
DARI
CARA STAND OUT
DI DUNIA TEKNIK KIMIA
STAND OUT
CARA
DI DUNIA TEKNIK KIMIA
Reporter : Raihana
Editor : Sasa
Designer : Edrea
Hallo Readers!!! Siapa nih
yang suka insecure karena
CV masih kosong? Tenang,
kamu nggak sendirian.
Banyak mahasiswa yang
masih merasa bingung harus
mulai dari mana buat
membangun CV dan karier
impian mereka, apalagi
persaingan sekarang yang
kompetitif. Makanya, penting
banget belajar dari
pengalaman orang-orang
yang sudah lebih dulu
merasakan dunia kerja. Nahh,
narasumber kita kali ini
adalah Kak Annisa Wanda
Liana, alumni Teknik Kimia
angkatan 2020 yang lulus
dengan predikat cumlaude.
xSaat ini, Kak Wanda
berkarier sebagai R&D
Pesticide Officer di PT CBA
Chemical Industry. Lewat
cerita inspiratifnya, kita akan
mengetahui tips menyusun
CV yang menarik dan
mempunyai nilai tambah di
dunia kerja.
Annisa Wanda Liana TK'20
nYuk Simak Ceritanya!!!!!
Bagi banyak mahasiswa,
mengisi CV dengan
pengalaman yang relevan
sering kali jadi tantangan.
Apalagi jika kamu merasa
pengalaman kamu masih
sangat sedikit. Tapi jangan
khawatir, ada banyak cara
untuk membuat CV kamu
tetap menonjol meski kamu
masih di awal perjalanan.
Pengalaman magang atau
berorganisasi penting untuk
memperkuat CV.
17
Dari CV Kosong ke Kandidat Idaman: Cara Stand Out di Dunia Teknik Kimia
Pilihlah magang yang
sesuai dengan minat dan
bidang karier impianmu
agar pengalamanmu lebih
relevan. Keterampilan
seperti berpikir kritis,
manajemen waktu, serta
pelatihan atau sertifikasi
tambahan juga akan
membuat CV-mu lebih
menonjol.
Jangan lupa juga untuk
membangun rasa percaya
diri. Kepercayaan diri yang
tinggi akan terlihat dalam
cara kamu menyusun CV
dan bagaimana kamu
mempresentasikan diri di
dunia pekerjaan.
Selain itu, hal-hal kecil
dalam CV juga penting,
lho!. Misalnya, pastikan foto
profil kamu terlihat
profesional dan rapi.
Hindari penggunaan foto
yang kurang sesuai, seperti
latar belakang yang
berantakan. Pastikan isi CV
selaras dengan tujuan
kariermu. Perlu diingat,
perusahaan tidak hanya
mencari kandidat dengan
keterampilan teknis, tetapi
juga kualitas profesional,
seperti kemampuan
berkomunikasi, bekerja
dalam tim, beradaptasi
dengan lingkungan baru,
serta kesiapan untuk
memberikan kontribusi
secara maksimal.
Buat kamu yang masih
mahasiswa atau baru
memulai, manfaatkan
waktu kuliah untuk
mencoba hal-hal baru.
Jangan cuma fokus belajar
di kelas, tetapi juga ikuti
kegiatan di luar kampus
yang bisa menambah
pengalaman
dan
keterampilan.
Yang paling penting,
persiapkan masa depan
dengan baik dan
terencana. Setiap langkah
yang kamu ambil sekarang
akan menentukan karier di
masa depan. jadi, pastikan
kamu sudah mulai dengan
langkah yang tepat!
18
Langkah Nyata Mahasiswa dalam Berkarya & Berkolaborasi
PIMNAS: Langkah Nyata Mahasiswa dalam Berkarya & Berkolaborasi
PIMNAS:
PEKAN ILMIAH
MAHASISWA NASIONAL
Langkah Nyata Mahasiswa dalam
Berkarya dan Berkolaborasi
Reporter : Cahya Editor : Rifat Designer : Edrea
,.,,,,,,,.Pekan Ilmiah Mahasiswa
Nasional (PIMNAS) adalah
ajang puncak Program
Kreativitas Mahasiswa (PKM)
yang diikuti mahasiswa dari
seluruh Indonesia. Salah
satunya adalah Kak Xuanzie
Alfareza, mahasiswa Teknik
Kimia UNNES 2021, yang
berhasil lolos ke PIMNAS ke-37
di Universitas Airlangga.
,,,,,,,,,,Awalnya, kak Xuanzie
berencana mengikuti PKM-PM,
namun beralih ke PKM-PI atas
saran dosen pembimbing
karena proyeknya berfokus
pada pembuatan alat.
Bersama tim, ia
mengembangkan Rotary
Crusher Dryer, alat pengolah
media tanam jamur dari
popok bayi bekas untuk
mengurangi limbah dan
meningkatkan produktivitas
masyarakat.
Tim beranggotakan lima
orang dari berbagai jurusan,
dengan pembagian tugas
sesuai keahlian masingmasing.
Prosesnya memakan
waktu 11 bulan, mulai dari
revisi proposal, seleksi
fakultas, universitas, pusat,
pendanaan, hingga lolos
PIMNAS sebagai salah satu
dari 21 tim PKM-PI.
19
Edisi 7: Bagian 1
Separation Edisi 7: Bagian 1
Separation
Langkah Nyata Mahasiswa dalam Berkarya & Berkolaborasi
PIMNAS: Langkah Nyata Mahasiswa dalam Berkarya & Berkolaborasi
PIMNAS:
Tantangan dalam Proses Pembuatan Proposal
Tidak mudah dalam membuat proposal, tentunya terdapat
tantangan. Dikarenakan Kak Xuanzie dan beberapa rekan timnya
sudah semester tujuh, yang mana mereka juga disibukkan dengan
Program Kerja Lapangan (PKL), hal ini menjadi salah satu tantangan
bagaimana mereka bisa memanajemen waktu sebaik mungkin.
Bahkan untuk beberapa kali survei mitrapun, mereka tidak bisa ikut
melihat langsung. Meskipun dengan padatnya jadwal mereka, hal
tersebut tidak menjadi alasan untuk mereka bermalas-malasan
dan menyerahkan tanggung jawab tugas mereka kepada orang
lain.
Tips dan Trik dalam Pembuatan Proposal
Selalu melihat peraturan dan arahan yang ada di dalam
guidebook
Pilih dosen pembimbing berpengalaman di PIMNAS
Jangan menunda pembuatan proposal karena timeline PKM
singkat
Lakukan diskusi dan crosscheck antaranggota.
Selesaikan tugas sebelum tenggat dan aktif follow-up
penugasannya
Saran untuk yang ingin Mengikuti PIMNAS
Dari Kak Xuanzie sendiri menyarankan agar jangan takut untuk
memulai. “Mulai saja dulu untuk mengikuti PKM ini, jangan terlalu
berpikiran untuk lolos PIMNAS karena itu juga masih jauh. Yang
terpenting jangan takut untuk mulai, dan perbagus isi dari
proposal karena proposal menjadi salah satu penunjang paling
besar dalam PKM ini.”
Edisi 7: Bagian 1
Separation Edisi 7: Bagian 1
Separation
20
Tips Hidup mencapai keseimbangan antara Organisasi dan Perkuliahan
ACT:
BALANCING ACT:
BALANCING
KESEIMBANGAN
MENCAPAI
TIPS ANTARA ORGANISASI & AKADEMIK
ANTARA ORGANISASI & AKADEMIK
Safina
Reporter: Safina
Reporter:
Jenisha
Editor: Jenisha
Editor:
Satria
Designer: Satria
Designer:
tengah yang Di persaingan semakin
Di tengah persaingan yang semakin
luar
ketat, banyak individu hebat di ketat, banyak individu hebat di luar
sana yang telah meraih berbagai
sana telah berbagai
meraih yang
pengalaman pencapaian dan
melalui pencapaian pengalaman melalui dan
prestasi prestasi mereka. mereka. Namun, Namun, tidak tidak
dari sedikit kita dari yang kita masih yang merasa
masih sedikit merasa
kesulitan dalam membagi kesulitan waktu
dalam membagi waktu
antara kegiatan organisasi dan
antara kegiatan organisasi dan
akademik.
tanggung tanggung jawab akademik.
jawab
..Apakah memungkinkan memungkinkan untuk
..Apakah untuk
secara
menjalani menjalani keduanya secara
keduanya
bersamaan tanpa merasa bersamaan tanpa merasa kewalahan?
kewalahan?
tugas baik Sebab, Sebab, baik tugas akademik maupun maupun
akademik
tugas organisasi tidak datang
selalu tidak organisasi tugas selalu datang
Ada merata. secara secara merata. Ada kalanya kita kita
kalanya
memiliki waktu senggang,
ada masa-masa mana
namun ada pula masa-masa di mana
pula namun di
seluruh tanggung jawab datang
seluruh jawab tanggung datang
bersamaan dan menuntut perhatian
menuntut bersamaan perhatian
dan
penuh. Nah, dari narasumber ini, kita
Nah, narasumber kita
dari penuh. ini,
sih cara
bisa belajar gimana bisa belajar gimana sih cara
menyeimbangkan waktu antara
waktu menyeimbangkan antara
organisasi dan akademik selama selama
organisasi dan akademik
masa perkuliahan.
perkuliahan.
masa
Rizky
Orang Orang itu itu adalah adalah Muhammad Muhammad Rizky
Fahrizal dia Putra, adalah dia mahasiswa
adalah Fahrizal mahasiswa
Putra,
Teknik kimia kimia angkatan angkatan 2022 2022 yang yang saat saat
Teknik
ini dipercaya dipercaya menjadi menjadi asisten asisten
ini
oleh laboratorium Koordinator
oleh laboratorium Koordinator
ini
Laboratorium. Kak Laboratorium. Fahrizal Kak Fahrizal ini
memiliki banyak pengalaman di di
memiliki banyak pengalaman
akademik
organisasi, lomba, bahkan organisasi, lomba, bahkan akademik
sudah
perkuliahan. perkuliahan. Banyak hal yang sudah
Banyak hal yang
dia eksplor eksplor selama perkuliahan ini,
dia selama perkuliahan ini,
berarti sudah sudah banyak pengalaman
berarti banyak pengalaman
keadaan
yang yang dia alami baik dalam keadaan
dia alami baik dalam
gimana
senang senang maupun susah. Terus gimana
maupun Terus susah.
sih keseimbangan
mencapai sih cara mencapai keseimbangan
cara
menyelesaikan semua itu? semua menyelesaikan Cara
itu? Cara
kembali membangkitkan membangkitkan kembali semangat semangat
merasa
atau burnout merasa saat saat merasa burnout atau merasa
gagal? Gimana cara agar motivasi motivasi
agar cara Gimana gagal?
saja?
begitu padam tidak semangat semangat tidak padam begitu saja?
Penasaran kan kalian, yukk simakk!
memiliki waktu senggang,
21
Edisi 7: Bagian 1
Separation Edisi 7: Bagian 1
Separation
Penasaran kan kalian, yukk simakk!
Tips Hidup mencapai keseimbangan antara Organisasi dan Perkuliahan
Kak ini dua
Jadi Kak Fahrizal ini ikut dua
Fahrizal Jadi ikut
organisasi sekaligus saat menjadi
organisasi saat sekaligus menjadi
mahasiswa baru yaitu ENERC dan E2C.
baru ENERC E2C.
yaitu mahasiswa dan
mudah pastinya mengikuti
Bukan hal Bukan hal mudah pastinya mengikuti
sekaligus ditambah
dua organisasi dua organisasi sekaligus ditambah
dengan tugas kuliah yang tidak
tugas yang dengan tidak
kuliah
Fahrizal juga
sedikit pastinya. Kak sedikit pastinya. Kak Fahrizal juga
mengenai
membagikan beberapa tips membagikan beberapa tips mengenai
menjaga keseimbangan dalam
cara cara menjaga keseimbangan dalam
menghadapi berbagai berbagai tanggung tanggung
menghadapi
jawab. jawab.
Hal Hal pertama pertama yang yang harus harus ditekankan
ditekankan
prioritas.
adalah adalah menentukan menentukan prioritas.
dengan Mulailah mengerjakan dengan tugas
mengerjakan Mulailah tugas
yang memiliki memiliki tenggat tenggat waktu waktu paling paling
yang
tugas dekat, yang
serta dekat, memilah serta tugas memilah yang
memiliki urgensi urgensi lebih lebih tinggi. tinggi. Jangan Jangan
memiliki
sampai mengerjakan
kita sampai sibuk kita mengerjakan
sibuk
sesuatu sesuatu tanpa tanpa mempertimbangkan
mempertimbangkan
urgensinya, hal karena tersebut hal dapat
tersebut urgensinya, dapat
karena
menyebabkan ketidakseimbangan
ketidakseimbangan
menyebabkan
dalam mengatur waktu dalam mengatur waktu dan energi.
dan energi.
adalah multitasking, hal
Yang kedua adalah multitasking, hal
Yang kedua
ini sangat menguntungkan ini sangat menguntungkan bagi yang bagi yang
agenda. Tapi menurut
dikejar banyak agenda. Tapi menurut
dikejar banyak
Kak Fahrizal kembali Kak Fahrizal kembali lagi ke lagi ke
kepribadian diri masing-masing.
kepribadian diri masing-masing.
Multitasking bisa dilakuin misal kita
dilakuin misal Multitasking bisa
tapi ada tugas, kita
ada agenda rapat ada agenda rapat tapi ada tugas, kita
forum untuk tetap
bisa bisa izin ke forum untuk tetap
ke izin
menyimak menyimak keberlangsungan rapat rapat
keberlangsungan
sambil tugas.
mengerjakan sambil mengerjakan tugas.
Yang ketiga Yang mengerjakan
yaitu ketiga yaitu mengerjakan
di bertahap secara penugasan hari
penugasan secara bertahap di hari
sebelumnya, rapat ada ini hari misal sebelumnya, misal hari ini ada rapat
di nahh bisa
sebelumnya nahh di malam sebelumnya bisa
malam
mengejar untuk banget untuk mengejar penugasan
banget penugasan
agar deadline mendekati yang saat
yang mendekati deadline agar saat
rapat rapat tidak memikirkan penugasan
penugasan
memikirkan tidak
lagi.
kegiatan ada Setiap pasti rasa
Setiap kegiatan pasti ada rasa
pernah
lelahnya, dan Kak Fahrizal juga lelahnya, dan Kak Fahrizal juga pernah
tersebut dan cara dia
merasakan hal merasakan hal tersebut dan cara dia
mengatasinya adalah healing, dengan
mengatasinya adalah healing, dengan
terrefresh
kembali sehingga refresh kembali sehingga rasa
healing perasaan dan pikiran kita healing perasaan dan pikiran kita ter-
rasa
akan tergerak untuk
semangat semangat akan tergerak untuk
menjalankan menjalankan kewajiban kewajiban yang yang sudah sudah
kita kita dapatkan. dapatkan. Termasuk Termasuk
keseimbangan keseimbangan untuk untuk diri diri sendiri, sendiri,
jadi organisasi di
dan organisasi akademik, dan jadi akademik, Tengah sibuknya sibuknya agenda agenda tetap tetap ada ada
Tengah
hiburan agar untuk tidak
diri hiburan sendiri untuk agar diri tidak
sendiri
merasa stres. stres.
merasa
organisasi Beberapa organisasi dan perlombaan
dan perlombaan
Beberapa
akademik banyak di lakukan Kak
akademik banyak di lakukan Kak
Fahrizal pasti Fahrizal pasti ada kegagalan yang
ada kegagalan yang
dialami, terus bagaimana
pernah dialami, terus bagaimana
pernah
caranya rasa semangat caranya rasa semangat tetap tetap
titik
membara agar membara agar tidak berhenti di titik
tidak berhenti di
ini saja? “Pastinya “Pastinya tetap fokus sama
ini saja? tetap fokus sama
tujuan yang ingin kita kita ingin yang tujuan dari karna capai capai karna dari
fokus dan terus mengingat tujuan tujuan
mengingat terus dan fokus
semangat dari awal pikiran dari semangat kita akan
pikiran awal akan kita
tertuju pada pada tertuju rasa
Sehingga itu. tujuan tujuan itu. Sehingga rasa
terus dan ingin bangkit dan terus mencoba akan
bangkit ingin akan
mencoba
terus berlanjut.” berlanjut.”
terus
lagi.
Edisi 7: Bagian 1
Separation Edisi 7: Bagian 1
Separation
22
Edisi 7, Bagian 1
SEPARATION
Edisi 7, Bagian 1
Share a Part of Chemical Engineering Information
Bioteknologi Pengolahan Inovasi dalam Air
Inovasi Bioteknologi dalam Pengolahan Air
Mikroorganisme sebagai Solusi Ramah
dengan Mikroorganisme sebagai Solusi Ramah
dengan
Lingkungan untuk Limbah Cair Industri
Industri
Cair Limbah untuk Lingkungan
Inovasi bioteknologi dalam pengolahan limbah cair
industri memanfaatkan mikroorganisme sebagai solusi
ramah lingkungan dan ekonomis untuk mengurangi
polutan organik maupun anorganik, termasuk lemak,
minyak, dan logam berat, di tengah prediksi peningkatan
produksi limbah cair hingga 51% pada 2050. Metode ini
menggunakan bakteri aerob atau anaerob melalui dua
pendekatan utama, yaitu suspended growth system
seperti lumpur aktif, dan fixed film system seperti trickling
filter atau rotating biological contactors. Keduanya
memiliki mekanisme penguraian berbeda namun samasama
efektif menurunkan pencemar, meskipun masih
memiliki keterbatasan seperti kebutuhan lahan yang luas,
waktu retensi lama, dan fleksibilitas desain yang terbatas.
https://bit.ly/KuesionerSeparationEdisi7Bagian1
sites.unnes.ac.id/hmptk
@hmptk_unnes hmptkunnes hmptkunnes HMPTK UNNES